COFFEE LATTE (part 2)

Part 1

Nama Asli author :miss fish aka Kei
Cast: Lee Hyori, Lee Donghae, Park Yejin, Park Joong so (Leeteuk)
Genre: romantic
Kategori: chapters

“Kau benar. Omong-omong siapa yang menabrakmu?”
“Aku tidak tahu. Dia terlihat terburu-buru.”

**

“Yejin-ah. Aku lama-lama khawatir dengan perubahan sikap Hyori.” Kata Chaerin.
“Aku juga, Chaerin-ah.” Kata Yejin sambil menyesap tehnya. “Dia semakin aneh dan tidak menjadi dirinya sendiri. Dia menjadi orang lain.”
“Dan kau tahu apa yang paling aneh?”
“Apa?”
“Dia menjadi seperti Jieun.”
“Jieun mantan pacara Donghae maksudmu?”
“Iya. Tidak kah kau memperhatikannya?”
“Aku hanya menyadari kalau dia berubah menjadi Jieun tapi aku tidak tahu itu mirip siapa. Kan aku tidak mengenal Jieun.”
“Aku tahu itu. Makanya aku memberi tahumu.” Kata Chaerin sambil mengingat-ingat sesuatu. “Dia menjadi lebih tenang dan manis.”
“Iya kau benar dan itu membuatku muak.”
“Kau ingat sewaktu seorang perempuan dengan sengaja menumpahkan minumannya pada Hyori.”
“Aaah, Gyuri?”
“Iya dan kau tahu apa yang diperbuat Hyori? Dia tersenyum dan meminta maaf.”
“Iya. Padahal kita dibelakang sudah siap mau memeganginya agar tidak mengamuk. Hahahahaha.”
“Hyori yang biasanya pasti akan mengamuk dan memarah-marahinya sampai habis.”
“Lalu sekarang dia jadi semakin jauh dari kita.” Kata Yejin menatap nanar kearah jalanan yang ramai dilalui oleh banyak orang.
“Dia mengorbankan dirinya untuk Hae.”
“Dia membatalkan semua janji hanya demi Hae. Seperti sekarang. Padahal sudah hampir seabad kita tidak bertemu dengannya.”
“Aku punya rencana!” kata Chaerin tiba-tiba. “Bagaimana kalau kita culik dia?”
“Kapan?”
“Besok!!”
“Tapi aku ada acara dengan Leeteuk-oppa.”
“Ah, pending saja atau batalkan. Aku tahu pasti Leeteuk-oppa akan mengerti. Atau perlu kumintakan ijin?”
“Tidak usah. Aku sendiri saja yang bilang.” Kata Yejin sambil tersenyum. “Mau kita culik kemana dia?”
“Kita ajak dia jalan-jalan dan menikmati hidupnya. Aku ingin dia kembali menjadi Hyori yang dulu.”
**
“Hyori-ya! Kau dimana?”
“Dirumah. Kenapa?”
“Tunggu aku disana. Aku sudah dekat.” Kata Yejin dan langsung menutup telponnya.
Hyori yang kebingungan karena telpon barusan hanya bisa mengerutkan dahinya sambil melanjutkan pekerjaan mencuci piringnya. Kurang lebih lima menit kemudian Yejin dan Chaerin datang. Mereka memaksa Hyori untuk berganti baju dan ikut dengan mereka.
“Tapi aku tidak bisa terlalu lama. Aku ada janji makan siang dengan Hae.”
“Kami tidak peduli. Kau milik kami hari ini.” Ucap Chaerin sambil tersenyum pada Yejin.
Seharian itu mereka bertiga berjalan-jalan bersama. Dari taman bermain mencoba permainan-permainan yang sudah lama tidak mereka naiki seperti roller coaster, membeli bando kuping kelinci, foto instant bersama, makan gelato, dan diakhiri dengan menikmati sunset di pinggir sungai Han.
Hyori terlihat sangat menikmatinya. Mereka bertiga tidak habis-habisnya tertawa sepanjang hari itu. Membicarakan masa lalu sambil bermain seperti sewaktu mereka SMA. Bahkan mereka sempat mentato temporary bagian tubuh mereka seperti yang pernah mereka lakukan semasa kuliah.
“Kita harus melakukannnya lebih sering.” Kata Hyori sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kepala Yejin.
“Kami sih bisa-bisa saja. Tapi kau?” Tanya Chaerin dari kursi pengemudi.
“Kami merindukanmu, teman.” Kata Yejin sambil memandang Caherin.
“Aku kan tidak kemana-mana.”
“Tapi Hyori yang kukenal tidak ada disini.”
“Kalian itu apa-apaan sih?”
“Kau berubah Hyori dan bukannya kami tidak suka dengan perubahanmu. Tapi…”
“Itu terasa palsu dan dipaksakan. Tidak baik untukmu.”
“Aku tidak berubah.”
“Ayolah Hyori. Kau mau membohongi siapa? Kami mengenalmu lebih dari 5 tahun.”
“Kau menjadi orng lain. Kau menjadi Jieun.” Kata Chaerin sambil menatap mata sahabatnya itu.
“Aku tidak menjadi Jieun, Chaerin.”
“Kau merasa terancam kan?’
“Tidak.”
“LEE HYORI!!BERHENTILAH BERBOHONG.” Bentak Yejin yang capai akan kepura-puraan Hyori.
“Aku..aku..” kata Hyori lemah. “Aku takut kalau Hae berpaling dariku.”
“Jieun itu masa lalu Hae.”
“Tapi aku rasa Hae masih menyimpan perasaan terhadapnya.”
“Ayolah, Hyori! Kau sudah menikah dengan Hae hampi enam bulan dan kalian tampak mesra. Kurasa dia mulai mencintaimu.”
“Aku juga merasakan hal itu. Aku rasa dia mulai mencintaiku.”
“Tapi kau meragukannya karena kehadiran Jieun. Iya kan?”
“Iya. Dia mencintaiku karena aku yang membuatnya mencintaiku. Seperti seorang penyihir yang memantrai seseorang agar mencintainya dan sekarang seorang peri datang dan akan membebaskannya dari mantra sang penyihir.”
“Menurutku sih, itu malah kesempatan yang bagus buat sang penyihir. Penyihir akan tahu apakah laki-laki tersebut benar-benar mencintainya tanpa mantra atau tidak.”
“Tapi Chaerin, sang penyihir bodoh ini belum siap menghadapi kenyataan itu. Iya kan Hyori?”
“Kau salah. Penyihir seksi nan baik hati ini masih ingin menikmati suasana tanpa sang peri.”
“Penyihir seksi?? Penyihir pelit dan bodoh.”
“Kapan aku pelit?”
“Penyihir dungu.”
“Penyihir cantik.”
“Penyihir kurus.”
