WHITE ANGEL part 10

author by Sari Rahma aka Choi MyungAh

PART 10

“itu karena…” mulut Hyunmi dibekap oleh Eun Hee.

“ya! Kau lupa itu rahasia perusahaan” bisik Eun Hee sambil menatap tajam sang adik.

“ah, mianhe unnie. Aku lupa. Hehehe” ujar Hyunmi sambil senyum2 geje.

“mianhe oppa, kami tidak bisa memberitahukan alasannya, tapi itu benar2 mustahil” ucap Eun Hee sedangkan Hyunmi mengangguk yakin.

“kenapa tidak bisa? Dan kenapa dirahasiakan?” Tanya Changmin sedikit menuntut.

“pokoknya kami tidak bisa memberitahukan alasannya walaupun oppa mengancam” ujar Hyunmi yakin.

$$$$

“jawabannya?”

“tidak mungkin” sahut YooMinKyu. Mereka ber4 sebelumnya sudah sepakat akan menanyakan reaksi pasangan masing2 kalau tau Myung Ah adalah white angel. Tapi yang mereka dapatkan ternyata reaksi yang tidak diduga.

“kenapa mereka semua bilang tidak mungkin? Dan sebenarnya apa rahasia yang mereka simpan?” ucap Yoochun sambil mengelus-elus dagunya.

“yang jelas itu sangat berhubungan dengan Myung Ah-ssi” ucap Changmin sambil berdiri dan berjalan kearah jendela besar.

“Changmin-a, apa kau sudah mendapatkan daftar kegiatan direktur Go?” ujar Yunho yang tiba2 saja sudah berada didalam ruangan.

“ah, ne kyongcalnim. ini”. Changminpun memberikan selembar kertas yang berisikan kegiatan direktur Go selama seminggu kedepan. Yunho membacanya sambil sesekali mengangguk.

“lalu bagaimana denganmu Kyuhyun-a? apa ada sesuatu yang aneh?”

“ne, ada yang sedikit aneh. Myung Ah-ssi akhir2 ini selalu pulang cepat dan dia juga tidak pernah keluar rumah saat malam. Lampu dirumahnya juga akhir2 ini selalu hidup sampai tengah malam. kadang ada beberapa orang yang agak mencurigakan datang kerumahnya” jelas Kyuhyun dengan tampang seriusnya sedangkan yang laen hanya mendengar sambil sesekali mengangguk.

“kalau begitu, kita jadi sedikit punya keyakinan kalau Myung Ah-ssi adalah white angel. Terus awasi gerak-geriknya Kyuhyun”. Kyuhyun mengangguk mendengarnya.

$$$$

“unnie, apa aku harus kembali?” rengek Sulli.

“ne, tentu saja. Kau sudah 2 minggu di Korea. Kalau menambah hari libur, bisa2 kau dikeluarkan” ucap Myung Ah sedikit dingin.

“unnie, aku tidak bisa jauh darimu, dari Yayang unnie dan dari Victoria shungmo. Aku sekolah di Korea saja ya?” Sulli berusaha merayu Myung Ah.

“andwae. Kau harus tetap sekolah di Paris” ujar Myung Ah tegas. Sebenarnya dia juga tidak bisa jauh dari Sulli. Tapi dengan berada diluar negerilah Sulli bisa aman. Dia selalu berfikir, kalau dia tertangkap nantinya, bisa2 Sulli juga kena. Makanya dia memaksa agar Sulli mau sekolah di Paris.

“Yayang unnie. Ayo bujuk Myungie unnie. Aku tidak suka di Paris” sekarang Sulli merengek pada Yoon Yang.

“mianhe Sulli. Tapi kau tau sendiri kalau Myungie unnie paling tidak suka ditentang. Lagipula ini juga untuk kebaikanmu. Bersabarlah, toh tinggal 2 tahun lagi” ucap Yoon Yang menjelaskan. Ternyata Yoon Yang tidak bisa diajak kompromi, Sulli pun melirik kearah Victoria.

“shungmo juga tidak bisa membantu” ucap Victoria cepat karena tau Sulli akan merengek padanya.

