WHITE ANGEL part 9

author by Sari Rahmah aka Choi MyungAh

PART 9

Hampir 2 jam dream concert berlangsung. Semuanya berjalan lancar, dan para fanspun senang karena bisa melihat idola mereka.

“sekarang saatnya. angel, kkaja” ucap Joon sambil menarik tangan Myung Ah. Sementara itu, Yoon Yang dan Sulli pergi keruang ganti SS501. Diperjalanan menuju taman, Myung Ah terus berpikir, ‘apa tindakanku ini benar?’. Saat sampai ditaman belakang tempat concert diadakan, sudah tampak Jiyeop yang sedang mondar-mandir menunggunya. Detak jantung Myung Ah makin kencang, dia benar2 tidak sanggup menyakiti perasaan Jiyeop.

“annyeong Jiyeop-ssi. Na neun Lee Joon imnida” ucap Joon sambil tetap memegang tangan Myung Ah. Jiyeop tampak mengkerutkan keningnya.

“Kim Jiyeop imnida. Jagiya, nuguseyo?” Tanya Jiyeop sambil menunjuk Joon. Myung Ah pun mengambil posisi disamping Joon.

“dia adalah cinta pertama yang dulu sering aku ceritakan padamu oppa”. Jiyeop mematung, dia tau betul sebesar apa cinta Myung Ah pada cinta pertamanya. Jiyeop bahkan hafal semua cerita Myung Ah tentang cinta pertamanya. Jiyeop juga tau bagaimana kondisi Myung Ah saat ditinggal cinta pertamanya itu, setiap hari seperti mayat hidup. Dan dialah yang dapat membuat Myung Ah kembali ceria dan tersenyum.

“mianhe,,, jeongmal mianhe oppa. Aku…”

“mianhe Jiyeop-ssi, tapi Myungie harus kuambil lagi darimu. Kami berdua saling mencintai. Bisakah kau merelakan Myungie? Merelakannya untuk kebahagiannya?” ucap Joon memotong kata2 Myung Ah. Sekarang Jiyeop merasa bahwa dirinya sudah mati karena mendengar kata2 Joon.

“mwo? Ap,,, apa itu benar jagiya? Apa benar kau,,, kau masih mencintainya?” ucap Jiyeop mencoba tenang.

“ne oppa. Mianhe, jeongmal mianhe” ucap Myung Ah sambil menatapJiyeop. Myung Ah sudah menetapkan hati untuk memilih Joon, dia benar2 tidak bisa lagi jauh dari namja yang sekarang sedang menggenggam tangannya lembut.

“lalu aku bagaimana? Aku juga mencintaimu. Apa kau lupa, akulah yang sudah membuatmu bangkit dari kesedihan karena ditinggal olehnya. Aku yang selalu setia ada untukmu saat kau membutuhkan dorongan dan dukungan. Apa kau lupa semua itu? Lalu bagaimana dengan kebersamaan kita selama 1 tahun ini? Atau selama 4 tahun aku menemanimu. Apa tidak ada artinya sedikitpun bagimu? Jawab aku MYUNGIE!” nada bicara Jiyeop menjadi tinggi karena dia merasakan sakit yang amat sangat dihatinya.

“oppa. Mianhe…”

“aku tidak perlu permintaan maafmu. AYO JAWAB!” teriak Jiyeop.

“kau tidak perlu berteriak-teriak seperti itu Jiyeop-ssi” ucap Joon yang hampir marah.

“biarkan saja oppa” ucap Myung Ah sambil menahan Joon yang hendak menghampiri Jiyeop.

“oppa, aku ingat kebaikanmu padaku, aku ingat semuanya. Oppa, kau sangat berarti bagiku. Tapi Itu karena aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri. Aku,,, aku selalu mencoba untuk mencintaimu, tapi setiap aku mencoba, bayangnya selalu datang. Aku benar2 tidak sanggup jauh darinya. Aku mohon oppa bisa mengerti. Aku juga sebenarnya tidak sanggup kalau harus melukai perasaan cintamu yang tulus padaku. Tapi aku lebih tidak sanggup bila harus kehilangan dia lagi. Aku mohon” ucap Myung Ah sambil membungkukkan badannya 90 derajat pada kalimat terakhirnya dan airmatanya juga sudah hampir keluar. Jiyeop tertegun melihatnya.

