26

#WhatIf GiKwang is My Personal Assistant…

Rubrik #WhatIf balik lagi bareng L~

Setelah sekian lama ditawan sama Donghae *ngarepppppp*

Mungkin ada yang belum tau  peraturannya?? yuks dibaca dulu ::

#whatif itu adalah fitur di wff dimana kalian bisa membuat ff pendek (ingat ya pendek), tanpa percakapan, ending bebas (boleh sad-tragic-twist-happy-dll) dan dengan jalan cerita sesuai imajinasimu, dan harus berhubungan dengan main castnya.

lanjutkan ini ::

Hari ini Personal Assistant baruku mulai bekerja.

ddok ddok ddok

“Masuk!” kataku. Omo…

12

My Destiny part 2

Aku termenung menatap sapu tangan yang terjulur dihadapanku.Kuangkat wajahku perlahan tuk melihat sang pemilik sapu tangan itu.

“Kau?”

“Maaf,aku tak sengaja mendengar semuanya tadi.”

“Kau?Donghae??”

My Destiny part 2

“Aku pikir kau gadis sangar yang tahan banting!!Ternyata kau sama saja dengan gadis – gadis lain yang akan menangis saat putus cinta!!”

Aku mencibir mendengar perkataan Donghae.Tahu apa dia tentangku? Seenaknya mengatakan aku seperti itu!!Kuseka air mataku dan berdiri dihadapannya.Kutatap matanya tajam!Ia malah balik mentapku sinis.Sungguh menyebalkan!!

Continue reading

13

My True Love part 1

Annyeong semuanya… ini adalah FF pertama ku sebagai author… kalian bisa panggil aku admin Sofiani atau Han Sang Bin XD

maaf kalau jelek FFnya… selamat membaca!!! and Dont Be Silent Readers. Comment kalian membantu aku dalam membuat karya yang selanjutnya.. XD

 

 

Author : Sofiani / Han Sang Bin ( http://www.sofifisofiani.wordpress.com )
Cast: Cho Kyuhyun
Kim Eunhae / Park Hyena
Super Junior
Kategori : Chapter, Love,Friendship
Pernah dipublikasikan di : http://www.sofifisofiani.wordpress.com

