“ In my dream” part.4 END

“ In my dream” part.4 END

***sebelumnya***

“ ani…hyung. aku harus………” ntah kenapa tiba-tiba kepalaku terasa pusing sekali, semua seperti berputar-putar, hingga akupun terjatuh dan tidak tahu apa yang terjadi padaku selanjutnya…

***selanjutnya***

Lee teuk pov

Saat kyuhyun dengan keras kepalanya ingin bertemu dengan han rie, tiba-tiba ia pun pingsan. Karena kondisi tubuhnya yang kurang fit. Aku dan sungmin yang panik, membawanya ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sungmin menaruh thermometer di mulutnya kyuhyun. Tidak berapa lama, thermometer itupun menunjukkan bahwa demamnya menunjukkan 39o C.

“ hyung…demamnya cukup tinggi. Bagaimana ini???”

“aku akan menghubungi dokter.”

“ne…”tidak berapa lama kemudian dokter pun datang, di susul member yang lain, yang baru saja ku beri tahu keadaan kyuhyun.

“hyung…ada apa dengan kyuhyun?” ucap wookie cemas

“kyu Cuma demam saja, karena tadi kehujanan”

“dasar anak itu, selalu saja membuat kita cemas” ucap kangin

“nde…semoga saja kyuhyun cepat sembuh ya…” sahut siwon, yang duduk di samping hangeng. Tidak berapa lama kemudian dokter pun keluar dari kamar aku menghampirinya,

“ bagaimana keadaan kyuhyun dok???”

“dia hanya demam saja, saya sudah menuliskan resep obat untukknya, dan tolong obat ini di tebus ya???”

“ ne…dok. Shindong…tolong kamu tebus resep ini di apotek ya???”

“ne…hyung”, shindongpun kemudian pergi bersama dokter itu. aku dan yang lainnya menghampiri kyuhyun  yang masih belum sadarkan diri. Meskipun yang lain khawatir pada magnae kami itu, namun aku juga tidak ingin membuat mereka kelelahan. Karena besok malam kami harus kembali ke seoul.

“sebaiknya kalian kembali ke kamar kalian saja. Biar aku dan sungmin yang menjaganya”

“ne…hyung” sahut mereka serempak.

“ kyu…cepat sembuh ya???” ucap yesung, membelai kepala kyuhyun. Kemudian mereka semuapun kembali ke kamar mereka. kyuhyun selalu mengigau memanggil nama han rie.  Sungmin yang tidak tega melihat kyuhyun seperti itu, ia pun pergi menemui han rie di rumahnya.

“kamu mau kemana Minnie???”

“aku harus menemui han rie, hyung. aku ingin ia kemari dan menjenguk kyuhyun”

“tapi ini sudah malam”

“gwencana hyung, aku Cuma sebentar saja kesana”

“ya sudah….hati-hati”

“ne…hyung”, sungmin pun pergi dari hotel dan menemui han rie dirumahnya.

 

Sungmin pov

Sesampainya aku di rumah han rie, akupun mengetuk pintunya. Dan yang membukakan pintunya adalah ajumma han rie.

“bukankah kamu yang tadi siang itu???”

“nde…saya hyungnya kyuhyun. Mian mengganggu ajumma. Bisa saya bertemu dengan han rie???”

“han rie sudah tidur. Ada apa ya???”

“boleh saya masuk ajumma???”

“owh…silahkan. “ ajumma han rie mengizinkanku masuk ke rumahnya, dan mempersilahkan aku duduk. Aku menatap sekeliling ruanga itu. aku melihat photo han rie bersama kedua orang tuanya. Ajumma han rie membawakanku segelas the hangat. Dan duduk di depanku.

“apa ada yang bisa saya bantu?” tanyanya padaku

“begini ajumma….mm…..saya Cuma ingin bertanya. Apa ajumma tahu kalau han rie menyukai teman semasa kecilnya dulu?”

