IT’S MY LIFE (part 13)

Image and video hosting by TinyPic

Akhirnya selesai juga sekuel IT’S MY LIFE ini…

Sekarang aku lagi bikin sekuel terbaru lho… Tungguin ya chingu!!!!

Oia.. Jangan lupa comment comment comment comment..

Di part terakhir harus banyak commentnya.. hahaha..

Bagi kalian yang belum membaca part – part sebelumnya… ini link nya^^

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/07/17/its-my-life-part-1/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/07/28/its-my-life-part-2/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/08/07/its-my-life-part-3/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/08/12/its-my-life-part-4/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/08/14/its-my-life-part-5/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/08/17/it%E2%80%99s-my-life-part-6/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/08/29/its-my-life-part-7/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/09/01/it%E2%80%99s-my-life-part-8/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/09/11/its-my-life-part-9/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/09/23/its-my-life-part-10/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/10/19/its-my-life-part-11/

https://wonderfanfiction.wordpress.com/2010/10/24/its-my-life-part-12/

Dan inilah part terakhir… Selamat membaca^^

‘AAAAaaaARRrrrrGghHHh!!!!’

Tiba – tiba terdengar teriakan..

“Siapa yang berteriak?” Leeteuk melihat di sekelilingnya.. “Apakah di antara kalian ada yang berteriak?” Leeteuk menanyakan pada anggota lain.

“Tidak ada hyung.. bukan kami…” Jawaban Eunhyuk mewakili semua anggota.

“Sepertinya suara itu datang dari aula tengah.. Ayo kita ke sana!” Yunho mengajak yang lain menuju ruang tengah.

‘AAAaaaRRrrGGgghh’ terdengar teriakan untuk yang kedua kalinya..

Brak.. Kangin membuka pintu aula tengah dengan keras. Sesampainya di aula itu, semua orang berdiri mematung tak percaya..

“Kyuhyun – ah…” terdengar suara lirih Leeteuk memanggil sang maknae.

Leeteuk pov

Betapa terkejutnya diriku, menemukan kyuhyun terkapar lemah di tengah – tengah ruangan itu. Kedua tangan dan kakinya diikat. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka yang membuat air mataku jatuh tak terkendali. Tapi.. Kyuhyun tidak sendiri. Lebih dari 5 orang berseragam hitam itu berada di dekatnya dengan masing – masing membawa balok kayu ataupun pisau. Kyuhyun tepat berada di tengah – tengah mereka dengan keadaan yang memprihatinkan. Kyuhyun merintih kesakitan.. Maknae kami menangis…

“HENTIKAN!!!” Yunho berteriak dengan keras..

“Wawawawahh.. Sepertinya penyelamatmu sudah datang kyu..” kata seseorang berseragam hitam itu, sepertinya orang ini adalah ketuanya.

Kami semua tidak bisa melihat wajah mereka, karena mereka menggunakan penutup wajah.

“Sebenarnya apa yang kalian inginkan? Apa salah kyuhyun pada kalian?” Yunho berbicara pada orang itu.

“Hahahaha.. Kehadirannya menggangguku.. Aku tidak suka melihatnya hidup tenang.. aku ingin melihatnya MATI!!” Orang itu berbicara dengan nada bicara yang menakutkan.. “Apa kalian ingin bergabung dengan orang lemah ini??” Orang itu menunjuk tubuh kyuhyun yang tidak berdaya.

“Kami akan bergabung dengannya..” Leeteuk mulai angkat bicara. “Tapi tidak untuk mengantar kami pada kematian, tetapi sebaliknya kami yang akan mengantar kematianmu!!” Leeteuk berteriak tegas.

“Benarkah? Hahahaha!!!” Orang itu tertawa meremehkan kami. Namun, seketika tangan kanan orang itu terangkat ke atas dengan 2 jari ia gerakkan ke depan. Seperti yang kukira, orang – orang berseragam hitam yang berada di belakangnya menyerbu kami dengan senjata di tangan mereka.

