MY ALL IS IN U Part5

Image and video hosting by TinyPic

Part 1 Part2 Part 3Part 4

Jungsoo’s POV

Aku melihat Sarang menelan air itu. Ya Tuhan!! Pupus sudah harapanku… Sarang… bertahanlah… seandainya saja aku bisa menghubungi seseorang sekarang. Tunggu!! Benar, aku bisa menghubungi seseorang. Donghae!!

Aku mengambil ponselku yang kuletakkan di kantong jeansku di belakang. Aku berusaha mengambilnya, karena Youngwoon mengikat tanganku kebelakang tubuhku.

Aku menelungkupkan tubuhku, mencari nomor telepon Donghae, dan menelponnya. Susah sekali, karena aku harus menggunakan mulutku untuk mencari kontak Donghae.

Berhasil!! Aku mendengar nada tunggunya..

“Yobseo..” suara Donghae terdengar…

“Jungsoo!!” kudengar Sarang berteriak,namun suaranya sangat lemah, aku menoleh, kulihat Yougnwoon berjalan kearahku dan langsung menarik rambutku keras.

“Ya!! Kau berani menghubungi seseorang??” Tanya Youngwoon,, melihat ponselku.

Youngwoon mengambil ponselku, “Oh? Donghae?” tanyanya, lalu tersenyum kecil, dan melemparkan ponselku kearah luar gedung.

“Tak puas kau sudah merebut Sarang!!! Sekarang!!! Apa Donghae!!!” Youngwoon berteriak didepan wajahku dan menarik keras rambutku ke belakang.

“Kau tak pantas menjadi sahabat Donghae,, dia terlalu baik…” ucapku lirih. Youngwoon terlihat marah, matanya menatapku tajam.

Youngwoon melepaskan tangannya kasar, lalu berjalan menjauh dariku.

“Jungsoo…” ucapan Sarang terdengar makin lemah, aku khawatir sekali padanya, dia terlihat sangat lemah, hanya tali yang menopang tubuhnya agar tak jatuh.

“Sarang… bertahanlah…” aku menyemangatinya.

Sarang menggelengkan kepalanya lemah, bahkan dia tak kuat mengangkat kepalanya lagi…

Samar-samar dari jauh, kulihat Youngwoon membawa balok di tangan kanannya. Astaga!! Apa yang akan dia lakukan lagi??

Youngwoon berjalan mendekat kearahku. Tatapannya masih sama seperti sebelum dia pergi tadi.

“Sebelum semuanya berakhir… aku hanya ingin memberikan salam perpisahan padamu…” ujarnya datar.

Aku tak mengerti apa maksudnya, kutatap Youngwoon tajam.

Youngwoon mengarahkan ujung balok yang dipegangnnya kewajahku. Balok itu menelusuri wajahku dan turun kebahuku.

“BBUUKK!!!” Youngwoon memukulkan balok itu kebahuku, sakit sekali.. aku terbaring lemas.

Kulihat Youngwoon mendekat, dia menarik kerah bajuku, membuatku terpaksa bangun, lalu memukulkannya lagi beberapa kali.

“Andwe….” Sarang berkata dengan tenaganya yang masih tersisa,

“Pukul aku lagi sesukamu!!” “BBUUKK!!!” youngwoon benar-benar mengikuti perkataanku, dia memukulku lagi, kali ini dibagian kepalaku, membuatku pusing, sakit, bisa kurasakan darahku mengalir. Aku terkapar, kulihat Youngwoon berjalan menuju Sarang.

Kugerakkan kakiku sekuat tenaga, menahan Youngwoon pergi, namun tak berhasil, Youngwoon menginjak kakiku yang menghalanginya. Membuatku meringis.

Youngwoon berjalan terus menuju tempat Sarang.

Author POV

Jungsoo terkapar lemas setelah Youngwoon memukul kepalanya.

Setelah melihat Jungsoo tak berdaya, Youngwoon melihat Sarang yang masih berusaha melepaskan ikatanya, namun dia sendiri tak mampu menopang tubuhnya.

Jungsoo masih berusaha menahan langkah Youngwoon dengan melintangkan kakinya didepan Youngwoon.

