THE KINGDOM (chapter 10)

Chapter 10 : Change

Hahahay, I’m back with the Kingdom yow…

Mianhae,, author lama banget post FF yang atu ene…*readers:kelaut aje lo*

Wae?? Jawaban’na adalah,, because author baru dpet inspirasi n wktu buat ngetik… *dilempar duit*

Buat yang udah nunggu lama,, saya minta maaf… *bow with ChangKyuMinDoong*

Okelah sekian cuap-cuap tak berguna saia…

Selamat menikmati (?) hidangan dari saia…

Hepi read….

Judul                 : The Kingdom

Penulis              : Honey.

Karakter           : OC, TVXQ ft. Super Junior, Rain, MBLAQ, SNSD, SHiNee, dll.

Pairings            : YunJae, KangTeuk, EunHae, HeeWon, YooSu, dll.

Genre               : Romantic/drama, komedi. (Jaejoong + Junsu taw yg jd isrti = cewe)

Chapter                        : Chapter 10 : Change.

Ringkasan         : Tak seorangpun tahu bagaimana wajah Putri Jaejoong. Bahkan orang tuanya pun belum pernah melihat wajahnya sejak ia tumbuh. Wajah Putri Jaejoong selalu ditutupi, sehingga tak ada seorangpun yang tahu. Dan suatu hari kerajaan tetangga menginginkan pangeran mereka menikah dengan Putri Jaejoong. Bagaimana tanggapang sang pangeran dan Putri Jaejoong atas keputusan orang tua mereka?

Disclaimer        : I own nothing except the plot and story.

37244_128945397136451_100000629751504_194566_8313162_n.jpg

Takutnya ada yang lupa ama crita nyang kmaren,, author kasih cuplikan Chap. 9…

Changmin dan Jungmi hilang di hutan Divinity. Rain dan Yunho mecari mereka dihutan Divinity. Rain menemukan Changmin dan Jungmi. Ia lalu memberikan tanda bahwa ia sudah menemukan Changmin dan Jungmi. Yunho yang melihatnya bergegas untuk kembali. Tapi perjalanan terhambat saat ada seseorang yang memukulnya hingga pingsan…

Chapter 10 : Change *kaya lagunya Hyuna*

Jaejoong sangat senang saat melihat Changmin keluar dari hutan bersama Rain. Jaejoong segera keluar dari kamarnya dan menemui Changmin. Changmin berlari menghampiri keluarganya, memeluk mereka dan mulai menangis.

Rain membaringkan Jungmi disebuah kursi panjang. Rain mengusap lembut wajah Jungmi. Wajahnya yang putih merona merah karena demam. Bibirnya pucat dan keningnya dipenuhi keringat dingin.

Rain mengusap kening Jungmi. Mengambil sesuatu dari sakunya, sedikit mengangkat kepala Jungmi lalu meminumkan suatu cairan dari sebuah botol kaca kecil ke bibir Jungmi.

——————-

Jaejoong memeluk Changmin dengan erat. Ia menangis bahagia. Semua bahagia saat mendekap Changmin. Bahkan Kyuhyun menangis meraung-raung karena senang.

“Changmin-ah, gwenchana?” tanya Eeteuk sambil memeriksa setiap bagian tubuh Changmin. Air mata membasahi pipinya.

Jaejoong bangkit dan sedikit limbung. Ia mencari suaminya Yunho. Saat semua orang kembali, sekarang Yunho yang menghilang.

——————-

Disuatu tempat yang tidak terlalu seram, Yunho diikat dan tak sadarkan diri. Seorang wanita yang tidak cantik-cantik amat sedang memilih-milih ramuan disebuah rak yang penuh dengan botol-botol berbagai bentuk. Dan seorang gadis yang termasuk kedalam jajaran gadis cantik sedang asyik memperhatikan wajah tampan Yunho.

“Ahra, Bantu aku mencari ramuannya!” teriak Hwangbo.

“Aku tidak tahu ramuan apa. Kalau ramuan yang ibu buat kemarin kan belum jadi.” Ahra balik berteriak.

“Bukan yang itu!” bentak Hwangbo lalu kembali mengobrak-abrik lemari penyimpanan ramuannya. “Ah… ini dia.” Hwangbo mengeluarkan cairan berwarna biru yang menyala-nyala bagai lampu.

Hwangbo mendekati Yunho, membuka tutup botol itu lalu meminumkan ramuan yang ada didalamnya pada Yunho. Lalu ia mulai komat-kamit amit-amit baca mantra.

“Lucifer, clap your hand and make him love ya.

There’s no other and he will begin to love somebody else.

Upon this rock he’s under my spell.

