I Was Magnae

Author : Opie 사랑 YesungminteukiElf Misvionigasa

Huv Reads ^^

Kyuhyun pov

Kehidupanku sangat menyenangkan. Aku selalu di sayang, dimanja, di perlakukan dengan beda. Apapun yang ku lakukan semuanya terlindungi dengan status ku sebagai magnae. Yups, aku adalah magnae di boyband Super Junior. Dengan seenaknya aku memanggil namja yang lebih tua tanpa embel-embel ‘hyung’, yang menurutku itu sangat merepotkan.

Seperti sekarang ini…

“Heechul, kembalikan psp-ku,” aku merebut benda kesayanganku dari tangan si cantik heechul yang seharusnya ku panggil hyung. Dia sedari tadi duduk di sofa ruang santai memainkan benda kesayanganku itu.

PLETAAK!!!

“Aigo~ sakit tau,” ringisku. Dia mendelik kearah ku. Jujur, wajahnya menyeramkan. *author digorok Chulie*

“Sudah ku katakan berulang kali, jangan memanggil ku dengan seenaknya. Bisakah kau memanggil ku hyung?? Bila perlu Heenim hyung, *biar terhormat gitu ^^*” omelnya sambil berkacak pinggang.

“Bisakah kau tidak menjitakku sekali saja?” lawanku dengan nada agak tinggi. Aku sudah tahu kalau itu akan membuatnya tambah marah, tapi aku senang *dasar magnae kurang ajar*.

“Kau mau ku pukul lagi ya?” dia siap-siap memukulku, tapi seorang malaikat melindungiku.

“Hajima!” tahannya, “Chulie-ah, sudahlah, kasian Kyu,” oh, sungguh malaikat penolong, suara dan tata bicaranya sangat lembut, aku sangat menyukainnya.

“Aissh, Teuki, biarkan bocah ini merasakan pelajaran, biar jangan kurang ajar!” Heechul hyung mendecak kesal.

“Biar kuperingatkan dia,” teukie hyung berbalik dan menatapku yang terduduk di sofa. Kali ini aku bergidik ngeri, tatapannya sangat mengerikan, seperti setan mau menelanku hidup-hidup *plak, digampar teuki*

“Dasar magnae kurang ajar, tidak bisa diperingati, tidak ada sopan santun, bocah nakal, kau ini pintar, tapi di beri tahu tidak mengerti juga. Apa maumu sih sehingga hanya memangil hyung saja kau tidak mau. Apa perlu ku masukkan kursus tata bicara?” jari telunjuknya tepat dihadapan wajah gantengku *oppa narsis*, napasnya tidak beraturan seperti habis dikejar setan, matanya melotot hampir keluar, wajahnya merah karena marah *woi, lebayatun lu author*.

Aku mengambil air mineral diatas meja, lalu memberikan kepada Teuki hyung. “Ini hyung, minum dulu. Kau pasti capek,” dia menerima dan langsung meminumnya.

“Ck, tidak bisa di andalkan,” Heechul hyung yang berharap kali ini teuki hyung menceramahiku habis-habisan berdecak semakin kesal.

Aku tau, Teuki hyung tidak bisa marah berlebihan, pasti penyakit darah tingginya kambuh *kaya’ kakek2 aja* dan lagi sifat teukie hyung yang lembut tidak tega sampai memukul ku seperti yang di lakukan si Heechul *maksudnya dijewer supaya jera*

“Aku memang tidak bisa marah padamu, Kyu. Aku tidak tega, itu sama saja aku memarahi adikku sendiri *emang teukie punya adik?*” suaranya kembali lembut setelah tenang.

“Mianhae hyung… Jeongamal mianhae, bukan maksudku seperti itu, aku hanya ingin merasakan punya teman yang sebaya denganku,” sesalku, menundukkan kepala pura-pura menyesali perkataanku.

“Ini sudah ke 136-nya kau ucapkan kata sesal itu. Palingan sebentar lagi akan terulang kembali,” kata Heechul hyung benar, kalimat itu menjadi salah satu kata-kata yang sering ku ucapkan sehingga membuat hyung-hyungku sudah menghapalnya..

“Sungguh hyung, aku sungguh menyesal,” aku memelas menunjukka puppy eyes.

“Sudah Kyu-ah, jangan seperti itu lagi ya,” sang malaikat berkata lembut. Aku mengangguk patuh.

“Aku sayang padamu hyung,” balasku dengan memeluk lengannya manja. Dan aku yakin malaikat itu sangat senang mendengarnya.