Kami mengerahkan semua tenaga kami untuk melawan mereka. Kupukuli wajah dan perutnya berulang kali, hingga akhirnya dia jatuh tersungkur. Kulihat anggota lain juga sedang mengerahkan tenaga mereka untuk melawan orang – orang berseragam hitam itu. Karena lawanku sudah jatuh tersungkur, kugunakan kesempatan ini untuk mendekati kyuhyun.

Aku berjalan menuju tempat di mana kyuhyun merintih kesakitan. Kulepaskan semua tali yang mengikat tubuhnya. Lalu kugenggam tangan kyuhyun dengan tangan kananku sedangkan tangan kiriku kugunakan untuk membelai wajahnya. Dia masih menangis dan merintih kesakitan.

“Kyuhyun – ah… Apa yang sakit?” Aku menangis tidak tega melihatnya seperti ini.

“Aaaa… aaa.. sa.. kit..sa..kit..hy..ung..” Kyuhyun menangis kesakitan sambil memegang dadanya.

“Mana kyu? Mana yang sakit?” Aku mencoba meraba – raba dada yang kyu pegang.

“Eo..mma… sa..kit..Aaa..aa..” Kyuhyun masih tetap merintih kesakitan.

Hatiku sakit mendengar kyuhyun memanggil eomma nya. Aku takut jika kyuhyun benar – benar akan menyusul eomma nya.

“Kyu.. bertahanlah.. genggam saja tanganku..” Leeteuk cemas sekali dengan keadaan kyuhyun.

Aku terus mencoba menenangkannya. Tapi dia terus merintih kesakitan. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk mengurangi rasa sakitnya.

Aku menangis di sebelah kyuhyun sambil terus menggenggam tangannya. Namun, tiba – tiba sebuah balok kayu menerjang lenganku, membuatku terjatuh menjauh dari kyuhyun. Orang itu terus memukulku dengan balok kayunya. Aku menelungkup berusaha menyelamatkan diriku sendiri. Kurasakan sakit di bagian punggungku, tapi tiba – tiba pukulan itu tidak terasa di punggungku lagi. Awalnya kupikir punggungku sudah mati rasa, namun sesaat kurasakan detak jantung lain menempel di punggungku. Kyuhyun… dia mengorbankan tubuhnya untuk dipukuli… dia melindungi punggungku…

“Kyuhyun – ah… Apa yang kau lakukan? Pergi!!! Menjauhlah!!” Aku mencoba menyuruh kyuhyun menjauh..

“Aaa. .. ke..na.pa ka..li..an ke si..ni?” Kyuhyun bertanya padaku sambil menahan sakit.

“Pergi kyu!!! Menjauh!!!” Aku tidak memperdulikan pertanyaannya.

Yunho pun datang menolong kami, dia memukul kepala orang berseragam hitam itu hingga jatuh tak sadarkan diri.

“Kyu… gwenchana?” Yunho mencoba menolong kyuhyun untuk bangun dari punggungku.

“Ke..na..pa ka..li..an ke.. si..ni.. “ Kyuhyun terus menanyakan hal yang sama pada kami, sepertinya kesadarannya pun sudah mulai berkurang. “Aaaa..aa..sa..kit..” Kyuhyun mulai merintih kesakitan lagi.

Anggota yang lain terus menyerang orang – orang berseragam hitam itu. Sepertinya pertempuran ini dimenangkan oleh pihak kami, karena jumlah kami lebih banyak. Hingga akhirnya, hanya tersisa satu. Dia adalah ketua dari semuanya.

“Apa lagi yang bisa kau lakukan? Hah?” Kangin menantang.

“Siapa kau sebenarnya? Tunjukkan wajahmu!!” Donghae berteriak.

Kyuhyun yang berada di sebelahku menatap serius orang berseragam hitam itu sambil menahan sakit.