Checkmate! MUAHAHAHA…” Hwangbo mengakhiri mantranya dengan tawa yang nendang banget. *pake gaya di iklan-iklan*

———————-

Semua orang sekarang kelabakan mencari Yunho. Jaejoong pingsan karena stress dan kelelahan. Tapi tidak ada yang berani masuk ke hutan Divinity malam hari. Maka semuanya hanya mencari Yunho ditepi hutan. Malam semakin larut dan pencarian akan dilakukan besok pagi-pagi sekali.

Smentara saat pencarian dihentikan seseorang terseok-seok memapah seseorang yang tak sadarkan diri. Ia berhenti ditepi hutan lalu menyandarkan orang yang tak sadarkan diri itu dipohon terdekat. Ia lalu menjentikkan jarinya didepan wajah orang yang tak sadarkan diri itu.

“Kau akan bangun setelah aku pergi. Pergilah ke istana itu.” Katanya lalu menghilang entah kemana.

Orang itu membuka matanya perlahan. Dengan tatapan kosong ia segera melangkahkan kakinya ke pintu utama istana. Pengawal yang sedang berjaga terkejut dan segera membungkuk lalu membukakan pintu.

“Silakan masuk yang mulia.”

Orang itu terus berjalan dengan tatapan yang kosong ia masuk kekamar Jaejoong. Jaejoong yang sedang mematut dirinya dicermin terkejut. Ia segera menghampirinya.

“Yunho-ya, kau pulang. Non gwenchana?” tanya Jaejoong dan memegang kedua pipi Yunho.

Yunho menatap Jaejoong kosong. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ia meninggalkan Jaejoong begitu saja. Jaejoong menatap  punggung Yunho dengan sedih. Ia duduk diujung tempat tidurnya. Menunggu Yunho keluar dari kamar mandi.

Yunho keluar dari kamar mandi dan segera merebahkan dirinya di ranjang tanpa mempedulikan Jaejoong sedikitpun. Jaejoong hanya bisa menghela napas dan ikut berbaring disamping Yunho. Dia menangis dalam diam.

Keesokan harinya saat Jaejoong bangun, Yunho sudah tidak ada disisinya. Jaejoong segera mencarinya. Ia melihat Yunho sedang tertawa renyah dengan keluarganya. Saat Yunho melihat Jaejoong senyumnya hilang seketika. Jaejoong segera kemabli kekamar dan kembali menangis untuk yang beratus-ratus kalinya.

——————-

Yunho membuka pintu dengan kasar. Jaejoong yang sedang berdandan terkejut. Ia segera menghampiri Yunho.

“Yunho-ah, ada apa? Kenapa kau marah-marah?” tanya Jaejoong. Ia segera menghampiri Yunho.

Jaejoong bisa melihat kilatan amarah dimata suaminya. Yunho mulai mengamuk. Ia melempar barang-barang yang ada didekatnya. Jaejoong mendekati Yunho dan memegang tangan Yunho yang akan melempar vas besar. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak tega melihat suaminya yang berubah.

“Yunho-ah, kau kenapa? Sadarlah Yunho-ah. Bicaralah jika kau punya masalah.” Pinta Jaejoong. Air mata meleleh dipipinya.

Yunho memandang Jaejoong dengan tatapan marah. Ia menghempaskan tangan Jaejoong. Dan tubuh ringan Jaejoong terhempas ke meja didekatnya. Jaejoong meringis kesakitan sementara Yunho kesetanan. Ia hampir memukulkan vas ditangannya pada Jaejoong. Tapi entah kenapa ia tak melakukannya.

Ia berhenti saat melihat Jaejoong yang terus meringis kesakitan memegangi perutnya. Yunho terus memperhatikan  Jaejoong. Tatapannya sedikit melunak.

“Yunho, apa yang kau lakukan?!” bentak Donghae.

Yunho menoleh. Tangannya masih ada diatas udara memegang vas bunga. Donghae segera menghampiri Yunho dan menamparnya. Vas bunga itu jatuh dari tangan Yunho dan hancur berkeping-keping.

Eunhyuk segera membantu Jaejoong berdiri. Jaejoong meringis menahan rasa sakit yang luar biasa. Eunhyuk membawa Jaejoong ke ranjang. Terlihat bercak darah di hanbok dan lantai ditempat Jaejoong terjatuh.

“Hae, cepat suruh seseorang memanggil dokter. Jaejoong mengalami pendarahan.” Teriak Eunhyuk.

Donghae segera menyuruh seseorang memanggil dokter. Lalu ia berbalik menghadap Yunho.

