My Diary For You Part 1

 

Author      : ME!!

Title        : My Diary For You

Cast         :

  • Choi Minho
  • Han ______ as Elise Victoria [YOU]
  • And other cast *maybe*

Genre       : Romance, Mystery

Length      : Series

Rating       : PG-15

Disclaimer  : Ini FF asli kembangan aku lhoo ya, idenya mah dari temenku.. DO NOT HOTLINK AND COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION, I HATE PLAGIARISM !!!


Prolog

 

Part 1


[YOUR POV]


“mianhae oppa, kita sudah tidak bisa bersama lagi” katamu sambil menunduk.

“waeyo?? Kenapa kau berbicara seperti itu???” tanya Minho, kekasih mu.

“karena, aku tidak akan bisa mendampingimu selamanya. Besok aku akan pindah ke Paris. Ini adalah yang terakhir kalinya kita bersama dan bertemu . Selamat tinggal” kamu pun lalu pergi meninggalkan kekasih mu yang masih diam mematung, tidak percaya.

 

[Author POV]


“jagi-ah, kau benar-benar pergi!! Apa aku punya salah?? Sampai-sampai kau tidak mau memberitahu ku alasan mu pergi??!” Minho bergumam tidak jelas di dalam kamarnya.

“ARGH!!” Minho berteriak depresidan mulai membanting-bantingkan alat yang ada di dekatnya.

“Minho-ya, gwaenchana?” tanya ibunya dari luar.

“gwae..gwaenchana yo umma~” balas Minho dari dalam kamar.

“tadi umma dengar sesuatu. Apa itu?!” tanya ibunya lagi.

“bukan.. bukan apa-apa kok umma~ tadi aku hanya terpeleset sehabis dari kamar mandi!” balas Minho.

“oh~ makanya, lain kali hati-hati kalau habis dari kamar mandi, ya?!” saran ibunya.

“ye umma!” balasnya.

Minho benar-benar kesepian saat itu. Dia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Biasanya pada saat seperti ini Minho sedang bersama dengan _______. Dia pun akhirnya tertidur dan bermimpi.

 

[Minho’s Dream POV]


“appa, bolehkah aku pergi ke Paris???” tanya Minho saat makan malam.

“hah?! Untuk apa???” tanya ayahnya.

“ada urusan yang harus ku urus appa!” balas Minho. Tiba-tiba ibunya datang dari arah dapur.

“Tidak! Kau TIDAK boleh pergi!” cegah ibunya penuh penekanan.

“wae umma!?” tanya Minho dengan tampang polosnya.

“kau masih sekolah Minho!! Lagipula, kau mau tinggal dimana jika pergi kesana?!” kata ibunya.

“benar apa kata umma mu, Minho! Kau tidak punya siapa-siapa disana. Kau mau jadi gelandangan disana? Lagipula, bagaimana dengan sekolahmu nanti?” timpal ayahnya.

“tapikan appa, umma, aku bisa menginap di rumah paman Choi” sanggah minho.

“apa kau tau dimana rumah paman mu?? Kau saja belum pernah ke rumahnya. Lagipula, jarak bandara ke rumah paman mu kan jauh sekali” balas ayahnya.

“ya! Aku tau, aku memang belum pernah ke rumah paman Choi. Tapikan kalian bisa memberikan alamatnya padaku. Agar sesampainya disana, aku langsung bisa mencari alamatnya” jelas Minho tak mau kalah.

“shireo!! Pokoknya umma tidak akan mengijinkan mu! Kamu masih kecil, Minho. Umma takut terjadi apa-apa padamu” larang ibunya lagi.

“appa, appa mengizinkan ku kan ????” pinta Minho pada ayahnya.

“hmm~ sepertinya keputusan umma mu ada benarnya juga” balas ayahnya.

“yaaahh~ appa, jebal…. umma” pinta Minho pada orangtuanya dengan puppy eyes nya.

“tidak! Sekali tidak tetap tidak!!” cegah ibunya keukeuh. Akhirnya Minho hanya bisa mengerucutkan bibirnya, kecewa, karena tidak diizinkan pergi.

