[2nd CSS Series/ SUNGJE] I’m Not Your BODYGUARD ~part 2~

Maaf ya author melanggar janji gara-gara banyak tugas jadinya ff ini terbengkalai

Langsung aja ya baca kelanjutannya…

Cast :

–          Kim Sungje

–          Kim Misun

–          Park Geonil – Yamaguchi Aya

–          Other cast

Disclaimer : do not COPY PASTE, HOTLINK, MODIFY my FANFICTION without my permission!!!

~HAPPY READing~

********************************************************

Knapa dia nangis?

Apa dia benar-benar menyukai geonil?

Apa dia juga sama sepertiku yang bertepuk sebelah tangan?

Aku bisa merasakan kesakitannya karena aku pun merasakan hal yang sama dengannya

Sejak tamparannya itu, sampai sekarang dia tidak mau keluar kamar. Sudah 2 hari ini dia mengurung diri di kamar

Semua orang kelabakan melihatnya yang tidak juga mau keluar. Aku jadi merasa bersalah

“seunbae!” eunsuh yang baru saja datang setelah seminggu cuti untuk mempersiapkan pernikahannya langsung memburu ku di ruanganku

“wae?”

Dia berkacak pinggang “seunbae apa-apaan?! Knapa seunbae bikin misun-ssi jadi badmood kayak gitu?! Aku khan Cuma ninggal kalian seminggu. Itu khan g lama”

Aku mengerutkan kening “trus knapa?”

“aish! Sungje-ssi, yang ada semua kerja sama kita bakalan hancur karena kelakuan kamu!”

“apa maksudmu?!”

Eunsuh menghela nafas “asal seunbae tau, misun-ssi ke sini untuk melihat kerja klan kita selama ini. apakah kita pantas diberi tanggungjawab yang besar oleh klan Kim milik ayahnya Misun-ssi. Ataukah kita justru akan membuat klan mereka malu. Itu semua yang menilai adalah misun-ssi. Dia adalah pemimpin muda klan tersebut yang telah diberikan tanggungjawab besar oleh ayahnya. Kalau sampai dia merasa sakit hati dengan perlakuan kita, klan kita bisa saja terancam akan dimusuhi oleh ribuan klan yang telah berhubungan baik dengan klan mereka. Apalagi hubungan baik antara klan Kim dengan klan Yamaguchi sudah terjalin sejak hampir 15 tahun yang lalu. Terlalu remeh kalo sampai hubungan yang terjalin baik selama ini hancur karena masalah kecil seperti itu”

Astaga!

“aku harus gimana donk?!” aku panic

“lebih baik sekarang seunbae minta maaf padanya sebelum terlambat”

Minta maaf?

Aish… sedikit susah untukku yang tidak mudah untuk meminta maaf

Tapi aku harus berbuat itu sebelum semuanya runyam

********************************************************

“dia masih di dalam?” tanyaku ke palayan yang dari tadi berdiri di depan pintu berusaha membujuk misun untuk keluar kamar. Pelayan itu menggeleng sambil menunjuk ke nampan berisi makanan penuh yang masih belum terjamah sama sekali

TOK TOK TOK

Aku mengetuk pintu kamarnya “misun-ssi, tolong keluarlah. Anda harus makan dulu. Mari kita bicarakan secara baik-baik. Maafkan saya. Saya memang bersalah” huft,,, akhirnya aku bisa mengucapkan permintaan maafku padanya. Masih saja tak ada reaksi darinya

“bagaimana tuan?” Tanya pelayan itu cemas

Aku bersiap untuk mendobrak pintu itu dan mengambil ancang-ancang sedikit jauh supaya bisa mendobraknya. G ada solusi lain selain itu karena aku dengar dari eunsuh kalo orang satu ini adalah orang yang keras kepala

Setelah kurasa kekuatanku cukup untuk mendobrak pintu itu, aku berlari sekuat tenaga

Namun tiba-tiba…

Pintu itu terbuka disaat aku sudah berlari. Di baliknya muncul misun dengan wajah polosnya yang terlihat baru bangun tidur dan belum cuci muka

Aku tak bisa lagi menghentikan lariku

Tabrakan antara aku dan dia pun tak terelakkan. Aku dan dia sama-sama terjatuh di lantai

Dan parahnya…….

