DEATH KISS PART 1


Nama Author            : KyuTeuk_EunHae

Category FF                : Chapter

Tag                                    : Cho Kyuhyun

Kyuhyun’s POV

Curare = jarum yang sangat beracun. Aku bisa meyakini 98% bahwa kau belum pernah mendengar kata ini. Makhluk ini. Yah, curare adalah makhluk legenda. Curare bukan vampire yang terkenal ke seluruh jagad raya. Bahkan tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Eksistensinya. Sebenarnya, satu-satu kata yang menggambarkannya adalah…  terkutuk.

Aku bisa menceritakan kepadamu sedetail mungkin tentang makhluk ini. Kenapa? Karena aku sendiri adalah bagian dari kaum ini. Dan yang bisa aku beritahukan kepadamu untuk awalnya adalah… kami benar-benar menjijikkan.

Curare… bahkan vampire yang kau anggap sangat mengerikan pun bisa dianggap malaikat dibandingkan makhluk mengerikan ini. Curare bukan penghisap darah, tapi 100 kali lebih parah dari itu. Aku… bisa kukatakan dengan sejujurnya, lebih memilih mati daripada seperti ini. Tapi kenyataannya, aku terlalu takut untuk merasakan parahnya kematian.

Curare terbentuk hanya apabila curare lain menggigit seorang manusia… bukan, aku salah menggunakan kata… maksudku mengisap roh bukan menggigit. Mengoyak tepatnya.

Setelah bertransformasi menjadi curare, kau berwujud manusia secara fisik, tapi dengan kekuatan seperti monster. Kau adalah manusia tanpa satupun organ vital. Untuk itulah kau menjadi curare. Sampai sekarang aku bahkan tidak mengerti untuk apa curare diciptakan.

Ada 10 organ vital yang tidak kau miliki. Kau harus mencarinya di dalam tubuh manusia normal. Bukan sembarang manusia, tapi manusia yang sudah ditakdirkan untuk memberikan anggota tubuhnya padamu. Curare bisa menemukan manusia tersebut dengan hidung mereka. Manusia itu berbau seperti bunga mawar dalam penciuman curare. Satu curare mempunyai kemungkinan maksimal 2 orang yang organ vitalnya tepat untuk curare tersebut.

Dalam peraturan curare, setiap organ vital bisa dimiliki sesuai dengan urutannya masing-masing. Otak, paru-paru, hati, lambung, pancreas, empedu, ginjal, usus, sumsum tulang belakang, dan terakhir… jantung.

Setiap organ memiliki jangka waktu 10 tahun sampai kau menemukannya. Total semuanya menjadi seratus tahun. Hal yang menyulitkan adalah, manusia itu begitu banyak dan tersebar di seluruh dunia dan kau tidak tahu harus memulai darimana. Dan jika dalam waktu 10 tahun kau tidak bisa menemukan otak misalnya, kau akan mati. Begitu seterusnya. Ada juga peraturan penting lain, bahwa seorang curare hanya bisa membunuh manusia pada tanggal 15 setiap bulannya, selain pada tanggal itu, jika kau memaksa untuk melakukannya, organ itu akan lenyap dari tubuh manusia tersebut dan digantikan oleh organ baru yang sama sekali tidak cocok denganmu.

Aku sudah sampai pada bagian bagaimana tepatnya curare membunuh. Jika manusia tersebut sejenis dengan curare, pria dan pria atau wanita dengan wanita, mereka hanya tinggal mengeluarkan jarum beracun dari lapisan kuku mereka. Jarum itu sangat mematikan, bisa membunuh dalam waktu 2 detik. Mereka tinggal menancapkan jarum tersebut tepat dimana organ vital yang dicarinya berada dan secara spontan organ vital itu akan bersatu dengan tubuh curare tersebut.

Sedangkan, jika manusia itu berlawanan jenis dengan curare, curare itu harus memberikan kecupan kematian kepada manusi menyedihkan tersebut dan mengisap roh mereka lalu menyentuhkan jari telunjuk mereka ke posisi organ vital tersebut dan seperti yang telah kujabarkan sebelumnya, organ vital itu berpindah tempat.

Sialnya, manusia yang organ vitalnya telah dicuri tersebut secara otomatis juga berubah menjadi curare. Karena itu tidak ada yang tahu eksistensi kami. Semua terencana, karena tidak ada mayat bergelimpangan yang kekurangan salah satu bagian tubuhnya. Tidak ada bukti. Hanya ada orang yang secara tiba-tiba menghilang dari peredaran dan tentunya itu tidak bisa disebut sebagai bukti, kan?