SIAL! Aku mengumpat dalam hati sambil membersihkan seragamku yang terkena noda ice cream. Sebenarnya semua ini tidak akan terjadi kalau si namja bodoh itu tidak menyenggolku dengan sengaja dan bahkan menengok. Dia terlalu sibuk tebar pesona kesana dan kemari. Membuatku mual dan enek melihat mukanya yang sok ganteng itu. Aku melangkah tergesa-gesa menuju kamar mandi. Aku menatap cermin dihadapanku sambil memandangi wajahku. Sebenarnya aku cantik. Tapi aku tidak mau menebarkan kecantikanku. Ujarku sombong. Lebih tepatnya aku harus menyembunyikan kecantikanku. Namaku Kim Eunhae. Tapi itu nama samaran. Nama asliku adalah Park Hyena.Aku adalah anak tunggal seorang direktur kaya raya di Seoul. Tapi aku tidak pernah manja dan meminta ini itu pada appaku. Aku lebih senang hidup dalam kemandirian. Sebenarnya aku juga model sekaligus seorang penyanyi. Namun aku sengaja menyembunyikan identitasku di sekolah ini. tujuanku hanya satu. Yaitu mencari My True Love. Aku terpaksa berubah menjadi itik buruk rupa. Memakai kacamata super tebal dan mengepang rambutku. Ini demi My True Loveku. Sebuah getaran lembut dan singkat terasa dari dalam sakuku. Ada telfon dari manager.
“yeoboseyo. Ne. Aku sedang sekolah. Mwo? hal su eobsda! Aku tidak bisa meninggalkan urusanku sekolah hanya demi tawaran seperti itu. mwo? Aishh! Apalagi kalau begitu? Tidak! Pokoknya sekali tidak ya tidak!” ujarku kesal lalu mematikan telfon. Aku melangkah keluar dari kamar mandi. Tidak sengaja aku menubruk seseorang.
“Aishh! Mian haeyo.” Ujarku sopan sambil membungkuk.
“Kau bisa jalan menggunakan mata tidak sih?!” teriak orang itu. Aish! Disaat aku sedang kesal begini kenapa orang ini mesti muncul. Aku menatap namja menyebalkan ini dengan geram.
“Aku sudah minta maaf! Aku tidak sengaja! Kau sendiri sudah tau orang sedang tidak lihat, setidaknya menghindarlah!” ujarku sambil balas marah. Dia memandangku sinis.
“Isanghae! Kau yang salah tapi mencoba menyalahkan orang lain?! Sudahlah, tidak akan ada habisnya bertengkar denganmu.” Ujarnya sambil mengibaskan tangan dan pergi. aku memandang pungungnya geram. Ada ya orang semenyebalkan begitu? Membuatku muak dengan sikapnya. Aku melangkah ke dalam kelas dan duduk dibangkuku. Mulai membuka novel terbaru Agatha Cristhie. Sampai bel tanda masuk berbunyi dan semua siswa bagai hewan lepas dari kandangnya. Berlari memasuki kelas dengan berisik dan membenturkan pantat mereka ke kursi. Lalu tiba-tiba ruangan menjadi tambah berisik ketika seorang namja yang sok kegantengan masuk ke dalam kelas sambil melirik kanan kiri dan menebarkan aura menyebalkan. Ia berjalan dengan sok kerennya dan duduk disebelahku. Inilah alasan mengapa aku sangat sebal di sekolah. Masalahnya adalah namja menyebalkan itu duduk disebelahku. Aku pernah protes dan malah diomelin oleh fans clubnya dan menceramahiku tentang BETAPA BERUNTUNGnya aku duduk dengannya. Kelas mulai terlihat sepi ketika sonsaengnim masuk dan memulai pelajaran.
“Hei kau! Aku tidak membawa buku, berikan bukumu padaku!” ujar namja menyebalkan ini berbisik. Aku menatapnya tajam.
“Andwae.” Ujarku dingin sambil menatap sonsaengnim yang sedang menuliskan soal di depan.
“Yak! Kau ini yeoja yang sangat menyebalkan! Sebelumnya tidak pernah ada yang menolak membantuku.” Ujarnya protes.
“Do not equate me. Aku bukanlah yeoja bodoh yang mau mengagung-agungkan kau karena kau adalah artis terkenal.” Ujarku sinis dan datar. Nyaris tanpa ekspresi.
“ttalaseo, kau pikir bahwa semua yang menyukaiku itu hanya orang-orang bodoh?” tanyanya sedikit marah.
“ne. Untuk apa mengagung-agungkan orang yang bahkan tidak akan pernah melirikmu sedikitpun.” Ujarku sambil mencatat. Ia hanya diam dan menggeleng.
“Baru kali ini aku bertemu orang setolol dirimu.” Ujarnya melecehkan.
“Mwo?” tanyaku tidak mengerti. Ia hanya tersenyum sinis sambil menyombongkan diri.
“Kau tolol karena bilang bahwa orang yang menyukaiku bodoh. Dan menyia-nyiakan temanmu yang artis ini. padahal kau bisa menyombongkan aku pada semua orang bahwa kau memiliki teman artis.” Ujarnya. Aku melongo.
“Sebelum kau kepedean lebih lanjut, aku hanya mau bilang 2 hal. Pertama, aku tidak pernah menyukaimu dan tidak pernah menganggapmu temanku. Yang kedua aku tidak mau sombong dan menjadi sepertimu.” Ujarku.
“Cho Kyuhyun! Kim Eunhae! Sampai kapan kalian mau mengobrol! Cepat kerjakan!” bentak sonsaengnim.
“ne.” Ujar kami berdua berbarengan. Semua yeoja memandang kearahku marah. Entah iri. Lalu aku mengabaikan namja menyebalkan ini yang terus diam sejak aku mengatakan dua hal tadi.
****
Hyusig! Adalah jam yang paling aku sukai. Dimana aku bisa rilex dari segala penat yang ada. Dan jauh dari namja menyebalkan bernama Cho Kyuhyun! Dia adalah salah satu member boyband yang menurutku cukup terkenal di dunia. Super Junior. Aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka semua. Walaupun aku kenal dengan semua member karena sering melakukan pemotretan bareng atau menyanyi bersama. Tapi aku hanya beramah tamah dan suka pada mereka didepan saja. dibelakang aku sama sekali tidak tertarik kepada mereka. Apalagi pada namja sombong bernama Cho Kyuhyun. Dia hanya baik sama yeoja yang cantik saja. buktinya dia sangat baik dan ramah padaku ketika kami bertemu untuk pemotretan. Tapi lihat sikapnya di sekolah? Sombong setengah mati. Aku memesan roti salmon acar pada bibi kantin dan duduk di tempat aku biasa duduk. Tidak ada yang pernah menyerobot bangkuku. Karena yah, tidak ada yang mau duduk dibangkuku karena terkenal dengan legenda hantunya. Tapi menurutku semua itu sangat konyol. Dan hanya aku yang berani duduk disini. Tapi saat pesananku datang, kesantaianku terganggu oleh namja menyebalkan yang berjalan kearahku.
“ikut denganku.” Ujarnya singkat sambil menarik tanganku.
“mwo?! Andwae!” ujarku menepis tangannya. Tapi dia mencengkram tanganku keras. Ia menyeretku paksa. Semua orang yang berpapasan dengan kami melihat kami dengan heran sambil berbisik-bisik.
“Gaja!” ujarku sambil menarik tanganku. Ia memandangku.
“apa maumu?” tanyaku memegangi pergelangan tanganku. Ia memandangku lalu memelukku tiba-tiba. Aku kaget terkejut sekaligus merasa aneh.
