LOVE IN THE SILENCE (part 5)

author : dikariani

sebelumnya ff ini telah di publish di blog tetangga ^^

LOVE IN THE SILENCE (PART 5)

“ bagaimana menurutmu Eun Ri-a? tampan kah?”

Eun Ri menatap kosong wajah Aya yang berada disampingnya. Hatinya benar-benar mencelos. Ternyata Shi Won lah orang yang menggangggap Aya sebagai dewi penyelamatnya.

‘ kenapa harus Aya? Kenapa Shi Won harus berfikir bahwa Aya dewi penyelamatnya? Aku lah yang mendonorkan darah! Bukan Aya!!’

Eun Ri memejamkan matanya. Rasanya sedikit kecewa serta sakit mengetahui bahwa orang yang dia harapkan dan ia nanti kedatangannya selama ini ternyata begitu dekat. Bahkan kakaknya ternyata teman smanya. Dan Aya, sahabat karibnya selama ini ternyata mengenal nya.

“Eun Ri-a, waeyo? Kenapa wajahmu pucat?”

Eun Ri tersentak dari lamunannya. Di tatapnya wajah Aya sekilas sebelum akhirnya ia menggeleng dan tersenyum.

‘kau sangat beruntung Aya-a’

‘gwenchanayo’

***

Eun Ri menatap Jae Joong dan Junsu bergantian. Matanya berkedip-kedip melihat mereka berdua yang sedang memasukkan baju-baju dan peralatan mandinya kedalam sebuah koper besar.

‘ada apa ini?’

Dengan sangat pelan dan hati- hati Eun Ri melangkahkan kakinya memasuki ruang tamu rumahnya. Matanya membesar melihat Jae Joong dan Junsu yang sibuk mengepak barang-barang ke masing-masing koper besar yang tergeletak di ruang tamu rumahnya itu.

Junsu yang merasa seseorang sedang mengawasinya menoleh kebelakang. Dilihatnya Eun Ri dengan wajah pucat pasi menatap apa yang sedang ia dan Jae Joong lakukan.

“chagiya!! Kau sudah pulang??”

Eun Ri yang sedang termangu-mangu melihat Jae Joong dan Junsu yang sedang mengepak barang-barang spontan terloncat. Ia menatap Junsu dengan wajah berkerut.

Junsu yang mengerti arti tatapan Eun Ri terkikik geli. Hingga membuat muka Eun Ri memerah karena menahan marah.

“arraseo, arraseo, chagiya, sebentar lagi kita akan pindah tempat tinggal”

Eun Ri menatap Junsu dengam mata membesar. Mulutnya terbuka lebar.

‘mweo?’

***

Eun Ri menyenderkan kepalanya di jendela mobil. Eun Ri duduk di depan, disebelah Jae Joong. Sedangkan dibelakang Eun Ri, duduk Yuuri dan di belakang Jae Joong duduk Junsu.

“Eun Ri-a, sudahlah. Maafkanlah Junsu.” Ujar Yuuri membuka pembicaraan.

Eun Ri tidak bereaksi.

Jae Joong yang melihat tingkah Eun Ri melirik Yuuri sambil menggelengkan kepalanya. Yuuri menghela nafas dan menatap Junsu yang duduk disebelahnya dengan gemas. Junsu yang di pelototi oleh Yuuri segera memasang wajah cemberut.

Jae Joong yang melihat wajah Junsu dari balik spion mobil menahan tawanya. Yang membuat Yuuri mencubit pelan lengan Jae Joong.

“aish!! Chagiya!! Sakit!!”

Yang kali ini membuat Junsu menahan tawanya. Jae Joong menatap Junsu melalui spion mobilnya. Junsu memeletkan lidahnya.

“Junsu-a, ingin kubunuh kau hah|?”

“Yuuri-a, tolong aku!! Jae Joong ingin membunuhku!!” ujar Junsu serAya menarik –narik lengan Yuuri yang berada disampingnya.

“aish!! Jangan pegang-pegang pacarku!!”

Wajah Yuuri memerah ketika mendengar ucapan Jae Joong. Dengan cepat dicubit kembali lengan Jae Joong pelan.

“chagiyaaaaaaa, sakit!!!” ujar Jae Joong sambil mengelus-ngelus lengannya yang dicubit Yuuri.

