8

Lightless

Lanjutan nih!! Mian ya kalo ngebingungin. Aku juga bingung dengan hidupku ini(?)

Udh, daripada author banyak ngomong, langsung aja dibaca.

Happy Reading ^^

***

Author: Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Lightless*sekuel of Beutiful (1st story) and I’m Sorry (2nd story)*

Cast : Lee Gikwang, Son Dongwoon, Yang Yoseob

Genre : Sad

***

(Still Hyunjin POV)

Aku masih betah menatap nisan yang ada dihadapanku sekarang ini. Tubuhnya sudah terkubur disana. Mungkin bagi sebagian orang akan sangat mudah melupakan orang ini. Tapi tidak denganku, tiada hari yang kulewati tanpanya. Dia selalu ada, saat aku sedih maupun senang. Memang masih ada sedikit kekesalanku padanya. Kenapa dia tidak memberitahuku, kenapa dia merahasiakannya padaku.

”Jagi,,bagaimana kalau aku mati besok? Apa kau akan sangat sedih? Apa kau akan menangis?” pertanyaan itu kembali terngiang ditelingaku. Tidak kusangka pertanyaan ini memang menjadi kenmyataan. Oppa! Kenapa kau tidak bertahan. Kenapa kau mengucapkan selamat tinggal padaku dengan cara yang sangat memalukan seperti ini. Kau kira aku tidak akan sedih jika mengetahui kalau orang yang sangat kucintai meninggalkanku tanpa mengucapkan selamat tinggal. Oppa,,kau sangat tega padaku. Lee Gikwang, neo nappun namja!!

”Hyunjin-ah, ayo kita pulang” ajak Yoomin padaku yang sama sekali tidak mau meninggalkan makam Gikwang.

Bukannya menuruti ajakan Yoomin, aku malah kembali duduk disamping makamnya.

”Shiro,,aku tidak mau meninggalkannya. Dia..dia..dia tidak mengucapkan selamat tinggal padaku. Aku ingin bersamanya. Biarkan aku disini, kumohon…” air mata kembali membasahi kedua pipiku. Benar, aku masih ingin bersamanya. Meskipun seharian kami bersama kemarin, sama sekali tidak mengurangi rasa rinduku padanya.

”Sudahlah,,biarkan dia disini dulu. Kita tunggu saja disana” Dongwoon mengajak Yoomin pergi entah kemana.

”Gikwang-ah,,apa disana sangat dingin?? Apa kau butuh selimut?? Gikwang-ah! Jawab aku!! Kenapa kau tidak menjawabku? Aku rindu gombalanmu?” aku membuka ikatan rambutku.

”Sekarang kau lihat. Rambutku sudah panjang. Kenapa kau diam saja? Bukannya kau tidak suka jika rambutku panjang…” aku menghentikan kalimatku. Sekarang aku sudah seperti orang gila. Aku menarik rambutku sendiri, frustasi.

”Arrgggghhhh!!!!!”

”Hyunjin-ah,” panggil seorang ahjumma, yang sangat kekukenal.

”Eommonim?” ya, dia adalah Eomma Gikwang.

”Kami tau kau kaget. Aku juga sebenarnya sangat kaget. Kami baru mengetahuinya semalam, saat dia masuk rumah sakit” aku memeluknya.

”Eommonim, aku..aku” aku tak bisa melanjutkan kalimatku.

”Sudahlah, sekarang kau pulang. Yoseob akan mengantarkanmu. Tabahlah, biarkan dia tenang disana” Yoseob memapahku masuk kedalam mobil. Diikuti oleh Dongwoon, Yoomin, dan Eunmin.

****

Kami sampai di restoran. Aku sengaja meminta mereka untuk mengantar aku dan Yoomin ke restoran.

”Dongwoon-ah, kau tunggu disini saja. Aku mengantar Eunmin dulu” Yoseob menurunkan kami di restoran, dan dia melesat untuk mengantarkan Eunmin.

”Sudah lebih tenang?” tanya Yoomin setelah aku meneguk airku.

”Ne” jawabku berusaha untuk tersenyum.

”Semalam, dia datang ke apartement kami dengan wajah kusut” Dongwoon memulai ceritanya. ”Kami sangat kaget, karena dia bilang dia membuatmu menangis. Dia terus mengoceh tidak jelas. Yang kami tangkap hanya, dia berhasil membuatmu membencinya”

”Sebenarnya dia sakit apa??” tanya Yoomin, sambil menepuk pundakku.

