88

my wedding [miss you?]

Haloooo.. sebelumnya makasih udah ngikutin ni ff geje *hug readers*. Entahlah saya juga bingung ini cerita makin ngalor ngidul *gubrakk*. Maaf kalau gak semaksimal kemaren, semoga gak ngecewain dan gak bosen (?) *amiin* tapi baca sama komen yaa *deep bow*

my wedding

Chaejin pov

Annyeong.. kalian tahu? Ini adalah hari keempat yang paling membahagiakan untukku, kenapa? Kyuhyun sedang di Italia sejak empat hari yang lalu untuk urusan pekerjaan. Aku tidak bisa ikut karena harus kuliah dan aku sangat bahagia tidak ada orang yang menyebalkan dirumah hahahaha.. Tidak ada orang yang mengerjaiku, memarahiku dan mengajakku bertengkar. Rasanya amat sangat damai. Ini sungguhan.. aku jujur dan tidak bohong ^^

Okey, baiklah aku sebenarnya bohong! Baru empat hari si bodoh itu pergi aku kangen .. rasanya rumah bukan damai tapi amat sangat sepi! Dia menghubungiku? tentu saja, tapi hanya sekali, menyebalkan! Tapi kenapa dia sering sekali posting foto-foto dia disana? Dia terlihat seperti sedang liburan ketimbang bekerja (–.–)

Continue reading

48

THE BOYS [part 6]

waaah sudah sampai part 6 hehehehe .. makasih buat yang ngikutin FF ini *bow* salam kenal semua dan selamat membaca *halah* semoga suka lanjutannya *amiin*

part1part2part3part4 | part5

 

the boys 6

Chaejin pov

“Andwaeee!! Kyuhyun milikku!!”, Aku menarik lengan Kyuhyun. Aaaah aku tarik kata-kataku yang tadi!!

Omo~ tunggu.. apa yang tadi aku katakan? Donghae, Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun kaget mendengar pernyataanku. Apa yang aku katakan tadi? Astagaa.. kenapa aku melakukan itu? aku melepaskan tanganku dari lengan Kyuhyun.

“Tapi kau milikku Lee Chaejin..”, ucap seseorang dibelakangku.

Aku menoleh, seorang pria yang aku kenal dengan tampilan yang benar-benar berbeda. Tapi senyum genit yang menyebalkannya itu tidak berubah. Omoo~ aku hampir tidak mengenalinya..

Continue reading

9

What If [part 1]

Author : 4hyUkie_

Cast : – Lee Eun Young

–     Super Junior Eunhyuk

–     Super Junior Kyuhyun

–     All Super Junior member

–     All SNSD member

Kategori : All Age, Romance, Komedi, Chapter

What If Part 1

Eun Young’s POV

“Lagi – lagi. Uugh, aku benci mereka,,!!” Batinku kesal melihat loker sepatuku penuh dengan surat – surat gak jelas. Segera kukeluarkan surat – surat itu dan ku buang ke tempat sampah. Setelah itu kuganti sepatuku dengan sepatu sekolah dan pergi ke kelas. Apa karena ini hari terakhir, jadi mereka seenaknya aja. Huft, aku hanya bisa menarik nafas panjang dan pergi ke aula sekolah.

Pada istirahat siang, ketika aku kembali dari aula sekolah untuk membereskan barang – barangku di kelas, kulihat ada secarik kertas di atas meja milikku. Akupun memperhatikan seisi kelas dan mengira – ngira siapa orang yang menaruh kertas tersebut di mejaku. Baru saja aku akan membuang kertas itu, tapi ku urungkan setelah membaca isi kertas tersebut. Aku segera keluar dan berlari secepat mungkin, sambil menggenggam kertas tadi.

“Sial,,!! Kenapa harus itu sih,,?? Kalo sampe kenapa – kenapa liat aja ntar. Baboooo~” Ucapku mengumpat pada si penulis kertas itu.

Beberapa saat kemudian, aku sampai di tempat tujuan yang diinginkan si penulis itu, atap gedung sekolah. Kubuka pintu atap dan kulihat ada 3 cowok yang sudah menunggu kedatanganku.

“Balikin,,!!!” Pintaku dengan nafas yang terengah – engah, dan menadahkan telapak tanganku pada mereka.

“Whoaaa, ternyata benar apa katamu. Dia langsung datang mendatangi kita, begitu tahu ini ada sama kita.” Ucap salah seorang dari mereka yang kutahu bernama Jae Min. Orang yang amat populer di sekolah, sama seperti ke 2 temannya.

