Tear Drops in Rain [part 4]

Author : VeaHwa

Pertama kalinya ngirim ff,, tapi bukan pertama kalinya nulis kayak gini,, yah sekedar pengenalan saja, ff  teardrops in the rain ini aku bwt saat mendapatkan wahyu alias ide dari tuhan sewaktu aku ndengerin lagu teardrops in the rain punyanya C.N.BLUE. dan waktu itu ujan deres turun,, jadilah aku bikin ne ff,, juga karna kecintaanku pada jung yong hwa, heheheh. . .

Happy reading,, ^^

===========================================

Cast:

1. Jung yong hwa (C.N.Blue)

2. Kim soo in (me/author)

3. Jang geun suk

4. Han eun ki (sekar)

5. Kim ji kyo (farida)

6. Lee hong ki (F.T.Island)

7. Lee jong hyun (C.N.Blue)

8. Kang min hyuk (C.N.Blue)

9. Lee jung shin (C.N.Blue)

10. Kim jung hoon (united N-generation=pemeran pangeran lee yol diprincess hours)

10. Han eun yi (pelayan restoran)

11. Jung seung wo (ayah yong hwa)

================================================

 

Part 4

 

yong hwa merasakan kepalanya sangat berat. Tubuhnya terasa sakit semua. Ia mendesah pelan. Perlahan dibukanya matanya. Tangan kirinya terangkat menyentuh keningnya. Tapi ada sesutu yg dingin disitu. Diambilnya benda itu yg ternyata kain kompres. Ia menatap tidak mengerti tapi kemudian ia tertegun begitu melihat soo in tertidur disebelahnya.

Tiba2 saja gadis itu bergerak2 dan perlahan membuka matanya.

“jung yong hwa ssi?!” serunya panik dan langsung terbangun.

“kau sudah bangun?? Bagaimana keadaanmu?” disentuhnya kening dan leher yong hwa “panasmu sudah turun!”

“kenapa kau ada disini?” tanya yong hwa lemah.

“kemarin aku ingin mengembalikan bajumu, tapi kulihat kau sedang sakit, jadi aku tidak bisa meninggalkanmu!!”

“jadi kau sudah disini sejak kemarin. . .”

“kau tidak ingat??” tanya soo in “berarti kau juga tidak ingat saat. . .”

“saat apa?”

“ah, tidak apa2! Oh iya aku beli bubur semalam, sebentar aku panaskan dulu! Kau belum makan dari kemarin kan?! Aku juga sudah membeli obat jadi kau harus meminumnya!” kata soo in panjang lebar.

Soo in menelphone bosnya untuk meminta ijin libur sambil menunggu bubur itu panas. Setelah itu ia membantu yong hwa untuk duduk dan menyuapinya.

“demammu belum sembuh total, badanmu masih agak panas! Setelah ini kau harus minum obat!”

“kau. . . Seperti ibuku. . .” gumam yong hwa pelan.

“benarkah?” tanya soo in riang sambil menyuapi yong hwa.

“nah, sekarang kau harus istirahat! Tidurlah!!” kata soo in begitu yong hwa selesai makan dan minum obat!

“kau mau pergi?” tanya yong hwa pelan.

Soo in berfikir sejenak “tidak sebelum kau membaik! Sekarang tidurlah, aku mau mencuci piring dulu!!”

sementara yong hwa tidur, soo in membereskan rumah yong hwa. Tidak lama karna yong hwa adalah orang yang suka rapi. Dan karna rumah itu juga tidak terlalu besar. Hanya ada sebuah kamar tidur yg cukup besar. Kamar mandi dan toilet, dapur dan ruang tamu.

Diluar sedang hujan. Karna tidak ada yg bisa dikerjakannya, soo in mengambil kertas gambarnya dan mulai melukis seseorang yg sedang tidur itu.

 

“hallo ji kyo, kau sudah datang rupanya!!” sapa soo in riang sambil mengambil duduk didepan temannya itu.

“hei, kau kenapa?!” tanya soo in saat ji kyo tidak menjawab sapanya.

Ia menompang wajahnya dengan sebelah tangan. Raut wajahnya terlihat kesal.

“apa karna hari ini hujan lagi?” tanya soo in lagi.

“jangan berbicara denganku, aku sedang kesal padamu!” jawab ji kyo dingin.

Soo in mengerutkan alisnya tidak mengerti. “memangnya apa yg sudah kulakukan?” tanyanya bingung.

