Winter Love in Tokyo

Author    : Kim Hana

Genre     : Romantic Love, Friendship

Cast        : Lee Donghae, Kim Hana

Kategori : AG [All Ages]

Type       : Part 1 of 2

Annyonghaseyo Chingudeul…….

Aku baru pertama kali ne buat FF, and gak tau hasilnya bagus apa gak, tapi inilah FF ku.

Mian ya kalo ada kata-kata yang salah and ada kalimat yang kurang nyambung or alurnya buat kalian bingung.

Tapi aku udah berusaha membuatnya and komentar kalian sangat aku perlukan chingu. So jangan lupa di komen ya, and langsung aja deh, cek it out Jhehehe

 

Annyonghaseyo, choneun Hana imnida. Sekarang aku ada di Tokyo, Jepang. Aku ada di Jepang karena pekerjaanku ini menuntutku agar aku menetap di Jepang, ya..hal ini karena Jepang tempat berkumpulnya jurnalis terkenal. Dan begitu juga aku, aku adalah seorang jurnalis yang berasal dari Korea, ya..meskipun tidak terlalu terkenal. Sudah 2 tahun aku meninggalkan Korea, dan rasanya ingin aku kembali kesana.

Malam ini aku pulang cepat dari kantor redaksi, biasanya aku bisa pulang subuh, memang sangat melelahkan menjadi seorang jurnalis, tapi ini adalah impianku dari aku kecil. Dulu aku sangat mengagumi Unnie ku, dulu dia juga seorang jurnalis yang sangat terkenal, tapi karena kecelakaan itu…. Ah sudahlah masalah itu tak usah dipikirkan lagi. Aku coba menepis semua pikiran ku tentang masa laluku itu, dan aku memutuskan untuk melangkahkan kaki ke mini market didepan ku.

“Hana-san, shibashi matsu”. Seseorang memanggil ku dari belakang, dan aku segera memalingkan tubuhku dan aku melihat seorang wanita yang sedang berlari kearahku dengan membawa sebuah buku ditanganya.

“Hai” jawabku.

“Hana-san, boleh aku minta tanda tanganmu ?” Wanita itu berdiri didepanku sambil menunduk, dia meyodorkan buku ditanganya, dan ternya ta buku itu adalah novel kedua ku.

“Em”. Akupun mengambil novel itu dan memberikan tanda tangan ku disampulnya.

“Arigatou Gozaimashita, aku sangat menyukai novelmu, aku akan menunggu novel berikutnya. Sayounara”. Wanita itu pergi meninggalkan ku dengan wajah bahagianya, akupun tersenyum bangga, baru kali ini ada seorang fans ku yang rela mengejarku, hanya untuk tanda tangan.

Aku pun kembali melanjutkan lagkahku menuju mini market itu. Sampai disana aku memilih milih barang yang akan ku beli, tak terasa keranjang dorongku sudah penuh dengan barang-barang yang ku beli. Aku pun menuju meja kasir, meletakkan barang-barang ini satu persatu keatas meja kasir dan….

“Ojo-san, kau yakin mau menbeli semua barang ini ?”. Tanya petugas kasir itu kepada ku.

“Em, memangnya ada yang salah ?”. Jawabku dengan heran, ini mini market, dan aku adalah seorang pembeli, jadi seharusnya jika aku membeli semua barang ini itu wajar. *Aku terdiam* ya barang ini semua memang tidak wajar. Aku membawa dua buah plastik yang penuh dengan barang-barang yang ku beli tadi. Aku menuju ke arah halte untuk menunggu bus atau taxi yang lewat. Tapi saat aku berjalan kesana….

            BRUK

Aku terjatuh dan barang-barang ku terjatuh di mana-mana, aku melihat seorang pria mengenakan jaket cokelat dan ransel hitam didepanku juga terjatuh, mungkin dia yang menabrakku. Aku tak mau berlama-lama, aku bergegas bangun dan mengemasi barang-barang ku, dan pria itu bangun juga.

“Ah, agassi, mianhae”. Ucapnya sambil menunduk menganbil barang –barangku.

“Mwo, kau bisa bahasa korea ?”. Aku terdiam mendengar perkataannya dan membiarkan ia mengambil barang-barang ku.

