Why I Can’t In Love With You? part 1

ff ini adalah ff berantai yang saya buat bersama dikariani .jadi part pertama akan ditulis oleh dikariani dan part kedua akan ditulis oleh saya san begitu seterusnya~

author:Dikariani

So Man menghela nafas. Esok bulan purnama akan muncul, dan itu pertanda ke 10 putra tersayangnya akan menginjak usia dewasa. Usia dimana kaum mereka harus membuktikan jati diri mereka dengan menghisap mangsa pertama mereka. Dan So Man tau,banyak dari anaknya yang gagal menjalani tugas ini.

So Man terlalu lelah melihat kembali putra kesayangannya dihukum mati karena gagal menjalankan tugas ini. Tak tega dirinya melihat putra kebanggannya menghilang menjadi debu.

Tapi ini adalah takdir, yang harus So Man terima cepat atau lambat.

***

“Kalian mengerti kenapa kalian aku kumpulkan disini?”

Ke sepuluh pemuda itu saling berpandangan. mereka benar -benar tidak mengerti dengan ucapan So Man dan mengapa mereka dipangil kesini.

“Aku tahu”

So Man menoleh ke arah suara itu.  Jae Joong, pemuda berwajah cantik itu menatap So Man dengan wajah nya yang dingin dan menawan.

“Aku juga tahu”

Kali ini Yunho, pemuda dengan postur tubuh tinggi dan rambut kecoklatan itu berbicara. ia menoleh ke arah Jinki yang terdiam di pojok ruangan dengan wajah dinginnya.

“Jinki juga tahu dan mengerti alasan kami semua dipanggil oleh mu, ayah”

So man terdiam. ditatapnya wajah putera-puteranya satu-persatu.

“Kalian tahu betapa besar rasa cintaku pada kalian?”

Ke sepuluh pemuda itu mengangguk patuh. SoMan terduduk di sebuah sofa mewah. sendirian. ia menatap wajah putera nya satu persatu.

“Kalian tahu betapa besar harapanku kepada kalian?”

Ke sepuluh putera So Man kembali mengangguk patuh.

“Saat ini bulan purnama ke 25 telah tiba, setelah sekian tahun. Akhirnya kalian menjadi seorang vampire sempurna”

Yoochun dan Junsu tersenyum dingin mendengar perkataan So Man. Entah kenapa Yoochun dan Junsu sangat bersemangat dengan perkataan So Man selanjutnya.

“Pergilah…”

 

So Man berkata pelan sambil menatap kesupuluh puteranya dengan mata berkilat.

“Lanjutkan populasi kita..”

Junsu dan Yoochun terkikik pilu. sementara Jae Joong, Yunho , Changmin , Jinki dan Kyuhyun tersenyum licik. sedangkan Donghae, Min Ho dan Zhou Mi memasang wajah tanpa ekspresi nya yang dingin. Seperti tidak ada belas kasih dari wajahnya.

“Pergilah ke Bright World, dan tentukan target kalian yang akan kalian mangsa”

So Man tersenyum picik menatap kesepuluh puteranya, yang dibalas dengan senyum tak kalah picik oleh kesepuluh puteranya.

“Bolehkah ku habisi semua nya?”

So Man menatap Minho yang sedang menyeringai, So Man tersenyum picik.

“Jika kau sudah menjadi vampire sejati, kau boleh memangsa semua manusia yang tinggal di The Bright”

“Jadi sekarang tidak boleh?”

“Tidak Donghae, tidak. tidak untuk kalian semua. cukup tentukan satu mangsa yang akan menjadi korban pertama kalian. ingat mangsa kalian harus wanita. karena itu akan membuktikan kemurnian vampire kalian”

So Man menatap dingin kesepuluh puteranya.

“Jika kalian berhasil menghisap darah mangsa kalian, kalian akan menjadi vampire sejati.”

Kesepuluh putera So Man tersenyum licik. dengan mata yang berkilat-kilat berwarna merah.

“Tetapi jika kalian gagal.. kalian akan di asingkan dari komunitas kalian sendiri dan dianggap hina selama -lama nya”

Kesepuluh putera so man tersenyum dingin.