‘aish, andai saja Joon oppa ada. Dia pasti bisa membantuku’ batin Sulli sambil cemberut.

“kalaupun ada Joon oppa disini. Aku tetap pada pendirianku” ucap Myung Ah yang tau apa yang dipikirkan Sulli.

“ya! Unnie jahat. Kenapa unnie memaksaku seperti ini!” mata Sulli mulai berkaca-kaca. Myung Ah mendekati Sulli dan mendekapnya.

“Sulli, unnie mohon menurutlah. Ini demi kebaikanmu juga. Dan seperti yang dikatakan Yayang, hanya tinggal 2 tahun dan kau boleh kembali ke Korea. Maukan?” ucap Myung Ah sambil menatap wajah Sulli. Terpaksa Sulli mengangguk karena dia paling tidak bisa melihat wajah memelas Myung Ah.

“anak pintar” Myung Ah pun kembali memeluk Sulli, dan sekarang lebih erat.

“unnie pasti akan merindukanmu. Jaga kesehatanmu. Kalau ada waktu, unnie akan pergi ke Paris untuk menemui”

“jinja? Unnie tidak boleh bohong”

“ani, unnie tidak bohong. Nah sekarang masuklah, bisa2 kau ketinggalan pesawat. Belajar yang benar ya” ucap Myung Ah sambil mendorong pelan tubuh Sulli kearah lorong menuju pesawat.

$$$$

“apa malam ini?”

“ne shungmo. Aku akan pergi dengan Joon oppa”

“ya! Jadi aku sudah digantikan?” Yoon Yang melipat rapi tanganya.

“yang benar itu, tugasmu menggantikan Joon lah yang sudah berakhir” ujar Victoria sambil mengacak-acak rambut Yoon Yang. Victoria pun keluar dari ruangan dan berjalan menuju dapur.

“tapi akukan masih ingin melihat Myungie unnie beraksi”

“sekarang sudah tidak boleh lagi Yayang. Lagipula firasatku sangat buruk akhir2 ini. Karena itulah aku tidak mau kau ikut”. Yoon Yang tidak mengerti maksud Myung Ah. Dia bengong sambil melihat Myung Ah yang sedang memeriksa senjatanya. Sesekali Myung Ah terlihat membersihkan senjata lalu memasukkan beberapa butir peluru.

“apa maksud unnie tadi?”. Myung Ah menoleh kearah Yoon Yang yang tampak bingung, dia tersenyum seraya berjalan kearah Yoon Yang.

“maksud unnie, unnie tidak yakin bahwa setelah malam ini masih akan ada yang namanya white angel”. Yoon Yang tampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Myung Ah, tapi Myung Ah malah tersenyum lalu mengacak-acak rambutnya.

“kenapa unnie bisa bicara seperti itu?” ujar Yoon Yang tidak percaya.

“hanya firasatku saja”. Myung Ah tersenyum manis sambil mengangkat bahunya. Yoon Yang membatu, tidak bergerak sama sekali.

“kau tenang saja Yayang. Kalau itu sampai terjadi, aku sudah menyiapkan semua yang diperlukan untukmu dan shungmo kabur dari Korea. Dan aku juga tidak akan menyangkutkan nama kalian nantinya” ucap Myung Ah sambil menepuk pelan bahu Yoon Yang lalu melanjutkan kegiatan dengan senjata2 manisnya. *author sarap*

“kau pikir yang membuatmu menjadi seorang white angel siapa?”. Terlihat Victoria sedang bersandar dipintu sambil memegang minuman kaleng.

“shungmo”

“kau pikir kalau hal itu terjadi aku akan meninggalkanmu begitu saja?”, terlihat Victoria sangat marah sekali.

“mianhe shungmo, tapi bukan itu maksudku. Aku hanya ingin shungmo dan Yayang hidup….”

“hidup dengan tenang sedangkan kau didalam penjara?” potong Victoria cepat. Myung Ah menunduk, dia benar2 tidak bisa menatap mata Victoria. Sedangkan Victoria menarik napas dalam2 dan mengeluarkannya perlahan agar dia menjadi lebih tenang sebelum berbicara.