Heechul hyung memutar bola matanya “Hah~ hubungan romantis hyung-dongsaeng!” serunya malas seraya melipat kedua tangannya didada.

“Annyeong, aku pulang~” teriak salah satu hyungku yang baru masuk kedalam dorm, dia berjalan ke ruang santai tempat kami berkumpul. “Teukie hyung, Heechul hyung, Kyu…” dia terlihat sangat terburu-buru..

“Ada apa Sungmin-ah? Tenanglah…” Leeteuk hyung menenangkannya.

“Ne, hyung…” Sungmin hyung menarik napasnya dalam-dalam, “Hari ini aku ada siaran di sukira…”

“Ya, aku tau…” Leeteuk hyung mangut-mangut.

“Setelah itu aku sempat istirahat…”

“Yeah, itu pasti…” Heechul hyung mengangguk

“Sampai aku…”

“Ya?” tanyaku penasaran.

“… Harus ke toilet karena sakit perut” ucapnya sambil nyengir gaje.

“Aiish~ sialan kau,” Heechul hyung terlihat kesal.

“Ah~ ani, ani, kali ini aku serius. Kyu-ah, sepertinya kau akan mendapat dongsaeng” pernyataan Sungmin hyung membuatku sedikit terlonjak.

“Apa eomma ku hamil?” Tanyaku tidak percaya.

“Aniyo, maksudku kita akan kedatangan junior, ya, akan ada grup boyband baru” jelasnya.

“Ya, aku sudah mendengarnya dari manager,” kata Leeteuk hyung. Berarti akan ada junior, maksudku yang lebih muda dariku. Entah kenapa rasanya sedikit risih.

Sampai disitu status magnaeku bertahan.

4 week latter…

“Hyung~ aku mau ice cream!!”

aish, bocah ini sangat ribut. Dari tadi dia merengek manja. Aku kesal melihatnya. Padahal sebentar lagi dia akan perfom untuk debut pertama bersama grupnya.

“Tunggu, aku akan menyuruh manager memesannya,” Ucap si Angel Teukie menenangkan magnae itu. Aku benar-benar cemburu, kasih sayang Leeteuk hyung terbagi kepada ke-5 bocah ini.

“Aku mau sekarang,” rengeknya lagi.

“Member SHINee harus siap-siap, 10 menit lagi kalian akan perfom,” perintah seorang pengatur backstage *aku gak tau istilahnya* kepada member grup baru ini.

Hah, aku hanya mendesah pelan melihat tingkah para member ini, seperti Jonghyun yang masih sibuk dengan kostum yang katanya kurang pas. Onew dan Key berebut mic, padahal mereka sudah kebagian mic masing-masing. Minho protes make-up nya kurang pas, tidak menutupi sebiji jerawat yang tumbuh di pipi kanannya. Dan yang ini, yang dari tadi merengek minta ice cream.

“Aku mau sekarang, aku gugup jika tidak makan eskrim,” sungguh menyebalkan mendengarkan rengekannya.
Sudah cukup!!! Sungguh muak aku mendengarnya. Aku mendekati Taemin dan memegang bahu magnae itu.

“Taemin-ah, jika kau mau sukses menjadi seorang performer, hilangkan rasa gugupmu dan jadikan sikap profesionalisme itu menu andalan dalam karirmu,” ujarku mantap. Taemin terdiam, menatapku dengan polos, sepertinya dia tidak yakin. Aku menggenggam tangannya, “Kau pasti bisa” aku meyakinkannya, dia mengangguk pelan.

Pengatur Backstage tadi kembali memberi peringatan ke2 dan kali ini maju, “Oke, standby 1, 2, 3, on!!”

Member SHINee naik keatas panggung dan melakukan perfom pertama mereka.

——————————————

“Hyung-nim, terima kasih telah meyakinkanku, kalau tidak aku sudah pingsan duluan,” ucap Taemin padaku di sela-sela suapan ice cream-nya. Mereka telah selesai manggung. Dan Super Junior ikut berpartisipasi dalam debut SHINee.

“Itu karena aku juga sepertimu waktu pertama debut. Untungnya hyung-hyungku menyemangati dan meyakinkan ku” ceritaku. Aku melakukan itu karena geram melihat sikap manjanya dan tidak profesional.

Jujur, sebenarnya aku malas menanggapi bocah-bocah ini. Tapi aku harus bersikap hangat demi menyambut pendatang baru, aku menahan kesal. Aish, menyebalkan, aku tidak dipedulikan lagi sama hyung-hyungku, perhatian mereka terfokus pada ke-5 bocah ini. Hah, lebih baik aku main psp saja. Lho, dimana psp ku?

