MY ALL IS IN U Part4

Image and video hosting by TinyPic

Part 1 Part2 Part 3

Cast :

Kim Youngwoon [Kangin SJ], Park Jungsoo [Leeteuk SJ], Lee Donghae [Donghae SJ]

Park In Hyeong [OCs], Lee Sarang [OCs]

“Hm.. baiklah, aku tak memihak siapapun dalam hal ini, kau tahu, aku, Jungsoo, Sarang dan Youngwoon adalah teman dari SMA. Bahkan kau tahu, aku sahabat Youngwoon…” ujar Donghae, wajahnya sangat tenang saat dia mengatakan itu, seperti air mengalir, dia tak terbawa emosi.

“Kau mau dengar versiku?” Tanya Donghae, menawarkan pada In Hyeong. In Hyeong mengangguk pelan.

“Sarang dan Jungsoo adalah sepasang kekasih. Sedang Youngwoon sudah lama menyukai Sarang, Youngwoon orang yang keras, semua yang dia inginkan harus dia dapatkan, mungkin karena pengaruh dari kecil dia selalu diturui apapun keinginannya oleh orang tuanya. Youngwoon selau ingin merebut Sarang, namun Sarang selalu mencintai Jungsoo. Akhirnya, Jungsoo dan Sarang pindah kesini, dan menikah. Beberapa tahun kemudian, Youngwoon kembali datang kekehidupan Jungsoo dan Sarang….

5 years ago

“Jungsoo…” ujar Sarang memegangi perutnya, dan melihat Jungsoo disebelahnya.

“Hm? Wae? Kau sudah ingin melahirkan?” Tanya Jungsoo menoleh ke Sarang.

“Umur kandunganku ini baru 7 bulan, mana mungkin melahirkan” ujar Sarang pelan.

“Aku ingin makan sesuatu, yang… ah!! Aku bingung mengucapkannya” ujar Sarang bingung.

“Hm? Yang bagaimana?” Tanya Jungsoo yang terlihat juga bingung.

“Seperti orang hamil, Jungsoo. Aku ingin makan asinan” rengek Sarang. Jungsoo tersenyum kecil.

“Baiklah, aku akan mencarinya.” Ujar Jungsoo. Sarang tersenyum senang.

Jungsoo mengelus perut Sarang yang sudah besar.

“Sayang, Appa akan segera kembali.” Ujarnya mengecup perut Sarang, lalu kening Sarang.

Beberapa saat kemudian, seseorang mengetuk pintu.

“Hm? Apa yang tertinggal?” ucap Sarang berdiri dan menuju pintu.

“Apa yang terting..gal?” Sarang cukup terkejut melihat sosok didepannya, sosok yang selama 2 tahun tak dilihatnya.

“Kau…” Sarang cepat-cepat menutup pintunya, namun namja didepannya itu menghalanginya. Sarang masih berusaha keras menutup pintunya, namun kekuatannya tak sebanding dengan namja bertubuh besar itu.

Sarang POV

Ya Tuhan!! Sedang apa Youngwoon disini? Perasaanku tak enak, langsung kututup pintuku, namun terlambat, Youngwoon masih bisa menghalangiku menutup pintunya. Sekuat tenaga kucoba mengalahkan Youngwoon, tapi tetap saja tak berhasil. Kekuatan Youngwoon terlalu besar.

“Youngwoon, aku mohon pergilah!!” aku mendorong pintu itu sekuat tenaga, namun usaha Youngwoon berhasil, aku terdorong dari pintu, Youngwoon berhasil masuk kedalam rumahku.

Youngwoon mendekatiku.

“Sarang, kau baik-baik saja?” tanyanya mengelus rambutku, aku takut, sangat takut. Hari ini kah dia kembali? Janjinya dulu akan kembali merusak hubunganku dengan Jungsoo? Ya Tuhan, aku benar-benar takut!! Aku menjauh darinya, namun Youngwoon menarik tanganku dan melarangku menjauhinya.

Youngwoon tersenyum kecil dan membungkam mulutku dengan sapu tangan yang berbau sangat tajam, aku tak kuat dan semuanya berubah menjadi gelap…

—–

Aku pusing, hanya itu yang kurasakan. Kubuka mataku, kepalaku benar-benar berat.