“Sia..pa kau? Ke..napa kau mem..bunuh ibu..ku? Auuu.. (merintih kesakitan) Ke..na..pa kau melakukan ini pa..daku? Siapa kau se..benar..nya?” Kyuhyun mulai berbicara. Semua orang spontan melihat kyuhyun yang sedang menahan rasa sakit.

“Kau mau tahu siapa aku? Hahaha.. Baiklah.. Sudah lama juga aku ingin menunjukkan diriku padamu.. sepertinya aku akan memberi sedikit kejutan padamu..” Orang itu dengan santai melepaskan penutup wajahnya.

Leeteuk pov end

Kyuhyun pov

Sungguh tidak disangka – sangka.. orang itu adalah orang yang sangat kukenal, bahkan sangat dekat denganku. Kenapa dia tega melakukan ini padaku?

“Sudah lama tidak bertemu tuan muda..” orang itu tersenyum kepadaku.

“Ah.. jussi.. Jadi Kau yang melakukan semua ini?” Kyuhyun tidak berteriak melainkan menangis karena kenyataan yang baru saja ia ketahui. “Aku sudah menganggapmu sebagai appa ku.. Kau adalah satu – satunya orang yang kupercaya.. Kenapa justru kau yang melakukan semua ini?” Kyuhyun menunduk sambil menangis.

“Karena keberadaan dirimu.. keponakanku harus hidup tanpa kasih sayang seorang ayah!! Karena ibumu.. adikku harus merasakan sakit hati yang sangat dalam!! Aku adalah adik dari ibu tirimu!! Aku adalah adik dari istri ayahmu yang sebenarnya!! Kau tahu.. Ayahmu itu hanya memikirkanmu setiap saat, dia tidak pernah menganggap keberadaan adik dan keponakanku. Bahkan dia berencana menjadikan kau, anak haramnya, sebagai penerusnya!! Tapi betapa bodohnya dia menitipkanmu padaku.. Dia justru mengantarkanmu menuju kematian!!” Ahjussi Lee berkata dipenuhi emosi. Dia betul – betul bukan orang yang kukenal. Dia menakutkan..

“Kenapa kau tidak bunuh aku juga saat kau membunuh ibuku? Kenapa kau justru membuatku tersiksa dengan menjalankan hidupku yang seperti neraka??”

“Karena aku ingin ayahmu melihat anak emasnya mati perlahan – lahan.. aku ingin melihatmu tersiksa!!! Hahahaha… Kau tidak pantas menjadi penerus ayahmu!! Keponakanku lebih berhak mendapatkannya!!” Emosi Ahjussi berkobar – kobar.

“Ah..ju..ssi.. Kau jahat!! Aku sangat sayang padamu… kenapa kau justru perlakukan aku seperti ini?” aku menangis dan mencoba mendekati ahjussi. Tetapi tangan Yunho hyung menggenggamku dengan kuat, ia mencegahku mendekati ahjussi.

“Sekarang sudah saatnya kutepati janjiku.. Kemari kyu!!” Ahjussi mengeluarkan sebuah pistol dari saku celananya..

Aku justru terpaku memandang Ahjussi yang berubah menjadi sosok yang mengerikan. Tak pernah terpikir olehku bahwa Ahjussi yang akan mengakhiri hidupku ini, padahal dia adalah orang yang selalu overprotective kepadaku, tapi sekarang semua berubah..

“Ayo kemari!! Atau aku akan menembak dia!!!” Ahjussi mengarahkan pistolnya kea rah Donghae hyung.

“JANGAN!!! Aku yang kau inginkan!! Kau sudah berjanji padaku untuk tidak menyakiti hyung – hyungku lagi.. Jangan sakiti orang – orang yang tidak bersalah… JANGAN SAKITI HYUNG – HYUNGKU!!!” aku setengah berteriak karena takut ahjussi nekat menembak donghae hyung.