“Yuuri-a, sebenarnya apa yang kau lihat dari Jae Joong seh? Apa kau sudah gila menerimanya menjadi pacarnya?”

“ya!!! Junsu-a!!!”

“wae? Aku hanya bingung kenapa Yuuri mau menerimamu menjadi pacarnya, kalau dilihat-lihat masih lebih manis diriku dari pada kau!”

“mweo??”

“benarkan Yuuri-a?”

Junsu menatap Yuuri dengan tatapan lembut. Yang membuat wajah Yuuri sedikit memerah.

“sepertinya benar Junsu-a, aku telah salah memilih orang. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang yah ?” ujar Yuuri balas menatap Junsu dengan wajah serius.

Jae Joong yang mengawasi tingkah Yuuri dan Junsu dari balik spion terbelalak.

“MWEOYA????”

“bagaimana jika aku pacaran dengan mu Junsu-a?” ujar Yuuri dengan wajah serius yang dibalas Junsu dengan senyum lebar.

“ne!! kita pacaran saja Yuuri-a, lupakan saja Jae Joong yang narsis itu. Kau denganku saja!”

“ide yang sangat baik Junsu-a. sepertinya menarik”

“ANDWEE!!!!!!”

Junsu dan Yuuri yang melihat tingkah Jae Joong langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara Jae Joong menatap lurus jalanan demi menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

Eun Ri menghela nafas melihat tingkah mereka bertiga.

‘dasar bodoh’

***

“chagiya turun lah!” ujar Junsu membukakan pintu mobil untuk Eun Ri. Eun Ri menatap Junsu sekilas sebelum akhirnya menghela nafas dan segera turun dari mobil.

‘anginnya segar sekali’

“segarkan?”

Eun Ri terdiam. Ditatapnya wajah Junsu yang sedang tersenyum lebar memandangi langit. Diam-diam hati Eun Ri terasa hangat. Junsu memang menyebalkan. Tetapi disisi lain dia juga menyenangkan. Dan hanya Junsu lah yang memahami Eun Ri. Meski Eun Ri tidak mengatakan apapun. Tidak sepatah katapun.

“kaccha!”

Junsu menggemgam tangan Eun Ri. Dan dengan pelan menariknya menjauhi mobil. Sementara Yuuri dan Jae Joong memandangi punggung Junsu dan Eun Ri yang menjauhi mereka.

“mereka sudah berbaikan?”

“ne, mereka selalu begitu. Menit ini bertengkar, menit berikutnya sudah pasti sudah lengket. Tidak bias dipisahkan”

“kenapa Junsu sangat perhatian terhadap Eun Ri ya? Apa Junsu menyukai Eun Ri?”

Jae Joong terdiam. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Yuuri. Ia kembali teringat peristiwa itu. Peristiwa dimana sebelumnya ia benar-benar membenci Junsu. Peristiwa dimana sebelumnya perasaannya terasa sangat kacau. Ia membenci dirinya sendiri. Membenci Junsu dan membenci Eun Ri. Dan setelah itu, peristiwa itu terjadi. Dan penyesalan lah yang menghampirinya. Dan mungkin Junsu.

“chagiya?”

Jae Joong tersadar dari lamunannya. Ia menatap Yuuri lembut. Yah, Yuuri lah yang menyadarkannya dari semua yang hamper membuatnya ingin mati. Karena bertemu dengan Yuuri lah, ia bias membuang perasaan benci yang melekat pada dirinya sejak lama. Karena pertemuannya dengan Yuuri.

“andwe”

***

Yuuri menatap Jae Joong agak lama sebelum dirasakannya tarikan lembut dari tangan Jae Joong. Yuuri menghela nafas.

Yuuri memang teman sma Jae Joong. Tapi sebelum itu Yuuri sama sekali tidak mengenal Jae Joong. Yuuri mengenal Jae Joong ketika ia kelas 2 sma. Keadaan Jae Joong saat itu benar-benar kacau. Bahkan Yuuri sering melihat Jae Joong mabuk-mabukan dan tidur dipinggir jalan. Jae Joong pernah kepergok Yuuri sedang mencuri tas seorang ahjumma yang sedang menunggu bis di halte. Yah. Jae Joong yang sekarang bersama Yuuri sangat jauh berbeda keadaannya dengan Jae Joong yang dulu.