Ji kyo mendengus pelan. Kemudian ia menatap soo in “kau tidak tau apa yg telah kau lakukan??” tanyanya sinis.

“memangnya apa yg sudah kulakukan??” tanya soo in masih bingung.

Ji kyo mendengus pelan “ku kira kau menyukai jung yong hwa, tapi ternyata kau malah berkencan dengan dengan orang yg ku sukai!!”

“orang yg kau sukai??”

ji kyo mendecak pelan “jangan pura2 tidak tau!”

“aku memang tidak tau siapa orang yg kau maksud!” balas soo in.

“aku melihatmu pulang bersamanya senin malam! Bukankah sebelumnya aku sudah bilang kalau aku menyukai si pirang teman yong hwa itu!” jelas ji kyo penuh emosi.

“si pirang. . . ” soo in berfikir sejenak. “ah aku tau!! Kau salah paham!” serunya.

“apa?” ji kyo mengerutkan keningnya samar.

“namanya lee hong ki, dia__” kata2 soo in terputus karna ponselnya bergetar. “tunggu sebentar!” katanya.

Jikyo mendecak pelan, menatap tidak sabar sementara soo in mengangkat telp.Nya.

“hallo?? . . .Oh, jung yong hwa ssi,, . . .Mmm. . . Hari ini aku hanya ada satu kelas, . . .Mmm aku hanya punya waktu satu jam sebelum masuk kerja, . . .Baiklah, sampai jumpa nanti!!” soo in menutup ponselnya dan melihat tatapan penasaran dari temannya.

“bagaimana bisa jung yong hwa punya nomor ponselmu?” tanyanya tidak sabar.

“tenanglah, aku akan menceritakannya!” kata soo in pasrah.

Soo in menceritakan tentang lee hong ki itu dan tentang yong hwa yg sakit. Tentu saja tanpa adegan ciuman mereka, karna sepertinya yong hwa sendiri juga tidak mengingatnya.

“jadi kau tidak masuk kuliah dan kerja kemarin karna mengurus yong hwa?!”

“begitulah. . . Aku takut terjadi sesuatu padanya, karna itu kuberikan nomor ponselku padanya!”

“baiklah. . . Sekarang aku paham! Eh, jadi si pirang itu bernama lee hong ki??” tanya ji kyo sambil tersenyum senang.

“benar!” jawabnya pendek.

Kemudian kelaspun dimulai karna dosen sudah datang.

 

Sementara itu distudio rekaman. . .

“hei, jong hyun!!” yong hwa menyapa seseorang yg sdg bekerja distudio itu.

“oh, hyung! Bagaimana kabarmu??” tanya lee jong hyun dan menghentikan pekerjaannya sebentar.

“aku baik2 saja!”

“tumben sekali hyung kemari, apa kau berubah fikiran?”

yong hwa tertawa kecil “aku butuh bantuanmu!”

ternyata yong hwa meminta jong hyun untuk merekamkan sebuah lagu yg ia nyanyikan dengan instrumen piano.

“suaramu tetap saja bagus! Kau menolak untuk membuat band bersamaku dan malah pergi dari rumah! Lagu ini sangat bagus, pasti laku sekali dipasaran! Bagaimana? Hyung mau membuat band bersamaku?!”

“tidak. . .Lagu itu bukan milikku! Dan tidak akan dijual!” jawab yong hwa sambil tersenyum. “kau bisa lebih cepat mengerjakannya? Satu jam lagi aku harus pergi!”

“baiklah. . .”

 

soo in berlari2 kecil menuju gedung music itu. Hujan sudah reda, namuh masih menyisakan gerimis. Disana, yong hwa sudah menunggu. . .

Soo in melihat yong hwa sudah menunggunya digedung music itu.

“kau sudah disini rupanya!! Ada apa kau memanggilku??” tanya soo in setelah sampai ditempat yong hwa.

“kalau kau tidak ada, aku tidak bisa msuk kedalam!” jawab yong hwa “sekarang gunakan keahlianmu itu untuk membuka pintu! Ayo cepat!!”

soo in merengut mendengar perintah yong hwa “aku kira ada apa, ternyata hanya disuruh membuka pintu. . .” gumam soo in pelan sambil mengotak atik lubang pintu itu dengan jepitnya.

“nah sudah kebuka!” kata soo in begitu pintu itu terbuka. “baiklah kalau begitu aku pergi dulu!”

baru saja soo in akan berbalik tiba2 yong hwa menarik tangannya dan menyeretnya masuk kedalam.