“Myungie, akulah yang membuatmu menjadi seorang white angel. Akulah yang membuatmu menjadi mesin pembunuh. Akulah yang sudah membuatmu harus melihat kedua orang tuamu meninggal didepan matamu karena kesalahanku. Akulah…”

“shungmo… kematian kedua orang tuaku bukanlah salah shungmo. Tapi salah pembunuh bayaran yang sudah aku bunuh 4 tahun lalu dengan tanganku sendiri. Aku bisa melakukannya juga karena shungmo yang mengajarkannya padaku agar tidak takut dengan yang namanya pistol. Dan soal menjadi white angel, saat itu aku juga menginginkannya, aku sama sekali tidak pernah merasa terpaksa menggantikanmu shungmo. Dan lagi, itu adalah kesempatan bagus bagiku untuk menjadi seperti orang yang sangat aku kagumi. Aku senang shungmo. Aku senang menjadi white angel. Aku senang menjadi keponakanmu. Aku sangat senang, dan aku sangat menyayangimu juga Yayang. Dan karena keberadaanmulah aku bisa bangkit dari keterpurukan setelah oemma dan appa tidak ada. Shungmo, aku sudah menganggapmu seperti oemmaku sendiri. Aku…”

“sudah cukup Myungie” ucap Victoria sambil memeluk erat Myung Ah. Yoon Yang yang sedari tadi mendengarkan sekarang wajahnya sudah basah karena air mata.

“shungmo, berjanjilah padaku kalau itu benar2 terjadi shungmo dan Yayang akan pergi dari Korea. Pergi kenegara yang sangat jauh. Dan jangan lupa untuk menjemput Sulli, bawa dia juga. Aku ingin kalian ber3 aman. Untuk masalah Minho dan Siwon oppa, Joon oppa sudah mengurusnya. Yang jelas kalian semua akan aman” sambung Myung Ah seraya membalas pelukan Victoria, terlihat matanya juga sudah mulai berkaca-kaca.

“Myungie”. Victoria tambah memeluk erat Myung Ah, Yoon Yangpun ikut memeluk.

“unnie, kumohon jangan bicara lagi. kalau memang firasat unnie sedang tidak enak, kan bisa diundur” ujar Yoon Yang.

“tidak bisa Yayang. Ini tidak bisa diubah. Walaupun aku melakukannya besok atau lusa, tetap saja hatiku tidak tenang. Lagipula ini hanya untuk berjaga2”

$$$$

“kalian sudah siap?”

“ne kyoncalnim”. Malam ini mereka berjaga digedung perusahaan Dong Bang yang letaknya agak kepinggir kota. Anak buah juga sudah ditempatkan dibeberapa posisi yang strategis. Direktur Go juga sudah diungsikan, dengan begitu Yunho jadi lebih mudah menjalankan rencana.

‘semoga saja black devil juga ada’ terlihat devil laugh di bibir Yunho.

*

“bagaimana oppa?”

“dari info yang oppa dapat, malam ini dia akan terus berada dikantor”

“apa oppa yakin? Entah kenapa aku merasa benar2 tidak tenang” wajah Myung Ah terlihat pucat.

“kalau begitu kita tunda saja”

“ani. Kita tetap akan melakukannya malam ini. Tapi,,, kalau,,, hari ini kita berdua benar2 tertangkap…”. Kata2 Myung Ah terhenti karena Joon sudah membukam mulutnya dengan ciuman.

“kalau benar itu harus terjadi, aku akan tetap disampingmu angel” ucap Joon setelah melepaskan ciuman.

“oppa, gomawo, jeongmal gomawo karena selalu ada disampingku”. Joon tersenyum mendengarnya, seketika diapun mencium bibir Myung Ah secara kilat.