“Hyung, ada lihat psp ku?” tanyaku pada Yesung hyung yang tengah membuat lelucon kepada beberapa member suju dan shinee. Dia menggeleng.

“Dimana benda itu?” aku mengobrak abrik tas mencari psp, dengan tiba-tiba mataku menangkap benda kesayanganku di tangan seseorang.

“YA! Kenapa psp ku ada padamu?” kesalku. Dia menoleh menunjukkan ekspresi polos. “Ini punyamu, hyung?” aku merebutnya.

“Mianhae hyung, aku tidak tahu itu punyamu, kulihat psp ini nganggur dan aku sedang bosan, jadi aku meminjamnya sebentar” jelasnya. Aku tidak mau tahu alasannya, yang pasti dia telah menyentuh benda kesayanganku.

“Maafkan Key, hyung. Dia memang sedikit lasak,” mohon Onew, leader Shinee. Aku hanya mengangguk, tidak peduli. Lebih baik aku main psp saja.

——————————————-

Author pov

Malam ini dorm Suju sangat ramai, dikarenakan member SHINee berkunjung. Mereka membawa berbagai perlengkapan pesta untuk merayakan kesuksesan dalam perfom panggung ke 3 mereka yang di bantu oleh Suju.

Semuanya bersenang-senang dalam pesta itu, kecuali magnae dari Suju. Yup! Dia adalah Cho Kyuhyun yang merasa risih, lebih tepatnya iri pada kelima dongsaeng barunya itu. Kyuhyun lebih memilih menyendiri di balkon atas, dekat dengan ruang santai tempat pesta diadakan.

“Semakin hari aku muak melihat tingkah mereka. Aku benci, benci, BENCI!!!” gerutu Kyuhyun kesal, sesekali dia meneguk soju. Wajahnya memerah karena marah dan sedikit terpengaruh soju.

“Kyu-ah…” seseorang menepuk pundak Kyuhyun, dia menoleh.

“Wookie hyung, waeyo?” tanya kyuhyun.

“Siapa yang kau benci? Aku”

“Ah, aniyo hyung…”

“Apakah mereka?” tunjuk Ryeowook ke arah member SHINee. Kyuhyun hanya tertawa kecil. “Aku tau apa yang kau pikirkan, kyu. Aku juga pernah merasakannya, bahkan itu terhadapmu.” Kyuhyun tidak mengubris, dia malah membelakangi Ryeowook dan meneguk kembali sojunya.

“…” mereka saling diam. Ryeowook berdiri sejajar dengan Kyuhyun, menghadap pemandangan bebas di sana.

“Rasanya memang sangat menyebalkan jika seluruh pusat perhatian teralihkan dari diri kita. Dulu, saat kau baru menjadi member, aku juga sempat iri padamu, walaupun aku bukan magnae, tapi posisiku sebagai eternal magnae tergeser. Perhatian hyung-hyung teralih padamu. Aku membencimu, rasanya kau ingin kusingkirkan.” cerita Ryeowook panjang x lebar x tinggi sambil tersenyum polos. Dia melirik Kyuhyun yang dibalas tatapan glare Kyuhyun (baca: ya, aku juga tidak suka padamu saat itu)

“Tenang itu dulu, kini aku sangat menyayangimu…” lanjut Ryeowok yang mengerti maksud tatapan Kyuhyun, dia merangkul pundak dongsaengnya itu. “…dan aku sudah memahami, tidak selamanya aku akan mendapat perhatian itu. Semuanya akan berlalu seiring dengan putaran waktu yang mendatangkan banyak orang kedalam kehidupanku…” jelasnya. Kyuhyun tetap diam, entah apa yang dipikirkannya, yang pasti dia menarik napas berulang kali.

“Tidakkah kau berpikir kalau kau itu bodoh, Kyu?” lanjut Ryeowook.

“Apa yang kau katakan hyung?” akhirnya Kyuhyun buka suara.

“Ya! Kau itu ‘bodoh’, Kyu-ah,” Kata Ryeowook yang menekankan kata ‘bodoh’, hal itu membuat Kyuhyun kesal.

“Tidakkah kau melihat sederet piagamku saat memenangkan olimpiade matematika? Bahkan aku dicap mahasiswa terpintar,” ngambek Kyuhyun sambil melipat tangannya di dada. Disaat seperti ini memang Ryeowook lebih dewasa sebagai hyung.

