WHITE ANGEL part 7

author by Sari Rahma aka Choi MyungAh

PART 7

“ya! Myung Ah-ssi, sedang apa kau disini?”

“ah, annyeong Yoochun oppa, Jaejoong oppa. Aku sedang mencoba belajar main biola” ucap Myung Ah sambil sedikit mengangkat kotak biolanya.

“ooo, lalu siapa dia? Apa namjachingumu?” sekarang Jaejoong yang bertanya sambil menunjuk Joon.

“ne, saya namjachingunya Myungie. Na neun Lee Joon imnida”

“ah, Park Yoochun imnida”

“Kim Jaejoong imnida. Hmm,,, Myung Ah-ssi kau latihan dilantai berapa?”

“lantai 15” jawab Myung Ah.

“kalo begitu 2 lantai diatas kami” ujar Yoochun seraya tersenyum.

“memangnya apa yang oppa lakukan dilantai 13?” Tanya Myung Ah sambil memasang wajah ingin tau.

“apa oppa belajar olah vocal?” sambungnya dengan nada menggoda. Ya. Sebelumnya Myung Ah sudah menghapal kelas tiap lantai yang ada digedung itu.

“aniyo, kami sedang menjalankan tugas. Dan bila kami berhasil, kau bisa bertemu dengan white angel” Jaejoong cengengesan.

“jinja!? Kalo begitu semoga berhasil” ucap Myung Ah senang. Liftpun berhenti dilantai 13.

“ah, kami duluan. Annyeong” Yoochun dan Jaejoongpun keluar dari lift.

“apa kau akan tetap senang saat mereka benar2 menangkapmu?” Myung Ah mendelik.

“ani, tentu saja tidak. Akukan mengatakannya agar mereka tidak curiga padaku” jawab Myung Ah santai.

“tapi kau memang hebat angel. Padalah baru beberapa hari yang lalu kau dapat misi dan semuanya sudah tersusun rapi seperti ini. Seperti kotak biola ini” ujar Joon sambil mengambil kotak biola yang sedari tadi dipegang Myung Ah.

“kalo dibuka memang hanya akan kelihatan biola, tapi bila biolanya dikeluarkan dan alasnya dibuka, dibawahnya akan nampak senjata” ucap Joon sambil mengambil 4 buah pistol ukuran sedang dan beberapa peluru punyanya yang dimasukkan kesana saat masih dalam perjalanan kegedung tadi.

“dan yang lebih hebat adalah bajumu yang bisa lolos dari alat pelacak itu” sambung Joon. Myung Ah tersenyum simpul sambil sedikit mengangkat rok selututnya yang agak mengembang. Dipaha kiri dan kanannya sudah bertengger pistol dan beberapa pelurunya. Dia memang merasa perlu mempersiapkannya, karena saat model itu mati nanti, gedung ini akan ditutup agar dia tidak dapat keluar. Jadi ini bukan untuk ke4 polisi itu, melainkan untuk anak buah mereka dan para penjaga keamanan gedung B. Pintu lift keatap gedung pun terbuka, dengan cepat Myung Ah dan Joon berjalan mendekati tepi gedung. Dikeluarkannya senjata laras panjang kesayangannya itu. Lalu dengan cepat pula diarahkannya keapartement Jess. Dari lubang pembidikan, Myung Ah dapat melihat jelas Jess yang sedang duduk santai diruang tengah sambil membaca majalah sedangkan Yunho berjalan kesana kemari untuk memastikan keadaan. Joon yang berada disamping Myung Ah celingak-celinguk untuk memastikan bahwa tidak ada orang disana selain mereka.

“apa topengnya sudah oppa siapkan?” Tanya Myung Ah sambil mendongak melihat Joon yang sedang berdiri dibelakangnya.

“ne, ini” Joon memperlihatkan 2 buah topeng yang sedang dipegangnya, 1 berwarna hitam dan 1 lagi berwarna putih. Untuk misi kali ini dia memang memerlukan topeng, karena kalo tidak dia bisa langsung ketahuan oleh Yoochun dan Jaejoong. Myung Ah pun mulai membidik kepala Jess, tapi saat dia hendak menembak, Jess bangkit dari duduknya. Myung Ah pun harus membidik mengikuti Jess yang berjalan-jalan.

“aish, kenapa dia malah mondar-mandir” gerutu Myung Ah.

“ada apa?” Tanya Joon.

“dia tidak mau diam ditempat. Ah dia sudah duduk lagi. Baguslah,,,,” Myung Ah pun mulai membidik kepala Jess dan tanpa menunggu lama diapun langsung menarik pelatuk pistolnya.

