Marionette Syndrome (1)

Marionette Syndrome

Main Character(s): Lee Jonghyun (CN Blue), Kim Hyoyeon (SNSD)
Other Character(s): CN Blue, SNSD
Rating: R, untuk kekerasan dan tema yang agak berat

Terinspirasi dari film NCIS, judul berasal dari lagu Vocaloid.

 

 

Menjadi seorang agen bergender wanita sama sekali tidak mudah. Terutama karena meskipun orang selalu berkata mengenai emansipasi, di lapangan tetap saja ada perbedaan perlakuan antara petugas laki-laki dan perempuan. Entah untuk keberapakalinya selama ia bertugas di NIF, Navy Investigation Force, Hyoyeon mendapatkan pandangan tak yakin dari opsir laki-laki yang mengamankan TKP dari kasus yang ditanganinya. Meskipun dia sudah memperlihatkan indentitasnya sebagai agen spesial, petugas-petugaso itu masih memandangnya dengan tatapan menilai. Seakan meragukan kualitasnya sebagai seorang penyelidik.

Itu satu alasan. Alasan lainnya karena entah kenapa petugas-petugas itu menatapnya lama dengan tatapan yang, membuatnya merinding. Dia bahkan tidak secantik Jessica atau Yoona tapi tetap saja ia merasa seperti berada di tengah sarang penyamun. Mungkin itulah mengapa dua temannya itu menolak bekerja di lapangan dan lebih memilih berkutat dengan berkas-berkas membosankan.

Sayangnya, Hyoyeon bukan orang yang akan berhenti melakukan sesuatu yang ia sukai hanya karena rintangan-rintangan kecil begitu.

 

“NIF, Agen Spesial Kim.”

 

Hyoyeon harus menahan diri untuk tidak menghajar polisi yang bertugas karena menunjukan ciri-ciri merendahkan yang biasa. Secepat apapun zaman berubah, nyatanya kedudukan wanita masih belum dianggap setara oleh kebanyakan pria. Modernisasi hanya mengubah teknologi, bukan cara pikir orang-orang yang masih tetap saja kolot. Tidak berkembang.

 

“Ini pembunuhan yang ketiga dalam sebulan terakhir.”

Suara dari arah belakangnya membuat gadis itu memutar tubuhnya, mendapati seorang agen lain yang satu tim dengannya sudah menatap mayat di depan mereka dengan seksama. Minhyuk, partner favorit Hyoyeon karena sifatnya yang tenang dan analisisnya yang tajam.

“Marionette lainnya,” ujar pemuda itu lagi, berlutut di sebelah onggokan tubuh yang terbaring di tanah. Tiga pembunuhan, semuanya terjadi di wilayah yuridiksi NIF. Semua korban diikat dengan tali dan semua persendiannya hancur; para korban diletakan dengan sedemikian rupa hingga terlihat seperti boneka tali ukuran manusia. Kejahatan yang aneh dan tidak biasa, entah pelakunya sakit jiwa atau ingin mengirimkan pesan tertentu.

Menurut Hyoyeon alasan yang pertama.

 

“Penyebab kematian kali ini—“ Hyoyeon ikut membungkuk di sebelah pemuda itu, memiringkan kepala korban dengan tangannya yang berbalut sarung tangan putih, “—racun yang disuntikan di leher. Seperti kasus pertama dan kedua.”

“Ya, sepertinya pelakunya masih sama.”

“Kita tidak bisa memastikannya sampai autopsi dilakukan.”

“Berani taruhan hasil autopsi akan menunjukan pelaku yang sama,” ujar Minhyuk sambil menegakan tubuhnya. Ia mengulurkan tangannya ke arah agen wanita itu, yang menyambutnya dengan sukarela untuk membantunya berdiri.

“Kasus ini semakin rumit saja…”

“Itu sebabnya kita yang ditugaskan, bukan? Direktur senang melihat kita kerepotan.”

 

oOo

 

“NTS?! Apa hubungannya mereka dengan semua ini?”

Hyoyeon hampir tidak bisa menahan diri untuk menggebrak meja atasannya keras-keras. Ia tidak percaya bahwa kasus yang sudah dua bulan ini ditanganinya akan diambil alih begitu saja oleh National Anti-Terror Service. Mayat tiga orang angkatan laut sama sekali tidak ada hubungannya dengan teroris. NTS hanya ingin mengambil kredit atas semua usahanya. Ia yakin.

