WATCH OUT…HE IS A BAD BOY !!! [part 2]

Hehehe… author lupa buat nerusin ff ini,, untung tadi malem abis silaturahmi inget  langsung ngebut buat deh ^^

Author mau ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN yaa… maafin author kalo punya salah ^^

skalian mau promosi nih

silakan masuk ke page fb SUPERNOVA fans Indonesia yaaa >> http://www.facebook.com/pages/Stargaze-Indonesia-supernova/149412955087565?ref=ts

[part 1]

Langsung aja baca part kedua yaaa……

Cast :

– yamaguchi aya

– park geonil

– kim sungje

– other cast

Disclaimer : this is my fanfiction,,DO NOT HOLINK AND COPY PASTE MY FANFICTION!!

~HAPPY READING!!!~

**********************************************************************

Pagi-pagi sudah kudengar ribut-ribut dari ruang kerja sungje. Aku mengintip dan tak kusangka ternyata eunsuh ada di sana dengan wajah yang berantakan. Kulihat sungje akan menampar eunsuh. Aku harus segera menolongnya!

“hentikan!”

Semuanya menatapku

“apa-apaan kau sungje?!! Berani-beraninya kamu memukul pengawalku!”

“aku tidak akan memukul eunsuh kalo saja dia g mengenal geonil. Aku takut kalo mereka merencanakan sesuatu yang membahayakanmu!” sungje membela diri

Kulihat eunsuh menunduk

“benarkah yang dikatakan sungje?” tanyaku ke eunsuh yang menunduk dengan pipi memerah dan rambut berantakan. Eunsuh menggeleng

“kamu jangan bohong!” bentak sungje membuat eunsuh semakin ketakutan

Aku melotot ke arah sungje membuatnya memalingkan muka ke arah lain. Dia tak berani menatapku

“apa alasanmu menuduh eunsuh?!” tanyaku ke sungje

Dia melihatku sekilas dan sok sibuk dengan kertas-kertas di mejanya “dia mengenal geonil. Kamu tau khan kalo geonil telah berusaha untuk membunuhmu”

Aku mengangguk “itu khan sudah satu bulan yang lalu! Mungkin saja geonil sudah tidak merencanakan apapun lagi!”

“kamu tidak tau betapa bahayanya seorang geonil! Dia mungkin sekarang tidak melakukan apapun tapi dia sekarang sudah merencanakan sesuatu untuk membahayakanmu dengan menyuruh eunsuh memata-mataimu!”

Aku g percaya. Aku segera menarik eunsuh keluar dari ruangan itu dan pergi ke kamarku yang ada di lantai 2

Di sana aku langsung menghakimi eunsuh

“eunsuh, jujur padaku. Apa kamu benar mata-mata geonil?!”

“aggessi tidak mempercayaiku?!”

Aku menggeleng “aku bukannya g mempercayaimu. Hanya saja aku takut kalo apa yang dikatakan sungje benar”

Eunsuh menghela nafas “sungje-ssi terlalu melebihkan. Dia sama sekali tidak tau siapa geonil yang sebenarnya”

“apa kamu tau siapa dia?”

Eunsuh terdiam. Kalo sudah seperti ini dia bakalan diam seribu bahasa dan itu artinya aku g bisa mengorek lebih dalam soal geonil darinya

**********************************************************************

“heh, kau cewek ganjen!”

Aku menoleh mendengar seseorang berteriak di dekat telingaku saat aku sendirian di kantin. Ternyata sudah ada sekitar 5 cewek berdandan sedikit urakan berdiri di belakangku. Salah satu cewek itulah yang berteriak padaku. Sepertinya dialah ketua dari mereka

“kamu bertanya padaku?” tanyaku bingung karena saat itu yang ada di dekat mereka hanya aku dan mereka sedang menatapku sinis. Ada masalah apa?

“yaiyalah, kalo kamu g menganggap diri mu kambing ahahahaa” ucap ketua itu sambil tertawa diikuti semuanya. Apa c mau mereka?!

“ada apa?”

Si ketua itu mencibir sambil mendekat “lho,mana bodyguard mu? Biasanya kamu khan selalu dikawal sama bodyguard cewek itu. Mana?!”

“dia lagi ketemu sama seseorang di luar. Sebentar lagi juga balik. Ada masalah apa?” aku mulai ketakutan karena melihat tampang mereka bahkan aku mencium alcohol dari mulut mereka

“ahahaha ternyata orang kayak dia takut juga sama kita!” teriak c ketua itu ke pengikutnya, aku sebut mereka pengikut karena mereka sama sekali tidak melakukan apapun tanpa suruhan dari orang yang aku anggap ketuanya

Tiba-tiba dia mendorongku hingga membuatku tersungkur dan menabrak meja di dekatku. Darah segar keluar dari hidungku yang terbentur oleh pinggiran meja. Ketua itu memerintahkan pengikutnya untuk mengangkatku dan menyeretku pergi. Tak ada yang berani melawan mereka. Sepertinya mereka genk paling ditakuti di sini. Aku benar-benar tak bisa berbuat apapun karena saat ini kepalaku pusing dan mataku buram setelah terbentur tadi. Eunsuh, dimana kamu? Aku butuh kamu sekarang!