DOORRR,,, PRAAANGGGG,,, kaca apartement Jess pecah dan sekarang dia sudah tak bernyawa lagi karena peluru Myung Ah langsung bersarang dikepalanya. Yunho yang terkejut mendengar bunyi kaca pecah langsung berlari kearah Jess.

“aish, dia sudah mati” desis Yunho sambil melihat kearah Jess yang kepalanya sudah banyak mengeluarkan darah dan beralih pada kaca pecah. Diapun dengan segera menghubungi Jae.

“YA! JAEJOONG, DIA ADA DISANA” teriak Yunho. Setelah itu dia juga tidak lupa menghubungi Changmin dan Kyuhyun untuk menuju gedung B sementara dia juga berlari kearah lift.

$$$$

“oemma, perasaanku tidak enak. Apa tidak sebaiknya kita kesana” raut wajah khawatir ada diwajah Yoon Yang.

“apa kau tidak percaya pada Myungie?” ujar Victoria sambil membolak-balikkan halaman majalah yang sedang dia baca.

“tentu aku percaya, tapi aku takut terjadi apa2. Dan lagi nanti unnie akan melakukan baku tembak dengan polisi dan keamanan disana. Oemma,,,” rengek Yoon Yang.

“Sulli rasa apa yang dikatakan Yayang unnie benar shungmo. Perasaan Sulli juga tidak enak” Sulli memasang wajah cemas.

“ah, ara ara. Biar aku yang pergi. Kalian jaga rumah, lagian kalo membawa kalian juga tidak akan banyak membantu karena kalian tidak pandai menembak. Araseo???” Yoon Yang dan Sulli mengangguk senang.

$$$$

Dari tadi Seoyun tidak bisa tidur, perasaannya tidak enak.

“Seoyun-a, kau kenapa?” tidur Yoochan sedikit terusik.

“ah, mianhe unnie, aku jadi membangunkanmu”. Karena tugas Jaejoong, dia jadi harus menginap dirumah ChunChan.

“oppa tidak mau kau tinggal sendiri dirumah, jadi menginap saja dirumah ChunChan” itulah yang dikatakan Jaejoong tadi pagi.

“ani, tidak apa2. Waeyo?” Tanya Yoochan lagi.

“aku tidak bisa tidur unnie. Perasaanku tidak enak. Aku takut terjadi apa2 pada Jaejoong oppa” ucap Seoyun lesu.

“hmm, sebenarnya aku juga merasakannya. Sebaiknya kita berdoa agar mereka berdua tidak apa2 dan kembali dengan baik” Seoyun menggangguk.

$$$$

“unnie” Hyunmi memanggil Eun Hee yang tidur disampingnya.

“hmm, wae?” Eun Hee mencoba membuka matanya.

“apa oppadeul tidak apa2 ya? Bagaimana kalo malam ini white angel keluar?” raut wajah Hyunmi terlihat cemas.

“kau tenang saja, mereka pasti baik2 saja. Sudah ayo tidur lagi. Kau tidak maukan kalo saat Kyuhyun menjemputmu besok dia melihat ada kantung mata dimatamu karena kau kurang tidur”

“hmm, aku akan tidur, selamat malam unnie” Hyunmi pun mencoba tidur.

‘oppa kau harus baik2 saja!’ pikir Eun Hee sambil memejamkan matanya.

$$$$

Setelah mendengar bahwa white angel ada digedung tempatnya dan Yoochun berjaga, Jaejoong pun langsung memberikan isyarat pada anak buahnya untuk memulai pencarian white angel dan mulai menghubungi anak buahnya yang juga sudah menyebar digedung itu serta mengeluarkan seluruh penghuni gedung kecuali orang2 yang mencurigakan.

*

“bagaimana?” Tanya Joon pada Myung Ah yang tersenyum.

“ne, berhasil oppa. Sebaiknya kita segera turun. Mungkin kita bisa mengelakkan baku tembak dengan mereka” ujar Myung Ah sambil memasukkan kembali senjata laras panjangnya kedalam kotak biola, sedang Joon menunggu Myung Ah selesai menyimpan senjata. Myung Ah dan Joon pun langsung berjalan kepintu kemudian menuruni tangga, tapi ternyata sudah ada 2 orang polisi disana.

“apa yang kalian lakukan diatap?” Tanya salah seorang polisi. Terdengar suara dari headset yang dipakai oleh kedua polisi itu.

“white angel ada digedung ini, cepat tangkap wanita atau siapa saja yang mencurigakan” terdengar suara Jaejoong. Polisi itupun langsung melihat kearah Myung Ah.