“sungje-ssi?!! Misun-ssi?!!” ucap pelayan yang tadi kaget melihatku dan misun di lantai sambil….berciuman!!!

Beberapa detik berikutnya aku baru sadar untuk melepaskan ciumanku darinya dan segera berdiri. Dia pun juga langsung berdiri sambil merapikan bajunya

Sekilas kulihat dia memandangku lalu segera menutup pintu kamarnya dari dalam

Aish……..

****************************************************

Sejak saat itu aku dan dia semakin canggung. Tak pernah dia berbicara padaku

Aish!!!

“misun-ssi” sapa ku saat berpapasan dengannya di ruang tamu

Entah benar atau tidak, aku melihat pipinya memerah. Atau aku yang salah liat ya?

Dia berlalu tanpa menghiraukanku

“seunbae, sebenarnya kalian berdua itu knapa?”Tanya eunsuh sesaat setelah melihatku diacuhkan oleh misun

Aku menggeleng

Tiba-tiba mata eunsuh melebar “OMO! Seunbae….” dia tak melanjutkan ucapannya sambil memegang bibirnya

Aku melotot “mwo?!” tanyaku galak

Eunsuh Cuma meringis “aniyo seunbae. Gimana rasanya ciuman ma cewek segalak n seketus misun?”

“mwo?! Galak?! Ketus?!! Pantes lah kalo dia kayak macan kayak gitu!” ucapku sewot. Ternyata….

Eunsuh tergelak “ahahaha dasar seunbae. Biarpun dia ketus dan galak, dia itu sabuk item taekwondo lho. Jadi seunbae jangan macam-macam dengannya”

Aku melotot seketika mendengar ucapan eunsuh

Eunsuh mengangguk. Dia mengerti kalo aku kaget mendengarnya “iya. Dia itu sabuk hitam sebelum dia pindah ke hongkong. Sekitar umur 18 tahun lah dia sudah mendapatkan sabuk hitam itu. Dia itu teman akrabnya geonil-ssi”

Pantes aja dia bilang kalo dia g butuh dikawal oleh orang bodoh seperti aku. Karena aku memang bukan orang yang pintar berantem dan jago bela diri seperti geonil yang sudah menyandang sabuk  hitam

“pantes dia  g mau dijaga oleh orang bodoh sepertiku” ucapku

“huahahahahahahaa!!!!!” eunsuh tertawa keras “ya jelas lah! Pasti misun-ssi ngrasa percuma aja seunbae jaga karena seunbae bukan orang yang jago berantem kayak geonil-ssi”

Selalu geonil! “knapa sih selalu geonil! Aku benar-benar seperti pengecut. Aku seperti orang yang sama sekali g berguna!”

“aniyo seunbae. Seunbae juga hebat kok. Apalagi seunbae ganteng. Kalo g ada kyuhyun, aku udah naksir seunbae deh hehe. Hanya saja mungkin misun-ssi lebih suka bersama geonil-ssi karena mereka berteman sejak SD dulu. Jadi mungkin misun-ssi ngrasa lebih nyaman bersama geonil-ssi daripada dengan seunbae yang baru dikenalnya”

Aku menggut-manggut. Mungkin aja ucapan eunsuh bener juga. Aku khan juga hebat. Dan yang jelas aku lebih tampan daripada geonil! #plak (narsism nya sungje lagi kumat)

*************************************************************

Misun di sini selama satu setengah minggu. Kini dia sudah 4 hari di sini tapi aku masih belum bisa dekat dengannya. Aish! Susahnya… semua itu gara-gara ciuman itu!

“anyeong misun-ssi” sapa ku saat sarapan. Eunsuh yang juga ada di situ Cuma menahan tawanya melihatku yang dikacangin oleh misun

“eunsuh-ssi, geonil kapan pulang?” Tanya misun ke eunsuh

“sepertinya masih lama. Mungkin dua minggu lagi karena mereka sepertinya ingin lebih lama lagi di bali. Jadi anda di sini akan ditemani oleh sungje-ssi”

Terima kasih eunsuh masih mengingatku

Misun kembali makan. Hah?! Dia sama sekali g menghiraukanku?!!

“eunsuh-ssi, bagaimana dengan rapat besok?” tanyanya lagi

Eunsuh menggeleng “maaf bukan saya yang mengurusi itu. Semuanya diurus oleh sungje-ssi”

“besok kamu ikut rapat khan?”