“aku juga memohon padamu Jiyeop-ssi. Tolong kau restui hubungan kami” ucap Joon sambil membungkuk 90 derajat mengikuti Myung Ah. Jiyeop tetap diam, berdebat dengan pikiran dan hatinya. Setelah beberapa lama diapun melangkah mendekati Myung Ah, dipegangnya bahu Myung Ah lembut dan diangkatnya hingga Myung Ah berdiri sejajar dengannya. Senyum khas Jiyeop keluar, membuat Myung Ah bingung. Lalu tiba2 saja dipeluknya Myung Ah yang membuat Myung Ah dan Joon terkejut.

“mianhe, jeongmal mianhe karena tadi aku sudah berteriak-teriak padamu Myungie. Sebenarnya sejak awal aku sudah tau kalau aku tidak akan pernah bisa memiliki hatimu. Tapi aku selalu berharap semoga tuhan berbaik hati membuatmu benar2 mencintaiku. Tapi sepertinya aku hanya ditunjuk sebagai pengganti sementara saja” air mata Myung Ah yang sedari tadi ditahannya seketika keluar deras mendengar kata2 Jiyeop.

“aku restui hubungan kalian. Aku ingin kau selalu bahagia Myungie. Dan apabila bersama dengannya kau merasa bahagia,,,, aku juga akan bahagia” ucap Jiyeop tersenyum manis saat dia menatap lembut Myung Ah. Myung Ah balik memeluk Jiyeop.

“gomawo oppa, jeongmal gomawoyo. Semoga kau mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku. Teman?” ucap Myung Ah sambil mengangkat kelingkingnya. Jiyeop tersenyum sambil mengaitkan kelingkingnya dikelingking Myung Ah.

“teman! Dan Joon-ssi. Kalo aku dengar nantinya kau membuat Myungie bersedih, aku akan menghajarmu. Araseo?” ucap Jiyeop sambil mengepalkan tinju dihadapan Joon. Joon memukul pelan kepalan tinju Jiyeop, dan berkata…

“ne kau boleh menghajarku”

$$$$

5hari setelah Dream Concert…

“bagaimana dengan penyelidikan kalian?” Tanya Yunho saat mereka semua sedang melakukan rapat.

“hasilnya nihil kyongcalnim” ucap Kyuhyun lemas.

“mwo?” Yunho benar2 tidak mengerti.

“keseharian Myung Ah-ssi seperti keseharian yeoja dan mahasiswi biasa. Tidak ada tingkah lakunya yang mencurigakan” jelas Yoochun.

“jinja? Atau jangan2 dia tau kalo kalian menyelidikinya?”

“aniyo. Dia tidak tau” ucap Jaejoong.

“sebenarnya ada yang aneh kyongcalnim” semua melihat kearah Changmin.

“apa itu?” ujar Yunho seraya mengangkat sebelah alisnya.

“hmm, begini…”

>>flashback<<

2hari yang lalu…

“ah, seharian mengikuti Myung Ah-ssi capek juga” ucap Kyuhyun sambil meregangkan otot2nya.

“ne, apa lagi pekerjaan ini mulai membosankan bagiku” jawab Changmin sambil mengaduk-aduk minumannya. Sekarang mereka berdua sedang menunggu Myung Ah keluar dari butik, sudah hampir 3 jam Myung Ah disana.*betah amat dibutiknya*

“ah, sepertinya aku harus kekamar kecil dulu. Aku pergi sebentar” Kyuhyun pun berlari masuk kedalam café meninggalkan Changmin.

“aish, anak itu” gerutu Changmin.

“ah, dia keluar” sambung Changmin saat melihat Myung Ah keluar dari butik dengan membawa beberapa kantong belanjaannya. Terlihat Myung Ah celingak-celinguk karena hendak menyebrang.

