MY ALL IS IN U Part2

Image and video hosting by TinyPic

Part 1 Part3

Cast :

Kim Youngwoon [Kangin SJ], Park Jungsoo [Leeteuk SJ], Lee Donghae [Donghae SJ]

Park In Hyeong [OCs], Lee Sarang [OCs]

In Hyeong’s POV

Aku memasuki kamarku, menghindar dari godaan Jung soo Oppa, dia selalu saja menggodaku saat aku bersama namja. Tapi kali ini dia benar, Youngwoon memang namjachinguku, aku menatap  diriku di cermin, mendekatkan wajahku  dan melihat bibirku, ah, Youngwoon baru saja mengambil first kiss-ku. Aku masih tersenyum sipu sendiri, membayangkan saat bibir Youngwoon menyentuh bibirku.

Entahlah, apa Jungsoo Oppa akan membiarkanku berpacaran dengan teman sekolahnya dulu?

At School

“Sulli-ah, cepat” ucapku, saat Sulli masih mengganti baju atasannya dengan baju olahraga, aku melihat keluar ruang ganti, Youngwoon seperti sibuk mencariku, matanya sudah memencar keseluruh sudut sekolah, hari ini kelasku yang berolahraga.

Setelah Sulli mengganti bajunya, kami keluar murid-murid sudah banyak yang berkumpul di luar. Aku setengah berlari menuju ke tengah lapangan.

“Ya!! Kalian yang terlambat, sekarang lari sepuluh putaran lapangan ini!!!” suara Youngwoon terdengar marah, padahal  hanya terlambat 5 menit saja. Murid-murid yang terlambat sudah mulai berlarian, Sulli menarik tanganku, “Ayo!! Nanti Youngwoon Songsaenim bisa lebih marah” ujarnya pelan. Aku berlari melewati Youngwoon, tatapannya tak biasanya, terlihat wajahnya sangat marah, kenapa dia?

Baru tiga putaran, tapi kenapa perutku benar-benar sakit, ah!! Aku tak bisa menahannya, Sulli terus berlari, aku berhenti berlari dan memegangi perutku, benar-benar sakit!!!

“In Hyeong-ah, kau tak apa-apa?” Tanya Sulli,

Aku menggeleng, “Perutku sakit sekali Sulli..” ucapku, aku meringis dan terduduk karena tak tahan. Kini aku benar-benar terduduk di saat anak-anak masih berlari.

“Kenapa kau?” Tanya seseorang, aku mendongakkan kepalaku, Youngwoon berdiri di depanku, “Perutku, sakit sekali” ucapku merintih, “Lanjutkan larinya.” Ucap Youngwoon datar, aku mendongak kaget, Youngwoon tega padaku, bukankah aku kekasihnya?

“Tapi, ak..” “Lanjutkan sekarang, atau hukumanmu akan ditambah!” ucapnya setengah teriak, sebelum aku menyelesaikan ucapanku. Aku berdiri dengan masih memegangi perutku, aku mencoba berlari namun tak bisa, perutku serasa terus disilet saat aku bergerak, “Ya!! In Hyeong-ah!!! Berlari, bukan berjalan!!!” teriak Youngwoon, aku berlari dengan masih memegangi perutku, tapi sakit sekali, mungkin ini titik klimaks sakitku, aku tak bisa menahannya lagi, aku terjatuh lemas , tiba-tiba semuanya gelap, aku hanya mendengar Sulli memanggil namaku, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Aku membuka mataku, kuraba di mana aku berada, tanganku merasakan sesuatu, tangan seseorang menggenggamku erat, aku melihat tangan itu, Youngwoon. Aku masih merasakan sakit di perutku.

“Apa hukumanku akan ditambah?” tanyaku. Youngwoon tersenyum kecil, dan mengelus rambutku.

“Mianhe. Aku terlalu keras tadi” ucapnya, “Berapa hari kau tak makan jagi?” tanyanya lembut, aku berfikir sebentar, dan benar-saja, kemarin aku hanya makan pagi dan malampun aku hanya beberapa suap.

