DEVIL IN MY HEART Part5

Image and video hosting by TinyPic

Part 1 Part2 Part 3Part4

“Astaga!! Kenapa sakit sekali… rasa sakit apa ini? Sesak sekali, sakit!” batin Jaerin masih memegangi dadanya.

Kyuhyun berjalan menuju kamar Jaerin, seingatnya In Hyeong meminta bantuan Jaerin untuk meriasnya.

“Hhh…” Kyuhyun berhenti didepan pintu kamar Jaerin, melihat Jaerin menahan sakit.

“Jeje…” Kyuhyun menghampiri Jaerin.

“Jeje, apa yang sakit?” Tanya Kyuhyun sedikit khawatir. Jaerin melihat Kyuhyun dan tersenyum.

“Aku tak apa-apa, tenanglah…” ujar Jaerin mengehela nafasnya yang berat.

“Aku akan menghentikan pertunangan ini!” Jaerin melihat Kyuhyun yang terlihat sangat yakin pada ucapannya barusan.

“Heh? Membatalkannya? Permainan kita tak akan seru jika kau mengakhirinya sekarang.” Ujar Jaerin

“Sudah sakit masih ingin melanjutkan permainan ini?” Tanya Kyuhyun skeptis, Jaerin menyeringai dan mengangguk.

“Aku sudah mengatakan, kalau aku bisa lebih bertahan bersama Yesung, daripada kau dan In Hyeong.” Ujar Jaerin menatap Kyuhyun.

“Baik, aku akan membuktikan padamu Jeje,, kalau aku bisa lebih mencintai In Hyeong, kita lihat, siapa yang bisa membahagiakan pasangannya masing-masing…” ujar Kyuhyun, lalu keluar dari kamar Jaerin.

Jaerin menelan ludahnya mendengar Kyuhyun mengatakan itu.

“Apa dia serius?” Jaerin menahan air matanya keluar sambil menatap punggung Kyuhyun yang keluar kamarnya. In Hyeong berpapasan dengan Kyuhyun sebelum keluar kamar Jaerin.

“In Hyeong? Kau cantik” ujar Kyuhyun didepan In Hyeong. Jaerin hanya bisa menatap mereka berdua.

“Kyuhyun, kau itu…” In Hyeong memukul pelan tubuh Kyuhyun yang sudah terbungkus tuxedo lengkap.

“Ani, tapi kau benar-benar cantik malam ini In Hyeong…” Kyuhyun memeluk tubuh In Hyeong dari belakang, dan menyeringai melihat Jaerin yang masih menatapnya, sedang In Hyeong masih tertunduk malu.

“Ternyata benar, kau lebih mencintai In Hyeong… tak boleh, jangan menangis Jaerin!! Kau akan tampak bodoh didepannya jika menangis.. mana Jaerin yang ceria! Tunjukkan pada Kyuhyun kau bisa menghadapi ini!!” Jaerin menyemangati dirinya sendiri, menahan air matanya untuk jatuh, namun hatinya begitu sakit melihat Kyuhyun bertingkah sangat mesra didepan matanya.

“Unnie,, hhhh…” nafas Jaerin sedikit tersengal. In Hyeong tersadar dan langsung menghampiri Jaerin.

“Jaerin, mianhe… ini,” In Hyeong memberikan segelas minuman kepada Jaerin yang masih memegangi dadanya yang sakit. Jaerin meminum air itu perlahan.

“In Hyeong, aku tunggu di bawah ya, teman-teman sudah menunggu” ujar Kyuhyun lalu meninggalkan mereka berdua.

Beberapa saat kemudian, Jaerin dan In Hyeong turun dari kamar. Terlihat sudah banyak tamu undangan dari keluarga dekat, juga teman-teman Kyuhyun dan In Hyeong.

Yesung juga datang diacara pertunangan itu.

Kyuhyun dan Jaerin benar-benar berusaha menunjukkan pada pasangannya jika mereka sangat mencintanya.

Saat Kyuhyun akan memakaikan cincin putih itu dijari In Hyeong, Jaerin memilih menjauh dari mereka dan menuju keatas didepan kamar Kyuhyun. Jaerin dan Yesung melihat Kyuhyun memakaikan cincin putih cantik itu.

Kyuhyun mencuri pandangannya, mencari sosok Jaerin di antara teman-temannya.

“Kemana dia? Kenapa tak muncul?”gumam Kyuhyun, Kyuhyun berdecak dan tak sengaja melihat keatas dan menemukan Jaerin dan Yesung sedang berdua. Jaerin yang sadar Kyuhyun sudah melihatnya melemparkan “smirk”-nya pada Kyuhyun.

