WHITE ANGEL part 11/end

author by Sari Rahma aka Choi MyungAh

PART 11 (last)

“MWO???!!!” Sulli seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Bahkan kekagetan karena kedatangan Victoria dan Yoon Yang yang tiba2 saja belum reda, sekarang kedua wanita cantik yang beda generasi itu malah membawakan kabar yang paling dia tidak ingin terjadi pada unnie-nya, yaitu tertangkap.

“shung… shungmo jangan bercanda. Ba… bagaimana bisa unnie tertangkap? Lalu… kenapa shungmo malah keParis, bukan membantu unnie. KENAPA?” teriak Sulli yang histeris. Diapun terduduk dilantai yang dingin karena kakinya terasa lemas mendengar hal itu. Air mata terus saja mengalir deras dari mata indahnya. Victoria dan Yoon Yang diam saja, menunggu agar Sulli lebih tenang agar dapat menjelaskan kenapa mereka keParis bukannya membantu Myung Ah. Beberapa menit kemudian suara isak tangis Sulli pun mulai mereda, Victoria pun menghampiri Sulli kemudian berjongkok.

“Sulli, ini kemauan Myungie. Dia ingin shungmo dan Yayang pergi keParis dan membawamu pergi, dia takut kalau2 kyongcal Korea mendatangimu kesini. Shungmo juga sebenarnya berat meninggalkannya diKorea, tapi shungmo sudah berjanji padanya. Janji agar pergi dari Korea dan janji membawamu dari Paris dan bersembunyi sampai keadaan membaik. Shungmo harap kau dapat mengerti hal ini Sulli” jelas Victoria sambil memegang bahu Sulli.

“tapi unnie… dia… aku… hiks hiks hiks” lagi2 tangis Sulli pecah, Victoria pun memeluknya berharap dengan begitu kesedihan Sulli sedikit berkurang.

“Sulli-a, yakinlah bahwa Myungie unnie akan baik2 saja. Dan yakinlah bahwa kita akan bertemu dengannya lagi suatu hari nanti” ucap Yoon Yang yang juga memeluk Sulli.

“ne Yayang unnie. Aku percaya”

$$$

“oppa” ucap Myung Ah saat masuk kedalam kamar inap Joon.

“kakiku,,,, kaki kiriku tidak bisa digerakkan”. Myung Ah tidak menyangka kalau Joon bakal secepat itu sadar akan kaki kirinya.

“oppa” ucap Myung Ah lagi sambil duduk ditepi tempat tidur.

“angel… kakiku…”

“kaki kirimu sudah tidak berfungsi lagi oppa. Dikarenakan peluru itu memutuskan urat kakimu” ucap Myung Ah tertunduk.

“mwo? Tidak,,, tidak mungkin…. Jadi maksudmu aku cacat? Begitu?” Myung Ah tidak dapat berbicara. Matanya kembali mengeluarkan air mata. Melihat itu Joon sudah mendapatkan jawaban.

“AGGGRRRR” teriak Joon yang frustasi. Lalu sedetik kemudian diapun menangis.

“aku sudah tidak berguna lagi” ucap Joon tertunduk.

“apa yang oppa katakan? Aku,,, aku masih membutuhkanmu oppa. Aku mencintaimu” ucap Myung Ah seraya mengangkat wajah Joon agar sejajar dengannya.

“tapi aku cacat angel” ujar Joon lirih.

“oppa, aku tidak perduli itu. Aku mencintaimu apa adanya. Kumohon jangan menangis oppa,,, dan lagi kau masih bisa berjalan… urat yang putus sudah disambung lagi oleh dokter, tapi kemungkinan untukmu dapat berjalan lagi memang sangat kecil yaitu 10%.”

“jinja! Kalau begitu aku akan tetap berusaha agar aku dapat berjalan lagi dan…”

$$$

“ini”. Kyu Jong pun mengambil surat disodorkan Myung Ah padanya. Tapi walaupun begitu dia masih tidak mengerti.

“itu surat dari Yayang. Dia meninggalkannya sebelum pergi” jelas Myung Ah yang tau kebingungan Kyu.