“Ne, waeyo ?”. Jawabnya polos sambil memeluk barang-barangku. “Kau orang korea kan ?” tanyanya padaku.

“Ne, kau tau dari mana ?”

“Profilmu di majalah yang tadi pagi ku baca, kau seorang novelis, tapi aku lupa namamu. Boleh aku tau namamu ? Namaku Lee Donghae, kau bisa memanggilku Donghae”. Dia menjelaskan panjang lebar tentang pengetahuannya, sembari menyodorkan tangannya kehadapanku.

“Ne, che ireumeun Hana imnida. Mannaso pangawawoyo”. Sambil menundukan badanku dan memperkenalkan namaku.

“Ne, chonmaneyo”. Ia pun ikut menundukan badan. “Em…Hana-ssi, boleh aku mengantarmu pulang ? Ah..anggap saja ini sebagai permohonan maafku”.

Aku tak tau apa yang harus kukatakan pada pria ini, tapi aku hanya bisa tersenyum menerima tawarannya. Ia pun memanggil supirnya dan menyuruh nya untuk membawa mobilnya kemari. Sebuah mobil mewah ada didepanku aku masuk kedalamnya dan wow….sangat mewah disini. Akhirnya mobil ini mengantarkanku sampai kedepan rumah kecilku.

“Gomawoyo”. Aku mengucapkan rasa terima kasihku kepada donghae yang telah mau mengantarkanku.

“Ne, chonmaneyo. Anigaseyo”. Lambaian tangan dari jendela mobilnya itu hilang dengan perlahan dari hadapanku. Aku pun masuk kerumah ku dan beristirahat.

Donghae Pov

“Wah….. Andi-ssi, gadis yang tadi itu cantik ya, aku suka melihat senyumnya itu”. Kata ku kepada Andi-ssi. “Namanya Hana, em Andi-ssi, apa kau tau arti Hana ??” tanya ku pada supirku yang telah lama menetap di sini.

“Em, Hana itu artinya Bunga”. Jawabnya dengan ramah sambil tersenyum padaku. “Tuan menyukainya”. Tuduh supirku ini.

“Wow…Bunga ya, ah…entahlah, aku tak tau aku menyukainya atau tidak.”

Donhae Pov End

            *****

Uwah……*nguap maksudnya*. Selamat pagi Tokyo, pagi ini, pagi yang cerah hari yang bagus untuk berolah raga di taman. Kebetulan hari ini hari minggu, jadi akan ku gunakan waktu libur ini sebaik mungkin. Aku menyiapkan segala sesuatu yang akan kubawa olah raga di taman. Setelah semua siap, aku berjalan menuju pintu rumahku dan membukanya.

“Good morning Hana-ssi”. Aku terkejut dan hampir jatuh kebelakang, tiba-tiba saja donghae ada di depan pintu rumahku dan mengucapkan Good Morning.

“Ya ampun, donghae-ssi, kau mengejutkan ku saja”

“Mianhae, em…boleh aku ikut bersamamu”. Ia memohon kepadaku agar aku memperbolehkannya ikut bersamaku, sebenarnya aku tak mau membawanya, tapi…mukanya yang memelas membuatku tak kuasa menerima permintaannya itu.

Akhirnya, aku pergi bersamanya ketaman dengan mobil mewahnya itu. Sampai disana, aku langsung turun dan berlari-lari kecil mengitari taman, begitu juga donghae, dia juga mengikuti ku dari belakang.

“Ah~ Hana-ssi, tunggu…”. Donghae berteriak memanggilku dan segera mengejarku.

“Hana-ssi, pelan pelanlah sedikit”

“Kau kenapa, kau itu laki-laki, seharusnya kau bisa lebih cepat dariku”. Kataku menjelaskan kepadanya.

“Ah, baiklah, kejar aku”. Dia berlari meninggalkanku dan meminta ku untuk mengejarnya. Entah kenapa saat aku bertemu dengannya aku melihatnya tidak seperti remaja korea pada umumnya, tingkahnya manja dan seperti anak-anak. Sebenarnya siapa dia ? Sampai sekarang aku tak tau dia siapa, aku hanya mengenal namanya saja. Kukira pertemuan malam itu cukup sampai depan rumahku saja, ternyata tidak.