“loh? Dia tidak keparkiran? Mau kemana lagi dia?” Changmin berjalan mengikuti Myung Ah dari belakang meninggalkan Kyuhyun yang masih di café. Myung Ah terus saja berjalan, tapi tiba2 dia berhenti. Karena kaget Myung Ah berhenti berjalan, Changmin pun buru2 bersembunyi. Terlihat Myung Ah merogoh saku celana jeansnya mengeluarkan ponsel.

“yoboseyo”

‘kenapa nada bicaranya dingin sekali?’ batin Changmin masih bersembunyi, karena jaraknya hanya sekitar 10M jadi dia masih bisa mendengar sedikit apa yang dikatakan Myung Ah.

“mwo? Mian aku sedang off”

‘off? Dia off dari apa?’ kening Changmin berkerut.

“jinja! Aish, ara ara. Sepertinya agesshi sedang banyak uang ya? Memangnya siapa lagi sekarang?” Changmin memiringkan kepalanya tidak mengerti mendengar kata2 Myung Ah.

“mwo? Direktur Go? Araseo… ne… annyeong” Myung Ah pun menutup telponnya dan kembali melanjutkan perjalanan. Tapi langkahnya berhenti lagi saat mendengar nada dering ponsel.

‘aish, kenapa dia malah menghubungiku’ batin Changmin gugup saat ponselnya berdering, ternyata itu dari Kyuhyun. Changmin mendengar langkah kaki yang semakin mendekat kearahnya, dia yakin kalau itu pasti Myung Ah.

‘aish, bagaimana ini?’ Changmin bingung harus melakukan apa agar Myung Ah tidak tau.

“ya! Myungie! Kenapa malah kesana. Kami disini”.

‘itu suara Eun Hee’. Langkah kaki Myung Ah pun terdengar menjauh dari Changmin.

“selamat” ujarnya sambil mengelus-ngelus dada.

>>flashback end<<

“jadi dia menerima telpon dari seseorang?”

“ne kyongcalnim. jangan2 benar dia white angel” ujar Changmin yakin.

“itu masih belum bisa kita pastikan” Ucap Yunho sambil mengetuk-ngetuk dagunya.

“tapi, untung saja kau tidak ketauan Changmin-a” ucap Yoochun menepuk pelan punggung Changmin.

“ne, tapi tetap saja waktu itu aku takut. Ini gara2 Kyuhyun” ucap Changmin sambil menatap Kyuhyun.

“ah, mianhe. Habisnya kau meninggalkan aku begitu saja” bela Kyuhyun.

“sudah! Yang penting sekarang kita punya sedikit info. Yang harus kita cari tau sekarang, apa yang akan dia lakukan pada direktur Go, tapi dia direktur perusahaan apa?” Tanya Yunho yang tidak tau.

“perusahaan Dong Bang yang bergerak dalam bidang intertaiment kyongcalnim” jawab Changmin.

“ternyata kau sudah menyelidikinya ya, bagus. Kalau begitu sekarang cari tau tentang kegiatannya selama seminggu kedepan. Kyuhyun, kau tetap ikuti kegiatan Myung Ah-ssi. Sedangkan Jaejoong dan Yoochun mulai melakukan penjagaan terhadap direktur Go. Araseo!” jelas Yunho pada ke4nya.

“ne kyongcalnim”

$$$$

“angel” panggil Joon manja.

“hmm, wae?” jawab Myung Ah tanpa mengalihkan matanya dari majalah. Merasa tidak ditanggapi dengan serius, Joon merebahkan kepalanya dipaha Myung Ah *Jiyeop ambil tali jemuran* yang sontak membuat Myung Ah kaget.

“ya! Oppa, kenapa malah tiduran dipahaku. Aku jadi tidak bisa baca majalah nich!” protes Myung Ah sambil meletakkan tangannya dipinggang.

“habisnya kau tidak menanggapiku serius”

“aish, sejak kapan oppa jadi manja berlebihan seperti ini” gerutu Myung Ah.