“ne, cheonmanyo angel. kkaja”. Merekapun mulai beraksi, Joon mengikuti Myung Ah dari belakang mengendap-endap kebelakang gedung. Karena disekeliling gedung itu tidak ada gedung pencakar langit, Myung Ah dan Joon terpaksa harus menyelinap masuk. Setelah berada dibelakang gedung, terlihat 2 orang penjaga yang sedang mondar-mandir. Myung Ah pun memberi isyarat pada Joon agar membereskannya. Joon pun mengangguk seraya berjalan kedepan Myung Ah dan mendekati ke2 penjaga.

“ya! siapa kau?” Tanya salah seorang penjaga seraya berjalan mendekati Joon dengan mengajungkan tangannya kehadapan Joon. Dengan cepat Joon pun menarik dan mempelintir tangan penjaga itu kebelakang dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain memegang dagu penjaga itu lalu memutarnya 90 derajat hingga patah dan penjaga itupun mati.

“ya! apa yang kau lakukan!” ujar yang satunya lagi sambil mengajungkan pistol kearah Joon. tapi gerakannya terhenti karena merasakan dinginnya besi yang menempel dibelakang kepalanya.

“jatuhkan senjatamu atau kau mati!” mendengar itu, penjaga itupun langsung menurutinya. Tapi…

“paboya” ujar Myung Ah sebelum menarik pelatuk pistolnya. Karena memasang alat peredam, suara tembakan itu tidak terdengar. Joon pun mulai mencari-cari kunci.

“dapat!” ucapnya seraya memperlihatkan beberapa kunci yang dikaitkan jadi satu. Merekapun mulai memasuki gedung sambil tetap mengendap-endap.

“ruangnya dilantai berapa oppa?” Tanya Myung Ah pada Joon yang berjalan didepannya.

“lantai 4”. Mereka terus saja berjalan sambil sesekali bersembunyi saat ada yang lewat.

“oppa yakin dia ada diruangannya?”

“ne”. Myung Ah pun membuka pintu dan terlihat YunJaeYooMinKyu sedang duduk santai, membuat Myung Ah dan Joon kaget.

“ya! siapa kalian!” ucap Yunho karena melihat 2 orang memakai topeng sedang berdiri diambang pintu sambil memegang pistol.

“ya! jangan2 mereka white angel dan black devil!” seru Changmin seraya berdiri dari duduknya dan mengeluarkan pistol.

“sial!” ujar Joon seraya menembak sembarangan sembari menarik tangan Myung Ah pergi dari sana.

“YA! MEREKA BENAR2 WHITE ANGEL DAN BLACK DEVIL! CEPAT KEJAR” teriak Yunho. YooJaeKyuMin pun langsung berlari keluar mengejar.

“ya! Mereka menuju kebawah, cepat kepung” ucap Yunho dengan headset yang menghubungkan dirinya dengan anak buahnya yang berjaga dilantai bawah. Joon dan Myung Ah berlari kearah tangga hendak turun kelantai 3, tapi ternyata anak buah Yunho juga sedang naik kelantai 4. Saat melihat kebelakang, terlihat YooJaeMinKyu sedang berlari kearah mereka.

“kesana!” ujar Joon seraya tetap menarik tangan Myung Ah.

DOR DOR DOR… anak buah Yunho menembak kearah Joon dan Myung Ah.

“larilah duluan. Oppa akan mengurus mereka dulu” ujar Joon seraya mendorong tubuh Myung Ah untuk naik tangga menuju atap.

“tapi,,,”

“tidak ada tapi2an angel. Ppali!” teriak Joon yang sontak membuat Myung Ah berlari menaiki tangga.

DOR DOR DOR,,, Joon balas menembak saat melihat anak buah Yunho mendekat kearahnya. 1, 2, 3, 4,,, 10 anak buah Yunho sudah mati.

“aish, dia berjaga disudut sana, membuatnya untung sedangkan kita rugi. Bagaimana ini Jaejoong hyung?” Tanya Kyuhyun yang berada didepan Jaejoong. Jaejoong berpikir sejenak, dan tiba2 terlintas ide gila dibenaknya.

“berikan itu padaku” ujarnya seraya menunjuk senjata yang dipegang salah satu bawahannya. Senjata yang dapat memuntahkan pelurunya 2x lebih cepat dari senjata api manapun. Jaejoongpun mengisi peluru full pada senjata itu lalu maju sambil terus menembak tanpa henti.