“Atau mungkin lebih terhormat jika kalian di hukum mati dan aku sendiri yang akan mengeksekusi kalian”

Wajah So Man mengeras. ia memang tidak mentolerir adanya kegagalan. Meski putera atau keluarganya yang melakukan kegagalan itu.

“Kami yakin tidak akan gagal” ujar Junsu seraya memutar-mutar kepalanya menatap pintu masuk The Bright.

“Kami janji kami tidak akan gagal” ujar Minho, Jinki, Donghae dan Kyuhun bersamaan. yang diikutin anggukan kepala oleh Jae Joong, Yunho dan Zhoumi.

“Aku tidak sabar melihat darah” ujar Yoochun tersenyum licik.

“Aku tidak sabar memangsa” ujar Changmin memegang perutnya.

Kesepuluh putera So Man membungkuk hormat dan bergegas meninggalkan So Man. So Man menatap kepergian putranya dengan wajah dingin.

“Ingatlah, sekali kalian menentukan mangsa kalian tidak boleh mengganti pilihan kalian, dan kalian harus berhasil menghisap darah mangsa kalian. Tidak peduli apapun yang terjadi.”

Kesepuluh putera So Man menatap So Man tidak mengerti.

“Jangan pernah sekali -kali kalian membiarkan sisi baik diri kalian menguasai kalian. Jangan pernah memberikan toleransi kepada mangsa kalian. Ingatlah, mereka mangsa kalian, makanan kalian. Mereka berbeda dengan kalian. tidak sama. dan jangan biarkan mereka merebut hati kalian. Apapun dan siapaun mereka”

Kesepuluh putera So Man terdiam.

“Apa maksudmu , ayah” ujar Jinki berkata pelan.

“Nanti kalian akan tahu sendiri, pergilah”

Kesepuluh putra So Man membungkuk dan pergi bersamaan menuju The Bright. dan So Man menatap punggung putra-putranya cemas. Ada sedikit rasa khawatir pada dirinya.

***

So Man menatap bulan purnama dari jendela ruangannya. terbayang wajah Lee Teuk, putera kandung nya.

“Lee Teuk, ayah berharap apa yang terjadi pada mu tidak akan menimpa mereka. sangat berharap”

***

“Apa kau mengerti maksud perkataannya chunnie?”

Yoochun menatap Minho dingin, sementara Minho menatap Yoochun tajam.

“Andwe”

“Kau mengerti Jinki?”

Jinki menatap Minho dingin. Minho menatap Jinki tajam.

“Andwe”

“Kau Junsu”

Junsu terkekeh melihat Minho yang bersikap kebingungan, dengan cepat dirangkulnya bahu Minho.

“Itu tidak penting kawan, yang penting kita akan diperbolehkan memangsa mereka jika kita sudah menjadi vampire murni”

Junsu tertawa mengerikan, Donghae , Jae Joong dan Yunho menatap Junsu dingin.

“Kau sepertinya gembira Junsu” ujar Zhoumi yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara sepatah katapun.

Junsu menatap Zhoumi dengan mata berkilat. dalam beberapa detik kemudian, tangan Junsu telah menyentuh leher Zhoumi. dingin.

Dengan pelan Junsu berbisik di telinga Zhoumi.

“Aku tidak sabar ingin memangsa mereka..dan menunjukkan bahwa aku tidak sebodoh hyungmu Leeteuk, mimi”

Wajah Zhoumi mengeras. Sementara detik berikutnya Junsu telah berada di depan pintu The Bright.

dengan seringai yang khas Junsu menatap ke 9 temannya.

“Apa kalian tidak ingin pergi? atau ingin membusuk selama nya disini?”

Yoochun menyeringai dan dengan cepat mengahampiri Junsu yang telah melangkahi sebuah pintu penghubung The Bright dan The Dark, seperti sebuah celah dimensi yang berwarna terang.

Dengan cepat Yunho,Jae Joong, Donghae, Kyuhyun , Minho, dan Jinki bergegas menuju pintu tersebut.

Changmin hendak melangkah ketika , matanya tertuju pada Zhoumi yang masih diam mematung di pojok ruangan.

Secepat angin yang berhenbus, Changmin melangkah berada tepat di sisi Zhoumi.

“Lupakan ucapannya, kau adalah kau , hyungmu adalah hyungmu. Ingat, selain kau , kami semua adalah putera angkat So Man. bukan putra kandung”

Zhoumi menatap Changmin dingin, dan sebuah senyum, tidak lebih tepatnya seringai muncul di wajahnya yang putih.