Kusentuh kepalaku, eh? Tak bisa, kulihat tanganku, terikat. Tali mengelilingi mengikat tubuhku, kuat sekali. Ya Tuhan, ada apa ini? Yang kuingat terakhir kali, Youngwoon. Ya Youngwoon!! Dia yang melakukan ini?

Panasnya benar-benar menyengat, aku lelah. Kulihat sekitarku, aku rasa aku berada diatap sebuah gedung, karena dari sini aku bisa cukup jelas melihat gedung lain.

“Sarang-ah!! Kau sudah terlihat seksi dengan keringatmu itu…” suara Youngwoon, yah Youngwoon!! Aku mengenal suaranya. Aku menoleh mencari asal suara itu, Youngwoon muncul dari salah satu pintu.

“Lepaskan aku!!” aku memberontak, namun Youngwoon terus mendekatiku.

“Hm? Melepaskanmu? Semudah itu? Kau tahu, aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk menemuimu, Sarangku” ujarnya, Youngwoon mulai berani menyentuh pipiku, aku tak kuat.

“Kau gila!! Aku sudah menikah dengan Jungsoo!!” ujarku memberontak, namun kekuatanku mulai pudar.

“Ya! Kau itu, semakin marah semakin cantik.. hahaha… tenanglah jagi, untuk hari ini saja, aku akan membahagiakanmu, atau mungkin membahagiakan Jungsoo juga, mengirimnya kesurga.. hahaha!!” aku melihat Youngwoon dengan tatapan benci aku benar-benar membencinya. Youngwoon mengelus perutku pelan, aku takut, aku takut dia berbuat nekat pada anakku…

“Lepaskan tangan kotormu dari perutku!!” aku berteriak didepan wajahnya. Youngwoon mengentikan aksinya, dan melihatku.

“kenapa? Aku tak ingin menyakitimu…” ujarnya pelan, aku melihat ada rencana jahat dimatanya.

“Lepaskan aku!! Berhenti menganggu rumah tanggaku dengan Jungsoo!!” aku kembali berteriak, itu membuatnya makin tertawa lebar.

“Aku mencintaimu, bagaimana bisa aku semudah itu melepaskanmu dengan pria tolol itu!!” ucapnya sedikit berteriak.

“Ya!! Jungsoo tak tolol!! Bukannya kau yang tolol? Terus saja mengejar orang yang sudah mempunyai suami bahkan orang yang sedang hamil? Kau yang tak punya otak? Orang yang selalu mengganggu rumah tangga orang lain. Kau yang bodoh!!” teriakku segenap kekuatanku,

“BBUUKK!!!” Youngwoon menendang box didepanku.

“Aku memang bodoh karena aku sudah mencintaimu, aku memang tolol karena kau menikah dengan Park Jungsoo!! Kau puas!!” ujarnya, Youngwoon menarik wajahku mendekatkannya kewajahnya, aku benar-benar takut. Dia terlihat sangat marah.

Aku memberontak menjauhkan wajahku darinya, namun Youngwoon menarik rambutku keras, sehingga kepalaku terbentur tiang bendera tinggi dimana aku diikat. Sakit sekali. Youngwoon menariknya sangat keras.

“Sarang!!” Jungsoo!! Itu suara Jungsoo, aku mencari arah datangnya suara itu.

“Jungsoo!! Pergilah! Aku mohon pergilah!” aku menyuruh Jungsoo pergi, namun Jungsoo berlari kearahku.

“Hahaha,, ternyata kau punya nyali yang besar Park Jungsoo!” ujar Youngwoon menarik rambutku lagi.

“Ah!!” aku berteriak, sakit sekali.

“lepaskan Sarang!! Ini urusanmu denganku kan!!” Jungsoo terus berlari kearahku dan Youngwoon.

“Ya!! Ini urusan kita bertiga kan? Semua ini kesalahanmu!! Kalau saja kau dan Jungsoo tak menikah… tak akan ada yang tersakiti seperti ini!!” ujarnya, berteriak didepan wajahku.

“BBUUKK!!!!” Jungsoo memberi bogem mentah di pipi Youngwoon, Youngwoon menjauh dariku dia sempoyongan.