**
“Hai kalian!” panggil seseorang dari meja sebelah. “Kalian itu berisik sekali.”
Hyori, Yejin, dan Chaerin yang merasa terganggu dengan komentar laki-laki yang duduk di samping meja mereka serempak mencari asal suara tersebut.
“OPPA!!!” teriak Hyori.
“Sunbae?” kata Yejin dan Chaerin kompak.
“Kalian itu tidak berubah ya? Dari SMA selalu bersama-sama dan berisik sekali.” Kata laki-laki itu
“Apa yang oppa lakukan disini?” Tanya Hyori sambil tersenyum, bangkit dari kursinya dan memeluk laki-laki itu.
“Aku sudah kembali dari studiku di Inggris.”
“Aku merindukanmu.” Kata Hyori sambil tersenyum. “Kita sudah lama sekali tidak bertemu.”
“Aku tahu. Aku baru saja mau menelponmu.”
“Oppa dapat darimana nomorku?”
“Dari Siwon. Dia bilang kalian pernah bekerja sama dalam suatu project.”
“Aaah, Siwon-oppa. Iya.”
“Apa kabar kalian berdua?” Tanya laki-laki itu ramah.
“Baik, sunbae. Sunbae sendiri?” jawab Chaerin.
“Baik juga dan hentikan memanggilku sunbae. Ini bukan SMA lagi. Panggil aku Oppa, seperti Hyori. Sungmin-oppa.”
“Sudah terbiasa sunbae. Eh, maksudku Sungmin-oppa.” Kata Yejin malu-malu.
“Aku kan baru kembali ke Seoul dan sedang mencari teman untuk jalan-jalan…“ kata Sungmin yang disertai dengan senyuman lebar Hyori. “Karena aku tidak kenal siapapun kecuali kalian maka maukah kalian menemaniku?”
“Kapan?”
“Besok?”
“Aku ada janji. Maaf.” Kata Yejin.
“Kurasa aku tidak bisa. Aku ada kerjaan besok.” Kata Chaerin sambil mengingat-ingat jadwalnya. Caherin yang seorang fotografer majalah memang tidak mempunyai jadwal tetap.
“Kau ada janji dengan siapa Yejin?” Tanya Sungmin.
“Leeteuk.”
“Siapa dia?”
“Suaminya oppa dan kalau sudah berurusan dengan suaminya dia paling tidak bisa diganggu.”
“Bukan begitu oppa. Tapi aku sudah membatalkan janjiku tempo hari dan aku harus menggantinya besok. Lagian kan ada Hyori. Dia pasti senang sekali menemanimu jalan-jalan.”
Keesokan paginya Hyori dan Sungmin memulai perjalanan mereka mengelilingi kota Seoul. Mulai dari tempat-tempat wisata yang biasa di kunjungi wisata sampai tempat-tempat kenangan mereka sewaktu SMA.
Selama perjalanan mereka tampak bahagia dan menikmati perjalannya. Mereka mengambil banyak foto menggunakan kamera Sungmin. Mereka makan es krim yang sering dibelikan Sungmin sewaktu SMA dan juga mereka makan di warung yang menjadi langganan mereka.
“Sudah lama sekali aku tidak kemari. Warung ini terlihat sama. Hanya saja kita yang sudah berbeda.” Kata Sungmin sambil melihat kesekeliling warung.
“Oppa benar. Dulu kita kan masih SMA dan sekarang??” kata Hyori sambil mengingat-ingat masa lalu. “Oppa sering sekali mentraktirku disini. Setelah pulang dari sekolah.”
“Kau benar. Pertama kali kau kuajak makan kemari kau bilang kalau ramyun di warung ini enak. Sejak itu aku selalu mentraktirmu disini. Sekarang gantian kau yang harus mentraktir oppamu ini.”
“Siap bos!” kata Hyori sambil berpose hormat pada Sungmin.
“Aku dengar kau sudah menikah Hyori.” Tanya Sungmin. “Dengan siapa? Apa aku kenal?”
“Iya. Enam bulan yang lalu. Tidak oppa, kau tidak mengenalnya. Dia itu anak kolega appaku.”
“Kalian dijodohkan?”
“Tidak.”
“Lalu?”
“Ya begitulah.”
“Ayolah Hyori. Ceritakan padaku.”
Hyori menatap Sungmin lama sebelum akhirnya dia menceritakan semuanya pada Sungmin. Entah kenapa Hyori selalu luluh pada tatapan Sungmin dan mengalah padanya. Dia selalu menceritakan isi hatinya pada Sungmin. Bahkan hubungan mereka lebih dekat daripda dengan kedua sahabatnya, Yejin dan Chaerin. Tapi semenjak Sungmin lulus dan pindah ke Inggris, mereka menjadi tidak sedekat dulu lagi.
“Dan sekarang kau merasa terancam?”
“Oppa, kau selalu bisa membaca diriku dengan tepat.” Kata Hyori sambil tersenyum.
“Lalu rencanamu sekarang?”
“Aku tidak tahu.”
“Kau tidak seperti Hyori yang aku kenal. Hyori yang aku kenal pasti sudah mempunyai rencana dan tahu apa yang dia mau.”
“Kau tahu apa yang aneh oppa? Chaerin dan Yejin juga berkata hal yang sama.”
“Dan kau juga memberikan jawaban yang sama. Iya kan?”
Hyori menjawabnya dengan helaan nafas panjang. “Apa yang harus kulakukan?”
“Kau masih mau membohongi Donghae dan tidak menjadi dirimu sendiri?”
“Aku melakukannya agar dia nyaman berada didekatku.”
“Tapi kau tidak lelah dengan semua itu?”
Hyori kembali menjawabnya dengan helaan nafasnya.
“Mungkin benar kata-kata teman-temanmu itu. Mungkin memang perempuan itu didatangkan oleh Tuhan sebagai batu ujian untuk kalian berdua. Kalau kalian berdua bisa melaluinya so you meant for each other.”
“I’m not ready yet.”
“When will you ready? Never, Hyori. Cepat atau lambat ini memang harus terjadi.” Kata Sungmin lalu meminum minumannya. “Dan apapun hasilnya semua orang yang benar-benar mencintaimu akan selalu ada untukmu, seperti kedua sahabatmu dan aku.”
Hyoripun tersenyum setelah mendengar kata-kata Sungmin dan kemudian memeluknya erat sambil mengucapkan terima kasih.
Di seberang jalan terlihat seorang laki-laki di belakang setir sedang memperhatikan gerak-gerik mereka berdua. Dia terduduk dalam kegelapan dan sendirian. Tiba-tiba teleponnya berbunyi. Dia menjawab telepon itu dengan singkat tanpa mengalihkan pandangannya.

