CURSE (Part 2)

Author : Julia

Cast : Yuri, Yoona, Seohyun, SHINee

annyeong~~~ *wave*

setelah sekian lama akhirnya aku kembali *bercucuran air mata*

buat yg nunggu FF ini *pede* maaf banget baru bisa aku post sekarng. bukannya ga dilanjutin, tap ga ada waktu buat post nya.

buat yg belum baca part 1 nya =====>   Curse (Part 1)

oia, JANGAN JADI SILENT READER ya. makasih *bow*

20 tahun telah berlalu. Yuri, Yoona, dan Seohyun kecil sudah mulai beranjak dewasa. Saatnya mereka menuju sebuah takdir yang sudah mereka bawa sejak lebih dari seabad yang lalu.

oOo

“Seohyun-ah, hati-hati. Eomma akan merindukanmu.” ucap seorang wanita sambil memeluk seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang indah.

“Ne, eomma. Aku berangkat dulu. Eomma jagalah kesehatanmu.” ucap gadis itu.

Ya, Seo Ju Hyun sekarang berusia 20 tahun. Dia harus melanjutkan pendidikannya di Seoul. Dari Busan dia berangkat ke Seoul menggunakan bis.

“Seohyun, apa kau siap menerima jalan takdirmu?” tanya Taemin.

“Ne, aku sudah memikirkannya sejak dulu. Aku rasa aku siap. Lagipula aku percaya padamu. Ada kau disampingku yang pasti akan melindungiku kan?” ucap Seohyun.

“Ya, tentu saja.” jawab Taemin sambil tersenyum.

Di sudut bis mereka bercakap-cakap. Tak ada yang memerhatikan mereka berdua.

“Oia, aku heran. Kenapa kau tak ada perbedaan sejak aku kecil?”

“Ha? Maksudmu?”

“Ya, kau tetap sebesar ini dan bajumu juga. Apa kau tak pernah menggantinya? Aneh sekali.”

“Haha, itu rahasia. hanya para malaikat yang tau. Kau sendiri juga aneh.”

“Mwo?!”

“Sejak dulu, tak ada manusia yang bisa melihat apalagi berkomunikasi dengan malaikat pelindungnya.”

“Lalu, kenapa aku bisa?”

“Molla~.”

oOo

“Yoona-ssi, jangan lupa dateline mu! Kau harus menemukan tema yang menarik!” omel seorang wanita.

“Ne~” jawab Yoona malas-malasan.

“Jangan hanya berkata ‘ne~’, kau selalu saja seperti itu. Apa kau ingin di pecat?”

“Aniyo~”

“Cih, jangan mentang-menang kau cantik dan jadi kesayangan atasan kau bisa melakukan segalanya.” cibir wanita itu lalu pergi dengan kesal.

Sepeninggalan wanita itu, Yoona hanya memerongkan lidah nya dan menghempaskan badannya di kursi kerjanya.

“Astaga Minho! Lihalah kelakuannya! Aku khawatir -“

“Kibum . . .”

“Panggil aku Key! Haruskah setiap saat aku mengingatkanmu?”

“Baiklah, Key, sejak kapan kau menjadi orang yang berlebihan seperti itu?”

“Ada 2 hal yang harus aku ralat ya. Pertama, aku ini malaikat pelindung. Kedua, bukan aku yang berlebihan. Tapi kau yang terlalu pendiam. Ah! Bagaimana bisa aku cukup bertahan selama 21 tahun ini.” omel Key.

“Hentikan ocehanmu Key.”

“Aish, sekarang kau berani memerintahku.”

“Ssstt! Apa kau tak merasakan sesuatu?”

“Apa?”

“Ah, aniyo. Mungkin hanya perasaanku saja.”

Sebenarnya, yang dirasakan oleh Minho adalah kekuatan dati pena setan. Saat itu, sebuah mobil sedang melewati gedung itu. Mobil yang mengangkut benda-benda langka.

oOo

“Kau, bawakan aku ini ya.”

“Oh, iya bawakan tasku juga.”

“Sekalian nanti kau ke salon untuk reserve tempat ya.”