“PUAS KAU!!” teriak Donghae. “Puas kau membuat istrimu pendarahan. Apa yang salah dengan dirimu Yunho. Kau ingin membunuh istri dan calon anakmu?!” lanjut Donghae.

Perasaan Yunho tidak karuan. Semuanya berkelebat dimatanya, semua kenangannya terputar jelas dimatanya. Ia memegangi kepalanya. Dan berteriak seperti orang gila.

“Jaejoong-ah……..!!!” teriaknya.

Yunho segera menghampiri Jaejoong yang berbaring menahan rasa sakit.

“Boo, mianhae…” kata Yunho penuh penyesalan.

“Yunnie, nan gwenchana…” Jaejoong memaksakan tersenyum.

Tak lama kemuadian dokter datang. Dokter segera memeriksa keadaan Jaejoong. Semua menunggu dengan cemas. Kangin, Eeteuk, Kyuhyun, dan Changmin juga sudah ada diruangan itu. Mereka terlihat cemas.

Yunho menggenggam tangan Jaejoong dengan erat. Sementara dokter memeriksa dengan cekatan. Setelah beberapa menit yang menurut Yunho beberapa jam, akhirnya dokter bangkit.

“Putri Jaejoong tidak apa-apa. Hanya mengalami pendarahan ringan. Sebaiknya putrid Jaejoong tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat.” Jelas sang dokter. “Dan ini obat untuk memperkuat kandungan tuan putri.” Lanjutnya. “Tuan putri harus rutin meminumnya setiap dua kali seminggu.”

“Sampai Jaejoongie harus minum obat itu dokter?” tanya Eeteuk.

“Aku tidak tahu yang mulia. Jika kandungan tuan putri sudah tidak sering mengalami kontraksi, konsumsi obat bisa dihentikan.” Jawab sang dokter. “Saya permisi dulu.”

Jaejoong tersenyum lemah. “Boo, minum obatnya ya. Lalu istirahat.” Jaejoong mengangguk lemah.

Yunho membantu Jaejoong meminum obatnya. Setelah itu menina bobokan Jae. Keluarga mereka meninggalkan mereka berdua.

“Mianhae, boo. Aku memang bodoh. Aku mudah terjebak.” Sesal Yunho.

“Yunnie, jangan salahkan dirimu.”

Jaejoong membelai lembut pipi Yunho. Yunho mendekatkan bibirnya ke bibir Jaejoong. Semakin dekat dan akhirnya menyatu dalam sebuah ciuman lembut. Yunho melumat bibir atas dan bawah Jae bergantian. Jaejoong pun membalas setiap lumatan Yunho.

——————-

Setelah peristiwa itu penjagaan disekitar istana semakin diperketat. Kerajaan Super Shin Ki ingin menjaga kelangsungan hidup penerus kerajaan itu. Begitupun Yunho, ia tidak mau lengah dan membahayakan istri yang sangat ia cintai.

Beberapa bulan sudah berlalu sejak kejadian itu. Kehamilan Jaejoong sudah semakin terlihat. Sudah tak bisa disembunyikan lagi meski memakai hanbok longgar. Umur kehamilannya sudah menginjak tujuh bulan. Dan sampai saat ini Jaejoong masih meminum obat.

“Boo…” panggil Yunho.

“Mm…”

“Kau ingin anak kita lahir laki-laki atau perempuan?” tanya Yunho.

“Mm, menurutmu?” Jaejoong balik bertanya.

“Hm, bagaimana kalau kembar saja. Yang satu laki-laki yang satu perempuan.” Pinta Yunho.

“Kau benar Yunnie. Tapi…” Jaejoong menggigit bibir bawahnya.

“Tapi kenapa?” tanya Yunho.

“Tapi aku takut Yunnie.”

“Takut kenapa?”

“Aku takut melahirkannya.” Jaejoong menundukkan wajahnya.

“Hei, jangan takut. Saat kau melahirkan, aku akan ada disampingmu.” Yunho mencoba menenangkan istrinya itu.

“Jongmal?” yunho menganggukkan kepalanya. “Yaksokke?”

“Yaksokke.” Mereka saling mengancingkan kelingking mereka.

—————–

Dilain pihak….

“Ibu, kapan ramuan ajaib ibu jadi. Aku sudah tidak sabar ingin melihat Jaejoong itu mati.” Kata Ahra geram.

“Sabar dikit ngape! Bentar ladi jadi nih.” Bentak Hwangbo. “Jangan ganggu konsentrasiku saat aku membacakan mantra.”

“Terserah ibu sajalah. Aku mau pergi kesalon dulu.”