“ya! Jangan2 kau…”

DOORRR, Joon langsung menembak sebelum polisi itu selesai berbicara.

“ya! Kau…”

DOORRR, lagi2 Joon menembak sebelum polisi yang satunya lagi sempat mengeluarkan pistolnya.

“sepertinya baku tembak tidak bisa dielakkan, ayo pergi” Myung Ah mengangguk lalu memakai topengnya. Mereka pun berjalan mengendap-endap utk mencari tempat yang tepat untuk berganti costum. Mereka harus melakukannya, apalagi tadi Yoochun dan Jaejoong sudah melihat mereka. Otomatis bila masih memakai baju itu, sama saja bunuh diri. Ditambah baju yang dipakai Myung Ah kecipratan darah ke2 polisi tadi. Mereka pun masuk kedalam ruangan dengan berbagai macam kostum. Joon pun mengambil baju kaos berwarna hitam dan memakainya, sedangkan untuk celana dia memakai celana tadi. Sedangkan Myung Ah membuka roknya dan berganti dengan memakai hotpant, lalu dia mengambil tanktop putih dan memakainya kemudian rambutnya diikat tinggi*kayak model cewek di MV Y MBLAQ*.

“kau siap angel?” Myung Ah mengangguk. Mereka menyembunyikan kotak biola dan kostum awal mereka disana. Mereka lalu keluar dari ruangan itu masih dengan mengendap-endap. Ditangan kanan dan kiri, pistol mereka sudah siap memuntahkan pelurunya. Sekarang yang mereka pikirkan bagaimana bisa kabur dari lantai 20? Yang jelas ini bukan hal yang mudah walau 2 pembunuh hebat bergabung.

*

Changmin, Kyuhyun dan Yunho serta anak buah mereka akhirnya sampai digedung B. gedung itu sudah dikepung oleh banyak sekali polisi.

“bagaimana keadaannya?” Tanya Yunho saat melihat Jaejoong dan Yoochun.

“ditemukan 2 orang terbunuh ditangga menuju atap gedung” jawab Yoochun.

“jadi dia melakukannya dari atap gedung? Pintar juga” Yunho tersenyum sinis.

“ayo, kita juga harus mencarinya” ucap Yunho.

“bukan dia Yunho-ssi, tapi mereka. White angel membawa temannya, seorang namja” jelas Jaejoong.

“MWO?!! Teman? Namja?” Jae dan Yoochun mengangguk.

“itulah kata2 terakhir dari salah satu anak buah yang meninggal” ujar Yoochun.

“jadi dia sudah kembali. Bagus, hari ini kita dapat tangkapan besar” senyum Yunho mengembang.

“mwo? Apa maksud anda kyongcalnim? Saya tidak mengerti?” ucap Changmin sambil garuk2 kepala.

“kemungkinan besar namja itu adalah black devil. Dia juga adalah pembunuh yang membuat kepolisian pusing. Selama 4 tahun keberadaannya tidak diketahui, tapi sekarang dia ada disini. Kalo bisa menangkap keduanya, kita semua bisa naik jabatan. Ayo cepat tanggap mereka” Yunho membuat pistolnya dalam keadaaan siaga dan berjalan menuju tangga darurat dan diikuti yang laen.

*

DOR DOR DOR. Joon menembak 3 polisi yang menghalangi jalan mereka. Sedangkan Myung Ah menjaga pertahanan dibelakang kalo2 ada yang mengikuti mereka. DOR DOR, Myung Ah menembak tepat dijantung 2 orang polisi yang baru saja membuka pintu lantai 18.

“suara tembakannya terdengar. Berarti mereka ada diatas” ucap Changmin sambil melihat Kyuhyun yang berada 1 anak tangga dibawahnya.

“siapkan pistol kalian” ucap Yunho lantang.

“ne kyongcalnim” seru semua anak buah Yunho. Merekapun terus menaiki anak tangga satu persatu.

“aish, oppa mereka datang” seru Myung Ah saat melihat kebawah.

“kalo begitu kita kesini” ucap Joon sambil menarik tangan Myung Ah masuk kepintu dilantai 15. Mereka berlari dikoridor, sambil sesekali mereka melihat kebelakang.

“aish, kemana mereka?!” gerutu Yunho saat tidak menemukan white angel dan black devil.

