THE KINGDOM chapter 11

yuinjae

Chapter 11 : Don’t Leave Me

ANYEONG………..

Mianhae baru post lagi,, author baru ngetik lagi…

Chapter kali ini lebay… maklum author lagi lebay…

Stress UTS…

yg blum taw lupa part sbelum’na,, saia kasih linnk’na….

Prologue, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8, Chapter 9, Chapter 10….

OK,, dari pada banyak bacot…

Mending cekidot…

Judul                : The Kingdom

Penulis             : Honey.

Karakter           : OC, TVXQ ft. Super Junior, Rain, MBLAQ, SNSD, SHiNee, dll.

Pairings            : YunJae, KangTeuk, EunHae, HeeWon, YooSu, dll.

Genre               : Romantic/drama, komedi. (Jaejoong + Junsu taw yg jd isrti = cewe)

Chapter                        : Chapter 11 : Don’t Leave Me.

Ringkasan        : Tak seorangpun tahu bagaimana wajah Putri Jaejoong. Bahkan orang tuanya pun belum pernah melihat wajahnya sejak ia tumbuh. Wajah Putri Jaejoong selalu ditutupi, sehingga tak ada seorangpun yang tahu. Dan suatu hari kerajaan tetangga menginginkan pangeran mereka menikah dengan Putri Jaejoong. Bagaimana tanggapang sang pangeran dan Putri Jaejoong atas keputusan orang tua mereka?

Disclaimer       : I own nothing except the plot and story. The PLOT and the STORY BELONG to ROYAL ENTERTAINMENT! *Plak//*

“BOO!!”

Jaejoong pingsan dipangkuan Yunho. Kakinya berlumuran darah segar. Yunho berteriak-teriak seperti orang gila karena panik bukan main.

“BOO!! PENGAWAL!! PELAYAN!! SIAPAPUN ITU, PANGGIL DOKTER!!”

Ryeowook yang sedang berdiri didepan pintu kalang kabut dan segera mangambil ancang-ancang. Ia berlari sprint ke tempat dokter dan segera menyambar tangan sang dokter dan tas peralatannya. Dan secepat kilat ia segera kembali kekamar Yunho.

Yunho masih berteriak-teriak histeris.*uno lebay*

“BOO!! BERTAHANLAH!!”

“Pangeran dokter sudah datang.” Ryewook melapor dengan napas terengah-engah. Sang dokter keliatan kaya orang kesambet.

“CEPAT PERIKSA BOO!!” raung Yunho. *berisik Yunpa,, teriak2 mulu#plakk//*

Dokter yang tersadar dari keadaan kesambetnya segera memeriksa Jaejoong. Dahi Jaejoong dipenuhi keringat dingin. Napasnya tidak teratur. Dokter memeriksa Jaejoong cukup lama. Saat ia selesai,

“Dokter bagaimana keadaan, Boo?” Tanya Yunho, Donghae dan Eunhyuk berhamburan masuk.

“Ada apa ini? Ada apa ini?” Tanya Donghae panik bin kaget.

Dokter segera mengambil mangkuk yang dipakai Jaejoong untuk minum obat. Mengambil cairan yang tersisa sedikit. Lalu memeriksanya. Ia sedikit mencium dan sedikit menjilatnya. Sang dokter memperlihatkan wajah terjelek dari yang paling jelek yang pernah ada didunia ini.

“HUEK… dari bau dan rasanya, sepertinya putri Jaejoong meminum racun paling mengerikan.” Jelas sang dokter dengan ekspresi lebay bin alay.

“Apa?! Keong racun?!” Tanya Eunhyuk.

“Racun doang, jagi. Bukan keong racun.” Jelas Donghae.

“Oooh…”

“Kemungkinan besar putri Jaejoong bisa kehilangan nyawanya jika kita tidak mendapatkan penawarnya dalam 2…”

“ANDWE…!!” Yunho berteriak super histeris.

“Saya belum selesai pangeran.” Ucap sang dokter. “Dalam 2 kali 24 jam wajib lapor… LOH…?! Maksudnya dalam 2 kali 24 jam.” Lanjut sang dokter. “Kenapa anda tidak berteriak lagi pangeran?” Tanya sang dokter.

“Udin selesai dokter?” Tanya Yunho balik.