Youngwoon menginjak keras kaki Jungsoo yang menghalangi langkahnya, itu membuat Jungsoo meringis kesakitan.

Saat Youngwoon tepat didepan Sarang, dia mengangkat kepala Sarang, mata Sarang sudah sayup.

“Lihat suamimu!!” ujarnya menarik rambut Sarang sehingga kepalanya melihat Jungsoo yang tergeletak lemas.

“Kau juga ingin seperti dia??” Tanya Youngwoon lirih.

“Jawab aku…JAWAB AKU!!!” Youngwoon masih berharap Sarang menjawab, padahal Sarang sudah tak sanggup berkata lagi.

“PLAK!!” “Jawab aku Sarang!!” Youngwoon menampar Sarang cukup kuat, membuat kepala Sarang mengikuti alur tamparan Youngwoon.

“Hentikan…” Jungsoo hanya menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suaranya.

Youngwoon mulai memaikan baloknya dan bersiap memukul Sarang.

“Andwe…” lagi-lagi Jungsoo berusaha berbicara, namun darahnya mengalir banyak membuatnya tak bisa berkutik menahan rasa sakitnya.

“BBUUKK!!!” Youngwoon memukul keras perut Sarang. Sarang meraung lemas.

“hhhh…..” sarang hanya bisa menggerakkan mulutnya.

“BBUUKK!!” Youngwoon kembali memukul perut Sarang, sedang Jungsoo sekarang mengeluarkan air matanya, mulutnya masih berkata, “Andwe…”

Sarang menangis lagi, setelah dia merasakan ada yang mengalir di bagian pahanya menuju menuju kekakinya.

Youngwoon tersenyum kecil melihat itu, dan melemparkan baloknya ke sembarang tempat.

Darah segar terus mengalir ke bawah kaki Sarang. Penglihatannya mulai kabur, beberapa detik kemudian, Sarang tak sadarkan diri.

“Tepat pada waktunya…” gumam Youngwoon.

Sirine Polisi dan Ambulance terdengar bersamaan, Youngwoon memakai kacamata juga topinya lalu meninggalkan Jungsoo dan Sarang.

“Sarang…” Jungsoo menangis sambil terus memanggil Sarang tanpa suara, melihat darah Sarang terus mengalir.

“Jungsoo!!” Donghae datang dan langsung berlari menuju Jungsoo yang tergeletak.

Namun Donghae berhenti menghampiri Jungsoo saat melihat Sarang.

“Sarang!!” donghae menghampiri Sarang, dan melepas ikatanya, Sarang yang sudah tak sadarkan diri langsung terjatuh ditubuh Donghae.

Beberapa perawat membantu Jungsoo dan memberikan pertolongan pertama untuknya.

Sedang Sarang, langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Donghae melihat keadaan sekitar. Darah Jungsoo dan Sarang begitu banyak.

“Kami akan menuntaskan masalah ini…” ujar salah satu anggota kepolisian didepan Donghae, tak ada raut kepercayaan di wajah Donghae, namun dia tetap mengangguk.

Donghae beranjak dari tempat itu dan menyusul Jungsoo dan Sarang ke Rumah Sakit.

^^^^^

Donghae mendengar keterangan dari Dokter kalau Sarang keguguran, dan sekarang sedang kritis karena shock dan masalah rahimnya, juga obat penggugur kandungan yang diberi Youngwoon. Sedangkan Jungsoo, sudah pulih dan terluka dikepalanya juga memar di tubuhnya.

“Jungsoo…” sapa Donghae masuk kedalam ruangan Jungsoo, perban terlihat melingkar dikepala Jungsoo, wajahnya juga memar. Jungsoo sedikit tersenyum melihat Donghae.

“Sarang?” Jungsoo langsung menannyakan Sarang.

“Dia…em, kau harus pulih dulu Jungsoo..” ujar Donghae, Jungsoo menggeleng.

“Aku harus tahu keadaan istriku Donghae, terakhir kali aku melihatnya, dia tak sadarkan diri…”

“Sarang… keguguran.” Ujar Donghae pelan, Jungsoo tak percaya mendengar perkataan Donghae, mata Jungsoo memerah.

Flashback end.

In Hyeong mengusap air matanya kesekian kalinya.