Hwangbo membuka sebuah kuali. Saat tutupnya dibuka, bau tujuh rupa menyeruak ke hidung membuat orang yang mencium ingin muntah setengah idup. Hwangbo memasukan beberapa bahan lagi sambil memanaskan ramuan yang ada didalam kuali itu.

“Cengkeh, nanas muda, bulu kucing, dan sedikit garam. Aduk, aduk sampai rata. Tunggu sampai mendidih. Setelah itu kita persiapkan mantranya.”

Hwangbo meninggalkan kuali yang baunya minta ampun itu. Ia kembali dengan sebuah botol kecil dan buku yang tebalnya minta ampun. Ia meletakkan bukunya diatas podium pidato. Ia memasukan cairan yang ada dibotol kecil itu kedalam kuali dan aneh bin ajaib bin tak bisa dipercaya *author lebay*, ramuan yang tadinya baunya amit-amit itu jadi tidak berbau dan berubah bening.

Ia lalu segera membuka bukunya dengan cepat. Mencari mantra dengan judul ‘Ramuan Pembuai Kematian’. Setelah beberapa menit ia menemukan mantra itu. Ia segera bersiap-siap didepan kpodium dan kuali.

“Wahai penguasa kegelapan, bantu aku membuat ramuan yang mematikan ini. Semua bahan sudah aku masukan. Mantra pemula sudah aku ucapkan. Bantulah aku menyelesaikannya. Beri aku kekuatan wahai penguasa kegelapan.” Hwangbo menarik napas panjang.

“Jing gobang gocir, gocir gobang gocir.

Dark lord give me your sign. Give me your trick.

Show me step by step and I can follow you.

I My Me Mine… I understand.

The rising sun comes up to the sky.

And I can see the death over there.

Stay with me tonight and kill the last angel who comes up.

When dejavu’s come, call me.

The summer dream will fall.

And Lucifer will wake up, make the devil run devil run.

Oh! You got your point.

And bang! We win…

Hompimpah alaihum gambreng.

Yang kalah pake baju rombeng.

Tat tit tut kembang kentut.

Yang kentut pergi lo, bau!” Hwangbo mengakhiri mantranya.

Tak lupa ia juga melakukan tarian dengan gerakan yang super duper aneh bin ajaib. Ia memasukan sesuatu kedalam kuali itu dan…

BWOSH!!!

Kuali itu bersinar terang. Dan sinar iru digantikan dengan asap tebal. Lalu…

SLUB!!!

Asap itu juga menghilang. Hwangbo mengambil sebual botol kristal, lalu memasukkan ramuan itu kedalamnya. Ia memperhatikan botol itu lalu tertawa sekencang-kencangnya.

“MUWAHAHAHAHAHAHAHA!”

——————-

Dilain tempat. Seorang pelayan sedang berkomunikasi entah dengan siapa.

“Kau pelayan yang bertugas membawakan obat untuk putri Jaejoong kan?” tanya seorang pria.

“Ne. memangnya ada apa?” tanya pelayan itu.

“Siapa namamu?” tanya pria itu.

“Taeyon.”

“Aku ingin kau campur cairan ini kedalam botol obat putri Jaejoong.” Jelas pria itu.

“Kau mau bayar aku berapa?” tanya pelayan yang bernama Taeyon itu.

“Apapun yang kau mau.” Kata pria itu enteng.

“Baiklah. Kau harus bayar aku dimuka.” Pinta Taeyon.

“Itu gampang.”

Taeyon tersenyum puas sambil menerima botol kecil dari pria itu.

———————-

Jaejoong sedang bercanda dengan Yunho saat seorang pelayan masuk membawakan obat untuk Jaejoong.

“Waktunya minum obat, boo.” Kata Yunho merayu.

“Yunnie-ah, aku sudah tidak pernah kontraksi lagi.” Rengek Jaejoong.

“Dokter bilang kau masih harus minum obat ini boo.” Jelas Yunho.

Tanpa Yunho dan Jaejoong ketahui, pelayan itu meneteskan cairan asing kedalam obat Jaejoong. Dengan cepat cairan itu menyatu dengan obat Jaejoong. Pelayan itu menyimpan mangkuk kecil berisi obat Jaejoong dimeja kecil didekat tempat tidur. Dia lalu segera meninggalkan Jaejoong dan Yunho.

“Boo, ayo minum obatnya dulu.”

“Hmp…” Jaejoong menghela napas panjang.

Dengan enggan Jaejoong mengambil mangkuk ditangan Yunho lalu menengguk cairan itu. Ia terbatuk lalu menyerahkan mangkuk itu pada Yunho. Jaejoong terus terbatuk.

“Boo, gwenchana.” Yunho membelai lembut punggung Jaejoong.