“Maagmu kambuh kan?” tanyanya, perhatiannya benar-benar berbeda dengan sifatnya barusan. Aku mengangguk. “Mianhe.” Ucap Youngwoon lagi, aku tersenyum dan mencoba duduk, kurasakan seperti ada silet yang menggores bagian perutku, aku memegangnya, Youngwoon membantuku duduk dan memposisikan bantal agar tersandar di punggungku, lalu dia duduk di samping kakiku.

“Kenapa kau sangat perhatian padaku?” tanyaku, melihatnya. Dia tertawa kecil, lalu mencubit pelan pipiku, “Karena kau adalah kekasihku, yang sangat kucintai” ucapnya.  Aku mencoba tersenyum, tapi ini terlalu sakit, aku masih memegangi perutku.

“Kau harus makan” ujar Youngwoon. Aku merogoh kantong celana olahragaku, dan lagi,lagi aku tak membawa uang. Youngwoon tertawa, “Kau mau ramen?” tanyanya, dia tahu makanan kesukaanku, aku langsung mengangguk. “Kajja!! Di apartemenku masih ada persediaan ramen” ujarnya. “Kau tak papa jika pulang?” tanyaku, Youngwoon menggeleng.

Aku menurunkan kakiku dan memakai sepatuku, mencoba berjalan mengikuti Youngwoon, namun rasa sakitku tak bisa berkompromi, aku terjatuh, untung Youngwoon menangkapku. “Aku tak bisa jalan.” Ucapku, Youngwoon langsung menggendongku, “Oh! Oppa, apa tidak apa-apa, nanti kalau…” “Sstt!! Tak apa, tenanglah.” Ujarnya memotong bicaraku.

Keluar dari ruangan itu, beberapa siswa memperhatikan kami, aku menahan sakitku, “Sulli-ah, tolong kau ijinkan In Hyeong, bilang kalau dia sakit, ambilkan tas In Hyeong juga yah” ucapnya saat bertemu Sulli, Sulli mengangguk.

Sesampainya di dalam mobil, Youngwoon mendudukan ku di jok depan

“Kau tak apa-apa? Wajahmu pucat sekali” ujar Sulli memberikan tasku. Aku menggeleng. “Maagku kambuh, tapi ini tak akan lama, tenanglah.” Ujarku.

Aku melihat Youngwoon yang sedang memasakan ramen untukku, aku agak aneh melihatnya seperti itu, mengerjakan pekerjaan rumah.

“Hm.. wanginya sedap, kau pintar memasak Jagi.” Ucapku menatapnya, Youngwoon hanya tersenyum.

Aku menikmati ramen buatan Youngwoon, sesekali dia mengelus rambutku.

“Bagaimana? Sudah tak sakit?” tanyanya, aku menggeleng, setelah aku memakan habis ramen buatan Youngwoon yang enak itu.

“Oppa, boleh aku Tanya sesuatu?” aku melihatnya mengangguk.

“Aku kekasihmu yang keberapa?” tanyaku pelan, dia memperlebar senyumnya, namun dari raut wajahnya mendadak sedih.

“Kedua”ucapnya, “Mwo?” tanyaku agak kaget. Youngwoon memperlihatkan eye smilenya, dia tertawa kecil, dan mengacak rambutku.

“Siapa pacar pertamamu?” tanyaku lagi, “Namanya Sarang, Lee Sarang.” Ucapnya pelan, aku tersentak kaget dengan ucapannya barusan. Lee Sarang, aku tak salah dengar, aku terdiam “Apakah Sarang… “ “Iya, Sarang istri Oppamu” ucapnya sebelum aku selesai bicara.

“Kau masih mencintai Sarang Unnie?” tanyaku, Youngwoon meraih tanganku dan menggenggamnya.

“Itu sudah hampir 5 tahun lalu, jadi aku sudah tak ada rasa sama sekali dengan Sarang, lagipula…” Youngwoon terdiam dan melihatku, “Lagipula?” aku menyambung ucapannya, Youngwoon mencubit pelan pipiku, “Aku sudah memilikimu sekarang, Jagi”ucapnya pelan.