“nde…han rie sudah cerita pada ajumma mengenai, namja yang di cintainya itu. dan namja itu adalah kyuhyun. Ya kan???”

“nde…tapi kenapa rie tidak mau mengakui di depan kyuhyun kalau ia adalah han rie dan bukan eun rie”

“begini….ini semua karena kondisi rie yang sekarang ini bisu dan lumpuh oleh sebab itu iapun jadi menutup diri. Setelah ia bertemu kembali dengan kyuhyun, ia jadi takut ingin mengatakan perasaannya langsung pada kyuhyun. Karena ia tidak ingin member beban pada kyuhyun”

“lalu…apa yang menyebabkan rie jadi bisu dan lumpuh seperti itu ajumma???”

“begini…..”

~flashback~

Han rie pov

“ah….senangnya kembali lagi ke seoul”

“sudah cukup lama kita berada di jepang ya anakku…”

“nde….eomma. aku senang sekali eomma…….appa……akhirnya aku bisa bertemu dengan kyuhyun kembali”

“memangnya kamu tahu bagaimana rupanya kyuhyun sekarang??”Tanya appa padaku

“molla….., tapi kata hatiku mengatakan kalau suatu hari aku pasti akan bertemu dengannya”

“appa dan eomma mendukung apapun yang terbaik untukmu sayang….”

“gumawo appa……”karena taksi yang kami tumpangi dari bandara tadi, ugal-ugalan, dan suka menyelip-nyelip bahkan menggunakan kecepatan di atas 120 km/jam. Hingga kecelakaan itupun terjadi. Taksi yang kami tumpangi terbalik, bensin dari taksi itupun bocor. Aku yang tersadar dari pingsanku, akupun segera keluar dari taksi itu, ntah kenapa aku tidak bisa berdiri, hingga akupun keluar dengan merayap ke jalanan. Beberapa orang yang melihat kejadian itu, mereka menolongku, dan mencoba menolong appa dan eommaku namun terlambat. Taksi itu meledak….aku yang melihat kejadian itu secara langsung dan di depan mataku sendiri. Akupun berteriak histeris.

“eommaaaaaaaa………………………..appaaaaaaaaaa……………………………andweeeeeeeeeeee……….”saat itu juga, suaraku tiba-tiba hilang. Aku tidak bisa mengeluarkan suaraku lagi. Hingga dadaku terasa sesak karena air mata dan kesedihan akan kehilangan yang kurasakan saat ini membuat pandanganku kabur dan menjadi gelap. Akupun tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Saat aku sadar dari komaku, aku melihat sekeliling ruangan, dan ku lihat ajumma memegang tanganku. ia menangis saat menatapku. Namun saat aku ingin bicara pada ajummaku, aku tidak bisa. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Dan saat dokter memberitahukan kondisi ku bahwa aku tidak bisa berjalan dan berbicara lagi. Aku merasa duniaku menjadi hancur karena kejadian ini. untuk itu aku memutuskan untuk mencoba melupakan cho kyuhyun, cinta masa kecilku. Meskipun itu adalah hal yang sulit bagiku.

~flashback end~

“begitulah ceritanya….oleh sebab itu, han rie tinggal bersama ajumma di pulau jeju ini.  dan tidak ingin kembali ke seoul. Jadi ajumma harap kamu bisa mengatakan pada kyuhyun, bahwa han rie memang masih mencintai dia, tapi……rie tidak ingin menghancurkan hidupnya karena mencintai gadis yang cacat seperti rie. Rie hanya ingin ia tidak membabani kyuhyun”

“tapi ajumma…kyuhyun sudah menunggu rie selama 18 th. Dan itu bukan waktu yang sebentar ajumma……”

“arasso…..tapi..keadaannya sekarang berbeda. Ajumma tidak ingin melihat rie menangis lagi”

“…” aku hanya terdiam saat ajumma itu berkata demikian, aku juga mengerti apa yang di rasakan rie saat ini.