“Kita lihat sekarang!” gumam Jaerin.

“Yesung, cium aku” pinta Jaerin pelan memepetkan tubuhnya ke Yesung.

“Tap..” “Aku mohon…” pinta Jaerin lagi, sebelum Yesung menyelesaikan ucapannya.

Yesung mengikuti kemauan Jaerin.

Yesung mencium bibir Jaerin perlahan, sedang Jaerin masih melihat Kyuhyun mencuri-curi pandangan melihatnya. Jaerin melumat mesra bibir Yesung yang menciumnya lembut.

“Aku tak menginginkan yang seperti ini Jaerin… aku lebih sakit melihatmu seperti ini…” gumam Yesung melihat mata Jaerin yang terpejam namun sesekali melirik Kyuhyun di bawah sana.

“Apa-apa’an dia. Benar-benar ingin menunjukkan siapa yang terbaik?”gumam Kyuhyun yang sedikit shock melihat apa yang dilakukan Jaerin.

“Menikmati sekali dia!! Sampai tak melihatku memakaikan cincin ini pada In Hyeong!” gumam Kyuhyun.

Kyuhyun memakaikan cincin itu, disertai tepukan tangan orang-orang disekitarnya.

Setelah mendengar tepukan tangan, Jaerin melepas ciumannya.

“Gumawo” ujarnya, Yesung melihat Jaerin yang kembali memperhatikan Kyuhyun.

Pesta pertunangan sederhana itu berjalan lancar sampai akhir.

“Yesung, ikutlah minum sebentar bersama kami” ajak Jaerin menahan tangan Yesung yang akan turun dan pulang, setelah tahu para tamu sudah pulang.

Jaerin menggenggam tangan Yesung, membawanya turun. Jaerin melihat Kyuhyun dan In Hyeong yang duduk disofa mempersiapkan wine juga beberapa gelas.

“Unnie,,, Oppa!! Selamat ya.” Ujar Jaerin memeluk In Hyeong dan Kyuhyun bergantian.

“Terimakasih Jaerin… kau kapan akan menyusul dengan Yesung?” Tanya In Hyeong, Jaerin memeluk pinggang Yesung mesra, “Mungkin bulan depan, hahaha…” ujarnya lalu tertawa renyah.

“Ah, ayo!! Aku ingin minum…” ujar Jaerin mengalihkan perhatian dan langsung mengajak Yesung duduk disamping Kyuhyun dan In Hyeong.

“Aniyo, kau tak boleh minum Jaerin… terakhir saat kau minum, setengah gelas saja sudah jatuh” ujar Kyuhyun, namun Jaerin menggeleng.

“Ternyata masih ingat? Bukankah itu sudah lebih dari 1 tahun lalu saat dia mengajakku minum?” gumam Jaerin.

“Oppa!! Jangan membuatku malu didepan Yesung.” Rengek Jaerin manja dilengan Yesung, Kyuhyun mengalihkan pandangannya mengambil wine itu.

“Baiklah, kalau kau tak mau mendengarkan nasehat Oppa. Ayo minum!” ajak Kyuhyun menyodorkan dua gelas kepada Jaerin dan Yesung. Jaerin dan Yesung menerima gelas berisi hampir penuh wine itu.

Kyuhyun memberikan segelas wine untuk In Hyeong, lalu menuangnya untuk dirinya.

“Ayo! Cheers!!” ajak Kyuhyun, mereka bersulang.

“Kita lihat, sekuat apa kau Park Jaerin!” gumam Kyuhyun melihat Jaerin sambil meminum winenya langsung habis

“Kau fikir aku akan selemah itu?” batin Jaerin seperti tahu apa yang difikirkan Kyuhyun, lalu meneguk habis winenya.

“Ayo!! Aku ingin tambah lagi” ujar Jaerin menyodorkan gelas kosongnya pada Kyuhyun yang memegang botol wine. Yesung sedikit kaget melihat wine Jaerin sudah habis.

Kyuhyun menuangkan wine lagi ke gelas Jaerin.

Dua gelas…

Tiga gelas…

Empat gelas…

“Jaerin…sudahlah… kau sudah mabuk…” ujar Yesung mengambil gelas dari tangan Jaerin, Jaerin tersandar di bahu Yesung. Sepertinya Jaerin benar-benar kehilangan kessadarannya, matanya tertutup.