Perintah 3 orang gadis bersamaan kepada Yuri. Dia hanya menuruti perintah 3 gadis itu. Kali ini tangannya penuh dengan berbagai barang. Dia hanya membuntuti 3 gadis itu dari belakang. Pandangan setiap orang tertuju pada mereka saat mereka lewat. Ya, 3 gadis itu memang mempesona.

“Ah~ lelahnya.” ucap Yuri setelah dia menyelesaikan semua ‘tugas’ nya.

“Yuri-ah, kenapa sih kamu selalu nurut sama mereka?” tanya Sooyoung sahabatnya.

“Hey, lihatlah. Semua orang begitu memuja mereka. Mereka itu mempesona.” jawab Yuri dengan mata berbinar-binar.

“Astaga Kwon Yuri. Kau itu diperalat mereka tau.”

“Aish, sejak kapan kau mengatur hidupku? Aku ingin seperti mereka, semua orang memuja. Pasti menyenangkan.”

“Memang nya apa yang salah dengan dirimu saat ini Yuri?”

“Yang salah? Kau bertanya apa yang salah? Lihat kacamata tebal ini! Lihat rambut dan juga baju yang kukenakan! Semuanya kampungan!”

“Kalau begitu, kenapa kau tak merubah gaya penampilanmu saja? Rambutmu, daripada di kuncir dua gitu kan lebih baik di gerai. Kalai fashion kan kau bisa membeli baju yang bagus. Kacamata, kau kan bisa pakai contact lens.”

“Eommaku. Dia kolot sekali. Masa anaknya pergi kuliah harus berpenampilan seculun ini.”

“Kau kan bisa menolak kalau tak mau.”

“Ah, sudahlah jangan mendebatkan penampilanku.”

Yuri menggebrak meja kemudian pergi meninggalkan Sooyoung.

“Aigoo~ seharusnya dia berterima kasih ibunya menyuruh dia berdandan seperti itu. Iya kan hyung?” tanya Jonghyun pada Jinki. Tapi dia melihat ekspresi wajah Jinki yang aneh.

“Hyung?” panggilnya sekali lagi.

“Jonghyun. Tidakkah kau merasakan aura pembunuh yang kuat?” tanya Jinki. Wajahnya pucat.

“He?” ucap Jonghyun kebingungan.

“Lihat mobil itu. Aura pembunuhnya kuat sekali.” tunjuk Jinki.

“Biasa saja hyung.” ucap Jonghyun tidak peka.

Sebenarnya Jinki kecewa dengan ketidak pekaan Jonghyun. Tapi dia hanya dia saja dan menahan rasa cemas nya sendirian.

oOo

“Nah, tempatmu disini. akur-akurlah dengan penghuni yang lain.”

“Ne ahjumma. Gomabsumnida.” ucap Seohyun pda pemilik apartement. Dia masuk ke dalam apartement barunya kemudian berbenah sebentar.

“Taemin-ah. Apa aku akan baik-baik saja disini?”

“Ya, tenanglah. Ada aku.” ucap Taemin mantap.

Seohyun merasa cukup lega dan beristirahat sebentar.

TOK TOK TOK! Seseorang mengetuk pintu apartement nya saat jam menunjukkan pukul 7 malam.

“Seohyun, ada yang datang.” seru Tamin dari ruang tangah.

“Coba kau lihat. Aku sedang ganti baju.” seru Seohyun dari dalam kamarnya.

“Hey! Mereka tak akan bisa melihatku.”

“Aish, iya aku sudah selesai.” ucap Seohyun. Dia keluar dari kamarnya sambil mengikat rambut panjangnya.

“Ya, sebentar.” serunya saat mendengar ketukan pintu yang semakin keras.

KLEK! Dia membuka pintu tepat saat sebuah genggaman tangan hampir mengetuk wajahnya.

“Ah, mianhae.” ucap seseorang yang sedaritadi mengetuk pintu apartementnya.

Seorang gadis dengan kemeja putih berlengan panjang, memakai bawahan rok coklat panjang. Rambutnya di gerai dan memakai bando berwarna putih.

Seohyun mengernyit. Penampilan gadis di depannya itu terlihat sangat kuno.