“kyongcalnim, sepertinya mereka disana” ujar salah satu anak buahnya sambil menunjuk kepintu lantai 15 yang terbuka. Yunho dan yang lainnya pun berlari masuk kelantai 15, dan terlihat dua orang yang sedang berlari. DOR DOR DOR, Yunhopun langsung melakukan penembakan. Myung Ah dan Joon yang kaget dengan suara tembakan langsung menambah kecepatan berlari mereka yang tentu saja tetap sesekali melihat kebelakang supaya tidak kena tembak. DOR DOR DOR DOR, suara tembakan menggema dilantai 15. Myung Ah dan Joon tidak berani menembak karena takut mengenai JaeYooMinKyu. Saat bingung harus bagaimana, akhirnya didepan mereka terlihat lorong kekanan dan kekiri. Setidaknya disana mereka dapat menembak tanpa salah sasaran. Seperti tau pikiran Myung Ah, Joon mengangguk. Mereka berdua langsung berpisah dan merapat pada dinding lorong kanan dan kiri *readers ngerti g’?*. Yunho yang tau posisinya sedang tidak bagus langsung menyuruh pasukannya mundur, tapi DOR DOR DOR,sudah terlambat karena banyak yang terbunuh oleh Myung Ah dan Joon. Mungkin setengah pasukan Yunho yang ada disana sudah mati terbunuh.

“sepertinya mereka mundur sementara, aku akan kesana” ucap Myung Ah yang ada disebelah kanan. Joon mengangguk, Myung Ah pun berlari kearah Joon yang ada disebelah kiri. DOR DOR DOR, Jaejoong yang melihatnya langsung menembak kearah Myung Ah dan…

“ARGHHH”, lengan kiri Myung Ah kena tembak dan sempat sedikit oleng kekanan.

“ANGEL” teriak Joon saat melihat peluru itu menembus kulit mulus Myung Ah. Walau tertembak Myung Ah masih bisa berjalan pelan kearah Joon sambil memegang lengannya yang banyak mengeluarkan darah segar.

“kurang ajar” ujar Joon saat Myung Ah sudah berada dipelukannya.

“ya hyung, kau mengenainya” ucap Changmin senang.

“kau hebat hyung” puji Kyuhyun sambil menepuk pelan bahu Jaejoong.

“kerja bagus Jaejoong-ssi” puji Yunho seraya tersenyum, sedangkan Yoochun masih dalam posisi menjaga pertahanan.

“akan aku tembak dia” Joon marah dan berniat menembak Jaejoong, tapi dihalangi oleh Myung Ah.

“andwaeee, oppa sudah janji padaku. Lebih baik kita kabur saja. Kkaja” Joon tidak mendengarkan permintaan Myung Ah, DOR DOR, Joon menembak kearah Jaejoong tanpa melihatnya. Dan ARGHHH, ternyata tembakan Joon mengenai seseorang tapi itu bukan Jaejoong.

“KYONGCALNIM!!!” teriak Changmin dan Kyuhyun bersamaan.

“YUNHO-SSI” ucap Jaejoong sambil menahan tubuh Yunho. Peluru Joon menembus perut Yunho dan darah segarpun banyak keluar.

“KURANG AJAR” ujar Yoochun sambil menembak kearah lorong tempat Myung Ah dan Joon berada. Joon tersenyum sinis lalu menggendong Myung Ah dan terus berlari menghindar.

“kau tenang saja angel, yang kena bukan dia tapi atasannya” ujar Joon sambil terus berlari, setidaknya karena itu pengejaran terhadap mereka menjadi melambat. TOK TOK TOK, Joon melengah kearah jendela dan terkejut.

“AHJUMMA!” serunya saat melihat Victoria. Myung Ah yang setengah sadarpun ikut melihat kearah kaca.

“shungmo” ucap Myung Ah lirih. Victoriapun mengisyaratkan untuk membuka jendela, Joon pun menyandarkan Myung Ah pada dinding lalu membuka jendela.

“bagaimana ahjumma bisa sampai kesini?” Tanya Joon.

“itu nanti saja, cepat bawa Myungie kesini” Joon mengangguk seraya menggendong Myung Ah dan memberikannya pada Victoria. Diapun juga ikut melangkah keluar jendela.

“ya, mereka berusaha kabur!” seru Yoochun lalu mulai menembak kearah jendela. Victoria melemparkan gas air mata kearah Yoochun dan pasukannya lalu dengan cepat mengatur agar benda yang menahan beratnya, Myung Ah dan Joon cepat membawanya turun. Saat alat itu membawa Victoria, Myung Ah dan Joon turun, Yoochun dan anak buahnya sibuk menghilangkan asap yang membuat mata mereka perih dan sakit. Saat tiba dibawah terlihat beberapa mayat polisi.

“ini kerjaan ahjumma?” Tanya Joon yang hanya mendapat jawaban sebuah anggukan.