“sejak kau resmi jadi milikku” jawabnya dengan tampang innocentnya. Myung Ah tersenyum kecil sambil geleng2 mendengar jawaban Joon. Lalu dielusnya rambut Joon yang berwarna agak kecoklatan itu seraya meletakkan majalah yang tadi dibacanya. *Jiyeop gantung diri*

“memangnya oppa mau mengatakan apa?” ucap Myung Ah lembut.

“aniyo, hehehe. Ah, bagaimana dengan misi selanjutnya? Apa sudah kau dapatkan info yang akurat?”

“ne sudah. Jadi akan aku kerjakan lusa ini”

“lusa? Apa tidak terlalu cepat?” Myung Ah menggeleng.

“ara, aku juga akan bersiap-siap sebagai black devil lagi” ucap Joon seraya duduk disamping Myung Ah, ditatapnya Myung Ah yang sedang tersenyum kearahnya. Entah kenapa dia jadi sedikir bernafsu saat melihat bibir Myung Ah yang basah dan sedikit terbuka. Diapun menjilat bibirnya sendiri dan dengan cepat mencium bibir Myung Ah. Ciuman panas yang dimulai dengan lidah yang saling menyerang karena Myung Ah membiarkan lidah Joon masuk kedalam rongga mulutnya. Mata Myung Ah membelalak seraya melepaskan ciuman. *Jiyeop datang bawa golok*

“ya! Oppa, jangan” seru Myung Ah saat tangan Joon masuk kedalam baju kaosnya. Tangannya mulai mengarah kedaerah dada Myung Ah. Myung Ah dengan cepat meronta.

“oppa! Jangan! Aku…” ucapan Myung Ah terhenti karena bibirnya sudah dilumat lagi oleh Joon. Agak kasar tapi Myung Ah suka. Myung Ah mulai terlena, dilingkarkannya tangannya dileher Joon. Dibiarkannya saja tangan Joon yang sedang asik bermain-main diarea dadanya *Jiyeop siap bunuh Joon*. Joon mulai mencium area leher Myung Ah yang cukup jenjang itu, terlihat beberapa tanda merah tertinggal disana. Joon melihat kearah Myung Ah yang sekarang mukanya sudah memerah. Joonpun mulai menarik pelan baju kaos Myung Ah agar terlepas, tapi…

TING TONG TING TONG…

Suara bel rumah mengagetkan Myung Ah yang langsung menakis tangan Joon. Dia merapikan baju dan rambutnya yang agak acak2an itu sebelum meninggalkan Joon diruang tengah.

‘aish mengganggu saja’ gerutu Joon sambil menggarut-garut kepalanya.*Jiyeop jingkrak2 geje*

“ya! Kenapa lama sekali membuka pintunya!” gerutu Victoria yang sedang menenteng beberapa kantong belanjaan.

“ah, mianhe shungmo. Sini aku bantu” ucap Myung Ah sambil mengambil kantong2 belanjaan yang ditenteng Victoria.

“mana Yayang dan Sulli? Kenapa mereka tidak kelihatan?” ucap Victoria sambil celingak-celinguk mencari dua makhluk itu *digetok Yayang ma Sulli*.

“ah, mereka pergi. Katanya mau kedorm SS501 untuk menjenguk Kyu” jawab Myung Ah sambil meletakkan kantong2 belanjaan didapur, yang tentunya dibantu oleh Joon.

“ya! Jadi daritadi kalian berdua?” Myung Ah dan Joon mengangguk bersamaan.

“aish, kalian tidak melakukan hal yang aneh2kan selama aku pergi” ucap Victoria sambil menatap tajam.

“a,,, aniyo shungmo” jawab Myung Ah gugup.

“aniyo? Lalu kenapa lehermu merah2 begitu?” Victoria menunjuk-nunjuk kearah leher Myung Ah. Sekarang Myung Ah dan Joon sama2 diam membatu karena tidak bisa menjawab.

