12

LOVE IN THE SILENCE (part 7)

author : dikariani

sebelumnya ff ini telah di publish di blog tetangga ^^

LOVE IN THE SILENCE (part 7)

Pagi telah tiba. Tetapi matahari belum menampakkan wajahnya. Eun Ri berdiri di tepi danau. Sendiri. Menatap danau. Dan menunggu kehadiran matahari. Kepalanya terus berputar –putar.

Kejadian kemaren cukup membuat nya tidak berani menampakkan wujud nyaris seharian. Eun Ri mengurung diri di dalam kamar. Hanya aya, Junsu, Jae Joong dan Yuuri yang senantiasa menemaninya.

Eun Ri kembali teringat semua kejadian masa lalunya. Semua kejadian yang selalu ia pendam selama ini dan ingin ia lupakan.

Tetapi , tidak bisa. Meski ia mencoba melupakannya, bukti nyata kejadian itu masih tersisa di diri Eun Ri.

Kebisuannya.

***

Shi Won termenung di tempat tidurnya. Nyaris semalaman matanya terbuka. Eun Ri. Gadis bisu itu yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.

Shi Won benar-benar merasa bersalah terhadap Eun Ri. Ia terlalu egois sehingga tidak menyadari kenapa gadis itu tidak meminta maaf padanya sedikit.

Bukan, bukan tidak meminta maaf. Tapi Shi Won tidak pernah memberikan kesempatan pada Eun Ri untuk meminta maaf. Tidak sedikitpun.

Kembali hati Shi Won terasa mencelos. Kim Eun Ri, gadis manis berambut panjang yang selalu di kuncir kuda itu memenuhi kepala dan fikirannya.

Shi Won menghela nafas. Ditatapnya notes Eun Ri yang tergeletak di sisi  kasurnya. Tak sampai hati Shi Won membayangkan kehidupan yang dijalani gadis itu selama ini.

Hidup di dunia yang penuh hingar bingar, penuh canda tawa serta suara-suara. Tetapi gadis itu sendiri tidak bisa bersuara. Tidak bisa berkata. Kata. Hanya melalui sebuah notes gadis itu bisa menyampaikan apa yang ia pikir dan rasakan.

Gadis itu berbeda dengannya. Terlalu berbeda. Shi Won yang selama ini bisa mengungkapkan apa yang ia rasa dengan benar selalu enggan berkata-kata. Shi Won selalu diam dan cenderung menjauhi keramaian.

Eun Ri? Gadis itu justru berusaha mencari keramaian. Agar semua orang dapat melihat dirinya. Dan mengingat dirinya. Meski tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya yang mungil itu.

Shi Won kembali menghela nafas panjang. Diraihnya notes yang terletak disisi kasurnya, dengan cepat Shi Won berjalan menuju keluar kamar. Terlalu penat baginya untuk tetap berada di dalam kamar.

***

Eun Ri menutup matanya. Pagi ini dingin. Sangat dingin. Eun Ri memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya. Rasanya ingin berteriak. Tapi lagi-lagi tidak mungkin. Suaranya tercekat.

Ia kembali teringat kejadian itu. Kejadian masa lalu detik-detik dirinya kehilangan suaranya. Detik-detik dimana nyawa seseorang dipertaruhkan. Dan Eun Ri menyelamatkannya.

——–FLASH BACK————

“JAE JOONG!!”

Junsu menatap Jae Joong geram. Jae Joong menatap Eun Ri dan Junsu yang jatuh terduduk di sisi jalan dengan dingin.

“Apa lagi?”

Eun Ri tergidik. Inikah sosok kakaknya selama ini? Kakak yang selalu ia banggakan di depan semua orang? Kakak yang selalu ia sayangi dan ia cintai? Kakak yang selalu tersenyum hangat jika melihat Eun Ri tertawa? Kakak yang selalu melindungi Eun Ri? Inikah kim Jae Joong?