“Ya? Ada apa?” tanya Seohyun sopan.

“Anu, mmm, kau penghuni baru disini? Aku membawa cake.” ucap gadis itu sambil menyodorkan sebuah bingkisan.

“Benar, mari masuk dulu.” ucap Seohyun.

Dia mengambil bingkisan yang dibawa gadis itu ke dapur dan membuat teh.

“Siapa yang datang?” tanya Taemin yang asik menonton televisi.

” Tetanggaku. Aigoo Tamin-ah. Kau tak terlihat seperti seorang malaikat. Kau seperti manusia yang hanya bermalas-malasan di depan televisi.”

“Kau tak melihat sayapku ini?” pertanyaan Taemin membuat Seohyun terdiam dan melanjutkan kembali kegiatannya.

“Setidaknya, kau lihatlah tetanggaku itu supaya tau.” ucap Seohyun saat hendak pergi ke ruang tamu membawa teh dan cake yang sudah dia tata.

“Mian, lama menunggu ya?” tanya Seohyun pada tamunya itu.

“Aniyo. Rumahmu nyaman. Kapan-kapan boleh aku menginap disini?” tanya gadis itu.

“Tentu saja. Aku akan senang sekali.”

“Oh,ya. Perkenalkan. Kwon Yuri imnida.”

“Ne, Seo joo Hyun imnida. Panggil saja aku Seohyun.”

“Hyung, ngerasa ada yang beda ga?” tanya Jonghyun pada Jinki saat Seohyun dan Yuri sedang bercakap-cakap.

“Iya, apa Yoona udah pulang ya? Tapi baru jam 7. Biasanya kan dia lembur.” jawab Jinki.

“Andwae hyung. Auranya beda dengan Key dan Minho.”

“Iya sih. Agak beda.” Jinki sependapat.

“Seohyun-ssi. Suara televisimu kencang sekali.” ucap yuri di tengah-tengah percakapan mereka.
“Mianhae. Taemin-ah kecilkan suara televisinya!” seru Seohyun.

“Taemin? Kau tidak tinggal sendirian?”

“Ah, itu, mmm, Tamin itu adikku. Aku terbiasa dengan suasana rumah. Hehe. Sebentar biar aku matikan dulu televisinya.” ucap Seohyun sambil beranjak ke ruang tengah nya.

“TAEMIN?!” seru Jinki dan Jonghyun bersamaan.

“Apa mungkin Taemin kita?” tanya Jinki tak yakin.

“Molla. Seharusnya manusia tak bisa melihat kita kan hyung?” Jonghyun balik bertanya.

“Coba kau ikuti Seohyun itu ke dalam. Siapa tau itu memang Taemin kita.” perintah Jinki.

Seohyun sudah ke dalam saat Jonghyun mengikutinya.

“Taemin-ah, bisakah kau kecilkan volume televisinya? Temanku merasa terganggu dan curiga.” omel Seohyun. Jonghyun hanya mengintip dari balik tembok. Dia melihat ada sosok lain selain Seohyun tapi tidak terlihat jelas.

“Eh? Kenapa aku mengintip ya? Aku kan malaikat. Dia ga akan bisa liat aku.” pikir jonghyun. Dia masuk ke dalam saat Seohyun mematikan televisi.

“Lebih baik kau ikut aku ke depan.” perintah Seohyun.

“Ne~” jawab Taemin lesu. Dia melayang rendah dan mengikuti Seohyun.

“Taemin!” seru Jonghyun.

“Hyung!!!!” seru Taemin tak kalah kerassaat melihat Jonghyun. Dia berlari ke arah Jonghyun.

“Taemin, kau meluk apa?” tanya Seohyun keheranan.

“Ini hyungku. Kau tak melihatnya?” Taemin bertanya balik dengan heran.

“Aniyo.” jawab Seohyun singkat.

“Jinjja?” tanya Taemin terkejut.

oOo

“Ah, lelahnya. Uh, gara-gara nenek sihir itu aku harus lembur. Kalau bisa, aku ingin membunuhnya.” gerutu Yoona saat menaiki tangga ke lantai 2 gedung apartement nya. Ucapannya itu membuat Key dan Minho cemas.