“mwo? Pergi? Pergi kemana?”

“molla, aku tidak tau. Tapi dia berpesan padaku agar aku menyerahkan surat itu langsung padamu”

“mana mungkin kau tidak tau dia kemana! Ayo beritahu aku Myungie” ucap Kyu. Tapi Myung Ah hanya menggeleng.

“aku benar2 tidak tau Kyu-a. coba saja kau baca surat itu. Mungkin kau akan mendapatkan jawabannya”. Kyu pun menyobek tepi amplop dengan agak kasar kemudian mengambil surat yang ada didalamnya dan membacanya. Raut wajah Kyu awalnya tegang bercampur kecewa, lalu kemudian dia tersenyum.

“apa yang tertulis disana?” bingung Myung Ah melihat perubahan raut wajah Kyu.

“hmm, kau tidak boleh tau. Dan gomawo sudah mengantar surat ini padaku” ujar Kyu seraya beranjak dari duduknya meninggalkan Myung Ah dalam bingung.

‘aku akan selalu menunggumu pulang Jagiya. Na Do Saranghaeyo Yayang’ batin Kyu sambil memeluk surat dari Yoon Yang.

To My Lovely Kyu Jong Oppa…

Mianhe aku pergi tanpa mengatakan apa-apa padamu Oppa. Tapi percayalah ini juga bukan keinginanku, aku terpaksa pergi jauh darimu untuk sementara waktu. Dan aku yakin oppa pasti marah dan kecewa padaku sekarang karena aku pergi tanpa memberikan penjelasan. Tapi yakinlah aku mencintaimu Oppa, dan aku akan selalu menjadi milikmu. Aku juga tidak tau kapan aku bisa kembali ke Korea. Tapi aku berharap oppa bisa menunggu kepulanganku. Hanya itu saja yang bisa aku katakan padamu Oppa.

SARANGHAEYO KYU JONG OPPA…

1bulan kemudian…

Kelima yeoja cantik nan manis tengah duduk santai dicafe yang berada diarea sebuah rumah sakit yang cukup terkenal. Mereka disana karena ingin menjenguk seorang namja yang sedang mengikuti terapi, siapa lagi kalau bukan Joon. Joon sedang berjuang menyembuhkan kakinya seperti dulu lagi. Padahal siang itu tidak terlalu terik, tapi entah kenapa ada aura panas antara kelima yeoja itu…

“JINJAAA???!!!” keempat yeoja cantik itu nampak tidak percaya dengan pendengaran mereka. Akhirnya setelah rahasia itu disimpan dengan sangat rapi, hari ini yang dipilih Myung Ah untuk

Menceritakannya datang juga.

“coba ulang lagi… aku tidak salah dengarkan” ucap Yoochan yang masih tidak dapat mempercayai kata2 Myung Ah.

“Chan unnie, walaupun aku mengulangnya terus tetap saja mungkin kau tidak akan percaya. Tapi inilah kenyataannya, aku white angel” ucap Myung Ah sambil menunjuk dirinya.

“sepertinya aku bermimpi, ya tuhan tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini” ucap Hyunmi seraya memegangi kepalanya.

“aku tau reaksi kalian akan begini. Mianhe,,, jeongmal mianhe karena aku sudah menyimpan rahasia ini dari kalian” Myung Ah pun menundukkan kepalanya kearah ke4 yeoja yang masih saja shock.

“lalu? Kenapa sekarang kau mengatakannya pada kami? Kau sendiri juga tau kalau suami dan pacar kami adalah kyongcal?” ucap Seoyun mencoba tenang.

“hmm, aku berani jamin kalian tidak akan mengatakannya pada mereka. Lagipula itu sudah terlambat, karena malam dimana Joon oppa tertembak adalah malam aku tertangkap oleh mereka” ucap Myung Ah sambil tersenyum dan itu berhasil membuat ke4nya bertambah bingung.

“JINJA? Lalu kenapa kau masih bisa berkeliaran seperti ini?” Tanya Eun Hee tidak percaya.

“itu karena aku sudah membuat perjanjian dengan kepolisian. Makanya aku tidak didalam penjara”

“perjanjian?” Tanya Yoochan bingung.