“Jebal, balikin,,!!” Pintaku lagi masih dengan posisi yang sama.

“Kau yakin, kalo aku akan mengembalikannya padamu,,??” tanya Jae Min. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Shireoyoo,,!!!” ucapnya lagi tertawa dan diikuti oleh ke 2 temannya. Kutundukkan kepalaku dan meletakkan kedua tanganku di pinggang. “Ya’, aku ini gak pernah ada masalah dan gak pernah berurusan sama kamu kan?? Jadi tolong, balikin sekarang juga.” Ujarku mulai tak sabar.

“Arrasseo. Aku akan balikin, kalo kamu mau nurutin kemauanku.” Ucap Jae Min mengajukan syarat. “Mwo,,?? Nurutin kamu,,?? Kamu ini siapa, Presiden Korea,,??” Tanyaku sedikit meremehkan. “Sekarang kamu denger yah, aku gak mau berdebat lebih lama lagi sama kamu. Karena buat aku, semua ini cuma buang – buang waktu aja. Jadi aku mohon, balikin mp4 aku sekarang juga.” Ucapku tegas. Mendengar kata – kata yang baru saja aku ucapkan, Jae Min menjadi kesal dan mencoba mengancamku.

“Itu sih terserah sama kamu. Tapi aku cuma bisa pastiin, kalo kamu gak akan pernah ngeliat barang ini lagi.” Ucapnya sambil mencoba membuang mp4 milikku ke bawah.

“YAA’!! coba aja kamu lakukan. Kamu pasti mati.” ancamku balik. Jae Min hanya saling pandang dengan ke 2 temannya dan tertawa. “Makanya aku bilang, turutin kemauanku dan aku akan balikin mp4 ini sama kamu. Emang apa susahnya sih,,??” Tanyanya. Karena sudah malas berlama – lama berdebat dengan Jae Min, aku hanya diam dan menatapnya dengan tajam. Melihat tatapanku, nyali Jae Min menjadi ciut.

“Aku kasih tahu yah sama kamu, itu semua salah kamu. Salah kamu sendiri kenapa punya wajah yang cantik, salah kamu sendiri kenapa sok jual mahal dan menolakku. Dasar ice princess,,!! Huh, barang kayak gini doang aja.” Ujarnya terbata – bata, kemudian membuang mp4 milikku ke bawah.

“ANDWAEEEE,,!!!” teriakku tatkala melihat mp4 milikku dilempar oleh Jae Min dan terjun bebas tepat di kerumunan orang – orang di bawah. Aku menghampiri Jae Min dan menunjuk batang hidungnya.

“Neo, JUGYEOTSO,,!!!” Teriakku. Aku mengepalkan tanganku dan mendaratkan tinjuku di wajahnya. Satu pukulan, dua pukulan, tiga pukulan, dan aku menangis sejadi – jadinya.

“Kau gak tahu gimana rasanya kehilangan,,!! Kau gak tahu dan gak akan pernah tahu,,!!” Teriakku. Dengan secepat kilat aku meninggalkan Jae Min yg mengerang kesakitan memegang wajahnya bersama 2 temannya.

“Dasar cewek gila, cewek freak.” Teriak Jae Min dari kejauhan dan tidak kuhiraukan sama sekali. Dengan berlingan air mata, secepat mungkin aku berlari, secepat mungkin aku menuruni tangga, tak menghiraukan teriakkan para guru yang menyuruhku untuk gak berlari di koridor, dan kuterobos kerumunan orang – orang di dekat pintu keluar sekolah hingga aku menabrak seseorang dan terjatuh.

“Mwoyaa, sakit tahu.” Teriak pria itu. Nada suaranya langsung mereda setelah melihatku yang jatuh terduduk dan berlinangan air mata.“Cheogi, neo gwaenchana,,??” Tanya pria yang aku tabrak tadi memegang bahuku. Aku segera bangkit dan berlari meninggalkan pria itu, tanpa menjawab pertanyaannya. Pikiran ku hanya tertuju pada mp4 milikku.

“Semoga gak ada yang menginjak mp4ku, semoga mp4’a gak hancur. Atau setidaknya, ada orang yang menemukan’a dan mengembalikannya padaku.” Batinku. Aku segera mencari dan mengira – ngira dimana mp4 itu jatuh, tapi aku tidak menemukannya.

“Hah hah, dimana,,?? Kenapa gak ada,,?? (in Indonesian) Dinda, aku gak nemuin mp4nya. Maafin aku.” Ucapku masih mencoba mencari mp4nya.