DOR DOR DOR DOR DOR,,,

“ya! Jaejoong! Kau benar2 gila” ucap Yunho kaget melihat Jaejoong yang maju sambil terus menembak.

‘setidaknya walaupun kena, dia bukanlah Myung Ah-ssi’ batin Jaejoong terus menembak.

‘aish, dia terus menembak. Aku jadi tidak bisa membalas’ gerutu Joon dalam hati. Diapun memilih untuk berlari kearah atap.

‘pasti angel sudah bersembunyi disana’. Joon terus berlari ditangga hingga dia sedikit tersungkur akibat peluru yang menembus pinggang sebelah kanannya.

“ARGHH”. Joon mencoba berdiri dan terus berlari.

“ya, mana dia?” ucap Changmin karena tidak melihat Joon.

“dia sudah lari kearah atap. Kkaja” ucap Jaejoong sambil berlari kearah tangga menuju atap.

*

Myung Ah baru saja sampai diatap, dia mencari-cari tempat untuk bersembunyi. Diapun akhirnya bersembunyi dibalik kipas besar yang ada disana. Seraya bersembunyi, Myung Ah mengisi semua pistolnya dengan peluru sambil sesekali melirik kearah pintu.

“mana oppa” ujarnya cemas. Tiba2 pintu terbuka dengan cara ditendang, terlihat Joon yang jalan dengan sempoyongan. Myung Ah tidak cemas karena melihat Joon yang baik2 saja walau berjalan agak sempoyongan.

‘pasti dia capek melawan polisi2 itu’ pikir Myung Ah. Joon terlihat celingak-celinguk sambil mencari tempat bersembunyi. Tapi terlambat,

DOR DOR DOR DOR… sekarang kaki sebelah kirinya yang terkena tembakan dari Yoochun. Myung Ah kaget, dia segera mengambil pistol dan mengarahkannya kearah pintu.

DOR DOR DOR,,, Myung Ah menembak sembarangan agar YooJaeMinKyu tidak kena.

‘oppa bertahanlah’ batin Myung Ah yang melihat Joon merangkak menuju tempat persembunyian yang dia pilih.

KLIK KLIK KLIK…*g’ tau bunyi pistol kehabisan peluru, hehehe XD*…. Peluru dikedua pistol Myung Ah habis.

“tembakannya berhenti, mungkin pelurunya habis. Kkaja!” ucap Yunho memimpin keluar dari pintu. Senjata mereka semua sudah siap siaga. Karena melihat darah yang berceceran ditanah, mempermudah Yunho dkk mengetahui tempat Joon bersembunyi. Mereka berjalan mengendap-endap mengikuti darah Joon. Myung Ah yang panic langsung mencari peluru.

‘aish, mana peluruku’ ujarnya seraya memeriksa kantong celana, tapi tidak ada satupun peluru yang dia dapatkan. Sementara itu Yunho dkk semakin mendekat kearah Joon yang sudah pasti tidak dapat melawan lagi. Dari jarak 15 meter, Yunho sudah dapat melihat sebelah kaki Joon yang tidak tersembunyi. Myung Ah dapat melihat senyum kemenangan dibibir Yunho. Pikiran bahwa Yunho akan menembak mati Joon membuat Myung Ah berlari kearah Joon.

“ANDWAEEEE” teriak Myung Ah seraya berlari kearah Joon dan memeluknya. Semuanya terkejut melihat aksi Myung Ah.

“JANGAN ADA YANG MENEMBAK” teriak Yunho.

“oppa! Oppa, bertahanlah” ujar Myung Ah seraya menutup luka Joon dengan kain sobekan dari baju yang dipakainya. Tapi walau begitu darah dari pinggang dan kaki kiri Joon tetap saja keluar dengan deras.

“angel” Joon memperlihatkan senyum termanisnya, berharap dengan begitu kecemasan Myung Ah terhadapnya akan berkurang.

