KEEP THE HEART FOR US! Part 1


Author: shinbitokiicecream (shinbi) and Han Heegi

Cast: Kim Hyungjun (SS501) , Han Shinbi, Kim Jonghyun (SHINee) , Han Heegi, Lee Sungmin (Super Junior), Im Seulong

Length: Chaptered

Backsound song: SHINee – Quasimodo

Shinbi POV

Thank you for flying Seoul Business Express. We hope you enjoyed the ride.

Suara sebuah speaker membangunkanku dari tidur panjang selama berjam-jam perjalanan pesawat USA – Seoul yang membosankan. Tampaknya pesawat yang ku naiki akan mendarat beberapa saat lagi. Aku segera memasang sabuk pengamanku dan bersiap untuk mendarat.

Sampailah aku di Incheon airport. Aku segera mengambil barang-barangku dan turun dari pesawat. Semua orang yang turun dari pesawat pasti akan langsung menuju keluarga mereka masing-masing yang datang khusus untuk menjemput mereka. Sedangkan aku, hanya ada seorang sopir taksi yang menunggu untuk mengantarku pulang ke rumah.

Aku terus berjalan menuju taksi yang sudah menungguku itu. Sampai akhirnya aku merasakan seseorang menahan kereta dorong berisi barang-barangku yang sedang kujalankan. Aku langsung menatap orang itu tajam.

“Mau kemana kau?” tanya orang itu sambil tersenyum manis padaku.

“Hyungjun? Bagaimana kau bisa ada di sini?”

“Aku kan tahu segalanya tentang dirimu. Hei, kau tidak rindu padaku?” tanyanya jahil. Aku tersenyum sekilas padanya kemudian langsung memeluknya.

“Tentu saja aku sangat rindu padamu.”

Dia Kim Hyungjun. Managerku sekaligus satu-satunya orang yang bisa menjagaku di Seoul ini. Ayah dan ibuku bercerai saat aku masih kecil. Seharusnya aku ikut ayahku. Tapi ayahku sibuk meneruskan bisnisnya di USA. Sehingga aku lebih memilih berada di Seoul untuk meneruskan karirku.

Hyungjun POV

Sudah 2 jam lebih aku menunggu kedatangannya di bandara ini. Pesawat kedatangan USA pun masih belum terlihat. Atau aku yang salah jadwal? Seharusnya memang hari ini ia pulang. Aku begitu merindukan sosoknya yang ceria dan kekanak-kanakan itu. Aku merindukan saat-saat menjaganya lagi di saat ia terlalu lemah di dalam tapi terlihat sok kuat dari luar. Aku harap setelah kejadian itu, tidak ada yang berubah dari dalam dirinya.

Tidak lama kemudian aku mendengar informasi bahwa pesawat dari USA sudah tiba. Para penumpang sudah mulai memasuki lobi bandara untuk menemui keluarga mereka masing-masing. Aku belum menemukan sosoknya sama sekali.

Sampai akhirnya aku melihat seorang perempuan dengan layer cardigan berwarna abu-abu dipadukan dengan tank top dan celana panjang putih dengan rambut yang tergerai berantakan. Ia sedang mendorong kereta berisi koper-kopernya ke arah luar bandara. Aku segera berlari dan menghentikan dorongan keretanya secara tiba-tiba.

Ia segera melemparkan tatapan sinisnya padaku. Hahaha ia tidak berubah ternyata. Kalau ada orang asing yang mengganggunya, ia pasti tidak bisa menyembunyikan rasa tidak senangnya. Aku tersenyum padanya, berusaha meyakinkan kalau aku bukan orang asing baginya. “Mau kemana kau?”

“Hyungjun? Bagaimana kau bisa ada di sini?” tanyanya dengan heran.

“Aku kan tahu segalanya tentang dirimu. Hei, kau tidak rindu padaku?”

Ia tersenyum sekilas kemudian langsung memelukku. “Tentu saja aku sangat rindu padamu.”

Aku balas memeluknya erat dan mengelus rambutnya yang tergerai itu, “Na do jeongmal bogoshippo.”

“Baiklah, ayo ku antar ke apartemenmu.” Kataku sambil melepas pelukan kami.

“Tapi, aku sudah terlanjur memesan taksi.”