Aku melepaskan genggaman Yunho hyung dengan paksa, aku berdiri pelan – pelan sambil menahan rasa sakit pada dadaku. Aku berjalan mendekati ahjussi..

BRAK.. pintu aula terbuka.. orang – orang berseragam hitam datang lebih banyak lagi, namun orang – orang itu tidak menutupi wajah mereka. Seseorang berkata ‘HENTIKAN!’. Namun sayangnya sebuah peluru sudah mulai ditembakkan.. ‘DOR!’ dan peluru itu bersarang di dadaku saat ini.. Dan semua berubah menjadi gelap.. hanya satu kata yang kudengar sebelum badanku menyentuh lantai “PANGERAN!!!”

Putih… Semua putih…

Kulihat sesosok wanita cantik memegang seikat bunga mawar, bernyanyi indah dan tersenyum padaku. Dia meletakkan bunga mawarnya di vas, lalu ia membalikkan badannya sambil membuka lebar lengannya menyambutku datang ke pelukan hangatnya. Nyaman… sekali…

“Eomma!!!!” aku memanggilnya sambil tersenyum bahagia.

“Pangeranku!! Ibu sayang sekali padamu…” Ia memelukku dengan erat, lalu memberikan satu kecupan hangat di keningku.

Aku merasa sangat bahagia. Aku rindu pelukan dan kecupan ibuku.

Tetapi di seberang sana ke 12 hyungku berdiri, semua tersenyum padaku. Mereka menggerakkan telapak tangan mereka menyuruhku untuk bergabung dengan mereka. Sulit bagiku untuk memilih.  Ibuku yang berada di hadapanku tersenyum padaku, tapi ia melepas pelukan hangatnya dariku.

“Kyuhyun… Hidupmu masih panjang.. Lanjutkan hidupmu bersama mereka… Kau harus kuat, jangan pernah menyerah.. Ibu akan selalu ada di sini..(menunjuk dada ku)….Ibu sayang sekali padamu (memelukku) Kau akan selalu menjadi pangeranku..” Ibuku tersenyum tulus padaku, lalu melepaskan pelukan hangatnya dariku dan menyuruhku untuk pergi menuju hyung – hyungku di seberang. Ibuku melambai dengan senyuman paling indah yang pernah kulihat. “Aku menyayangimu pangeranku.. Hiduplah dengan sehat!!” Ibuku berbicara dengan suara lembutnya. Dan akhirnya aku menggenggam tangan lain, tangan hyungku…

“Dia sudah melewati masa komanya..” Yunho hyung berteriak senang. “Syukurlah…” Donghae hyung berbicara keras sekali.

Aku bisa mendengar semuanya, tetapi aku tidak bisa membuka mataku dan badanku belum mau digerakkan. Malam harinya aku tidur dengan lelap, eommaku juga menemaniku.. dia bernyanyi bersamaku untuk terakhir kalinya.. aku merasa sangat nyaman mendengar suara ibuku.. Tapi, waktu seakan dihentikan, ibuku pergi sambil melambaikan tangannya padaku..

“eomma..eomma..eomma…” Aku terus mengigau..

“Kyuhyun – ah.. bangunlah!! Belum waktunya untuk menyusul ibumu.. Perjalanan hidupmu masih panjang bersama kami..” ucap seseorang dengan sedih.

Aku pun mulai membuka mataku sedikit demi sedikit. Kulihat 12 wajah menatapku dengan senyuman, inilah 12 wajah yang menyuruhku datang dalam mimpiku, 12 wajah yang sangat berarti bagiku..

“Kyuhyun – ah!! Akhirnya kau sadar!!” Donghae memelukku spontan.

“Ahhh.. sakit  hyung!” aku merintih kesakitan dengan lemah..

“Ooops.. maaf.. Aku senang sekali kyu!” Donghae tersenyum..

“Terima kasih sudah mau kembali bersama kami kyu!!” Leeteuk berbicara padaku sambil terharu.