“duduklah. . .” perintah yong hwa sambil duduk didepan piano.

“jung yong hwa ssi, apa kau yakin gedung ini tidak dipakai kelas sebentar lagi?” tanya soo in agak khwatir sambil duduk disebelah yong hwa.

“aku ini lebih pintar dari kau, duduk saja dan dengarkan! Karna kemarin kau sudah merawatku, aku akan memainkan lagu kakakmu sebagai hadiah!!”

yong hwa mulai memainkan piano itu dan bernyanyi.

Saat mendengarkannya, soo in merasa bahwa ia sudah menemukan pegangannya lagi. Tanpa disadarinya. . . Air matanya menetes. Bayangan kim jung hoon kakaknya, kini melebur bersama lagu itu.

Kemudian lagu itu pun memelan dan berhenti.

“hei, kenapa kau menangis?” tanya yong hwa sambil menghapus air mata soo in.

“aku tidak tau. . . Suaramu sangat bagus. . .” jawab soo in pelan.

“ini pertama kalinya aku bernyanyi didepan seorang gadis”

“benarkah?”

“mm. . . Ah, aku punya sesuatu untukmu. . .”

yong hwa mengeluarkan i-podnya dari saku dan memasangkan earphone ke telinga soo in. “dengarkan!” ktanya sambil mengotak ati ipod itu.

Tidak lama kemudian sebuah lagu mengalun lembut ditelinga soo in.

Soo in terpaku mendengarnya “ini. . .”

“ya, aku merekam lagu teardrops in the rain ini untukmu” yong hwa meraih tangan soo in dan menaruh ipod itu dalam genggamannya. “jadi kau tidak akan merasa sendiri lagi!! Kau tidak perlu takut lagi tidur dalam gelap, dengarkan saja lagu ini, maka aku dan kakakmu akan ada untuk menemanimu!!”

air mata soo in menetes lagi.

“jangan menangis, diluar sudah hujan, terlalu banyak air yg menetes hari ini!!” kata yong hwa sambil menghapus air mata itu.

“apa yg bisa kulakukan untukmu?” tanya soo in pelan.

“mmm. . .kau bisa memaafkanku untuk perbuatanku malam itu!”

soo in menatap tidak mengerti “perbuatan apa?”

tanyanya bingung.

“kau tidak ingat?” tanya yong hwa sambil mendekatkan wajahnya “akan kuingatkan. . .” bisik yong hwa pelan.

sebelum soo in menjawab, bibir itu sudah menekan bibirnya dengan lembut. Membuat jantungnya berhenti berdegup seketika.

“saat itu. . .aku sadar sepenuhnya. . .”bisik yong hwa “Sekarang kau sudah ingat??” tanyanya retoris dan kemudian ia mengulum bibir soo in lagi dengan lembut. . .

 

Hujan mulai reda. Lee hongki sedang berjalan dgn santai. Tangan kanannya memainkan gantungan sebuah kunci. Tapi tiba2 saja langkahnya terhenti saat melihat ada seorang gadis yg terlihat mengendap2 didepan gedung musik.

“sedang apa dia. . .” gumamnya pelan.

Dihampirinya gadis itu “kau sedang apa??” tanya hong ki dari belakang dgn pelan namun mampu membuat gadis itu terkejut setengah mati dan lgsung berbalik.

Tapi ia lbh terkejut lagi saat melihat hong ki.

“ada apa?” tanya hong ki.

Gadis itu tidak menjawab. Matanya membelak dengan mulut ternganga.

“hei nona, kau tidak apa2?” tanya hong ki lagi, “hei, kau kenapa??” hong ki menggoyang2kan telapak tangannya didepan wajah gadis itu. Sedetik kemudian gadis itu mengerjap sadar “ma. . .Maaf. . .” katanya terbata2.

“kau siapa? Dan sedang apa kau disini?” tanya hong ki.

“a. . .Aku kim ji kyo! Hei, kau temannya jung yong hwa kan? Lihat ini!!” ji kyo menarik lengan hong ki, menyuruhnya untuk melihat kedalam ruangan musik tanpa terlihat.

“itu kan hyung!!” seru hong ki kaget.

“ssst. . . Jangan berisik!” desis ji kyo.

“bukankah itu kim soo in, sedang apa mereka? Bagaimana mereka bisa masuk? Kuncinya kan ada padaku” dilihatnya kunci yg digenggamnya sebentar.