Dan Yuuri berharap. Jae Joong yang sekarang tidak akan pernah kembali seperti Jae Joong yang dulu. Meski Yuuri tau, apapun keadaan Jae Joong, Yuuri akan selalu ada di sisinya. Sama seperti saat ia kelas 2 sma. Tidak akan pernah meninggalkan Jae Joong. Tidak akan pernah.

***

“oppa, sebenarnya untuk apa kita disini?”

Shi Won menatap Eun Hee lembut sebelum akhirnya tersenyum.

“apa kau tidak merasa rindu dengan suasana kita saat sma dulu?”

Eun Hee terdiam. Pertemuannya dengan Yuuri,Jae Joong dan Junsu kemarin memang membangkitkan kembali rasa rindunya dengan keadaannya waktu sma dulu. Masa-masa dimana ia dan Shi Won sangat dekat. Terlalu dekat. Bahkan Junsu selalu meneriaki mereka anak kembar. Dan ia senang dengan keadaan itu.

“aku mengerti jika oppa rindu dengan suasana sma kita dulu, tapi oppa..”

“ne?”

“kenapa dia harus ikut?”

Shi Won menatap Eun Hee sebelum akhirnya matanya melirik Aya. Gadis itu sedang membaca komik di halaman depan cottage yang terletak di pinggir danau itu.

“karena dia bukan orang lain. Dia dewi penyelamatku.”

***

Eun Hee terdiam mendengar ucapan Shi Won. Rasanya sesuatu menusuk hatinya.

“karena dia bukan orang lain. Dia dewi penyelamatku.”

Diam –diam Eun Hee mulai mengukir nama Aya sebagai orang yang ia benci. Sebagai penghalang hubungannya dengan Shi Won.

Memang Aya belom melakukan itu. Tetapi tetap saja ada kemungkinan karena Aya Shi Won tidak akan menikahinya.

Shi Won memang menyetujui pernikahannya dengan Eun Hee, tetapi Eun Hee tahu, jauh di lubuk hati Shi Won, Shi Won sama sekali tidak menyimpan sedikitpun rasa cinta terhadap Eun Hee. Eun Hee hanyalah orang yang berarti bagi Shi Won. Tetapi bukan kekasih. Dan Eun Hee tahu itu.

Bagi Eun Hee tidak masalah jika Shi Won tidak mencintainya, selama Shi Won berada disisinya, Eun Hee tidak akan masalah. Apapun akan ia lakukan untuk membuat Shi Won tetap berada disisinya. Bahkan jika harus melenyapkan seseorang. Ia dengan senang hati melakukannya.

Meski orang itu, adalah orang yang berarti bagi Shi Won.

***

Eun Ri menapaki jalan setapak yang menuntunnya ke sebuah cottage besar dan mewah. Junsu yang berdiri disampingnya tak henti-hentinya berceloteh. Yang membuat Eun Ri terkadang mengerutkan keningnya.

Tetapi sedetik kemudian, Eun Ri tersenyum bahagia. Hatinya benar-benar bahagia. Baru kali ini ia sama sekali tidak memikirkan cowok itu. Cowok yang bernama Shi Won. Cowok yang ia donorkan darahnya tetapi malah menganggap Aya sebagai dewi penyelamatnya. Cowok yang selalu berada difikirannya tetapi cowok itu tidak pernah sedikitpun memikirkannya. Cowok yang ia rindukan karena begitu jauh, tetapi ternyata sangat dekat. Cowok itu choi Shi Won.

Entah sejak kapan. Nama itu terukir kuat di hati Eun Ri. Dan entah sejak kapan, Eun Ri selalu berharap tuhan mempertemukan kembali diriny dengan Shi Won. Meski Shi Won tidak menyadari kehadiran Eun Ri. Meski Shi Won tidak mengetahui bahwa Eun Ri adalah dewi penyelamatnya. Meski Shi Won menganggap Eun Ri adalah orang asing.

Tidak apa, Eun Ri tidak menyesal. Eun Ri bahagia. Meski hanya sekedar bertatap muka sudah membuat hati Eun Ri lega. Meski sekedar bertatap muka. Tanpa sapaan.

