28

Family By Accident [part 3]

Author : veahwa

Part 3

*silsilah keluarga hyuki*

Nenek deokman+kakek yu shin =

–        Ki jou koo boo dou (istri, tidak diketahui)

–        Pangeran lee shin+putri cha gyeong= lee hyuk jae

–        Syahrukhan+kajol= avril lavigne, justin bieber

–        Dae jang geum+paman min jeong ho= taekyung+minyeo=jeremy

= han ji eun+lee young jae

*silsilah keluarga yamapi*

Nenek misil+?=

–        Putri cha gyeong+pangeran lee shin= lee hyuk jae

–        Utada hikaru+hide (l’arc~en~ciel)= yamahisa tomohisa/yamapi

******

Aku menatap laki2 yang menuruni tangga itu dengan terpaku. . . dia tampak berbeda. . . dengan gaya yang angkuh dan tatapan mata yang dingin dimatanya membuat jantungku berdebar tidak menentu.

“hei hyuki, memangnya siapa gadis itu??” tanya bibi kajol

“kenapa kau memanggil kami semua??” tanya ayah hyuki “aku harus latihan memukul!!”

“aku harus mengajari jeremy menari india!!” saut bibi kajol

“andwae!!! Bibi membuat kakiku patah tulang!!” celutuk jeremy sambil mengerucutkan bibirnya.

“aku harus membuat ramuan. . .” tambah bibi jang geum.

Continue reading

5

It’s Only You [part 8][Refisi]

Author            : Afi

Cast                : all members, khususnya cho kyuhyun, kim heechul, lee hyuk jae,

choi si won. Dan beberapa cast tambahan/ khayalan

Kategori         : on writing (long story), 16+

Author            : Afi

Cast                : all members, khususnya cho kyuhyun, kim heechul, lee hyuk jae,

choi si won. Dan beberapa cast tambahan/ khayalan

Kategori         : on writing (long story), 16+

* Part 8 *

EunHyuk PoV

 

Aku membuka kedua mataku perlahan, kepalaku sedikit pusing pagi ini. Aku beranjak dari tempat tidurku dan menatap bingung senampan makanan yang ada dimeja riasku. Aku menyipitkan kedua mataku dan memakai sandal hitamku. Aku melihat kearah jendela yang sudah terbuka, handuk yang terlipat rapih di meja dan senampan makanan yang ada diatas meja.

 

Sup kimchi dan nasi ? siapa yang memasaknya ? Aku mengambil sendok itu dan menyuapnya kedalam mulutku. Enak, siapa yang memasak ? ini enak sekali, seperti masakan Airi. Rasanya sudah lama aku tidak sarapan nasi sejak kepergian Airi. Aku menghabiskan makanan itu dan segera keluar dari kamarku sambil membawa piring kotor. Saat baru melangkah keluar dengan serentak yang lain juga membuka pintu kamar mereka, aku menatap mereka yang sudah keluar dengan senampan piring kotor juga.

 

“Ryeowook ah apa kau yang memasaknya ?”Tanya SungMin hyung yang baru keluar dari kamarnya.

 

Ryeowook menggeleng pelan membuat Yesung hyung berjalan menuju dapur. Aku mengikutinya dari belakang. Kami mendengar suara wanita yang sedang bersenandung didapur. Aku melangkah lebih cepat dan melihat sosok gadis yang sedang sibuk membersihkan dapur sambil mendengarkan iPod.

 

“Maaf, kau siapa ?”Tanya Yesung Hyung sambil menepuk pundak gadis itu

 

“Oh oppa kalian sudah bangun ? Selamat pagi”ujarnya dalam senyuman yang membuatku menatap kearah Kyuhyun bingung

 

“Apa yang kau lakukan ?”

 

“Sedang membersihkan dapur”jawabnya singkat

 

“Untuk apa kau melakukan ini ?”

 

“Hanya kebetulan saja”ujarnya sambil melepaskan celemek putih dari tubuhnya

 

“kenapa kau memakai celemek itu”ujarku sedikit kesal karna EunMi memakai celemek Airi yang dijahit oleh tangannya sendiri

 

“nde ?”