”Dia menderita kanker otak stadium akhir. Dia sendiri yang merencanakan semua ini. Rencananya untuk membuatmu marah, membuatmu membencinya. Aku tau dia sangat tidak ingin berpisah denganmu. Saat penyakitnya kambuh semalam, kami langsung membawanya ke rumah sakit. Tapi dia mencegahku untuk menghubungimu, dia masih tidak ingin rencananya gagal. Dia masih tetap pada pendiriannya sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya. Sesaat sebelum pergi, dia mengucapkan satu hal” Dongwoon menahan air matanya agar tidak jatuh. Sementara aku dan Yoomin sudah tidak bisa menahannya lagi.

”Apa?” tanyaku dengan suara parau.

”Dia mencintaimu Hyunjin. Lebih dari apapun, bahkan nyawanya sendiri. Dia tidak ingin kau sedih, dia tidak ingin kau sakit saat dia meninggalkanmu” Dongwoon tidak mampu menahan kesedihannya lagi, dia akhirnya menumpahkan air matanya juga.

”Nappun namja. Babo!” umpatku terlalu kesal.

”Kami selalu bersama-sama, dari sekolah, bermain, bahkan merintis karir kami. Tapi kenapa dia pergi secepat ini? Bukankah kami selalu bersama?” tiba-tiba Yoseob sudah bergabung bersama kami.

”Tapi itu tidak penting sekarang. Yang penting sekarang adalah, bagaimana kita melanjutkan hidup kita. Kalian harus semangat” Yoseob menepuk pundak Dongwoon, dan tersenyum kearahku. Dengan cepat Dongwoon memeluk Yoseob. Kini aku mengerti, begitu besarnya persahabatan mereka semua.

Lee Gikwang, kau pasti akan tetap menjadi sahabat mereka. Meskipun kau sudah berada didunia yang berbeda. Kau juga akan selalu ada didalam hatiku. Aku pasti akan selalu mengingatmu. Aku yakin kau akan selalu ada disekitar kami. Tapi, aku tidak tau apakah aku bisa menerimanya atau tidak? Bantulah aku.

****

”Kajja!! Ayo kita pulang!” ajak Yoseob pada Dongwoon.

”Hyunjin-ah, kau bisa pulang sendiri??” tanya Dongwoon padaku.

”Hmm…aku bisa pulang sendiri. Sebaiknya kalian antar Yoomin saja. Rumahnya jauh dari sini” suruhku.

”Sebaiknya aku pulang denganmu saja” rengek Yoomin padaku. Aku menggelengkan kepalaku.

”Ani, aku ingin sendiri dulu. Kau pulang lah” Aku mendorong Yoomin masuk kedalam mobil.

”Kau hati-hati ya” titah mereka bertiga, yang berhasil membuatku tersenyum.

”Hmm..ara! Kajja!” mobil mereka pergi meninggalkanku sendiri. Masih sangat ramai disini, tapi kenapa aku tidak merasakannya? Aku merasa disini sangat sepi.

Kulangkahkan kakiku melewati jalan setapak. Tanpa terasa langkahku malah membawaku ke arah apatement Gikwang. Aku memutuskan untuk masuk. Sangat mudah bagiku untuk masuk kesana, karena aku tau passwordnya. Tanggal lahirnya sendiri.

Aku masuk dan mendapati ruangan yang sangat berantakan seperti biasanya. Entah apa yang membuatku untuk membersihkan ruangan ini. Saat sampai didepan televisi, aku mendapatkan sesuatu. Disana tertulis, ’to my girl, my first and last girl. My love Lee Hyunjin’. Sesuatu itu sepertinya adalah kaset rekaman. Aku memutuskan untuk membukanya.

Saat rekaman itu mulai, aku kembali menangis. Aku sangat merindukan wajah itu.

”Halo jagi!!! Saranghae,,dan Mianhae. Hah..aku merasa tidak cukup hanya dengan mengucapkan Saranghae. Aku sudah sangat mencintaimu. Tapi…apa kau akan memaafkanku jika aku meninggalkanmu nanti? Entahlah. Yang aku mau sekarang kau mengetahui kalau aku sangat, sangat, sangat mencintaimu!!! Aku tidak akan capek untuk mengatakan aku mencintaimu. Maaf, aku tidak bisa memberitahumu tentang penyakitku ini, aku tidak ingin kau sedih. Jagi,,aku pastikan akan membuatmu bahagia, akan membuatmu tertawa, dan tersenyum sebelum aku meninggalkanmu. Aku akan lakukan itu! Aku janji. Saranghae,,dan selamat tinggal” saat mematikan rekamannya, sekilas aku melihat dia menitikkan air matanya.

Aku masuk kekamarnya, tempat tidurnya sangat berantakan. Bantal berserakan kemana-mana. Buku-buku yang tidak lagi di tempatnya. Bahkan foto-fotonya berserakan kemana-mana. Mataku menangkan sebuah buku yang tergeletak di tempat tidur. Satu-satunya buku yang ada disana. Aku membaca tulisan yang ada disana, sangat tidak beraturan, seperti ditulis dengan susah payah.

