COFFEE LATTE (part 1)

Nama Asli author :miss fish aka Kei
Cast: Lee Hyori, Lee Donghae, Park Yejin, Park Joong so (Leeteuk)
Genre: romantic
Kategori: chapters

Ini ceritanya flash back dari “coffee latte”

*Flash Back*

Hyori terduduk diam disebuah taman. Dia hanya memandang orang yang dari tadi lalu lalang di taman itu. Mulai dari sekelompok remaja perempuan yang menghabiskan sore mereka dengan berjalan-jalan, beberapa pasang muda mudi yang berkencan, sebuah keluarga kecil yang kebingungan karena anak laki-laki mereka menangis tanpa sebab sampai sepasang kakek-nenek yang sedang memberi makan remah roti pada bebek-bebek di kolam.
Teringat kejadian beberapa hari yang lalu

“Appa, kalau aku menyukai sesuatu bolehkah itu?”
“Tentu saja boleh, sayang. Kau mau apa? Akan appa belikan untukmu.”
“Aku menyukai seseorang.”
“Wah, kalau itu ayah tidak mungkin membelinya untukmu. Kau harus mendapatkannya sendiri.”
“Aku tahu itu, Appa.” Kata Hyori sambil membenarkan letak kepalanya yang menyender di bahu ayahnya. “Tapi aku butuh bantuan appa.”
“Apa yang bisa appa bantu princess?”
“Aku mau appa menjodohkanku dengan laki-laki itu.”
“Siapa laki-laki yang beruntung itu?”
“Anak dari paman Lee.”
“Bukannya Changmin sudah mempunyai tunangan?”
“Bukan Changmin-oppa, appa. Tapi adiknya.”
“Kenapa harus dia? Memangnya kalian sudah saling kenal?”
“Leeteuk-oppa yang mengenalkanku dan setelah itu aku rasa aku menyukainya.”
“Jangan bermain-main dengan pernikahan Hyori.”
“Aku akan membuatnya mencintaiku appa.” Kata Hyori sambil menatap mata appanya. “Dan appa tahu kan kalau aku sudah menginginkan sesuatu maka aku harus mendapatkannya entah bagaimana caranya.”
Appa Hyori yang memang tahu tabiat putrinya itu hanya bisa tersenyum. “Akan aku bicarakan dengan ibumu dulu. Kalau setuju baru dengan Sooro dan Yuna.”

**

“Hyori. Sudah besar kau sekarang.” Sapa Yuna.
“Iya bibi. Masa aku disuruh kecil terus.” Jawab Hyori yang disambut dengan senyuman dari kedua orang tuanya.
“Kau semakin cantik.” Puji Sooro. “Dan semakin mirip dengan ibumu.”
“Iya dong paman. Aku kan anak oemma.”
“Hyori, appamu bilang ada yang mau kau sampaikan pada kami?” Tanya Sooro.
“Aku menyukai anak paman, Lee Donghae. Bolehkah aku menikahinya?”
“Hah? Kau tidak bercanda kan Hyori?” Tanya Yuna.
“Tidak bibi. Aku tahu ini sedikit tidak biasa. Biasanya laki-laki yang melamar, tapi ini malah aku yang melamar.” Kata Hyori mantab. “Aku menyukai Donghae semenjak setahun yang lalu. Sewaktu melihatnya di pesta peringatan pernikahan appa dan oemma. Setelah itu kami bertemu beberapa kali dan saya kira saya sudah jatuh cinta padanya.”

“Tapi aku tidak tahu bagaimana perasaan anakku.” Kata Yuna.
“Aku akan membuatnya jatuh cinta padaku, bibi. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh Kim Hyori.”
“Bagaimana kalau dia sudah mempunyai pacar?”
“Setahu saya belum. Itulah alasan mengapa saya berani mengajukan lamaran ini.”
“Kau yakin bisa melakukannya?”

Hyori menjawabnya dengan anggukan dan senyuman. “Beri saya waktu setahun. Apabila saya tidak bisa membuatnya mencintai saya maka saya berjanji akan bercerai dengannya.”
“Wow, bercerai?” kata oemma kaget.
“Pegang kata-kata saya paman, bibi. Saya berjanji akan membahagiakan Donghae dan membuatnya mencintai saya. Apabila saya gagal, maka tahun depan pada tanggal yang sama dengan pernikahan saya, saya akan mengajukan surat perceraian.”

Suasana makan malam itu tiba-tiba menjadi sangat tegang karena pernyataan Hyori yang terakhir. Sooro dan Yuna saling bertukar pandangan selama 10 detik sebelum akhirnya Sooro berkata, “Baiklah Hyori, kami percaya padamu. Kau akan menikah dengan anak kami Donghae.”
“Tapi aku mau meminta sesuatu.”
“Apa itu?”
“Tolong rahasiakan bahwa aku yang mengajukan lamaran ini dan juga tentang perjanjian 1 tahun ini.”
“Baiklah.”