“Udin.”

“ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE…!!” teriak Yunho lebay.

“Apa ada penawarnya dokter?” Tanya Eunhyuk khawatir.

“Hm… ada. Tapi resikonya, putri Jaejoong akan kehilangan bayinya.”

Yunho menatap nanar sang dokter. Dalam sekali kejapan mata, Yunho sudah memeluk kaki sang dokter.

“Lakukan apa saja! Soal bayi itu gampang. Aku masih bisa buat lagi dengan boo. Tapi tidak dengan boo.” Kata Yunho.

“Baiklah. Racun yang diminum putri Jaejoong bernama racun Pembuai Kematian. Penawarnya adalah ramuan Penjemput Kehidupan. Aku akan berusaha membuatnya. Tapi aku tidak bisa menjaminnya.” Jelas sang dokter.

“Maksud lo…??” Tanya Yunho, Donghae, dan Eunhyuk berbarengan.

“Aku belum pernah membuatnya.” Kata sang dokter. “Kalau begitu saya pamit dulu.” Lalu sang dokter ngeloyor pergi.

Yunho kembali pada Jaejoong yang terkapar ditempat tidur.

“Boo, bertahanlah. Aku akan melakukan apapun untuk menolongmu.”

—————————-

Dilain pihak.

“MWAHAHAHAHAHAHA…” seseorang tertawa puas. “Dia pasti mati. Pasti!” katanya yakin.

“Omma, sudah dijalankan rencananya?” Tanya seseorang lainnya.

“Tentu saja. Sekarang si Jaejoong itu sedang terkapar menunggu ajalnya.”

“Bagus. Jadi aku bisa mendapatkan Yunho secepatnya.” Katanya senang.

“Kau senang, Ahra?”

“Ne. aku tidak sabar menunggu Jaejoong mati.” Katanya.

“Dokter bodoh itu akan semakin membunuhnya dengan penawar yang ia buat.”

“Kalau begitu aku kesalon dulu. Agar aku bisa memikat Yunho.”

“Lakukan sesukamu. MWAHAHAHAHAHAHA…” ia mengakhiri perkataannya dengan tawa yang menggelegar dahsyat.

———————————-

Sementara itu. *YooSu side*finally*

“Aaaakkh, Chunnie.”

“Mmmm…”

Yoochun sedang mencumbu istrinya ditaman. Yoochun menciumi leher jenjang Junsu dengan penuh nafsu. Junsu hanya bisa pasrah dengan perlakuan Yoochun. Tapi tiba-tiba saja.

BLETAK

“Nun mwoya?!” teriak Yoochun.

“YA~ NUN MWOYA!!” balasnya.

“Omma, kukira siapa.” Kata Yoochun tersipu.

“Ada kabar buruk.” Jelas omma Yoochun yang tak lain dan tak bukan adalah Heechul.

“Kabar buruk apaan?” Tanya Yoochun.

“Ne, omma. Kabar buruk apa?” Tanya Junsu cemas.

“Ada yang meracuni Jaejoong. Sekarang keadaannya kritis.” Jelas Heechul dengat raut wajah yang sedih.

“Jangan sedih Rella dear, Jaejoong bukan Junsu.”

“Loh?! Sejak kapan appa ada disana?” Tanya Yoochun kaget.

“Sejak dulu kala.” Jawab Siwon nyanyi Rayuan Pulau Kelapa.

“Omma, apa omma tahu Jaejoong terkena racun apa?” Tanya Yoochun.

“Jaejoong terkena racun Pembuai Kematian.” Jawab Heechul.

“Sungguh tragis.” Sambung Siwon.

“Omma, bukannya kita punya penawarnya?” Tanya Yoochun.

“Yang bener?!” Tanya Heechul.

“Bener.” Kata Yoocun meyakinkan.

“Maksudmu ramuan Hidup Bahagia?” Tanya Siwon.

“Iya itu. Bukannya itu penawarnya?” Tanya Yoochun balik.

“Iya sih.” Jawab Heechul.

“Kalau begitu ayo kita antarkan ramuan itu.” Kata Yoochun.

“Aku ikut Chunnie.” Rengek Junsu.

“Tentu, Su. Aku tidak bisa hidup tanpamu meski hanya sedetik.” Jawab Yoochun gombal.