Eunsuh lagi-lagi menggeleng “saya besok cuti untuk mempersiapkan pernikahan saya”

“kapan kamu menikah?”

“satu bulan lagi”

“wah chukkahae!!! Tapi sepertinya aku g bisa ke sana karena aku harus balik ke hongkong”

Eunsuh menggeleng “andwae! Misun-ssi harus ikut ke pernikahanku! Wajib!

Misun tersenyum. Baru kusadari kalo dia ternyata manis sekali kalo tersenyum

Sepertinya dia menyadari kalo aku memperhatikannya. Dia langsung menghilangkan senyum manisnya dari wajah cantiknya dan kembali dingin

“misun-ssi, besok kita akan rapat dengan anggota yang lain. Jadi tolong anda siap sebelum pukul delapan pagi” ucapku memberitahunya

Dia hanya diam saja sambil memakan sarapannya

*******************************************************

“mana misun-ssi?!!” tanyaku ke penjaga gerbang panic karena tidak melihatnya sejak pagi. Aku takut kalo dia lagi-lagi jogging tanpa sepengetahuanku

“maaf bos. Sepertinya misun-ssi belum keluar dari tadi. Mungkin masih di dalam”

“tidak mungkin! Dia khan…” belum selesai aku berkata, pelayan yang biasanya mengurusi misun datang

“bos, misun-ssi ada di dalam kamar”

“mwo?! Dari tadi pagi?”

Dia mengangguk

“ngapain aja dia selama ini di kamarnya?! Aish.. bikin orang kuatir aja!” aku segera ke kamarnya

Di depan kamarnya entah kenapa aku merasa jantungku sedikit berdetak lebih cepat dari biasanya

Belum sempat aku mengetuk kamarnya, pintu itu terbuka

OMO!

“oh, kamu?!” ucap orang di depanku yang sama kagetnya denganku

Astaga! Knapa dia seperti ini?!!!!

“ada apa?!” tanyanya lagi-lagi ketus

Aku segera tersadar dari lamunanku yang hampir kemana-mana melihatnya berubah seperti ini “oh, eh, anu, sekarang waktunya kita untuk berangkat ke rapat”

“oh…” ucapnya singkat sambil berlalu dari hadapanku

Astaga! Knapa dia secantik itu dengan balutan dress merah selutut yang cocok dengan kulit putihnya

Sungje! Sadar! Dia itu cewek paling ketus yang kamu kenal! Dia juga cewek paling mengerikan yang kamu kenal! Dan lagi, kamu sama sekali g jatuh cinta dengannya! Ingat, hatimu hanya untuk aya!

Selama perjalanan aku dan dia yang sama-sama duduk di bangku belakang mobil tak berbicara sedikitpun

Entah knapa aku semakin merasakan kalo jantungku berdetak jauh lebih cepat dari biasanya. Ada apa ini? apa maksudnya? Knapa rasanya sama seperti saat aku berdekatan dengan aya? Apakah kini aku merasakan rasa itu lagi? Dengan orang yang berbeda? Apa aku bisa? Apa itu mungkin?

Molla! Aku bingung!

************************************************************

Sejak kurasakan perubahan dalam tubuhku, rasanya hari-hari semakin cepat berlalu. Kini sudah hampir satu setengah minggu misun ada di sini. 3 hari lagi dia akan kembali ke hongkong dan belum tau dia kapan bisa kemari lagi

Sekarang, dimana dia?

“songhwa, dimana misun-ssi?” Tanya ku

Songhwa yang sibuk menata kertas-kertas yang menumpuk di mejaku menghentikan pekerjaannya “lho, bukannya misun-ssi sedang jogging ya sungje-ssi?”

“mwo?! Jogging?!! Lagi?!!!”

Songhwa mengangguk. Sesaat dia memandangku “tapi knapa dia belum pulang juga ya? Dia khan sudah dari tadi pagi berangkat. Ini sudah hampir makan siang”

“MWO?!!!” aku kaget mendengar ucapan songhwa “cepat cari dia sekarang juga!!!” perintahku

“baik!” songhwa segera keluar mencari bantuan

Entah mengapa aku merasa sangat kuatir dengannya. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Semoga dia baik-baik saja

Songhwa kembali lagi

“knapa kamu kembali lagi?! Apa misun sudah ketemu?!”

