46

AFTER– after it ends, will you miss it?

TITLE: AFTER

CAST: ALL SUPER JUNIOR MEMBER

GENRE: friendship, family.

AUTHOR by Yoon Dictator

Park Jungsoo POV

Saudara-saudaraku. Mereka. 12 orang laki-laki yang selalu menganggapku sebagai ayah, ataupun kakak mereka karena aku leader. 12 orang laki-laki yang dulu selalu ingin kulindungi dengan segenap kekuatanku. 12 orang laki-laki yang selalu mendukungku. 12 orang laki-laki yang sangat kurindukan sekarang. Continue reading

37

The Baby Sitter Part 2

annyong readers!!! ini dia part 2 nya:)
mungkin untuk part 3 nya nanti ga bisa aku post sekarang2 ini, soalnya aku mau UAS, harus konsen.
enjoy!

“Hyo~ah kenalkan, ini anakku, Cho Kyuhyun. Ayah Jihyun,”

***

“annyonghaseyo,” ucapku ramah pada ayah Jihyun.
“annyonghasseyo,” ucapnya dengan muka datar.
“Jihyun~ah annyong, appa wasso,” ucapnya sambil tersenyum pada Jihyun. Jihyun yang melihat appanya pun tertawa. Lalu tuan Cho Kyuhyun mengambil Jihyun dari gendonganku.

“kuharap kau bisa menjaga Jihyun dengan baik,” pesan nya padaku. Aku hanya mengangguk.

***
Aku menaruh barang-barangku dikamar yang disediakan nyonya Cho untukku.
Ternyata ayah dari bayi yang kurawat tidak seperti yang aku pikirkan –lelaki berumur tiga puluh lima dengan rambut yang sudah memutih- ternyata dia masih sangat tampan. Dan kata nyonya Cho dia hanya berumur dua tahun diatasku. Itu berarti umurnya baru dua puluh enam tahun.

“Hyo~ah apa kau sudah selesai?” tanya orang dibalik pintu kamarku. Nyonya Cho.

“ne, ada apa nyonya?” kataku setelah membukakan pintu.
“aku ingin pergi ke acara pernikahan temanku sebentar, bisa kau temani Jihyun bermain sambil menonton televisi?”
“ne, baik nyonya,”
“gomawoo Hyo~ah,”

Aku berjalan keruang televisi. Tenyata disana ada Jihyun dan ayahnya. Ayahnya memangku Jihyun sedangkan Jihyun menghisap jempol ayahnya. Lucu sekali mereka.

“Jihyun~ah annyong,” ucapku pada Jihyun, dia tersenyum
“Jihyun~ah kau sama tante Sunghyo dulu ya, appa mau melanjutkan pekerjaan appa lagi, nanti kita main lagi, arro?” kata Cho Kyuhyun pada anaknya. Jihyun tersenyum, Cho Kyuhyun mencium pipi anaknya lembut lalu tersenyum. Aku baru sadar kalau senyumnya sangat menawan.

“aku titip Jihyun,” ucapnya padaku.
“ne,” aku menganggukan kepalaku.

Cho Kyuhyun memasuki ruang kerjanya. Sedangkan aku hanya berdua bersama Jihyun menonton kartun. Kata Nyonya Cho, Jihyun suka sekali dengan Mickey Mouse.

“oemma…” ucap Jihyun padaku sambil tersenyum. Aku kaget, Jihyun menyebutku oemma.
“oemma anniragu, naneun Sunghyo ajumma,” kataku sambil tesenyum
“oemma,” ucapnya lagi
“ajumma,” kataku tersenyum perihatin.
“oemma-ha aaaaa,” tiba-tiba Jihyun menangis. Aku panik.
“cup cup, uljima Jihyun~ah,” aku mencoba menenangkan Jihyun
“oemma haaaaaaaaaaaaaa,” kini Jihyun berteriak cukup keras sehingga membuat tuan Kyuhyun keluar dari ruang kerjanya

“ada apa ini? Kenapa Jihyun menangis?” dia mengambil Jihyun dari gendonganku
“oemma haaaaa,” Jihyun masih menangis.