“ternyata benar, soo in memang menyukainya. . .” gumam ji kyo.

“apa?” tanya hong ki tidak mengerti. “tunggu dulu, sebentar, a. . .Apa yg akan hyung lakukan??” tanya hong ki saat melihat yong hwa perlahan mendekat ke soo in.

“sepertinya kita harus pergi!” kata ji kyo sambil menarik lengan hong ki pergi.

“hei, tunggu dulu, aku belum mengambil gitarku!!” protes hong ki.

“sudah nanti saja!” jawab ji kyo tanpa melepaskan pegangannya.

“ta. . .Tapi. . .”

“pkoknya tidak ada yg boleh mengganggu mereka!” kata ji kyo tegas.

 

“pagi soo in!!” sapa ji kyo riang.

“pagi,” balas soo in sambil mengerutkan alisnya, bingung “hei, kenapa kau senyum2 sendiri??”

“karna aku sangaaat bahagia, dan itu karna kau!” jawab ji kyo.

“aku??”

“ya! Kemarin saat aku mengintipmu ber__”

“kau mengintipku???” ptong soo in kaget.

Uups. . . Ji kyo langsung membekap mulutnya dgn kedua tangannya.

“jadi kemarin kau membuntutiku??” tuduh soo in.

Ji kyo meringis lebar “maaf. . . Aku penasaran sekali. . .”

“seharusnya aku tidak perlu terkejut”

“jadi kau tidak marah??” tanya ji kyo sambil duduk didepan soo in yg sedang melukis di kaca. “hei, maukah kau menceritakannya padaku??” bujuk ji kyo.

“apaa??”

“apa yg kau lakukan bersama yong hwa??”

“bukankah kau kemarin sudah mlihatnya??” kilah soo in dgn pipi memerah.

“aku tidak bisa mendengarkan suara kalian meskipun aku tau bagaimana bagian akhirnya!” kata ji kyo sambil melirik soo in yg sedang menyembunyikan wajahnya “tapi tenang saja, aku tidak melihatnya!!”

soo in menoleh dgn cepat “kau tidak melihatnya??”

“ya, walau begitu aku tau pasti bagaimana akhirnya! Jadi, cepat ceritakan padaku sekarang juga!” baru saja soo in hendak membuka mulutnya untuk bicara, ponsel diatas meja disebelahnya bergetar. Segera dijawabnya begitu ia tau siapa yg menelphone. “hallo?? Mmm. . .Aku ada dikelas sekarang! Apa? Penelitian diluar kota? Kapan? Besok pagi?? Baiklah. . . Tapi,, apa kita bisa bertemu nanti? Ada yg mau kuperlihatkan kepadamu!! . . .Mmm sampai jumpa nanti,” soo in menutup ponselnya dgn stengah melamun.

Dan ji kyo sedang menatap soo in penasaran. “ada apa?” tanya ji kyo.

“tidak ada . . . Yong hwa ada penelitian diluar kota besok!”

“berapa lama?”

“tiga hari. . .”

“hei, dia hanya pergi selama 3 hari, dan kau tidak akan mati karna hal itu! Sudahlah, sekarang cepat ceritakan padaku apa saja yg kalian lakukan kemarin sebelum kelas dimulai!”

“mmm. . . Baiklah. . . Asal kau juga menceritakan kepadaku apa yg membuatmu sangat gembira!”

“tidak masalah,”

 

gerimis. . .

“kau tidak kerja hari ini?” tanya yong hwa pada soo in saat mereka bertemu.

“mmm. . .” soo in menggeleng pelan “aku menukarnya dgn hari minggu” jawab soo in pelan.

“ada apa? Kau bilang kau ingin memperlihatkan sesuatu padaku,”

“benar! Ayo!” soo in menggandeng tangan yong hwa dan menariknya.

“kemana?” tanya yong hwa tanpa bergerak dari tempatnya.

“ikut saja, kau akan tau nanti!”

“baiklah. . .” kata yong hwa mengalah dan mengikuti soo in. Digenggamnya lebih erat jari2 gadis itu. Sesaat soo in menoleh dan melihat genggaman tangan itu kemudian ia menatap yong hwa dan tersenyum.

“inilah yg ingin kuperlihatkan padamu. . .” kata soo in begitu mereka sampai ditempat yg dituju. Yong hwa menatap makam itu dgn diam, menunggu gadis disebelahnya untuk berbicara.