Donghae mengambil saputangannya dan memberikan pada In Hyeong.

“Gumawo…” ujar In Hyeong menerima dan mengusap air matanya.

“Bagaimana keadaan Sarang Unnie?” Tanya In Hyeong,

“Sarang keguguran, setelah itu dia kritis selama dua minggu.” Ujar Donghae, membuat In Hyeong makin menangis.

“Ssttt… tenanglah…” Donghae menarik In Hyeong kedalam pelukannya, mengelus punggung juga kepala In Hyeong, dan berusaha menenangkannya.

“Kau tahu kan sekarang, bagaimana perasaan Jungsoo?” Tanya Donghae, In Hyeong mengangguk dan masih sesengukan dipelukan Donghae.

“Tunggu, bagaimana kau bisa tahu dimana Jungsoo Oppa? Bukankah kau belum bicara sama sekali dengan Jungsoo Oppa?” Tanya In Hyeong melepaskan pelukannya, tangan Donghae masih memegang bahu In Hyeong.

Donghae mengelus rambut In Hyeng lembut, “Setelah aku mendapat telepon dari Jungsoo, aku mendengar ada yang tak beres, lalu aku mendengar suara Youngwoon, aku langsung menuju kekantor polisi tanpa memutuskan teleponnya, setelah itu, polisi menganalisan dimana mereka berada…” jelas Donghae.

“Jangan menangis lagi…” ujar Donghae menghapus air mata In Hyeong.

“astaga, jantungku…” In Hyeong menunduk dan tak menatap Donghae.

“Aku akan menjagamu, jangan takut In Hyeong…” gumam Donghae

In Hyeong, kau tahu, Jungsoo sangat menyayangimu” ujar Donghae pelan didepan wajah In Hyeong yang masih tertunduk, Donghae mengangkat dagu In Hyeong untuk melihat wajahnya.

“Maka dari itu, Jungsoo sangat sedih saat kau dekat dengan Youngwoon, Youngwoon mengincarmu, adik satu-satunya yang Jungsoo miliki. Bagaimana dia tak khawatir? Kau tahu, Jungsoo sangat cemas, marah, dan khawatir saat tahu kau pacaran dengan Youngwoon. Dia cemas kalau Youngwoon melakukan hal yang sama padamu, Jungsoo marah karena dia tak bisa menjaga adiknya yang sangat dia sayangi, dan dia khawatir kalau kau termakan perkataan Youngwoon.” Ujar Donghae

“Aku tahu…” ujar In Hyeong melepaskan tangan Donghae dan kembali keposisi duduknya semula.

“Tanya hatimu, aku tahu kau tahu mana yang benar In Hyeong.” Ujar Donghae pelan, lalu tersenyum pada In Hyeong.

Jungsoo’s POV

Aku telah mengurus kepindahan In Hyeong, aku dan Sarang bersiap meninggalkan sekolah In Hyeong.

“Oh!! Kakak iparku?” Tanya seseorang, suara itu, aku mengenalnya. Aku tak ingin melihatnya, aku menggenggam tangan Sarang dan segera pergi.

“Hahaha… Jungsoo-ah!! Ternyata kau kalah!! Kau takut kalau In Hyeong lebih memilihku kan?” ujarnya lagi, aku tetap membiarkannya.

“Kau tahu, aku akan segera mendapatkan hal yang berharga dari dongsaengmu itu…” ujarnya lagi, amarahku memuncak, aku tak bisa menahannya saat dia mengatakan itu, aku berbalik arah dan menghampiri Youngwoon.

“Apa maumu?” tanyaku, Youngwoon kembali tersenyum menang, dia merasa menang mendapatkan hati In Hyeong, dan membuat In Hyeong melawanku.

“Apa ya? Sama seperti Sarang. Aku ingin mendapatkan seluruh bagian dari In Hyeong…” ujarnya, aku memukul wajah Youngwoon, saat dia menyinggung Sarang juga In Hyeong,dia sempoyongan dan mengeluarkan darah. Namun Youngwoon masih tertawa membuat amarahku makin tak terkontrol.