Setelah mendapatkan organ vital terakhir yang harus dimilikinya, curare tidak langsung berubah menjadi manusia. Butuh waktu 1 bulan untuk itu. Setelah transformasi itu berhasil, curare tersebut kembali ke waktu dimana mereka pertama kali berubah, seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan tanpa ingatan sedikitpun bahwa mereka pernah menjadi monster pembunuh.

Jadi untuk apa ada curare kalau pada akhirnya mereka tidak ingat apa-apa? Well, mungkin aku bisa terima kalau pada akhirnya kami mendapatkan keabadian, tapi tidak. Setelah kembali menjadi manusia, kami akan tetap mati jika sudah waktunya.

Manusia yang menjadi curare saat belum berumur 17 tahun, langsung berumur 17 tahun saat menjadi curare dan itu berlangsung selama 100 tahun, tidak ada penuaan. Dan curare lain yang berubah saat umurnya sudah mencapai 17 tahun atau lebih akan tetap berumur seperti itu selama 100 tahun.

Dan sudah waktunya kita masuk ke babak paling mengerikan. Kematian. Kematian bagi para curare merupakan sesuatu yang sangat mengerikan. Tidak semudah kematian bagi manusia. Ada sebagian curare yang tidak bisa menerima keadaannya sebagai curare. Mungkin karena pada awalnya dia adalah orang baik-baik. Tapi sayangnya, tidak ada kata bunuh diri dalam kamus hidup curare. Tidak ada yang mempan melukai tubuh kami. Kekuatan kami benar-benar mengerikan. Kami bisa menghancurkan gedung pencakar langit hanya dengan jari telunjuk kami jika kami mau. Kami bisa berpindah tempat dalam waktu satu detik hanya dengan memikirkan tempat yang kami tuju. Kami bisa melakukan semua hal dengan sempurna. Kejeniusan kami seribu kali lipat dari kejeniusan manusia yang paling jenius.

Kami bergaul dengan manusia seolah-olah kami adalah bagian dari mereka. Kami tidak akan pernah menyakiti manusia manapun kecuali kalau dia memiliki organ vital yang kami butuhkan. Ada peraturan bahwa jika kami menyakiti manusia yang tidak seharusnya kami incar, waktu kami akan dikurangi dari 10 tahun menjadi 5 tahun.

Sebenarnya kami kurang suka bergaul dengan manusia, karena mereka semua benar-benar bau dalam penciuman kami. Kami bergaul dengan mereka dengan sedikit sekali kontak fisik. Tapi untuk curare muda seperti aku, itu bukan masalah besar. Sebagian dari curare malah memilih bersekolah dan bergaul dengan sebanyak mungkin manusia sambil mencari korban mereka. Padahal mereka lebih banyak bolosnya untuk berkeliling dunia mencari the sweetest rose-nya, itu julukan kami untuk para manusia yang akan menjadi korban. Bau mereka benar-benar seperti surge di antara bau manusia lainnya yang sepoerti kotoran.

Tapi ada satu hal yang benar-benar menyebalkan. Kami tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang pernah melihat kami saat kami masih menjadi manusia dulu. Jadi kami tidak bisa menemui keluarga manusia kami untuk mengatakan bahwa kami tidak hilang. Kami masih hidup. Lagi-lagi agar eksistensi kami terjaga.

Curare yang tidak berhasil menemukan organ vital mereka dalam jangka waktu 10 tahun untuk tiap organ vital akan mati. Mereka akan kembali menjadi manusia dalam keadaan sekarat, seolah-olah tubuh mereka dikoyak-koyak dengan pisau. Mereka tidak akan mati sampai ada curare lain yang menemukan mereka dan mau memakan organ-organ tubuh yang sudah mereka temukan sebelumnya. Hal itu sialnya, merupakan hal paling menjijikkan bagi para curare. Sudah kubilang tadi, manusia itu benar-benar bau!

Kau pasti bertanya, curare yang sekarat itu kan sudah menjadi manusia, dia bisa menusuk dirinya sendiri dengan pisau atau menyuruh manusia lain melakukannya jika dia tidak ingin larut dalam penderitaan. Sayangnya, curare yangs ekarat itu tidak tampak dalam penglihatan manusia. Tubuh mereka masih kebal terhadap benda apapun. Satu-satunya hal yang bisa menghentikan penderitaan mereka ya itu tadi, dimakan oleh curare lain.