“masukkan dia!” perintah ketua itu samar-samar terdengar. Aku benar-benar lemas

Tiba-tiba tubuhku di dorong dan jatuh tersungkur.

BLAM….

Kurasakan pengap, gelap dan bau di sana. Aku butuh beberapa saat untuk mengontrol diri ku untuk sadar. Setelah sadar aku baru tau kalo aku sekarang berada di gudang. Gudang yang bau dan sepertinya jauh dari keramaian karena di luar tak kudengar keramaian sedikitpun. Kalopun ada itu jauh dari sini. Matilah aku. Mana hape ku ada di tas dan tas itu jelas-jelas ada di kantin. Semoga eunsuh segera menyadari kalo aku hilang dan langsung mencariku

Tapi aku g bisa tinggal diam. Aku harus keluar dari sini. Kudengar suara cit-cit si tikus-tikus di sekelilingku

“hyaaa…..!!!!!!!” aku teriak sekencang mungkin karena kudengar suara-suara itu semakin mendekat. Mampus!!!

“tolong!!! Tolong!!!! Tolong!!!” kugedor-gedor terus pintu yang tebalnya sekitar 5 cm meski telapak tanganku memerah

Tiba-tiba…

“siapa di dalam sana?” ada orang! Syukurlah…..

“aku!!! Tolong aku!!! Aku terkunci di sini!” teriakku supaya dia mendengarnya

Kudengar ceklak ceklik di luar sana. Apa dia mau membukanya??? Ya Tuhan tolong aku… aku akan sangat berterima kasih pada orang yang telah menolongku. Dan aku akan berjanji akan menjadikan dia sodara angkatku kalo dia cewek, kalo dia cowok… mana mungkin aku jadikan dia tunanganku, aku khan sudah punya sungje! Yasudah, kalo dia cowok aku akan penuhin segala permintaannya. Aku janji!

Sedetik setelah aku ucapkan janjiku, pintu terbuka dengan paksa. Ada yang mendobraknya. Silau. Mungkin karena aku terlalu lama di sini dan banyak debu yang berterbangan membuatku susah melihat orang di depanku

“gwaenchana yo?” tanyanya. Sepertinya… aku kenal suara itu!

Mataku melebar saat menyadari bahwa yang menolongku adalah… GEONIL!!!

OMO, eotthokae!!! Apa aku harus melaksanakan janjiku? Ah biarkan saja, toh dia g tau janjiku kok

Dia tiba-tiba mendekat. Aku reflek menjauh, takut dia macam-macam. Tapi dia malah semakin dekat dan memegang tanganku

“YA! Jangan pegang-pegang!” bentakku. Dia hanya tersenyum. Manis.

“calm down. Aku Cuma mau ngobatin luka di hidung dan pelipis kamu aja” ucapnya santai sambil mengambil sesuatu di tasnya “ini” dia menyerahkan saputangan warna biru laut “untuk hidungmu. Sepertinya hidungmu lukanya parah. Sebaiknya kamu segera ke dokter. Untuk sekarang kamu hentikan dengan saputangan itu” aku mengikuti sarannya dan dia menutupi luka di pelipisku yang berdarah dengan hansaplas

“sudah. Lain kali hati-hati ya…” aku mengangguk sambil menundukkan wajahku. Aku tak berani menatapnya

“aggessi!!!” itu suara eunsuh. Syukurlah dia segera datang. Paling g aku g lama-lama bersama geonil di tempat sepi seperti ini

Eunsuh datang bersama 2 pengawal. Dia terlihat panic

“aggessi, gwaenchana yo??” Tanya nya panic sambil memeriksa badanku. Aku mengangguk “gwaenchana yo” ucapku menenangkannya

“syukurlah. Aku udah kuatir banget waktu dengar aggessi hilang”

“eunsuh-ssi, lain kali jaga dia baik-baik. Kudengar dia tadi diganggu cewek-cewek berandalan itu. Jauhkan dia dari mereka, jangan sampai dia diganggu lagi oleh mereka. Terlalu berbahaya!”

Eunsuh nurut. Dia mengangguk “algeopseumnida, geonil-ssi”

Eunsuh segera membawaku pergi dari sini bersama pengawal-pengawal itu. Kesal juga, punya banyak pengawal tapi mereka sama sekali g jagain aku. Huft gaji buta!

“eunsuh-ssi…” panggil geonil saat kami sudah satu meter berjalan

“nee?” eunsuh menoleh

“Bisa kita bicara?”

“tentang apa?” Tanya eunsuh

Geonil sekilas memandangku. Aku langsung mengalihkan pandanganku. Sepertinya eunsuh paham dengan jalan pikiran geonil “oh, nee… aggessi, ke mobil dulu saja nanti saya segera menyusul”

Aish,, apa yang mereka bicarakan?!!