“Bagaimana jika In Hyeong tahu kau memukul seorang yang sangat dia cintai? Mungkin dia akan langsung meninggalkanmu Jungsoo!!” ujarnya tertawa,

“Jungsoo-ah, sudahlah, ayo pulang..” ajak Sarang, aku mendengar Sarang dan meniggalkan Youngwoon yang masih tertawa.

^^^^^^^

Aku pulang kerumah, kulihat Donghae sedang menonton TV bersama In Hyeong.

“Annyong…” sapaku, In Hyeong melihatku, dan langsung berlari memelukku. Aku bingung melihat Donghae yang juga melihatku.

Aku menggerakkan mulutku bertanya “Wae?” pada Donghae, Donghae tersenyum dan menggeleng.

“Mianhe…” ujar In Hyeong, aku tersenyum dan terharu melihatnya berkata seperti itu. Aku mengangguk dan memeluknya lebih erat.

“Ne. Oppa yang seharusnya minta maaf.” Ujarku. In Hyeong melepaskan pelukanku dan langsung memeluk Sarang yang berada dibelakangku.

“Mianhe Unnie…” ujarnya, Sarang tersenyum, air matanya menetes, dasar cengeng.

“Ne, Unnie juga minta maaf karena tak menceritakannya padamu…” ujarnya, menghapus air mata In Hyeong.

“Naiklah, ganti bajumu, kenapa kotor begitu?” tanyaku, melihat baju In Hyeong yang kotor, pasti basket lagi.

In Hyeong langsung naik kekamarnya. Aku mendatangi Donghae sedang Sarang langsung masuk kedalam kamarnya.

“Bagaimana bisa?” tanyaku masih bingung melihat tingkah In Hyeong barusan. Donghae tersenyum.

“Kenapa? Aku hanya menceritakan yang terjadi” ujarnya, aku masih melihat Donghae, seandainya saja, In Hyeong bisa mencintai Donghae, seperti Donghae mencintainya.

“Bagaimana? Kau sudah mengurusnya?” Tanya Donghae, aku mengangguk.

“Besok bisa kau antarkan In Hyeong?” tanyaku, Donghae mengangguk pasti.

“Donghae…” aku tak melanjutkan perkataanku, aku diam dan melihat Donghae.

“Hm.” Suaranya meresponku, Donghae menaikkan alisnya.

“Kapan kau akan melamar In Hyeong?” aku melihatnya, yang tersenyum setelah aku bertanya.

“Memangnya In Hyeong menyukaiku?” tanyanya balik, wajahnya benar-benar tak menandakan dia sedang berharap, dia berekspresi rileks, tak ada beban, dan tak ada yang dia inginkan, tulus, yah, Donghae sangat tulus mencintai In Hyeong, seandainya saja In Hyeong tahu…

“Ya!! Kau ini, kenapa melamun?” tanyanya, mengagetkanku, aku melihatnya tersenyum.

 

In Hyeong’s POV

Setelah mandi, aku mengemasi barang-barangku yang akan kubawa pulang. Aku setuju dengan Jungsoo Oppa, karena aku tak mau bertemu dengan Youngwoon lagi. Aku hanya ingin melihat Jungsoo Oppa bahagia, walaupun aku harus mengorbankan cintaku pada Youngwoon. Mungkin kini perasaanku belum berubah pada Youngwoon, aku masih mencintainya, namun rasa ibaku pada Jungsoo Oppa dan Sarang Unnie lebih besar. Bodohnya aku selama ini dibutakan oleh Youngwoon!! Hanya gara-gara aku mencintainya, bahkan aku rela menyakiti Kakakku sendiri. Rasanya aku tak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku menghapus air yang membasahi pipiku, aku tak boleh menyesal meninggalkan Youngwoon, aku harus bersukur aku sudah tahu siapa dia sebenarnya.

“In Hyeong.” Suara Sarang Unnie terdengar, kulihat dia memasuki kamarku. Aku tersenyum.

“Ini, kata Oppamu, kau boleh memakainya lagi, tapi jangan menghubungi Youngwoon.” Ujarnya memberikan ponselku, aku tersenyum dan langsung mengambil ponsel putih kesayanganku itu.

“Youngwoon terus menghubungimu, dia juga mengirim sms beberapa kali.” Ujar Sarang Unnie memberitahukku.