Hyuk Jae’s POV

Ttukk

“Aww,,!!” Teriakku saat ada suatu benda yang terjatuh tepat di atas kepalaku. Kuusap kepalaku dan melihat sekeliling, tapi tak ada tanda – tanda seseorang sengaja melemparkannya padaku.

“Mwoyaa. Igen jinjja appa.” Ucapku masih mengusap kepalaku. Kulihat Ki Bum memungut sesuatu dari bawah.

“Hyung, ada yang nimpuk kamu pake mp4 ini dari atas.” Ucapnya sambil memberikan mp4 tersebut padaku. Aku langsung melihat ke atas dan tak melihat siapapun di sana.

“Kau bercanda,,?? Gak ada siapa – siapa di atas.” Ucapku. “Aku juga lihat hyung. Mp4 itu emang jatuh dari atas.” Tambah Kyuhyun.

“Palli, orang – orang udah nunggu kita. Jalannya dipercepat dikit dong.” Teriak Leeteuk hyung dari belakang punggung Kyuhyun. “Arrasseoyo, jangan teriak. Teriakkan dari fans di sini aja udah berisik, jangan ditambah sama suara cempreng kamu.” Balas Heechul hyung yang berteriak dari depan. Melihat kedua hyung itu berdebat bikin kepalaku jadi tambah sakit. Segera ku tinggalkan mereka dan menghampiri Sungmin hyung.

“Uwae,,??” Tanya Sungmin hyung ketika aku menghampirinya sambil memegang kepalaku. “Aku juga gak tahu, ada orang yang ngelempar mp4 ini dan kena kepalaku. Sekarang kepalaku nyut – nyutan dan sakit banget.” Jawabku. “Kamu simpen aja dulu, lagi banyak fans begini, takutnya mp4 itu di kira milik kamu dan di rebut sama mereka. Kali aja ntar pemiliknya nyariin.” Ucap Sungmin hyung memberi saran. Segera ku kantongi mp4 tersebut dan kembali berjalan dengan Sungmin hyung dan yang lainnya. Ketika sedang bercanda dan tertawa dengan para member, tiba – tiba ada seseorang menabrakku dengan cukup keras. Aku yang memang sedang emosi dan kesakitan karena mp4 tadi, menaikkan sedikit nada suaraku.

Buugh,,!!

Aku memegang bahuku. “Mwoyaa, sakit tahu.” Ucapku sedikit teriak. Tapi apa – apaan nih, kenapa malah dia yang nangis,,?? “Cheogi, neo gwanchana,,??” Tanyaku merendahkan nada suaraku. Tapi dia langsung berdiri dan pergi begitu saja tanpa menjawabku. “Cheogiyoo,,??” Teriakku memanggilnya tapi dia terus berlari tanpa menoleh sedikitpun.

“Ya’, Eunhyuk~ah, kamu apain cewek tadi,,?? Kok sampe nangis kayak gitu,,??” Tanya Kangin hyung padaku. Aku yang merasa tidak melakukan apapun berusaha membela diri. “Aniyo, aku gak ngapa – ngapain tuh cewek.” Ucapku. “Cewek cantik kayak gitu kok dibikin nangis sih,,?? Kamu gak kasian apa,,??” Ucap Donghae yg bikin aku tambah kesal. “Yaa’ Donghae~ya,,!! Aku udah bilang aku gak ngapa – ngapain. Gimana bisa aku bikin nangis dia kalo aku aja gak kenal sama dia.” Ucapku lagi masih membela diriku. “Iya deh, percaya.” Ucap Kangin lagi. “Haish, molla molla molla.” Ucapku kesal sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan mereka yang sedang menertawakanku.

TBC

2

Tear Drops in Rain [part 4]

Author : VeaHwa

Pertama kalinya ngirim ff,, tapi bukan pertama kalinya nulis kayak gini,, yah sekedar pengenalan saja, ff  teardrops in the rain ini aku bwt saat mendapatkan wahyu alias ide dari tuhan sewaktu aku ndengerin lagu teardrops in the rain punyanya C.N.BLUE. dan waktu itu ujan deres turun,, jadilah aku bikin ne ff,, juga karna kecintaanku pada jung yong hwa, heheheh. . .