“Eun Ri-a, kau sedang merindukan seseorang?”

Eun Ri tersentak. Ia menatap Junsu bingung. Junsu tersenyum lebar.

“jika kau merindukan seseorang, dan kau tidak bisa menemuinya, tutuplah matamu. Sebutkan namanya sebanyak 3 kali dengan sepenuh hati. Orang itu pasti akan merasakan apa yang kau rasakan. PercAyalah.’

‘Jincha?’

“ne! coba lah!”

Eun Ri menatap Junsu sekilas sebelum ia menutup matanya. Eun Ri berjalan dengan menutup matanya dengan tangannya yang di gemgam oleh Junsu erat.

***

Junsu menatap Eun Ri yang sedang menutup mata. Hati Junsu terenyuh. Wajah Eun Ri yang begitu putih dengan bibir mungil berwarna merah dan rambut hitam sebahu yang dikuncir kuda membuat Junsu terdiam.

Junsu menyelasi dirinya. Junsu menyesali dirinya sendiri. Menyesali perbuatannya dimasa lalu. Menyesali perbuatannya yang membuat Eun Ri harus mengalami nasib seperti ini.

Kembali sekilas terbAyang peristiwa itu. Peristiwa dimana ia dan Jae Joong bertengkar. Dan Eun Ri berusaha melerai pertengkaran mereka. Jae Joong yang kasar berusaha memukul Junsu yang justru mengenai Eun Ri yang mencoba melerainya.

Eun Ri terjatuh. Junsu mencoba membantu Eun Ri berdiri sebelum akhirnya meneriaki Jae Joong dengan perkataan yang sangat kasar. Jae Joong yang merasa bersalah meninggalkan Eun Ri dan Junsu yang berada di pinggir jalan.

Sesaat Junsu melihat sebuah cahAya dari arah berlawanan. Dengan cepat Junsu mengejar Jae Joong yang hendak melangkah. Jae Joong terlempar ke trotoar sedang Junsu terduduk di jalan.

Ia menatap Jae Joong dengan tubuh gemetar. Jae Joong pun melakukan hal yang sama. Sekilas ia melihat wajah Jae Joong pucat sebelum akhirnya dirasakannya sebuah cahAya mendekatinya. Junsu menoleh. Sebuah cahAya mendekatinya. Junsu terdiam. Tubuhnya tak bias bergerak. CahAya itu semakin dekat ketika di rasakannya sesuatu mendorong tubuhnya menjauh dan terdengar bunyi yang sangat keras.

Junsu menghela nafas. Peristiwa itu memang sudah lama. Sangat amat lama. Dan ia yakin Eun Ri tidak memikirnya sama sekali. Tetapi hati Junsu merasa bersalah. Junsu merasa bertanggung jawab atas semuanya.

Dan mulai sejak itu Junsu berjanji. Apapun yang terjadi. Dia akan selalu melindungi Eun Ri. Entah dalam keadaan apapun.

***

Aya sedang membaca komik dengan serius ketika dirasakannya seseorang berdiri di belakangnnya. Aya menoleh.

“Shi Won-a?”

***

Eun Hee menatap lekat-lekat tubuh Shi Won dari balik jendela cottage, hatinya panas. Sangat panas. Ia benar-benar kesal sampai rasanya ia ingin berlari kearah Shi Won dan mendorong Shi Won memasuki cottage dan membiarkan Aya sendirian di luar sampai malam tiba.

“Aya haruka..”

Eun Hee mengucapkan nama Aya pelan. Kesombongan jelas terpancar di wajah Eun Hee. Eun Hee yang kalangan ‘orang-orang kAya’ di korea dan di didik dengan sopan santun korea yang kental jelas memandang rendah orang-orang seperti Aya. Orang-orang berdarah campuran.

Eun Hee menyunggingkan sebuah senyum sinis sebelum ia berlalu memasuki kamar nya.

***

“apa yang kau lakukan disini Aya-a?”

“membaca komik”

“komik?”

“ne?”

“sebegitu menariknya membaca komik?”

“ne”

Shi Won menghampiri Aya dan duduk di sebelah Aya. Yang membuat wajah Aya berkerut.

“waeyo Shi Won-a?”