“ne…ajumma, aku akan mengatakan pada kyuhyun, apa yang ajumma minta padaku”

“gumawo……”

“cheonmaneyo ajumma…….., kalau begitu saya pulang dulu. gumawo…karena ajumma mau mengatakan semuanya pada saya”

“gwencana…….” Akupun kemudian pergi dari rumah rie. Dan kembali ke hotel.  Aku menemui teukie hyung, teukie hyung masih berada di dalam kamar dan mengompres kyuhyun.

“hyung……..”sapaku

“bagaimana???, apa kamu sudah mengatakan pada rie kondisi kyuhyun saat ini???”

“ani….”

“wae???”akupun menjelaskan pada teukie hyung, apa yang ajumma rie katakan padaku.

“jadi….rie ingin melupakan kyuhyun karena kondisinyaa itu.” aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku saja.

“itu yang dikatakan ajummanya padaku”

“aish…kasihan sekali magnae kita ini. sudah 18 th menunggu, dan harus berakhir seperti ini???” ucap teukie hyung, aku dan teukie hyungpun menatap kearah kyuhyun yang masih tidak sadarkan diri itu.

 

Cho kyuhyun pov

Saat aku sadar, aku mendengar pembicaraan kedua hyungku itu. hingga akupun berpura-pura belum sadarkan diri. Aku mencoba menahan air mataku.

“kenapa rie begitu padaku?, apa ia benar-benar ingin melupakanku?, lalu bagaimana dengan janji 18 th yang lalu?, lalu bagaimana dengan cincin dari rumput yang ku berikan padanya dulu?, apa ia melupakan itu semua?, apa ia tidak mencintaiku lagi?” ucapku dalam hati.

~keesokkan paginya~

Aku membuka mataku, aku melihat teukie hyung dan sungmin hyung terlelap. Meskipun belum begitu fit kondisi tubuhku, namun aku memaksakan diriku untuk pergi ke rumahnya. meskipun ini baru pukul 06.00 am. Aku menggunakan taksi dari hotel menuju ke rumah rie. Sesampainya di depan rumah rie, aku mengetuk pintu rumahnya, dan rie yang membuka pintu untukku.

“han rie………” ucapku padanya, kemudian ia menutup kembali pintu rumahnya itu. aku terus menggedor-gedor pintu rumahnya.

“han rie…buka…….aku tahu kamu bukan eun rie tapi kamu adalah han rie. Kamu cinta masa kecilku. Kamu han rie gadis yang ku cintai selama 18 th ini. apa kamu lupa dengan janji kita rie???” ucapku di depan pintu rumahnya.

“rie buka pintunya………”

“aku tidak peduli dengan kondisimu yang seperti sekarang ini. aku masih mencintaimu rie…sampai kapanpun aku akan mencintaimu” ucapku di depan pintu rumahnya dan masih menggedor-gedor pintu rumahnya. tidak berapa lama pintu itupun terbuka, dan yang keluar dari rumah itu adalah ajummanya.

“bukankah sudah ku katakan pada hyungmu itu, kalau rie sudah melupakanmu.”

“ajumma bohong….aku yakin rie masih mencintaiku. Rie masih ingat dengan janji kami dulu”

“dasar keras kepala….aku tidak ingin melihat keponakanku itu menangis lagi. Sebaiknya kamu lupakan saja dia…”

“shireo……..aku tidak akan melupakannya. Rie…saranghae…….” Ucapku berteriak, kemudian ajumma itupun menutup kembali pintu rumahnya.

“rie….aku akan tetap menunggumu di depan rumahmu. Sampai kamu mau menemuiku” ucapku dari luar rumahnya.

“aku akan berlutut di sini rie…sampai kamu mau menemuiku. Aku tidak akan pergi dari sini” ucapku, kemudian akupun mundur beberapa langkah, dan berlutut di depan rumahnya itu.