“Unnie hanya ingin mengingatkan, kalau Youngwoon itu tak baik, sebaiknya kau jangan berhubungan dengannya lagi. Ya..”

“Gumawo Unnie.” Ujarku, Sarang Unnie duduk di sebelahku, melihatku.

“In Hyeong, Unnie tahu sulit untukmu melupakan Youngwoon secepat ini” ujarnya, aku melihatnya.

“Benar. Aku bahkan sangat rindu pada Youngwoon. Tapi aku berjanji Unnie, aku akan melupakan Youngwoon.” Ucapku pasti, Sarang Unnie tersenyum dan memelukku.

“Unnie…”

“Hm, wae?”

“Apakah aku akan mendapatkan namja yang lebih baik?” tanyaku masih dipelukannya.

Sarang Unnie melepaskan pelukannya, dan memegang wajahku.

“Itu pasti, kau yeoja yang baik, cerdas, dan lincah. Pasti ada namja yang tulus mencintaimu..”

“Seperti Donghae?” tanyaku asal.

“Kau menyukainya?” Tanya Sarang Unnie balik. Aku hanya tersenyum dan tak menjawab.

“Ayo turun, Jungsoo Oppa dan Donghae sudah menunggu di bawah” ajak Sarang Unnie menarik tanganku.

Aku turun, sudah kulihat Donghae dimeja makan bercanda dengan Jungsoo Oppa.

Aku mencoba kembali seperti biasa, seperti belum ada Youngwoon di kehidupanku. Aku mencoba lebih mengenal Donghae, ternyata dia jauh lebih asik daripada Youngwoon, dia juga tak kalah usil dengan Youngwoon.

“In Hyeong, boleh Oppa bertanya sesuatu?” Tanya Jungsoo Oppa tiba-tiba. Aku mengangguk pelan.

“Apa kau masih mencintai Youngwoon?” tanyanya, aku diam dan tak tahu harus menjawab apa. Aku memandang Donghae yang menunduk serasa tak ingin tahu apa yang kuucapkan, kulihat Jungsoo Oppa yang terus menunggu jawaban dariku, dan terakhir kulihat Sarang Unnie yang mengelus pundakku.

“In Hyeong, jawablah, Oppa hanya bertanya sayang.” Ujar Sarang Unnie. Aku menarik nafas lalu menghembuskannya lagi.

“Aku… aku memang masih mencintai Youngwoon, tapi rasa benciku terlalu besar untuknya Oppa.” Ujarku yakin.  Jungsoo Oppa terlihat puas dengan jawabanku.

“Oppa, aku ingin lebih mengenal Donghae Oppa.” Ujarku cepat, melihat Jungsoo Oppa, kulihat Donghae langsung mendongak melihatku.

“Ah, baiklah, mengobrolah” ujar Jungsoo Oppa, tertawa kecil dan langsung meninggalkan aku dan Donghae. Jungsoo Oppa menarik tangan Sarang Unnie dan membawanya kekamar mereka.

Aku melihat mereka berdua sampai masuk kedalam kamar, setelah itu, aku tak berani memandang Donghae. Suasana menjadi sunyi, aku tak bicara apapun dengan Donghae, begitu juga dia.

Lima menit…

Sepuluh menit…

Aku rasa, aku harus lebih dulu membuka suaraku, kutarik nafas dan kukumpulkan keberanianku.

“Donghae” “In Hyeong” kami memanggil satu sama lain bersamaan. Donghae memandangku sesaat dan entah apa yang lucu, dia tertawa kecil dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Aku ikut tertawa melihatnya tertawa, entah aku tak tahu apa yang lucu, namun aku bahagia melihatnya tertawa seperti itu.

“Oke..oke.. kau duluan.” Ujarnya, menghentikan tawa kecilnya dan menurunkan tangannya.

“Em, aku… aku ingin minta maaf” ujarku pelan, melihatnya yang masih tertawa kecil.

“Hm? Buat apa?” tanyanya, wajahnya mulai serius memandangku.