 

[Still Minho’s Dream POV]


1 minggu berlalu,

“Minho-ya.. appa punya kabar baik untuk mu” kata ayahnya sehabis pulang kerja.

“mwo??” balas Minho.

“kau bisa ke Paris sekarang” kata ayahnya.

“MWO??? Jinjjayo?! Kenapa bisa tiba-tiba????” tanya Minho.

“ya!! appa dipindah tugaskan kesana” jawab ayahnya.

“wooahh~ berapa lama kita disana???” tanya Minho antusias.

“kira-kira kita 1 tahun disana. Lalu sekolahmu akan appa pindahkan ke sana” jawab ayahnya.

“kapan kita berangkat??” tanya Minho menggebu-gebu.

“bersiap-siaplah! Nanti sore kita akan berangkat” jawab ayahnya lagi.

“uyeeeeaahhhh!!!!!” teriak Minho senang seraya berlari kekamarnya untuk bersiap-siap.

***

Sorenya, Minho beserta orangtuanya berangkat ke Paris. Sesampainya disana, mereka dituntun ke sebuah rumah yang tidak cukup besar.

“yeoppo!! Halamannya luas sekali” seru Minho saat memasuki halaman rumah itu.

“dulu, rumah ini pernah di tempati oleh keluarga yang berkewarganegaraan korea, sama seperti kalian” kata si pemandu, sebut saja Kim ajusshi.

“lalu?? Sekarang mereka tinggal dimana??” tanya Minho yang sedang kegirangan, sampai-sampai senyumnya terus mengembang di bibirnya.

“saya tidak tau pasti mereka pergi kemana. Yang jelas, setelah anak perempuan mereka meninggal karena penyakit yang dideritanya. Tanpa pamit, mereka langsung pergi dari sini” jelas Kim ajusshi.

“ahh~ kasihan sekali… siapa nama anak perempuan itu??” tanya Minho penasaran dan sudah mulai serius dengan pembicaraan.

“namanya Elise Victoria. Dia telah mengganti namanya menjadi Elise Victoria sejak dia pindah ke Paris” jawab Kim ajusshi.

“mengganti nama menjadi Elise Victoria ??? memang siapa nama aslinya??” Minho semakin gencar bertanya karena penasaran.

“saya tidak tau. Karena keluarganya juga agak tertutup, jadi orang-orang di sekitar sini tidak tau benar asal-usul mereka” balas Kim ajusshi.

“ayo, akan ku antar kalian berkeliling” kata Kim ajusshi menyudahi pembicaraan mereka.

Setelah berkeliling, mereka pun masuk ke dalam rumah itu untuk mengistirahatkan tubuh mereka, kecuali Kim ajusshi yang sudah kembali bertugas untuk memandu tamu-tamu yang lain.

“appa, kenapa hanya ada 2 kamar??? Lalu nanti aku tidur dimana???” tanya Minho dengan polosnya bak anak kecil.

“YAK, CHOI MINHO!!! Aku sengaja memilih yang ada hanya 2 kamar, supaya bayarannya tidak terlalu mahal. Arasseo? Kau akan tidur di kamar itu!! *sambil nunjuk kamar yg ada di dekat pintu masuk* dan appa dan umma mu akan tidur dikamar yang satu lagi” jelas ayahnya.

“arraseo!!” kata Minho seraya menyeret barang-barangnya ke arah kamarnya.

 

Di dalam kamarnya,

“hooahh~” Minho menghempaskan tubuhnya diatas kasur.

“kamarnya lumayan juga, padahal rumahnya tidak begitu mewah” nilai Minho.

“lebih baik aku beres-beres dulu baru tidur” katanya. Lalu diapun mulai memasukkan barang-barang ke dalam lemari.

Saat dia sedang membereskan buku-bukunya, dia menemukan sebuah buku berwarna ungu dari dalam laci, lebih tepatnya sebuah buku diary.