’sakit. Ini sangat sakit. Kumohon hilanglah, aku ingin bertemu untuk terakhir kalinya dengan Hyunjin. Kumohon~’

Ya Tuhan, dia menahan sakitnya. Dia sangat kesakitan. Kenapa kau menyakitinya seperti ini. Kenapa kau tega padanya. Ya Tuhan, kenapa harus dia yang mengalaminya. Kenapa kau tega padanya. Kenapa bukan aku saja yang kau perlakukan seperti itu. Aku sudah tidak tahan. Aku berlari keluar dari apartement itu. Sangat sakit berada didalam sana. Seakan ada tombak yang menusuk tepat kejantungku. Dadaku sesak.

****

Aku meutuskan untuk pulang kerumah. Sepertinya aku butuh istirahat sekarang. Aku ingin melupakannya sebentar.

”Hyunjin kau pu…”

”Aku ingin istirahat, tolong jangan ganggu aku” aku meotong kalimat ibuku, dan langsung menaiki anak tangga menuju kamarku, dan menguncinya.

”Hyunjin, gwenchana?” terdengar suara ibuku di balik pintu.

”Eomma, bisakah untuk membiarkanku sendiri dulu. Aku tidak ingin diganggu dulu” kataku dari balik selimut. Aku ingin meredam tangisku agar tak satu orang pun yang tau kalau aku sedang menangis.

”Baiklah, istirahatlah” Kurasa Eomma sudah turun kebawah.

”Lee Gikwang, bogoshipda~” ucapku, dan akhirnya aku tertidur.

****

Sinar matahari masuk keadalam kamarku, dan menerpa wajahku yang masih ingin tidur.

”Hyunjin-ah!! Ayo bangun!!” teriak Eomma dari dapur seperti biasanya.

Dengan malas aku keluar dari selimutku, mengambil handuk untukku mandi. Dan bersiap melewati hariku. Hari tanpanya. Lee Gikwang.

”Matamu bengkak, apa kau menangis semalam?” tanya Eomma tepat sasaran.

”Sudahlah, jangan bahas itu” aku membuka pintu kamar mandi, tapi saat itu juga seseorang keluar dari kamar mandi.

”Ah..” kagetnya, begitu juga denganku.

”Nuguya??” tanyaku.

”Hyunjin?? Wah..yeoppo!” dia sama sekali tidak menjawab pertanyaanku.

”Siapa kau??” tanyaku lagi.

“Aku Yong Junhyung” jawabnya, senyumnya sangat menenangkan.

 

END

***

Hoho..gak kuat. Mian pendek, aku gak bisa nahan air mata pas ngetiknya. Jadi mian ya kalo jelek. Gak kebayang bgt ngalamin kejadian kayak gitu. T.T

Dimohon komentarnya ya Chingu!! Koment kalian bantuin aku lo!!

Kamsahamnida*ngambil tissue*

18

Marionette Syndrome (1)

Marionette Syndrome

Main Character(s): Lee Jonghyun (CN Blue), Kim Hyoyeon (SNSD)
Other Character(s): CN Blue, SNSD
Rating: R, untuk kekerasan dan tema yang agak berat

Terinspirasi dari film NCIS, judul berasal dari lagu Vocaloid.

 

 

Menjadi seorang agen bergender wanita sama sekali tidak mudah. Terutama karena meskipun orang selalu berkata mengenai emansipasi, di lapangan tetap saja ada perbedaan perlakuan antara petugas laki-laki dan perempuan. Entah untuk keberapakalinya selama ia bertugas di NIF, Navy Investigation Force, Hyoyeon mendapatkan pandangan tak yakin dari opsir laki-laki yang mengamankan TKP dari kasus yang ditanganinya. Meskipun dia sudah memperlihatkan indentitasnya sebagai agen spesial, petugas-petugaso itu masih memandangnya dengan tatapan menilai. Seakan meragukan kualitasnya sebagai seorang penyelidik.

Itu satu alasan. Alasan lainnya karena entah kenapa petugas-petugas itu menatapnya lama dengan tatapan yang, membuatnya merinding. Dia bahkan tidak secantik Jessica atau Yoona tapi tetap saja ia merasa seperti berada di tengah sarang penyamun. Mungkin itulah mengapa dua temannya itu menolak bekerja di lapangan dan lebih memilih berkutat dengan berkas-berkas membosankan.

Sayangnya, Hyoyeon bukan orang yang akan berhenti melakukan sesuatu yang ia sukai hanya karena rintangan-rintangan kecil begitu.