“oppa! Kau harus bertahan. Kau sudah janji tidak akan meninggalkanku” air mata sudah jatuh dengan derasnya dipipi Myung Ah. Joon pun menyeka air mata Myung Ah dengan tangan kanannya yang sudah berwarna merah.

“Myung Ah-ssi, benarkah itu kau?” ucap Yoochun tidak percaya.

“Kyongcalnim, kumohon panggilankan ambulance. Dia,,, dia sedang sekarat” ucap Myung Ah tanpa memperdulikan pertanyaan Yoochun.

“Kyuhyun, hubungi ambulance!” perintah Yunho tanpa melihat Kyuhyun. Dengan cepat jari Kyuhyun menekan nomor telpon rumah sakit.

“buka topengmu Choi Myung Ah!” sambung Yunho. Myung Ah pun melepas topeng yang dikenakannya.

“topeng Lee Joon juga” ujar Yunho lagi dan Myung Ah pun melakukannya.

“kalian berdua ditangkap karena kejahatan yang kalian lakukan. Dan kalian juga harus memberitahukan tentang semua orang2 yang berada dibelakang kalian” lagi2 Yunho bersuara. Dia tidak perduli walau Myung Ah masih menangis, Joon sedang dalam ambang kematian. Tapi ini tetap harus dia lakukan karena inilah tugasnya.

“aku tidak mau masuk penjara,,, dan aku juga tidak akan memberitahukan tentang keberadaan orang2ku!”. Semuanya tampak kaget dan bingung mendengar perkataan Myung Ah yang masih memeluk Joon. Joon hanya tersenyum mendengar kata2 Myung Ah walau sebenarnya dia hampir kehilangan kesadaran.

“apa kau ingin kubunuh disini Myung Ah-ssi?” ucap Yunho yang merasa dirinya dianggap remeh.

“atau kau merasa masih bisa kabur?” sambung Yunho sambil tersenyum sinis.

“aniyo. Aku yakin sekali kali ini aku tidak akan bisa kabur karena kau telah mengepung tempat ini. Yang ingin aku katakan adalah,,, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan” ucap Myung Ah tenang walau sebenarnya dia takut, takut akan keadaan Joon yang makin parah serta takut dengan gertakan Yunho yang akan menembaknya.

“kesepakatan?” Yunho dkk bingung mendengar kata2 itu meluncur dari mulut Myung Ah.

“ne, aku akan memberitakan semua informasi serta bukti untuk menangkap semua penjahat yang ada diKorea maupun yang ada diluar Korea. Baik itu penjahat kelas teri, pengedar narkoba, mafia,,, kami punya semua info. Tapi itu asalkan aku dan dia dilepaskan” Yunho tersenyum meremahkan mendengar itu.

“kau pikir itu cukup apa untuk menebus semua kesalahanmu, dia serta white angel dan black devil pertama?”

“kalau begitu aku akan berkerja untuk kepolisian” Yunho dkk membelalak tak percaya mendengar itu.

“kau jangan main2 Myung Ah-ssi, itu…”

“aku tidak main2 Jaejoong oppa. Aku serius. Kalian pikir aku tidak pernah berpikir apa yang aku lakukan seandainya aku tertangkap?” ucap Myung Ah sambil menatap ke5 namja yang berdiri tegak didepannya.

“jadi kau sudah memikirkan semua?” Tanya Yoochun tak percaya.

“ne, aku sudah memikirkannya. Bahkan sebelum menjadi white angel, aku sudah memikir cara agar white angel pertama dapat hidup tenang tanpa harus memikirkan hari tuanya didalam penjara. White angel pertama adalah orang yang sangat aku kagumi, jadi aku tidak akan pernah memberitahu kalian siapa dia yang sebenarnya walau aku kalian siksa nantinya” ucap myung Ah dengan wajah serius.

“an… angel” ucap Joon pelan.

“ne oppa, aku disini. Oppa bertahanlah, sebentar lagi ambulancenya datang”. Myung Ah mencoba tersenyum walau air mata turun dengan derasnya.

“lalu bagaimana? Apa kesepakatannya bisa kita buat?” ucap Myung Ah yang membuat semuanya terkejut kecuali Yunho dan Joon.