Shi Won memejamkan mata sebelum akhirnya ia menatap Aya. Aya memang gadis yang cantin , Shi Won membatin.

“aku hanya sedang merindukan seseorang”

“seseorang?”

“ne”

“apa kau tahu yang harus kau lakukan ketika kau merindukan seseorang?”

Shi Won menatap Aya heran. Aya tersenyum.

“menurut komik yang aku baca , jika kita merindukan seseorang pejamkan mata dan sebutkan nama orang yang kita rindukan sebanyak 3 kali.”

“ne?”

“orang yang kita rindukan tentu akan merasakan apa yang kita rasakan.”

“benarkah?”

“ne.”

“apa kau pernah mencobanya?”

“ne. dan berhasil.”

“baiklah akan ku coba”

Shi Won memejamkan matanya. Dalam hatinya ia menyebut kata dewi penyelamatnya sebanyak 3 kali.

“ah aku lupa, jika saat kau membuka mata , orang yang kau sebutkan berada di hadapanmu. Berarti kalian berjodoh”

***

Eun Ri . masih menutup matanya ketika dirasakannya seseorang berada di depannya.

Eun Ri membuka matanya.

***

Shi Won membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah sosok wanita bertubuh kecil yang sedang menatapnya dari kejauhan.

“siapa dia?”

***

Eun Ri menahan nafas. Choi Shi Won. Orang yang ia rindukan berada beberapa meter di depannya. Sedang menatapnya. Junsu yang sejak tadi memandangi Eun Ri sedikit tersentak ketika Eun Ri membuka matanya. Dengan cepat ia menolehkan wajahnya ke depan.

“Aya-a?”

***

Aya yang sedang memperhatikan Shi Won segera menoleh ke depan ketika dilihatnya Shi Won membuka mata. Mata Aya membesar. Ia menutup mulutnya dengan tangannya sebelum akhirnya ia berteriak.

“Eun Ri-a????? Junsu-a?????”

***

Shi Won yang masih setengah melamun tersentak mendengar teriakan Aya. Dilihatnya Junsu berdiri disamping gadis kecil itu. Shi Won berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan menghampiri Junsu yang masih berdiri mematung memandangi Aya.

“Junsu-a!!!! kenapa kau berdiri disitu??? Kachaa!!”

***

Eun Ri masih menatap Shi Won yang berjalan mendekatinya. Tidak dilihatnya Aya yang setengah berlari mengejar Shi Won dan sedang menuju ke arahnya.

‘ommo, kenapa dia ada disini?’

***

Junsu yang melihat Shi Won berjalan mendekatinya langsung memasang senyum lebar.

“Shi Won-a, sudah lama??”

***

Jae Joong dan Yuuri yang berada beberapa meter di belakang Eun Ri bergegas menghampiri Shi Won ketika dilihatnya Shi Won berdiri di samping Junsu dan Eun Ri.

“Shi Won-a!!!!!!”

***

Eun Ri menatap Jae Joong dan Yuuri yang berada dibelakangnya heran. Lalu ia mlirik Junsu yang sedang berbincang-bincang dengan Shi Won. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya saat ini.

***

Aya mendekati Eun Ri yang terlihat sedang kebingungan. Denga  lembut Aya menepuk pundak Eun Ri.

“waeyo Eun Ri-a?”

***

Eun Ri menatap Aya dengan mata yang membesar. Alisnya mengkerut. Kemudian matanya mulai berputar-putar menatap satu-persatu orang-orang yang berada disitu.

‘sebenarnya ada apa? Kenapa kalian berkumpul lagi?’

To be continue…

To be continue…

8 thoughts on “LOVE IN THE SILENCE (part 5)

  1. Huaaaa
    seru abis!
    Ayo onnie, lanjutannyaaa *digeplak*
    eydnya uda mulai d perbaiki ya onnie? Good.. Good.. *apasih*
    Tp ttp perbaiki n pertahanin, dan last word,
    UPDATE SOON!

  2. kebetulan bgt pas siwon buka mata eunri juga buka mata (hadap-hadapan lg)
    apa gerangan yang terjadi ?
    >.<
    huaah ..
    authornya ngebuat saya jatuh bangun (?) krna penasaran .
    part 6 ! part 6 !
    di tunggu SECEPATNYA !

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s