“Hana-ssi, maafkan sikap donghae-ssi, dia memang seperti itu, agak sedikit manja dan ya…seperti anak-anak. Itu semua karena orang tuanya, orang tua donghae-ssi bercerai beberapa tahun yang lalu dan sekarang donghae-ssi tinggal bersama ayahnya. Dan untuk menghilangkan segala kekesalannya pada ibunya, donghae-ssi bertingkah seperti itu”. Supir mobil donghae menjelaskan panjang lebar kepadaku tentang donghae. Aku pun tak tau kapan supir itu ada disebelahku. Aku terdiam heran, kenapa supir ini mau menjelaskannya padaku.

“Kenapa kau menjelaskan semua ini padaku”. Jawabku penasaran.

“Aku juga tak tau kenapa aku menjelaskan ini semua kepadamu. Tapi ketahuilah mungkin donghae-ssi menyukaimu Hana-san”. Aku terhenti mendengar ucapan supir itu barusan. Aku pun terduduk di bangku taman sambil memikirkan perkataan itu. Tapi apakah mungkin ? Kami tidak saling mengenal, bertemu saja baru kemarin malam. Ah~ tidak mungkin

“Hana-ssi”. Donghae datang dari belakangku, dan akupun terkejut karena dia menempelkan minuman dingin kepipiku.

“Ah~ donghae-ssi”. Karena terkejut aku langsung berdiri dari tempat dudukku. Dia menyodorkan minuman itu kepadaku.

Hana-ssi, boleh ku tau umurmu ? Karena tidak enak juga memanggil namamu dengan kata-kata formal”. Tanyanya sambil menatap kearahku.

“Em, umurku 22 tahun, bagaimana denganmu naiga otoke dweseyo ?”

“24”. Sambil menelan minumannya ia menyebutkan umurnya.

“Donghae oppa”. Gumamku secara pelan.

“Emh, apa katamu ?”.

“Donghae oppa, aku akan memanggil mu seperti itu, boleh kan”. Jawabku dengan jelas. Melihatnya tersenyum dan mengagukkan kepalanya itu artinya ya. Dan dia pun kembali meminum minumannya.

            *****

Tak menyangka aku dan oppa donghae telah lama berteman dan akhirnya kami berdua saling mengenal satu sama lain. Ternyata ayah oppa donghae itu adalah seorang direktur perusahaan besar di sini, di Jepang. Dan oppa donghae disini hanya sekedar untuk berlibur dan melepas rindu dengan ayahnya. Hari ini adalah hari ketiga di minggu ketiga bulan desember, tak terasa oleh ku, beberapa hari lagi natal. Hemh…..hari ini oppa donghae mengajakku makan siang di Kimchi Resto, restoran di Jepang yang menyediakan makanan Korea. Dan sekarang aku melangkahkan kakiku kedepan rumahku untuk mencari taxi yang dapat mengantarkan ku ke restoran itu.

Donghae Pov

Huh…tak terasa, sudah cukup lama aku disini dan Hana, kenapa saat bertemu denganya aku merasa sengat senang dan perasaan ini seperti bunga yang sedang mekar. *Author: Oppa aneh, kan lagi winter season ><. Oppa hae: O iya lupa. Habisnya kan aku ngikuti jalan cerita kamu :-/. Author: O iya aqyu lpa J//loanjut* Saat pertama aku bertemu dengannya perasaan ini sudah ada disini, didalam sini *sambil memegang dadanya*. Hari ini aku akan bertemu dengan Hana, dari ini juga aku akan coba berbicara padanya tentang..

“Donghae-ssi, apa anda mau berangkat sekarang ? Mobil sudah saya siapkan”. Kata supirku dari balik pintu kamarku.

“Ne, aku akan segera menyusulmu. Tunggu saja didepan”. Teriakku dari dalam kamar, sebenarnya aku tak tau harus bagaimana nanti, tapi hal ini harus ku sampaikan. Aku keluar dari kamarku dan segera menuju ke depan rumahku, di sana aku melihat Andi-ssi yang tampak tampan menggunakan Jas hitamnya, dan telah siap mengantarku ke restoran itu.