“Kau benar, dia hanyalah anak angkat. tidak lebih”

***

Yoochun dan Junsu tersenyum puas begitu dirinya berdiri di sebuah jalan sepi yang merupakan pintu gerbang The Dark dan The Bright. Yoochun menatap dinding bata besar di belakangnya, tidak terlihat celah sedikit pun. sangat sempurna dijadikan gerbang penghubung dua alam yang berbeda.

Junsu menyentuh pelan dinding bata tersebut. terlihat sebuah cahaya kecil berkilau begitu tangannya yang lentik menyentuh dinding bata tersebut. Junsu tersenyum bangga. dia yakin saat ini dia berada di The Bright, dunia yang selama ini ia impi – impikan.

Yoochun dan Junsu berjalan menjauhi dinding bata tersebut, yang di apit oleh dua gedung tinggi, sehingga tidak terlalu mencolok jika dilihat dari luar gang jalanan tersebut.

tanpa basa basi Junsu dan Yoochun bergegas memulai misi pertama mereka. misi yang mempertaruhkan nama mereka dan masa depan mereka di mata komunitas mereka. misi mencari mangsa.

***

Kyuhyun , Donghae , Jae Joong, dan Minho terdiam sekejap begitu mendapati diri mereka berada di sebuah jalan gelap dan panjang. mata mereka berputar – putar melihat sekelilingnya. hanya ada sebuah dinding bata yang diapit oleh dua gedung tinggi dan di depannya terlihat jalan raya.

“Inikah The Bright?”

Jae Joong, Donghae dan Kyuhyun hanya menoleh ke Minho sekejap. dengan wajah innocent ketiga pemuda itu melangkahkan kakinya mantap melalui sebuah jalan setapak yang menuju sebuah jalan besar.

“Ya!!! dengarkan perkataanku”

Kyuhyun , Jae Joong dan Donghae menoleh kebelakang sekejap, matanya terlihat dingin.

“Jangan berbicara, lebih baik cepat selesaikan misi ini dan segera membuktikan diri bahwa kita adalah vampire sejati”

Minho menatap Kyuhyun kesal, dengan wajah muak Minho berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih menatapnya dingin.

“Dasar tempramental” ujar Donghae pelan. Kyuhyun tersenyum licik menatap Yunho.

“Orang yang memakai otot untuk menyelesaikan misi adalah orang idiot, liat saja dia pasti gagal”

Jae Joong menatap Kyuhyun dengan kesal, lalu berjalan melalui Kyuhyun.

“Dasar bodoh”

***

Changmin , Zhoumi , Yunho dan Jinki membuka matanya. sebuah cahaya yang pertama kali mereka lihat. Kepala mereka berputar melihat sekeliling mereka.

Sebuah dinding bata di belakang mereka yang di apit oleh dua buah gedung tinggi. Tempat yang cocok sebagai pintu masuk ke dunia yang tersembunyi.

Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya melangkahkan kaki nya dengan tegap meninggalkan tempat itu. Menuju sebuah cahaya terang, di ujung jalan itu. menuju the bright.

***

Junsu sedang menyusuri sebuah taman , ketika dirinya melihat seorang perempuan tengah terduduk di tengah lapangan basket sendirian.

Junsu terdiam sejenak sebelum akhirnya melangkah mendekati gadis itu.

“Kau lah mangsaku”

***

Yoochun berjalan melalui sebuah etalase toko yang memanjang di pinggiran sebuah jalan raya. Matanya terlihat begitu semangat memandangi orang-orang yang berlalu lalang melintas di sebelahnya. Tanpa Yoochun sadari dari balik mulut Yoochun, mulai terlihat taring yang memanjang.

‘BRUK!!’

Yoochyun terjatuh. Seseorang dihadapannya telah menabraknya, dengan kesal Yoochun menatap orang yang berada di hadapannya.

“Mianhae” ujar wanita itu pelan, lalu bergegas pergi meninggal kan Yoochun yang termangu-mangu sendiri memandangi kepergian nya.

Yoochun hendak berdiri, ketika ia melihat sesuatu berkilau di lantai, dengan penasaran Yoochun mengambil benda kecil berkilau itu, sebuah cincin.