“Gaja! Apa yang kau lakukan?!” teriakku melepaskannya.
“Chimmug. Saranghae.” Ujarnya pelan. Aku terkejut. Sedikit. Karena sebenarnya aku yakin namja ini hanya mau permainkan aku dan membuat aku tertarik padanya. Aku sudah kenal dengannya. Dan banyak sekali yeoja yang terjebak dengan kelakuannya ini. Aku melepaskan paksa pelukannya. Dia menatapku dan memegang pundakmu. Lalu menggenggam tanganku.
“You wanna be my girlfriend?” tanyanya tanpa babibu. Aku diam tanpa ekspresi. Padahal di dalam hatiku, aku tegang Luar biasa.
“Andwae.” Ujarku singkat padat dan jelas.
“Waeyo?” tanyanya padaku dengan tatapan memelas yang membuatku muak.
“Tidak ada alasan untukmu Kyuhyun. Aku sudah tau taktikmu. Kau hanya berpura-pura. Menyukai seseorang. Dan lalu kau campakkan dia sesuka hatimu. Aku tidak babo Kyuhyun. Aku tidak akan terkecoh.” Ujarku dingin.
“Aku serius Eunhae. Sudah lama aku menyukaimu. Selama ini aku mencari gara-gara hanya demi menarik perhatianmu. Apa kau tidak pernah sadar?” tanyanya meyakinkan. Sangat meyakinkan. Aku hampir saja terkecoh. Namun aku menggeleng dan mendorongnya.
“geojismal. Aku tau mulutmu hanyalah mulut buaya Kyuhyun. Aku tidak habis pikir bagaimana jalan pikiranmu. Kau itu hanyalah seorang namja pembohong. Dan kau hanya bisa bersembunyi dibalik ketenaranmu. Kau tidak lupa dengan 2 hal tadikan. Aku tidak menyukaimu. Dan aku tidak pernah menganggap kau teman. Bagaimana mungkin kau bisa suka padaku? Dan aku bisa suka padamu?” tanyaku heran. Dia menatapku tidak percaya.
“Sudahlah. Simpan semua kebohonganmu untuk yeoja bodoh lainnya. Tapi satu hal yang harus aku tekankan bahwa aku tidak menyukaimu. Tidak akan.” Ujarku dingin dan terlalu kasar sepertinya.
PLAK! Tamparan lumayan keras mendarat dipipiku. Aku melihat Kyuhyun dengan mata merah menyala menahan marah. Aku memegangi pipiku.
“Mian! Aku tidak bermaksud…”
“Oke. Tidak masalah. Terserah kau mau melakukan apa padaku Cho Kyuhyun. Aku tidak peduli. Nah sekarang setelah kau puas aku boleh pergikan? Aku punya kehidupan lain selain menjadi bonekamu.” Ujarku sinis dan meninggalkannya sendirian.
***
Setelah kejadian itu, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya selama 3 hari. Dia tidak sekolah dan tidak juga dengan syuting. Aku mencoba untuk berhenti memikirkannya dan fokus pada kehidupanku. Tapi, tidak bisa. Entah mengapa bayangan matanya yang kecewa memenuhi pikiranku membuatku melakukan satu hal yang menurutku bodoh.
***
Aku berdiri didepan gedung dorm Super Junior. Tentu saja berperan sebagai Eunhae. Karena kalau berperan sebagai Hyena aku bisa digosipkan macam-macam. Aku mengetuk pintu kamar lantai 12. Lalu seorang namja bernama Donghae keluar.
“Ne, nugu?” tanyanya melihatku aneh.
“Kim Eunhae imnida. Cho Kyuhyun geogi?” tanyaku hati-hati.
“Ah! Kau teman sekolahnya ya? Ayo masuk.” Ujarnya mempersilakan aku masuk. Lalu aku duduh di kursi ruang tamu.
“Perkenalkan namaku Lee Donghae. Aku Hyungnya Kyuhyun.” Ujarnya memperkenalkan diri. Aku mengangguk.
“Kau pasti ingin tau kenapa Kyuhyun tidak sekolah?” tanyanya padaku. Aku sedikit ragu dan mengangguk.
“Sebenarnya dia sendiri juga tidak mau bilang alasannya. 3 hari yang lalu dia pulang dengan wajah pucat dan mengurung diri di kamar. Kami bingung ada apa dengannya. Dan sekarang dia sedang ada dikamar karena demam tinggi.” Jelasnya. Aku melongo. Apa karena aku? Lalu Donghae membawaku ke kamar Kyuhyun. Sebelum aku masuk, dia mengatakan sesuatu padaku.
“Aku mohon. Kalau dia berkata sesuatu atau meminta sesuatu penuhilah keinginannya. Karena kondisinya sedang sangat drop untuk menerima penolakan.” Ujarnya. Aku heran. Tapi Donghae benar-benar merayuku. Maka aku mengangguk. Aku masuk dan Donghae meninggalkan aku di dalam kamar. Aku melihat Kyuhyun terbaring lemah tak berdaya diatas kasur. Ya tuhan! Jahatkah aku?! Tanyaku merasa bersalah. Aku mendekatinya dan mengelus rambutnya. Aku baru tau bahwa rambutnya sangat halus. Dan pipinya sangat halus. Tanpa noda dan flek sedikitpun. Kulitnya bahkan lebih bagus dari para yeoja. Dasar prawatan kelas artis. Ujarku dalam hati. Lalu tiba-tiba ia mengerang dan membuka matanya. Aku terperajat kaget.
“Mau apa kau disini?” tanyanya lemah.
“Aku… aku hanya ingin tau bagaimana keadaanmu karena sudah 3 hari kau tidak sekolah. Dan sonsaengnim menngintrogasiku terus karena kau tidak masuk.” Ujarku datar dan dingin. Lalu dia bangun dan duduk di tempat tidur.
“Geogjeong?” tanyanya menggoda. Aku diam dan menggeleng.
“Andwae. Jangan geer kau. Aku hanya mau mengantarkan catatan yang dititipkan sonsaengnim dan surat-surat penggemarmu.” Ujarku menyerahkan 3 buah buku tulis dan 10 pucuk surat berwarna warni padanya. Lalu mengambil tas.
“Kalau kau ternyata hanya demam. Aku tenang. Aku pulang.” Ujarku.
“Eunhae.” Panggilnya padaku. Aku berhenti didepan pintu dan tidak berbalik sama sekali.
“wae?” tanyaku membelakanginya.
“Aku sungguh-sungguh dalam mengatakan hal waktu itu. Saranghaeyo.” Ujarnya lagi. Membuatku sedikit merinding. Namun aku tidak bisa menahan gejolak rasa gugupku. Ada apa denganku? Aku bertanya dalam hati.
“Kyuhyun sudah berapa kali…”
“Jangan jawab. Aku tidak siap disakitimu. Kau hanya perlu berkata ne atau andwae.” Ujarnya lalu melangkah mendekatiku. Kini ia sudah ada di belakangku. Aku berbalik. Kini wajahnya sudah berada didepanku. Aku menatapnya.
“Aku…” ujarku bingung. Aku memang membencinya. Namun aku teringat akan janjiku pada Donghae. Kyuhyun belum siap menerima penolakkan. Maka dengan berat hati aku menjawab.
“Baiklah Cho Kyuhyun, aku mau.” Ujarku. Lalu wajahnya kembali ceria dan tersenyum. Ia memelukku erat. membuatku sedikit nyaman dalam pelukannya.
“Gomawo. Gomawo Eunhae. Aku tidak akan mengecewakanmu.” Lalu ia keluar kamar dan memanggil semua hyungnya. Dan memperkenalkanku. Aku pura-pura tersenyum dan ceria. Padahal aku sungguh benci kebohongan. Lalu Donghae mengangguk dan berbisik padaku.
“Kamsahamnida.” Ujarnya. Aku hanya bisa tersenyum lemah. Akankan semua ini akan bertahan lama? Dan akankah dia bersikap begini jika mengetahui siapa aku?
The end?

