MY ALL IS IN U Part3

Image and video hosting by TinyPic

Part 1 Part2

Cast :

Kim Youngwoon [Kangin SJ], Park Jungsoo [Leeteuk SJ], Lee Donghae [Donghae SJ]

Park In Hyeong [OCs], Lee Sarang [OCs]

“Baru beberapa minggu” ucapku. Aku duduk disebelah Jungsoo Oppa, dia masih melihatku.

“Kau tahu siapa Youngwoon?” tanyanya, aku tertunduk dan diam.

“Aku sudah tahu semuanya dari Youngwoon Oppa.” Ujarku setelah beberapa menit aku dan Jungsoo Oppa diam.

“Youngwoon cerita apa padamu?”

“Cerita tentang kau, Sarang Unnie, dan Youngwoon.”

“Kau tak membencinya sama sekali?” Tanya Jungsoo Oppa, aku melihat Jungsoo Oppa, bagaimana aku bisa membenci Youngwoon sementara dalam masalah ini Jungsoo Oppa dan Sarang Unnie yang sudah menyakiti Youngwoon.

“Entah berapa lama setelah kau dan Youngwoon kenal, kau berubah In Hyeong. Kau jadi sering bohong pada Oppa dan Sarang.”

“Maafkan aku jika aku sering berbohong Oppa.” Ujarku.

“Boleh Oppa tahu apa yang diceritakan Youngwoon padamu?” Tanya Jungsoo Oppa.

“Semua yang terjadi Oppa. Mulai dari kau dan Sarang Unnie yang berpacaran sampai akhirnya kalian menikah.”

“Youngwoon juga cerita dia dan Sarang?” Tanya Jungsoo Oppa, pertanyaan itu membuatku muak, bagaimana bisa Jungsoo Oppa menanyakan hal yang benar-benar menyakiti Youngwoon.

“Sudahlah Oppa, kau tak puas merebut Sarang Unnie? Biarkan aku membahagiakan Youngwoon!!” ucapku yang sudah tak sabar menahan basa-basi Jungsoo Oppa, Jungsoo Oppa melihatku.

“Merebut? Apa yang diceritakan Youngwoon padamu?” Tanya Jungsoo Oppa tak mengerti, atau pura-pura tak mengerti, aku menarik tangan Jungsoo Oppa keluar kamarku.

“Keluarlah!! Besok aku harus sekolah, aku ingin belajar!!” suaraku meninggi. Jungsoo Oppa diam didepan pintuku, masih didalam kamarku. Jungsoo Oppa berjalan kearah meja belajarku dan menggeledah tas sekolahku.

“Mana ponselmu?” Tanya Jungsoo Oppa, aku mendatangi Jungsoo Oppa dan mengambil ponselku yang sudah ditangannya. Jungsoo Oppa melihatku. “Berikan ponselmu pada Oppa.” Pinta Jungsoo Oppa. Aku menggeleng, Jungsoo Oppa menyerangku, mengambil ponselku di tanganku. Jungsoo Oppa mencoba melepas tanganku yang menggenggam erat ponsel itu.

“Lepaskan Oppa!!!” teriakku, menjauh dari Jungsoo Oppa yang terus mencoba merebut ponselku, Jungsoo Oppa memelukku erat, tangannya masih mencoba mengambil ponselku.

“Ooppaa!! Lepaskan!!” suaraku mulai parau, karena air mataku mulai turun. Tubuhku mulai lemas, Jungsoo Oppa berhasil mengambil ponselku, aku hanya bisa menangis lemas. Aku terduduk disamping kasur, dengan air mataku yang membasahi wajahku.

Jungsoo Oppa berjongkok di depanku, mengusap air mataku.

“Oppa hanya tak mau kau kenapa-kenapa In Hyeong.” Aku sesengukan, Jungsoo Oppa mengangkatku keatas tempat tidur.

Sarang Unnie masuk kedalam kamarku membawakan minum, mungkin tadi suara teriakkanku terdengar sampai bawah.

Jungsoo Oppa mengusap air mataku, merapikan rambutku yang berantakan menutupi wajahku, lalu mencium keningku.

“Ponselmu akan Oppa simpan, lusa kau akan pulang. Kau akan tinggal bersama Appa dan Omma” ujar Jungsoo Oppa. Aku kaget mendengar perkataan Jungsoo Oppa, “Oppa..” ujarku masih sesengukan, Jungsoo Oppa keluar kamarku, aku kembali menangis, Sarang Unnie memelukku, menenangkanku.

Jungsoo’s POV

Aku keluar kamar In Hyeong, karena aku tak kuat menahannya, aku tak bisa melihatnya menangis, namun aku harus melakukan ini, aku tak ingin dia mengetahui siapa Youngwoon. Aku mencari kontak Youngwoon di ponsel In Hyeong. Ah! Dapat!! Aku mengeluarkan ponselku dan memencet nomor Youngwoon.