Kurasa kau pasti mau muntah sekarang. Tenang saja, aku sudah selesai. Tapi apakah kau tidak mau bertanya satu pertanyaan mendasar? Apa curare tidak bisa jatuh cinta? Tentu saja bisa. Mungkin. Aku belum pernah mencoba soalnya. Mencium manusia berlawanan jenis bisa mengakibatkan kematian, tapi jika curare pria mencium curare lain yang berlawanan jenis dengannya, itu bisa disebut dia menjadikan curare itu sebagai hak miliknya satu-satunya. Dia akan bertarung mati-matian jika ada curare lain yang mengganggu hak milik pribadinya. Mereka menyebut pasangan hidup mereka sebagai my own miracle, mukjizat pribadiku. Tapi tentu saja dalam dunia curare tidak ada yang abadi. Karena pada akhirnya hanya ada dua penyelesaian, kembali menjadi manusia atau sekarat dalam kematian.

Ada satu cerita yang mengubah pandanganku. Saat itu ada seorang curare wanita yang kehabisan waktu karena dia tidak bisa menemukan the sweetest rose-nya. Dia mulai sekarat. Tapi dengan pengorbanan yang butuh begitu banyak ketetapan hati, pasangan hidupnya memakan organ tubuh curare wanita itu. Mengenyampingkan seluruh rasa jijiknya, mengenyampingkan sikap egoisnya untuk membiarkan saja wanita itu sekarat sampai kiamat agar dia tetap bisa menatap wajah wanita itu setiap hari. Bisa kau bayangkan bagaimana perasaannya saat dia harus memakan tubuh kekasih hidupnya. Cerita itu begitu terkenal dalam dunia curare. Pria itu sendiri akhirnya menjadi manusia dan aku dengar dia sudah meninggal sekarang.

***

HYE-NA’S POV

Manusia… mungkin kedengarannya bodoh, tapi aku benar-benar bosan menjadi manusia. Manusia, khususnya wanita, hanyalah makhluk idiot yang menyelesaikan seluruh permasalahan dengan hati yang pada akhirnya berujung kepedihan yang mengakibatkan air mata mereka terkuras. Aku benar-benar tidak percaya bahwa air mata wanita bisa habis, mereka sering sekali menangis.

Umurku hampir 17 sekarang. Tinggal 4 bulan lagi. Waktu aku berumur 6 tahun, ibuku meninggal. Dan sejak itulah aku tidak pernah menampakkan emosi apapun. Aku tidak pernah marah, menangis, atau bahkan sekedar tersenyum. Semuanya datar-datar saja. Ayahku bahkan sampai kelimpungan dibuatnya. Aku tidak pernah mau bicara lebih dari satu kalimat pendek dengan orang lain, bahkan terhadap ayahku sekalipun.

Pernahkah aku jatuh cinta? Tidak. Belum. Tapi aku harap itu tidak akan pernah terjadi. Kedengarannya jatuh cinta itu benar-benar menjijikkan. Tapi tidak semuanya. Aku tergila-gila dengan seorang pria yang seumur hidup pun tidak akan pernah aku temui. Edward Cullen. Apalagi setelah wujudnya direalisasikan dalam tubuh Robert Pattinson. Aku benar-benar mencintainya. Aku sering tersenyum-senyum sendiri saat sedang sendirian di kamar. Kalau ayahku tahu, dia pasti akan gila saking senangnya.

Atau mungkin aku benar-benar sudah gila? Tentu saja aku bukan Bella Swan yang menjadi pasangan abadi Edward. Tapi setidaknya aku ingin dijatuhi cinta yang mendekati kedahsyatan cinta seorang Edward Cullen. Aku bahkan hamper merobek-robek novel Eclipse-ku saat Bella bingung memilih antara Edward dan Jacob Black. Kalau aku jadi Edward, aku akan mencampakkan gadis tolol itu di jalan begitu saja. Tapi tidak, cinta telah membuat seorang vampire sekalipun menjadi buta.

Aku tidak terlalu cantik sebenarnya. Di sekolah, semua orang menjauhiku karena aku tidak berminat sedikitpun bersosialisasi dengan mereka semua. Kemampuan akademikku cukup membanggakan, setidaknya aku ingin ayah sedikit merasa bangga. Tapi aku benar-benar kacau dalam olahraga, keseimbangan tubuhku tidak bagus.