“ne, perjanjian aku akan bekerja untuk kepolisian agar aku dan… Joon oppa tidak masuk penjara”

“MWO???” lagi2 mereka ber4 terkejut.

“me… memangnya Joon oppa juga terlibat?” Tanya Hyunmi seraya mengguncang-guncang tubuh Myung Ah.

“ne, Joon oppa adalah black devil. Lebih tepatnya black devil generasi kedua. Kami sama2 menggantikan generasi pertama” jelas Myung Ah.

“tap,,, tapi tunggu dulu. Bukankah kau takut dengan pistol? Tapi kenapa sekarang kau malah… aishh” ucap Eun Hee yang tak bisa melanjutkan kalimatnya.

“apa jangan-jangan waktu itu kau berpura-pura dan berbohong pada kami?” ucap Seoyun yang bahkan tidak mempercayai kata2 yang keluar dari mulutnya sendiri.

“ani. Aku tidak bohong waktu itu. Waktu itu aku memang sangat takut dengan yang namanya pistol. Kalian juga taukan, aku bahkan bisa pingsan kalau pistol ada didepan mataku. Tapi white angel pertama mengajarkanku untuk tidak takut pada pistol, dan bahkan mengubah ketakutanku menjadi kesenangan. Dia mengajarkanku cara menggunakan pistol sampai aku menjadi seorang penembak jitu. Dan dia jugalah yang membantuku menemukan pembunuh orang tuaku. Dan dengan tanganku sendirilah aku membunuh pembunuh itu. Lalu saat dia melihat aku mampu menjadi penembak jitu, diapun menanyakan padaku apa aku mau menjadi white angel menggantikannya atau tidak”

“lalu kau bilang mau?” Tanya Hyunmi.

“ne, aku mau. Aku sangat mau” jawab Myung Ah santai.

“dan setelah aku menceritakan ini, kalian ingin…”

“unnie akan tetap menjadi sahabatmu” potong Yoochan seperti tau apa yang akan dikatakan Myung Ah.

“mwo?”

“kau mau bilang kalau kami boleh tidak perduli lagi padamukan? Apa kau menghina unnie? Kita sudah menjadi sahabat lebih dari 6 tahun. Dari SMA, dan kau dengan mudahnya mau bilang ‘tidak usah perdulikan aku lagi’ begitukan?” ucap Yoochan sedikit meledek Myung Ah.

“kau memang sangat pandai membaca pikiranku unnie” puji Myung Ah.

“memangnya hanya kau saja apa yang mau tetap jadi sahabatnya, aku juga tau” seru Eun Hee.

“aku juga” sambung Hyunmi dan Seoyun bersamaan.

“tapi aku seorang criminal” ucap Myung Ah serius padalah bercanda.

“itukan terjadi 5tahun lalu, tepatnya saat orang tuamu meninggal. Jadi sebelum itu kau adalah sahabat kami, dan selamanya juga sahabat kami. Iyakan” kata2 Yoochan mendapat anggukan pasti dari Eun Hee, Hyunmi dan Seoyun. Air mata yang sedari tadi ditahan Myung Ah agar tidak keluar akhirnya keluar juga dengan derasnya.

“gomawo… jeongmal gomawoyo chingudeul. Hiks hiks hiks. Kalian memang sahabat yang paling baik yang aku punya hiks hiks hiks”. Mereka ber4pun memeluk Myung Ah bersamaan dan mencoba meredakan tangis Myung Ah.

“uljimma, kau itu jelek kalau sudah menangis” ledek Hyunmi.

“biar saja, yang jelas aku ingin menangis hari ini”. Semuanya tertawa mendengar kata2 Myung Ah.

“ah, apa ini?” ucap Eun Hee seraya menunjuk jari manis Myung Ah. Sebuah cincin dengan mata berlian terpasang dengan cantik.

“cincinnya cantik sekali” seru Hyunmi.

“jangan bilang ini dari Joon oppa? Apa dia sudah melamarmu?” terka Seoyun yang membuat wajah Myung Ah bersemu merah.

“jinja? Jadi dia benar2 sudah melamarmu?” Tanya Yoochan.

