I’m Sorry

Annyong..ini cerita sekuel dari BEAUTIFUL. Bagi yg udah baca kamsahamnida…

Ok, kita mulai aja ceritanya selamat membaca..

****

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : I’m Sorry

Cast : Lee Gikwang, Son Dongwoon, Yang Yoseob

Genre : Romantic (?), Sad

****

*Still Gikwang POV*

Hari-hariku berubah setelah kejadian dirumah sakit waktu itu. Aku masih belum bisa menerima kenyataan ini.

Hari ini seperti biasa aku masih melakukan pemotretan. Tapi kali ini aku melakukannya dengan model yang lain, dan biasanya aku tidak mau mengambil gambar bersama dengan model wanita tapi sekarang aku menerimanya. Aku tidak tau apa yang aku lakukan sekarang. Didalam pikiranku adalah bagaimana caranya aku memutuskan hubunganku dengan Hyunjin. Ya, aku putuskan aku tidak akan menjalin hubungan dengannya lagi.

”Ada apa dengan Gikwang? Tidak seperti biasanya dia seperti ini? Apa dia sedang bertengkar dengan pacarnya?” itu yang selalu dilontarkan para kru dan model-model yang lain.

”Gikwang-ah!” aku sedikit berlari dan menghampiri seorang yeoja yang aku tidak tau namanya siapa. Yang pasti dialah model yang akan berfoto denganku.

Tiba-tiba sakit itu timbul lagi, aku berusaha untuk menahannya. Tapi tidak bisa.

”Hyung, aku minta istirahat sebentar” pamitku dan langsung mencari tempat duduk.

Teman-temanku melanjutkan pemotretan tanpa aku, dan tentu saja yang kelihatan sangat khawatir Dongwoon dan Yoseob.

Setelah selesai mereka berdua menghampiriku.

”Gikwang-ah, gwenchana??” tanya Yoseob. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

”Kudengar kau kemarin sampai dibawa kerumah sakit. Apa kau benar-benar tidak apa-apa?” kali ini Dongwoon yang bertanya. Dia memaksaku untuk menatap matanya. Tentu saja sekarang aku tidak bisa berbohong.

Kuceritakan semua tentangku, apa yang sudah terjadi padaku.

Dan tiba-tiba saja ide gila. Aku mengambil sebuah kamera yang ada didekatku dan memeberikannya pada Dongwoon. Kemudian aku mengambil seorang yeoja.

”Ambil gambarku dengannya!” perintahku. Dongwoon dan Yoseob seperti mengerti maksudku langsung terlihat ragu.

”Kau yakin akan melakukan ini?” tanya Dongwoon lagi, sambil bersiap-siap dengan kameranya.

”Lakukan!” perintahku. Dongwoon melihat kearah Yoseob dan Yoseob hanya menganggukkan kepalanya.

”Bersiap-siaplah, hana..dul..set!” Sinar blitz menerpa wajahku, dan aku menghembuskan nafasku. Ini adalah keputusanku.

****

Pagi ini aku sengaja datang ke restoran tempat Hyunjin bekerja. Tapi tujuanku bukan untuk bertemu dengannya, aku sengaja datang pagi karena hari ini dia mendapat sift malam. Aku akan melakukan rencanaku, ini adalah hari terakhirku bersamanya. Kuharap ini berhasil.

Setelah keluar dari restorannya, aku dengan riang berjalan menuju rumahnya. Sebenarnya kali ini berusaha untuk tersenyum.

Setelah sampai aku mengatur ekspresi wajahku mencoba untuk riang seperti biasanya.

”Halo jagi!!” teriakku. Dia kelihatan sedikit kaget, wajahnya sangat lucu. Hal ini yang membuatku untuk tidak mau meninggalkannya. Tapi aku tidak bisa, kalau aku bersamanya lebih lama aku akan menyakitinya lebih.

”Kau mengagetkanku” katanya dan memukulku pelan.

”Sudah siap??” tanyaku padanya. Dia kelihatan sangat cantik meski hanya memakai baju putih dengan rompi warna biru sapphire, dan rok selutut warna senada. Juga kets putih yang menghiasi kakinya. Dia sangat cantik hari ini.