Wajahku menurutku cukup manis dan aku merasa harus menyembunyikannya dari pandangan mata semua orang. Aku memakai kacamata tebal dan bergaya kuno agar tidak ada satu orang pun yang mau menatapku. Tapi tahukah kau? Tiba-tiba saja hidupku berubah menjadi jumpalitan gara-gara dia….

***

KYUHYUN’S POV

Aku berumur 2 tahun saat berubah menjadi curare. Seorang curare tua menemukan paru-parunya di dalam tubuhku. Aku tidak membencinya. Sungguh. Setelah menjadi curare, umurku langsung menjadi 17 tahun saat itu, dia merawatku seperti anaknya sendiri. Dia menjelaskan segala hal yang harus kuketahui. Setiap hari meminta maaf padaku. Aku harus mengerahkan seluruh tenaga untuk membuatnya percaya bahwa aku sama sekali tidak pernah menyalahkannya.

Dia sudah menjadi manusia sekarang. Aku sering memperhatikannya dari jauh. Memastikan bahwa hidupnya baik-baik saja. Dia tidak mengingatku tentunya. Terkadang aku mendekat untuk menyapanya. Dia menyambutku dengan ramah, sering menawariku untuk mampir ke rumahnya. Lagi-lagi menganggapku seperti anak sendiri. Aku terkadang merasa sangat membenci curare yang telah mengubahnya dulu. Tapi tentu saja, curare itu juga tidak bersalah. Takdir yang mengatur semuanya.

Aku sudah hamper 17 tahun menjadi curare. 4 bulan lagi tepatnya waktuku akan habis. Aku mengerjakan segala hal terlalu cepat sebenarnya. Dalam waktu 7 tahun, aku sudah menemukan 9 organ vital. Hampir 10 tahun terakhir aku menghabiskan waktu untuk mencari jantungku, tapi aku tetap tidak menemukannya. Dan waktuku tinggal 4 bulan lagi. Tepatnya sampai tanggal 15 Juli tengah malam.

Aku sudah keliling dunia untuk mencarinya. Berkeliaran di jalanan. Tetap saja tidak ada. Aku sudah tidak punya waktu untuk santai lagi sekarang. Lalu aku pergi ke Seoul, kota kelahiranku. Sudah cukup lama aku tidak menginjakkan kaki disini karena terlalu sibuk mencari organ tubuhku yang bertebaran di seluruh dunia.

Organ vital pertamaku, yaitu otak, kutemukan di Tokyo, Jepang. Milik seorang dosen jenius di salah satu universitas ternama disana. Dia pria berumur 49 tahun.

Aku menemukan paru-paruku di Harvard University. Milik seorang mahasiswa disana. Lagi-lagi dia laki-laki.

Hatiku di Singapura, lambung di Turki, pancreas di San Fransisco, empedu di India, ginjal di London, usus di Milan, dan sumsum tulang belakang di Indonesia. Dan semuanya laki-laki. Aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu.

Aku memutuskan berjalan-jalan sebentar di taman. Paru-paruku butuh penyegaran. Sebelumnya aku tinggal di Indonesia yang udaranya begitu pengap. Aku kembali kesini karena Jung-Soo, pria yang mengubahku menjadi curare tinggal di Busan. Aku sering mampir kesana dan baru sekarang aku pergi ke Seoul.

Pikiranku sedang melantur saat tiba-tiba semburat harum bunga mawar memenuhi rongga hidungku. Aromanya benar-benar keras dan memabukkan. Membuatku sinting.

Aku mendongak dan mendapati seoraang gadis sedang duduk di atas bangku taman, 25 meter dari tempatku berdiri. Tatapannya lurus ke depan, entah sedang melihat apa. Lebih tepatnya lagi, aku tidak peduli apa yang sedang dilakukannya karena semua yang ada di sekitar kami menjadi blur. Tidak fokus. Maksudku, tatapanku benar-benar terperangkap di tubuh gadis itu.

Sial! Kenapa aku tidak menemukannya dari kemarin saja? Sekarang sudah tanggal 16 Maret, aku harus menunggu satu bulan lagi untuk membunuhnya. Dan sialnya lagi, kenapa jantungku harus berdetak didalam rongga dada seorang perempuan? Aku sama sekali tidak siap dengan ini semua.

Lalu tiba-tiba saja gadis itu berdiri dan berjalan ke arah sebuah lapangan basket di seberang taman. Aku mengikutinya perlahan. Gadis itu berjalan begitu lambatnya, membuatku kesal saja! Kalau sekarang tanggal 15, aku pasti sudah menerkamnya dari tadi!

Dia mengeluarkan bola basket dari dalam tasnya dan kemudian aku kehilangan akal. Seluruh sistemku berantakan seketika.