“ne”

“lalu jawabanmu?” jitakan pelanpun mendarat mulus dikepala Hyunmi.

“kalau dia sudah memakai cincinnya berarti dia menerima lamaran itu. Kau ini” ujar Eun Hee kesal. Myung Ah, Yoochan dan Seoyun pun tertawa melihatnya.

“sepertinya kau sudah mengatakannya pada mereka Myung Ah-ssi”. Suara itu sontak membuat mereka ber5 mendongak.

“OPPA” seru Yoochan melihat suaminya.

“ne, mereka sudah tau” jawab Myung Ah seraya menyeka air matanya.

“hmm, aku tau kau masih harus melihat perkembangan Joon yang mengikuti terapi. Tapi kami membutuhkanmu sekarang” ucap Yoochun hati2.

“ne, aku tau Yoochun oppa. Kkaja”

3tahun kemudian…

“MWO???!!! Kau jangan bercanda Myungie” seru Yunho mendengar kata2 Myung Ah.

“aku tidak bercanda. Aku akan buktikan kalau kali ini aku pasti bisa menangkap dia. Dan kalau aku berhasil menangkapnya. Kyongcalnim harus mau membebaskanku dan Joon oppa” ucap Myung Ah tenang seraya melipat rapi tangannya didada.

“apa kau lupa? Kau baru 2 bulan yang lalu keluar dari rumah sakit karena mencoba menangkapnya. Lebih baik urungkan saja niatmu itu” ucap Yunho seraya berjalan kearah Myung Ah.

“itu karena aku tidak melakukan perencanaan yang matang. Tapi sekarang aku yakin aku pasti bisa. Atau jangan2 kau takut kehilangan orang hebat sepertiku dan Joon oppa didevisimu. Iyakan?”

“kau boleh menganggapnya begitu. Yang jelas aku tidak mau membahayakanmu lagi”

“ya! sepertinya kyongcalnim ini kehilangan ingatan atau sudah pikun? Bukankan disurat perjanjian ditulis dengan jelas kalau aku bekerja dilapangan, bukannya dikantor. Jadi tentu saja itu akan membahayakan nyawaku. Sudahlah kyongcalnim, anda jangan aneh2 lagi. lagipula kalau aku sampai bisa menangkapnya, anda akan naik jabatan dan aku serta Joon oppa bebas dari kerjaan ini serta catatan criminal kami akan bersih. Bukankah kita sama2 untung? Tidak ada yang dirugikan”. Hening beberapa saat karena Yunho sepertinya masih menimbang-nimbang kata2 Myung Ah.

“bagaimana?”

“baik, aku setuju”. Senyum manis Myung Ah-pun mengembang sempurna.

“kali ini kau tidak akan kecewa kyongcalnim” ucap Myung Ah sebelum keluar dari ruangan Yunho.

“bagaimana?” Tanya Joon yang sedari tadi menunggu diluar. Terapi yang dilakukannya berhasil, dalam waktu 2 tahun kakinya sembuh total seperti dia tidak pernah mengalami lumpuh sementaranya itu.

“kyongcalnim setuju. Dia juga sudah menandatanganinya” ucap Myung Ah senang seraya menunjukkan berkas2 penjanjian baru antara mereka dengan Yunho.

“bagus! Kalau begitu, kali ini kita harus bisa menangkapnya. Dengan begitu kau tidak perlu lagi bekerja disini”

“mwo? Bukan aku saja, oppa juga”

“ani, setelah 1 tahun aku menjalaninya. Aku merasa menjadi kyongcal menyenangkan bagiku. Jadi aku akan tetap bekerja disini. Setidaknya nanti catatan criminalku akan bersih. Lalu, ahjumma, Yayang dan Sulli bisa kembali keKorea”

“jadi oppa sudah memutuskan akan menjadi kyongcal?”

“ne, wae? Kau tidak suka mempunyai naempyon seorang kyongcal?” *jiyeop ambil tali jemuran*

“aniyo. Aku suka, hanya saja aku tidak pernah berpikir oppa mau melanjutkannya. Ah, aku jadi rindu shungmo, Yayang dan Sulli karena oppa menyebut-nyebut mereka” ucap Myung Ah sedih.