”Neomu yeoppo” kataku seperti biasa memujinya.

”Selalu saja gombal. Kajja!! Aku sift malam hari ini” katanya sambil menarik tanganku.

”Arayo..kita kemana?” tanyaku padanya. Dia kelihatan berfikir.

”Lotte world” jawabnya mantap.

”Baiklah” aku mencegat taksi dan naik kedalamnya.

****

”Capek!” katanya saat kami duduk di salah satu bangku yang ada di Lotte world. Aku memberikan minuman kaleng padanya, dengan cepat ia meminumnya. Kelihatan sangat haus.

”Aku sangat haus oppa, hehe”

”Hmm..minumlah” kataku dan dia melanjutkan minumnya.

”Jagi,,bagaimana kalau aku mati besok? Apa kau akan sangat sedih? Apa kau akan menangis?” tanyaku tanpa pikir panjang. Dia tersedak, dan berhenti minum.

”Jangan bercanda” jawabnya, dia terdiam dan menundukkan kepalanya. Tak lama kemudian dia mengangkat kepalanya.

”Kalau benar kau akan meninggalkanku. Aku akan mencoba untuk menerimanya” sekilas kumelihat matanya sedikit berlinang, dan tak lama kemudian butiran itu jatuh. Dengan cepat dia menghapusnya, dan tersenyum padaku.

”Ayo kita jalan-jalan lagi” Dia menarik tanganku lagi.

Kami berjalan dengan senang hari ini. Aku sangat puas melihatnya tertawa hari ini, tersenyum, mungkin aku bisa meninggalkannya dengan tenang.

”Oppa, terima kasih kencannya hari ini” katanya dan mencoba melepaskan genggamannya. Tapi aku menahannya, jujur aku masih belum siap berpisah sekarang*gua siap kok/PLAKK*

Dengan cepat aku memeluknya, dan mungkin pelukan terakhir. Kemudian mencium keningnya, pipinya, dan juga bibirnya*author pingsan*, kemudian melepaskan pelukanku padanya.

”Selamat malam, jagi” katanya sambil tersenyum.

”Selamat malam” jawabku. ”Dan juga selamat tinggal, jagi~” lanjutku dalam hati. Dia berjalan masuk kedalam restoran.

Aku mencari tempat untukku bersembunyi. Sangat terlihat jelas disana, wajahnya terlihat sangat marah. Dia berlari keluar restoran dengan cepat aku menyembunyikan diriku.

”Yak! LEE GIKWANG!! NEO!!!! ARGGGHHHHHH” teriaknya marah, dia terduduk di depan pintu restoran dan air matanya jatuh dari pelupuk matanya.

”LEE GIKWANG!!!” teriaknya lagi. Ingin sekali aku kesana dan mengatakan kalau aku sangat mencintainya tapi itu tidak mungkin.

Aku pergi meninggalkannya sendirian, dan menangis disana. Kuputuskan untuk pergi ke apartement Dongwoon dan Yoseob.

****

<Start to Hyunjin POV>

Aku masuk kedalam restoran. Entah kenapa saat aku berpisah dengan Gikwang tadi perasaanku sangat tidak enak. Seperti dia akan meninggalkanku sangat lama.

“Annyonghaseyo~” sapaku pada teman-temanku.

”Ah,,Hyunjin-ah. Ada titipan untukmu” kata temanku Yoomin.

”Mwo?” Yoomin memberikan sebuah amplop padaku. Dengan segera kumembukanya. Oh tidak, apa maksud dari foto ini? Gikwang, dia~.

Ada surat dibalik fotonya.

Aku bukan untuk merusak hubunganmu dengan pacarmu ini. Tapi dia sudah menghinatimu. Yeoja disebelahnya adalah yeojachingunya. Kau lihat dia sangat bahagia bukan. Dia senang bersama dengan yeoja itu. Setelah ini aku serahkan semuanya padamu.