***

HYE-NA’S POV

Seperti biasa, setiap pulang sekolah aku mendekam dulu di sebuah taman. Membiarkan lamunan menguasaiku. Pikiranku melantur kemana-mana. Dan tanpa sadar tiba-tiba aku ingat bahwa besok ada pengambilan nilai olahraga basket. Sial! Guru brengsek itu seperti tidak tahu saja kemampuanku! Jangankan memasukkan bola ke dalam keranjang, mendribble bola saja aku tidak bisa!

Aku ingat tadi aku meminjam bola basket sekolah untuk latihan. Beruntung seklai di seberang lapangan ini ada lapangan basket.

Pfiuuuuuuhhhhh…. Aku menghembuskan nafas pelan, lalu mengeluarkan bola dari dalam tas, membantingnya ke lantai, mencoba mendribble. Berkali-kali bola itu lepas dari tangkapan tanganku. Bosan, aku mulai mencoba melemparnya ke dalam keranjang. Walaupun tidak suka basket, aku benar-benar berharap bisa melakukan slam-dunk. Sepertinya keren sekali.

Lalu aku mencoba melompat. Aku tidak emrasa malu, toh tidak ada orang. Yah, aku hanya bisa melompat 20 senti dari atas tanah. Hahaha… mendekati tinggi ring saja tidak.

Tapi tiba-tiba aku merasa terbang. Tubuhku terangkat dari tanah dan seketika keranjang basket itu sudah sejajar dengan mataku. Mengikuti insting, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, aku mengangkat bola basket di tanganku dan memasukkannya ke dalam keranjang.

Lalu kakiku kembali menginjak tanah. Aku merasakan sepasang tangan memegangi pinggangku dan membalik tubuhku. Kemudian aku menatap seorang pria…. Pria yang ketampanannya melebihi khayalan terliarku tentang ketampanan seorang Edward Cullen. Pria yang memiliki ketampanan tak tertahankan sehingga aku harus menutup mata untuk menjernihkan pikiran.

Lalu aku membuka mataku kembali. Tidak… aku tidak salah…. Aku tidak akan heran kalau aku benar-benar tampak tolol sekarang. Mataku membelalakm lebar dan mulutku menganga menyaksikan pemandangan di hadapanku. Aku tidak memperhatikan yang lain. Mataku benar-benar tidak bisa dipalingkan dari wajah pria itu. Aku tidak bisa memberikan gambaran setampan apa dia karena kata-kata amat sangat tampan saja tidak cukup mewakili.

Darahku seolah mengalir ke kepala. Wajahku sudah benar-benar memerah sekarang. Aku bisa mengomentari satu hal. Matanya benar-benar indah dan begitu tajam. Rambutnya… rambutnya berantakan….

“Apa kau vampire?” ceplosku tanpa sadar.

Ya Tuhan, mau ditaruh dimana mukaku ini? Pertanyaan macam apa yang kulontarkan barusan?

“Sejauh apa Stephenie Meyer berhasil meracunimu?” tanyanya. Ada nada geli dalam suaranya yang lembut dan menenangkan.

“Mianhae,” ujarku setelah berhasil membenahi pita suaraku. Tubuhku berkeringat dingin. Aku menunduk, malu menatap matanya. Padahal satu-satunya hal yang kuinginkan adalah menatap wajahnya yang sempurna itu. Aku benar-benar tidak punya kemampuan untuk bicara dengan pria.

“Tapi kau pasti bukan manusia!” sergahku, berusaha mengajukan pembelaan diri, masih dengan wajah tertunduk.

“Kenapa?”

“Karena tak ada manusia setampan kau!” geramku.

“Oh, maaf, apa ketampanan wajahku mengganggumu?” tanyanya serius.

“Sangat!” jawabku.

“Maaf, aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu,” ujarnya sambil tertawa kecil.

“Ada. Kau tinggal enyah dari hadapanku.”

Tiba-tiba aku sadar bahwa tangan pria itu dari tadi masih berada di pinggangku karena dia mengangkat tangan kanannya lalu memegang daguku.

“Aku sudah menemukanmu dan kalau itu sudah terjadi, tidak ada lagi alasan untuk melepaskanmu.”

***

KYUHYUN’S POV

Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Otakku tiba-tiba macet. Tidak bisa berpikir dengan jernih. Apa-apaan ini?