“Oke, kau bukan bodoh, tapi kekanak-kanakan,” kata Ryeowook lagi. Kyuhyun membulatkan matanya. “Mwo?? Tadi kau bilang aku bodoh, sekarang kau bilang aku kekanak-kanakan. Apa maksudmu hyung??” kesal Kyuhyun.

Ryeowook tertawa kecil, “Lihatlah sikapmu ini, kekanak-kanakan sekali. Dan apakah kau berpikir semua hyung tetap menyayangimu sebagai magnae?” kyuhyun menggeleng tidak mengerti.

“Ya, perhatian kami tidak akan hilang darimu, kau tetap magnae suju yang paling kami sayang. Kita semua saling sayang, lihat Sungmin hyung, kau perlakukan dia seperti dongsaengmu saja. Dan kami tetap menyayangi member shinee seperti dongsaeng. Posisi mu tidak akan berubah, Kyu. Kau kan berada di suju sebagai magnae, sedangkan mereka berada di shinee dengan kehidupan mereka. Apa yang perlu kau risaukan? Tidak ada kan?” jelas Ryeowook.

Kali ini Kyuhyun benar-benar berpikir dan mencerna perkataan Ryeowook. “Benar apa yang dikatakan Wookie hyung, aku tetap menjadi magnae. Aku tetap disayang,” batinnya.

“Apa kau masih membenci kami?” tiba-tiba suara Taemin terdengar dibelakang mereka. Serempak Kyuhyun dan Ryeowook berbalik. Dan di sana sudah berdiri semua member SHINee, leeteuk dan Sungmin. Mereka menunggu jawaban Kyuhyun harap-harap cemas.

Kyuhyun maju selangkah menatap satu-persatu dongsaenya, lalu tersenyum ala evil-nya. Taemin sempat merinding melihatnya. Kyuhyun kembali melangkah tepat kehadapan Taemin, lalu memegang pundaknya.

“H-hyung?” Taemin tegang di hadapan Kyuhyun.

“Aku adalah manusia bodoh jika membencimu,” ucapnya tersenyum hangat. Taemin lega mendengar pernyataan Kyuhyun.

“Jinja?” Onew membulatkan matanya, dia tidak percaya.

“Ne… Apa yang kalian pikirkan?”

“Aku pikir kau tidak menyukai kami. Dari awal kau selalu bersikap dingin terhadap kami, dan…” Jonghyun menghentikan kata-katanya.

“Hyung, aku takut itu” sambung Key.

“Aku memang bodoh, berpikir tidak rasional. Dan pemikiranku sudah berubah,” ucap Kyuhyun.

“Bagus Kyu, kau memang baik!!!” puji Leeteuk, dia mengusap punggung Kyuhyun.

“Ya benar, kami selalu sayang padamu. Perhatian kami tidak akan berkurang terhadapmu,” giliran Sungmin berbicara.

“Gomawo hyung…” ucap Kyuhyun.

“Oke, ini bukan acara termehek-mehek TransTV *author promosi* jadi lebih baik bersenang-senang di dalam.” Ajak Ryeowook. Mereka kembali kedalam, sungguh keadaan yang berantakan. Hampir semua member suju sudah teler duluan, dan tebak siapa yang sudah tewas itu, dia adalah Kangin, peminum soju terberat.

“Ayo semua! Kita bersulang!!!” teriak Taemin yang sudah memegang botol soju.

PLETAK!!!

“Umurmu belum cukup meminum ini, babo” Onew memarahi si polos Taemin.

“Hyung pelit!!” ejek Taemin.

“Kau minum ini saja,” Jonghyun menyodorkan segelas jus jeruk.

“BERSULANG!!!” pimpin Leeteuk.

“Bersulang… hiks…” sahut suara Kangin ditengah cegukannya yang tidak sadar. Semua tertawa melihat itu.

————————————-

Kyuhyun Pov

Hah, hati ku sangat lega setelah mendengar petuah dari Wookie hyung. Dia benar-benar hyung yang hebat. Dan bodohnya aku sempat tidak menyukai malaikat-malaikat polos ini. Aku baru sadar kalau mereka ini sangat menyenangkan. Dan mulai saat ini aku harus terbiasa menyayangi mereka sebagai dongsaengku ^^.

The End

Jangan lupa VOTE/LIKE ff2 Dedekyu yg banyak yah ^^
So, Your comments it’s really important for Me ^^~
ThanKYU ^O^
Advertisements

31 thoughts on “I Was Magnae

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s