Apa maksudnya ini? Aku berlari keluar restoran, berharap dia masih ada didepan.

”Yak! LEE GIKWANG!! NEO!!!! ARGGGHHHHHH” teriakku. Dadaku sangat sakit, belum pernah aku merasakan yang seperti ini. Dia pernah berjanji padaku untuk tidak akan meninggalkanku, apalagi menghianatiku. Air mataku sudah tumpah, pertahananku lumpuh.

”LEE GIKWANG!!!” teriakku lagi, aku menangis sangat keras sampai-sampai bahuku bergetar hebat, aku tidak bisa bernafas karena dadaku terasa sesak.

”Hyunjin-ah. Kau kenapa??” tanya Yoomin. Dia mengambil foto itu, dan membaca suratnya.

”Dia namjachingumu? Kenapa bisa? Hyunjin-ah, sudahlah” Yoomin menuntunku masuk keadalam. Aku masih menangis, dia kelihatan berbicara dengan manager. Tak lama kemudian dia menghampiriku lagi.

”Ayo kita pulang” dia menarikku dan memanggil taksi.

****

”Istirahatlah, aku akan mencari tahu tentang yeoja ini” kata Yoomin dan mendorongku untuk masuk kedalam rumahku. Aku menurutinya, dan memang aku butuh ketenangan sekarang.

Aku masuk kekamarku, tanpa memperdulikan pertanyaan Eomma yang menanyakan kenapa aku pulang awal malam ini.

Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur, wajah Gikwang masih terbayang di kepalaku. Ternyata benar selama ini dia hanya menggombal agar kedoknya tidak ketahuan. Dasar, Nappun namja. BABO!! GIKWANG BABO!!!

”Hyunjin-ah,,ayo makan!” teriak Eomma.

”Aku tidak ingin makan~” jawabku lemah dan langsung memejamkan mataku. Tak lama kemudian aku terlelap.

****

Esok paginya, Yoomin sudah ada di rumahku. Dia terlihat sangat gugup, entahlah pokoknya dia terlihat panik.

”Yoomin-ah, waeyo??” tanyaku.

”Kau! Ikut denganku!!” Yoomin menarikku menuju restoran.

”Semalam aku mencari tahu tentang yeoja itu” aku menunduk mendengar kalimat pertamanya.

”Dengarkan aku dulu!!” Yoomin mengangkat daguku. ”Yeoja itu adalah seorang model yang sedang berkerja sama dengan namjachingumu itu” Aku hanya menghembuskan nafasku. ”Sebentar lagi, salah satu kru mereka akan kesini” lanjutnya.

Tak lama kemudian seorang yeoja datang, dan Yoomin langsung memanggilnya.

”Disini!!” teriak Yoomin sambil melambai pada yeoja itu.

”Eunmin imnida. Aku photografer~~”

”Aku sudah menceritakan semuanya” potong Yoomin, dan menyuruh yeoja itu duduk. ”Ceritakan semuanya” perintah Yoomin.

”Tentang Gikwang? Oh ya. Kami juga sangat merasa aneh dengan sikapnya. Tidak biasanya dia menerima tawaran kami. Ya kau tau sendiri kan, dia tidak mau sembarangan menerima tawaran ini. Yeoja itu adalah model baru, aku yakin kalau Gikwang sama sekali tidak mengenalnya, namanya saja dia tidak tau. Gikwang tidak mudah dekat dengan seorang yeoja, bukannya kau sudah pacaran dengannya hampir empat tahun” jelas yeoja yang bernama Eunmin itu panjang lebar. Yoomin mengangguk-anggukkan kepalanya.

”Kau sudah dengar sendiri kan? Mungkin foto itu ingin merusak hubunganmu dengan Gikwang” Yoomin tersenyum padaku. Aku juga membalas senyum.

”HYUNJIN-AH!! LEE HYUNJIN!!” teriak seseorang yang masuk dengan panik kedalam restoran.

”Ne? Dongwoon, Yoseob?” kagetku.

”Gikwang,,dia…hah..hah” Mereka berdua mencoba mengatur nafasnya. Sekarang aku mulai panik.