Yoochun teringat wanita yang baru saja menabraknya, dengan cepat Yoochun menolehkan kepalanya mencari wanita itu. tidak ada.

Mata Yoochun berkilau memandangi cincin itu.

“Sepertinya kau adalah mangsaku”

***

Kaki Kyuhyun terus melangkah menyusuri jalan, matanya dengan serius mengamati seluruh manusia yang bergerak berjalan tanpa memperhatikannya, perlahan sebuah taring tajam mencuat dari pinggir bibirnya. Dengan cepat Kyuhyun menahan semua gejolak perasaannya, perasaan yang sangat luar biasa. Sampai-sampai Kyuhyun tidak bisa menjelaskan apa arti perasaannya itu.

“Kau sedang apa?”

Kyuhyun menoleh. Sosok cewek bertubuh kecil sedang menatapnya dengan wajah penasaran.

“Ne?”

“Aku lihat daritadi kau tersenyum-senyum sendiri, apa kau gila?”

Mata Kyuhyun berkedip-kedip. Ia benar-benar tidak mengerti dengan perkataan wanita ini.

“Kau sendirian? di tempat seperti ini? aish!! kau pasti belum makan!! ikut aku!!!” ujar cewek itu sambil berlalu meninggalkan kyuhyun yang masih terbengong-bengong sendirian.

“Ayo jalan!!”

Kyuhyun pun berjalan mengikuti cewek itu. Tepat dibelakang cewek itu. Tiba-tiba kepala Kyuhyun  mengingat sesuatu, dengan senyum yang lebih mirip seringai, Kyuhyun menatap punggung gadis di depannya dengan dingin.

“Kaulah mangsaku, nona”

***

Minho menahan amarah di dalam hatinya. Memang dia sangat tidak menyukai Kyuhyun yang selalu berbicara blak blak an, tetapi bukan berarti benci. Tidak seperti Junsu dan Zhou Mi yang bermusuhan meski mereka tidak pernah mengakuinya.

“Hey kau!!”

Langkah Min Ho terhenti, ia menoleh ke belakang. Seorang wanita tengah tersenyum kepadanya. Alis Minho berkerut. Wanita itu mendekatinya.

“Tidak baik memasang wajah seperti itu ditengah malam seperti ini tuan muda”

“Ne?”

Minho makin mengerutkan wajahnya, wanita itu memangggilnya tuan muda? wanita iu kembali tersenyum lembut, dengan lembut wanita itu mengambil tumpukan buku yang terletak disisinya dan berjalan mendekati Minho.

“Ikut aku, akan kutunjukkan tempat yang indah”

Wanita itu berlalu. minho terdiam. tiba-tiba matanya berkilat -kilat.

“Mungkin kau memang ditakdirkan bertemu denganku”

***

Changmin berjalan melalui sebuah restoran cepat saji. Perutnya Berbunyi tidak henti-hentinya. Dengan menahan ludah ia menatapi makanan yang terhidang di restoran itu. Ia lapar.

“Kau lapar?”

Changmin menoleh. Seorang cewe bertubuh tinggi dengan baju acak-acak an dan memakai topi menatapnya kasihan. Ditangannya terletak sebuah burger yang belum dimakan.

Changmin terdiam. Matanya tertuju pada tangan kanan wanita itu yang sedang memegang burger. bersih. sepertinya mangsa yang ideal untuknya.

Wanita itu menatap Changmin sejenak sebelum akhirnya menyerahkan burger yang berada di tangan kanannya itu kepada Changmin.

“Ambillah, aku masih bisa mendapatkannya lagi”

Changmin terdiam. Tangan wanita itu terulur ke arahnya. Changmin tidak mengerti, apakah wanita itu gila? membiarkan dirinya memangsa wanita itu di kerumunan banyak orang?

“Makanlah, enak koq”

Wajah Changmin berkerut. Wanita itu tersenyum jenaka, ia meletakkan dengan paksa sebuah burger di tangan Changmin kemudian berbalik melangkah meninggal kan Changmin yang menatap heran burger dan wanita itu bergantian.

Dengan sebuah tangan melambai ke arah Changmin. Ia meninggalkan Changmin yang termangu sendirian memandangi sepotong burger di tangannya.