“Oh! Siapa itu?” gumam Yoona saat melihat Yuri keluar dari apartement Seohyun.

“Gomabsumnida. Sering-sering saja main kemari.” ucap Seohyun saat melepas Yuri pulang.

“Yuri-ah.” panggil Yoona. Yuri mengalihkan pandangannya.

“Yoona, kemarilah.” ucap Yuri sambil membuat gerakan tangan agar Yoona menghampirinya.

“Yoona, kenalkan dia tetangga baru kita.” ucap Yuri.

“Ah, Seo Joo Hyun imnida. Panggil saja aku Seohyun.”

“Ne, Im Yoona imnida.”

“Hyuuuuuung!!!!!!” teriak Taemin tepat di samping telinga Seohyun kemudia melesat pergi kepelukan Minho.

Dengan gerakan refleks, Seohyun menjauhkan kepalanya dan mengernyit melihat Taemin yang memeluk udara kosong.

“Waeyo Seohyun-ssi?’ tanya Yoona yang melihat reaksi Seohyun.

“Ah? Gwaenchana.” jawab Seohyun yang merasa dirinya terlihat aneh.

“Kalau gitu, aku ke kamarku dulu ya. Permisi.” ucap Yoona yang disusul Yuri berpamitan pulang.

Seohyun menutup pintu apartementnya.

“Yah, kenapa udah pda pulang sih? Kan aku masih kangen sama hyung-hyungku (=3=)” protes Taemin.

“Jangan salahkan aku Taem. Masa aku harus memaksa mereka diam disini?”

Taemin hanya mengerucutkan bibirnya dan terbang ke ruang tengah untuk kembali menonton televisi.

oOo

Semalaman Taemin tak mau berbicara pada Seohyun. Dia benar-benar ingin bersama para hyungnya. Akhirnya, Seohyun menyerah. Karena kebetulan esok adalah hari libur, dia mengajak Yuri dan Yoona jalan-jalan sekalian mengakrabkan diri. Untunglah mereka berdua punya cukup banyak waktu. Jadi, tak perlu berlama-lama mereka bertiga sudah bermain kemana mana.

“Taemin-ah, kenapa kau bisa berkomunikasi dengan Seohyun?” tanya Jonghyun. Saat ini mereka berlima berkumpul kembali.

“Iya, aneh deh. Dia bisa berkomunikasi sama kamu tapi ga bisa liat kita.” tambah Key.

“Molla hyung. Aku juga tak mengerti. Saat dia satu tahun, dia selalu melihat kearahku. Aku baru sadar dia bisa liat aku saat usianya 5 tahun. Tiba-tiba dia nanya siapa aku.” jelas Taemin.

“Apa saja yang kau lakukan sebelum dia reinkarnasi?” tanya Jinki.

“Hanya mengajaknya mengobrol.” jawab Taemin. Dia merasa di introgasi para hyungnya.

“Adakah hal yang dia katakan atau inginkan sebelum dia reinkarnasi?” tanya Jinki. Taemin berpikir sebentar.

“Ah! Dia sempat bertanya, apa setelah reinkarnasi dia bisa berkomunikasi denganku. Dan dia berkeras kalau dia harus bisa berkomunikasi denganku.”

“Sepertinya mereka punya iktan batin hyung.” Minho akhirnya angkat bicara. Semuanya terdiam.

“Hei, kita ke toko itu yuk.” ajak Yuri pada Yoona dan Seohyun.

Saat ini mereka sudah berada di depan sebuah toko dengan dekorasi unik.

“Yuri, kau ini kuno sekali. Ngapain kita ke toko itu?” cibir Yoona.

“Molla, aku hanya merasa kalau aku ingin sekali ke toko itu.” jawab Yuri.

Seohyun tak bersuara. Dia hanya melihat Taemin yang terlihat berbicara dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba dia melihat ekspresi Taemin berubah seperti ketakutan.

“Hyung, toko itu.” ucap Minho pelan.

“Ya, kau merasakannya juga?” tanya Jinki.