“aish, kalian ini,,,,” dan dimulailah ceramah Victoria yang panjangnya seperti rel kereta api *digetok Victoria unnie*

$$$$

TING TONG TING TONG,,,

“unnie, apa benar tidak apa2 mengajakku?”

“ne, lagipula kalau pergi sendiri aku tidak berani, hehehe” ucap Yoon Yang sambil tertawa kecil.

“ah, annyeong Hyung Joon oppa” ucap Yoon Yang saat melihat orang yang membuka pintu adalah Hyung Joon.

“annyeong Yayang. Annyeong Sulli” ucap Hyung Joon sambil tersenyum.

“ayo masuk” sambung Hyung Joon sambil memberi jalan pada Yoon Yang dan Sulli masuk kedalam dorm. Hyung Joon pun menuntun Yoon Yang dan Sulli kearah kamar Kyu.

“masuklah”. Yoon Yang dan Sulli pun masuk kedalam kamar Kyu. Tampak Kyu yang sedang tertidur dengan kompresan dikepalanya. Yoon Yang duduk ditepi tempat tidur sambil mengelus pelan pipi Kyu.

“padahal sebentar lagi SS mau comeback, tapi oppa malah demam” ujar Yoon Yang terus2an mengelus pipi Kyu, karena itu Kyu pun terbangun.

“ah, jagiya” seru Kyu saat melihat Yoon Yang yang tersenyum kearahnya.

“mian membangunkanmu oppa”

“aniyo” jawab Kyu sambil duduk dikasurnya.

“apa oppa sudah makan?”

“aniyo, aku sedang tidak selera”

“mwo! Mana boleh begitu. Oppa harus makan. Aku ambilkan dulu. Ayo Sulli” Yoon Yang dan Sulli pun keluar dari kamar Kyu menuju dapur. Didapur ternyata sang leader sedang sibuk membuatkan bubur untuk Kyu.

“ah, Hyun Joong oppa. Apa yang sedang kau buat?” Tanya Yoon Yang penasaran.

“ah, Yayang. Aku sedang membuatkan Kyu bubur. Ah, ternyata ada Sulli juga”

“annyeong Hyun Joong oppa”

“annyeong Sulli-a. Hmm, buburnya sudah siap. Kau tinggal bawa saja. Sulli-ah ayo ikut denganku. Kita main kartu saja dengan yang lain. Biarkan mereka. Ottoke?” Tanya Hyun Joong. Sulli mengangguk.

“hmm, unnie. Aku mau main kartu dengan oppadeul. Unnie kembali kekamar Kyu oppa sendiri saja ya” ucap Sulli.

“mwo! Ya! Mana dia?” Yoon Yang celingak-celinguk mencari Sulli, tapi tidak kelihatan.

‘aish, ini pasti rencana mereka. Ya sudah lah!’ batin Yoon Yang sambil menyalin bubur kemangkok. Setelah itu, diapun kembali kekamar Kyu. Dikamar, Kyu sedang duduk ditepi jendela kamarnya yang agak besar.

“oppa, aku bawakan bubur buatan Hyun Joong oppa” ucap Yoon Yang sambil meletakkannya diatas meja.

“loh, kenapa bukan buatanmu?” Kyu mengkerutkan keningnya.

“saat didapur tadi, Hyun Joong oppa ternyata sudah selesai membuatkan oppa bubur. Sudah, ayo kemari! Makan dulu” Kyu pun berjalan kearah tempat tidur lalu duduk ditepi.

“suapin” ujar Kyu manja.

“mwo!?? Aish, ara. Ini” Yoon Yang menyendokkan bubur kearah mulut Kyu. 15 menit adalah waktu yang diperlukan Yoon Yang untuk menyuapi Kyu.

“ah, makan sudah. Sekarang minum obat” ujar Yoon Yang meletakkan mangkok lalu mencari obat.