Songhwa menunduk sambil menggeleng

“trus knapa kamu kesini?!!”

“ini.. ini bos…” jawabnya tanpa menyelesaikan ucapannya

“ini apa?!!” bentakku. Kali ini aku benar-benar merasa g enak

“ada.. telepon untuk anda..” jawabnya takut. Ada apa ini sebenarnya?!

“telepon? Dari siapa?”

“nishimura”

Seketika aku membelalakkan mataku mendengar nama itu. Aku merasakan hawa yang tidak enak mendengar nama itu disebut songhwa

“dia sedang bersama misun, bos”

Benar juga perasaanku

“kita berjumpa lagi, sungje-ssi!” ucap nishimura saat sungje menerima teleponnya

“dimana misun?!”

“haha.. untuk apa kau mencarinya. Bukannya dia bukan tipe mu? Dia khan orang yang ketus dan menyebalkan. Lagian, aku dengar kalo kamu masih memendam perasaanmu ke aya? Ahahaha!!!”

“mwo?!! Apa urusanmu?! Cepat katakan dimana misun!!”

“haha.. santai saja! Aku akan bermain-main dengan kalian semua” ucap nishimura sesaat sebelum menutup sambungan teleponnya

“songhwa! Cepat lacak lokasi nishimura sekarang! Semuanya, segera bersiap!” perintahku yang langsung dilaksanakan oleh semua orang

Misun.. aku akan menolongmu…

***************************************************

“sungje, apa yang terjadi?!” Tanya geonil panic saat mendengar berita kalo misun diculik nishimura

Aku tak bisa berkata apa-apa lagi

“sungje-ssi. Bagaimana ini?!” Tanya aya ikutan panic

“kalian tenang saja. Aku yang akan membereskan semua ini”

“tapi sungje…”

Ucapan geonil segera kupotong “tenang saja. Aku akan membereskan semuanya. Kalian percayalah padaku. aku akan berusaha meski aku tidak terlalu pintar berkelahi seperti geonil”

“nee sungje-ssi. Aku sangat percaya padamu. Aku yakin kamu sangat bertanggungjawab” ucapan aya membuatku sedikit lebih lega. Ternyata dia sangat percaya padaku. aku merasa sangat bangga telah dipujinya

“baiklah kalo begitu. aku percaya padamu” geonil bersuara “lagian, aku masih belum puas berbulan madu dengan aya di sini ahahhaa”

Kudengar rengekan aya di seberang sana

Aish, bikin iri saja mereka!

“kalo gitu aku tutup dulu. Doakan aku” ucapku segera menutup sambungan telepon itu sebelum diri ku semakin sakit hati mendengar cerita mereka berdua

“bos…”  Songhwa menunggu perintah dariku

“kita bergerak sekarang!” perintahku

“semoga selamat, seunbae” eunsuh memberiku semangat

Aku mengangguk

Baiklah. Sekarang aku akan buktikan kalo aku bukan orang lemah. Aku juga bisa menjadi penolong klan ini. aku juga bisa sehebat geonil! Aku juga akan buktikan ke misun kalo aku bukan orang bodoh yang g bisa menjaganya

***********************************************************

“bos, semuanya sudah siap. Apa kita harus bergerak sekarang?” Tanya songhwa

Aku menggeleng “jangan dulu. Kita tunggu saja sampai semua benar-benar aman dulu. Aku g mau sampai keselamatan misun terancam gara-gara kita gegabah”

Songhwa mengangguk menyetujui. Untung eunsuh sedikit memberitakukan soal tak-tik mengalahkan nishimura

Saat ini aku dan beberapa pengawalku termasuk songhwa sedang mengintip tempat nishimura. Pandanganku tepat melihat misun yang disekap dengan mulut tertutup dan tangan serta kaki yang diikat di kursi yang didudukinya. Terlihat dia sangat loyo dan tidak bersemangat

Kulihat nishimura tersenyum mengejek ke arah misun. Aish!

2 hari aku mengintai markas nishimura. Sepertinya sudah saatnya aku bergerak

“songhwa, kita bergerak sekarang!”