“ne, aku terima kesepakatan itu”

“kalau begitu, bisakah kalian membawanya kebawah?”

“ne”. Yoochun langsung mengangkat tubuh Joon dibantu oleh Jaejoong. Myung Ah terus saja menangis Karena tidak tahan lagi melihat kondisi Joon sambil memegang erat tangan Joon.

‘tuhan, kumohon jangan ambil dia dariku’ batin Myung Ah.

*

Joon sedang menjalani operasi karena peluru yang bersarang dipinggang dan kaki kirinya. Myung Ah terus saja mondar-mandir didepan pintu ruang operasi. Air mata tidak berhenti keluar dari pelupuk matanya. YooJaeMinKyu yang melihatnya tidak tahan, akhirnya mereka menghubungi para yeoja.

“hmm, Myung Ah-ssi. Mianhe, jeongmal mianhe” ucap Jaejoong sambil membungkut 90 derajat dihadapan Myung Ah.

“untuk apa Jaejoong oppa?”

“karena akulah Joon sekarang berada didalam. Aku…”

“tidak apa2 Jaejoong oppa. Aku mengerti karena itu adalah tugasmu” ucap Myung Ah sambil tersenyum kecut.

“lalu aku juga minta maaf karena waktu itu aku jugalah yang menembak…”

“Jaejoong oppa,,, semuanya sudah terjadi dan aku tidak pernah sekalipun menyalahkanmu. Karena itu adalah tugasmu sebagai seorang kyongcal” lagi2 Myung Ah tersenyum, setidaknya sekarang dia tersenyum tulus agar Jaejoong tau yang dikatakannya tadi adalah benar adanya.

“Myungie!”. Myung Ah melirik kearah suara dan melihat ke4 sahabatnya sedang berlari kearahnya dengan memasang wajah cemas.

“Myungie, kau harus kuat ya? Joon pasti selamat” ucap Yoochan.

“ne, kau tidak usah khawatir. Dia pasti akan selamat. Dan dia tidak akan meninggalkanmu Myungie” ucap Eun Hee sambil memeluk Myung Ah.

“Myungie, yang kuat ya. Kami ada untukmu” ucap Seoyun yang membuat Hyunmi mengangguk. Myung Ah agak bingung, kenapa ke4 sahabatnya berada disana.

“apa maksud kalian?”

“kami dengar dari oppadeul kalau Joon tertembak” ucap Eun Hee sambil melepaskan pelukannya. Keringat dingin bercucuran dan Myung Ah menjadi takut.

“jadi kalian sudah tau kalau…”

“ne, mereka tau kalau Joon terkena peluru nyasar dari salah satu anak buah kami” sambar Kyuhyun cepat. Myung Ah bingung, diapun melirik kearah Changmin dan Yoochun yang menjawab kebingungannya dengan menggunakan isyarat yang dapat dengan mudah dibaca oleh Myung Ah yang isinya’kami tidak mengatakan pada mereka kalau kau adalah white angel. Kami hanya bilang bawah Joon terkena luka tembak dan kau membutuhkan mereka’. Myung Ah tersenyum dan memberikan isyarat ‘gomawo’ pada Yoochun dan Changmin. Air mata Myung Ah tumpah ruah lagi, walaupun sudah tau dirinya adalah white angel, YooJaeMinKyu masih saja menyembunyikan itu dari para sahabatnya.

“ya! Myungie, jangan menangis. Joon oppa pasti baik2 saja” ucap Hyunmi lembut. Myung Ah pun langsung memeluk Hyunmi dan menangis.

“aku,,, aku takut” ujar Myung Ah yang membuat ke5nya berpelukan.

“Myungie, kau harus yakin kalau Joon oppa akan selamat” ucap Seoyun seraya mengelus kepala Myung Ah.