“mereka juga pasti merindukanmu. Lalu bagaimana? Apa masih sering kontak2kan dengan mereka?”

“ne, tapi hanya bisa sebentar. Sekarang tepat 3 tahun aku tidak melihat mereka”

“kau tenang saja angel. Sebentar lagi kita pasti bertemu mereka”

“ne, oppa”

“kami akan ikut” seru Jaejoong seraya berjalan kearah Myung Ah dan Joon, dibelakangnya juga ada Yoochun, Changmin dan Kyuhyun.

“mwo?”

“ne, kami akan membantu kalian” ucap Yoochun seraya tersenyum.

“tidak usah”

“mwo? Memangnya kenapa Myungie?” Tanya Changmin bingung.

“aku tidak mau merepotkan oppadeul. Jadi kami akan melakukannya berdua saja”

“tapi bukankah lebih bagus kalau banyak orang” ucap Kyuhyun.

“ne, tapi oppa tau sendirikan, aku biasa bekerja sendiri atau berdua. Lagipula kalau kalian ikut dan nantinya ada yang terluka diantara kalian. Aku bisa merasa bersalah pada sahabat2ku”

“ne, angel benar. Kalian tidak usah khawatir, kami pasti bisa kali ini”

“kalau begitu, good luck”

$$$

“Myungie unnie, bogoshippo” ucap Sulli lirih seraya melihat keluar jendela. Hari ini tepat 3 tahun dia tidak bertemu dengan Myung Ah. Myung Ah pun hanya sesekali menelpon karena sibuk dengan pekerjaannya.

“aku juga merindukan Myungie unnie”. Ternyata Yoon Yang sudah pulang dari kuliahnya. Sulli hanya tersenyum.

“mana oemma?”

“shungmo sedang pergi keminimarket. Tadinya sich aku ingin ikut, tapi tidak boleh sama shungmo”

“tentu saja tidak boleh, kaukan sedang sakit Sulli. Dan sekarang lebih baik kau turun dari situ dan berbaring ditempat tidur sebelum oemma pulang” ucap Yoon Yang seraya melepaskan mantel yang dipakainya. Selama 3 tahun ini mereka akhirnya memutuskan menetap di Swiss. Setidaknya disana mereka tinggal diapartement yang dibeli oleh Myung Ah dan uang yang cukup dari tabungan Myung Ah yang ada di Swiss.

CEKLEK…

“annyeong” sapa Victoria seraya masuk kedalam apartement. Masing2 dari mereka memegang kunci.

“annyeong oemma. Biar aku bantu” ucap Yoon Yang seraya mengambil beberapa kantong belanjaan dari tangan Victoria.

“gomawo Yayang. Lalu bagaimaan keadaanmu Sulli? Apa sudah mendingan?”

“ne shungmo”

“baguslah, tapi kenapa wajahmu murung?” Tanya Victoria seraya berjalan kearah Sulli.

“biasa oemma, rindu sama Myungie unnie” jawab Yoon Yang yang sedang ada didapur.

“hmm, shungmo mengerti perasaanmu Sulli. Bersabarlah sebentar lagi, karena Myungie sedang mengusahakannya”

“jinja? Shungmo tau dari mana? Memangnya Myungie unnie menelepon?”

“ne, tadi saat shungmo diminimarket dia menelpon. Myungie bilang sebentar lagi kita bisa pulang ke Korea dan berkumpul lagi”

“oemma tidak bohongkan” ucap Yoon Yang yang berjalan kearah mereka karena mendengar akhirnya dia bisa pulang juga ke Korea.

“ne, dan setelah itu kau bisa bertemu lagi dengan Kyu”

$$$

Mobil yang dibawa Joon berhenti tepat didepan sebuah rumah tua yang sudah tidak ada penghuninya dan berada ditepi kota. Dari infoman Joon, penjahat yang akan mereka tangkap tengah bersembunyi dirumah itu.