 

 

Ahhh!!! Ceritanya aneh… bener-bener kehabisan akal.. !!! Silakan comment dan kritikannya… Gomawo :)

13

Beautiful

ANNYONGHASEYO!! CHINGUDEUL!! ONNIDEUL!! Fani imnida, atau sering dikenal dengan nama Hyunjin. Bagapseumnida..

Ini postingan pertamaku sbg Author di WFF, so..mian kalo ceritanya gak bagus, Tapi harusnya bagus dong*maksa*. Oia, terima kasih jga buat Admin yg udh mempercayakan aku sbg author..kamsahamnida*bow*.

Silahkan nikmatin ceritanya ya!!!

***

Lee Hyunjin..nama itu selalu terngiang di telingaku. Dia selalu hadir didalam pikiranku. Ya,,dialah yeoja-ku. Yeoja yang selalu menemaniku setiap hari. Memberikanku dukungan saat aku capek dalam menjalani pekerjaanku yang adalah seorang model. Inilah aku Lee Gikwang, model yang sedang naik daun. Sekarang aku memang sangat terkenal, dan karenanya aku sering kelelahan. Tapi untung saja ada Hyunjin, yang selalu menyemangatiku.

”Oppa,,kau sudah datang??” tanya Hyunjin saat aku baru saja menginjakkan kakiku di restoran tempat dia bekerja. Dia bekerja sebagai pelayan di restoran ini, dan di restoran inilah aku bertemu dengannya.

”Hmm..jagi,,diluar panas sekali” kataku manja sambil mengelus leherku menandakan kalau aku sangat haus. Dia tersenyum mengerti.

”Haha..oppa ada-ada saja. Sebentar ya, aku ambilkan minuman” dia berjalan kedalam, dan aku mencari tempat duduk.

Aku memilih meja dekat kasir dan disamping jendela. Di meja ini aku bisa melihatnya kemanapun ia pergi. Aku melepaskan tas dan jaketku, tapi tidak untuk topiku. Bisa-bisa aku dikerumuni oleh banyak fans lagi*Pdnya GK kumat..haha*.

”Ini..minumlah” Hyunjin datang dan memberikan segelas jus melon padaku. Aku menyeruputnya.

”Buatanmu sendiri??” tanyaku memastikan. Karena aku sangat tau dengan seleranya dalam membuat jus, tidak terlalu manis.

Dia menganggukkan kepalanya, ”Ne..waeyo?? Tidak enak??” tanyanya khawatir. Wajahnya sangat lucu.