“Mereka memiliki kecurigaan bahwa kasus pembunuhan berantai ini hanya sebuah pengalihan perhatian agar NIF sibuk.”

“Dan apa keuntungannya mereka melakukan itu? Sejak kapan NIF berhubungan dengan terorisme?” tanya gadis itu sangsi. Ia menyilangkan tangannya di depan dada. Taeyeon boleh jadi direktur dari NIF, tapi bukan berarti Hyoyeon akan begitu saja mengikuti semua perintahnya.

 

“Sejak NTS mengatakan begitu, agen spesial Kim,” terdengar suara asing dari pintu. Hyoyeon memutar kepalanya, menatap sosok anonim itu dengan wajah kesal. Seorang pemuda berdiri di sana, dari penampilan mungkin berumur sedikit lebih tua darinya. Ia mengenakan setelan jas abu-abu yang formal dan membuat gadis itu memutar bola matanya. NTS, selalu berlebihan, bahkan dalam hal pakaian.

“NTS dan NIF akan bekerja sama untuk menyelidiki kasus ini. Lainnya adalah rahasia NTS, kau tidak perlu tahu. Perintah langsung presiden.”

Jika Hyoyeon sudah cukup kesal sebelumnya, mendengar kalimat berikut dari laki-laki anonim itu benar-benar membuatnya murka. Ia sama sekali tidak bersusah payah menyembunyikan rasa anti-NTSnya itu pada kata-kata yang ia lontarkan berikutnya.

 

“Kenapa? Karena NTS adalah anjing peliharaan presiden yang diberikan perlakuan khusus?”

“Mungkin, tapi anjing kampung tidak perlu tahu bukan?”

 

Brengsek; laki-laki itu. Hyoyeon menggigit bibirnya, ingin rasanya langsung saja menghajarnya—menghapus seringai mengejek yang terpampang di wajah pemuda itu. Anjing kampung katanya?

“Kau kira kau sia—“

Hyoyeon, “ potong direkturnya dengan nada memperingatkan, “kenalkan Lee Jonghyun, agen NTS yang akan bekerja sama denganmu.”

Gadis itu membelakkan matanya ngeri. Dia, Hyoyeon, harus berpartner dengan orang ini? Yang benar saja. Paling-paling laki-laki itu—Lee Jjong, atau siapapun namanya—hanya bermodal pakaian rapi tapi bahkan tidak bisa menggunakan senapan. Menghabiskan anggaran negara hanya untuk beberapa setel jas dan dasi. Blah.

“Ya, Hyoyeon,” ujar pemuda itu tiba-tiba, meniru ucapan Taeyeon dengan ekspresi mengejek yang membuat Hyoyeon ingin melemparkan tempat sampah ke mukanya. Tapi sebelum ia benar-benar melakukan itu lelaki itu sudah pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi selain isyarat kecil ke arah direkturnya. Yang sekarang—Hyoyeon perhatikan—sedang memijat pelipisnya. Bukan salahnya, si Lee Jjong itu yang tak tahu diri.

 

“Aku tahu kau tak senang dengan keputusan ini, Hyoyeon, tapi tak ada pilihan lain.”

Karena presiden menyetujui semua permintaan NTS. Ya, ya, cerita lama.


“Jangan salahkan aku kalau nanti kau menemukannya dengan kepala berlubang.”

 


18 thoughts on “Marionette Syndrome (1)

  1. iya bener nih, cara nulis sama tema cerita nya sangat sangat klop!
    semanget nih bacanyaaaaaaa
    wah gila, keren banget author nya
    biasanya kan genre begitu agak susah
    ayoo ayooo part selanjutnya cepetaaaaaaaaan! gak sabar ^^

  2. Keren author……daebak laah…
    Kritiknya….:
    ceritanya kurang panjang!#plakk
    bnran deh….untuk part 4 lebih d panjangin lg y??
    Jebal……
    Hwaiting author!

  3. Omo..,bagus bgt,,bernuansa! Keren keren. Pertama kalinya ni nemu ff settingny agen rahasia. Tadi lagi browse2 ff jonghyun, nyampe sini deh ^^

  4. waaahhhhh…rumit nih kayaknya…
    cerita agen rahasia tapi ada bumbu percintaannya…
    HOT kali yaaa…Thor (( dasar Yadooonggg !!!))

  5. Woow baru kali ini nemu FF yg main cast nya hyoyeon yg crita nya ttng Action..

    Baru baca part 1 ja udh keren..

    Buat Author makasih dah buat FF yg beda ini, Fighting!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s