“Oppa…”

Jae Joong menatap Eun Ri. Ada luka di mata Eun Ri. Jae Joong terdiam sejenak, mata Jae Joong melunak. Tetapi kembali mengeras ketika menatap Junsu.

“Bawa pulang Eun Ri, itu tugas mu. ‘tuan muda’ Junsu”

Junsu terdiam melihat sikap Jae Joong. Ia mengerti. Jae Joong memang membencinya. Sangat membencinya. Dan ia juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghilangkan kebencian Jae Joong padanya. Karena satu-satunya cara ia harus lenyap dari dunia ini. Hanya itu.

Jae Joong melangkah meninggalkan Junsu dan Eun Ri yang terpaku menatap sosok Jae Joong dari sisi jalan. Dengan segala macam rasa benci dan iri Jae Joong meninggalkan Eun Rid an Junsu.

Yah, Jae Joong membenci Junsu. Sangat membencinya. Kenapa kim Junsu harus hadir dalam kehidupannya yang bahagia? Kenapa kim Junsu harus menjadi anak pintar? Kenapa kim Junsu harus selalu dibanggakan ? Jae Joong adalah anak tertua dalam keluarga itu,tetapi kenapa harus selalu Junsu dan Junsu serta Junsu yang selalu diandalkan??? Apakah ia tak punya arti dalam keluarga itu??

Jae Joong terus melangkah menyebrangi jalan tanpa menghiraukan apapun yang ada di depannya. Tanpa ia sadari sebuah cahaya melintas mendekatinya.

“ OPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Jae Joong terpaku. Menatap cahaya itu tidak bergerak. Hanya suara Eun Ri yang ia dengar. Suara jerit Eun Ri. Adik tersayangannya.

‘BRUK!’

***

Jae Joong membuka matanya. Apakah ia sudah mati? Digerakkan tangannya. Tidak. Ia tidak mati. Ia masih bisa merasakan seluruh tubuhnya bergerak.

Dengan perlahan Jae Joong duduk menatap pemandangan di depannya. Junsu terduduk di jalan. Dan Jae Joong terduduk di sisi jalan. Sementara di sisi seberang terlihat Eun Ri berdiri dengan wajah pucat.

Jae Joong menatap Junsu yang telrihat pucat. Kenapa? Kenapa Junsu orang yang ia benci harus menolongnya?? Kenapa????

***

Junsu terduduk dijalan. Kakinya bergetar. Sempat dirasakan aroma kematian mendekatinya. Jantungnya berdebar kencang. Apa yang ia pikirkan????

Tubuh Junsu serasa bergerak tanpa di komando begitu melihat Jae Joong yang diam mematung di tengah jalan memandangi mobil yang melintas menuju ke arahnya.

Gilakah dia? Tidak. Junsu tidak gila. Hanya saja ia merasa itu yang harus ia lakukan.

Junsu mendongakkan kepalanya menatap Jae Joong disisi jalan. Terlihat wajah pucat Jae Joong perlahan berona. Jae Joong selamat. Dan Junsu lega akan hal itu.

***

Eun Ri menatap punggung Junsu yang perlahan mulai beringsut dri tempatnya. Eun Ri menghela nafas begitu menyadari Jae Joong dan Junsu baik-baik saja.

Tetapi, entah kenapa mata Eun Ri menoleh ke sisi kanan Junsu. Seketika wajah Eun Ri memucat. Sebuah truk sedang melintas kea rah Junsu. Sedang Junsu belom menyadari nya.

Entah apa yang membuat Eun Ri begitu berani, kaki Eun Ri melangkah mendekati Junsu. Dengan sekuat tenaga Eun Ri mendekati Junsu. Dengan cepat Eun Ri mendorong tubuh Junsu menjauhi nya. Sangat kencang.

‘BRUKK’

Eun Ri terjatuh di aspal jalan. Sementara Junsu terlempar ke sisi jalan, tepat disebelah Jae Joong.

Eun Ri sempat merasakan sebuah cahaya mendekatinya.

‘Apa itu?’

