Kyu… Mianhae…

Kyuu..mianhae..>.<

Author : Renz

Categori : romance, comedy

Tag : Cho kyuhyun

Ini dia sekuel dari ‘it has to be you’, ‘i want a son’, & ‘psp=trouble’…

Mian banget ea kalo ceritanya aneh gak karuan…wkwkwkw *harap maklum deh*

Untuk kali nie, para silent reader dilarang baca…so buat yang udah baca wajib comment..ahahaha *maksa mode on*

Previous : it has to be you [eun hae story], i want a son [cho kyuhyun story], PSP=trouble

...Don’t read…Don’t open if you silent reader..

“Eun hae…” Kyu duduk di sebelahku. Dia tampak salah tingkah. “Emm..Besok kamu ada acara?? Kita jalan-jalan yuk.”

“Apa??” Aku mengalihkan pandangan ke arah kyu, menatapnya tidak percaya. “Kamu baik-baik aja kan kyu?? Kamu sakit ya??” tanyaku khawatir, meraba dahinya untuk memastikan keadaannya.

Kyu menyingkirkan tanganku dari dahinya, wajahnya memerah. “Aishh!! Tentu saja aku baik-baik saja. Pokoknya besok kita jalan-jalan.” katanya dengan nada memaksa, berjalan pergi meninggalkanku yang kebingungan.

Kenapa anak ini?? Tumben sekali dia mengajakku jalan-jalan. Biasanya juga aku yang merengek mengajaknya pergi jalan-jalan. Dia lagi kerasukan apaan ya?? Jangan-jangan dia salah makan lagi.

Tok…Tok…Tok..

“Annyeong..”

“Ne…sebentar..” Dengan cepat aku berjalan menuju pintu dan membukanya perlahan. “Hae oppa??” Aku menatap laki-laki di hadapanku dengan kaget. “Hwaaa!!! Kapan pulang dari amerika oppa??” teriakku senang, memeluk tubuhnya erat.

Hae oppa tertawa, membalas pelukanku. “Baru kemarin sampai di korea. Mian tidak memberitahumu. Apa aku mengganggu??”

Aku melepaskan pelukanku, menggeleng cepat. “Tentu saja tidak. Ayo masuk oppa..”

“Tidak perlu…Aku hanya mau memberitahumu kalau besok kita akan ada pelatihan club di pulau jeju.”

“Pulau jeju?? Wow..”

“Apa kamu bisa ikut??”

“Tentu saja aku…” Aku menghentikan kata-kataku, tiba-tiba teringat pada kyu. Aishh!! Aku lupa pada kyu. Dia kan mengajakku jalan-jalan. Tapi….aku ingin ikut pelatihan ini..

Hae oppa tersenyum, mengacak rambutku pelan. “Tanya saja dulu pada kyu. Nanti malam aku telepon lagi. Aku pulang dulu ya..Salam buat kyu..”

Aku hanya menatap kepergian oppa dengan bingung. Kyu marah gak ya kalau besok gak jadi jalan-jalan?? Hmm~

———————

“Pulau jeju!!!!” teriak kyu keras. Aku menutup telingaku, menjauhkan diri darinya. “Aishh!! Kyu!! Bisa gak sih gak teriak??”

Kyu tidak memperdulikanku yang kesal, matanya menatapku lekat. “Kamu mau pergi ke pulau jeju berdua saja dengan hyung???”

“Tentu saja tidak. Mana mungkin aku pergi berdua saja dengan oppa. Besok itu ada pelatihan wajib untuk seluruh anggota club sains di pulau jeju kyu…”

“Besok???”

Aku menganggukan kepala dengan semangat. “Ne..pelatihannya cuma satu hari full ko’ kyu jadi…”

“Andwae!! Kamu tidak boleh ikut.” perintah kyu tegas, menatapku tajam.

Aku mengerjapkan mata. “Mana bisa aku tidak ikut kyu. Besok itu….”

“Pokoknya kamu tidak boleh ikut. Titik.” potong kyu.

Aku mengernyit kesal. “Aku hanya pergi ke pulau jeju besok kyu. Semua anggota club sains juga ikut ko’. Apa salahnya sih?? Lagipula jalan-jalannya kan bisa lain kali.”