”Hmm,,,ani. Tapi aku khawatir jika meminum minuman buatanmu..” jawabku yang membuatnya menjadi bingung.

”Mwo?? Waeyo?!!” tanyanya sedikit marah.

”Aku takut jika aku menjadi semakin cinta padamu, karena kau memasukkan bumbu cinta pada minuman ini yang membuatku tersihir” dia memanyunkan bibirnya, membuat dia semakin kelihatan imut.

”Gombal. G-O-M-B-A-L!!!” dia langsung berdiri dan melayani pelanggannya.

“Hahaha…jagi,,aku sama sekali tidak gombal!” teriakku ketika dia sedang menulis pesanan pelanggannya. Dia menjulurkan lidahnya untuk membalas kalimatku yang menggodanya itu.

Aku membuka tas-ku, mengambil amplop yang diberikan oleh Sajangnim tadi sebelum aku ke restoran. Aku mendapatkan beberapa foto disana. Ah,,ternyata hasil kerjaku.

Hmm…aku lihatan imut sekali disini..haha

 

Wah ada lagi..ini menakjubkan. Hyunjin pasti menyukainya.

 

”Oppa,,apa yang kau lihat??” tanya seseorang yang pastinya adalah Hyunjin mengagetkanku.

”AH..kau mengagetkanku saja” dia tertawa kecil kemudian duduk disebelahku.

”Hmm…foto yang ini jelek sekali” ejeknya.

 

”MWO?? Hey,,menurut produser, foto ini yang paling bagus!!” marahku. Dia kelihatan berfikir. Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh yeojaku ini.

“Tapi menurutku, oppa lebih bagus jika tidak memamerkan abs oppa” jawabnya yang membuatku ingin tertawa.

“Hahahaha….kau itu terlalu polos jagi. Hmm…jangan-jangan kau cemburu karena aku memamerkan abs-ku. Sehingga banyak yeoja yang akan tertarik padaku. Iya kan??” aku kembali menggodanya.

Wajahnya sudah memerah sekarang. ”Aniyo..silahkan saja pamerkan abs-mu itu!!” dia kembali memilah-milah foto yang lain. Melihat wajahnya itu, aku jadi semakin ingin mengerjainya.

’cup’ aku mengecup pipinya. Kelihatan dia sangat kaget, dan menatapku tajam.

”Oppa!!” teriaknya.

”Yang ini lebih imut bukan??” tanyaku sambil menatap fotoku berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

 

”Kau menyebalkan!!” dia memukulku menggunakan nampannya, dan langsung pergi.

”Aww…hey, kalau aku memar. Besok aku tidak bisa ikut pemotretan!” teriakku sambil mengelus kepalaku. ”Sadis ah!!” gumamku. Ini benar-benar sakit.*yey!!akhirnya terbalas juga..haha**apaseh thor,,ganggu aje lu*.

”Oppa,,bayar minumanmu!!” Anak itu, benar-benar tidak ada rasa kasihan terhadap jagi sendiri.

****

Setelah membersihkan tubuhku, aku merebahkan tubuhku di kasur. Sangat melelahkan hari ini. Tapi melihat hasil dari pekerjaanku, rasanya sangat menyenangkan.

Hah..apa yang sedang dilakukan Hyunjin sekarang ya?? Apa dia juga memikirkanku?? Sebaiknya aku menelponnya.

Arghh…kepalaku pusing sekali. Aku menekan tombol 1 pada ponselku, speed dial untuk Hyunjin, nae yeoja.

”Yoboseo?” terdengar suara lemahnya diseberang sana.

”Jagi~~,,kau sedang apa??” tanyaku to the point.

“Aku? Sedang membantu Eomma menyiapkan kamar untuk tamu yang akan tinggal dirumah nanti. Waeyo??” jawabnya. Wah,,dia ini benar-benar cuek.

”Oh…awww” aku merasakan sakit lagi pada kepalaku.

”Oppa?? Wae guraeyo??” tanyanya khawatir. Ternyata dia juga bisa khawatir seperti itu.

”Kepalaku sakit,,ini semua karena kau!” aku kembali ingin mengerjainya.

”Mwo? Karena aku? Kenapa bisa seperti itu??” ambeknya.

”Ingat kejadian tadi siang??” tanyaku, berharap dia mengingat kejadian dia memukulku dengan nampannya.

”Tadi siang? AH~~,,nampan itu~~” ingatnya.

”Karena itu kepalaku sakit sekarang!”

”Mianhae,,besok pagi aku akan ke apartementmu. Sebagai permintaan maafku, aku akan membuatkan sarapan besok, ok?” tawarnya.

”Hmm…boleh. Tapi harus yang enak. Dan juga…Ah!! besok kau libur kan??” tanyaku lagi.

”Ne..”

”Kalau begitu, kau juga harus menemaniku pemotretan…” titahku.

”Ta…” aku memotong perkataannya. ”HARUS!! GAK ADA ALASAN. ARASEO?!” paksaku.

”Hah..baiklah” jawabnya. ”Sudah,,oppa tidur saja. Biar sakitnya hilang!” perintahnya.

”Ne,,annyong jagi. Sleep well~” aku menutup flip ponselku.