Jaejoong terus terbatuk. Saat Jaejoong membuka telapak tangannya ia dan Yunho terkejut. Telapak tangan Jaejoong berlumuran darah.

“Boo…!!” Yunho berteriak histeris saat Jaejoong mulai mengerang kesakitan.

“Yunho-ah, appayo…” Jaejoong memegangi perutnya yang bulat seperti balon.

“BOO….!!”

~to be continued~

Credit : TVXQ, Super Junior, Rain, MBLAQ, OC.

Pairing : YunJae, KangTeuk, EunHae, YooSu.

Apa yang terjadi dengan Jaejoong…??
bagaimana nasib Jaejoong selanjutnya…??

Kita liat di chapter selanjutnya….

Author iseng bikin mantra aneh2 lagi…

G papa lah,, buat manjang2in cerita…

Hehehe….

Komen yow….v=o=v

18 thoughts on “THE KINGDOM (chapter 10)

  1. Mantra.a kerenn sangat,,
    salut bwt author

    jae jangan mti donk,,
    ntar cerita.a gag comedy lgi donk heE

    oK,, next chap jgn lama” ya :-)

  2. Gyaaahh..
    jaema jgn matekk, nanti yunpa-nya sama sapa dong?? jgn sama ahrashit, aku sebel sm ahra ne2k lampirrr.. >__.<

    YunJae JJANG (jiwa shipper-nya muncul) XDDD

  3. Tumben lum pada komen yo?
    Sperti biasa mantra’a aneh bin ajib kyk author/PLAAK
    *reader dmasukin kramuan hwangbo*
    tp stlah skian lama menunggu hnya sginikah part ne? Kurang panjang! Reader protes! Kembalikan uang kami *?*
    author: lu kira gampang nyari feel bwt bkin epep?
    mian reader lg stres biz ngrjain pr sosio *jd curcot*
    diriku tw kok gmana susah’a nyari inspirasi bwt epep *maklum 1 1’a epep-ku yg bhasil mpe end, btuh wkt 2 bln bwt nyelesein’a. Hahay*
    *curcol lg*
    yah keep writing ja yah!
    So, I’ll keep reading n comment too ^^v
    btw btw, gmana klanjutan kisah asmara changmin ma anak rain tu? *mian reader lupa nama pemain*
    trus kyu ma sapa dunk? Ma aku ja y?
    Hehe

  4. @ Chunchun_si : lah,, tw dari mana saya aneh bin ajaib… *kaget stengah2*

    wah,, epepku kependekan ya…??
    ntar aku perpanjang deh,, maklum author otak’nya dibagi2…
    da yang bwt kul da yg bwt FF ma da yg bwt novel….*curcol mode : on*
    jadi kalo aneh harap maklum,, authornya juga aneh… *PLAKK/

  5. ahahahaha.. parahhh lucunyaa.. mantranya kok geje bgt, apalagi yg jing gobang gocir itu. hoahahaha..

    duh, kurang panjang ni author. saya masih haus bacanya.. hbsnya trakhir update kan uda lama banget.. *plakk uda untung diupdate*

    ditunggu klanjutannya. smoga jaejoong cpt sembuh *gorok taeyeon*

  6. Author spesialis bikin mantra,kakakakakak^^
    ampe lupa ma crita sblm2Na,yg nyantol cm mantra mantraNa. . .hihihi

    Jae kgak bkalan mati,kgak bkalan!!!*reader kPeDe-an*hohoho

  7. Ha..ha..ha.. aq mpe g’ isa b’enti ktwa gara2 tu mantra ha..ha..*ktwa guling2 dlantai smbil pegangin perut* sumpah lucu bget !! Author emg jago dah, 1 jt jempol bwt author * pinjem jempol cassie’s*

  8. mantra nya parah!
    apalg yg pertma ntuh!
    d bb2 msng2 da yg q ska tau!
    iseng bngd sh lu thor,pda brantem kan…
    hahaha…
    tpi,kren…
    muantapp dah…

  9. Halo, met siang. salam kenal, yak ^^.
    Aq brsn aja tau ttg Yunjae. ya ampuunn.. kmn aja slama ini kok br tau ada couple sekiyut itu? haha…
    Aq suka bgt sm ff mb ^^. asli, seru bgt critanya. bnr2 imajinasi yg tinggi, salut aq mb :D. btw aq baca The Kingdom series ini kok ga komplet, ya? chapter2 awalnya mana? please.. aq penasaran bgt, pgn tau gmn Yunho prnh kali ktemu Princess Jaejoong ^^.
    Mksh sblmnya, mb ^^.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s