“ini adalah makam kakakq. . . Dan hari ini adalah tepat satu tahun meninggalnya kakakku!” jeda sejenak “karna itu, hari ini aku ingin mengenalkanmu kepada kakakku. . .”

soo in berjongkok diikuti yong hwa. Tangan gadis itu menyentuh nisan itu. “oppa. . . Aku sangat merindukanmu. . .” katanya pelan. “hari ini aku ingin mengenalkan seseorang padamu. . . Namanya jung yong hwa,, mulai saat ini. . . Kau tidak perlu khawatir lagi. . . Aku merasa aman berada disisinya. . .” gadis itu menoleh dan menatap yong hwa sambil tersenyum.

“aku. . . Punya sesuatu untukmu. . .” gadis itu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah gelang berwarna hitam. Kemudian ia meraih tangan yong hwa dan memakaikannya. “ini adalah gelang kesayanganku!! Hadiah dari jung hoon oppa. . . Pakailah, agar kau slalu mengingatku, dan jagalah baik2!!”

“aku akan menjaganya seperti aku menjagamu, aku berjanji pada kakakmu!!” saut yong hwa.

 

“hah. . . Hari ini banyak sekali pelanggan ya,” kata eun yi sambil membereskan piring2 dimeja2 bersama soo in.

“mmm. . .Kau benar!” sahut soo in.

“waaah. . . Kalian sudah bekerja keras hari ini, cepat bereskan, kita tutup restourannya lebih awal!”

“baik,” jawab eun yi semangat.

“oya sebelum pulang aku punya sesuatu untuk kalian! Ambilah di meja dapur!”

“ah, terima kasih bos!” ucap mereka gembira.

Hari masih sore tapi soo in sudah pulang. Ia berjalan menyusuri jalan dgn menenteng sebuah kantong plastik yg berisi buah jeruk. Kebetulan kebun buah jeruk bosnya sedang panen jadi ia membaginya kepada soo in dan eun yi. Soo in memeriksa ponselnya dan mendesah pelan saat melihat ponselnya mati kehabisan batrai. Langit sangat gelap karna mendung. Soo in cepat2 memasukkan kembali ponselnya ke tasnya saat tetesan2 air mulai turun. Ia melangkah dgn cepat saat hujan semakin deras. Tapi sampai didepan rumahnya langkahnya tiba2 melambat.

Ia membuka pintu dgn heran saat melihat banyak orang yg berkumpul dirumahnya. Perasaannya mulai tidak enak sampai2 ia tidak merasakan dinginnya air hujan yg mengguyur tubuhnya. Ia berjalan mendekati bibi choi, tetangganya.

“bibi. . . Apa yg terjadi?” tanya soo in pelan. Wanita itu terkejut dan berbalik.

Soo in dapat melihat lapisan air mata dimatanya.

“ada apa bibi?” tanya soo in lagi.

“soo in. . . Ayah. . .Ayah dan ibumu. . . Mereka mengalami kecelakaan dan. . . Dan. . . Meninggal. . .” kantong plastik yg dibawa soo in jatuh ketanah.

Tiba2 saja smuanya menjadi gelap. . .

 

Sudah dua hari namun soo in tdk bergeming dari tempatnya. Ia hanya duduk disamping jendela kamarnya, menatap hujan yg turun sambil memeluk sebuah foto keluarganya. Ditelinganya terpasang sebuah earphone yg terhubung dgn ipod pmberian yong hwa. “kenapa kalian meninggalkanku??” tanyanya pelan “kenapa tidak mengajakku? Apa salahku??” wajah soo in terlihat pucat, dan matanya bengkak. Setiap hari bibi choi mengantarkan makanan, namun ia hanya memakannya sedikit.Ponselnya yg tergeletak dimeja belum ia hidupkan lagi sejak 2 hari yg lalu.

“soo in. . .” panggil bibi choi pelan, disentuhnya bahu gadis itu pelan “ada yg ingin bertemu denganmu. . .”

soo in menoleh dengan pelan dan terkesiap saat melihat seseorang yg berdiri disebelah bibi choi sambil tersenyum. Jang geun suk (sukkie)

“sukkie oppa??” tanyanya masih kaget. Ia menaruh fotonya dan melepas earphonenya kemudian berdiri menatap sukkie.

“aku sudah kembali!” jawab sukkie sambil berjalan menghampiri soo in dan memeluknya.

 

so, what do you think?? please give me your comment!!

<sok inggris, hahah….>

2 thoughts on “Tear Drops in Rain [part 4]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s