 

“mulai besok jangan datang lagi seperti ini, itu akan menyusahkan dirimu sendiri”ujarku sambil meletakkan semua piring kotorku dibak cuci piring

 

“Pulanglah” tambahku sambil merampas celemek yang ada digenggaman EunMi

 

“Hyung !”seru Kyuhyun sedikit membentakku, aku tetap berjalan sambil meremas celemek yang ada ditanganku

 

Kubuka pintu kamar dan segera membantingkah tubuhku sendiri ditempat tidur, apa yang sudah ku lakukan ? kenapa aku sekasar itu ? tapi kenapa… kenapa perasaan ini begitu tidak menerima adanya kesamaan sikap pada EunMi dan Airi. Setiap perbuatannya akhir akhir ini serasa menunjukkan dirinya adalah pengganti Airi.

 

Diriku tidak bisa menerima hal itu, dia bukan siapa siapa. Dia hanya seseorang yang tak sengaja kami kenal. Airi ah, seandainya saja. Kau masih bernafas saat ini.  Aku mengambil handuk mandiku dan segera berjalan kekamar mandi. Aku membuka pintu perlahan dan melihat Ryeowook yang sedang duduk disofa bersama dengan KyuHyun.

 

“Hyung ! kenapa dengan sikapmu tadi ? kau seperti anak kecil”

 

“Cukup aku sedang tidak ingin berkelahi Kyuhyun ah”

 

“hyung tapi sikapmu tadi benar benar kekanak kanakan, tidak ada rasa terima kasih yang tersirat dalam pandanganmu”

 

“kalau aku kekanak kanakan, bagaimana denganmu ?”ujarku dan langsung masuk kekamar mandi.

 

Aku menutup pintu kamar mandi dengan sedikit membanting, Yash~ apa yang sudah kulakukan pikirku dalam hati. Kenapa sikapku seperti ini, kau membuat ku gila. Airi ah

 

***

EunMi PoV

 

Aku meletakkan bunga violet putih diatas makam yang tampak makin bersih ini. Aku duduk direrumputan dam mengusap foto Airi shi yang terlihat kotor dengan saputangaku. Aku menghela nafas dan mengeluarkan sebuah surat dari dalam tasku dan meletakannya diantara bunga yang ku letakkan tadi. Aku tersenyum kecil dan menunduk sopan padanya

 

“Airi shi mianhae, aku tidak biasa melaksanakan permintaanmu. Joengmal mianhae”ujarku sambil berdiri dan memberikan Sebae ku yang terakhir. Aku menyandang tasku lagi dan segera menggendong buku tebalku didepan dadaku

 

“Joengmal mianhae”ujarku sambil menunduk sekali lagi.

 

Seseorang akan merasa bingung, jika ia tiba tiba dimintai tolong oleh orang yang belum ia kenal sama sekali. Sama seperti aku, aku yang bingung atas permintaan Airi shi. Tapi apa yang harus kulakukan ? Aku jadi tidak bisa berfikir dengan baik akhir akhir ini. Semua karna kejadian aneh yang selalu datang menghampiriku.

 

Aku berjalan perlahan menuruni tangga, teringat dengan kejadian tadi pagi yang membuatku sedikit tidak enak pada Super Junior. Tidak seharusnya juga aku main masuk kerumah orang seperti tadi pagi. Huah ini akibat isi surat dari Airi shi dan diary yang kubaca dari Eunhyuk oppa dan Kyuhyun Oppa.

 

Aish~ babo kenapa sikapku jadi aneh seperti ini ? kenapa aku jadi seperti terasuki sosok Airi shi didalam hatiku. Aduuh babo babo~ wajar kalau oppa marah., aku masuk kerumahnya, kekamarnya, dan memakai dapurnya seenakku tanpa meminta ijin terlebih dahulu. EunMi ! Kemana EunMi yang dulu… EunMi yang disiplin, aku harus kembali kekampus sekarang. Aku sudah hampir terlambat.

 

Aku berlari kecil menuruni tangga, hingga ku lihat seorang pria yang menaiki tangga dengan membawa mawar berwarna violet. Aku mengenal pria berambut coklat itu. Aku menghentikan langkahku ketika Ia mengadahkan kepalanya. Tebakanku benar, itu Eunhyuk Oppa. Kenapa aku harus bertemu dengannya disaat saat seperti ini. Aku menghela nafas sebentar dan menunduk sambil terus menuruni anak tangga.