“apa kau siap angel?”. Myung Ah menjawab dengan anggukan pasti. Karena misi ini untuk membebaskan mereka dari kerja rodi yang akan mereka lakukan bertahun-tahun, mereka pun hanya melakukannya berdua.

“kalau begitu, kkaja”. Keduanya pun keluar dari mobil bersamaan. Penjahat yang mereka buru bukanlah penjahat biasa. Dia adalah seorang teroris yang berasal dari Israel, dia sudah melakukan banyak sekali pemboman dikota2 besar diberbagai Negara yang tentunya selalu berhasil membunuh puluhan ribu nyawa. Jadi bukan hanya Korea saja yang mengejar-ngejarnya, tapi seluruh dunia.

“kita seperti white angel dan black devil lagi ya” ucap Myung Ah yang berjalan dibelakang Joon.

“ne, kita seperti bernostalgia, hehehe”. Mereka pun dengan hati2 melangkah maju. Mencermati sekeliling kalau2 nanti dia muncul tiba2. Saat berada didepan pintu, Joon pun membukanya secara perlahan agar pintunya tidak berdecit. Merekapun masuk dan melihat sekeliling, Joon pun memberi isyarat agar mereka berpisah dan memeriksa sendiri2. Myung Ah pun mengangguk seraya mengisyaratkan bahwa dia akan memeriksa dilantai 2, Joon pun memperbolehkannya. Myung Ah menaiki anak tangga yang terlihat rapuh itu secara perlahan sambil mendongak melihat keatas, takut kalau tiba2 saja nanti ada serangan mendadak dari atas. Dua buah pistol dalam keadaan siap memuntahkan pelurupun sudah ada ditangannya.

‘mana namja brengsek itu!’ umpat Myung Ah dalam hati. Karena dia, Myung Ah harus istirahat dirumah sakit selama 2 bulan gara2 perutnya tertembus peluru. Dengan terus berjalan pelan akhirnya Myung Ah tiba dilantai dua, tidak ada tanda2 kehidupan disana. Walaupun gelap dan hanya diterangi sinar bulan, Myung Ah masih bisa melihat keadaan sekelilingnya.

‘apa dia benar2 ada disini’ pikir Myung Ah melihat sekeliling. Tapi tiba2 saja matanya terbelalak saat melihat bom berukuran kecil menggelinding kearahnya. Sumbunya hampir habis, itu pertanda sebentar lagi bom itu akan meledak. Dengan cepat Myung Ahpun meloncat sebelum bom itu meledak.

DUAARRR… ledakan itu berhasil membuat Joon bingung plus panic. Diapun berjalan kearah ledakan dan melihat Myung Ah dilantai.

“ANGEL!”. Joon pun berlari kearah Myung Ah dan membantunya berdiri.

“angel, kau tidak apa2?”

“ne, untung saja aku melihat bomnya. Kalau tidak mungkin aku sudah mati” ucap Myung Ah seraya membersihkan bajunya yang terkena debu akibat ledakan tadi.

“kau yakin kau baik2 saja. Pasti ada yang sakit kan?”

“ne, tapi hanya sedikit oppa. Tidak parah. Ayo tangkap dia. Tadi aku juga sempat melihat bayangannya diatas”

“ne, kkaja”. Joon pun berjalan didepan Myung Ah. Belum sempat mereka naik tangga, bom pun sudah dijatuhkan lagi.

“OPPA, BOM!” dengan cepat Joon menarik tangan Myung Ah, berlari kearah dinding yang jaraknya agak jauh. Joon pun memeluk Myung Ah agar dia terlindung dari ledakan yang mungkin saja sekarang lebih besar dari yang pertama kali.

DUAARRR…

“sial, dia pakai bom. Bagaimana caranya kita mendekatinya sekarang?” gerutu Myung Ah.

“hmm, dia ada disebelah mana?”

“kalau aku tidak salah,,, sebelah sana” ucap Myung Ah seraya menunjuk langit2 lantai satu yang dekat dengan jendela.

“baiklah,,, angel, kau tunggu disini saja” perintah Joon seraya berjalan kearah jendela. Dia pun membuka jendela secara perlahan. Mulai memanjat dan sedikit mengintip saat dia hampir sampai dilantai dua. Terlihat dengan jelas olehnya teroris itu sedang tertawa karena berhasil membuat dirinya dan Myung Ah kewalahan.