Aku tersenyum pada mereka, tetapi rasanya mataku masih terlalu lelah untuk terus membuka. Dalam beberapa menit kemudian, aku sudah kembali tertidur.

“Istirahatlah kyu.. Kau harus cepat sembuh dan bernyanyi lagi bersama kami..” Leeteuk membelai wajahku.

“Sebaiknya kalian pulang saja.. biar aku yang menjaganya di sini..” Yunho menyarankan dengan ramah.

“Baiklah.. Nanti sore kami datang lagi ke sini.. Titip kyuhyun ya..” Leeteuk menitipkanku pada yunho.

Aku kembali terbangun, kubuka mataku perlahan – lahan.. tetapi tidak ada orang di ruanganku. Aku menatap ke luar jendela, aku benar – benar merasa kesepian. Sekarang aku benar – benar tidak memiliki siapa – siapa lagi. Eommaku sudah tidak ada di dunia yang sama denganku, sedangkan appaku tidak pernah mau melihatku, dan sekarang ahjussi.. satu – satunya orang yang kupercayai.. justru dalang dari semua ini. Aku benar – benar sendirian…

“Kyuhyun – ah!!!”

Sesaat pintu terbuka dan semua hyungku datang dengan membawa hadiah..  Bahkan Leeteuk hyung membawa sebuah kue ulang tahun. Aku tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku tidak pernah mengingat hari ulang tahunku semenjak ibuku pergi, karena tidak ada orang yang menganggap hari ulang tahunku adalah hari yang special. Tapi kali ini, hyungku datang dan merayakannya bersamaku. Aku salah… Aku tidak sendirian… Aku punya mereka…

“Selamat ulang tahun kyu!!” Eunhyuk berteriak senang.

Aku tersenyum sambil meneteskan air mataku terharu.

“Kenapa kau menangis kyu? Apa kami berbuat salah?” Donghae justru cemas melihatku menangis.

“Terima kasih hyung… Tidak ada yang pernah melakukan ini, kecuali ibuku. Itu sudah lama sekali… Terima kasih banyak sudah melakukan semua ini untukku..” Aku sedikit terharu..

“Ou.. Kyuhyun –ah.. Kami akan selalu melakukan ini pada ulang tahunmu berikutnya.. Jadi kau jangan kaget! Hahahaha.. “ Shindong hyung tertawa keras sekali.

“Ini hadiah untukmu kyu…” Semua orang memberikan hadiah padaku.

“Wah.. banyak sekali… kalian tidak perlu melakukan ini..” Aku tersenyum senang.

“Hadiahku ada di dorm kyu.. Jadi kau harus cepat pulang ke dorm untuk melihat hadiah dariku! Arasseo!!” Leeteuk mengacak – acak rambutku.

“Ehm… Besok aku juga sudah boleh pulang..” kataku tersenyum.

“Benarkah? Wahhh.. kami akan menjemputmu!!” Leeteuk berkata penuh semangat.

“Tidak usah hyung.. aku bisa pulang sendiri kok..”

“Mulai lagi deh.. Pokoknya kau tidak boleh keluar dari ruangan ini sebelum kami datang.. arasseo!!” Leeteuk menyubit pipiku.

Aku tersenyum. Senang rasanya bisa melihat mereka lagi..

“Hyung… Mianhe…” Aku berbicara ragu – ragu.

“Mianhe? Untuk apa?” Eunhyuk hyung bertanya padaku.

“Karena aku, kalian terluka… Mianhe…” Aku kembali menundukkan kepala.

“Kami bisa memaafkanmu atas luka – luka yang kami dapatkan.. Tapi kami tidak bisa memaafkan caramu untuk menyelesaikan masalah ini..” Heechul hyung angkat bicara.. “Kau tidak harus menyerahkan nyawamu pada mereka untuk menyelamatkan kami… Itu cara paling bodoh yang pernah kudengar!” Heechul hyung sedikit berteriak.