“Aku ingin minta maaf karena tadi siang, aku memanggilmu tanpa Oppa” ujarku, Donghae tergelitik dan tertawa kembali. Aku bingung. “Mwo? Apa yang lucu?” tanyaku, tapi Donghae terus tertawa dan melihatku. Aku terdiam menunggunya tertawa. Donghae melihat wajahku yang sudah tak mood melihatnya tertawa, lalu Donghae terdiam.

“Mian… kau itu lucu, seperti itu saja harus minta maaf dengan serius sekali.” Ujarnya.

“Giliranmu.” Ujarku, Donghae menarik nafasnya dan mengatur duduknya menghadapku. Donghae menatapku dalam, entah tapi aku menyukai matanya, tatapannya jauh kedalam mataku.

“Aku… aku juga ingin lebih dekat denganmu, In Hyeong-aa.” Ujarnya masih menatap kedalam mataku. Aku menunduk menyembunyikan wajahku aku tak ingin dia tahu bahwa wajahku merah, bibirku juga tak bisa berhenti tersenyum.

Ponselku berbunyi, aku melihat layar ponselku, “Youngwoon” dia masih menghubungiku. Aku me-reject-nya.

“Nugu?” Tanya Donghae, aku menggeleng, “Hanya orang tak penting” ujarku.

“Youngwoon?” tanyanya lagi, bagaimana dia bisa tahu? Aku mengangguk.

“Aku akan menjagamu dari Youngwoon.” Ujarnya, dia hanya berkata seperti itu, tapi rasanya aku benar-benar dijaga olehnya, dia tak menyentuh tubuhku sama sekali, tapi aku merasakan kehangatan dan kekuatan cintanya. Ah!! Cinta? Mana mungkin Donghae mencintai gadis pabo seperti aku.

“Gumawo Oppa.” Ujarku pelan, Donghae menggenggam tanganku. Detakan jantungku kencang, saat Donghae melakukan itu. Donghae tersenyum, membuatku mataku tak bisa berkedip melihat senyumnya.

“Ehem!” suara Jung Soo Oppa mengagetkanku, aku melepaskan tangan Donghae.

“In Hyeong, bantu Sarang Unnie menyiapkan pakaianmu.” Ujar Jungsoo Oppa, aku mengangguk dan naik kekamarku.

Sudah kulihat Sarang Unnie membereskan baju-baju yang sebelumnya sudah kubereskan.

 

Donghae’s POV

Aku tiba di rumah In Hyeong, pagi-pagi sekali. Untuk mengantarnya pulang ke Mokpo. Aku masuk kedalam rumah In Hyeong kulihat Jungsoo dan Sarang sedang mempersiapkan barang-barang In Hyeong, juga oleh-oleh untuk Appa dan Ommanya.

“Ah, Donghae kau sudah datang, sebentar lagi yah, In Hyeong masih ganti baju,” ujar Jungsoo, aku mengangguk dan membantu memasukkan barang-barang In Hyeong kedalam mobilku.

Aku melihat In Hyeong turun dari tangga kamarnya, gayanya yang cuek benar-benar didukung dengan pakaiannya aku menggeleng, dia itu yeoja yang benar-benar santai, hanya memakai jeans ketat dan kaos yang cukup membuat tubuhnya terbentuk, juga sepatunya. Dia selalu bergaya seperti itu, cuek.

In Hyeong melihatku lalu tersenyum, kubalas senyumannya, dia tersipu lalu turun kebawah. Aku membawa barang In Hyeong ke mobilku.

“Donghae-ah, gumawo.” Ujar Jungsoo menepuk punggungku. Aku tersenyum.

“Kau ini, seperti baru mengenalku saja!!” ucapku, lalu tertawa kecil.

In Hyeong masuk kedalam mobil setelah semuanya selesai.

“Annyong Oppa, Unnie… aku pasti merindukan kalian.” Ujar In Hyeong dari dalam mobilku. Jungsoo mengelus kepala In Hyeong.

“Ne. Kami juga pasti akan merindukanmu. Jangan nakal disana. Satu lagi,…” tiba-tiba Jungsoo menghentikan ucapannya. In Hyeong memegang tangan Jungsoo yang mengelus kepalanya, sepertinya dia tahu apa yang akan dikatakan Jungsoo.