“cepat gendong dia kemobil ku. Lalu jemput mobilmu agar polisi tidak curiga padamu” Joon mengangguk seraya dengan cepat membawa Myung Ah kemobil Victoria yang diparkir sembarangan.

“bawa dia kerumah sakit ahjumma” ujar Joon saat Myung Ah sudah masuk kedalam mobil.

“aniyo, aku akan bawa dia pulang, lagipula kalau membawanya kerumah sakit sama saja bunuh diri” jawab Victoria.

“tapi dia luka parah ahjumma dan darahnya banyak keluar”

“aku bisa mengobatinya, kau tenang saja. Cepat pergi” Victoriapun melajukan mobilnya menuju rumah.

$$$$

“kyongcalnim, bertahanlah” Changmin mencoba menghentikan darah yang terus keluar dari perut Yunho.

“CEPAT TELPON AMBULANCE” teriak Jaejoong yang langsung membuat Kyuhyun menekan nomor rumah sakit. Saat mereka ber3 sibuk mengurus Yunho, Yoochun pun datang.

“bagaimana Chunnie?” Tanya Jaejoong, tapi Yoochun malah menghela napas.

“mianhe, mereka berhasil kabur” ucap Yoochun sambil menunduk.

“MWO! Bagaimana mereka bisa kabur?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“white angel pertama sepertinya datang menolong” ucap Yoochun lagi.

“sebaiknya kita bawa dia turun dengan lift. Kkaja” sambung Yoochun sambil mencoba menggendong Yunho dan dibantu yang lain. Saat lift yang membawa mereka sampai dilantai 1gedung, ambulance pun sudah Nampak menunggu. Dengan cepat Yunho dimasukan dalam mobil ambulance dan dibawa kerumah sakit.

“sebaiknya kalian tinggal disini untuk mengendalikan semuanya. Kalo semua sudah terkendali kalian boleh menyusul kerumah sakit. Araseo?!” ucap Jaejoong. Changmin dan Kyuhyun pun mengangguk patuh.

$$$$

“annyeong, bagaimana dengan angel” itulah yang dikatakan Joon saat baru masuk kedalam rumah Myung Ah.

“unnie sedang diobati oleh shungmo diruang itu” tunjuk Sulli pada pintu rahasia yang tersembunyi dibalik rak buku. Itu adalah ruangan untuk melakukan semua pengobatan white angel. Dengan cepat Joon berlari masuk keruangan itu. Selama perjalanan dia terus saja memikirkan keadaan Myung Ah yang kehilangan banyak darah. Joon membuka pintu dan mendapati Myung Ah yang sedang setengah sadar akibat obat bius diatas tempat tidur kecil. Sedangkan Victoria menjahit luka tembak Myung Ah, sepertinya peluru yang bersarang dilengan Myung Ah baru saja dikeluarkan. Yoon Yang bertugas mengeka keringat Victoria dan Myung Ah. Proses penjahitan lukapun selesai.

“dia tidak apa2, kau bisa tenang sekarang. Tolong bawa dia kekamarnya” ucap Victoria sambil berjalan keluar ruangan yang diikuti oleh Yoon Yang.

“tolong jaga unnie” ucap Yoon Yang sebelum melangkah keluar ruangan. Joon pun mendekati Myung Ah yang masih setengah sadar.

“bagaimana keadaanmu?” yang ditanya hanya tersenyum. Joon pun mengelus lembut rambut Myung Ah yang sudah basah oleh keringat. Lalu mulai menggendong Myung Ah keluar dari ruangan itu menuju kekamar. Setibanya dikamar, Joon langsung merebahkan tubuh Myung Ah dikasur dan menutupnya dengan selimut.

“aku akan menjagamu disini” ucap Joon sambil mengecup lembut puncak kepala Myung Ah. Myung Ah hanya tersenyum kemudian menutup pelan kelopak matanya. Pertanda dia ingin tidur. Joon pun terus menerus mengelus kepala Myung Ah hingga akhirnya dia tertidur dengan bersandar pada tepi kasur.

Tbc,,,

3 thoughts on “WHITE ANGEL part 7

  1. s Jess cepet banget tewasny chingu…ha2
    keren keren, adegan baku tembak ny…banyak bener yg mati
    cuman gak ngerti sama yg merapat2 di dinding itu chingu…mian aye kan lemot he3
    semoga yunho dan white angel baik baik sajah

    fighting chingu!!

  2. @ almostdown: hahaha, biar dia istirahat dengan tenang, makanya cepet *dilempar kelaut ama sone*
    hehehe, gomawo chingu^^ *bow*
    hahaha, saya juga bingung ngejelasinnya…
    aminn, kekeke

    ne, gomawo^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s