“Hanya dengan cara itu aku bisa menyelamatkan kalian.. Tahukah betapa besar rasa bersalahku setiap salah satu dari kalian berteriak kesakitan karena aku? Dadaku sesak mendengar kalian merintih kesakitan.. Lagi pula, 10 tahun hidupku dipenuhi ketakutan menanti kedatangan mereka.. Aku sudah lelah hidup dalam ketakutan, jadi kuputuskan untuk melakukan apa yang mereka mau..” Aku tersenyum melihat ekspresi cemas hyungku. “Sudahlah.. Aku baik – baik saja kan sekarang.. Jangan cemas seperti itu..”

“Kau tahu bagaimana ekspresi mukamu saat kau merintih kesakitan di aula itu? Kau membuat orang lain juga merasa sakit kyu.. Aku takut kau benar – benar akan menyusul eommamu..” Leeteuk menggenggam tanganku lagi.

“Aku sempat bertemu dengan eommaku..” Aku berbicara pelan. “Apa!!” Hyung – hyungku berteriak  cemas. “ Tapi eomma menyuruhku kembali pada kalian.. jadi aku terpaksa melepaskan pelukan hangat eommaku..” aku sedikit sedih.

“Terima kasih sudah mau kembali pada kami, kyu.. Kami sayang padamu maknae!!” Donghae hyung tersenyum padaku. Aku pun tersenyum pada mereka….

“Lalu.. Bagaimana dengan ahjussi?” senyum di wajahku seketika menghilang mengingat ahjussi ku..

“Dia sudah berada di tempat yang cocok dengannya.. kau tidak usah takut kyu..” Leeteuk hyung menggenggam tanganku untuk menenangkanku. Tapi mereka salah, hatiku bukanlah takut akan keberadaan ahjussi, sebaliknya.. aku justru cemas dengan keadaannya sekarang. ‘aku rindu padamu, ahjussi.. aku rindu pada ahjussi yang kukenal dulu…’

Sore hari berikutnya..

Aku membereskan semua pakaianku dan memasukkannya ke dalam tas. Hyung – hyungku belum datang, jadi aku membereskan pakaianku sendiri. Namun, tidak lama kemudian hyungku datang. Mereka lalu membantuku memasukkan bajuku ke tas. Sesaat setelah kututup tasku dan bersiap meninggalkan ruangan, beberapa orang dengan seragam hitam yang kulihat datang sebelum aku kehilangan kesadaranku di aula besar itu masuk ke ruanganku..

Aku masih trauma akan kejadian waktu itu, dan spontan aku mundur dan menggenggam tangan Donghae hyung yang ada di sebelahku. Wajahku menunduk tidak berani melihat tatapan orang – orang yang ada di hadapanku ini. Namun, tiba – tiba sungmin hyung merangkulku..

“Kyu… mereka yang menolongmu waktu kau pingsan di aula itu.. Kau jangan takut..” Sungmin hyung berkata lembut padaku.

“Mereka juga yang menolong aku, yesung hyung, dan sungmin hyung saat dalam bahaya” Donghae menambahkan.

“Mereka yang menolong kalian?” Aku bertanya tak yakin.

“Iya..” Yesung hyung juga menambahkan.

Aku memberanikan diri melihat wajah orang – orang itu satu per satu. Tiba – tiba mereka berkata..

“Ada yang ingin bertemu denganmu, tuan muda…”

Tiba – tiba seseorang masuk ke dalam ruanganku. Tas yang berada dalam genggamanku jatuh seketika. Mataku menatap kosong kedatangan orang itu. Orang itu adalah orang yang sangat kukenali wajahnya, orang yang sangat kukenali senyumnya, tapi tidak pernah ada kesempatan bagiku untuk mengenali hatinya. Tetap saja dia tampak asing bagiku, karena aku belum pernah mengenalnya. Hanya suaranya yang membuatku tak asing, karena sampai umurku 7 tahun, dia menelponku setiap minggu. Ayahku… akhirnya aku bisa melihatmu dari dekat… tidak pernah terpikir olehku bahwa aku bisa berdiri beberapa langkah di depannya…

Semua hyungku spontan membungkuk dengan hormat kepada ayahku.