Kemudian mencari posisi yang enak untuk tidur, tapi sakit di kepalaku tidak kunjung hilang.

****

Aku membuka mataku perlahan. Sudah pagi ternyata.

”Sudah bangun?” tanya seseorang mengagetkanku.

”Hyunjin!!” kagetku melihatnya yang sduah ada di apartementku pagi ini.

”Kenapa,,bukannya aku sudah janji semalam??” tanyanya padaku. Aku menganggukkan kepalaku.

”Cepat cuci mukamu, setelah itu kita sarapan. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu” perintahnya segera kuturuti. Karena aku yakin, masakannya pasti sangat enak. Dia pernah membuatkan makanan saat aku sedang mengerjakan tugas kuliah bersama Yoseob dan Dongwoon, dia membuatkan kami sup kimchi dan rasanya sangat enak.

 

”Wah…mashda!!” kataku saat menyicipi sup ayam, dan dikolaborasikan dengan bubur yang masih hangat.

”Gumawo..makanlah yang banyak. Hari ini pasti akan melelahkan” katanya sambil menyuapkan sup ayam kemulutku.

”Hmm..ara. Tapi kau akan menemanikukan hari ini?” tanyaku memastikan.

”Ne,,itu kan permintaanmu” jawabnya sambil memainkan ponselnya.

”Baguslah…” aku menghabiskan buburku, dan segera bersiap-siap menuju lokasi pemotretan.

****

Saat sampai di lokasi, aku segera bersiap-siap, dan dia hanya melihat-lihat kesekeliling dan sekali-kali memperhatikanku yang sedang di make up.

Hmm…dia pasti cantik kalau di make up.

Setelah selesai di make up, aku memanggilnya dan menyuruhnya duduk di meja rias. Kemudian menyuruh Noona yang tadi meriasku untuk mendandaninya.

“Duduk yang baik” perintahku saat dia ingin berdiri.

“Tapi oppa~~” aku menatapnya dengan tajam, sehingga dia duduk kembali dan menerima apa yang dilakukan Noona padanya. Lucu sekali.

“Gikwang-ah! Giliranmu!” panggil photographer Hyung padaku. Sudah saatnya untuk aku bekerja.

“Duduk yang baik. Noona! Aku titip dia padamu!!”

 

Saatnya mengambil gambar,, aku mulai berpose sesuai perintah dari sang photografer.

 

’plok plok plok’ terdengar suara tepuk tangan saat aku selesai mengambil pose.

“Ternyata jagiku bekerja dengan sangat keras” katanya.

 

~Beautiful my girl! My beautiful my girl baby..ah..ah. So beautiful my girl~

 

”Hyunjin?? Ini kau??” kagumku. Dia sangat berbeda. Benar-benar cantik. Sangat berbeda dari Hyunjin yang sebelumnya, yang cuek dan sama sekali tidak memperhatikan penampilannya.

Dia masih memanyunkan bibirnya, tapi sedkit tersenyum melihat ekspresiku yang kagum melihatnya.

”Sudah puas sekarang??” tanyanya jutek.

”Sangat~” jawabku, dan kemudian memeluknya.

”Oppa,,jangan berlebihan!” dia melepaskan pelukanku. Dan dia tersenyum, membuatnya semakin kelihatan semakin cantik. Ya, aku tidak bisa berhenti mengatakan ‘cantik’.

”Neo neomu yeoppo. Neomu yeopposo!” kataku yang berhasil membuat wajahnya memerah.

”Gumawo~~” katanya pelan.

’cup’ untuk kesekian kalinya aku mengecup pipinya. Dia menjitak kepalaku sedikit keras.

”Aw..sadis ah~” erangku. Tanpa kusadari beberapa pasang mata telah memperhatikan kami.

”Ckckck..hey Gikwang! Kalau ingin pacaran jangan disini!” marah salah satu kru padaku.

”Ah,,mianhae Hyung” aku menundukkan kepalaku malu.

”Istirahat dulu. Nanti kita lanjutkan. Disini juga ada yang membutuhkan waktu untuk berpacaran” sindir kru itu lagi. Wajah Hyunjin sudah memerah.

”Kajja!” aku menariknya ke ruang ganti.

 

Kami mengobrol seperti biasa. Meskipun sekali-kali aku masih saja terkagum akan cantiknya yeoja yang ada disampingku ini. Dia melihat-lihat hasil pemotretanku, dan jika ada gambar yang menurutnya jelek atau tidak disukainya maka ia akan mengambil dan menyimpannya didalam tasnya. Kebiasaannya yang itu tidak pernah hilang dari dulu.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dia segera menjawab telponnya.

”Yoboseo,,ne ahjussi. Ah,,hmm..baiklah, aku segera ke restoran” dia menutup flip ponselnya.

”Oppa,,mianhae. Aku harus ke restoran sekarang. Mereka butuh bantuan, pelanggan sangat ramai sekarang” pamitnya padaku sambil membereskan barang-barangnya. Tidak lupa juga dia membawa fotoku yang sudah dipilihnya tadi.