 

Han rie pov

Aku mendengar semua perkataannya dari luar rumahnya. aku hanya bisa menangis. Ajumma membujukku untuk menemuinya di luar, tapi aku menolaknya.

“rie…dia sangat mencintaimu. Kasihan dia…wajahnya sangat pucat. kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana. Sebaiknya kamu temui dia di luar.” Akupun menggunakan bahasa isyarat pada ajummaku.

“ajumma mengerti kalau kamu tidak ingin membebaninya. Tapi bukan menyakiti perasaannya seperti ini” aku masih berkomunikasi pada ajumma ku itu dengan menggunakan bahasa isyarat.

“ kalian berdua memang keras kepala.” Ucap ajumma padaku, kemudian akupun menulis sesuatu untuk di berikan pada kyuhyun. Dan ajumma itupun keluar untuk memberikan pesanku itu padanya. Aku hanya mengintip dari jendela kamarku. aku menangis saat melihatnya menangis.

“mianhe…….mianhe……..aku bukan gadis yang pantas untuk kamu cintai cho kyuhyun”

“saranghaeyo….biarlah cinta ini, aku simpan dalam hatiku. Karena aku tidak ingin membuatmu terbebani karena ku” ucapku dalam hati, dan masih menagis karenanya

 

Cho kyuhyun pov

Saat ajumma itu memberikan pesan dari han rie untukku, aku hanya bisa menangis. Saat membacanya.

“mianhe…..cho kyuhyun. Tapi aku benar-benar ingin melupakanmu…., aku tidak ingin berhubungan lagi denganmu. Dan janji kita dulu…aku sudah melupakannya”

“benarkah ini isi hatimu rie???, aku tidak percaya….aku yakin kamu masih mencintaiku” ucapku dalam hati dan menggenggam pesan darinya itu.

“aku tahu kamu bohong padaku rie……aku tidak percaya dengan apa yang kamu tulis ini” ucapku berteriak dari luar.

“aku akan tetap berlutut di sini, sampai kamu mau keluar dan menghampiriku” ucapku berteriak. Aku tahu ia mengintipku dari balik jendelanya itu.

Sudah cukup lama, aku berlutut di depan rumahnya. hingga teukie hyung, sungmin hyung, dan yesung hyung menghampiriku. Dan mereka memintaku untuk berdiri, namun aku menepis tangan mereka semua dan menolak ajakan mereka untuk pergi dari rumah rie.

“kyu……..kajja…berdirilah. jangan seperti ini” ucap sungmin hyung padaku

“nde….kamu masih sakit kyu…badanmu masih demam….” Ucap teukie hyung yang memegang keningku.

“ani….hyung……aku tidak akan berdiri dan pergi dari sini, sampai rie mau menemuiku”

“tapi kyu….ini akan memperburuk kondisimu. Kamu masih belum fit betul, kalau kamu masuk RS bagaimana??”

“aku tidak peduli…aku tahu rie bohong padaku hyung. aku tahu ia masih mencintaiku” ucapku menangis di hadapan ke 3 hyungku itu.

“ kyu……..dia sudah memperlakukanmu begini, tapi kamu masih mencintainya???” ucap yesung hyung emosi

“hyung tidak mengenal rie….dia sengaja melakukan ini padaku, agar aku pergi meninggalkannya. Tapi aku tahu kalau usahanya itu tidak berhasil untukku. Sampai kapanpun….aku akan tetap mencintainya” ucapku tegas pada yesung hyung.

“aish.dasar keras kepala……….” Ucap yesung hyung padaku. sungmin hyung yang tidak tega melihatku berlutut seperti itu, iapun mengetuk pintu rumahnya, namun tidak di buka oleh ajumma maupun rie.

“rie……tolong temui kyuhyun…ia sangat mencintaimu rie…..” ucap sungmin hyung mengetuk-ngetuk pintu rumahnya.