“Jadi bagaimana bisa Jungsoo Oppa menikah dengan Sarang Unnie?” tanyaku.

“Kau sudah baikan? Aku antar pulang sekarang.” Ujarnya langsung mengalihkan pembicaraan, aku menarik tangan Youngwoon

“Bisa kau ceritakan padaku?” tanyaku, Youngwoon terlihat berfikir, aku mengeratkan genggamanku di tangan Youngwoon. “Kau janji tak akan membenciku atau siapapun?” tanyanya, aku bimbang, apa yang akan di ceritakan Youngwoon, kenapa dia bertanya seperti itu? Aku mengangguk perlahan.

“Pacar pertamaku adalah Sarang, dan begitu juga Sarang, aku pacar pertamanya. Aku dan Jungsoo dulu bersahabat, bahkan saat Sarang menjadi kekasihku,  Jungsoo yang membantuku mendapatkan Sarang. Awalnya aku tak tahu, bahwa mereka menjalin hubungan di belakangku, sampai akhirnya aku tahu, aku bertanya pada Sarang, apakah dia akan memilihku, atau Jungsoo.”

“Lalu?” tanyaku saat Youngwoon berhenti bercerita. Youngwoon menghembuskan nafasnya dan kembali bercerita.

“Sarang memilih Jungsoo” “Tapi kenapa?” tanyaku, aku sedikit kecewa dengan Sarang Unnie.

“Saat itu, Sarang bilang Sarang sudah… mengandung anak Jungsoo…” ucap Youngwoon, perkataannya sangat hati-hati, mungkin dia takut aku tersinggung, karena berbicara tentang Oppa.

“Anak??” aku sedikit bingung. “Tapi mereka berdua belum punya anak Youngwoon?” tanyaku lagi.

“Yah!! Itulah bodohnya aku, ternyata mereka berdua membohongiku. Sarang dan Jungsoo sudah saling menyukai sejak lama.” ujarnya

“Tapi sekarang kau mencintaiku ‘kan?” tanyaku mengalihkan pikirannya. Youngwoon melingkarkan tangannya kepinggangku.

“Aku tak akan melakukan kesalahan dua kali untukmu, mungkin Tuhan sudah mengatur semua ini, agar aku bisa bersamamu” ucapnya, mendongak melihatku, aku tersenyum dan mengecup kening Youngwoon.

Jungsoo’s POV

Aku kembali melihat jam tanganku, dan sudah hampir satu jam aku di depan sekolah In Hyeong. Kemana anak itu, ponselnya tak aktif, dia juga tak keluar dari sekolahnya. Aku memutuskan keluar dari mobil dan masuk ke dalam sekolah In Hyeong.

Kulihat di lapangan basket di mana In Hyeong sering bermain basket, hasilnya nihil. Kulanjutkan kekelas In Hyeong, tetap saja tak ada. Aku menelpon Sarang, mungkin saja In Hyeong sudah pulang, tapi hasilnya tetap sama, Sarang malah bertanya sebaliknya padaku. Aku cari kekantin, ke perpustakaan dan ke UKS tetap tak ada hasilnya.

“Jungsoo Oppa?” ujar seorang dari belakangku, seperti suara Sulli, aku melihatnya.

“Sulli, kau melihat In Hyeong?” tanyaku, aku melihat ekspresi wajah Sulli yang bingung.

“Katakan di mana In Hyeong?” tanyaku lagi, kekhawatiranku tak bisa kututupi. Sulli terlihat gugup dan makin bingung.

“Sulli…” suaraku melemah. Sulli melihatku, “Oppa, In Hyeong tadi siang sakit, dan…” suaranya terhenti, aku kaget mendengar In Hyeong sakit, apa maag-nya kambuh?

“Sakit? Maag-nya?” tanyaku, aku memegang pundak Sulli, dia hanya mengangguk.

“Lalu kemana In Hyeong?” tanyaku, menguatkan peganganku di pundak Sulli. Sulli tertunduk, ada sesuatu yang disembunyikan.

“In Hyeong di bawa kerumah namjachingu-nya.” Ujar Sulli, Mwo? Jadi benar In Hyeong punya kekasih??