“Oppa, aku tak akan berhubungan dengan Youngwoon lagi, aku berjanji, aku tak akan mengingat dia lagi.” Ujar In Hyeong membuat Jungsoo tersenyum juga Sarang mereka terlihat lega dengan jawaban In Hyeong.

“Ayo…” ajakku, In Hyeong melepaskan tangan Jungsoo dan melihatku lalu mengangguk.

“Annyong Unnie!! Oppa!!” teriak In Hyeong, tingkahnya kembali ceria, padahal aku tahu dia masih sangat sedih mengetahui Youngwoon seperti itu.

Saat mobilku berjalan, In Hyeong menyalakan music dan menikmatinya. Lambat laun suaranya tak terdengar, mungkin dia sudah lelah.

“Oppa…” suaranya memanggilku, aku menoleh, ah? Dia menangis? Kenapa?

“In Hyeong-ah? Apa kau memanggilku?” tanyaku, In Hyeong mengusap air matanya lalu melihatku.

“Mian Oppa, aku hanya tak ingin meninggalkan Jungsoo Oppa dan Sarang Unnie.” Ujarnya, ah ternyata bukan aku yang dipanggil.

“Maksudmu?” aku tak mengerti. “Aku hanya tak ingin mereka diganggu Youngwoon lagi.” Ujarnya. Ternyata dibalik sifat dan gayanya dia benar-benar cengeng, sama seperti Jungsoo, gayanya aja keren, tapi hatinya sangat berbalik.

“In Hyeong-ah, kau pernah mendengar hokum karma kan?” tanyaku, In Hyeong mengangguk pelan.

“Itu akan berlaku kalau ada orang yang berbuat jahat pada orang lain kan?” tanyaku lagi, lagi-lagi In Hyeong mengangguk.

“Nah! Itu juga yang akan dialami Youngwoon. Kau tak perlu khawatir dengan Jungsoo dan Sarang, mereka akan selalu dijaga Tuhan. Buktinya sampai sekarang mereka baik-baik saja kan?” tanyaku. In Hyeong berfikir mencerna kata-kataku. “Ne. Kau benar.” Ujarnya.

“Kau haus?” tanyaku, dia melihatku. “Apa kau bisa membaca fikiranku?” tanyanya, aku tertawa kecil melihat ekspresi yang baru saja dia keluarkan. “Apa maksudmu?” tanyaku balik.

“Kau selalu tahu apa yang selalu aku fikirkan. Apa kau bisa membawa fikiran seseorang Oppa?” tanyanya. Aku menggeleng. “Apa kau haus?” tanyaku lagi. Dia mengangguk. “Mau apa?” tanyaku.

“Boleh aku yang beli?” tanyanya, aku berfikir sebentar.

In Hyeong’s POV

Aku melihat Donghae berfikir. “Oppa…” suaraku. “Biar aku saja yang membelikan yah.” Tawarnya, aku menggeleng. “Aniyo, kau kan lelah, lagipula nanti kau akan menyetir terus” ujarku. Aku keluar setelah Donghae mengangguk, anggukannya terasa berat sekali.

Aku mencari air minum kesukaanku, susu berwarna coklat. “Ini kan?” tawar seseorang menyuguhkan susu coklat kesukaanku, aku mengambilnya dan melihat orang itu. Aku agak terkejut, namun langsung  memeluknya.

“Aku sangat merindukanmu.” Ujarnya, aku tersenyum. “Aku juga…” ujarku melepaskan pelukannya.

“Bisa kita duduk sebentar?” ujarnya, aku mengangguk.aku meminum susu cokelat itu sambil duduk disampingnya.

“Mianhe…” ujar Sulli. Aku mengerenyitkan alisku bingung karena Sulli berbicara seperti itu.

to be continued…

18 thoughts on “MY ALL IS IN U Part5

  1. Parah!! Kangin jahat bgt!!
    Udah ama donghae ajaaa..dy jg cnta kmu kok in hyeong :)
    btw yg tAkhr kirain kangin,eh sulli..untung aja..
    Lanjut2 iyah

  2. waaaaah jangan-jangan sulli bersengkongkol lagi sama youngwoon! donghae kau harus menjaga in hyeong dari youngwoon!!
    part lanjutnya asap! ^o^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s