Terlihat rona-rona pink dipipi Junsu.

“Sudah cepat antarkan. Jangan gombal-gombalan disini.” Perintah Heechul.

“Omma dan appa juga sama saja.” Kata Yoochun.

Heechul tidak mengindahkan perkataan Yoochun. Ia bergelayut menja pada Siwon. Yoochun segera meninggalkan orang tuanya yang sekarang sedang bercumbu mesra.

——————————-

Di kerajaan Dong Bang Junior.

“APWAH…?? JAEJOONG DIRACUN?” teriak Kangin dan Eeteuk bersamaan.

“Bagaimana bisa?” Tanya Eeteuk pada sang pembawa berita.

“Mene eke tehe. Saya hanya pembawa berita, bukan reporter.” Jawab sang pembawa berita.

“Cepat berkemas, jagi. Kita segera kesana.” Perintah Kangin.

“Bagaimana dengan sikembar?” Tanya Eeteuk.

“Bereskan juga mereka. Kita berangkat sekarang juga.”

Eeteuk segera beranjak dari singgasananya dan menyiapkan si kembar yang sudah terlelap. Setelah beres mereka segera meluncur meninggalkan kerajaan mereka menuju Kerajaan Super Shin Ki.

——————————-

Sementara di Kerajaan Super Shin Ki keadaan terlihat suram. Terutama disekitar Yunho. Ia duduk disisi Jaejoong yang terbaring tak berdaya. Wajah porselennya dipenuhi keringat. Yunho menyekanya. Tapi semenit kemudian keringat itu muncul lagi.

Yunho membelai lembut rambut Jaejoong. Menatap wajah Jaejoong yang menyimpan raut menahan sakit dengan matanya yang sayu.

“Boo, don’t leave me.” Bisiknya ditelinga Jaejoong.

Ia membelai perut buncit Jaejoong. “Aku tidak bisa hidup tanpamu, boo.”

Pintu kamar terbuka dan Eeteuk, Kangin, Kyuhyun, dan Changmin menghambur masuk.

“Jaejoongie…” teriak Eeteuk dan Kangin.

“Nuna…” teriak Kyuhyun dan Changmin.

Mereka segera mengelilingi tempat tidur Jaejoong. Eeteuk terisak sambil menggenggam tangan Jaejoong. Kyuhyun dan Changmin berkaca-kaca.

“Jaejoongie…” panggil Eeteuk. “Bangunlah.”

Yunho terus menatap Jaejoong.

“Nuna…” Changmin mulai menangis meraung-raung. Kangin segera menenangkan anak bungsunya itu.

Donghae datang  bersama Eunhyuk. Yunho menoleh dan segera menyerang orang tuanya dengan pertanyaan.

“Bagaimana? Apa dokter sudah selesai membuat penawarnya?” Tanya Yunho penuh harap.

Eunhyuk menghela nafas dan Donghae menggeleng tanda bahwa dokter belum selesai membuat penawar yang dimaksud Yunho. Yunho terlihat semakin suram. Eeteuk terus terisak disisi Jaejoong.

————-

Keesokan harinya dokter datang dengan wajah yang berseri-seri. Ia datang kekamar Yunho pagi menuju siang.

“Yang mulia, aku sudah menyelesaikannya.”

Dengan bangga sang dokter memperlihatkan sebuah botol kecil.

“Apaan tuh?” Tanya Yunho.

“Ini penawar untuk Putri Jaejoong.” Jawab sang dokter.

Saat akan diminumkan pada Jaejoong. Pintu kamar kembali terbuka.

“Jangan diminumkan dulu!”

Yunho melihat dua orang berdiri disana. “Apa maksudmu Yoochun-ah?” Tanya Yunho heran.

“Itu pasti ramuan Penjemput Kehidupan?” tebak Yoochun.

“Iya. Emang nape?” Tanya sang dokter.

“Jangan berikan itu untuk Jaejoong nuna. Nanti Jaejoong nuna mules-mules. Eh, apa namanya Su?” Tanya Yoochun pada Junsu.

“Keguguran Chunnie.” Jawab Junsu gemas.

“Iya, keguguran maksudku. Lebih baik Jaejoong nuna minum ini. Ramuan Hidup Bahagia.” Kata Yoochun promosi.