“hahaha, aku tidak mungkin bisa kalian tangkap. Malah kalian yang akan mati ditanganku. Wahahahahaha” tawa teroris itu yang sekarang bahkan bisa didengar oleh Myung Ah yang berada dilantai satu.

“sepertinya kau yakin sekali ya” ucap Joon seraya mengarahkan mulut pistolnya kearah kepala sang teroris. Tawa teroris itupun hilang, diapun memutar tubuhnya dan mendapati mulut pistol sudah ada dikepalanya.

“dengan begini kau tidak akan bisa lagi memainkan bom2mu itu” ucap Joon seraya memasang borgol kekedua tangan teroris itu.

*

“kalian benar2 menangkapnya sekarang” ucap Yunho senang.

“ne kyongcalnim. jadi kami sudah bebaskan?” anggukan pasti dari Yunho sudah menjawabnya.

1tahun kemudian…

“aish, mana mereka” gerutu Myung Ah.

“angel bersabarlah” ucap Joon seraya mencium pipi Myung Ah.

“oppa,,, 4 tahun,,, 4 tahun aku,,,”

“ne, oppa tau. Tapi hanya tinggal menunggu beberapa menit atau detik saja apa sudah tidak bisa?”

“aish, akukan rindu sekali dengan mereka”

“apa aku terlambat?”. Mendengar suara itu sontak Myung Ah dan Joon berbalik.

“KYU-A!!!” seru Myung Ah saat melihat Kyu yang tersenyum kearahnya.

“kau tidak terlambat Kyu-ssi” jawab Joon.

“apa pesawat mereka belum sampai?”

“sudah, tapi mereka tidak juga kelihatan” gerutu Myung Ah.

“NUNA!” seru namja tampan seraya berlari kearah Myung Ah, dibelakangnya juga ada seoarang namja lagi.

“Minho-a! Siwon Oppa!” seru Myung Ah seraya berlari kearah mereka dan memeluknya.

“nuna, bogoshippo”

“na do Minho-a”

“bogoshippo Myungie”

“na do oppa”

“apa mereka sudah tiba?” Tanya Siwon setelah melepaskan pelukannya.

“ani” jawab Myung Ah seraya menggeleng.

“AH, itu mereka!” seru Joon yang membuat semuanya melihat kearah pintu keluar untuk para penumpang pesawat.

“UNNIE” ucap Yayang dan Sulli bersamaan seraya berlari kearah Myung Ah. Myung Ah pun merentangkan tangannya dan kedua dongsaengnya berhasil masuk kedalam pelukannya.

“unnie rindu kalian berdua”

“na do unnie, jeongmal bogoshippo” jawab Sulli seraya memeluk Myung Ah seerat-eratnya.

“OEMMA” seru Siwon dan Minho yang langsung berlari kearah Victoria lalu memeluknya.

“kalian juga menjemput oemma?”

“ne, bogoshippo oemma” ujar kedua namja tampan itu.

“na do” jawab Victoria seraya melihat wajah kedua anak lelakinya.

“shungmo”. Victoria melihat kearah suara dan mendapati Myung Ah dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.

“kemarilah” ujar Victoria seraya merentangkan tangannya. Myung Ah berlari dan langsung memeluk Victoria.

“aku rindu shungmo, jeongmal bogoshippo”

“na do Myungie. Apa Joon menjagamu dengan baik?”

“ne, Joon oppa selalu menjagaku”

“Yayang”. Yoon Yang terkejut mendengar suara seorang namja yang selama 4 tahun ini dirindukannya. Dia pun membalikkan badan dan mendapati Kyu sedang tersenyum kearahnya.

“OPPA”. Dengan mulus, Yoon Yang pun masuk kedalam pelukan Kyu.

“bogoshippo jagiya, jeongmal bogoshippo” ucap Kyu sambil memeluk Yoon Yang erat.

“na do oppa. Aku,,, aku tidak menyangka kalau,,, kalau oppa benar2 menungguku” ucap Yoon Yang seraya melepaskan pelukan dan melihat lekat wajah Kyu.