20 thoughts on “COFFEE LATTE (part 2)

  1. wah sapa tuh yang lagi ngawasin sungmin ma hyori?…..
    Apa donghae???
    Trus dia cemburu gitu???
    Akh….
    Bener hyori nggak perlu jadi orang lain biar disukain orang….
    Tapi apa sungmin suka ma hyori???
    Kok kayaknya deket banget…..

  2. wah sapa tuh yang lagi ngawasin sungmin ma hyori?…..
    Apa donghae???
    Trus dia cemburu gitu???
    Akh….
    Bener hyori nggak perlu jadi orang lain biar disukain orang….
    Tapi apa sungmin suka ma hyori???
    Kok kayaknya deket banget…..
    Sampe tau pikirannya hyori….

  3. wah sapa tuh yang lagi ngawasin sungmin ma hyori?…..
    Apa donghae???
    Trus dia cemburu gitu???
    Akh….
    Bener hyori nggak perlu jadi orang lain biar disukain orang….
    Tapi apa sungmin suka ma hyori???
    Kok kayaknya deket banget…..
    Sampe tau pikirannya hyori….
    Kok udah cepet aja tiba-tiba nikahnya udah 6bulan ma donghae…..

  4. mian baru komen, skalian ma part 1.. hehe

    siapa tuh yg ngawasin? donghae kh?
    kyk’y sungmin sk ma hyori, mereka dekat banget..
    ff’y bgs, dtunggu kelanjutan’y…^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s