Detik berikutnya Eun Ri sudah tidak mengingat apa-apa. Hanya gelap dan sebuah suara tubrukan yang mengerikan bergaung-gaung ditelinganya.

———END of FLASH BACK——–

Air mata Eun Ri mengalir. Luka itu terbuka kembali. Ia kembali mengingat hal pertama yang ia sadari ketika membuka mata adalah kehilangan suaranya. Suaranya tidak mau keluar meski Eun Ri berteriak. Teriakannnya hilang ditelan sunyi.

Dan mulai sejak itu Eun Ri hidup dalam kesunyian.

***

Shi Won terdiam di pintu cottage menatap gadis yang berdiri di tepi danau. Seribu pertanyaan terlintas di kepalanya. Beserta perasaan bersalah dan menyesal yang sangat dalam.

“Kim Eun Ri, sedang apa kau?”

***

Eun Ri terdongak begitu merasa sesuatu yang hangat dan bersinar menerpa wajahnya.

‘Matahari’

Eun Ri menatap mentari yang seperti masih malu-malu menampakkan wujudnya dengan semangat. Yah, Eun Ri memang sangat menyukai mentari.

Dengan wajah terdongak ke atas Eun Ri memejamkan mata dan merentangkan kedua tangannya.

‘Selamat datang matahari’

***

Shi Won tercengang. Eun Ri sedang merentangkan tangannya di depan danau. Jantung Shi Won berdegup kencang. Ia khawatir. Apa Eun Ri berniat untuk bunuh diri????

Tanpa Shi Won perintah kaki Shi Won melangkah cepat menuju Eun Ri yang sedang merentangkan tangannya di depan danau. Hanya ada satu tujuan di kepala Shi Won. Menangkap Eun Ri cepat cepat.

***

Eun Ri masih memejamkan mata ketika dirasakannya sesuatu dating mendekatinya. Eun Ri menoleh.

‘BRUKK’

Continue reading

14

OMOOO, Am I Dreaming? (PART 1)

Image and video hosting by TinyPic

By : princess rizuka a.k.a kim sunhae^^

Kim Sunhae bangun dari tidurnya, lalu melakukan ritual pagi yang biasa ia lakukan, memejamkan mata sambil merapikan tempat tidur(maklum, masih ngantuk -.-), membuka jendela, lalu menghirup udara segar layaknya film dongeng walaupun jam telah menunjukkan pukul 8!

“Oh, my God!” Sunhae berkata dengan aksen korea yang kental. Lalu bergegas mandi dan sarapan.

Ia hanya menggigit roti isi lalu dengan tergesa – gesa meneguk segelas susu.

Hyejin    : Sunhae ah, pelan pelan nanti kau tersedak

Sunhae  : neee, habis aku terburu-buru. Aku berangkat unnie, annyeong!

Hyejin    : annyeong, hati-hati di jalan Continue reading

21

YA!! TAEMIN-AH!!

Nama author : Herlinda (biasanya pake id achie_miina kalo komen di WFF^^ ntar tulis LEE NA aja ya admin #cerewet) from admin : mianhae, ada author yg nama leena juga jadi aku pake achie_miina ya biar ga salah paham ;)

PS : FF pertama saya yg dikirim ke WFF,, komen komen komen… membantu saya menjadi penulis yang lebih baik~

By : Achie_miina

Kring… kring…

“Noona, ppali!”

Aku berlari menuju asal suara, dan…

Plak!

“Ya, noona… Appayo…”

“Jika aku dihukum karena terlambat, kepalamu akan merasakan yang lebih sakit!” Aku segera duduk di boncengan sepeda. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya kami berangkat ke sekolah juga.

Aku Hyorin. Siswi kelas film. Dan ini Taemin, tetanggaku. Kami telah berteman dari kecil. Setiap hari kami selalu pergi ke sekolah bersama, pulang bersama, dan bahkan bermain bersama. Meskipun Taemin adalah adik kelasku, tetapi aku tidak pernah malu bermain dengannya. Continue reading