“buku diary?? Punya siapa?? Apa jangan-jangan punya anak perempuan yang dulu tinggal disini?? Tapi benda ini mengingatkan ku padanya” kata Minho sambil menimang-nimang. Akhirnya, —setelah dia menimang-nimang— dia pun mulai memberanikan diri untuk membaca isi buku itu.

Gomawo atau mungkin mianhae, Choi _____

Kertasnya robek sehabis tulisan ‘Choi’, jadi aku tidak bisa menebak untuk siapa kata ‘terimakasih’ atau ‘maaf’ itu di tujukan. ‘Choi’?? mungkinkah aku??? Tapi mana mungkin!! Orang yang bermarga ‘Choi’ tidak hanya aku saja, masih banyak yang lain. Tapi kenapa aku merasa kalau ‘aku’ –lah yang dimaksud di buku ini???

Ini pertama kalinya aku menulis di buku diary. Ya, ini semua ku lakukan untuknya. Meski aku sudah tidak bersama dengannya lagi. Dia pernah bilang padaku bahwa dia menyukai gadis yang  suka menulis kejadian yang dialaminya di buku diary. Terlebih lagi, jika gadis itu adalah kekasihnya. Yah~ ini memang hal yang menurutku sangat tidak penting, karena ini sama saja menghabis-habiskan tinta pulpen dan kertas buku. Tapi ini kulakukan supaya aku akan terus mengingat kata-katanya dulu semasa aku masih bersamanya. Disaat sedang bersamanya merupakan hal yang terindah yang tidak mungkin bisa ku lupakan.

Hah~ aku capek. Aku sudahi dulu tulisan keduaku di buku ini yah~ mungkin lain kali aku akan menulis sesuatu yang lainnya disini.

Tulisannya berakhir disana pada halaman itu. Gadis ini…sama seperti gadis ku. Dan aku mengenal benar tulisan ini. Ini persis sama seperti tulisan tangan gadis ku. Apa mungkin dia gadis ku??? Tapi ajusshi bilang tadi, bahwa anak gadis yang dulu tinggal disini sudah meninggal. Dan aku yakin kalau gadis ku itu belum meninggal. Dia masih hidup. Dia tidak mungkin meninggalkan ku.

Hari ini aku habis check up dari dokter. Dokter memberitahuku bahwa hidupku tidak mungkin lama lagi. Aku sudah tau itu sejak awal, makanya aku berpisah dengannya. Aku tidak mau membuatnya menangis karena ku tinggalkan. Aku masih ingin melihatnya bahagia, walaupun dia bersama gadis lain, bukan bersamaku. Sebenarnya aku masih sangat mencintainya, bahkan aku tidak mau meninggalkannya, meskipun itu hanya sebentar. Tapi aku sadar akan penyakit yang ku derita tidak memungkinkan ku untuk tetap bersamanya. Ahh~ aku lebih baik tidur daripada harus terus membahasnya..

Penyakit?? Mungkinkah gadis ini benar-benar menderita penyakit?? Apa penyakitnya separah itu sampah-sampai dia harus kehilangan nyawanya?? Dan juga harus berpisah dengan kekasihnya. Dan aku merasa bahwa gadis yang ada di dalam buku ini adalah gadis ku. Tidak! Tidak! Tidak mungkin! Gadis yang ku cintai masih hidup, dia masih ada di dunia ini!!! Dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan ku!!!

Tanpa sadar, karena terlalu capek bergelut dengan pikirannya, Minho pun tertidur dengan buku diary disampingnya.

 

To Be Continue~~

 

>>> halllooooo~~~ aku balik lagi dengan membawa ff sad story…. bagaimana menurut kalian sama part 1-nya ???????? jelek yaa?? pasti pada gak ngerti deh ama ceritanya…. mian deh mian, tapi aku butuh kritik dan saran kalian supaya ff ini bisa saya teruskan. so, jangan lupa komen yaaa… yang gak komen, DILARANG BACA !!!!! hehehe~ udah dulu yahh, saya mo nemenin si JOKER aka suami saya dulu /plakkk, udah siap tuh di kamar (?)

8 thoughts on “My Diary For You Part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s