“Benar oppa. Kalau Jaejoong onni minum ramuan ini, bayinya juga bisa diselamatkan.” Dukung Junsu.

“Terus ngapain gue bikin ini ramuan kalu ujung-ujungnya kaga dipake.” Gerutu sang dokter.

“Derita lo.” Kata YooSu.

Yoochun memberikan ramuan itu pada Yunho. Yunho menengguknya lalu mengangkat kepala Jaejoong. Ia mendekatkan bibirnya pada Jaejoong, Yunho mentransfer ramuan itu kemulut Jaejoong. Setelah itu Yunho menepuk punggung Jaejoong. Jaejoong menelan ramuan itu, Yunho segera membaringkan Jaejoong lagi.

Beberapa detik kemudian, Jaejoong kejang-kejang dan batuk-batuk.

“BOO…!!”

Jaejoong kemudian memuntahkan darah berwarna merah kehitam-hitaman.

“Itu efek sampingnya. Yang Jaejoong muntahkan itu racunnya. Tapi sepertinya racunnya belum keluar semua.” Jelas Yoochun.

“Dari mana kau tahu semua itu Yoochun-ah?” Tanya Eeteuk.

“Dulu omma pernah mengalaminya saat sedang mengandung diriku. Sampai sekarang omma masih meminum ramuan itu. Aku juga.” Jelas Yoochun.

“Jadi yang kau minum setiap bulan purnama itu ramuan itu Chunnie?” Tanya Junsu.

“Ne, jagi.” Jawab Yoochun manja.

“Kasian sekali Chunnieku.” Kata Junsu memeluk Yoochun.

“Mmm…” Yoochun bermanja-manja dalam pelukan Junsu.

“YA~ kalian membuatku iri.” Bentak Yunho.

“Jangan khawatir. Jaejoong nuna akan segera sadar.”

“Kalau begitu kita tunggu diruangan depan saja.” Kata Donghae.

Semuanya keluarkan meninggalkan Jaejoong dan Yunho.

“Boo, cepatlah buka matamu.” Kata Yunho. Ia lalu mengganti selimut yang dipakai Jaejoong. Dan kembali duduk disamping Jaejoong. Menggenggam tangan lembut Jaejoong.

————

Jaejoong membuka matanya perlahan. Ia menyapukan pandangannya kesegala penjuru ruangan. Ia mendapati Yunho tidur disampingnya. Mulutnya terbuka lebar dan sedikit ngiler. *Yunpa jorok* Jaejoong membelai lembut pipi Yunho dengan tangannya yang masih sedikit lemas. Yunho membuka matanya dengan malas. Jaejoong tersenyum kearahnya.

“Boo… kau bangun?” Tanya Yunho.

Jaejoong menganggukkan kepalanya. “Yunnie.” Panggilnya.

Yunho naik keatas tempat tidur dan segera melumat ganas bibir merah Jaejoong. Tak menghiraukan perut Jaejoong yang menghalangi kegiatannya. Ia terus melumat bibir Jaejoong. Jaejoong juga menikmati lumatan Yunho. Ia memeluk erat Yunho.

Dua hari tak sadarkan diri ia rindu sentuhan Yunho. Begitu pula Yunho, ia rindu membelai tubuh Jaejoong.

“YA~! Yunho! Apa yang kau lakukan?!” bentak Donghae.

Yunho menghentikan kegiatannya dan turun dari ranjang. “Appa mengganggu saja.” Protes Yunho.

“Biarkan Jaejoong istirahat. Eh, dia sudah siuman?” Tanya Donghae bego.

“Jaejoongie, gwenchana?” Eeteuk mendekati Jaejoong dan membelai wajah Jaejoong untuk memastikan bahwa putrinya baik-baik saja.

“Ne, omma. Nan gwenchana.” Jawab Jaejoong sedikit lemah.

“Nuna…” teriak Kyuhyun dan Changmin bersamaan.

“Kalian berdua jangan berisik.” Bentak Kangin.

“Gwenchana, appa. Aku baik-baik saja. Lagipula aku sangat merindukan mereka.” Bela Jaejoong.

“Kau terlalu memanjakan mereka.” Kata Kangin dengan suara yang berat.

Semuanya berbincang bincang hingga Yoochun menghentikan perbincangan mereka.