“Dia .. sepertinya enak”

***

Donghae berdiri di sebuah taman. Sendirian. tak banyak orang yang berkunjung pada taman itu. Hanya beberapa orang yang berlalu lalang. Tanpa menghiraukan Donghae yang berdiri sendirian dibawah sinar bulan purnama.

Seketika matanya menangkap sebuah pemandangan yang membuat kedua buah taring yang tersembunyi dari balik bibir merahnya tersingkap. Seorang gadis tengah menutup sebuah toko kecil bertuliskan ‘My Ice Cream’ di taman itu. sendirian.

Dengan langkah pasti Donghae mendekati gadis itu. Perlahan. Tanpa menimbulkan sedikit suara. Hening. Donghae berjalan bagaikan melayang di atas tanah, tidak bersuara sama sekali. Hanya terdengar desah angin malam yang seperti menangis karena mengetahui maksud perbuatan Donghae.

Kedua tangan Donghae siap menerjam kedua bahu gadis itu, kedua gigi taring Donghae perlahan terlihat di wajahnya yang tampan itu. Kedua bola matanya berubah menjadi merah.

Dalam hitungan detik Donghae berhasil mendekati gadis itu. gadis berambut sebahu yang menguncir rambutnya asal -asalan.

Bibir Donghae nyaris menyentuh leher gadis itu ketika, tiba- tiba kepala gadis itu menoleh ke arahnya.

“Nuguseyo?”

***

Jae Joong memutar -mutar kepalanya di sebuah jalan an seoul yang tidak terlalu ramai. bisa dipastikan Jae Joong tidak sedang berada di pusat kota seoul.

Dengan kepala berputar-putar, Jae Joong memperhatikan setiap orang yang melewatinya. Tidak ada. Tidak ada mangsa ideal baginya.

Jae Joong berbeda dengan vampire lainnya, Jae Joong berbeda dengan Junsu dan Yoochun yang bisa menghisap siapa saja yang ia kehendaki. Jae Joong berbeda dengan Changmin yang bisa menghabiskan siapa saja yang berada dihadapannya tanpa peduli siapa yang sedang berada di hadapannya. Atau Kyuhyun yang memiliki kemauan tinggi untuk diakui sebagai vampire terhebat di komunitasnya. Tidak Jae Joong berbeda.

Jae Joong lebih selektif dalam memilih mangsanya, Jae Joong tahu ia mengemban tugas yang tidak gampang dan tidak sulit. Oleh karena itu Jae Joong tidak mau bermain-main dan asal menentukan mangsanya.

Jae Joong memang seorang vampire, tetapi Jae Joong masih memiliki hati nurani yang terlihat jelas di wajahnya. Berbeda dengan Yoochun atau Kyuhyun, atau Jinki dan Minho yang lebih senang memakai insting dan selalu bernafsu untuk mendapatkan semua yang mereka mau. Tidak .Jae Joong tidak sepeti itu.

Jae Joong terus memutar kepalanya ketika tidak sengaja ia merasa sesuatu mendorongnya keras hingga terjatuh kebelakang. Jae Joong jatuh terjengkang. Dengan wajah kesal Jae Joong menatap apa penyebab semua masalah yang menimpanya barusan.

Jae Joong terdiam. Seorang gadis manis berambut panjang sepunggung tergerai sedang sibuk mengambil satu – persatu bunga yang berceceran di jalanan. Dengan wajah panik dan menyesal gadis itu terus menerus mengucapkan sebuah kata yang di ulang-ulang.

“Mianhae, mianhae, mianhae”

Jae Joong terdiam sejenak sebelum akhirnya membantu membereskan bunga yang berserakan di jalan raya itu. Gadis itu tersenyum. Senyum yang hampir membuat Jae Joong salah tingkah.

“Gomawayo”

Gadis itu membungkuk sejenak sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jae Joong yang masih memandangi kepergiannya. Jae joong memeringkan kepalanya sejenak sambil terus menatapi gadis itu yang terus menjauh.

“Sepertinya layak dicoba”

***

Yunho menelusuri tiap jengkal jalanan yang ia lewati. Kakinya melangkah tanpa arah. Hingga akhirnya ia berhenti di sebuah rumah yang terletak di tepi laut dengan ilalang  yang tumbuh begitu banyak.