Songhwa mengangguk “kita bergerak sekarang!” ucap songhwa memberitahukan ke semua pengikut yang ikut

Semuanya bersemangat untuk bergerak

“serbu!!!” teriakku sambil memimpin untuk menyerang markas nishimura

Tak terelakkan lagi pertempuran itu

Semua pengikutku melindungiku. Aku memang sudah menyuruh mereka untuk melindungiku karena aku akan ke tempat misun disekap

Tapi beberapa berhasil memukulku. Aku pun tak tinggal diam. Aku segera menendang dada mereka sampai terjengkang. Beberapa malah berhasil tersungkur mendapat tonjokan dariku. Tak kusangka ternyata aku bisa juga haha…

Setelah perjuangan panjang melewati ratusan penjaga di markas itu, akhirnya aku berhasil ke tempat dimana misun disekap

Saat itu misun sedang tidur karena kecapekan di kursi dengan tangan dan kaki masih terikat. Di dekatnya ada nishimura dan beberapa orang

“oh, kau datang juga akhirnya. Aku pikir kau tidak berani datang karena g ada geonil” hina nishimura

Tanganku terkepal mendengar ucapannya itu

Dia benar-benar keterlaluan!

“untuk apa pula kau kemari menolong orang ini” ucap nishimura sambil memukul kepala misun sedikit keras membuat misun meringis kesakitan. Awas kau nishimura!

“bukannya kau mencintai aya yang telah menikah dengan temanmu sendiri?”

Kulihat mata misun melebar mendengar ucapan nishimura. Mungkin dia kaget karena mengetahui kalo ternyata aku masih menyukai orang yang sudah menikah seperti aya

“diam kau nishimura!!!” aku sudah tak tahan lagi!

Nishimura melingkarkan kedua tangannya di dada “kenapa? Malu? Kamu itu benar-benar anggota klan yamaguchi yang sama sekali tidak bisa dibanggakan!”

MWO?!!! Aku sudah tak tahan lagi!

“tutup mulutmu!!!” aku segera memukul pipinya dengan kekuatan yang sepenuhnya menurutku. Dia tersungkur di lantai. Di sudut bibirnya muncul cairan warna merah, darah

Pengawalnya segera mengepungku. Aku harus bersiap tidak boleh lengah

“maju!!!” teriak salah satu pengawal. Itu artinya aku harus benar-benar berantem dengan mereka!

Akupun mengeluarkan apa yang aku bisa dan aku pelajari selama ini

Kupukul mereka, kutendang mereka, kutepis mereka. Beberapa tersungkur setelah mendapat pukulan dan tendangan dariku

Tapi jumlah mereka terlalu banyak. Aku tak bisa lagi!

Mereka pun berhasil memukuliku setelah aku menyerah dipukul di daerah dada yang seketika membuatku sesak nafas dan lemas seketika

Mereka memukuliku

Pipiku, dahiku, mulutku, dadaku, perutku, seluruh tubuhku tak ada yang tidak terkena pukulan mereka

Kulihat misun di kursi itu memperhatikanku. Maaf misun, aku benar-benar g bisa menjagamu. Aku benar-benar payah!

Tunggu….

Dia menangis???!!!!!

Kulihat linangan air mata mengalir di pipinya. Aku sadar kalo dia hanya bersandar padaku. aku g boleh menyerah begitu aja!

Semangatku bangkit lagi. Meski seluruh tubuhku serasa sudah remuk aku pun bangkit

Akupun memukul sekenaku. Beberapa berhasil tersungkur karena pukulanku. Tapi beberapa pula yang berhasil memukulku membuatku semakin babak belur

Meski begitu aku tidak boleh menyerah begitu saja! Aku harus tetap tegar dan kuat!

Saat mereka mulai mengeroyokku tiba-tiba…

BUK! BUK! BUK!

Satu-satu dari mereka tersungkur mendapat pukulan

Geonil!

Ternyata dia yang memukul mereka semua sampai tersungkur. Bahkan nishimura pun pingsan mendapat pukulan darinya

“geonil-ah!” panggilku setelah dia berhasil memukul semuanya. Dia tersenyum melihatku dan menghampiriku untuk menolongku berdiri

Aku pun berdiri dengan bantuannya. Kurasakan seluruh tubuhku remuk

“gwaenchana yo?” tanay geonil kuatir melihat keadaanku

Aku mengangguk “nee.. bagaimana kamu bisa ada di sini? Bukannya kamu dan aya masih di bali?”