“ini” Yoon Yang memberikan beberapa butir obat pada Kyu, Kyu pun langsung meminumnya. Setelah meminum obat, Kyu berbaring ditempat tidur. Beberapa menit kemudian diapun tertidur. Yoon Yang yang melihatnya langsung menyelimuti tubuh Kyu dan meletakkan handuk basah dikeningnya.

“ya! Kenapa Kyu malah tidur?” bisik Young Saeng.

“tau! Kenapa dia tidak memanfaatkan situasi saja” bisik Jung Min geram.

“dasar Kyu pabo” ujar Hyung Joon.

“ya! Pelankan suaramu baby” bisik Young Saeng sambil menjitak pelan kepala Hyung Joon. Tiba2 ada yang mentoel-toel bahu Jung Min.

“ya! Young Saeng, kenapa toel2?”

“mwo? Aku tidak mentoel-toel”. Sekali lagi ada yang mentoel-toel.

“ya! Kenapa sekarang malah aku yang ditoel-toel?” ujar Hyung Joon.

“Ehem ehem…” ketiganya berbalik badan dan melihat Hyun Joong sedang berkacak pinggang sambil melotot. Disampingnya juga sudah berdiri Sulli yang geleng2 melihat tingkah ke3 member SS501 itu.

“apa yang kalian lakukan?” ujar Hyun Joong geram.

“hmm, kami sedang melihat keadaan Kyu Jong. Iya kan?” ucap Jung Min yang mendapat anggukan dari Young Saeng dan Hyung Joon.

“dengan cara mengintip?”. Ketiganya malah nyengir2.

“kalian ini. Kalian pikir Kyu itu seperti kalian apa?” ujar Hyun Joong sambil menjewer telinga Jung Min dan Young Saeng. Hyung Joon tertawa melihatnya, tapi tiba2 ada yang menjewernya juga.

“auw auw,, telingaku sakit” ucap Hyung Joon kesakitan.

“oppa, kau juga harus dijewer, hehehe” ujar Sulli terkekeh masih menjewer telinga Hyung Joon.

$$$$

“hmm, honey”. Yoochun memanggil Yoochan yang sedang sibuk berkutat didapur.

“wae oppa?”

“ada yang ingin oppa tanyakan padamu”. Yoochan berbalik sambil sedikit mengkerutkan keningnya kearah sang suami.

“mwo? Kenapa terdengar serius sekali. Memangnya apa yang mau oppa tanyakan?” ucap Yoochan seraya melepaskan cemelek yang dipakainya.

“hmm, apa yang akan kau lakukan saat tau,,, hmm,,, Myung Ah-ssi,,, hmm,,, adalah,,, white angel?” Kerutan didahi Yoochan bertambah. Tiba2 terlintas sesuatu dibenaknya.

“ya! Jangan hanya karena dia ada di TKP waktu itu, oppa boleh menuduhnya seenaknya” ujar Yoochan seraya berkacak pinggang.

“bukan itu maksud oppa. Ini tidak ada hubungannya dengan itu. Oppa hanya bertanya apa yang akan kau lakukan bila dia white angel” bela Yoochun. Diam sesaat, Yoochan pun mulai berpikir sedangkan Yoochun menunggu apa yang akan dikatakan oleh Yoochan.

“entahlah”

“mwo?” Yoochun memiringkan kepalanya karena tidak mengerti.

“aku tidak tau oppa. Lagipula, aku tidak pernah berpikir kalau Myungie adalah white angel. Dan bagiku itu mustahil”

“mwo? Kenapa mustahil?” ucap Yoochun tambah bingung.

“pokoknya itu tidak mungkin sekali oppa. Sudah, jangan Tanya alasannya lagi”

“jadi, kau tidak tau akan melakukan apa saat tau dia adalah white angel?” ujar Yoochun meyakinkan.

“ne oppa. Aku tidak tau”

$$$$

“mwo? Pertanyaan oppa aneh2 saja”. Seoyun tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

“ya! Oppa serius jagi” ucap Jaejoong seraya mengguncang-guncang tubuh Seoyun.

“ne, tapi masa’ oppa berpikir kalo Myugie adalah white angel? Ini tidak mungkin sekali oppa. Hahaha”. Kembali Seoyun tertawa dibuatnya.