“Siapa? Dimana?” tanyaku, aku makin tak sabar. “Kekasih In Hyeong salah satu guru di sekolah.” Ujar Sulli pelan.

“Mwo?? In Hyeong berpacaran dengan guru?? Siapa itu??” tanyaku.

“Guru olahraga yang mengajar In Hyeong basket. Kim Youngwoon” ujarnya.

“Dimana rumah Youngwoon? Kau tahu Sulli?” tanyaku. Namun Sulli hanya menggeleng.

Aku membawa Sulli kerumahku, dan meminta keterangan tentang hubungan In Hyeong dan Youngwoon.

“Mwo? Jadi selama ini In Hyeong sudah sering ke rumah Youngwoon??” Tanya Sarang, yang juga sedikit terkejut karena In Hyeong membohongiku dan Sarang. Sulli hanya mengangguk. Sulli terlihat merasa bersalah, namun dia juga agak takut.

“Ini tak bisa didiamkan!! Youngwoon!! Kenapa harus Youngwoon!!” sesalku, Sarang mengelus pundakku, “Tenanglah…” ujarnya.

In Hyeong’s POV

Aku berdiri di balkon dorm Youngwoon, udaranya dingin, karena hujan. Aku memeluk tubuhku, anginnya kencang, membuat bulu kudukku berdiri.

Youngwoon memelukku dari belakang, tubuhnya yang besar membuat tubuhku hangat. Perlahan, Youngwoon mendekatkan bibirnya mencium keningku,aku tersenyum kecil, namun bibirnya makin turun, dan kini bermain di leherku, membuatku lebih merinding. Youngwoon membalikkan tubuhku, tanpa melepaskan ciumanya dari leherku, Youngwoon terus merambatkan bibirnya.Aku baru benar-benar merasa tubuh Youngwoon besar, saat aku di dalam pelukannya. Aku menggeliat karena bibir lembab Youngwoon.

“Yongwoon..” ujarku, menahan bibir Youngwoon menciumku lagi. Youngwoon melepaskan bibirnya, aku melepaskan pelukan Youngwoon dan pergi dari hadapan Youngwoon.

Youngwoon mendatangiku di sofa, dan duduk di sebelahku. Aku menyalakan TV dan menyandarkan kepalaku di lengan atas Youngwoon yang memanjang di sofa.

“Bagaimana aku bisa pulang? Deras sekali.” Ujarku memindah-mindah saluran TV yang kucari.

“Aku akan mengantarmu, tunggu reda sedikit.” Ujarnya, aku mematikan TV dan memeluk Youngwoon, menghangatkan tubuhku.

Youngwoon mulai mencium rambutku lagi, perlahan Youngwoon memulai aksinya lagi. Youngwoon mulai menciumi keningku, menunduk agar mencapai wajahku, bibirnya mulai menuju bibirku, aku mendongak karena ciuman hangatnya. Youngwoon terus memberikanku kehatangatan lewat ciuman dan pelukannya. Youngwoon merebahkan tubuhku di sofa panjangnya dan kini dia tepat di atasku,tanpa melepaskan bibirnya yang terus melaju keleherku, sementara tangan Youngwoon kurasakan membuka seleting jaket olahragaku, tak semuanya, namun cukup membuat Youngwoon melihat mulusnya payudaraku yang masih tertutup braku.

Suara telepon Youngwoon terdengar, Youngwoon menghentikan aksinya dan melihatku, “Angkat…” ucapku, Youngwoon turun dari atasku dan mengambil teleponnya.

“Yobseo.” Suara Youngwoon. Aku duduk dan menutup seletingku. Youngwoon duduk di sampingku dan memberikan telepon itu padaku, pasti Sulli.

“In Hyeong-ah, tadi Jungsoo Oppa mencarimu. Dia terlihat khawatir.” Suara Sulli.

“Ah, aku lupa. Aku tak menghidupkan ponselku. Lalu kau bilang apa?” tanyaku.

“Aku bilang, kau diantar kerumah sakit bersama Youngwoon.” Ujar Sulli.