“Kyuhyun… anakku… “ dia memanggilku dengan suara yang sangat lembut.

Aku hanya menatap dalam wajah ayahku, tak terasa air mataku menetes. Orang yang selama ini kuharapkan untuk datang di saat masa – masa sulitku, akhirnya muncul di hadapanku. Entah harus menyambutnya dengan senyuman atau justru membencinya karena tidak pernah ada untukku. Aku hanya menatapnya dengan air mata yang terus membasahi pipiku. Bahkan aku juga tidak tahu panggilan apa yang pantas untuknya…

“Yang mulia…” Hanya itu yang terlintas di pikiranku. Dia orang yang terlalu hebat untuk menjadi ayahku. Aku membungkuk mengikuti hyung – hyungku yang lain.

“Pangeran…” Ayahku datang mendekatiku. Menyentuh kedua lenganku, menyuruhku untuk menegakkan badanku. “Anakku… kau sudah besar.. Kau mirip ibumu..” Ayahku menatap dalam wajahku. Aku melihat tetesan air matanya. Dia menghapus air mataku.. Ayahku menyentuh wajahku.. selama 17 tahun akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya belaian tangan ayahku. Dia menarikku ke dalam pelukannya. Kucium bau tubuhnya, benar – benar nyaman.

“Tolong panggil aku appa jika suasananya memang memungkinkan..” Ayahku berbisik di telingaku.

“Ap..Appa..” Mulutku masih terlalu kaku untuk mengeluarkan kata ini.

Ayahku memelukku semakin kencang. Kudengar suara tangisannya di telingaku. “Mianhe.. Mianhe.. telah membuatmu hidup seperti ini.. Mianhe..” Ayahku meminta maaf padaku dengan berlinang air mata. “Mianhe.. telah menitipkanmu pada orang yang salah… tidak seharusnya kubiarkan kau hidup dengannya.. Mianhe pangeranku…”

Ayahku pun menarik tanganku untuk pulang bersamanya, pulang ke rumahku.. Kerajaan Korea.. Aku hanya mengikuti apa yang dilakukan ayahku. Tapi saat berada di ambang pintu keluar, kulihat wajah 12 hyungku yang terdiam membisu menatapku penuh makna.. Mereka melambai padaku mengucapkan selamat tinggal. Apa ini yang terjadi pada akhirnya? Apa aku tetap tidak bisa memiliki 12 harta berhargaku?..

Beberapa hari kemudian..

Ting Tong.. bel berbunyi..

“Donghae.. Buka pintunya!!” Yesung hyung berteriak.

“Kyuhyun – ah!!!! Oh… Aku rindu sekali padamu!!!” Donghae hyung langsung memelukku dan tertawa kegirangan.

“Hyung.. Aku juga rindu denganmu..” Aku tersenyum.

Semua Hyungku pun berlari menuju pintu, setelah mendengar Donghae hyung berteriak memanggil namaku. Mereka tersenyum menyambutku.

“Kyuhyun – ah.. kukira aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi..”  Eunhyuk berganti memelukku.

“Aku sudah memutuskan untuk tetap bersama kalian…” aku tertawa senang.

“Lalu kau melepaskan tahta putra mahkota??!!? PABO!!” Heechul hyung berteriak di sampingku.

“Aku memberikannya pada saudara tiriku.. Keponakan ahjussi.. Dia lebih pantas untuk itu..” Aku sedikit sedih mengingat ahjussi.. “Lagi pula yang kuinginkan selama ini bukan tahta putra mahkota ataupun sebutan pangeran.. Aku hanya ingin ayahku.. itu sudah cukup..” Aku kembali menambahkan.