“Hyung, aura apa ini? Rasanya menusuk sekali.” tanya Taemin ketakutan.

“Apa mungkin ini saatnya?” tanya Key. Tangannya gemetar.

Disaat para malaikat pelindung sedang sibuk dengan ketakutan mereka, Yuri, Yoona, dan Seohyun sudah di dalam toko itu.

oOo

Gadis itu ada di bagian aksesori. Tak ada yang menarik baginya. Barang-barang yang ada disitu jauh lebih kuno daripada aksesori yang dimiliki eommanya di rumah. Para malaikat pelindungnya mengikuti dengan cemas. Berharap, gadis itu tak menemukan salah satu benda setan.

“Hhh, sepertinya Yoona benar. Tak ada yang menarik disini.” ucap gadis itu pada dirinya sendiri. Dia mulai berjalan keluar dari bagian aksesori.

“Yoo-” PRAK! Terdengar suara benda terjatuh saat dia hendak memanggil Yoona. Dia berbalik untuk melihat benda apa yang terjatuh. Benda itu kecil dan berkilauan. Dia terpesona dan mendekati benda itu. Jinki dan Jonghyun hanya bisa pasrah saat melihat dia mengambil benda itu. Sebuah kalung kecil yang indah dengan bandul hijau zamrud. Hanya para malaikat yang tau kalau bentuk dari bandul itu merupakan lambang setan.

“Eonni, sudahkah kau menemukan benda yang menarik?” tanya Seohyun yang tiba-tiba muncul membuat gadis itu sedikit terkejut. Dia menggenggam kalung itu erat seperti tak ingin kehilangan kalung itu.

“Ah, ne, aku sudah dapat benda yang ingin kubeli.” jawabnya.

Taemin menatap para hyungnya yang terlihat lesu. Ya, dia menyadari kalau gadis itu sudah mendapatkan benda setan.

oOo

Dia menyusuri rak-rak yang dipenuhi benda-benda tua. Sesekali wajahnya menunjukkan ekspresi tak senang. Dia berharap di toko itu tersedia alat tulis yang cukup unik. Ingin dia pajang di meja kerjanya sebagai penghargaan bagi dirinya sendiri karena telah menjadi penulis artikel yang hebat. Kakinya melangkah sendiri ke salah satu sudut toko yang kusam. Dia sendiri herankenapa dia melangkah kesitu. Seperti ada magnet yang sangat kuat yang menariknya. Disaat dia merasa keheranan, 2 malaikat pelindungnya merasa gelisah. Aura menyesakkan itu semakin kuat.

“Minho, lihat itu.” seru Key. Tangannya menunjuk sebuah benda yang bergetar perlahan diantara benda-benda kumuh yang lain.

“Ne, sepertinya memang itu bendanya.” jawab Minho berusaha tenang.

Gadis itu belum menyadari kebedaraan benda itu. Minho sangat berharap gadis itu tak akan pernah menyadarinya. Dia menatap gadis itu sesaat dan mengalihkan perhatiannya pada Key.

“KEY! APA YANG KAU LAKUKAN?!!!!!” teriaknya.

Terlambat. Benda itu sudah melukai lengan kiri Key. Sayap kirinya patah. Dia oleng dan terjatuh. Perbuatannya membuat benda itu bergetar kuat dan menjatuhkan sebuah boneka tua yang menghalangi keberadaannya.

“Ah, ada yang jatuh.” ucap gadis itu. Dia mengambil boneka itu dan saat akan menaruhnya, dia melihat sebuah pena. Lama dia menatap pena itu sampai akhirnya dia mengambil pena itu.

oOo

“Hyung! Itu suara Minho hyung!” seru Taemin panik.

“Kita ga bisa kesana. Kecuali kalau Yuri kesana.” ucap jinki dengan sangat cemas.

“Kalian berdua udah selesai?” tanya sebuah suara. Ternyata itu Yoona.

“Ya, aku sudah.” jawab yuri.

“Ah, aku ga beli apa-apa.” ucap Seohyun saat Yoona memandangnya.

“Baiklah, ayp lekas pulang. Sudah sore.” ucap Yoona.