“Ya Tuhan, dia mabuk…” batin Kyuhyun.

“Lebih baik, aku antar Jaerin kekamarnya…” Yesung bersiap berdiri.

“Aniyo, tak usah Yesung, biar aku yang membawanya ke kamar, tak perlu merepotkanmu…” ujar Kyuhyun menahan Yesung.

“Yesung, lebih baik kau pulang. Maaf merepotkanmu” ujar Kyuhyun.

“Ah, Yesung, kuantar kedepan…” ujar In Hyeong, Yesung mengangguk.

Kyuhyun menggendong tubuh In Hyeong yang benar-benar mabuk, menuju kekamarnya.

“Gumawo In Hyeong…” ujar Yesung. In Hyeong mengangguk.

“Yesung, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Hm?”

“Apa benar yang dikatakan Jaerin tadi? Kau akan bertunangan dengannya bulan depan?” Tanya In Hyeong.

Yesung tersenyum kecil, sebenarnya dia tak tahu harus menjawab apa.

“Sepertinya… kenapa?” Tanya Yesung. In Hyeong menggeleng.

“Hanya bertanya…”

Kyuhyun meletakkan tubuh Jaerin diatas tempat tidurnya, tubuh Jaerin sudah lemas.

Kyuhyun melepas high heels Jaerin, lalu meletakkannya dilantai, juga menyelimuti tubuh Jaerin perlahan.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat wajah Jaerin.

“Kau lebih cantik seperti ini, daripada kau harus berpura-pura menjadi orang lain Jeje… aku mencintaimu apa adanya.” Ujar Kyuhyun pelan.

“Ehhhmm!!! Kyuhyun… kau bodoh….” Racau Jaerin. Kyuhyun tertawa kecil mendengarnya.

“Iya, aku memang bodoh mencintai gadis bodoh sepertimu.” Ujarnya pelan.

Kyuhyun menyibakkan rambut berantakan di wajah Jaerin.

“Jeje… aku akan terus mencintaimu, bahkan saat kau berubah sekalipun” ujar Kyuhyun.

“Bodoh…” Jaerin kembali mengigau, membuat Kyuhyun tersenyum kecil.

“Terserahmu… yang terpenting adalah aku tetap mencintaimu…” ujar Kyuhyun, lalu mencium bibir Jaerin lembut.

“Good Nite, Jeje… Saranghae..” bisik Kyuhyun..

“Ehmmm, Saranghae Kyu…” lagi-lagi Jaerin mengigau, membuat Kyuhyun kembali tersenyum dan menyentuh bibir bawah Jaerin, mengusapnya pelan.

Kyuhyun mendengar suara high heels In Hyeong dan langsung keluar kamar Jaerin.

“Eh, sudah tidur?” Tanya In Hyeong, Kyuhyun mengangguk.

“Dia lucu…” ujar In Hyeong melihat Jaerin tertidur.

Tiba-tiba, Jaerin terbangun, mulutnya menahan sesuatu yang akan dikeluarkan, namun matanya tetap terututup.

“Kyuhyun.. Jaerin.. Jaerin akan muntah..” ujar In Hyeong

Kyuhyun bergegas mendatangi Jaerin dan mengambil apa saja didekatnya untuk menampung muntah Jaerin, namun dia tak menemukan benda apapun di sekitarnya, In Hyeong langsung menyodorkan kantong plastik kepada Kyuhyun. “Gumawo” ujar Kyuhyun tersenyum pada In Hyeong, dan langsung menadahkan kantong plastik itu kemulut Jaerin.

“HUUEEKK!!” Jaerin muntah di dalam kantong plastik itu.

In Hyeong membantu Kyuhyun, memijat leher Jaerin agar Jaerin merasa lebih nyaman.

“Ya Tuhan.. jauhkan perasaan ini dari hatiku… ini salah, kenapa aku harus cemburu pada Jaerin? Dia adik Kyuhyun…” batin In Hyeong melihat Kyuhyun sangat khawatir dengan keadaan Jaerin.

“HUUEEKK!!!” Jaerin kembali memuntahkannya.

“Dasar keras kepala, begini kan jadinya…”gumam Kyuhyun melihat Jaerin cemas.

Setelah beberapa kali muntah, Jaerin terkulai lemas di bahu Kyuhyun.

“Kyuhyun, biar aku yang membuangnya..” tawar In Hyeong mengambil plastik itu dari tangan Kyuhyun.

“Ne. gumawo In Hyeong…” ujar Kyuhyun, In Hyeong beranjak dari tempat duduknya.