Usai menyimpan nomor Youngwoon, aku menelpon Donghae, agar besok menemani In Hyeong di rumah, rencananya aku tak akan membiarkan In Hyeong keluar rumah, bahkan sekolah. Aku benar-benar tak ingin Youngwoon bertemu dengan In Hyeong.

Morning, at Jungsoo’s home.

Aku melihat In Hyeong turun dari kamarnya, matanya terlihat bengkak, pasti semalam dia masih melajutkan tangisnya.

“In Hyeong, ayo makan dulu. Unnie siapkan susu coklat kesukaanmu, Sarang menyambut In Hyeong, namun In Hyeong menampik tangan Sarang. In Hyeong melewati belakangku, aku menahan tangannya.

“Duduklah.” Ucapku singkat, In Hyeong melepaskan tanganku kasar, namun aku berhasil meraihnya lagi. Aku menarik tangannya agar duduk. Suasana sarapan pagi ini benar-benar dingin karena sikap In Hyeong, biasanya dia yang lebih dulu menggoda, namun kini, melihatku dan Sarang saja dia sudah tak mau.

“Hari ini kau tak usah turun sekolah. Oppa akan mengurus kepindahanmu.” Ujarku, pelan. In Hyeong melihatku, aku mengelus kepala In Hyeong, namun dia menampik tanganku kasar, dan langsung berdiri.

“AKU INGIN SEKOLAH, JIKA KAU TAK INGIN MENGANTARKU AKU BISA NAIK TAKSI!!” ujarnya, apa yang dia katakan tadi? Kau? Aku ini Oppanya kenapa dia menjadi seperti ini? Youngwoon!!! Pasti karena Youngwoon

“In Hyeong… jangan berbicara seperti itu pada Oppamu.” Ujar Sarang menenangkan In Hyeong, mungkin dia kaget karena baru pertama kali In Hyeong membentakku seperti ini.

In Hyeong menatap Sarang, lalu pergi keluar rumah. Aku mengejar In Hyeong.

“Masuk kekamarmu sekarang.” Ujarku, menarik tangannya.

“Aku tak mau!!” ujarnya, dia memberontak, dan mencoba melepaskan tanganku. Aku mencengkram kedua tangannya dengan satu tanganku, dan mengangkatnya masuk kedalam kamarnya. In Hyeong terus meronta, berteriak, dan menangis. Aku benar-benar tak sanggup melihatnya dalam keadaan seperti ini. Karena Youngwoon!!

Aku meletakkan In Hyeong di ranjangnya. Tangisannya menguras seluruh tenaganya, sekarang dia hanya bisa menurutiku. In Hyeong bisa berubah menjadi orang yang sangat rapuh saat menangis.

Aku duduk di sampingnya, memeluknya dan menenangkannya.

“In Hyeong, kau tahu. Youngwoon bukanlah seperti yang kau pikirkan. Dia bukan orang baik.” Ucapku membuyarkan suara tangis In Hyeong.

“Oppa memang  tak tahu apa yang Youngwoon ceritakan padamu, namun perasaan Oppa, Youngwoon menceritakan hal yang sebaliknya bahkan lebih buruk.” Ujarku, menyibakkan rambut In Hyeong yang menutupi wajahnya. Aku melihat Sarang masuk kedalam kamar In Hyeong, membawa air minum, lalu berdiri di belakangku, mengelus pundakku, memberikan kekuatan padaku untuk mengatakannya.

“Mungkin Youngwoon bercerita kalau Oppa telah merebut Sarang, namun itulah sebaliknya yang terjadi pada Oppa. Youngwoon berusaha keras mendapatkan Sarang. Padahal Youngwoon tahu saat itu Oppa dan Sarang saling mencintai. Bahkan saat Oppa dan Sarang menikahpun, Youngwoon masih berusaha merebut Sarang. Dan saat itu Youngwoon menggugurkan kandungan Sarang.” Jelasku melihat In Hyeong yang masih sesengukan. Aku membaringkan tubuh In Hyeong.

“Oppa yakin kau tahu siapa yang benar In Hyeong. Kau sudah dewasa kan?” ujarku, mengelus rambut In Hyeong. Sarang membantuku melepas sepatu In Hyeong, dan duduk di sampingku.

Hampir setengah jam, aku dan Sarang saling melihat, terdiam, dan hanya ada sesengukan dari sisa-sisa tangis In Hyeong. Aku melihatnya. Tertidur pulas. Dia selalu seperti ini saat kecil, saat harus menidurkannya, aku harus membuatnya menangis dulu, mungkin dia tertidur karena kelelahan menangis.