**

“Kenapa sih kau mau menikah denganku?” Tanya Donghae suatu sore pada Hyori di gazebo rumah Hyori.
“Appa menjodohkanku denganmu.” Jawab Hyori singkat.
“Dan kau menerimanya?”
“Kalau aku tidak menerimanya lalu yang akan menikah denganmu minggu depan itu siapa?”
“Kenapa kau menerimanya?”
“Aku ingin menikah di umur 25 dan aku sedang tidak mempunyai pacar.”
“Itu saja?”
“Iya.”
“Kau tidak mau menikah dengan seseorang yang kau cintai?”
“Kalau aku bilang kalau aku mencintaimu kau percaya?” Tanya Hyori tiba-tiba.
“Hah? Kau itu jangan bercanda. Bagaimana kau bisa mencintaiku sedangkan kita baru bertemu dua bulan yang lalu?”
“Jangan-jangan kau punya pacar ya?” Tanya Hyori penuh selidik.
“Tidak…” jawab Donghae mengambang. Hyori yang merasa ada yang salah dengan Donghae mengerutkan keningnya dan berjanji untuk menyelidikinya.

**

*Hyori POV*

Ternyata benar dugaanku selama ini. Donghae masih menyukai pacar terakhirnya selama kuliah. Dia adalah seorang perempuan bernama Han Jieun. Perempuan kecil yang manis dan baik hati. Semua orang menyukainya karena dia senang membantu teman-temannya. Mereka berpacaran sejak tahun kedua sampai akhirnya Jieun memutuskan hubungan mereka pada tahun ke lima mereka. Alasannya karena Jieun tidak bisa melakukan hubungan jarak jauh (LDR). Jieun melanjutkan pendidikannya di Jerman selama dua tahun.
“Mereka melegenda sekali di kampus.” Kata Chaerin pada Yejin dan aku “Mereka merupakan pasangan yang jealousable.”
“Hah? Jealouseable itu apa?” Tanya Yejin bingung dengan pemilihan kata-kata Chaerin.
“Maksudku pasangan yang paling diirikan oleh semua orang. Perempuannya baik hati, manis, dan pintar. Laki-laki keren dan bersahaja. Kurang apa coba? Kami semua mengira kalau mereka akan lanjut sampai jenjang pernikahan. Ternyata tidak.”
“Jadi sekarang perempuan itu masih di Jerman?”Tanyaku pada Chaerin.
“ Kalau tidak salah dengar, dia sudah kembali ke Seoul beberapa hari yang lalu.”
“Dia bekerja dimana?”
“Kurasa akan bekerja di hotel ayahnya.” Jawab Chaerin sambil tersenyum. “Kau merasa terancam Hyori?”
“Aku tidak tau Chaerin. Hanya saja perasaanku tidak enak.”
“Kalau kau mau tahu bagaimana wajah perempuan itu, maka datangkah ke acara reuni yang diadakan oleh kampusku. Weekend besok di pulau Jeju. Menginap dua hari satu malam.”
“Weekend besok ya? Kurasa aku bisa datang.” Kataku tanpa mengalihkan pandangan pada coffee latte milik Chaerin yang duduk dihadapanku. “Ah,sial!Aku baru ingat kalau aku menolak menemani Hae ke acara reuni itu.”
“Lalu?”
“Datang saja tiba-tiba dan buat kejutan.” Kata Chaerin
“Kau yakin Hyori?” Tanya Yejin. “Kau itu seperti cari penyakit saja.”
“Aku bisa mati penasaran Yejin-ah!”
“Lagipula tenang saja Yejin, kan ada aku disana.”
“Tapi aku tidak yakin…” kata Yejin sambil memandang Hyori dengan khawatir. Dia sangat khawatir dengan sahabatnya itu.
Dia tahu seberapa keras kepalanya sahabatnya itu kalau menginginkan sesuatu. Pernah waktu itu dia rela bekerja sambilan di toko kue karena ayahnya yang tidak membelikannya Ipod yang diinginkannya. Padahal Hyori merupakan anak seorang direktur perusahaan besar di Korea.