“Maknae kami sangat dewasa.. Saranghaeyo!!” Sungmin hyung mengacak – acak rambutku.

“Kau membawa tasmu? Kau tinggal di sini lagi?” Leeteuk menatapku tak percaya.

“Iya.. Kau kan belum memperlihatkan hadiahmu padaku hyung!! Aku akan menagihnya sekarang!!” Aku mengancam Leeteuk hyung dengan senyum.

“Baiklah..  Ayo ikut aku!!” Leeteuk hyung menarikku menuju kamarnya.

“Dam..dam.. Apa kau suka? Aku sempat berpikir akan menjualnya lagi… tapi akhirnya kau kembali!” tertawa senang.

“Oh.. Hyung.. Gomawo!!” Aku langsung memeluk Leeteuk hyung dan loncat – loncat kegirangan.

Pada awalnya kamar ini hanya dipenuhi dengan 2 tempat tidur, namun sekarang ada 1 tempat tidur baru yang menyusup diantara 2 tempat tidur lainnya. Itu tempat tidurku!! Kekekek^^

“Kyuhyun – ah.. meskipun kau bukan pangeran Negara ini.. tapi kau adalah pangeran kami!! Pangeran Super junior!! Kau harus selalu sehat ya PrinceKyu!!” Leeteuk hyung menatap wajahku dalam – dalam dan kembali memelukku.

Aku pun tersenyum bahagia. Akhirnya bisa kurasakan nyamannya hidup tanpa rasa takut.

Inilah 13 bagian hidupku yang berhasil mengantarku menjadi anggota ke – 13 dari SUPER JUNIOR. Hidupku memang terlalu rumit untuk dijalani, tetapi bersama dengan ke – 12 hyungku, aku bisa menjalaninya dengan baik sampai saat ini.

Bukanlah pangeran dari negara ini yang kuinginkan… Sudah lebih dari cukup bagiku bisa menjadi sosok pangeran bagi ibuku, ayahku, serta ke12 hyung – hyungku…

Satu kalimat yang membuatku selalu hidup, yang membuatku merasa berarti bagi orang lain, yang membuatku bangga, dan selalu berhasil memberiku semangat.. Kalimat itu adalah..

URI SUPER JUNI – OEO!!!….

Inilah hidupku.. Inilah kisahku.. IT’S MY LIFE.

Terima kasih sudah mengikuti ke-13 bagian hidupku. Jangan pernah ambil pusing dengan kerumitan hidupku. Cukup aku saja yang merasakannya…

Nikmati saja hidupmu yang menyenangkan dan jagalah selalu orang – orang yang berada di sekitarmu.. Karena kau baru akan merasa kehilangan setelah orang – orang itu pergi darimu..^^

THE END

By Choi Je Gun = Kori Dyah Wiratikta

Add fb aku jg ya : dyah.kori@yahoo.com ..

Terima kasih banyak bagi kalian yang udah terus mengikuti part demi part FF IT’S MY LIFE..

Saranghaeyo!!! Sampai jumpa di FF ku selanjutnya yo^^

42 thoughts on “IT’S MY LIFE (part 13)

  1. Ahirnyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!
    selesai jg bca’y..
    y walaupun bca’y d situs yg berbeda,,bnr2 happy ending.. XD
    1-8 d situs lain sisa’y d situs ni…
    HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!
    GW TERHARU BGT!! (^_^)

  2. Keren banget ! Aduh thor, terharu bangeettt sama perjalanan dan perjuangan hidupnya KyuHyun! Huaaaaa…. Pokoknya good job deh buat author. Hidup author ! Kekeke~

  3. aku lsg di part 13 aja.. bagus thor.. akhirnya kyu bisa ketemu ama appanyaa… kyu bahagia aku pun bahagia… TeOPe bwt author..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s