“Kau akan kesekolah In Hyeong?” Tanya Sarang saat aku dan dia keluar kamar In Hyeong.

“Ne. aku akan menemui Youngwoon.” Ucapku.

“Kau harus ikut jagi.” Ajakku. Sarang melihatku bingung. “Bukankah kita sudah lama tak jalan bersama?” godaku, memainkan alisku.

“Yobo!! Kau ini!! Selesaikan dulu masalah In Hyeong.” Ujarku, “Kita bisa menyelesaikan bersama kan?” tanyaku. Sarang tersenyum, lalu pergi dari hadapanku. Aku tahu, waktu aku bercerita, pasti dia sakit, pasti aku membuka luka itu lagi?

“Jagi…” godaku, saat Sarang sedang ganti baju. Aku memeluknya dari belakang.

“Hm…” Sarang melihatku.

“Mianhe.” Ucapku pelan, mengecup bibir kecilnya.

“Gwenchana, yobo.” Ujarnya tersenyum.

“Tenanglah, kita bisa punya anak lagi kan?” tanyaku, tersenyum nakal pada Sarang. Sarang tertawa kecil dan mengangguk. Suara bel diluar terdengar, aku melepaskan pelukanku dan keluar.

Donghae sudah datang, aku menyuruhnya masuk dan duduk sebentar.

“In Hyeong sedang tidur diatas, dia kelelahan setelah menangis. Tunggu saja, sebentar lagi dia akan bangun.” Ujarku.

“Mwo? Pagi ini dia menangis lagi?” tanyanya, aku hanya mengangguk.

In Hyeong’s POV

Aku terbangun dari tidurku. Badanku lelah sekali, aku mencoba mengambil air minum di atas meja kecil dekat ranjangku.

“PPRRAAANNKK!!!” gelas itu jatuh, tersenggol tanganku.

“In Hyeong, kau tak apa-apa?” suara namja, tapi bukan Jungsoo Oppa. Sepertinya Donghae. Dia menanyakan keadaanku, namun dia masih di depan pintuku dan belum membuka pintuku.

Dia mengetuk pintu kamarku, dan kembali bertanya keadaanku. Aku membiarkannya, dan membereskan pecahan gelas di lantai.

Saat aku menyentuh kaca itu, Donghae kembali mengetuk pintu kamarku cukup keras membuatku terkejut dan mengenai pecahan kaca itu di jariku. “Auu!!!” teriakku, saat aku tahu jariku berdarah.

Aku membuka pintu, wajah tampan itu tampak panic.

“Kau tak apa-apa?” tanyanya, clingukan kedalam kamarku. Aku menggeleng. Aku merasakan perih di jariku, jadi aku melihatnya. Donghae yang melihat jariku, langsung memegangnya.

“Mwo? Kenapa? Apa yang tadi pecah? Kenapa bisa berdarah? Kau ingin bunuh diri? Apamu lagi yang luka?” pertanyaannya bertubi-tubi membuatku beberapa kali membatalkan keinginanku menjawab pertanyaannya.

“Kau itu, aku hanya terluka kecil, kenapa bertanya banyak sekali?” tanyaku, tanpa persetujuanku, Donghae memasukkan jari telunjukku kedalam mulutnya, menghisap darahku. Dia menghisapnya sangat hati-hati.

“Darahnya sudah tak keluar.” ucapnya, lalu tersenyum, aku melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Bantu aku membereskan gelas.” Ucapku. Donghae pergi mengambil sekop dan sapu kecil, lalu masuk kedalam kamarku.

“Pakai ini, jangan pakai tanganmu, atau kau akan terluka lagi.” Ujarnya memberikan sapu dan sekop padaku, aku mengambilnya.

“Sini.” Ujar Donghae, mengambil sekop dan sapu yang sudah berisi pecahan kaca, aku membiarkannya dan mengikutinya dari belakang.

Donghae meletakkannya ditempat sampah.

“Okey.” Ujarnya kecil, menepuk tangannya. Donghae melihatku dari atas sampai bawah.

“Kau tak sekolah?” tanyanya, aku menggeleng.

“Aku tak dibolehkan keluar oleh Jungsoo Oppa.” Ujarku pelan.

“Oia, sedang apa kau disini?” tanyaku, “Kau? Hei, aku ini hampir seumuran Oppamu, harusnya kau panggil aku Oppa juga.” Ujarnya, ekspresi wajahnya lucu.

“Ah, baiklah Donghae. Aku akan memanggilmu Oppa.” Ujarku.

“Ya! Kenapa didepan masih ada namaku saja? Panggil aku Donghae Oppa.” Ujarnya, lalu pergi keluar dapur.

“Ah!! Ayo pergi.” Ujarnya, lalu menarik tanganku, aku tetap diam ditempat dan menahan tanganku.