“gomawo chingudeul… aku jadi… merasa sedikit lega karena ada kalian…. Gomawo,,, jeongmal gomawoyo”

*

Operasi Joon berhasil, diapun selamat. Semalaman Myung Ah berjaga didalam kamar menunggu Joon bangun. Dan seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, kalau Myung Ah tertangkap Yoon Yang dan Victoria harus pergi dari Korea untuk sementara waktu. Dan untuk Minho dan Siwon tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena mereka memang sedang ada diluar negeri karena urusan kerja. Itu membuat polisi tidak bisa melakukan penyusutan lebih dalam. Myung Ah masih saja tertidur ditepi tempat tidur saat Joon membuka matanya. Tangan kiri Joon bergerak membelai kepala Myung Ah yang sontak membuatnya terbangun.

“oppa! Kau sudah sadar? Syukurlah” ucap Myung Ah sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan Joon. Joon tersenyum melihat Myung Ah tersenyum.

TOK TOK TOK…

Seseorang masuk kedalam kamar inap Joon, dia adalah Yunho.

“bisa kita bicara Myung Ah-ssi?”

“ne,,, oppa, aku keluar sebentar ya” terlihat raut wajah Joon tidak memperbolehkan.

“hanya sebentar” ucap Myung Ah seraya mencium kening Joon lalu berjalan keluar dari kamar inap.

“kemana semua anggota keluargamu?”

“kau menyelidiki mereka?”

“tentu saja, itu perlu”

“sudah aku katakan padamu kalau akulah yang akan menanggung semuanya. Jadi jangan pernah menyentuh keluargaku!”

“kau sangat melindungi keluargamu ya. Kalau begitu tanda tangan surat kesepakatan ini. Kau dan dia akan bekerja untuk polisi selama mungkin kurang lebih 20 tahun” ucap Yunho seraya memberikan berkas yang berisikan tentang perjanjian yang akan dibuatnya.

“mwo? Dia tidak usah. Biar aku yang menanggungnya”

“apa karena dia tidak bisa berjalan lagi?” gerakan tangan Myung Ah yang membolak-balik kertas terhenti dan mendongak melihat Yunho yang lebih tinggi darinya. Ya, peluru yang bersarang dikaki Joon membuat urat kaki Joon putus sehingga dipastikan Joon tidak bisa berjalan. Mendengar hal itu saat operasi selesai dengan baik membuat Myung Ah menangis lagi. Myung Ah jadi menyalahkan dirinya yang menuruti kata2 Joon untuk pergi duluan.

“PABOYA,,, MYUNGIE PABO” itulah yang terus diteriakkannya semalaman.

“kau merasa kasihan padanya?”

“jaga bicaramu kyongcalnim. kau tidak berhak bicara begitu. Lagipula dia masih punya peluang untuk sembuh”

“kalau begitu aku minta maaf. Lalu apa kau sudah mengatakan padanya tentang hal itu?”

“aku berniat akan mengatakannya setelah ini. Ini! Sudah aku tanda tangani. Dan ingat, aku hanya akan bekerja dikepolisian selama lebih kurang 40 tahun atau mungkin kurang dari itu”. Myung Ah pun memberikan berkas itu lalu berjalan masuk kekamar inap Joon.

Tbc,,,

3 thoughts on “WHITE ANGEL part 10

  1. Chingu, ternyata kau sadis juga….ahahahaha…*kidding
    deg2an aye baca nya…
    peluru ny Myung Ah pada kemana? tapi untunglah, biar ga saling tembak2an lagi…
    but….aye suka sama ide kesepakatan ny itu chingu, walo sebenerny emang masih g cukup untuk menebus kejahatan white angel dan black devil… *wkkwkkwk gaya bgt
    mwo?? 20 thn? seumur idup dooong…

    chingu, ehem ehem…curiga ud mau deket2 tamat nih kek nyah,,,
    nice!! fighting fighting!!

  2. @ almostdawn: kekeke, iya nich, saya lagi sarap2 waktu buat ni FF, lol
    kehabisan, soalnya belum beli, XD
    kekeke, ntu ide tiba2 aja muncul waktu lagi bingung mau buat ending kayak apa ^^…
    kekeke, iya 1 part lagi ending ^^….
    o ya, gomawo udah baca FF saya dari awal ampe akhir *deep bow*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s