”Hmm…baiklah. Tapi nanti malam aku akan ke restoran” kataku dan mengantarkannya kedepan sampai dia mendapat taksi. Sebenarnya aku tidak rela jika dia pergi sekarang, aku masih ingin didekatnya. Tapi apa boleh buat, aku tidak boleh egois. Bukan hanya aku yang mempunyai pekerjaan, dia juga harus memenuhi tanggung jawabnya.

 

”Ayo kita mulai lagi!!” perintah sang photografer.

”Ne..” aku berdiri dari dudukku, tapi kurasakan lagi sakit dikepalaku. Ini sangat sakit, tidak seperti sebelumnya. Dan tiba-tiba semuanya gelap.

****

Aku membuka mataku perlahan. Pandanganku kabur, tapi sedikit demi sedikit semuanya menjadi jelas.

”Gikwang-ah,,kau sudah sadar?” tanya Noona padaku.

”Ne. Ini dimana?” tanyaku.

”Di rumah sakit. Tadi kau pingsan saat akan mulai, kami panik dan langsung membawamu kesini” jelas Noona.

”Gumawo,.” kataku masih sedikit merasa pusing.

”Kalau begitu aku pulang dulu. Kau istirahatlah” Noona meninggalkan kamarku.

”Gikwang-ssi, apa kau sudah merasa mendingan?” tanya Dokter.

”Ne,,sonsaengnim” jawabku, dan mencoba untuk turun dari ranjang. Ah,,rasa sakitnya sudah hilang.

”Kalau begitu kita lihat hasil tes kesehatanmu” ajak Dokter itu. Aku mengikuti Dokter itu menuju ruangannya.

”Ini hasil ronsen yang kami lakukan tadi. Kau bisa lihat yang ini…” Dokter itu memberikan hasil ronsen tersebut dan menunjukkan sesuatu yang mengejutkan padaku.

”Ini…” Dokter itu menganggukkan kepalanya.

***

Ok, mianhae kalo gaje endingnya, ini ada sekuelnya kok, tenang aja. Aku masih belum begitu pengalaman bikin ff, masih amatiran..hehehe. Tapi, aku butuh komentnya ya, biar bisa bikin yg lebih bagus. Ini ff pertamaku yg dipersembahkan utk B2ST*hug 6 oppa*.

WARNING: DON’T BE SILENT READER!!!!

17

Khuntoria–Love?

Nichkhun melakukannya. Ia berhasil melaksanakan rencana yang dari dulu memang telah ia rencanakan, tapi entah apa yang di dapatkannya sekarang.

Gadis yang berusaha di senangkannya itu hanya balas menatapnya dengan mata menyipit, dan setiap kerutan di wajahnya membentuk senyum di wajahnya. Penuh senyum, penuh rasa terima kasih, tapi ini sama sekali bukan reaksi yang diharapkan Nichkhun.

Tahukah dia bahwa dirinya melakukan ini semua dengan nyata? Bukan sekedar akting atau hanya untuk menaikkan pamor? Atau hanya untuk menaikkan rating acara yang sedang mereka ikuti sekarang?

Tidak. Kalau itu adalah pertanyaan utama sekarang, maka jawabannya jelas tidak. Nichkhun benar-benar melakukan ini semua atas kemauannya sendiri. entah kenapa, ia hanya ingin melihat ‘istri’nya itu menangis bahagia melihat apa yang dilakukannya untuknya.

Gomawoyo…” kata Victoria berulang-ulang, masih sambil tersenyum.

Nichkhun membalas senyum itu, tapi dengan senyum kekecewaan. Reaksinya sama dengan saat Nichkhun melakukan sesuatu untuknya di atas kapal yang ia pesan khusus untuk mereka berdua. Hanya tersenyum, dan itu benar-benar tidak memuaskan Nichkhun.

“Eum… kemana kita sekarang?” suara itu bertanya lagi.

“Kita akan keluar, lalu baru putuskan kemana,” jawab Nichkhun.

Victoria mengangguk senang, lalu mengikuti langkah Nichkhun keluar dari bangunan besar itu.

Setelah hampir keluar dari gedung, Nichkhun menyadari sesuatu. Pakaian Victoria tidak cukup hangat. Ia hanya mengenakan celana pendek di dalam mantelnya, dan ia tidak mengenakan sarung tangan. Nichkhun segera mengeluarkan sarung tangan yang ia bawa, dan menyerahkan salah satu dari sarung tangan itu untuk Victoria dan satunya lagi untuk dirinya.

“Kau akan memakai sebelah ini, dan aku yang satunya,” Kata Nichkhun.

Lagi-lagi Victoria hanya mengangguk dan memakai sarung tangan itu ke tangan kanannya, begitu juga Nickhun, hanya saja Nichkhun mengenakannya di tangan kiri.

“Dingin,” kata Nichkhun saat angin malam menerpa wajahnya dan Victoria begitu saja. Walaupun sudah sering terkena dingin seperti ini, ia tidak pernah suka dengan kedinginan yang selalu ia derita saat musim dingin.

Nichkhun melirik tangan kiri Victoria yang tidak terbungkus apapun. Ingin sekali ia menghangatkan tangan lentik itu dengan cara menggenggamnya erat, tanpa melepaskannya sedikitpun.