**

Chaerin bilang sekarang sedang acara bebas dan dia juga bilang Hae tidak keluar dari hotel. Dia sedang duduk-duduk di kafe hotel. Sebaiknya aku segera mencarinya.
Akupun keluar dari kamar hotel dan turun ke kafe dan mencari Hae. Ah, itu dia. Tapi dia bersama seorang perempuan. Perempuan yang manis dengan gaun terusan pendek berwarna hijau-putih dengan aksen pita di dadanya. Mereka terlihat akrab, bahkan mungkin sangat akrab. Apakah itu Jieun? Lebih baik aku mencari tempat duduk agar bisa mengawasi mereka lebih dekat.
“Eh, itukan Jieun dan Donghae. Ah, mengingatkanku pada masa lalu.” Ucap seorang perempuan yang duduk disebelahku. Saat ini aku sedang duduk di bar kafe tersebut. Awalnya aku mau mengambil meja yang dekat dengan mereka, tapi sepertinya perempuan ini adalah teman mereka dan kurasa arah pembicaraan mereka semakin menarik saja.
“Iya benar. Mereka masih terlihat serasi seperti biasanya. Sayang mereka tidak menikah.”
“Padahal aku kira mereka akan menikah.”
“Ku dengar yang memutuskan Ji eun.”
“Iya, padahal Donghae berkata dia akan menunggunya sampai masa studinya selesai di luar negeri. Andai ada lelaki yang berkata seperti itu padaku, aku tidak akan melepaskannya.”
“Dan aku mau tahu highlight cerita ini?”
“Apa???”
“Ku dengar Jieun masih mencintai Donghae dan dia pulang untuk menikah dengannya. Sayang Donghae sudah menikah dengan perempuan lain.”
“Ahh, sayang sekali! Siapa sih perempuan yang dinikahi oleh Donghae? Dia mengganggu saja.”
“Hahahaha,,kau benar. Tapi walaupun Donghae sudah menikah, lihatlah mereka. Aku ingin mereka menikah.”
Tiba-tiba saja handphoneku berbunyi,
“Halo? Chaerin? Aku? Masih di Seoul. Kurasa aku akan datang besok pagi. Iya, masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. Iya nanti akan kutelpon kau setibanya aku di Jeju. Bye.”

**

*Author POV*

Malam ini acara berlangsung sangat meriah di ballroom hotel. Semua undangan terlihat sangat menikmati acaranya. Mereka tertawa sewaktu melihat video yang diputar oleh panitia. Didalam video itu terlihat liburan yang telah mereka lakukan hampir tiga tahun yang lalu di pantai. Terlihat juga pasangan Donghae-Jieun yang bergandengan tangan mesra menyusuri pantai yang membuat semua orang meneriakkan “huuu” dan Donghae hanya bisa tersenyum malu.
“Bagaimana teman-teman semua? Kalian masih menikmati acara ini?” Tanya MC acara tersebut. “Sebelum kita memulai acara selanjutnya bagaimana kalau kita melakukan permainan kecil dulu. Aku punya ini.” Katanya sambil mengeluarkan pepero (biscuit panjang).
“Jadi ayo kita main pepero.” Kata MC yang perempuan disambut oleh riuhan penonton. “Tapi ini hanya berlaku untuk perempuan dan laki-laki. Ayo siapa yang mau ikut?”
Penonton menyebutkan beberapa kandidat nama dan segera saja MC menyebutkan nama mereka dan menyuruh mereka maju. Ada sekitar 20 pasang peserta dan Donghae-Jieun merupakan salah satu pesertanya. Perlombaan itu berlangsung sangat meriah sampai pada giliran Donghae.
“Ayo Hae, pasangan kita. Pasti kalian akan menjadi juaranya.” Kata MC laki-laki pada Donghae sambil menyerahkan biscuit itu. “Rekor kita saat ini adalah 2cm. Kalau kalian berhasil kurang dari 2cm maka Haejin-Yesung akan otomatis tereliminasi dan menjadi juara ke empat.”

Setelah hitungan ketiga merekapun memulai perlombaan itu. Terlihat Donghae dan Jieun yang malu-malu. Sampai akhirnya biscuit mereka semakin pendek yang membuat jarak wajah mereka semakin dekat. Saat wajah mereka sudah sangat dekat, Donghae memiringkan wajahnya dan menutupi wajah Jieun dari kamera yang merekam mereka dan men-zoom-in.
“Dan hasil yang kalian dapatkan adalah 1,6 cm.” kata MC perempuan yang dijawab dengan tepukan meriah penonton. Jieun terlihat tersenyum malu saat seorang temannya membisikkan sesuatu.
Setelah acara permainan pepero itu, merekapun mulai menikmati makan malam. Makan malam di temani oleh lagu-lagu lembut yang membuat beberapa orang berdansa di tengah panggung. Donghae terlihat sedang berdiri diantara teman-temannya sambil minum dan Jieun sedang di depan meja makanan. Terlihat teman-teman Donghae mendorongnya untuk mendekati Jieun dan mengajaknya berdansa. Jieunpun menerima ajakan Donghae dan merekapun berdansa. Donghae dan Jieun terlihat sangat serasi. Mereka bergerak sesuai dengan alunan nada. Terlihat indah dan mempesona. Jieun yang semenjak tadi tersenyum tanpa henti dan Donghae yang menatapnya penuh dengan cinta. Semua orang dibuatnya iri dengan kebersamaan mereka.