Happy reading,, ^^

===========================================

Cast:

1. Jung yong hwa (C.N.Blue)

2. Kim soo in (me/author)

3. Jang geun suk

4. Han eun ki (sekar)

5. Kim ji kyo (farida)

6. Lee hong ki (F.T.Island)

7. Lee jong hyun (C.N.Blue)

8. Kang min hyuk (C.N.Blue)

9. Lee jung shin (C.N.Blue)

10. Kim jung hoon (united N-generation=pemeran pangeran lee yol diprincess hours)

10. Han eun yi (pelayan restoran)

11. Jung seung wo (ayah yong hwa)

================================================

 

Part 4

 

yong hwa merasakan kepalanya sangat berat. Tubuhnya terasa sakit semua. Ia mendesah pelan. Perlahan dibukanya matanya. Tangan kirinya terangkat menyentuh keningnya. Tapi ada sesutu yg dingin disitu. Diambilnya benda itu yg ternyata kain kompres. Ia menatap tidak mengerti tapi kemudian ia tertegun begitu melihat soo in tertidur disebelahnya.

Tiba2 saja gadis itu bergerak2 dan perlahan membuka matanya.

“jung yong hwa ssi?!” serunya panik dan langsung terbangun.

“kau sudah bangun?? Bagaimana keadaanmu?” disentuhnya kening dan leher yong hwa “panasmu sudah turun!”

“kenapa kau ada disini?” tanya yong hwa lemah.

“kemarin aku ingin mengembalikan bajumu, tapi kulihat kau sedang sakit, jadi aku tidak bisa meninggalkanmu!!”

“jadi kau sudah disini sejak kemarin. . .”

“kau tidak ingat??” tanya soo in “berarti kau juga tidak ingat saat. . .”

“saat apa?”

“ah, tidak apa2! Oh iya aku beli bubur semalam, sebentar aku panaskan dulu! Kau belum makan dari kemarin kan?! Aku juga sudah membeli obat jadi kau harus meminumnya!” kata soo in panjang lebar.

Soo in menelphone bosnya untuk meminta ijin libur sambil menunggu bubur itu panas. Setelah itu ia membantu yong hwa untuk duduk dan menyuapinya.

“demammu belum sembuh total, badanmu masih agak panas! Setelah ini kau harus minum obat!”

“kau. . . Seperti ibuku. . .” gumam yong hwa pelan.

“benarkah?” tanya soo in riang sambil menyuapi yong hwa.

“nah, sekarang kau harus istirahat! Tidurlah!!” kata soo in begitu yong hwa selesai makan dan minum obat!

“kau mau pergi?” tanya yong hwa pelan.

Soo in berfikir sejenak “tidak sebelum kau membaik! Sekarang tidurlah, aku mau mencuci piring dulu!!”

sementara yong hwa tidur, soo in membereskan rumah yong hwa. Tidak lama karna yong hwa adalah orang yang suka rapi. Dan karna rumah itu juga tidak terlalu besar. Hanya ada sebuah kamar tidur yg cukup besar. Kamar mandi dan toilet, dapur dan ruang tamu.

Diluar sedang hujan. Karna tidak ada yg bisa dikerjakannya, soo in mengambil kertas gambarnya dan mulai melukis seseorang yg sedang tidur itu.

 

“hallo ji kyo, kau sudah datang rupanya!!” sapa soo in riang sambil mengambil duduk didepan temannya itu.

“hei, kau kenapa?!” tanya soo in saat ji kyo tidak menjawab sapanya.

Ia menompang wajahnya dengan sebelah tangan. Raut wajahnya terlihat kesal.

“apa karna hari ini hujan lagi?” tanya soo in lagi.

“jangan berbicara denganku, aku sedang kesal padamu!” jawab ji kyo dingin.

Soo in mengerutkan alisnya tidak mengerti. “memangnya apa yg sudah kulakukan?” tanyanya bingung.

Ji kyo mendengus pelan. Kemudian ia menatap soo in “kau tidak tau apa yg telah kau lakukan??” tanyanya sinis.

“memangnya apa yg sudah kulakukan??” tanya soo in masih bingung.

Ji kyo mendengus pelan “ku kira kau menyukai jung yong hwa, tapi ternyata kau malah berkencan dengan dengan orang yg ku sukai!!”

“orang yg kau sukai??”

ji kyo mendecak pelan “jangan pura2 tidak tau!”

“aku memang tidak tau siapa orang yg kau maksud!” balas soo in.

“aku melihatmu pulang bersamanya senin malam! Bukankah sebelumnya aku sudah bilang kalau aku menyukai si pirang teman yong hwa itu!” jelas ji kyo penuh emosi.

“si pirang. . . ” soo in berfikir sejenak. “ah aku tau!! Kau salah paham!” serunya.

“apa?” ji kyo mengerutkan keningnya samar.