Akhirnya, Nichkhun memberanikan diri. Ia tidak menggenggam tangan kanan Victoria seperti apa yang ia pikirkannya tadi, tapi ia merangkulnya, karena tadi Victoria mengeluh karena kedinginan. Akhirnya  tangan kanan Nichkhun menarik bahu kiri Victoria agar ia lebih merapat dengannya.

“Maaf, aku terlalu dingin,” katanya bohong. Ya, ini jelas-jelas bohong. Nichkhun hanya berpikir bahwa Victoria-lah yang sekarang sedang kedinginan, sehingga ia perlu menghangatkannya.

Continue reading

15

Wedding Dress

Title: Wedding Dress

Category: Romace/Friendship, One Shoot

Cast : Han Seul Rin

Lee Donghae

Choi Minho

Park Gaeum

Lee Hae Rin

Cho Min Hae

Lee Joon

 

Aku melangkahkan kakiku ke sebuah makam, meletakan sebuah bunga kesenangannya. Bunga yang selama ini aku berikan kepadanya di setiap bulan, bunga yang dulu selalu menemaniku menemuinya.

“Yya Seul Rin-aa bagaimana kabarmu? Hari ini aku bawakan lagi bunga kesenanganmu. Oh iya mungkin ini adalah hari terakhirku bersamamu. Mianhae, jeongmal mianhae aku tak dapat menemanimu lagi. Tak apa kan? Lagipula walaupun aku pergi, hatiku akan selalu menemanimu” Ujarku pada sebuah batu pualam putih. Ya kalian pasti sudah tau ini adalah sebuah makam. Dan batu nisan ini adalah milik seorang gadis yang mengajariku untuk mencintai. Gadis yang selalu tersenyum walau kematian akan menjemputnya.

:: FLASH BACK ::

“Yya Seul Rin-aa uljima” Ujarku padanya. Aku tau hari ini adalah hari terberat baginya karena kekasihnya yang selama ini ia cintai menikah dengan kakaknya sendiri. Ya tentu saja aku tahu, segalanya, karena ia selalu menceritakannya kepadaku.

“Mianhaeee donghae-sshi biarkan aku untuk menangisinya walau hanya sehari, kumohon, biarkanlah aku menangisi kepergiannya” Ujarnya pelan sambil terisak. Aku terdiam, aku mengerti perasaanya tapi aku tak tahan melihatnya tersakiti seperti ini, kupeluk tubuhnya yang bergertar, dan tangisnya pun semakin pecah.

 

>>three month later<<

“Donghae-sshi aku sedang menggambar design dress, jangan menganggu nanti kau menghancurkannya. Memangnya kau tak ada kerjaan lain apa selain menggangguku?” Omelnya padaku. Aku tekikik melihatnya kesal seperti ini setelah tiga bulan pernikahan kakaknya, baru kali ini aku meliahatnya serius sekali dengan pekerjaanya sebagai designer ‘wedding dress’.

“Habis kau mengacuhkanku, aku kan jadi bosan” Jawabku. “Ngomong-ngomong kau sedang membuat design baju untuk siapa?” Lanjutku. Tiba-tiba kulihat mukanya memerah.

“YYa! Kenapa mukamu merah? Apakah itu design dress untuk pernikahanmu?” Ujarku memancingnya untuk mengatakannya.

“Molla, yang jelas baju ini akan ku berikan untuk seseorang yang aku sayang” Ujarnya,sekilas kulihat ia tersenyum miris sambil melihat design buatannya tersebut.

“memangnya kau punya orang special?” Tanyaku spontan diikuti jitakan dari Seul Rin

“YYa! Memangnya aku ini manusia yang tidak punya teman apa? Lagipula kua juga termasuk orang yang special bagiku” Ujarnya.

‘DHEG’

Jantungku berdetak kencang. Ahhh ada apa ini, perasaanku senang bukan main mendengar pernyataanya.

“YYa kenapa kau terdiam begitu hah?” Ujarnya membangunkan lamunanku. Aku hanya dapat tersenyum membalas pertanyaannya.

“Aish kau ini….” Omelnya, lalu kembali ke pekerjaanya.

>> The following days<<

Aku sadar sekarang, bahwa aku ternyata mencintainya, Aku menyayanginya lebih dari sekedar sahabatku. She is my everything, segalanya untukku. Entahlah tapi aku terlalu takut untuk memilikinya. Terlalu takut untuk jujur kepadanya. Terlalu takut untuk kehilangan wajah cerianya. Tapi aku tak dapat melihatnya di miliki oleh orang lain, aku begitu mencintainya.

 

:: Seul Rin POV ::

Sudah 5 bulan sejak Minho oppa menikah dengan Gaeum onnie, dadaku selalu sesak saat melihat mereka bersama, sesak sekali, terlalu sakit melihatnya. Aku tahu ini namanya mati bunuh diri kalau aku selalu melihat mereka bersama, tapi aku tak apa asalkan Gaeum onnie bahagia, biarkan hatiku ini sakit, aku tak ingin hati orang lain sakit karenaku. Cukup aku saja yang menderita? Ya kan? Continue reading