“minnie…..sudahlah….sebaiknya kita paksa kyuhyun pergi dari sini” ucap teukie hyung yang mencoba menarik tanganku untuk berdiri.

“lepaskan hyung…..aku tidak mau pergi dari sini…” ucapku menolak.

“kyu….hyung tidak ingin melihatmu menderita gara-gara han rie itu. sebaiknya kita pulang saja”

“shireo…….aku tidak akan pulang dan beranjak dari sini.” Ucapku bersikeras menolak.

“sudahlah hyung…..kita lihat sampai berapa lama ia tahan berlutut seperti ini” ucap sungmin hyung, yang emosi padaku.

“ne…aku setuju padamu Minnie…” ucap yesung hyung.

“kalau begitu aku mengikuti perkataan kalian” ucap teukie hyung, kemudian mereka ber 3 pun meninggalkanku di depan rumah rie sendiri.

“mianhe…hyung. bukan maksudku berkata seperti itu pada kalian” ucapku dalam hati. Aku masih berlutut dan terus berlutut. Karena aku masih demam, hingga membuat kepalaku terasa pusing. Hari semakin panas dan menyengat. Dan aku masih terus berlutut di depan rumahnya rie. Aku yang melihat sebuah batu kecil di dekatku, akupun mengambil batu itu dan menulis di tanah halaman rumahnya.

 

Sungmin pov

Meskipun kami cukup jengkel dengan magnae kami itu, namun kami tidak meninggalkannya. Kami menunggunya di dalam mobil. Kami sengaja parkir di depan rumah rie. Meskipun hari semakin panas dan menyengat, namun kami cukup terharu karena magnae kami itu. ia dengan sikap keras kepalanya itu, tetap bertahan walaupun ia masih sakit. Kami bertiga cukup mengkhawatirkannya. Dan sejak pagi, iapun belum makan apa-apa.

“hyung….kalau kyuhyun pingsan bagaimana?” tanyaku pada ke 2 hyungku itu

“Minnie benar hyung…”sahut yesung hyung

“tapi kita mau bagaimana lagi…kalian tahu sendirikan kalau magnae kita itu keras kepala”

“nde…tapi…….”sahutku dan yesung hyung serempak

“sudahlah, yang penting kita mengawasinya dari sini”

“hyung benar” sahut yesung hyung pada teukie hyung.

 

Han rie pov

Sejak dari pagi hingga sekarang hampir sore, kyuhyun belum beranjak dari tempatnya berlutut. Aku yang melihatnya seperti itu, merasa sangat bersalah. Hingga akupun memutuskan ingin menemuinya. namun aku belum keluar dari kamarku, aku mendengar ke 3 hyungnya itu berteriak memanggil namanya. Saat aku membuka sedikit tirai jendela kamarku, aku melihat kyuhyun pingsan, dan ia di gendong oleh hyungnya yang bernama teukie itu.  aku hanya bisa menangis, dan menyesal karena sikapku padanya. Akupun dengan memutar roda kursi rodaku untuk menuju keluar. Saat aku membuka pintu rumahku, aku sudah tidak melihat kyuhyun. Akupun keluar dan mataku menatap tulisan di tanah halaman rumahku, akupun membacanya….

“saranghae…han rie………aku tidak peduli dengan kondisimu sekarang ini. malam  ini aku akan kembali ke seoul. Aku akan menunggumu di dermaga. Aku harap kamu datang” aku menangis saat membaca tulisannya itu, Ajumma menghampiriku.

“apa kamu menyesal rie???” Tanya ajumma padaku, aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku.

“ia sangat mencintaimu rie…ia berkorban untukmu, hingga ia pingsan seperti itu”aku yang mendengar apa yang dikatakan ajumma padaku, aku hanya dapat menangis.

“ mianhe….kyuhyun………..saranghaeyo………na do saranghaeyo…………” ucapku dalam hati dan masih menangis.