“namanya lee hong ki, dia__” kata2 soo in terputus karna ponselnya bergetar. “tunggu sebentar!” katanya.

Jikyo mendecak pelan, menatap tidak sabar sementara soo in mengangkat telp.Nya.

“hallo?? . . .Oh, jung yong hwa ssi,, . . .Mmm. . . Hari ini aku hanya ada satu kelas, . . .Mmm aku hanya punya waktu satu jam sebelum masuk kerja, . . .Baiklah, sampai jumpa nanti!!” soo in menutup ponselnya dan melihat tatapan penasaran dari temannya.

“bagaimana bisa jung yong hwa punya nomor ponselmu?” tanyanya tidak sabar.

“tenanglah, aku akan menceritakannya!” kata soo in pasrah.

Soo in menceritakan tentang lee hong ki itu dan tentang yong hwa yg sakit. Tentu saja tanpa adegan ciuman mereka, karna sepertinya yong hwa sendiri juga tidak mengingatnya.

“jadi kau tidak masuk kuliah dan kerja kemarin karna mengurus yong hwa?!”

“begitulah. . . Aku takut terjadi sesuatu padanya, karna itu kuberikan nomor ponselku padanya!”

“baiklah. . . Sekarang aku paham! Eh, jadi si pirang itu bernama lee hong ki??” tanya ji kyo sambil tersenyum senang.

“benar!” jawabnya pendek.

Kemudian kelaspun dimulai karna dosen sudah datang.

 

Sementara itu distudio rekaman. . .

“hei, jong hyun!!” yong hwa menyapa seseorang yg sdg bekerja distudio itu.

“oh, hyung! Bagaimana kabarmu??” tanya lee jong hyun dan menghentikan pekerjaannya sebentar.

“aku baik2 saja!”

“tumben sekali hyung kemari, apa kau berubah fikiran?”

yong hwa tertawa kecil “aku butuh bantuanmu!”

ternyata yong hwa meminta jong hyun untuk merekamkan sebuah lagu yg ia nyanyikan dengan instrumen piano.

“suaramu tetap saja bagus! Kau menolak untuk membuat band bersamaku dan malah pergi dari rumah! Lagu ini sangat bagus, pasti laku sekali dipasaran! Bagaimana? Hyung mau membuat band bersamaku?!”

“tidak. . .Lagu itu bukan milikku! Dan tidak akan dijual!” jawab yong hwa sambil tersenyum. “kau bisa lebih cepat mengerjakannya? Satu jam lagi aku harus pergi!”

“baiklah. . .”

 

soo in berlari2 kecil menuju gedung music itu. Hujan sudah reda, namuh masih menyisakan gerimis. Disana, yong hwa sudah menunggu. . .

Soo in melihat yong hwa sudah menunggunya digedung music itu.

“kau sudah disini rupanya!! Ada apa kau memanggilku??” tanya soo in setelah sampai ditempat yong hwa.

“kalau kau tidak ada, aku tidak bisa msuk kedalam!” jawab yong hwa “sekarang gunakan keahlianmu itu untuk membuka pintu! Ayo cepat!!”

soo in merengut mendengar perintah yong hwa “aku kira ada apa, ternyata hanya disuruh membuka pintu. . .” gumam soo in pelan sambil mengotak atik lubang pintu itu dengan jepitnya.

“nah sudah kebuka!” kata soo in begitu pintu itu terbuka. “baiklah kalau begitu aku pergi dulu!”

baru saja soo in akan berbalik tiba2 yong hwa menarik tangannya dan menyeretnya masuk kedalam.

“duduklah. . .” perintah yong hwa sambil duduk didepan piano.

“jung yong hwa ssi, apa kau yakin gedung ini tidak dipakai kelas sebentar lagi?” tanya soo in agak khwatir sambil duduk disebelah yong hwa.

“aku ini lebih pintar dari kau, duduk saja dan dengarkan! Karna kemarin kau sudah merawatku, aku akan memainkan lagu kakakmu sebagai hadiah!!”

yong hwa mulai memainkan piano itu dan bernyanyi.

Saat mendengarkannya, soo in merasa bahwa ia sudah menemukan pegangannya lagi. Tanpa disadarinya. . . Air matanya menetes. Bayangan kim jung hoon kakaknya, kini melebur bersama lagu itu.

Kemudian lagu itu pun memelan dan berhenti.

“hei, kenapa kau menangis?” tanya yong hwa sambil menghapus air mata soo in.

“aku tidak tau. . . Suaramu sangat bagus. . .” jawab soo in pelan.