 

“NIF, Agen Spesial Kim.”

 

Continue reading

8

Nagging

Nagging


Character(s): Seulong (2AM), IU, 2AM members
Rating: K
Author: ddanghobak


Setelah entah berapa kali ia harus naik ke atas panggung, rasa gugup perlahan memudar dan hanya menyisakan antisipasi. Seulong selalu menikmati tiap pertunjukan yang ia tampilkan, bersama atau tidak bersama dengan member 2AM yang lain. Jo Kwon yang selalu berbuat ulah di atas panggung, terutama, membuatnya lupa apa itu rasa malu dan gugup. Biasanya ia hanya bisa berpandang-pandangan dengan Changmin dan menahan tawa di belakang. Kalaupun tidak ada tawa sembunyi-sembunyi, artinya mereka menyanyikan lagu ballad menyayat hati. Dan ia begitu menyukai seni suara hingga ia terkadang lupa bahwa ia sedang berada di tengah-tengah ratusan—ribuan—penonton. Ya, Seulong sudah lama melupakan bagaimana rasa gugup itu.

Karenanya ketika hari itu ia merasa gugup, khawatirnya jadi berlipat ganda. KBS Music Festival, disaksikan oleh banyak warga Korea dan entah berapa fans luar Korea yang menyaksikan lewat satelit ataupun internet. Mengingatnya saja sudah membuatnya sedikit gentar. Meski sebenarnya bukan itu yang membuatnya jadi gugup tak karuan. Tapi karena partner duetnya.

 

IU—biasanya saja sudah sangat manis.

 

Continue reading

19

Say It Just For Me [part 6]

Author : Renz

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG+15

Cast : Eun hae, Cho Kyuhyun[super junior], Lee donghae[super junior], Sunny[SNSD]

Annyeonggg….Ini dia part 6 dari say it just for me. Kali ini author bener-bener ingetin “Please don’t be silent reader” cz author lagi gak semangat nie gara-gara commentnya sedikit sih kemaren -_-.. Jadi untuk part selanjutnya tergantung dari reader semua deh.. selamat membaca ^.^

Eun Hae POV

“Aku…” Aku mengambil nafas dalam dan menghembuskannya pelan. “Aku ingin berhenti kyu. Aku ingin menghentikan perjanjian ini…”

Continue reading

8

I’m Sorry

Annyong..ini cerita sekuel dari BEAUTIFUL. Bagi yg udah baca kamsahamnida…

Ok, kita mulai aja ceritanya selamat membaca..

****

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : I’m Sorry

Cast : Lee Gikwang, Son Dongwoon, Yang Yoseob

Genre : Romantic (?), Sad

****

*Still Gikwang POV*

Hari-hariku berubah setelah kejadian dirumah sakit waktu itu. Aku masih belum bisa menerima kenyataan ini.

Continue reading

5

My Story

Author : dHindHin

Main Cast : Yang Yoseob, Kim Chae Young, Jung Yeon Hee, Choi Minho

Support Cast : SHINee member, Beast member.

Genre : Romance, Friendship, Life, AU

Length : OneShoot

Rating : G

MY STORY

@ Cafe .

Aku kembali menyeruput Hot Vanilla Latte-ku, kembali kurapatkan jaketku, karena udara semakin dingin. Kenapa hari ini sepi sekali? Biasanya disini penuh dengan orang-orang yang ingin makan ramyeon. Ya, ramyeon disini memang sangat enak. Aku melihat keluar jendela, salju turun semakin lebat, mungkin sebentar lagi akan turun badai.

Continue reading

5

Tears Drop In The Rain [part 5]

Author : VeaHwaPertama kalinya ngirim ff,, tapi bukan pertama kalinya nulis kayak gini,, yah sekedar pengenalan saja, ff  teardrops in the rain ini aku bwt saat mendapatkan wahyu alias ide dari tuhan sewaktu aku ndengerin lagu teardrops in the rain punyanya C.N.BLUE. dan waktu itu ujan deres turun,, jadilah aku bikin ne ff,, juga karna kecintaanku pada jung yong hwa, heheheh. . .Happy reading,, ^^===========================================Cast:1. Jung yong hwa (C.N.Blue)2. Kim soo in (me/author)3. Jang geun suk4. Han eun ki (sekar)5. Kim ji kyo (farida)6. Lee hong ki (F.T.Island)7. Lee jong hyun (C.N.Blue)8. Kang min hyuk (C.N.Blue)9. Lee jung shin (C.N.Blue)10. Kim jung hoon (united N-generation=pemeran pangeran lee yol diprincess hours)10. Han eun yi (pelayan restoran)11. Jung seung wo (ayah yong hwa)================================================

Continue reading