 

Lee teuk pov

Apa yang kami khawatirkan ternyata terjadi juga. kami melihat kyuhyun tiba-tiba pingsan. Kamipun segera menghampirinya, dan membawanya masuk ke dalam mobil. Sesampainya di hotel semua menghampiri kami.

“hyung……kyuhyun pingsan lagi??” Tanya heechul pada ku

“nde…”sahutku, kamipun kemudian membawanya ke kamar dan merebahkannya di kasur.

“ hyung….apa kita jadi pulang ke seoul malam ini?, kyuhyun masih sakit” ucap hangeng pada ku

“nde…hyung…bagaimana kalau kita pulangnya besok saja???” ucap shindong

“kita tidak bisa pulang besok. Apa kalian lupa kalau kalian besok ada jadwal manggung bersama anggota SM yang lain?” ucap manajer kami.

“nde…bagaimanapun juga, kita harus pulang malam ini” ucapku pada semuanya. Semuanya memandang kearah magnae kami yang masih pingsan itu.

~malam harinya~

Cho kyuhyun pov

Aku membuka mataku perlahan-lahan. Semua masih tampak berkunang-kunang bagiku. Saat aku mencoba untuk duduk, sungmin hyung membantuku untuk duduk.

“kamu itu masih sakit, jangan paksakan dirimu untuk bangun.”

“gumawo hyung….”ucapku pada sungmin hyung, hangeng hyungpun masuk kekamarku, dan membawakanku bubur buatannya.

“makan dulu buburnya, mumpung masih hangat. Biar kamu ada tenaga. Karena 1 jam lagi kita berangkat ke seoul” ucap hangeng hyung dan menaruh bubur itu di atas meja.

“mianhe…aku selalu merepotkan kalian”

“gwencana…kajja di makan buburnya”

“ne…hyung…”aku hanya memakan 3 suap bubur buatan hangeng hyung. karena aku tidak nafsu makan.

1 jam kemudian

Semua sudah berkumpul di dalam bus. Aku duduk di dekat jendela. aku masih memikirkan han rie.

“apa han rie…..akan menemuiku di dermaga???” tanyaku dalam hati sambil menatap kearah luar jendela. kepalaku masih terasa pusing. Karena demam ini. sungmin hyung yang duduk disampingku. Memberiku air hangat dan obat yang lupa ku minum tadi.

“kyu…minumlah obatmu ini. “

“ne…hyung” sahutku, dan mengambil obat itu dan meminumnya.

“hyung…tolong matikan ac nya, aku kedinginan” ucapku padanya

“ne…akan hyung matikan” sahut sungmin hyung

“kamu tidur saja, nanti hyung bangunkan kalau sudah sampai di dermaga”

“aniyo……aku tidak ingin tidur hyung”

“wae???”

“gwencana…”

“ya sudah terserah kamu saja”, sesampainya di dermaga. Aku sengaja tidak masuk bersama yang lainnya. Aku masih menunggu han rie datang. Sungmin hyung, shindong hyung dan siwon hyung, menghampiriku.

“kyu…kajja…kita masuk, sebentar lagi kapalnya mau berangkat” aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

“kyu…kamu itu masih sakit” ucap siwon padaku

“sebentar lagi hyung….aku yakin han rie akan datang” ucapku pada ke 3 hyung ku itu.

“kamu itu…han rie melulu. Dia tidak akan datang” ucap shindong hyung padaku

“aku yakin ia pasti datang” ucapku menegaskan. Karena tubuhku yang lemas hingga akupun jongkok, karena tidak tahan berdiri.

“tuh kan….kajja…kita masuk kedalam sekarang.” Ucap sungmin hyung padaku, aku tahu mereka bertiga mengkhawatirkanku.