“Hahaha biar orang lain saja yang menaiki taksi itu. Kaja!” kataku sambil menarik tangannya dan mendorong kereta kopernya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Tidak lama kemudian, kami sampai di apartemen Shinbi.

“Woa~ sudah lama sekali rasanya.” Katanya sambil merebahkan diri di sofa. Aku pergi ke dapur sebentar untuk mengambil dua gelas air putih dingin kemudian kembali duduk di sampingnya sambil menyodorkan minuman tersebut.

“Gomawo.” Katanya sambil meneguk air putih tersebut.

“Tapi sepertinya ada yang aneh di sini.” Lanjutnya sambil memandangi sekeliling ruangan apartemennya.

“Mworago?”

“Kenapa apartemenku tetap bersih? Padahal sudah aku tinggal satu tahun lebih.”

“Oh…” aku tertawa kecil mendengar lanjutan kata-katanya.

“Kenapa tertawa? Jangan-jangan kau ya yang rajin membersihkannya?”

Aku meletakkan gelasku di meja, “Habisnya tidak ada kerjaan. Kau sudah membuatku menganggur kurang lebih setahun.” Jawabku sambil mengacak rambutnya.

“Hehehe mian. Aku mau kembali bekerja lagi setelah ini.”

“Dengan senang hati, aku akan mencarikan tawaran berakting lagi.”

“Gomawo Hyungjun.”  Senyuman itu, yang sangat ku rindukan setelah sekian lama.

“Lihat apa?” tanyanya bingung sambil menyalakan TV.

“Oh aniyo.” Astaga Kim Hyungjun, kenapa kau bisa tertangkap basah sedang memandanginya…

“Hyungjun…” aku terkejut melihat raut wajahnya berubah drastis.

“Wae?”

“Geu sarameun, nuguseyo?” tanyanya sambil menunjuk seseorang yang sedang bermain drama di TV.

“Oh, namanya Han Heegi. Ia aktris pendatang baru yang sedang kebanjiran job akhir-akhir ini.” Jawabku menjelaskan.

“Dia….”

“Kau pasti kaget ya wajahnya mirip denganmu? Memang banyak orang yang suka menyama-nyamakan kalian. Tapi bagiku, kalian berbeda kok.”

“Aku ingin beradu akting dengan orang itu.” Sahut Shinbi tanpa menggubris ucapanku sebelumnya.

“Mwoo?”

“Secepatnya…”

“Ah ye baiklah. Setelah ini aku berangkat ke agensi.” Jawabku pasrah karena sepertinya Shinbi bersikeras untuk keinginannya yang satu ini.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Heegi POV

“Geuman, uri heojija.”

“Geundae, aku masih mencintaimu.” Orang itu memegang tanganku dengan kuat.

“Mianhae oppa…” aku bersikeras pergi dan melepaskan pegangan tangannya secara paksa.

“CUT!!!” terdengar teriakan pak sutradara menghentikan akting kami. “Saatnya break!” lanjutnya.

“Kamsahamnida.” Aku membungkukkan badan pada lawan mainku dan crew yang ada di situ. Kemudian aku menuju sebuah kursi di pinggir kolam renang untuk beristirahat sejenak.

“Heegi, ada tawaran bermain lagi untukmu.” Kata Seulong, managerku yang mendatangiku tiba-tiba.

“Mwoo? Lagi? Seulong-ssi, yang ini saja belum selesai.” Keluhku.

“Ayolah, kau tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Kali ini lawan mainmu aktris ternama yang baru pulang dari USA. Han Shinbi!”

“Mwoo? Han Shinbi? Aktris yang sudah menyabet beberapa penghargaan itu? Aigoo Seulong-ssi…”

“Sudahlah, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Okeh? Besok ada briefing di MBC jam 10. Jangan sampai telat. Fighting!!” ia tidak membiarkanku berkata apapun dan langsung pergi meninggalkanku begitu saja. Haish…

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sudah beberapa hari ini aku harus pulang malam karena tuntutan pekerjaan baruku itu. Aku ingin mengeluh karena ini semua keterlaluan. Tapi ini adalah impianku sejak kecil. Dan aku harus melakukan ini untuk membuat kehidupanku dan omma menjadi lebih layak. Sejak aku mendapat pekerjaan ini, kehidupanku jauh lebih tercukupi. Dan aku tidak lagi bersedih harus melihat omma menanggung malu karena hutang kami selama ini. Tapi aku hanya sebatas yeoja biasa yang punya keterbatasan tenaga. Aku benar-benar terlalu lelah dengan semua ini.