Tapi ada seorang perempuan yang berdiri di pojokan dan menatap mereka tajam. Sejak tadi perempuan itu hanya berdiri memandang kearah pasangan itu –mungkin tanpa berkedip-. Sesekali dia mengela nafas panjang menandakan bahwa hatinya sedang gundah. Perempuan itu memutuskan untuk pergi dari ballroom itu dan berhenti untuk duduk di tepi kolam renang. Dia menatap refleksi dirinya di air kolam renang sambil mengutuki dirinya sendiri.
“Kau bodoh Hyori. Mengapa kau nekat untuk mendatangi acara ini? Lihat apa yang kau dapatkan?”
Perempuan itu berjalan gontai kembali ke kamarnya. Gagal sudah rencanannya untuk membuat kejutan pada Donghae. Dia merasa asing di acara tersebut. “Mungkin sebaiknya aku pulang. Masih ada penerbangan terkahir sekitar 1 jam lagi.”
Hyori dengan segera mengganti bajunya dan menata bajunya ke dalam tas. Sewaktu keluar dari kamar hotel, secara tidak sengaja dia melihat Donghae yang mengantar Jieun ke kamarnya.
“Sudah sampai. Istirahatlah.” Kata Donghae sambil tersenyum.
“Terima kasih untuk hari ini. Menyenangkan seperti biasa.” Kata Jieun. “Aku sangat senang bertemu denganmu lagi Hae.”
“Aku juga.”
“Aku rindu padamu, Hae.” Kata Jieun sambil memeluk Hae. Awalnya Donghae hanya diam saja tidak membalas pelukannya, tapi tak berapa lama kemudian Hae membelas pelukannya sambil mencium puncak kepala Jieun.
“Sana masuk dan istirahatlah.”
“Kau juga. Selamat malam.”
“Mimpi indah.” Kata Hae pada Jieun saat dirinya menutup pintu kamar. Donghae lalu berjalan kearah lift sambil tersenyum sendiri mengingat kejadian yang barusan dialaminya. Secara tidak sengaja dia menabrak seseorang. Orang tersebut minta maaf dan buru-buru mengejar lift yang sudah hampir tertutup.
Donghae bingung menatap orang itu. Tapi dia tidak mengindahkannya. Dia terus berjalan menuju lift. Sembari menunggu, dia tersenyum kearah pintu lift yang merefleksikan dirinya. Tiba-tiab matanya tertuju pada sesuatu yaitu gantungan teddy bear yang tergeletak begitu saja di lorong.
“Mungkin ini milik orang tadi yang kutabrak.” Kata Donghae sambil memungut gantungan kunci itu dan memasuki lift.
“Hai, Hae.”
“Hai, Chaerin.”
“Itu apa?” Tanya Chaerin di lift.
“Apa? Oh ini? Gantungan kunci yang kutemukan. Orang yang mempunyainya menabrakku barusan.”
“Ini mirip punyaku.” Kata Chaerin sambil memamerkan miliknya. “Dan setahuku ini punya Hyori atau Yejin. Tapi tidak mungkin kan mereka disini saat ini.”
“Iya, tidak mungkin ini milik mereka. Kau kira boneka ini hanya milik kalian bertiga saja?”
“Kau benar. Omong-omong siapa yang menabrakmu?”
“Aku tidak tahu. Dia terlihat terburu-buru.”
**

Dear, my lovely reader.Ada saran lanjutan cerita ini??tulis aja di komen bawah ini ya ^^
Gomawoyo~~

25 thoughts on “COFFEE LATTE (part 1)

  1. ough aku yg pertama komen ya????
    Awalnya aku pikir nie ff bakalan ngebosenin(mian)
    eh makin aku baca ceritanya makin seru…
    Palagi waktu donghae ketemu ma mantan pacarnya….
    Buat aja donghae CLBK,trus pas setahun waktu hyori mo cerein Hae,donghae baru sadar lo dia suka ma hyori…..
    Hehehehe…..

  2. hiiyyaaa!!! ni ff yg tdnya oneshot kn? kereenn!!! setuju! haenya dibikin CLBK,trus lama2 dy nydar klo dy cinta ama hyori!!!
    Lnjutannya jgn lama2 author!!! :)

  3. kaget liat hyorin yg nge-lamar donghae^^
    ceritanya beda bgt dr yg lain…
    i like it tp low menurut q gimana low ceritanya sad ending gitu mmm tp hyori ttp nikah ma donghae oppa

  4. ah gak tega aku sama si hyori…..
    part selanjutnya cepetan ya thor! #plak
    penasaran bgt…. semoga aja si hae milih hyori…

  5. huah, onnie ini aku yg kemarin di twitter..
    hehe :D
    baru part1 aja udah bikin penasaran..
    argh, keren bgt..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s