Geonil tersenyum “aku dan aya tidak mungkin bisa santai mendengar tentang ini. apalagi kamu sendirian”

Aku menunduk “memang aku benar-benar tidak berguna. Payah”

“aniyo! Kamu tidak payah. Kamu hebat juga bisa bertarung sendirian melawan mereka semua. Aku dan aya kuatir karena tidak ada yang menemanimu. Apalagi menolong rekan bisnis terbesar klan kita. Makanya aku kemari”

Aku baru ingat “mana misun?!”

“tenang saja. Tadi aya dan eunsuh sudah membawanya pulang”

Aku menghela nafas lega “oh syukurlah”

Geonil pun membawa ku pulang ke markas

Sesampai di markas aku mendengar berita yang g enak

“sungje-ah, misun dipaksa pulang oleh appanya karena kita dianggap tidak bisa menjaganya. Untungnya misun mengatakan kalo semua itu tidak ada hubungannya dengan kerja sama selama ini. jadi kerjasama kita dengan klan mereka tidak masalah. Hanya saja, mr Kim sudah tidak percaya lagi denganmu sungje” aya memberitahuku

Seketika mataku melebar. Aku sudah tidak dipercaya oleh ayah dari misun?!

“ya sudah. Itu kita pikirkan nanti. Sekarang kita obati dulu lukamu” saran geonil

“tunggu!”

Aku dan geonil menoleh ke arah aya. Aya merogoh saku bajunya dan mengambil surat

“ini surat dari misun untukmu” aya menyerahkan surat itu padaku

Aku segera membacanya

Untuk Sungje-ssi

Mungkin saat ini aku sudah tidak bisa bertemu lagi denganmu karena sekarang aku sudah terbang ke hongkong

Maafkan segala kesalahanku selama ini

Maafkan aku yang telah ketus padamu

Aku ketus denganmu karena sebenarnya aku mencintaimu sejak SD dulu

Aku sudah menyukaimu sejak SD dulu. Hanya saja aku tidak bisa dekat denganmu. Aku hanya dekat dengan geonil

Perasaan itu aku simpan sampai sekarang

Tak kusangka aku bisa bertemu lagi denganmu. Aku bahagia sekali mendengar kalo orang yang akan menyambutku adalah kamu

Tapi saat kamu mengatakan kalo aku menyukai geonil dan berniat untuk menghancurkan pernikahannya dengan aya

Aku benar-benar sakit hati mendengar ucapanmu itu

Apalagi setelah nishimura mengatakan kalo ternyata kamu menyukai aya meski dia sudah menikah

Maafkan aku….

Aku rasa perasaan ku padamu kini harus segera dipadamkan sebelum terlambat

Aku hanya ingin kamu tau kalo aku pernah mencintaimu

Selamat tinggal sungje-ssi

Semoga kamu bisa menemukan orang yang tepat untuk mencintaiku, begitu pula denganku yang semoga bisa segera melupakanmu

-Misun-

Mwo?!!!

Ternyata…ternyata…dia….

**********************************************************

Geje ya???

Maaf!!!!!!!!!!! *deep bow*

Ff ini g tau kapan diterusinnya soalnya author mau ujian selama 2 minggu ini

Reader doain moga author bisa ngerjain semuanya ya

Dan nerusin ff ini biar g geje ^^

WAJIB COMMENT!!!!

8 thoughts on “[2nd CSS Series/ SUNGJE] I’m Not Your BODYGUARD ~part 2~

  1. Omo…jd slama ini misun tuh suka ma sungje bkn ma geonil..wah sgt tdk disangka,trnyata sungje pny fans dr sd hahaha…

    Lanjutkan lah…

  2. Sungje pabo?
    Ga jg,.abis tu cwe ga blg2 sih *salahin authorx…haha piss*

    ayo je *sungje mksud aye* .. Kejar cintamu k hongkong *ga enak bgt kta2nya..:p*
    nia,.lanjut iyah..don’t be long long okey

  3. Yah misun, udah padamin aja perasaan kamu..lagian sungje udah nikah ama aku huahahaha *disiram air panas*

    Lanjut ke part 3!! Go go go!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s