 

Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut kami, bahkan kata sapaan juga tidak. Eunhyuk oppa melewatiku bagai orang yang tidak saling kenal. Aku berbalik badan sebentar dan melihat punggung Eunhyuk oppa yang kian lama kian menjauh dari pandanganku. Ingin rasanya aku meneriakkan namanya dan meminta maaf atas kejadian tadi pagi.

 

Aku menghela nafas lagi dan melanjutkan perjalananku hingga ke parkiran mobil. Langkahku terhenti lagi ketika melihat sesosok wanita tinggi putih yang berjalan dengan dress mini coklat dan sepatu hak tingginya. Ia melepas kaca mata hitamnya membuatku terkejut sampai sampai menjatuhkan buku buku tebalku.

 

“Agashi gwenchana”serunya sambil memberikan buku bukuku yang berceceran ditangga

 

“Ai..Airi shi”ujarku terengah melihat gadis itu

 

“Aku Kairi, kakak kembar Airi”ujarnya sambil tersenyum

 

“EunM… Kim EunMi imida”ujarku plean

 

“Ah, aku tahu. Ternyata kamu Kim EunMi, aku ingin sekali mengobrol lama dengan mu, tapi aku sedang buru buru sekarang. Lain kali aku ingin berbicara dengan mu”

 

“Ah ne”ujarku membiarkan gadis itu menaiki tangga satu persatu.

 

Aku berbalik dan melihat gadi itu, luar biasa benar benar mirip dengan Airi shi. Namanya jugakembar ya pasti mirip, tapi wajahnya hampir tidak bisa dibedakan, mungkin identik. Aku segera menuruni tangga hingga sampai di mobil merahku. Aku langsung masuk kemobil dan langsung beranjak menuju kampusku.

 

***

EunHyuk PoV

 

“Airi ah~ aku datang lagi”ujarku sambil meletakkan sebuket bunga pesanannya di atas makamnya, Aku juga melihat sebuket bunga mawar putih disana.

 

Pasti bunga yang dibawa EunMi. Aku mengambil sepucuk surat yang ada diatasnya dan menyipitkan mata ketika melihat surat tersebut. Airi membuat surat untuk EunMi ?. Aku berbaring direrumputan dan membuka surat itu.

 

Hai, aku Airi. Mungkin kau pasti kaget menerima surat aneh ini. Ahm~ sebelumnya aku minta maaf atas ketidak formalan surat ini ya. Kita santai saja, hahaha. Langsung ke intinya. Terimakasih ya kau seudah memberikan kunci Time Kapsul ini pada Super Junior. Bisa ditebak kamu adalah seorang perempuan dan pasti dekat dengan Super Junior.

Kau juga pasti orang yang pntar bisa menemukan kotak biruku itu. Well, sebenarnya aku ingin sedikit merepotkanmu Agashi. Oppa oppa ku adalah orang yang super sibuk dengan tanggung jawab mereka, aku ingin kau menjaganya layaknya dongsaeng yang menjaga Oppanya dan Noona yang menjaga dongsaengnya. Oppa ku bukanlah orang yang sabar, mereka adalah orang orang yang mudah temperamental kecuali SiWonnie, DongHae Oppa, dan RyeoWook Oppa.

Kuperkenalkan satu satu Leeteuk oppa, dia seorang oppa yang patut dihormati. Selain baik, sikap tegasnya membuatku selalu kagum padanya.

Heechul Oppa, sikapnya yang menyebalkan, moody membuatku sedikit kesal. Tapi disisi lain dia orang yang paling perhatian pada adik adiknya. Hankyung oppa meski tidak banyak bicara sikapnya selalu melindungi dan tidak pernah menyusahkan orang.

Yesung Oppa selain suaranya yang mampu membenamku dalam dunianya, dia juga seorang yang lucu dan selalu membuatku nyaman

KangIn Oppa, seorang yang sangat temperamental. Kau harus hati hati menghadapinya,tapi dia tidak akan memukulmu, justru dia hanya akan menyindirmu jika kau berbuat kesalahan.

Shindong Oppa dan SungMin Oppa keduanya juga tidak terlalu temperamental mereka baik pada setiap orang, apalagi SungMin hyung dia luar biasa baik pada setiap wanita.

EunHyuk oppa dan DongHae oppa, kedua dancer ini juga tidak temperamental, Donghae Oppa sangat suka meledekku sementara Eunhyuk oppa yang selalu melindungi ku {tetap saja dia juga meledekku, dia seperti little evil}. Eunhyuk Oppa orang yang sangat baik, kau akan nyaman bila bercerita dengannya.