Jinki, Jonghyun, dan Taemin tak melihat sosok Minho maupun Key. Itu membuat mereka sangat pabik. Tak lama kemusian, Minho muncul sambil membopong Key. Darahnya bercucuran dari lengan dan sayap kirinya. Bukan, bukan merah. Darahnya berwarna perak.

“Kibum! Apa yang terjadi?!” seru Jinki dan Jonghyun bersamaan. Mereka menghampiri Key.

“Hhh. . . Panggil aku Key.” ucapnya dengan susah payah.

“Pabo! Kau masih memikirkan itu disaat keadaanmu begini.” ucap Jinki khawatir. Sekarang dia membantu Minho membopong Key.

“Wah, nona, kalung itu ada sejarahnya loh.” ucap pemilik toko saat Yuri menyerahkan kalungnya.

“Jinjja? Seperti apa?”

“Mmm, setau saya, para pemilik kalung itu selalu bersahaja.”

“Jeongmal? Ah, gomabsumnida.” ucap Yuri sumringah.

“Bagaimana dengan pena ini?” tanya Yoona tak mau kalah.

“Ah, itu pena biasa. Hanya bentuknya saja yang unik.”

“…” Yoona terdiam tetapi tetap membeli pena itu.

“Key, lenganmu.” ucap Minho khawatir.

“Gwaenchana Minho. Malaikat sepertiku tak akan bisa mati.” ucap Key.

“Tapi keadaanmu parah.”

“Aku bilang aku baik-baik saja!” Key bersikeras. Lengan kanannya memegangi lengan kirinya yang terluka.

“Kibum.” panggil Jinki.

“Panggil aku Key!”
“Kau harus ikut aku.” ucap Jinki.

“Kemana?”

“Jungsoo hyung.”

“Untuk apa? Aku ga mau!”

“Lukamu Key.” Minho ikut membujuk.

“Aku bilang aku ga apa-apa.”

“Kau tak mendengar apa yang dikatakan Jungsoo hyung dulu? Sungmin hyung juga pernah terluka dan itu parah!” suara Jinki mulai meninggi.

Jonghyun dan Taemin hanya terdiam karena terkejut.

Saat ini mereka semua sudah di depan pintu apartement masing-masing.

“Jonghyun, aku titip Kwon Yuri. Minho, aku yakin kau bisa menjaga Yoona selama Key dirawat. Taemin, tenanglah aku yakin Jungsoo hyung punya cara untuk mengobati Key.” Jonghyun, Minho, dan Taemin, saling bertatapan.

“Seohyun, bolehkah kami bermin kerumahmu dulu?” tanya Yuri.

“Ah, ya tentu saja eonni.” jawab Seohyun sambil memersilahkan mereka masuk.

Hal ini membuat Jonghyun, Minho, dan Taemin berkkumpul lebih lama.

“Minho, apa yang tadi Key lakukan?” tanya Jonghyun.

“Molla. Tadi aku mengawasi Yoona sebentar dan saat aku berbalik aku melihat Key berusaha menghancurkan pena itu. Ya, semuanya terlalu cepat. Aku, aku sudah berusaha mengobati lukanyadengan kekuatanku. Tapi tak bisa.” Minho merasa bersalah.

“Sudahlah hyung, aku yakin Jinki hyung akan membuat Kibum hyung lebih baik.” hibur Taemin.

“Ya, semoga saja.”

-to be continue-

15 thoughts on “CURSE (Part 2)

  1. koq.. tbc sih??? dah deg deg an bacanya… ^^

    part selanjutnya jgn lama2 ya author cantik…
    *plaaaakkk..gombal…mank mempan???!!!

  2. @dhikae : baiklah~ key bias ya? *sotoy* tunggu saja~

    @manda : aku juga suka kamu *loh?* iye iye~

    @deelovetaeminnie : karena aku ingin nya tbc di situ :p hehe. huuu~ ga mempan. kalo ngasih sungmin mempan deh :p

    @kyuhichan : cieeee (?) terus gimana?

    @ichan : iya, hehe. maap ya lama ._.

    @Alyavhieautis : kan dia keras kepala ._. wookey~ tunggu yaaa~ :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s