“Aish!! Pasti Jungsoo Oppa khawatir padaku Sulli.”

“Tentu saja. Cepat pulang sekarang In Hyeong.” Suara ini, Jungsoo Oppa? Bagaimana bisa Jungsoo Oppa.

“Oppa…” aku membuka mulutku berbicara pada Jungsoo Oppa

“ne, kau baik-baik saja kan?”suara Jungsoo Oppa benar-benar terlihat kalau dia sangat khawatir.

“Ne Oppa. Aku baik-baik saja.”

“Pulanglah, hari sudah sore.”

“Ne.” ucapku, lalu menutup teleponnya. Aku melihat Youngwoon.

“Tak apa, aku akan mengantarmu.” Ujarnya, lalu mengacak rambutku lembut.

Aku pulang diantar Youngwoon, sesampainya didepan rumah, Youngwoon memaksa masuk kedalam rumahku, katanya dia akan bertemu Jungsoo Oppa.

“In Hyeong.” Suara Jungsoo Oppa terdengar, Jungsoo Oppa langsung mendatangiku yang berjalan bersama Youngwoon.  Jungsoo Oppa langsung memelukku erat.

“Kau tak apa-apa kan? Tak ada yang sakit?” ujar Jungsoo Oppa melepas pelukannya dan memeriksa tubuhku.

“Aniyo. Aku baik-baik saja Oppa.” Ujarku. Jungsoo Oppa melihat Youngwoon, begitu juga Youngwoon.

“Annyong Jungsoo-ah.” Youngwoon membuka suara, tersenyum.

“Ya!! Youngwoon-ah!!” Jungsoo Oppa menyambut senyuman Youngwoon mereka berdua lalu berpelukan. Ekspresi mereka sama sekali seperti tak pernah bermasalah.

“Kau kekasih In Hyeong?” Tanya Jungsoo Oppa, aku sedikit tersentak mendengar pertanyaan Jungsoo Oppa. Youngwoon mengangguk.

“In Hyeong” suara Sarang Unnie keluar dari rumah, dan langsung memelukku.

“Ayo masuk.” Ujar Sarang Unnie menuntunku masuk tanpa melepas pelukannya.

Saat aku masuk kedalam rumah, aku melihat Sulli duduk di sofa, aku langsung duduk disebelah Sulli.

Aku melihat Sarang Unnie keluar menemui Jungsoo Oppa dan Youngwoon.

“Maafkan aku In Hyeong…” Sulli membuka suara. Aku melihat Sulli yang menunduk.

“Aku juga yang salah, karena tak memberitahu Jungsoo Oppa lebih dulu Sulli. Aku yang harusnya minta maaf karena aku membawamu dalam masalah ini.” Ujarku. Aku menggenggam tangan Sulli meminta maaf padanya.

Aku dan Sulli mengobrol menunggu Sulli dijemput, hari sudah malam. Aku masuk kekamarku dan membersihkan diri.

“In Hyeong.” Suara Jungsoo Oppa terdengar, dia masuk kedalam kamarku, dan duduk di tempat tidurku.

“Berapa lama kau menjadi kekasih Youngwoon?” Tanya Jungsoo Oppa, Oppa melihatku aku tak bisa mengatakan bagaimana ekspresi wajahnya saat itu, ada ekspresi sedih, namun juga mengerenyitkan keningnya, alis tebalnya hampir menyatu.

to be continued…

14 thoughts on “MY ALL IS IN U Part2

  1. wow~ ternyata pacar pertama umma tuh youngwoon ajuhssi toh…
    *ngelirik umma* wkwkwk~
    onnie,, untung aku lg ga puasa X(
    adegan ITUnya aturan banyakin tuh #PLAK hahahaa
    lanjuuuut~
    kirain appa bakal marah”.. ternyata malah langsung peluk”an gitu XD…

  2. @Leena : hahaha.. iia lupa tadi ada kissue-nya :D

    @Fida : wkwkwk… demen yg kayak gitu juga ternyata..ckckck…

    @riskyunhyun : hehehe.. gumawo :D. hehehe,, gak ada NC kok. kan puasa cuy! ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s