“aku tidak tahu, tiba-tiba saja dia menangis saat aku bilang bahwa aku bukan oemmanya,” Tiba-tiba rauh wajah seorang Cho Kyuhyun berubah sedih.
“mungkin Jihyun hanya ingin bertemu dengan oemmanya,” ucap tuan Kyuhyun sambil menimang-nimang Jihyun. Jihyun masih menangis
“oemma haaaa,”
“Jihyun~ah uljima,” ucapku sambil mengelus keringan berukurang biji jagung di keningnya.
Tiba-tiba Jihyun membuka tangannya, meminta aku menggendongnya. Aku mengambil Jihyun dari gendongan tuan Kyuhyun

“sssst uljima Jihyun~ah,” aku menimangnya
“oemma…” ucapnya, sudah tidak menangis lagi. Aku tersenyum saat Jihyun mengambil tanganku yang sedang menghapus air matanya. Jihyun memainkan jariku.
“oemma…” ucapnya lagi.

“maafkan aku Hyo~ah,” aku mengrenyitkan keningku
“maafkan aku karena Jihyun memanggilmu oemma,” katanya
“gwenchana, mungkin Jihyun hanya rindu pada oemmanya,” jujur aku merasa tidak enak berkata seperti barusan.

“oiya, panggil saja aku Kyuhyun,” pintanya
“ne, kau kembalilah bekerja, biar Jihyun bersamaku,”
Kyuhyun hanya mengangguk. “gomawoo,” Kyuhyun tersenyum padaku. Aku hanya tersenyum membalasnya.

***

“bagaimana Siwon~ah, kau sudah tahu dimana Sunghyo sekarang?” tanya nyonya Choi cemas.
“belum oemma,” aku sudah berusaha mencarinya
“ya Tuhan, tolong lindungi Sunghyo kami,” doa nyonya Choi
“pasti Tuhan akan melindungi Hyo oemma,” ucap Siwon menenangkan oemmanya.

***

Sudah hampir sebulan aku bekerja dirumah ini. Dan aku sudah semakin dekat dengan Jihyun. Dia bayi yang sangaaaaat lucu. Dan nyonya Cho sangat baik padaku. Ia memperlakukanku sebagai anggota keluarganya. Begitu juga Kyuhyun. Dan selama ini keluargaku belum menemukanku. Entah kenapa aku senang. Aku masih ingin tinggal disini, bersama Jihyun dan juga… Kyuhyun.

“Hyo~ah kau sudah siap?” suara Kyuhyun terdengar dari luar kamarku.
“ne, sebentar lagi aku selesai,” jawabku
“baik, aku dan eomma menunggu di ruang televisi,”
“ne,”
Hari ini aku, Kyuhyun, Jihyun, dan nyonya Cho akan pergi menghadiri pameran anak-anak. Dan disana akan ada Mickey Mouse, favorit Jihyun.
Aku memakai dress santai selutut berwarna hijau toska, dan bando berpita berwarna merah. Selama bekerja sebgai baby sitter nyonya Cho tidak memperbolehkan aku memakai seragam baby sitter, dia tidak suka melihatnya. Jadi aku memakai pakaian kasual biasa.

“kau cantik. Sangat cantik,” puji nyonya Cho padaku
“ya, kau cantik,” ucap Kyuhyun menimpali. Aku tersipu malu saat Kyuhyun memujiku. Kyuhyun sangat terlihat sangat tampan mengenakan kemeja putih yang digulung lengannya.
“oemma,” Jihyun tersenyum padaku. Memamerkan gigi kelincinya yang baru tumbuh
“Jihyun~ah kyeopta,” aku mencubit pipinya pelan. Dia hanya tertawa
“kajja, nanti kita telat,” ucap nyonya Cho.

Kyuhyun jalan didepanku sambil membawa dorongan yang sudah dilipat untuk Jihyun. Sedangkan aku menggendong Jihyun.