“Ilalang? di sebuah rumah mewah?”

Yah, memang sangat kontras, karena biasanya rumah semewah itu memilih berbagai macam bunga untuk ditumbuhkan dihalamannya. Bukan ilalang.

Yunho masih menatapi rumah itu ketika sebuah suara halus menyapanya lembut.

“Ada yang kau cari di dalam sana?”

***

Jinki termangu-mangu melihat banyak manusia yang berjalan di hadapannya. Kepala Jinki rasanya mau pecah. Ia tidak kuat menahan hasratnya untuk menghisap satu saja dari para wanita itu.

Dengan terhuyung Jinki melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah pekarangan rumah yang terletak tidak jauh dari pusat Seoul. Baru saja Jinki hendak merebah kan tubuhnya sebuah suara nyaring menghampiri telinganya yang lelah mendengar segala macam bunyi yang ia dengar di The Bright.

“Hey kau!! sedang apa kau ditempat tidurku?”

Jinki tersentak. Ditatapnya wanita itu heran. Mata  Jinki berputar melihat sekitar nya.

“Tidak ada tulisan bernama milikmu di area ini”

Dengan kasar gadis itu mendorong bahu Jinki yang masih terduduk di pekarangan rumah itu hingga membuat Jinki jatuh terguling. Dengan mata sinis wanita itu merebahkan tubuhnya ditempat Jinki berbaring dan memejamkan matanya.

“Jangan ganggu tidurku!! arraseo??!!”

***

Zhoumi lama mengawasi setiap orang yang berada di perpustakaan itu. Dan matanya tertuju pada seorang gadis berwajah Jepang yang menyendiri sejak pertama kali Zhoumi memasuki ruangan perpustakaan itu.

Gadis itu tak banyak bicara, dan Zhoumi tahu, tidak ada seorang pun yang menyapa gadis itu. Bahkan menyadari kehadiran gadis itu  di tempat itu.

Dengan senyum yang meyerupai seringai Zhoumi membulatkan hatinya.

“Kaulah sasaranku”

***

So Man menghela nafas. untuk kesekian kali dalam hidupnya ia berharap kembali. Ia tidak rela putera-putera nya gagal dalam misi ini. Ia tidak rela putera – putera seperti putera pertamanya yang jatuh cinta pada seorang manusia dan lebih memilih menjadi budak yang dihinakan oleh seluruh komunitasnya dan menikahi wanita dari bangsa manusia.

Soo Man memejamkan matanya, ia memang seorang pimpinan vampire, tetapi ia tetap seorang ayah. Seorang ayah yang merindukan anak pertamanya.

“Lee teuk, apa kabar mu??”

Perlahan air mata so man menetes. Ia membenci dirinya dan kutukan yang ia terima sejak lahir. Kutukan menjadi seorang vampire.

TBC

please leave comen n critic ok?

12 thoughts on “Why I Can’t In Love With You? part 1

  1. COOL!!!!!! banyakin romance kyuhyun & onew oppa y!!!!!!!1
    PLEASE!! kekkekekekekekeke~
    jng lma” y bwt klanjutan’a

  2. wuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~~
    baca nii ff, w jadi ngebayangin twilight saga..
    vampire ny cakep-cakep ..
    Kkkk~

    ntu appa qu knp ?? *nunjuk teukie*
    hiks hiks :'(
    TT0TT

  3. Keluarga vampire……??????
    Seru chingu……..kyu ikutan jg jd vampire, aku mau jd korban.a hehehe…….
    D kirain 10 anak sm, bkalan smua anak suju. Eh trnyata campur2, tp ga pa2 dah yg pnting da kyu.
    D tunggu lanjutan.a chingu.

  4. waaaaaaaaaaaaaah, keren niiih, semangat bacanyaaaaaaaaaaa!
    ahahahaha
    bagus bagus, tapi aku gak bisa bayangin si minho ama kyuhyun jadi jahat :O
    ahahah terlalu innocent mukanya >,<
    tapi gak apa2lah over all sih bagusssssss ^^b

  5. kalo vampire nya se ganteng and se keren mereka ber-10,
    mau juga di mangsa dijadiin vampire…
    atlis.

    mereka kan so HOT !!!! (hihkhihkhihk, assiiikkk))

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s