“ini pertama kalinya aku bernyanyi didepan seorang gadis”

“benarkah?”

“mm. . . Ah, aku punya sesuatu untukmu. . .”

yong hwa mengeluarkan i-podnya dari saku dan memasangkan earphone ke telinga soo in. “dengarkan!” ktanya sambil mengotak ati ipod itu.

Tidak lama kemudian sebuah lagu mengalun lembut ditelinga soo in.

Soo in terpaku mendengarnya “ini. . .”

“ya, aku merekam lagu teardrops in the rain ini untukmu” yong hwa meraih tangan soo in dan menaruh ipod itu dalam genggamannya. “jadi kau tidak akan merasa sendiri lagi!! Kau tidak perlu takut lagi tidur dalam gelap, dengarkan saja lagu ini, maka aku dan kakakmu akan ada untuk menemanimu!!”

air mata soo in menetes lagi.

“jangan menangis, diluar sudah hujan, terlalu banyak air yg menetes hari ini!!” kata yong hwa sambil menghapus air mata itu.

“apa yg bisa kulakukan untukmu?” tanya soo in pelan.

“mmm. . .kau bisa memaafkanku untuk perbuatanku malam itu!”

soo in menatap tidak mengerti “perbuatan apa?”

tanyanya bingung.

“kau tidak ingat?” tanya yong hwa sambil mendekatkan wajahnya “akan kuingatkan. . .” bisik yong hwa pelan.

sebelum soo in menjawab, bibir itu sudah menekan bibirnya dengan lembut. Membuat jantungnya berhenti berdegup seketika.

“saat itu. . .aku sadar sepenuhnya. . .”bisik yong hwa “Sekarang kau sudah ingat??” tanyanya retoris dan kemudian ia mengulum bibir soo in lagi dengan lembut. . .

 

Hujan mulai reda. Lee hongki sedang berjalan dgn santai. Tangan kanannya memainkan gantungan sebuah kunci. Tapi tiba2 saja langkahnya terhenti saat melihat ada seorang gadis yg terlihat mengendap2 didepan gedung musik.

“sedang apa dia. . .” gumamnya pelan.

Dihampirinya gadis itu “kau sedang apa??” tanya hong ki dari belakang dgn pelan namun mampu membuat gadis itu terkejut setengah mati dan lgsung berbalik.

Tapi ia lbh terkejut lagi saat melihat hong ki.

“ada apa?” tanya hong ki.

Gadis itu tidak menjawab. Matanya membelak dengan mulut ternganga.

“hei nona, kau tidak apa2?” tanya hong ki lagi, “hei, kau kenapa??” hong ki menggoyang2kan telapak tangannya didepan wajah gadis itu. Sedetik kemudian gadis itu mengerjap sadar “ma. . .Maaf. . .” katanya terbata2.

“kau siapa? Dan sedang apa kau disini?” tanya hong ki.

“a. . .Aku kim ji kyo! Hei, kau temannya jung yong hwa kan? Lihat ini!!” ji kyo menarik lengan hong ki, menyuruhnya untuk melihat kedalam ruangan musik tanpa terlihat.

“itu kan hyung!!” seru hong ki kaget.

“ssst. . . Jangan berisik!” desis ji kyo.

“bukankah itu kim soo in, sedang apa mereka? Bagaimana mereka bisa masuk? Kuncinya kan ada padaku” dilihatnya kunci yg digenggamnya sebentar.

“ternyata benar, soo in memang menyukainya. . .” gumam ji kyo.

“apa?” tanya hong ki tidak mengerti. “tunggu dulu, sebentar, a. . .Apa yg akan hyung lakukan??” tanya hong ki saat melihat yong hwa perlahan mendekat ke soo in.

“sepertinya kita harus pergi!” kata ji kyo sambil menarik lengan hong ki pergi.

“hei, tunggu dulu, aku belum mengambil gitarku!!” protes hong ki.

“sudah nanti saja!” jawab ji kyo tanpa melepaskan pegangannya.

“ta. . .Tapi. . .”

“pkoknya tidak ada yg boleh mengganggu mereka!” kata ji kyo tegas.

 

“pagi soo in!!” sapa ji kyo riang.

“pagi,” balas soo in sambil mengerutkan alisnya, bingung “hei, kenapa kau senyum2 sendiri??”

“karna aku sangaaat bahagia, dan itu karna kau!” jawab ji kyo.

“aku??”

“ya! Kemarin saat aku mengintipmu ber__”

“kau mengintipku???” ptong soo in kaget.