“Bukan masalah itu. Kamu inget gak besok hari apa??”

Aku menatap kyu bingung. “Hari kamis. Memang kenapa??”

“Kamu bener-bener gak inget ya??” gumam kyu pelan dengan kecewa.

Kenapa dia?? Baru pertama kali aku melihat wajahnya sangat kecewa. Apa aku melupakan sesuatu yang penting ya?? Tapi apa??

Drrt…Drrt..

“Yoboseyo?? Hae oppa?? Eh…besok ikut atau tidak??” Aku melirik ke arah kyu dengan gugup. Dia hanya diam, tidak menatapku sama sekali.

“Ne..aku ikut oppa. Baiklah jam 7.” Kututup handphone perlahan, mengalihkan pandangan ke arah kyu. “Kyu aku ikut ya??” tanyaku pelan sambil menatap kyu penuh permohonan.

Kyu berdiri dan berjalan pergi. “Terserah.” katanya ketus, menutup pintu kamarnya dengan keras.

Aku hanya menghela nafas, bingung dengan perubahan suasana hati kyu yang tiba-tiba. Baru saja tadi siang dia berubah jadi malaikat dengan mengajakku jalan-jalan, tapi sekarang udah berubah jadi setan tukang marah-marah lagi deh. Sepertinya dia benar-benar salah makan deh.

—————–

“Eun hae…eun hae..” Aku mendongak, menatap seon yang tampak khawatir. “Kamu sakit?? Istirahat dulu deh. Biar kuijinkan sama seonsangnim ya??”

Aku menggeleng pelan, menelungkupkan wajahku ke meja. “Waeyo?? Berantem lagi dengan kyu??” tanya seon.

“Kyu marah padaku seon. Sepertinya kali ini dia benar-benar marah deh. Dari tadi malam aja dia gak mau berbicara sama sekali denganku.” gumamku pelan sambil menghela nafas.

Seon mengerjapkan mata. “Memangnya kamu melakukan apa sih sampai dia semarah itu?? Biasanya juga 5 menit udah baikan.”

Aku mengangkat bahu. “Aku juga gak tau. Eh…memang sekarang hari apa sih??”

“Hari kamis. Memang kenapa??”

“Sekarang tanggal berapa seon??”

“Tanggal 3 februari…”

Aku mengerjapkan mata kaget. “Aaaaa….”

Seon terlonjak mendengar teriakanku. “Waeyo?? Ada masalah??”

Aku menatap seon panik. “Seonnn….hari ini ulang tahun kyu…Pantas saja dia marah besar. Ottokhae??” kataku panik. Aishh!! Bisa-bisanya aku lupa ulang tahun kyu. Eun hae pabo!! Ottokhae??

“MWO!! Terus sekarang gimana??”

“Aku mau kembali ke seoul sekarang seon. Kyu pasti sangat marah padaku..” gumamku pelan sambil menahan tangis. Ottokhae??

“Tapi…” Seon menatapku ragu, akhirnya menghela nafas. “Biar aku yang minta izin pada seonsangnim.”

Aku menghapus air mataku, berjalan cepat membereskan isi tasku.

—————-

“Kamu gak masuk dulu seon??”

Seon menggelengkan kepalanya, seulas senyum jail keluar dari bibirnya. “Hati-hati ya eun hae. Kudoakan selamat deh.” candanya sambil menepuk pundakku.

Aku hanya meringis mendengar kata-kata seon, ikut berdoa dalam hati untuk keselamatanku.

“Aku pulang dulu ya…Eun hae hwaiting!!” teriak seon sambil melambaikan tangan ke arahku dan berjalan pergi.

Aku menghela nafas, berjalan masuk ke dalam rumah. Rumah tampak sepi, tanda bahwa appa dan sarang omma belum pulang dari honeymoon kedua mereka. Bagus juga sih, setidaknya kalo terjadi perang dunia ketiga mereka sedang tidak ada di rumah. Hehehe.

Tumpukan kado tampak ada di atas meja ruang tamu. Pasti dari para fans kyu deh, tapi banyak banget sih. Emangnya dia sepopuler itu ya. Hahhh…

“Kyu….” gumamku pelan, berjalan mendekati kyu yang tampak sedang bermain psp di ruang tamu.