SiWon oppa, ini adalah malaikatku kapanpun kau membutuhkan pertolongan dia akan segera membantumu, SiWon oppa yang mempunyai hati yang sangat tulis

Dan 3terakhir adalah dongsaeng ku yang imut imut, si cerewet RyeoWook aku sangat merindukannya, saat dimana kami mencoba memasak bersama,

Si pendiam KiBum, ingin sekali rasanya mencubit pipinya jika dia sudah berdiam diri dipojokan ruangan.

Dan terakhir Si Magnae Kyuhyun. Magnae yang satu ini amat susah dibilangin, kerjanya main game terus, tapi otaknya tetap saja pintar. Meski terus menerus mengajakku berkelahi, dia sangat bisa diandalkan masalah menghiburku dari tangis kesedihan

Begitulah tentang personal dari mereka, yang ku minta hanya satu darimu. Aku tidak suka melihat kebiasaan pagi anak anak di lantai bawah yang selalu memakan roti di pagi hari, memang alasannya agar tidak gemuk.

Tapi itu akan menyulitkan tenaga mereka dalam bekerja, aku hanya ingin minta tolong untuk memasakkan sup kimchi dan nasi, resepnya sudah kulampirkan dibelakang. Kuharap kau bisa membantuku, terima kasih banyak.

Aku terkekeh pelan dan memasukan surat itu kedalam tasku. Airi ah lagi lagi kau yang membuatku begini. Aku lagi lagi salah paham. Airi ah, malam ini kau harus datang kemimpiku. Aku akan memarahimu habis habisan. Aku beranjak berdiri dan tersenyum pelan didepan makam Airi

 

“Aku benar benar merindukan kekonyolanmu sayang”ujarku

 

“Oppa”ujar seseorang dengan suara yang sangat ku kenali

 

“Kairi ah”ujarku sambil berbalik melihat Kairi yang sudah berdiri disebelahku “Airi, kakakmu datang”

 

“Airi ah ~ ini ku bawakan bunga pesananmu tadi malam ”

 

“Ternyata kau masuk kesetiap mimpi orang ya”ujarku sambil merangkul bahu Kairi dan tersenyum kecil.

 

“Oppa, aku sudah mendengar kejadian tadi pagi dari Kyuhyun”

 

“Iya iya, aku tahu aku salah. Sudah jangan diungkit lagi”

 

“Arasso, aku tahu oppa bukan orang yang memendam kemarahan yang mendalam kan ? arasso Oppa, tapi aku hanya ingin bilang sesuatu”

 

“Apa ?”

 

“Eunmi gadis yang manis, sayangi dia seperti adikmu sendiri ya. Seperti Airi, kulihat dari tatapannya dia sangat manis dan sama seperti Airi”

 

“Kairi ah, Airi itu~”

 

“Takkan terganti sampai kapanpun, arasso oppa. Aku juga tidak menyuruhmu untuk melupakan adik manis ku ini. Tapi kehidupan oppa harus berjalan, oppa tidak bisa menutup hati oppa sekarang”

 

“kau bicara apa ? aku tidak mengerti”

 

“Sampai kapan ? sampai kapan oppa membuat Airi tidak tenang disana, Sampai kapan oppa membuat Airi terus terjaga untuk oppa ?”

 

“Cukup Kairi, aku baru ingat aku ada urusan. Aku permisi”ujarku dan segera beranjak pergi dari makam Airi.

 

“Oppa !”Seru Kairi sambil melambaikan tangannya dari atas membuatku terkekeh

 

“Mianhae, saranghae”

 

“Arasso saranghae”seruku dan segera menuruni tangga

 

***

EunMi PoV

 

Aku bersandar didinding lift sambil mematikan iPodku, lelah teriakku dalam hati. Baru belajar saja sudah selelah ini bagaimana ketika menjadi calon dokter, habislah aku. Aku menghela nafas panjang dan langsung memasukan iPodku kedalam tas. Pintu lift terbuka lebar di lantai 12. Aku berjalan keluar dari lift dan segera membuka pintu rumahku. Aku berjalan perlahan menuju kamar dan segera membantingkan diri disofa.