“Nuna, kau harus minum ramuan ini setiap bulan purnama. Nanti anakmu juga harus minum.”

“Tapi mereka masih bayi.” Kata Jaejoong.

“Tidak apa-apa. Takutnya, dalam tubuh anakmu juga terdapat racun yang kau minum. Jadi untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, sebaiknya anakmu meminumnya sama sepertimu. Setiap bulan purnama.” Jelas Yoochun.

“Sampai kapan mereka meminumnya?” Tanya Eeteuk.

“Setiap tiga bulan sekali mereka diperiksa, jika sudah tidak ada racun mereka boleh berhenti minum ramuan. Dan untukmu, nuna. Kau harus meminumnya setiap bulan purnama seumur hidupmu. Seperti ommaku.” Jawab Yoochun panjang dan lebar sekali.

“Dan kau? Kau masih meminumnya sampai sekarang?” Tanya Jaejoong.

“Itu karena racunnya masih tersisa ditubuhku. Saat bayi dulu, racunnya masuk ke paru-paruku jadi sulit untuk dikeluarkan.” Jelas Yoochun lagi.

“Kasian sekali, Chunnieku.” Junsu mencubit pipi Yoochun.

Mereka kembali melakukan hal yang tidak-tidak *halah*. Junsu memeluk Yoochun dan Yoochun membenamkan wajahnya didada Junsu.

“Omma, aku lapar.” Kata Changmin spontan.

“Omo, aku lupa. Kalian belum makan dari tadi siang.” Kata Eeteuk sambil menepuk jidatnya.

“Kalau begitu, ayo kita makan.” Ajak Eunhyuk.

“Betul. Ayo makan.” Teriak Donghae.

“Aku disini saja bersama boo.” Kata Yunho.

“Kau harus makan Yunnie.” Kata Jaejoong.

“Nanti saja.” Tolak Yunho.

“Yunnie.” Rajuk Jaejoong.

“Tidak apa, Joongie. Biar nanti makanan kalian diantar kesini.” Jelas Eunhyuk.

“Ya sudahlah kalau begitu.” Kata Jaejoong pasrah.

Setelah Eeteuk, Kangin, Donghae, Eunhyuk, Yoochun, Junsu, Kyuhyun, dan Changmin keluar, Yunho menatap Jaejoong dan sekali lagi Yunho segera naik keatas tempat dan menyerang bibir merah Jaejoong.

————————-

Disebuah tempat yang nun jauh disana, sebuah jiwa sedang geram. Rencana yang ia buat gagal. Aura hitam mengelilingi tubuhnya. Dari kepalanya kekuar asap, hatinya berapi-api. Ia membanting benda-benda disekitarnya.

Dengan amarah yang membuncah, ia melakukan sesuatu.

“Karena rencanaku gagal, aku akan melakukannya dengan cara kasar. Aku akan melakukannya secara paksa. Aku akan membunuhnya secara langsung. Semua demi memenuhi keinginanku.” Katanya geram.

Ia lalu segera berdiri didepan bola kristalnya. “Jangan pernah meremehkanku. Aku punya seribu satu cara agar dapat memenuhi keinginanku. MWAHAHAHAHAHAHA!” ia tertawa nyampe ada lalat masuk kemulutnya.

“Lalat kurang ajar. Ketelen lagi.” Katanya sambil batuk-batuk lalu melanjutkan kegiatanya. Ketawa ampe mampus eh, ampe puas maksudnya.

—————————

“Papa, aku takut.” Seorang gadis kecil memeluk seorang namja kekar.

“Kokjonghajima, Mimie. Papa ada disini.” Katanya menenangkan gadis kecil itu.

Ia menatap langit yang tiba-tiba kelam. Ada sesuatu yang tak diharpkan akan terjadi. Rain memeluk putri kesayangannya. Terlihat kilatan-kilatan dinalik awan. Jungmi, memiliki perasaan yang sensitive terhadap segala sesuatu yang tidak beres disekitarnya. Dan Rain yakin, sesuatu yang tidak diharapkan akan segera terjadi.

~TBC~

Apa sebenarnya yang akan terjadi…..??

Apa yang akan dilakukan oleh Hwangbo….??

Tunggu di chapter selanjutnya…..