“mau bagaimana lagi, selama 4 tahun ini tidak ada yang mau denganku. Makanya aku menunggumu” canda Kyu yang berhasil membuat Yoon Yang tertawa kecil.

“karena itu kau harus tanggung jawab jagiya” sambung Kyu yang membuat Yoon Yang bingung.

“tanggung jawab?”

“ne, yaitu dengan cara…” kata2 Kyu terpotong karena dia mencari sesuatu dimantelnya.

“menikahlah denganku Choi Yoon Yang” ucap Kyu seraya berlutuk dan mengeluarkan kotak berwarna biru tua yang didalamnya terdapat cincin berlian. Yoon Yang benar2 tidak menyangka akan dilamar secepat ini oleh Kyu.

“Yayang, ayo jawab. Kyu-a sedang menunggu jawabanmu” ucap Myung Ah yang berhasil menyadarkan Yoon Yang dari kagetnya.

“hmm,,, aku tidak bisa,,,”. Seketika raut wajah semua orang terutama Kyu berubah bingung.

“ya! kenapa kau menolaknya?” seru Myung Ah kaget.

“ya! Myungie unnie. Aku belum selesai bicara kau malah memotongnya… hmm,,, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menolakmu oppa. Because you are my endless love”. Semua yang ada dibandara bersorak-sorai mendengarnya, ternyata sedari tadi mereka menjadi tontonan semua orang yang ada dibandara. Kyu pun tidak membuang-buang waktu, dia langsung memasangkan cincin tersebut kejari manis Yoon Yang.

“chukkae,,, chukkae,,, hmmp hmmp” tiba2 saja Myung Ah merasa ingin muntah. Diapun menutup mulutnya seraya menahan agar tidak ada yang keluar dari mulutnya.

“angel? Kau kenapa?” Tanya Joon yang melihat gerak-gerik Myung Ah yang aneh.

“a,,, aku tidak tau oppa. Tapi perutku tiba2 mual, hmmp hmmp”

“BAYI!” teriak Victoria tiba2.

“mwo?” itulah respon dari Myung Ah dan Joon.

“sudah berapa lama kau telat Myungie?”

“hmm, sekitar 3 bulan?” jawab Myung Ah yang masih tidak mengerti.

“Myungie, kau hamil” ucap Victoria yakin.

“MWO? HAMIL?” ucap Myung Ah dan Joon bersamaan.

“yeee! Aku bakal punya keponakan” ucap Sulli girang.

The End…

Gomawo udah baca FF saya dari awal ampe akhir ^^ *deep bow bareng semua cast*

Harap tinggalkan komentnya biar saya jadi lebih bagus lagi nulisnya,,,

KAMSAHAMNIDA ^^…

ANNYEONG

4 thoughts on “WHITE ANGEL part 11/end

  1. Chingu…hiks hiks tamat deeeeeh….
    tapi seneng, happy ending soalnyah…

    gak nyangka Joon mau jadi polisi…ow ow jadi inget pelem ny Vic Zhou yg Black n White *g nyambung :)
    Jiyeop g diceritain lg nasib ny chingu? he2 protes
    Teteeeeep adegan favorit aye mah adegan Kyujong +Yoon Yang

    boleh usul enggak, ntu terakhirnya agak ngegantung say, lebih enak sampe -“MWO? HAMIL?” ucap Myung Ah dan Joon bersamaan.- aja, gak perlu ditambahin sulli lg eheheheh….*jangan dianggep komen aye yang ini….

    overall, i like and enjoy the chapters, nice ff
    banyak karakter tp g bikin bingung, *walo pertama2 aye sempet kebalik antara Kyujong sama Kyuhyun :DD
    btw, ditunggu ff ny yg baru y chingu, fighting fighting!!!!

  2. @ almostdawn: hehehe, gomawo buat komentnya selama ini^^ *bow*…
    ne, itu emank sengaja dibuat gantung, kekeke
    soalnya ada sequelnya^^
    tapi masih dalam tahap pengerjaan^^…
    ntar bakal dipost kalo udah kelar^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s