“Aku tak boleh pergi oleh Jungsoo Oppa.” Ujarku memelas. Donghae Oppa tersenyum, “Kalau denganku?” tanyanya. Aku terdiam, Donghae Oppa menarik tanganku dan menyeimbangkan dengan langkahnya.

Aku masuk kedalam mobil Donghae.

“Bisa kau nyalakan musicmu Oppa? Rasanya sunyi sekali.” Saranku, Donghae mengangguk

“Kau bisa menyalakan sendiri kan?” tanyannya balik. Aku mengangguk.

Kucari DVD-nya dan kutemukan, kudengar Donghae Oppa juga menyukai Super Junior. Aku memutar repackage 4jib SJ. Aku melihat Donghae sedikit tersenyum saat music awal bermain.

“Kau menyukainya juga?” tanyanya, aku hanya mengangguk dan melihatnya.

Aku menyanyi bersama Donghae Oppa, dia pintar sekali saat bagian rap, tiba-tiba Donghae Oppa memberhentikan mobilnya.

“Ayo turun.” Ajaknya, aku melihat keadaan sekitar, sepi sekali. Aku jadi agak takut dengannya.

“Kajja In Hyeong!!” ajaknya, berteriak, lalu mengambil bola basket di tengah lapangan. Dia suka bermain basket…

Aku menghampiri Donghae, dia menaikkan sebelah alisnya dan langsung mengerti maksudnya ingin bermain basket.

Donghae mendrible bola berwarna biru itu, dan memainkannya, mencoba mendekati ring diatasku. Aku mejaganya merentangkan tanganku, sedang yang satunya mencari celah agar bola itu dapat kuraih.

Gerakan Donghae cepat sekali, belum sempat aku mengambil bolanya, dia sudah melompat menuju ring dan memasukkan bolanya.  “Sllup!!” suara bola masuk ke dalam ring. Donghae tersenyum padaku memainkan kedua alisnya.

Donghae kembali mendrible bolanya, dan kali ini aku berhasil mengambil bola itu dari Donghae, aku berlari menjauh dari ring dan melakukan three points, namun sayang Donghae membaca gerakanku, dan berlompat mengambil bolanya. “Aish!!” ucapku melihatnya yang lagi-lagi tersenyum.

Donghae berlari kepinggir lapangan, dan duduk dikursi. Aku melihat jam tanganku. Dua jam penuh aku bermain dengan Donghae, namun kini nafas Donghae sudah tak teratur, dia kelelahan.

“Ya!! Kau lelah!!” tanyaku setengah berteriak. Donghae mengangguk. Aku tertawa kecil melihatnya kelelahan, lucu sekali.

Setelah puas bermain basket, Donghae mengantarku pulang.

Author POV

“Kau masih marah dengan Jungsoo?” Tanya Donghae mendadak saat mereka berdua di dalam mobil

In Hyeong membuang wajahnya keluar, Donghae tersenyum kecil melihat tingkah In Hyeong

“Kau juga marah dengan Sarang?” Tanya Donghae lagi, melihat wajah In Hyeong yang berubah suntuk

“Tak bisakah kau tak ikut campur urusan keluargaku?” Tanya In Hyeong pelan, namun tak menatap Donghae.

“Kau tak tahu kejadian sebelumnya kan? Kenapa cepat sekali memutuskan kalau Oppa dan Unniemu itu yang bersalah? Atau karena Youngwoon yang lebih dulu bercerita padamu? Atau karena Youngwoon adalah orang yang kau cintai?” Tanya Donghae menyendeerkan tubuhnya di tempat duduknya

“Benarkah? Benar!! Aku tak tahu yang mana yang benar, aku hanya mendengar cerita Youngwoon dan aku langsung mempercayainnya” gumam In Hyeong

“Bisa kau ceritakan padaku apa yang Youngwoon ceritakan padamu?” Tanya Donghae sesaat setelah mereka terdiam didalam mobil.

Donghae mendengarkan dengan baik-baik, dia menghentikan mobilnya, dan juga mematikan musiknya, hanya suara In Hyeong yang dia dengar.

“Hm.. baiklah, aku tak memihak siapapun dalam hal ini, kau tahu, aku, Jungsoo, Sarang dan Youngwoon adalah teman dari SMA. Bahkan kau tahu, aku sahabat Youngwoon…” ujar Donghae, wajahnya sangat tenang saat dia mengatakan itu, seperti air mengalir, dia tak terbawa emosi.

23 thoughts on “MY ALL IS IN U Part3

  1. hohoho mkin rumit aja jln ceritax
    tpi smakin lama makin seru
    bnr2 klo jdi in hyeong pasti bingung mo percaya ama siapa
    aigo hae so sweet bnget mo ngibur inhyeong

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s