Jungsoo benar-benar marah, dia terus memukul Youngwoon tanpa menunggu Youngwoon bangun dan bernafas sedikitpun.

“Jungsoo, berhenti… aku mohon.. aku tak kuat…” ujarku, karena aku sangat lelah, kakiku lemas, aku ingin duduk. Jungsoo menoleh melihatku, lalu berlari kearahku.

“Sarang, kau baik-baik saja? Aku benar-benar mengkhawatirkanmu” Jungsoo mencoba melepaskan ikatanku. Tapi sepertinya Youngwoon mengikatnya sangat kencang.

“Jungsoo, cepat, aku sudah tak kuat… lemas sekali..” nafasku sudah lemas, aku rasa aku tak kuat lagi berdiri, namun Jungsoo belum bisa melepaskan ikatannya.

“BBUUKKK!!!!!” Jungsoo terjatuh ditubuhku, astaga, Youngwoon, aku melihat Youngwoon memegang balok yang dipukulkan kekepala Jungsoo.

“Jungsoo bangunlah!! Aku mohon!!” aku berteriak memanggil Jungsoo agar sadar, tapi tak ada hasil, Jungsoo sudah tak sadarkan diri.

“Ups, Appamu ini sepertinya akan mati. Hahhaaa..” Youngwoon tertawa sambil mengelus perutku.

“Kau yang akan mati bodoh!!” aku berteriak dan berusaha menjauhkan tubuhku dari Youngwoon.
Youngwoon menyeringai didepanku, aku takut, takut dia akan berbuat lebih dari ini. Youngwoon menarik tubuh Jungsoo kasar. Lalu mengikat tangan juga kaki Jungsoo didepanku.

Apa yang direncanakannya? Aku tak pernah mengerti. Tapi aku benar-benar takut dia menyakitiku, Jungsoo atau bahkan bayi ini.

Terik matahari makin panas. Aku tak kuat, sama sekali tak kuat.

“Ck, Sarang? Kau lelah?” Tanya Youngwoon melihat aku menunduk.

Youngwoon mengangkat kepalaku. “Kau lelah jagi?” tanyanya, aku benar-benar benci saat dia mengatakan itu. Aku menatapnya dengan kebencian. Youngwoon tersenyum kecil melihat ekspresi wajahku.

“Aku tahu, kau marah padaku? Tapi siapa yang bisa menolongmu sekarang? Tak ada kan? Apa yang bisa kau lakukan? Hanya menangis? Hahaha.. menangislah sesukamu Sarang-ah” Youngwoon menyibakkan rambut di wajahku.

“Oia, kau lelah kan? Pasti kau haus” ujarnya, lalu berjalan menjauh dariku. Aku melihat Jungsoo tergeletak 3 meter dariku.

“Jungsoo!! Jungsoo!! Aku mohon bangunlah!! Jungsoo, jawab aku!!!” aku menangis melihat keadaannya, seperti tak bernyawa. Jungsoo tergeletak begitu saja, dengan tangan dan kakinya yang diikat, juga kepalanya yang mengeluarkan darah. Aku khawatir Jungsoo kehabisan darah.

“Ya!! Dia tak akan mendengarnya Sarang. Tenanglah, dia sedang tidur nyenyak, memimpikan anaknya” ujar Youngwoon yang datang kulihat dia membawa sebotol air mineral, aku rasa itu bukan air mineral, dia pasti punya rencana lain.

Dia mendekatiku.

“Minumlah, aku tak ingin kau kelelahan, lalu meninggal” ujar Youngwoon, menyuguhkan botol itu didepan mulutku, aku menutup mulutku.

Aku tak yakin dia benar-benar memberiku air minum tanpa ada sesuatu. Youngwoon!! Licik!!

“Ayolah, minum Sarang. Kau lelah kan? Kau haus?” Tanyanya lagi, masih memaksaku meminumnya. Aku menutup mulutku erat, aku tak ingin air itu masuk kedalam mulutku.

“Jadi kau tak mau meminumnya?” Tanya Youngwoon, aku menatapnya tajam. Youngwoon manggut-manggut. “Baiklah.” Ujarnya singkat, lalu berjalan mendekati Jungsoo.