“Jas mu bagus”. Puji ku karena pakaiannya sangat bagus bagiku. Dia hanya tersenyum, senyumannya itu sangat memukau *masih normal lho….*. Aku segera masuk kedalam mobil dan tak sabar sampai ke tempat itu. *** Akhirnya setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya aku sampai di tempat ini, Kimchi Resto. Aku memilih tempat ini karena Hana menyukai makanan ini. Aku masuk dan menuju tempat yang telah kami pesan, dan ternyata Hana belum datang. Hana aku akan menunggumu.

Donghae Pov End

Akhirnya aku sampai, dan segera aku menuju meja yang telah kami pesan kemarin. Dan saat aku sampai disana aku melihat oppa donghae telah sampai duluan. Mukanya terlihat sedang menanti-nanti sesuatu dan juga sepertinya sangat gugup. Ada apa dengannya ?

“Minhae Oppa. Jeongmal mianhae. Aku telah membuatmu menunggu lama.” Aku meminta maaf kepadanya sambil membungkukan badanku sedikit. Dan ku lihat di tersenyum, lagi lagi senyuman indahnya itu menghampiri hatiku.

“Aniyo. Aku juga baru datang, ayo duduk”. Jawabnya sambil menunjuk kursi didrepannya.

Aku tak tau apa yang terjadi padanya, mukanya seperti ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Gugup dan bingung itulah yang terlukis di wajahnya, dia hanya tertunduk dan bergumam sendiri. Ingin rasanya ku menanyakan masalahnya.

“Permisi, maaf mengganggu. Mwo mogosipoyo ?”. seorang pelayan datang dari belakangku dan memecah keheningan diruangan ini.

“Kimchireurl mogosipo”. Kata oppa donghae sambil mengembalikan menu makanan itu ke pelayan.

“Ne, aku juga.”

*****

Setelah selesai makan siang, oppa donghae mengajakku ke sebuah taman. Aku pernah ketaman ini dan disini banyak sekali pohon sakura, disini indah jika musim semi, karena semua pohon sakura disini akan bermekaran. Tapi sayng ini bulan desember.

“Hana, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu”. *bayangin muka oppa hae lagi malu*

“Ne, apa itu katakanlah”

“Kita sudah cukup lama berteman dan em….aku ingin menjadikan kau yeojachinguku, bagaimana ?”. Ucap oppa donghae sambil memegang kedua tanganku. Mendengar ucapannya itu aku binggung, aku tak tau apa yang harus kukatakan kepadanya. Aku pun melepaskan kedua tanganku dari genggamannya.

“Oppa….kenapa tiba-tiba kau….ah….aku tak tau apa yang harus kukatakan sekarang padamu. Aku minta waktumu”.

“Kenapa, kenapa harus menunggu ? Kenapa tidak sekarang saja, kau tau aku sudah menyimpan perasaan ini cukup lama dan aku ingin kau tau perasaanku kepadamu itu bagaimana. Aku mau kau….”

“Oppa, kau tau ku kira kita hanya berteman, aku menganggapmu sudah sebagai kakak ku sendiri. Itu saja, tapi aku tak menyangka kau…..”. Mungkin karena aku binggung bagaimana harus mengendalikan perasaan dan suasana yang seperti ini aku berlari pergi meninggalkannya, tanpa memikirkan bagaimana perasaannya. Aku pun memutuskan untuk pulang kerumah.

            *****

To Be Continued

7 thoughts on “Winter Love in Tokyo

  1. Wui….knp waktu adegan donghae nempelin minuman k pipi hana q malah bayanginnya adegan yunjae d dangerous love?*gapen
    wuii….hana gmn nih?
    Apa bakal d trima?ato jangan jangan hana malah suka ma supirnya donghae lagi….(gakmungkinbanget…..)
    abis….dr td sopirnya slalu nongol sih..hehe..
    D tunggu next part….:)

  2. Thx all, . .
    Dc coment,.. :-)
    *aq jd terharu T_T*
    @Ommojira: gak koq,
    it gak dari novel,
    it karangan aq sndiri.
    @MissReina: haha, iya aq cma bwt 2 part,
    soalnya aq msih coba” dulu :-)
    @Fa: Huh ?_?
    Adegan xg mna tuh ??
    Aq dah lupa neh, hehe

  3. part slanjut’a mna kah? makin doyan akuh ama hae oppa! selinga gw ter ter ter sgala’a lah! daebak! lanjutkan thor :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s