Uups. . . Ji kyo langsung membekap mulutnya dgn kedua tangannya.

“jadi kemarin kau membuntutiku??” tuduh soo in.

Ji kyo meringis lebar “maaf. . . Aku penasaran sekali. . .”

“seharusnya aku tidak perlu terkejut”

“jadi kau tidak marah??” tanya ji kyo sambil duduk didepan soo in yg sedang melukis di kaca. “hei, maukah kau menceritakannya padaku??” bujuk ji kyo.

“apaa??”

“apa yg kau lakukan bersama yong hwa??”

“bukankah kau kemarin sudah mlihatnya??” kilah soo in dgn pipi memerah.

“aku tidak bisa mendengarkan suara kalian meskipun aku tau bagaimana bagian akhirnya!” kata ji kyo sambil melirik soo in yg sedang menyembunyikan wajahnya “tapi tenang saja, aku tidak melihatnya!!”

soo in menoleh dgn cepat “kau tidak melihatnya??”

“ya, walau begitu aku tau pasti bagaimana akhirnya! Jadi, cepat ceritakan padaku sekarang juga!” baru saja soo in hendak membuka mulutnya untuk bicara, ponsel diatas meja disebelahnya bergetar. Segera dijawabnya begitu ia tau siapa yg menelphone. “hallo?? Mmm. . .Aku ada dikelas sekarang! Apa? Penelitian diluar kota? Kapan? Besok pagi?? Baiklah. . . Tapi,, apa kita bisa bertemu nanti? Ada yg mau kuperlihatkan kepadamu!! . . .Mmm sampai jumpa nanti,” soo in menutup ponselnya dgn stengah melamun.

Dan ji kyo sedang menatap soo in penasaran. “ada apa?” tanya ji kyo.

“tidak ada . . . Yong hwa ada penelitian diluar kota besok!”

“berapa lama?”

“tiga hari. . .”

“hei, dia hanya pergi selama 3 hari, dan kau tidak akan mati karna hal itu! Sudahlah, sekarang cepat ceritakan padaku apa saja yg kalian lakukan kemarin sebelum kelas dimulai!”

“mmm. . . Baiklah. . . Asal kau juga menceritakan kepadaku apa yg membuatmu sangat gembira!”

“tidak masalah,”

 

gerimis. . .

“kau tidak kerja hari ini?” tanya yong hwa pada soo in saat mereka bertemu.

“mmm. . .” soo in menggeleng pelan “aku menukarnya dgn hari minggu” jawab soo in pelan.

“ada apa? Kau bilang kau ingin memperlihatkan sesuatu padaku,”

“benar! Ayo!” soo in menggandeng tangan yong hwa dan menariknya.

“kemana?” tanya yong hwa tanpa bergerak dari tempatnya.

“ikut saja, kau akan tau nanti!”

“baiklah. . .” kata yong hwa mengalah dan mengikuti soo in. Digenggamnya lebih erat jari2 gadis itu. Sesaat soo in menoleh dan melihat genggaman tangan itu kemudian ia menatap yong hwa dan tersenyum.

“inilah yg ingin kuperlihatkan padamu. . .” kata soo in begitu mereka sampai ditempat yg dituju. Yong hwa menatap makam itu dgn diam, menunggu gadis disebelahnya untuk berbicara.

“ini adalah makam kakakq. . . Dan hari ini adalah tepat satu tahun meninggalnya kakakku!” jeda sejenak “karna itu, hari ini aku ingin mengenalkanmu kepada kakakku. . .”

soo in berjongkok diikuti yong hwa. Tangan gadis itu menyentuh nisan itu. “oppa. . . Aku sangat merindukanmu. . .” katanya pelan. “hari ini aku ingin mengenalkan seseorang padamu. . . Namanya jung yong hwa,, mulai saat ini. . . Kau tidak perlu khawatir lagi. . . Aku merasa aman berada disisinya. . .” gadis itu menoleh dan menatap yong hwa sambil tersenyum.

“aku. . . Punya sesuatu untukmu. . .” gadis itu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah gelang berwarna hitam. Kemudian ia meraih tangan yong hwa dan memakaikannya. “ini adalah gelang kesayanganku!! Hadiah dari jung hoon oppa. . . Pakailah, agar kau slalu mengingatku, dan jagalah baik2!!”

“aku akan menjaganya seperti aku menjagamu, aku berjanji pada kakakmu!!” saut yong hwa.

 

“hah. . . Hari ini banyak sekali pelanggan ya,” kata eun yi sambil membereskan piring2 dimeja2 bersama soo in.