“kenapa tidak mungkin? Bisa sajakan?” ucap Jaejoong memancing *emanknya ikan?* *digetok jae oppa*.

“mwo? Asalkan oppa tau saja, dia itu orang yang paling terakhir akan aku sangka white angel. Bukan hanya aku saja, tapi yang lain juga akan berpikir seperti itu kalau oppa juga bertanya pada mereka”

“mwo? Kenapa bisa begitu?” ujar Jae bingung.

“ah, ini rahasia sekaligus aib. Jadi hanya kami saja yang tau. Yang jelas itu MUSTAHIL” ucap Seoyun tegas.

“tapi bagaimana kalau dia benar2 white angel? Lagipula oppa kan hanya bertanya apa yang akan kau lakukan”.

“kalau begitu jawabannya adalah aku tidak tau”

$$$$

Kyuhyun dan Changmin sedang berkunjung kerumah Hyunmi dan Eun Hee.

“oppa, silahkan” ujar Hyunmi sambil meletakkan cemilan diatas meja.

“ne gomawo”

“ini minumannya” Eun Hee pun datang sambil membawakan 4 kaleng minuman ringan.

“ne” ucap Changmin yang langsung mengambil kaleng minuman dan meneguknya.

“kenapa oppa tidak makan? Ayo dimakan” ujar Hyunmi sambil menyodorkan cemilan pada Kyuhyun.

“ne, hmm, sebelum itu ada yang ingin aku dan Changmin-a tanyakan padamu dan Eun Hee-ssi” perkataan Kyuhyun membuat Changmin yang sedang makan sedikit tersedak.

“uhuk uhuk”

“ya! Oppa, kau tidak apa2. Ayo minum dulu” Eun Hee pun menyodorkan minuman pada Changmin.

“gomawo jagiya” Changmin pun menghabiskan minumannya dengan beberapa degukan. Tiba2 suasana menjadi sunyi, tidak ada yang berani bicara.

“memangnya apa yang mau oppa tanyakan?” ucap Hyunmi memecah keheningan. Kyuhyun dan Changmin sambil melempar pandangan.

“hmm, begini. Kami hanya ingin tau, apa yang akan kalian lakukan saat tau bahwa Myung Ah-ssi adalah white angel?” ucap Changmin sedikit takut. Hening sesaat sampai terdengar suara tawa yang meledak dari Hyunmi dan Eun Hee, membuat Kyuhyun dan Changmin bingung.

“oppa, kau ini pintar sekali melucu, hahaha” ucap Hyunmi disela-sela tawanya.

“mwo?” ucap Kyuhyun dan Changmin bersamaan.

“mana mungkin Myungie itu white angel. Itu sangat2 mustahil oppa” tambah Eun Hee yang sedang menahan tawanya meledak lagi. Kyuhyun dan Changmin saling berpandangan.

“kenapa mustahil?” Tanya Kyuhyun bingung.

“itu karena…”

Tbc,,,

4 thoughts on “WHITE ANGEL part 9

  1. Haduuuuuh semoga Myung Ah gak nyesel suatu saat karena ninggalin Ji Yeop, hiks hiks tetep aj aye sediiiiiiih…..kirain mau ada adegan pukul2an ato baku tembak sekalian antara Jiyeop ma Joon *lebay… Jiyeop ssi…..hiks…

    Aw2 Kyu sakit, chingu…like this…adegan anak2 SS501…lucu…

    Beneran deh aye jg kalo jadi temen ny Myung Ah, gak bakalan terima kalo dia dibilang White Angel…hmm…

  2. krna apa?
    kok bsa mrka se percya itu klo myungie ntu gak mngkn white ange,pdhal yg gak mngkn bsa jdi mngkn kan?
    ada apa sbnarnya?
    n 1 lg q ska wkt da sela2 kyk “jiyeog ambl tal jmuran ato gntng dri”q ska pas dstu nya.
    ngakak q pas bc dstu nya.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s