”Gikwang? Ada apa dengannya??” Aku mengguncang-guncangkan tangan Yoseob.

”Dia masuk kerumah sakit, semalam. Sebenarnya kami ingin memberitahumu saat dia masuk rumah sakit. Tapi dia mencegah kami” jelas Dongwoon panjang lebar.

”Sekarang dia dimana?” tanyaku lagi.

”Dia..dia..” Yoseob kelihatan ragu untuk menjawabnya.

”Dia..arghhh. Aku tidak bisa mengatakannya, lebih baik kau ikut dengan kami” Yoseob menarik tanganku, Dongwoon juga. Tapi dia malah mengambil tangan Yoomin.

”Mianhae” kata Dongwoon malu.

”Apa kami berdua boleh ikut?” tanya Eunmin.

”Tentu saja. Ayo cepat” kami masuk kedalam mobil dan melaju cepat entah kemana.

****

Kami sampai di sebuah rumah yang sangat besar, disana sangat ramai sekali.

”Bukankah ini rumah Gikwang?” tanya Eunmin yang dijawab dengan anggukan Yoseob. Perasaanku sangat tidak enak sekarang, tanpa kuperintahkan air mataku mengalir dari pelupuk mataku.

”Ayo!” Dongwoon menepuk bahuku dan menuntun kami masuk kedalam. Saat masuk kedalam rumah itu, terdengar isak tangis dari seluruh orang yang ada disini.

”Gikwang-ah~~” panggilku pelan. Aku terdiam melihat tubuh Gikwang yang terbujur kaku. Wajahnya pucat, terlihat dia menahan sakit yang luar biasa.

”Dia,.” kata Yoomin dan Eunmin bersamaan, sangat terdengar jelas dari nadanya kalau mereka juga terkejut sama seperti aku.

”Kenapa secepat ini” kata Eunmin dan bersandar dibahu Yoseob yang ada disampingnya, dan menumpahkan tangisannya.

”Kasihan Hyunjin..” Yoomin sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Dongwoon memberikan tisu padanya.

Tuhan, pemandangan seperti ini yang tidak ingin kulihat. Aku belum siap, kenapa kau memperlihatkannya padaku secepat ini.

Gikwang-ah! Apa ini maksud dari pertanyaanmu kemarin.

”Gikwang-ah,,Gikwang-ah!!GIKWANG-AH!!!!” aku mengguncang-guncangkan tubuh kakunya. “ANDWAE!!!..Andwae, Gikwang-ah. Kenapa kau meninggalkan aku. OPPA!!!!!!!!!!”

***

Huaaa,,gak tega, gak tega*thor ini buatan elu. Kok jadi elu yg gak tega?*.

Mianhae kalo jelek. Mian juga kalo lama ngepost’a..hehe. Sebagai gantinya, author bakal ngepost lanjutannya hari ini juga..dan dengan judul yang berbeda juga ya!!!..

Untuk story selanjutnya, judulnya ‘Lightless’. Terima kasih yang udh mau baca*hug readers*.

8 thoughts on “I’m Sorry

    • Bingung ya?? Mianhae..
      I’m Sorry ini lanjutan dari Beautiful.
      Kmu udh baca yg beautiful kan? Nah, sekarang biar gak bingung baca post yg ini.
      Ini cerita yg sama, tapi judulnya beda.
      Ngerti gak onn??

  1. fighting bin semangat y thor bwt lanjutin ff’a!

    aq jg mw main d ff ama aa cho kyukyuruyuk siregar weleh weleh ku! :) hahhaha~

  2. GIKWANGNYA MATI HUWEEEEEEE T.T

    Chingu, FFnya dapet banget lah feelnya jempolan dah
    Suka karakternya Gikwang yang gombal, lucu :DD
    tapi endingnya T.T *nangis sesenggukan di pundak Yoseob*

  3. aaaaaaa gikwang :'( huuu author jahat dah -3-” btw cerita udah lebih baik daripada yg beautiful ;) ga ngegantung .-. kekeke

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s