6

HelloSeries : Hello My Ducky

author : eurekalee-teuk

CAST :

Asha Eurekalee-teuk (me^^) as Hwang Yeonsoo

Elsiwonnie as Jang Minhyun

SHINee’s Members

>>

“Ahhhh~~~” keluh seorang gadis dengan kaos yang tampak kebesaran. Ia memasuki butik dan terengah-engah. Begitu sampai ia langsung menuju ke tempat dimana ia bisa bertemu dengan petugas butik tersebut.

“Annyeonghaseyoo..” sapanya.

“Annyeonghaseyo. Ada yang bisa saya bantu, agassi?” ucap salah satu penjaga yang berseragam abu-abu dengan kombinasi oranye.

“Ibu saya memesan pakaian disini, dan hari ini saya datang untuk mengambilnya,” ucap gadis itu sopan.

“Jamsiman. Siapa nama pemesannya, agassi? Dan siapa nama nona atas nama pihak yang mengambil barang pesanan?” ucap penjaga itu sambil mengeluarkan buku dan beberapa nota.

“Pemesan atas nama Goo Insook. Dan saya, Hwang Yeonsoo,” jawab gadis itu.

Penjaga itu pun menyobek kertas dan memberikan bolpoin ke arah Yeonsoo, “Tanda tangan disini nona. Saya akan mengambilkan barang pesanan anda. Tunggu sebentar.”

“Ne.” Yeonsoo pun menandatangani kolom yang tersedia.

Tak lama kemudian, petugas itu datang membawa pakaian pesanan yang diminta Yeonsoo. Gadis itu pun menerimanya, lalu membungkuk berterimakasih.

Langkah kaki Yeonsoo terhenti saat ia melihat sepotong mantel berwarna gelap yang terpampang di salah satu manekin. Yeonsoo sedikit terkejut saat ada seorang yang memegang mantel itu.

Yeonsoo menoleh, seorang namja. Yeonsoo memperhatikan pria itu dalam hitungan detik.

“Kau ingin membelinya?” tanya pria itu.

Yeonsoo menoleh, “Aku?” Continue reading

2

My Everlasting Friend Part 2


Author: Park Shilla


 

This day should be a great day for you, and may be a greatest day. This is your wedding day. But this day is the day I lose you. Don’t you know that my heart is broken now? Cant you feel my pain? But, even if I’m suffering I still have to act strong in front of you. I should be smile. I should be act that I’m happy. That’s so ironic cause my heart is crying now. How could I doing this? If I can choose I don’t wanna come to your wedding, I just wanna disappear. But once again, I cant. I just don’t want to ruin your wedding, especially your happiness. Once again, I have to lie, for your happiness. I just hope that I will not cry in front of you. I have to stronger than before.

Sekarang di depan ku berdiri Siwon dengan gagahnya mengenakan baju pengantinya. Aku tak pernah melihatnya setampan hari ini. Hari ini dia benar-benar tampan dan mempesona. Sayangnya semuanya bukan untukku. Dia memberi senyum manisnya terhadapku. Dapat kulihat pancaran kebahagiaan yang amat mendalam. Tak pernah kulihat dia lebih bahagia dari hari ini. Tapi sayangnya sekali lagi itu bukan untukku.

“bagaimana penampilanku? Apa aku sudah seperti pangeran?”

“ Tentu”, kataku sambil tersenyum padanya. Dan bisa kulihat dia senang akan ucapanku. “ Soo hwa sangat beruntung karena mendapatkanmu” Continue reading

3

I’ll Smile a Little Later


Disclaimer:

그럴 겁니다잊을 겁니다 (C.N. Blue)

Tear drops in the rain (C.N. Blue)

Author: alrischa

Character(s): Sungmin, Kyuhyun, Yesung

Chapter(s): Oneshot

Rating: G

Genre: Romance/Drama

Sequel of Selfish

“I will forget you.
Starting today, I don’t know you.
I have never seen you.
We’ve never even walked pass eachother…”

Kau bersenandung pelan, lebih fokus kepada kata-kata dalam lirik lagu itu daripada musik yang terdengar dari headphone merah mudamu. Bahkan ketika kau mengucapkannya dengan penuh resolusi, kau masih tak yakin dapat melakukannya. Melupakan, bukan sesuatu yang mudah untuk kau lakukan. Terutama ketika yang ingin kau lupakan, terlanjur menempati bagian besar di hatimu. Dan sejujurnya, kau masih belum ingin melupakannya. Sekalipun yang kau dapat karena sifat keras kepalamu itu hanya rasa sakit yang sama sekali tidak berkurang tiap harinya.

Karena kau selalu menyukai orang itu, mulai dari caranya menatapmu dengan pandangannya yang teduh sampai suara tawanya yang rendah dan selalu membuatmu tersenyum ketika mendengarnya. Kau suka mendengarnya bernyanyi, lagu-lagu sendu yang begitu mempengaruhi perasaanmu kala mendengarnya. Padahal sejak lama kau menyadari, kerap kali ia berada di sampingmu, hatinya tak pernah hadir sepenuhnya. Tapi kau berpura-pura tidak tahu, meskipun tiap kali juga, kau merasakan sakit di ulu hatimu ketika kau mendengarkan nada-nada penuh kasih yang ia nyanyikan dan tahu bahwa tiap untaian nada ditujukan untuk orang lain. Dan tetap saja kau meraih tangannya, memanfaatkan kebaikan dirinya yang tak mau menyakiti hatimu dan mengurungnya dalam penjara rasa bersalah.

Karena dia orang yang teramat baik, sedang kau orang jahat. Dan kau memanfaatkan tiap kebaikannya itu. Karena kau enggan kehilangannya. Continue reading