Hehe,, mian reader saia lama up date’na….

Mian juga kalo pendek…

Mentok diakhir’na….

Tapi tetep,, ditunggu komennya……..

18 thoughts on “THE KINGDOM chapter 11

  1. huaaa…akhir na stlah skian lma kluar juja part ni…
    Qrain jae bkal mati…
    Lnjut eonni…jgn lma2 yea/plak

  2. MUAHAHAHAHAHA*ikutan ketawa brg Hwangbo*
    MANTAPPPPPPPP,komedinya berasa banged euy*rasa jeruk,mangga,apel?/PLAK*

    gak kpok jg tu ne2k sihir,,,ckckck,
    ahra ksalon mulu tu org,dah jelek ya jelek terima nasib aja napa?? gak bkalan tu uno lirik km*kerasukan setan shipper*
    hahahaha fakta(?) terungkap uno tidurNa ngiler,uno ngiler!!! haha uno ngiler!!!*dplototin Yunjae*
    lanjot ching!!! Lanjot!!!jgn2 lma2,yg puanjang jg ya*reader berisik ktularan uno*

  3. Dasar Yunpa pervert *dtarik yunho ke plkan.y* pendek nian author….?! *dgampar author krn byk cing n cong* aq ska ni chap, mski pendek tp b’kesan dihtai *halah apaan sih, reader lebay*

  4. hahahhaha.. tetep aja gilaaaaa.. sarapppp.. ahhhh, ayo chap selanjutnya cepetan diupload.. koplo ga karu2an ini.. jajajahahahahaha..

  5. Wah,,,akhirnya setelah sekian lama epep ini muncul kembali…
    Eh,aq dh knalan lom sih,,
    Jo noun seizha imnidaaa,,,
    Aq pembc setia ff ini…
    Senengnya dah update lg…

    haha,,,ni mang cerita komedi ya?ampe lupa genre yg lama komedi apa g?lucu,,lucu bgt bhkan dsetiap sence ada komedinya..
    Tapi, mskpun komedi,,pas bagian romanticnya kasih feel ya author,,,
    Itu aja komen kali ini…
    Hwaiting!!!!,,,,,

  6. apa ya yg mo dilakuin hwangbo?…..
    Tapi doyan banget sih hwangbo ketawa,ampe’ nelen lalet…..
    Trus yunho tetep aja pervert…..
    Begitu jae sadar langsung samber…..

  7. annyeong,, aq pndatng baru,
    keren bgt ieg crita’y,
    aq pgen liat yg chapter 6 tp kog ada password’y eah??
    emg password’y apa? *hehehe* pliz d’bntu yach!!

  8. “Lalat kurang ajar. Ketelen lagi.”
    LOLROFL

    hallah bhusyeeeeeeeeet bhusyeeeeet *jawa medhok* ini kesian amat ya, masa uri eonnie Hwangbo nelen laler?

    Thor, request yg Hwangbonya jadi baek dooooong.. #dipentelengin sama author.

  9. AnNyeong. . .saia reader brU, , ,

    oh ya ,kelanjuTan nx kapan ?
    Jaejong nX gk bkalan kguguran kan, , ,saia bNar2 pnasaran. . .

  10. kasihan si penyihir nya,,, gagal euy.. hahahahhaha
    masa jae haruz minum obat tu selama seumur hidup nya tepat pada bulan purnama??
    tp kok kenapa bulan purnama? bukan bulan2 lain….
    tak mudeng aq..

  11. Authorrr… Chap 12 mana??? #nagihgakjelas kebelet nih… Kenapa ahra ama hwangboo dimasukin sih??Mengganggu jaema-yunpa aja.. Authooorrr jangan kelamaan yaaaa uploadnyaaaa.. I’ll be waiting

  12. hueee….jaema keracunan? nasib si babynya gmn tuh??
    chingu lanjoootttttt!!!! lma nian menanti chap 12 g mcl2 jg.. hiks..
    chap 12..chap 12.. chap 12… hula..hula..aku menunggumu.. *readersarap*
    chingu hrs lnjt ya critanya.. panjang jg gpp deh..
    q trlanjur suka ma critanya, ehehehe…
    janji y lanjot? cpt y gpl kburu lebaran, lol *maksa* ha.. hwaitiiing chingu!! :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s