Mau apa lagi dia?

Youngwoon mengambil ember didekat Jungsoo dan menyiram wajah Jungsoo keras dengan air itu.

Jungsoo terbangun. Aku melihat Jungsoo terbangun.

“Soo…” aku mendesah pelan.

Jungsoo melihatku, lalu melihat Youngwoon. Jungsoo memberontak mencoba melepaskan ikatannya, namun sia-sia.

BBBUUKKKKK!!!!!!!! Bogem mentah keras itu mendarat dipipi Jungsoo.

“Andwe!!” aku berteriak saat Youngwoon melakukan itu, aku tak tahu apa salah Jungsoo, sehingga dia melakukan itu.

BUUKKKK!!! BBUUKKK!! Entah berapa kali lagi dia memukul Jungsoo, Jungsoo tergeletak lemas.

“Kumohon hentikan Youngwoon!!” aku berteriak memohon Youngwoon untuk menghentikan perbuatan gilanya.

Aku tak tahu apa yang salah, atau… pasti karena aku tak meminum air itu!

“Kau bilang kau tak ingin meminumnya kan? Berarti kau harus memilih salah satu, Sarang… Bayimu tersayang itu atau… Suamimu tercinta ini!!” Youngwoon menarik rambut Jungsoo, dia meringis kesakitan, hanya itu yang bisa Jungsoo lakukan.

Aku diam, hanya bisa sesengukan menangis.

“Lepaskan Jungsoo, aku mohonn…” Youngwoon makin menyeringai melihatku dan Jungsoo menderita.

“Hm, baiklah…” Youngwoon kembali mengambil sebotol air tadi, dan berjalan menuju kearahku.

“Minum” Youngwoon menyodorkan minuman itu kemulutku.

“Sarang!!” suara Jungsoo terdengar, Youngwoon tak berkutik dan tetap bersikeras memasukkan air itu kedalam mulutku. Ya Tuhan, bantu aku dan Jungsoo…

Aku tak tahu aku harus berbuat apa. Jungsoo dan anak ini benar-benar berarti. Aku tak ingin meminumnya, tapi jika aku tak meminumnya Youngwoon akan menyiksa Jungsoo.

“Kumohon jangan Sarang!! Lebih baik aku mati daripada melihat anakku mati!!” Jungsoo berteriak, sepertinya Youngwoon kembali marah, terlihat sekali wajahnya.

“Ya!! Jungsoo-ah!! Apa kau tak bisa menutup mulutmu!!” Youngwoon berteriak dan masih didepanku.

“Hanya orang bodoh yang akan berhenti melindungi keluarganya!! Hanya orang yang tak berhati sepertimu!!!” ujar Jungsoo tak kalah berteriak.

“Aku bodoh? Hahaha!!! Memang aku bodoh!! Hanya orang bodoh yang tega menyiksa keluarga yang bahagia!! Iya kan?” Youngwoon tersenyum padaku dan Jungsoo.

“PLAKK!!!!” Panas, tamparan Youngwoon keras sekali di pipi kiriku.

“Youngwoon!” Jungsoo berteriak Youngwoon memperlakukanku seperti ini.

“Jika mulutmu tak bisa diam! Istrimu tercinta ini akan lebih menderita, bisa saja anakmu ini akan menjadi roh lagi…” ujar Youngwoon.

Youngwoon kembali menamparku, entah berapa kali, pipiku panas, kurasakan hidungku mengeluarkan darah. Jungsoo hanya bisa berteriak memanggil namaku dan menyuruh Youngwoon menghentikan perbuatannya.

“kau tahu! Aku memang mencintaimu Sarang, sangat mencintaimu… tapi kau juga perlu tahu, kalau rasa benciku lebih besar saat melihat perutmu, cincinmu, juga Jungsoomu itu…” bisik Youngwoon, mengenduskan nafas marahnya didepan wajahku.

“Luapkan padaku!! Terserah apa yang kau lakukan!! Lakukan sesukamu, pukul aku sekuatmu, sepuasmu” bisikku menekan setiap kata-kataku. Youngwoon terkekeh mendengar ucapanku.