Kyu hanya diam, tidak mengalihkan padangan dari psp di hadapannya. “Kyu…kamu marah ya??”

“Jeongmal mianhae…Kyu jangan marah dong…”

Kyu tidak menjawab. Dia berdiri dan berjalan cepat masuk ke dalam kamar, tidak menoleh ke arahku sama sekali. Aku menutup wajahku dengan bantal dan menangis. Dia benar-benar sangat marah. Ottokhae??

————-

Aku mengerjapkan mata, menyadari seseorang di sebelahku. Kyu tampak tidur di sebelahku. Satu tangannya memeluk tubuhku erat. Aku hanya diam, menatap wajah kyu yang tertidur. Apa dia sudah tidak marah??

“Aku masih marah padamu tau.” Kyu membuka matanya pelan, menatapku lekat.

Aku menundukkan wajahku. “Jeongmal mianhae.” gumamku pelan.

“Dari tadi pagi banyak sekali para gadis yang datang ke rumah hanya untuk memberiku ucapan selamat dan berbagai macam kado. Mereka semua benar-benar perhatian.”

Aku hanya diam, menahan rasa kesal dalam hati. Apa sekarang dia mau pamer?? Pamer kalau dia punya banyak fans yang sangat perhatian padanya. Huh!! >.<

Kyu tersenyum geli melihat ekspresiku yang kesal. “Tapi sayangnya, aku tidak mendapat ucapan selamat dari tunanganku sendiri. Tunanganku itu bahkan lupa sama sekali dengan ulang tahunku. Benar-benar menyedihkan.” katanya sambil menggeleng kecewa.

“Jeongmal mianhae…Saengil chukkae kyu…”

Kyu tersenyum lembut, mengacak rambutku pelan. “Akhirnya aku mendengarnya juga. Aku benar-benar menunggunya seharian ini. Jadi mana kadoku??”

“Aaaa…” Aku menelungkupkan tanganku ke depan wajah. “Mianhae…aku lupa..” gumamku penuh penyesalan. Aishh!! Pabo!! Bisa-bisanya aku lupa beli kado. Benar-benar parah kuadrat.

“Kamu mau apa?? Kamu boleh minta apa aja deh.”

Kyu menaikkan alisnya. “Apa aja??”

Aduhh…salah ngomong deh. Gimana coba kalau dia minta psp baru?? Tabunganku cukup gak ya…

“Yah…tergantung kamu minta apa??”

Kyu mendekatkan wajahnya ke arahku. “Yaa!! Kamu mau ngapain??” kataku sambil menjauhkan diri darinya.

“Tentu saja minta hadiah ulang tahun. Katanya aku boleh minta apa aja.” katanya sambil mengedip jail, seulas senyum keluar dari bibirnya. “Mumpung appa dan omma tidak ada…”

Hwaaahhh…..si setan mesum keluar….

~FIN~

30 thoughts on “Kyu… Mianhae…

  1. Itu yg I want a son link dr kamu gabisa dibuka masa , padahal aku pgn bgt baca ehhe ayodong ksh link ato cara lain spy aku bs baca I want a son, soalnya penasaran bgt nih hehehe :)

  2. huaaaa…dasar ga inget ultahKyu..hahha
    hadeuh hadeuuh mw minta apa nih bangkyu??
    minta anak ?? #polos #PLAKKKKKK
    kekekek..like this deh

  3. yaahh gimana sih masa ultah.a tunangan sendiri lupa.. #plakk *ditabok eunhae* XDD
    lucu deh kyu.a !!
    mau apa tuh si evil ??
    jangan2 ketularan unyuk lagi.. haha

  4. Suami gw ngambek nih yeyyy~ :P Bwt sekuel lain’a! Yg lbih seru! :) gw doyan nih klo yadong’a s abank kyu nongol! *plak

  5. baca judulnya, kupikir ini ff berat banget,,,taunya lucu. itu Eunhae sama Kyu pikirannya beda…si Eunhae takut diminatin PSP baru,,,si Kyu dapet angin seger tuh,,,langsung main nempel2 aje XD

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s