“ 5 menit lagi hyung….jebbal………” ucapku pada mereka ber 3

“ne…kami akan menunggumu”

“gumawo hyung” ucapku pada mereka bertiga. Sudah 5 menit aku menunggunya, tapi ia tidak datang juga. akupun menyerah, aku berdiri, namun karena terlalu pusing, hingga aku hampir terjatuh, tapi shindong hyung menopang tubuhku. Ketiga hyungku itupun membawaku masuk kedalam kapal. Sesekali aku menoleh kebelakang. Karena siapa tahu rie datang menemuiku namun nihil.

 

Han rie pov

Aku bersama ajummaku pergi menuju dermaga. Namun saat aku sampai di sana. Ternyata kapal sudah berangkat. Aku menangis, karena tidak bisa menemuinya.

“mianhe……mianhe…………saranghaeyo….” Ucapku dalam hati dan menangis.

“rie…apa kamu benar-benar mencintainya???” aku mengangguk-anggukkan kepalaku.

“kalau begitu ajumma akan mengajakmu besok ke seoul” aku menatap ajumma ku terkejut.

“nde…ajumma besok akan mengajakmu ke seoul untuk menemuinya” akupun tersenyum, pada ajummaku. Dan menggunakan bahasa isyaratku.

“gwencana…, ajumma sayang padamu. Dan ajumma ingin melihatmu bahagia” aku yang merasa senang, akupun memeluk ajumma ku.

~keesokkan harinya~

Cho kyuhyun pov

Aku dan yang lainnya sudah bersiaps-siap. Dan lagi-lagi semua mengkhawatirkanku.

“kyu…..benar kamu baik-baik aja???” Tanya donghae hyung mengkhawatirkanku

“gwencanayo…hyung. jangan khawatir” sahutku

“tapi wajahmu masih pucat”ucap eunhyuk hyung

“hyung…kalian tidak perlu khawatir. hanya demam sedikit saja, tidak akan membuatku drop” sahutku meyakinkan mereka semua

“kami percaya padamu kyu…” sahut mereka serempak padaku. sebelum pergi ke stadion Olympic international seoul. Aku memasukkan cincin dari rumput kering itu ke sebuah rantai kalung. Akupun mengalungkannya di leherku. Aku berkata pada diriku sendiri.

“han rie…meskipun kamu melupakanku, tapi aku tidak melupakanmu. Aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun  juga” ucapku dalam hati. Kami semuapun berkumpul di belakang panggung. Saat giliran kami tiba, aku, yesung hyung, wookie hyung, sungmin hyung dan donghae hyung pun tampil dengan menyanyikan lagu “ In My Dream”. Semua histeris meneriakkan nama kami. sebelum kami menyanyikan lagu itu, aku menyampaikan perasaanku pada han rie, melalui acara Live ini.

“ sebelumnya…saya ingin menyatakan perasaan saya pada seseorang. Yang selama 18 th ini saya mencintainya. Meskipun ia mengatakan pada saya, kalau ia melupakan saya. Tapi saya yakin ia masih mencintai saya. Lagu ini adalah isi hati saya, bahwa sampai kapanpun saya akan tetap mencintainya, walau bagaimanapun juga kondisinya saat ini. saranghae…han rie” ucapku di depan semua yang ada di stadion ini. kamipun menyanyikan lagu kami.

 

In my dream

[Kyuhyun] geunyeoga dolaoneyo mianhadago haneyo iksukhaetdeon geuriun geu songilro eorumanjyeoyo
[Sungmin] nal boneun ansseuron nungil deutgo sipdeon geu moksori dajeonghage ijen ulji malraneyo
[Ryeowook] neol nae pume aneumyeon sarajyeo beorigo nunmuli heulreo begaereul jeoksimyeon
[Ryeowook] nan geujeya jameseo ggaeeoyo achimeun neul ireohge My Love

[Yesung] yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
[Yesung] dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jami deulsuga isseo