Ugh, baunya benar-benar memabukkan. Mungkin karena dia perempuan jadi baunya lebih keras. Tapi seharusnya aku tidak mendekatinya seperti tadi. Aku bahkan tidak pernah berbicara dengan para korbanku sebelumnya.

Tapi gadis itu… dia benar-benar…. Sial, aku bahkan tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat!

DIA MENGHIPNOTISKU!!!! BRENGSEK!!!!

“Kyuhyun~a?”

Aku berbalik dan mendapati Ji-Yoo yang sedang menatapku heran. Dia sahabatku semenjak menjadi curare. Dia juga orang Korea.

“Ada apa?” tanyanya sambil berjalan menghampiriku dan menatap wajahku dengan cermat. “Oh!” ujarnya paham sambil tersenyum

“Apa?” tanyaku ketus.

Dia masih saja tersenyum lebar.

Your own miracle,” ujarnya senang. Nyaris seperti mau melompat-lompat. Apa sebegitu mudahnya menebak perasaanku?

“Darimana kau tahu?”

“Tanda-tanda seorang curare menemukan mukjizat pribadinya adalah, matanya tampak lebih hitam dan baunya terasa lebih harum dan tajam dari sebelumnya. Kau seperti itu. Tidak perlu kemampuan membaca pikiran untuk menebaknya. Tapi apa ada masalah? Tampaknya kau uring-uringan. Wae?”

“Dia the sweetest rose, kalau kau mau tahu.”

Ji-Yoo mengerang prihatin.

“Kau cari saja the sweetest rose lain. Setiap curare kan punya dua.”

“Untuk jantung hanya ada satu!” teriakku.

“Oh, maaf, aku lupa.”

Aku membanting tubuhku ke atas sofa, memindah-mindah channel TV tanpa minat. Ji-Yoo mengambil tempat di sampingku.

“Aku tahu ini memang sulit, tapi… kau hanya punya dua pilihan, Kyuhyun~a. Mati atau membunuhnya. Kau hanya punya waktu 4 bulan,” ujarnya memperingatkan.

“Ngomong-ngomong apa dia menarik?” Nada suara Ji-Yoo berubah menjadi penuh semangat. “Dia cantik tidak? Seperti apa dia?” tanyanya penasaran.

“Di mataku dia cantik.”

Sangat cantik, tambahku sambil tersenyum dalam hati.

“Hmmmfh… di matamu, sejelek apapun dia, tetap saja dia yang paling cantik,” goda Ji-Yoo..

“Dia harum. Aromanya membuatku sinting!”

“Itu karena dia perempuan. Pantas saja kau tidak tahu karena seluruh korbanmu itu laki-laki.”

“Tapi gara-gara dia aku kehilangan akal!” protesku.

“Bisa dimaklumi,” ujar Ji-Yoo kalem.

“Brengsek kau!” umpatku.

“Boleh aku menebak?” Tanya Ji-Yoo tak mengacuhkanku. “Menurutku besok kau akan mendaftarkan diri di sekolahnya.”

“Kau makin lama makin seperti cenayang saja!”

“Tidak. Kau itu sahabatku. Aku tahu isi kepalamu,” ujarnya enteng.

“Yah, kau benar.”

“Aku ikut!!!” serunya berapi-api.

“Aku bilang tidak pun kau akan tetap ikut.”

***

PS: Ini udah pernah diposting di blog aku, http://sapphireblueoceanforsuju.blogspot.com/. Kalo ada waktu mampir, ya! Hoho… Jangan lupa komennya! Gomaweo! *Deep Bow*

71 thoughts on “DEATH KISS PART 1

  1. ni kan FF yang ada di kyuna territory punya si yulli oenni…PERSIS SANGAT
    wah wah wah.,, si author uda dapet izin belon nge publish FF milik orang d web pribadi…

  2. hufr bener” teat bangett nemu nie ff ini uda 3 tahun yg lalu brayyy , tp gpp deh pede aja dr pada gg baca sama skali . hehehehe
    bru part 1 aja aq uda mikir gimana ending nya ya , pasti bakal sad kali ya *soktau*
    jiiaaahh Hyena suka bangett am edward cullen ya , sama donk ,aq pecinta film twilight *Ggadaygnanya :p
    next part *ppyong

  3. Annyonghaseyo pila imnida salam kenal, aku baru nemu ff ini dan ternyata…. Ini seruuuu bgt thor, yaah berarti udah ketinggalan bgt dong aku, tapi serius ini seru bgt beda dari yg lain fantasinya luar biasa, oya author ijin baca part selanjutnya yaa khamsahamnida

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s