 

Sepertinya tidak ada siapapun dirumah. Aku ingin sekali berteriak. Pip~pi~ tiba tiba ponselku berbunyi, dengan malas ku rai ponselku dan segera mengangkat telfon yang baru masuk.

 

“Yoboseyo ?”

 

“EunMi ah ? ini aku”

 

“Siapa ?”

 

“Eunhyuk sshi, apa kau tidak menyimpan nomor ku ?”

 

“Nde mianhae oppa, tadi aku tidak lihat. Ada apa ?”

 

“Bisa kita bertemu ?”

 

“Bertemu ? untuk ?”

 

“Ada yang ingin ku bicarakan, aku tunggu di lobby sekarang”

 

“Sekarang ?”

 

“Ne, jangan lupa pakai mantelmu. Udara hari ini cukup dingin”

 

Ia segera menutup telfon sementara aku hanya terdiam sambil mendang layar ponsel yang langsung meredup. Kenapa dengannya ? Aku segera masuk kekamar mandi dan membersihkan diri. Kupakai kaos tebalku dan celana jeans, serta sepatu sneaker. Aku juga segera mengambil kniteed hat dan jaket yang sedikit tipis, aku segera menyandang tasku dan beranjak dari kamar menuju lobby.

 

Pintu lift terbuka lebar di lobby. Aku segera keluar dan sedikit berlari sambil melihat kekanan dan kiri. Mana Eunhyuk Oppa ? aku melihat sesosok pria yang sedang berdiri diantara 2 orang gadis didekatnya. Itu kan Eunhyuk oppa, aku sedikt berjalan lebih cepat dan baru menyadari, 2 gadis itu adalah murid SIS. Adik kelasku dulu, Eunhyuk Oppa terlihat menunduk dan tersenyum pada 2 gadis yang sudah meninggalkannya.

 

“Oppa”sapaku

 

“kau sudah datang, kalau begitu kita pergi sekarang”ujarnya dan segera berjalan keluar dari lobby tanpa memberitahu maksud dan tujuan kepergian kami ini

 

“Ke..kemana ?”tanyaku sambil sedikit berlari dan mengikutinya dari belakang.

 

Eunhyuk oppa terus bersenandung dimobil sementara aku hanya memperhatikan raut wajahnya yang sedang bergembira itu. Entah kenapa perasaanku sedikit tidak tenang kalau mengingat kejadian tadi pagi, dan syukurlah sekarang perasaanku lebih lega dan lebih nyaman.

 

Tiba tiba Eunhyuk Oppa memberhentikan mobilnya disebuah parkiran supermarket yang cukup luas. Bukan itu masalahnya, kenapa kita kesini ?. Aku segera turun dari mobil dan menunggu Eunhyuk Oppa yang masih memakai maskernya.

 

“Kaja”ujarnya mendorong pundakku, aku tetap mematung dan menahan langkahku

 

“Kenapa kesini ?”

 

“Karna aku ingin makan nasi setiap pagi, kaja~”ujarnya sambil menggenggam tanganku dan memasukannya kedalam saku jaketnya.

 

Aku tidak bisa berkata apa apa lagi, aku hanya bisa terdiam melihat senyumannya tadi. Kenapa dalam waktu beberapa jam dia sudah berubah menjadi luar biasa baiknya. Aku memilih beberapa bahan pangan dan mencoba menanyakan pendapan Eunhyuk oppa, berkali kali bertanya.

 

Ia hanya mengangguk, tersenyum, dan sesekali dia bermain dengan buah buahan yang kami beli. Aku mengambil alih kereta dorong dan mencoba mencari daging sapi yang sangat segar di tempatnya.

 

“EunMi ah”ujarnya sambil menepuk bahuku “aaaaaa”tambahnya membuatku membuka mulutku cukup lebar, Ia menyuapi ku dengan sepotong daging sapi panggang yang sangat lezat “Enak ?”

 

“Ne, dagingnya enak”ujarku membuatnya tersenyum dan menaruh beberapa potong daging yang beku ke keranjang belanja.

 

“Awas, biar aku yang mendorongnya”ujarnya sambil mengambil alih kereta dorong yang ada ditanganku. Aku mengangkat bahu pelan dan meanjutkan perjalanan berbelanja.

 

Tiba tiba aku terpaku kepada sebuah celemek yang digantung dibagian peralatan masak. Aku berjalan mendekat dan memegang celemek putih itu. Desainnya terlihat manis dengan hiasan renda di pinggirnya. Aku sangat menyukai celemek ini, kapan kapan kalau EunHo dan aku kesini, aku ingin minta dibelikan ah. Aku tersenyum dan meletakknya kembali di tempatnya.