[Donghae] geunyeoga utgo itneyo neomuna uraenmanijyo geureon moseub geureohge bodo sipdeon naui geunyeojyo
[Sungmin] geunyeoga geotgo isseoyo eoddeon saramgwa dajeonghi nae gaseumeun mogeobge naeri nulryeoyo
[Yesung] ddo nan ggumeul ggun geojyo sikeun ddam heureugo apaseo gieok jochado sileun ggum
[Yesung] nan onjongil mueotdo mothago siganeul bonaegetjyo My love

[Kyuhyun] yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
[Ryeowook] dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jami deultende

[Yesung] ije heuryeojil mando hande geunyeoneun jeomjeom jiteogayo
[Kyuhyun] eoje ggumeseocheoreom oneul naege wayo ijeneun honja jamdeulji ange

 

Tiba-tiba lampu mati, dan sebuah lampu menyala menyorot seorang gadis yang duduk diatas kursi roda itu. gadis itu adalah han rie…., dan di belakangnya semua member suju yang lain dan ajumma han rie. Akupun menangis dan menghampirinya. Akupun berlutut di depan han rie, Saat giliran wookie hyung menyanyi ia memegang pundakku.

 

[Ryeowook] yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
[Yesung] dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jami deultende

 

Dan saat giliranku menyanyi, aku menyanyi di depannya dan menggengngam tangannya. Ia menangis saat aku menyanyi di depannya. Akupun sama sepertinya.

 

[Kyuhyun] oneul geudael dasi bolsuman itdamyeon geureolsu itdamyeon dolaomyeon
[Donghae] hanbeonman ne gyeote jamdeulsu itdamyeon geureolsu itdamyeon
[Ryewook] geudaero ggaeji ango sipeo

[Yesung] jami deulsu itdamyeon

 

“saranghaeyo…han rie…….saranghae…..”ucapku di depannya. Ia menangis, lalu ini melepaskan kalung yang ia pakai, ternyata kalung itu melingkar cincin kami dulu. ia tersenyum padaku dan mengulurkan kalung itu padaku. akupun melepaskan kalung yang melingkar di leherku dan mengulurkan padanya. Aku mengambil kalung yang ia berikan padaku, begitu juga sebaliknya. Kami berdua mengeluarkan cincin itu, aku memasangkan cincin itu di jari manisnya, dan iapun memasangkan cincin itu di jari manisku. Ia menggunakan bahasa isyarat yang di terjemahkan oleh ajummanya padaku.

“han rie…bilang, ia mencintaimu. Dan sampai kapanpun ia tidak akan melukaimu lagi. Ia tidak akan membuatmu menderita lagi”

“ gumawo…….gumawo..han rie….saranghaeyo…..” ucapku memeluknya, dan ia menangis dalam pelukanku.

Sejak hari itu, duniaku berubah menjadi sangat indah. Karena ia gadis yang ku cintai selama 18 th, kini aku dan rie sering bepergian bersama. Ia selalu datang ke dorm dan di temani oleh ajummanya, dan akupun sering mampir kerumah barunya, yang tidak jauh dari dorm kami.  sampai kapanpun han rie akan selalu mengisi hatiku. Hingga suatu hari nanti, aku akan menikahinya.

 

~THE END~

Akhirnya 1 ff lagi selesai ku buat. Huft………..masih banyak job ff nih. Hwaiting…hwaiting……..

Mian yo…kalau endingnya kurang memuaskan. Q harap kalian semua suka yo………

Jangan lupa coment + likenya yo…kalau kalian suka. Okay…readers……….^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on ““ In my dream” part.4 END

  1. wahhh..keren nih endingnya…
    gilaaaa…terharu amat ama pengorbanan kyu depan rumahnya,,sakit2 gt tp tetep tahan banting..oh my oh kyu kau sgt sgt kerennnnnnnnn!!!
    akhirnya han rie mw nerima kyu jg,,gomawo han rie. moga bahagia^^
    *backsound In My Dream* MANTABS

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s