“seperti suami istri saja,” ucap nyonya Cho pelan. Aku menengok kebelakang
“wae? Tadi nyonya bilang apa?” tanyaku memastikan
“annio, kajja,”

***
Ternyata tempat yang kami datangi sudah cukup ramai.
Aku masih mengeendong Jihyun. Dan Kyuhyun berjalan disebelahku sambil mendorong kereta dorong milik Jihyun. Dan nyonya Cho berjalan di sisiku yang lain.

“wah, cantik sekali adiknya seperti oemmanya,” seorang pramuniaga sebuah produk susu menghampiri kami
Nonya Cho dan Kyuhyun hanya tersenyum. Mau tak mau aku ikut tersenyum.
“adik namanya siapa?” tanya pramuniaga itu.
“Jihyun,” ucapku.
“Jihyun susunya apa ya bunda kalau boleh tahu?” tanya pramuniaga itu padaku
“ah~ oemma mau cari tempat duduk dulu, Kyu kau temani Hyo disini,” kata nyonya Cho tiba-tiba
“ne, hati-hati oemma,” kata Kyuhyun
“mm, susunya baby milk, waeyo?” tanyaku
“ah karena bunda sudah memakai produk kami, kami akan memberikan diskon khusus kalau bunda membeli baby milk di stand kami. Dan akan ada paket khusus, bagaimana bunda?” tawar pramuniaga tersebut
“boleh,” ucap Kyuhyun
“baik saya akan ambilkan dulu sebentar,”
“ne,” anggukku
“ini, terimakasih,”
“ne,” ucap Kyuhyun seraya mengabil paket tersebut lalu meletakkannya di kereta dorong Jihyun
“mm, ayah bunda, bisa kami foto sebentar untuk kenang-kenangan,”
“ah, ne,” ucapku
Ah~ apa apaan ini. Aku harus difoto bersama Kyuhyun dan Jihyun. Kami seperti keluarga kecil saja.
“kamsahamnida ayah, bunda bye Jihyun,” kata pramuniaga itu saat kami selesai berfoto. Jihyun hanya tersenyum

tbc….

4

“ what happen with you …dongsaeng?” part. 3

“ what happen with you …dongsaeng?” part. 3

Lee donghae pov

_________sebelumnya____________

“hyung…mian, aku menelponmu mendadak”

“gwencana, sebenarnya kyuhyun kenapa?, kenapa ia bisa pingsan seperti ini?” tanyaku lagi padanya.

“molla…hyung, hanya saja aku melihatnya sangat ketakutan saat ada seorang siswa sedang……..”

________selanjutnya______________

“ saat ada seorang siswa sedang……….”

Kim kibum pov

~flashback~

“ kyu…waegeudae?”  tanyaku padaku, tapi ia tidak menjawab, aku bingung apa yang terjadi dengannya. Aku hanya melihat salah seorang siswa sedang memegang kecoa yang sudah mati, dan siswa itu tidak mengganggu kyu, siswa itu malah bingung. Karena kyu berteriak histeris. Lalu kyupun mendorongku dan berlari dariku.

Continue reading

“ I’am Bad “ part. 2

 

“ I’am Bad “ part. 2

 

@@sebelumnya@@

“ aku mohon padamu, karena hanya kamu yang dapat membantuku” sahutku padanya.

“ geuraeyo…..chamkanman”sahutnya, lalu iapun membuka lemari pendingin yang tersimpan banyak sekali ramuan yang ia buat. Ntah ramuan apa itu. lalu iapun menghampiriku dan memberikanku sebotol kecil cairan yang tidak berwarna.

“ apa ini?” tanyaku padanya

@@selanjutnya@@

 

Choi siwon pov

“cairan ini adalah… arsenic. Ini sejenis racun yang dapat membunuh secara perlahan-lahan” akupun memperhatikan racun yang ku pegang ini.

“ bagaimana cara pemakaiannya?”

“ kamu hanya mencampurkan setetes racun ini pada minuman yang akan ia minum” katanya padaku

“ apakah ini akan berhasil?” tanyaku meyakinkannya

Continue reading