 

“Agashi, jika kau membeli itu akan berhadiah sebuah mug cantik ini. Dan jika kau beruntung kau bisa mendapatkan ini”ujar seorang ajumma sabil menunjukan sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati yang bersayap

 

“Wah cantik sekali, tapi maaf aku sedang menemani oppaku berbelanja jadi aku tidak bisa membelinya sekarang. Aku benar benar minta maaf”ujarku dan segera meninggalkan tempat itu

 

Eunhyuk Oppa memarkirkan mobilnya diparkiran apartement. Au membuka pintu dan membantu Eunhyuk oppa membawakan belanjaannya yang cukup banyak, aku bersandar didinding lift dan pikiranku kembali melambung kecelemek putih yang tadi kulihat. Huh susah kalau sudah suka, harus dibeli saat itu juga, kalau tidak aku merasa sangat menyesal sekarang. Setelah menyusun semua belanjaan, aku berpamitan untuk pulang. Eunhyuk oppa mengantarku sampai ke rumah

 

“Ahm.. EunMi ah, sebelumnya aku minta maaf ya, joengmal mianhae untuk masalah tadi pagi”ujar EunHyuk Oppa sebeum aku membuka pintu rumahku

 

“Ah~ gwenchana oppa, jinjja gwenchana. Aku memang lancing tadi pagi seharusnya aku yang minta maaf”

 

“Anii. Dan ini”tambahnya sambil memberikan sepucuk surat padaku “Airi sudah membuat surat untukmu jadi kumohon simpan surat ini ya, danaku minta maaf juga karna dia benar benar merepotkanku”

 

“Ani… Aigooo~ oppa ini tidak membuatku repot sungguh”

 

“Gomawo, oh ya ini sebagai ucapan terima kasih karna kau sudah mau menemaniku belanja tadi”kata Eunhyuk Oppa sambil menyodorkan sebuah keranjang biru padaku

 

“Ini apa ?”

 

“Jangan dibuka, dibukanya nanti saja. Aku permisi dulu”ujarnya dan langsung berjalan menuju lift yang kebetulan terbuka

 

Aku memandang punggung Eunhyuk oppa dari jauh, aku mengangkat sebelah tanganku dan melambaikannya pelan. Hati hati oppa, ujarku dalam hati dan tersenyum kecil. Aku segera membuka pintu rumah dan kembali kekamarku. Aku membuka keranjang biru yang diberikan Eunhyuk oppa, dan mengeluarkan isinya. Celemek, celemek putih yang ku inginkan. Darimana dia bisa tahu. Aku mengambil celemek itu dan memeluknya.

 

Aku tersenyum melihat mug pink yang lucu dan sebuah kotak merah yang membuatku sedikit menyipitkan mata. Aku kembali ketempat tidurku dan membuka kotak merah itu. Aku sedikit terkejut melihat isinya, sebuah kalung dengan lionti hati yang bersayap. Aku pun mengeluarkan sebuah kunci dari kotak merah tersebut dan tersenyum kecil. Aku mengambil sebuah kertas ucapan yang ada disaku celemek dan membacanya

 

Terima kasih banyak sudah menemaniku, aku minta maaf untuk kejadian tadi pagi dan ku harap hadiah ini bisa menjadi ucapan terima kasih dan permintaan maafku. Dan kunci itu, itu kunci rumah ku, masuklah kapan saja. Anggap itu rumahmu sendiri. Maaf jika sudah banyak merepotkanmu, Joengmal Gomawo EunMi ah

Super JuniorEunhyuk

Lee Hyuk Jae

Aku terkekeh pelan dan mengambil ponselku. Ku mainkan jemariku dan kukirimkan pesan singkat pada EunHyuk oppa untuk berterima kasih. Aku tersenyum lagi dan segera menggantung celemek itu, ku pakai kalung itu dan tersenyum lagi. Ini membuatku bahagia, entah kenapa aku sangat senang diperhatikan seperti ini

 

To Be Continued…

Ps : Mian, aku bener bener minta maaf buat semuanya

buat author yang marah pastinya plus kecewa dan readers yang sebel super sebel sama aku admin gak becus. Mian…