“mmm. . .Kau benar!” sahut soo in.

“waaah. . . Kalian sudah bekerja keras hari ini, cepat bereskan, kita tutup restourannya lebih awal!”

“baik,” jawab eun yi semangat.

“oya sebelum pulang aku punya sesuatu untuk kalian! Ambilah di meja dapur!”

“ah, terima kasih bos!” ucap mereka gembira.

Hari masih sore tapi soo in sudah pulang. Ia berjalan menyusuri jalan dgn menenteng sebuah kantong plastik yg berisi buah jeruk. Kebetulan kebun buah jeruk bosnya sedang panen jadi ia membaginya kepada soo in dan eun yi. Soo in memeriksa ponselnya dan mendesah pelan saat melihat ponselnya mati kehabisan batrai. Langit sangat gelap karna mendung. Soo in cepat2 memasukkan kembali ponselnya ke tasnya saat tetesan2 air mulai turun. Ia melangkah dgn cepat saat hujan semakin deras. Tapi sampai didepan rumahnya langkahnya tiba2 melambat.

Ia membuka pintu dgn heran saat melihat banyak orang yg berkumpul dirumahnya. Perasaannya mulai tidak enak sampai2 ia tidak merasakan dinginnya air hujan yg mengguyur tubuhnya. Ia berjalan mendekati bibi choi, tetangganya.

“bibi. . . Apa yg terjadi?” tanya soo in pelan. Wanita itu terkejut dan berbalik.

Soo in dapat melihat lapisan air mata dimatanya.

“ada apa bibi?” tanya soo in lagi.

“soo in. . . Ayah. . .Ayah dan ibumu. . . Mereka mengalami kecelakaan dan. . . Dan. . . Meninggal. . .” kantong plastik yg dibawa soo in jatuh ketanah.

Tiba2 saja smuanya menjadi gelap. . .

 

Sudah dua hari namun soo in tdk bergeming dari tempatnya. Ia hanya duduk disamping jendela kamarnya, menatap hujan yg turun sambil memeluk sebuah foto keluarganya. Ditelinganya terpasang sebuah earphone yg terhubung dgn ipod pmberian yong hwa. “kenapa kalian meninggalkanku??” tanyanya pelan “kenapa tidak mengajakku? Apa salahku??” wajah soo in terlihat pucat, dan matanya bengkak. Setiap hari bibi choi mengantarkan makanan, namun ia hanya memakannya sedikit.Ponselnya yg tergeletak dimeja belum ia hidupkan lagi sejak 2 hari yg lalu.

“soo in. . .” panggil bibi choi pelan, disentuhnya bahu gadis itu pelan “ada yg ingin bertemu denganmu. . .”

soo in menoleh dengan pelan dan terkesiap saat melihat seseorang yg berdiri disebelah bibi choi sambil tersenyum. Jang geun suk (sukkie)

“sukkie oppa??” tanyanya masih kaget. Ia menaruh fotonya dan melepas earphonenya kemudian berdiri menatap sukkie.

“aku sudah kembali!” jawab sukkie sambil berjalan menghampiri soo in dan memeluknya.

 

so, what do you think?? please give me your comment!!

<sok inggris, hahah….>

16

DEATH KISS PART 3

part 1

part 2

 

Nama Author  : KyuTeuk_EunHae

Category FF  : Chapter

Tag  : Cho Kyuhyun

 

HYE-NA’S POV

Aku bangun terlambat keesokan paginya. Terlalu sibuk menghayal sampai aku tidak bisa memejamkan mata.

Aku datang tepat lima menit sebelum bel masuk berbunyi, bergabung dengan kerumunan murid-murid lain yang juga baru datang, saat tiba-tiba saja dia muncul di hadapanku entah dari mana.

Dia nyengir menatapku dan mulai mengacak-acak rambutnya seperti biasa. Dia berjongkok di depanku dan tangannya dengan cekatan mengikatkan tali sepatu ketsku yang terlepas, diiringi tatapan murid-murid yang dengan senang hati menghentikan langkah mereka untuk memperhatikan kami berdua.

“Lain kali ikat yang kuat. Kalau kau jatuh bagaimana?” tanyanya lembut.

Aku hanya bisa terperangah menatapnya, menurut saja saat dia menggenggam tanganku dan menarikku ke dalam kelas, bertepatan dengan bel yang berbunyi nyaring.

Aku duduk di sebelahnya, tak peduli dengan wajah tololku yang menatapnya kagum.

“Kita pacaran, kan?” tanyaku memastikan. Continue reading