“Kau fikir aku seboodoh itu? Aku akan menyakiti wanita yang kucintai? Tidak Sarang!! Aku akan menyakiti lebih dari itu. Aku akan menyakiti yang kau cintai…” ujarnya, lalu mengelus perutku.

“Kau lebih mencintai anak ini? Atau suami bodohmu itu?” Tanya Youngwoon.

“Lepaskan tanganmu Youngwoon!!! Jangan sentuh keluargaku!!” Jungsoo kembali berteriak.

Youngwoon meremas perutku dengan tangannya yang besar, lalu melihat Jungsoo sambil tertawa…

“Aarrgghh!!!” aku berteriak kesakitan, saat itu Youngwoon memasukkan air dalam botol itu kemulutku, air itu berhasil masuk kedalam mulutku.

“Sarang muntahkan!!” Jungsoo kembali berteriak, aku berusaha memuntahkannya, namun Youngwoon menutup mulutku erat dengan tangannya.

Aku berusaha memuntahkannya, namun mulutku tertutup rapat.

Aku tak kuat, aku tak ingin menelan tapi aku harus menelannya, aku berusaha kuat membuka mulutku, membuat mataku mengeluarkan air mata lebih banyak.

“Telan saja…” bisiknya pelan memperlihatkan senyumnya.

“Sarang!! Aku mohon bertahanlah!!” Jungsoo kembali berteriak, aku ingin bertahan, tapi aku tak kuat!!

“GLEK” aku menelan air itu, aku kembali menangis, menyesal kenapa tak bisa menahan lebih lama.

Youngwoon tertawa puas melihatku menelan air itu. Dia melepaskanku dan tertawa lebih keras.

Aku berusaha memuntahkannya lagi, namun tak bisa, kekuatanku terkuras, panas terik juga perlakuan Youngwoon barusah benar-benar membuatku lemas. Aku mungkin sudah terkulai di lantai kalau saja tak ada tali yang mengikatku di tiang ini.

“Sarang…” Jungsoo melihatku tak percaya, sedang aku hanya bisa menggeleng tak berdaya.

“Kau tahu? Tiga menit lagi air itu akan mengubah bayi kalian menjadi malaikat kecil yang cantik… hahahaha…” Youngwoon kembali tertawa penuh kemenangan.

“Tak usah berusaha mengeluarkannya lagi, itu tak akan berhasil…” ujar Youngwoon. Aku menatapnya tajam.

“Lebih baik aku mati, daripada harus kehilangan bayiku” ucapku lirih menekan setiap kata-kataku.

Youngwoon kembali tertawa, “benarkah? Tapi sepertinya di permainan ini, aku tak ingin kau yang mati lebih dulu Sarang…” ujarnya melihatku lalu melihat Jungsoo…

“Bagaimana jika suami tercintamu itu?” tanyanya, lalu memperlihatkan smirk-nya padaku, aku menggeleng tanda tak setuju, namun Youngwoon tak peduli, dia berjalan kearah Jungsoo yang tersungkur.

“Jungsoo!!” aku berteriak sebisaku, memberi peringatan pada Jungsoo kalau Youngwoon berada didekatnya.

Kulihat Youngwoon mendatangi Jungsoo dan menarik rambut Jungsoo kasar!!

Jungsoo’s POV

Aku melihat Sarang menelan air itu. Ya Tuhan!! Pupus sudah harapanku… Sarang… bertahanlah… seandainya saja aku bisa menghubungi seseorang sekarang. Tunggu!! Benar, aku bisa menghubungi seseorang. Donghae!!

to be continued…

20 thoughts on “MY ALL IS IN U Part4

  1. Kangin oppa jhat bgt, kcian sarang ma teuki.
    Teuki mo hbngi donghae? Cra.a gmn? Kan teuki.a d iket.
    Crt.a mkin sru ja, jd mkin pnasaran.
    Lovel lanjut, jgn lma.

  2. Authoooorr . Dirimu sukses bikin aq tarik napas baca nii ff ..
    Kisah masa lalunya mengenaskn bgd .. Aq ga nyangka kangin tega nglakuin itu ..
    Aq jg ga nyangka kangin lbih mcintai sarang dbanding teukkie . Hehehehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s