Kyuhyun menuju kamar mandi di kamar Jaerin dan membasahi handuk kecil, lalu kembali ke tempat Jaerin.

Kyuhyun menyeka mulut Jaerin juga keringat di wajah Jaerin dengan lembut.

Setelah itu, Kyuhyun menutupi tubuh Jaerin dengan selimut lalu berjalan keluar kamar Jaerin.

*****

Jaerin POV

Aku merasa pusing. Astaga, tadi malam aku benar-benar nekat. Sangat nekat.

Tunggu, siapa yang membawaku ke kamar? Yesung? Atau… Kyuhyun?

“Jaerin, sudah bangun?” aku melihat In Hyeong masuk kedalam kamarku, aku tersenyum dan masih memegangi kepalaku.

“Ne. Unnie… kepalaku sedikit sakit…” ujarku, In Hyeong mendekatiku dan meletakkan teh di meja disamping tempat tidurku.

“Minumlah dulu, semalam kau mabuk, dan Kyuhyun membawamu keatas, setelah itu kau muntah…” ujar In Hyeong menjelaskan. Jadi yang membawaku kekamar adalah Kyuhyun?

“Unnie, mianhe, aku terlalu merepotkan…” ujarku pelan merasa bersalah pada In Hyeong. Aku melihat cincin putih cantik di jari In Hyeong. Rasa sakit dikepalaku hilang, merambah ke dadaku. Sakit sekali.

Aku mengambil teh di atas meja dan meminumnya. Rasanya enak. In Hyeong sangat pintar membuatnya.

“Gumawo Unnie…” ujarku pelan, kulihat In Hyeong tersenyum kecil.

Aku harus segera bangun, karena hari ini ada pemotretan. Astaga!! Kepalaku…

Aku mencoba bangun dan menahan keseimbangan tubuhku.

“Jaerin.. jika kau masih sakit, istirahat saja..” ujar In Hyeong menahan tubuhku, aku menggeleng

“Aniyo Unnie… aku tak apa-apa…” ujarku pelan, lalu berjalan menuju kamar mandiku.

^^^^

“Semalam kau mabuk berat, apa akan baik-baik saja nanti?” Tanya Yesung saat kami sudah sampai ditempat pemotretan. Aku menggeleng.

“tak apa. Aku sudah baikan… jangan terlalu menghawatirkanku…” aku berjalan cepat meninggalkan Yesung.

“In Hyeong… kau tahu, kau akan dikontrak menjadi bintang iklan…” ujar salah satu periasku.

“Bukankah aku memang seorang bintang iklan?” Tanyaku pelan

“Maksudku… kau akan dikontrak menjadi bintang iklan sebuah game, mantan kekasihmu itu akan bekerja sama denganmu…” ujarnya lagi, dia memang mengetahui hubunganku dengan Kyuhyun.

Jika itu benar, berarti aku akan ada disatu lokasi syuting bersama Kyuhyun?

Kyuhyun POV

“Mwo? Model ternama? Siapa?” Tanyaku saat di basecamp, seorang pelatihku, Jungsoo Hyung, memberitahu kalau aku akan menjadi model untuk peluncuran game ini.

“Mantan kekasihmu…” ujarnya pelan.

Jaerin? Benarkah?? Senangnya…

“Hm, baiklah…” ujarku pelan, lalu memakai headphone-ku lagi.

Aish!! Aku tak konsentrasi… aku terus memikirkan Jaerin… akhirnya aku bisa melihatnya seperti dulu lagi.

^^^^^

Aku turun dari mobilku dan langsung masuk kedalam rumahku.

Sepi, pasti In Hyeong kuliah, dan Jaerin? Kemana dia? Kalau sore seperti ini…

to be continued…

16 thoughts on “DEVIL IN MY HEART Part5

  1. makin greget aja ma jeje&kyu ..
    udahan permaenannya napa ih..susah amat. makin lama, kalian berdua makin terluka dan makin banyak korban yg terluka..hiks hiks
    dukung kyu ama jeje .. hehe

  2. ffnya keren. . . .
    aq mw tnya it’s my life part 13.nya lum da ea???? aq nunggu bngt klnjutannya tuch. . . . .gomawo sblumnya:)

  3. apa sih maunya kyu sma jae?!
    aku jdi sebel deh sma jae..
    kan ksian in hyeong sma yesung nya..
    kyu jg knpa ikut2an jhat?!
    *emosi tingkat akut*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s