Samar-samar kudengar pembicaraan mereka

Geonil : eunsuh-ssi, kita harus bertindak cepat sebelum banyak orang yang mendekati dia!

Eunsuh : lalu kita harus bagaimana?

Geonil : kamu terus bersama aya! Jangan kau lepaskan dia! Arra?!

Eunsuh : *mengangguk* nee geonil-ssi. Kalo begitu saya permisi dulu

Eunsuh berlari ke arahku. Apa-apaan ini! Mereka barusan membicarakanku! Apa yang mereka rencanakan?!!!

**********************************************************************

Menyebalkan! Gara-gara masalah kemaren eunsuh dinonaktifkan jadi pengawalku. Hari ini pengawal penggantinya nyebelin pula. Diam aja, garang pula tampangnya, mengerikan!

Aish, mana aku harus ke perpus pula! Aku khan benci perpus! Kalo bukan gara-gara suruhan Kim seongsaenim buat nyari buku soal music literatur mana mau aku ke sini! Sendirian pula di perpus yang besar dan tinggi, menyeramkan!!!

Mana lagi nih buku?!!! Dari tadi aku cari kok g ada!!

OMO! Ada siapa itu?! Aku langsung sembunyi saat tau ada orang di pojokan. Aku takut kalo itu ternyata….hhiii….

Kucoba lihat lagi, memastikan apa itu beneran ‘itu’, kalo iya aku bakalan lari sekencang-kencangnya keluar dari ruangan ini!

Lho… itu khan….

Tampan… damai.. tenang.. sepertinya dia terlihat asyik dengan buku yang dibacanya sampai-sampai dia tak sadar untuk duduk di bangku di sebelahnya. Dia berdiri bersandar di jendela. Kulihat dia dari samping. Mempesona…

Tiba-tiba…..

Aku kehilangan keseimbangan! Dan tak pelak membuat buku yang aku jadikan pegangan ikut terjatuh diikuti buku-buku lainnya yang menimbulkan suara gaduh. Terdengar bisik-bisik menyalahkanku. Aish…

Dia, dia menoleh!! Dia jalan. Mendekat! Mampus!

“aya-san? Gwaenchana yo?” tanyanya. Dia memanggilku dengan sebutan san?! Aku mengangguk sambil membereskan buku-buku yang berserakan

Dia ikut membantu meletakkan buku-buku itu ke tempat semula hingga semuanya kembali seperti semula

“aya-san mencari apa?”

Aku mencari-cari buku terdekat dan segera mengambilnya “ini!” jawabku pasti dan berusaha tenang

Dia melebarkan matanya yang sipit “ini?” tanyanya heran. Aku mengangguk pasti

“bukannya aya-san kuliah di jurusan modern music? Tapi kok malah ambil buku kedokteran? Soal anatomi sex?” ucapannya membuatku segera melihat buku yang aku ambil tadi. Aish… knapa aku ambil buku aneh ini?!!! Bisa curiga dia ntar. Aku harus berkelit!

“memang kalo aku kuliah di jurusan music g boleh baca buku kayak gini?”

Dia menggeleng “bukannya gitu, Cuma aneh aja kalo ada anak jurusan music baca buku-buku kayak gini. Mungkin buat referensimu menikah nanti ya?”

Aish..orang ini!! Jangan bikin pikiran ku tambah kotor!!!

“bukan urusanmu!” aku segera pergi dari sana sebelum dia semakin membuatku malu oleh ucapannya. Dia terkikik.

Huft… jantungku berdegup kencang! Apa-apaan ini?!! Pasti gara-gara buku ini!

Knapa juga aku bisa ketemu sama orang itu! Kalo sungje tau bisa gawat nih.

Tapi kok aku sama sekali g merasakan kalo dia berbahaya? Apa itu taktik nya supaya aku g curiga?

Aish aku bingung!!!!

*****************************************************************

Hyaaa aya bingung!!!!

Author juga bingung!!! Reader bingung g???

Jangan lupa comment n like nya yaa ^^

7 thoughts on “WATCH OUT…HE IS A BAD BOY !!! [part 2]

  1. yang diri lagi baca itu geonil bukan sih onnie???
    pict-nya ga kliatan di kompi aku nih gara2 modemnya udah lemot,,
    hmm,, biar bingung tapi makin seru,,,,
    jangan lama2 ya onnie lanjutnya,,
    oia,, yang FF-nya onnie yang agessi vs bodyguard ko ga lanjutin onnie??

  2. cat : iyaaa saya selaku author pun bingung enak nya geonil itu jahat atau g ya ahahahaa

    kim kyutoothyun : iyaa itu geonil!!!!
    siip,,, doain aja aku lancar bikin nya yaaa
    hehehee yang eggessi vs bodyguard itu aku belum lanjutin soalnya itu khan rencana nya mau keroyokan sama temen ku ternyata temen ku g bisa jadi nya ya terpaksa aku harus terusin ceritanya itu ^^
    dan sekarang aku lagi belum dapet feel nya
    sabarr yaa….

    Aru : SIAP!!!!!!!!

Leave a Reply to kyuhyunnia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s