“Aku pulang.” Kataku lemas sambil membuka pagar rumahku. Aku terkejut melihat bayangan sesosok manusia duduk di depan pintu rumahku. Ku dekati sosok itu perlahan-lahan. Aku menjulurkan tanganku bermaksud menepuk pundaknya. Orang itu menggerakkan badannya dan mendongakkan kepalanya.

“Heegi, kau sudah pulang?” ia membuka topi jumpernya yang menutupi setengah wajahnya.

“Sungmin, kenapa kau bisa ada di sini?” tanyaku sambil ikut jongkok di hadapannya.

“Aku menunggumu pulang. Ommamu khawatir karena kau tidak kunjung pulang.” Jawabnya dengan senyuman khas anak kecilnya itu.

“Mianhae sudah membuatmu khawatir sampai ketiduran di depan rumahku seperti ini.”

“Gwenchana. Besok kalau mau pulang, telpon aku saja. Tidak baik seorang yeoja pulang malam sendirian.” Katanya sambil berdiri. Aku pun mengikutinya.

“Ne. Jeongmal gomawo, Sungmin.”

“Cheonmaneyo. Aku pulang dulu ya? Kau harus segera istirahat. Kau sangat terlihat lelah.”

“Ne. Jaljayo~.”

“Jaljayo~.” Balasnya sambil beranjak meninggalkan rumahku.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Keesokan paginya, aku membuka mataku perlahan. Kulihat jam weakerku menunjukkan pukul 09.45.

“Mwoo?? 09.45?!!!” aku segera beranjak dari tempat tidurku dan mempersiapkan diri untuk acara briefing drama terbaruku nantinya.

“Omma aku berangkat dulu.” Kataku sambil mencium pipi omma yang duduk di meja makan.

“Heegi, tidak sarapan?”

“Aniyo, omma.” Kataku sambil terburu-buru. Sampai di depan pintu, aku berbalik dan segera menyahut sepotong roti yang sudah disiapkan omma sebelumnya. Perutku lapar =__________=.

“Omma, aku pergi dulu.” Kataku sambil menggigit roti tersebut di mulutku dan berlari secepat kilat.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sesampainya di depan gedung MBC, aku melihat Seulong sedang berdiri dengan memainkan ponselnya. Sepertinya memang ia sudah menungguku cukup lama.

“Seulong-ssi, mian membuatmu menunggu lama.” Kataku sambil mengatur napas.

“Kenapa bisa terlambat? Aku sampai tidak berani masuk karena kau terlambat.” Jawabnya.

“Mian, aku bangun kesiangan tadi. Lagian kau juga sih, kenapa tidak menjemputku?”

“Kau ini. Sudahlah ayo masuk.” Jawabnya acuh sambil masuk ke dalam gedung tersebut.

“Eh Seulong-ssi cham!!!”

BRAKK!!! Aku menabrak tubuh seseorang dan membuat kami berdua sama-sama jatuh.

“Ah jwesonghamnida.” Aku segera meminta maaf dan berusaha membantu yeoja itu berdiri. DEG ternyata yeoja yang kutabrak adalah…

Shinbi POV

“Bagaimana sih kau ini. Aku kan hanya ingin beradu akting dengan yeoja itu. Bukan dengan Jonghyun!” kataku kesal pada Hyungjun.

“Aku juga tidak tahu kalau ternyata main cast namjanya Kim Jonghyun. Aku hanya merekomendasikanmu agar kau bisa bermain dengan Han Heegi.”

“Aish kalau sudah begini aku harus bagaimana…” Aku mengacak rambutku frustasi.

“Kau tidak boleh seperti ini, Shinbi. Kau harus bekerja profesional.”

“Kau pikir sem..” sebelum menyelesaikan kata-kataku, aku merasa seseorang telah menabrakku dan membuat tubuhku terhempas ke lantai.

“Ah jwesonghamnida.” Kata yeoja itu sambil berusaha membantuku berdiri. Sejenak aku tidak bergeming memandangi wajah yeoja itu. Aku segera melepaskan tanganku dari pegangan yeoja itu lalu berusaha merapikan pakaianku.

“Kau… Han Heegi?”

“Ne. Jwesonghamnida Shinbi sunbaenim.” Katanya sambil tertunduk.

“Senang bisa bertemu denganmu.” Sahutku sambil menyodorkan tanganku.

“Ah ye.” Ia menyambut uluran tanganku dan masih menunduk.

“Aku harap kita bisa bekerja profesional. Bukan karena kau mirip denganku lalu kau bisa menumpang popularitas.” Kataku singkat lalu berlalu di hadapannya.

Heegi POV

“Aku harap kita bisa bekerja profesional. Bukan karena kau mirip denganku lalu kau bisa menumpang popularitas.” Katanya dengan dingin kemudian berlalu di hadapanku begitu saja. Haish, Han Heegi babo! Kenapa malah membuat kesan pertama pada Shinbi sunbae jadi seburuk ini.

“Heegi-ah, kalian berdua benar-benar mirip.” Kata Seulong sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Iya memang mirip. Tapi aku kan juga berusaha semaksimal yang aku bisa. Bukan karena menumpang popularitasnya.” Jawabku membela diri.

“Shinbi-ah!” teriak seseorang dari kejauhan yang sedang berlari ke arahku. Astaga siapa lagi ini yang mengira diriku adalah Shinbi sunbae. Orang itu mendekat ke arahku dan tiba-tiba memegang tanganku begitu saja.

Aku terdiam dan bingung harus bagaimana. “Shinbi? Kau terlihat sedikit berbeda.”

“Jwesonghamnida. Aku bukan Han Shinbi sunbaenim. Aku Han Heegi.”

Orang itu segera melepaskan pegangan tangannya. “Jwesonghamnida. Aku pikir kau Shinbi. Jadi kau Han Heegi yang akan beradu akting denganku dan juga Shinbi?” tanya orang itu.

“Jwesonghamnida, kau siapa ya?” tanyaku sambil mengaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Oh, aku Kim Jonghyun. Panggil saja Jonghyun. Aku harap kita bisa bekerja sama.”

“Ne…”

“Ternyata benar kata orang-orang, kau begitu mirip dengan Shinbi. Dan juga tidak kalah cantik tentunya.”

Deg… kata-kata Jonghyun barusan berhasil memacu jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Fiuh tahan Heegi tahan. Itu hanya bentuk pujian biasa.

“Kamsa hamnida.. Jonghyun..” kataku agak terbata.

“Kau memang cantik kok..” katanya sambil tersenyum hanya di bagian kiri bibirnya. Lalu berlalu sambil bersiul. Astaga, jantungku tidak bisa dikendalikan..

“Hei, Heegi ssi!” Seulong menggerakkan tangannya di hadapanku, seolah aku sedang melamun.

“Ah, apa Seulong ssi?” jawabku setelah berkedip beberapa kali.

“Hah, kau aneh ya. Kenapa tadi kau tidak berkedip sama sekali, wajahmu juga kenapa jadi semerah tomat begitu?” Seulong memandangiku dengan mata bulatnya yang polos.

“Ah, aniyoo~” kataku sambil menarik Seulong pergi dari tempat itu.

Jonghyun POV

Aku keluar dari gedung MBC dengan puas. Jadi itu Han Heegi. Hm.. lucu juga.. Wajahnya sangat mirip dengan Han Shinbi. Hanya bagian mata saja berbeda. Seandainya matanya juga bulat seperti Shinbi, mereka pasti seperti hasil fotokopian. Hahahaha.

Han Shinbi. Setahun yang lalu.. Aku akan membalasmu. Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu, jangan kira aku tidak bisa mendapatkan hasil fotokopianmu yang cantik itu. Tunggu saja Han Shinbi. Ini hadiah kepulanganmu..

Aku memacu ferari merahku keluar dari parkiran MBC. Sekilas, aku melihat Han Shinbi memandangiku dari kaca mobilnya..

Wellcome back, My Childish Princess.. Wait for my surprise..

TBC

AND

COMMENT!!!!

jeongmal gomawo buat yang sudah mampir kemari *deep bow*

pernah di publish di FFindo.

 

eurekalee said : siap-siap cemburu liat nama jonghyun di cast. hiks.. jjongku..

4 thoughts on “KEEP THE HEART FOR US! Part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s