WHITE ANGEL part 6

author by Sari Rahmah aka Choi MyungAh

PART 6

“Jaejoong dan Yoochun akan berjaga digedung seni, Changmin dan Kyuhyun diperusahaan Han, sedangkan aku akan berjaga diapartement” Yunho menjelaskan tempat2 penjagaan nanti malam dengan tampang serius. JaeYooMinKyu mengangguk mengerti.

“kalo begitu, apa sekarang kita bisa panggil anak buah kita kyongcalnim?” Tanya Changmin.

“ne, panggil beberapa unit. Karena firasatku mengatakan dia akan datang malam ini” ucap Yunho dengan senyum devil laugh.

“lalu diapartement apa perlu anak buah juga?” sekarang Jaejoong yang bertanya.

“tidak udah, untuk apartement akan aku jaga sendiri… lagipula aku ragu dia akan datang ke apartement untuk membunuh. Dia pasti akan kesalah satu tempat kalian. Jadi siap2 saja, karena kemungkinan besar kita akan melakukan baku tembak dengannya” Changmin dan Kyuhyun menelan ludah karena gugup. Bagaimana tidak, kalau baku tembak benar2 terjadi maka ini akan jadi baku tembak mereka yang pertama setelah 2 tahun menjadi polisi.

$$$$

“annyeong”

“ya! Kau Sulli” Victoria langsung memeluknya.

“bogoshippo ahjumma” ucap Sulli masih dalam pelukan Victoria.

“na do, ayo masuk” Victoria langsung menarik tangan Sulli masuk kedalam rumah.

*

“kenapa tidak bilang kalo mau pulang, ahjummakan bisa menjemputmu dibandara” ujar Victoria sambil membuatkan Sulli minum, mereka duduk dikursi meja makan.

“hehehe, aku mau buat kejutan. Apa Yayang unnie dan Myungie unnie belum pulang?”

“ne, hari ini mereka akan pulang tepat jam makan malam”

$$$$

Myung Ah terus berlari kearah gedung koreografi. Dia sangat mencemaskan keadaan Joon.

“oppa” gumamnya sambil terus berlari. Sekarang dia sudah ada digedung koreografi, tinggal naik lift menuju lantai 4. Tapi,,,

“aish, kenapa lama sekali liftnya turun” gerutu Myung Ah.

“naik tangga saja” ujarnya sambil berlari kearah tangga. Lantai 2,,, lantai 3,,, lantai 4. Akhirnya dia sampai juga.

“hosh,,, hosh,,, hosh,,, capek juga. Tapi ruangan yang mana?” ucapnya melihat begitu banyak pintu. Diapun akhirnya memasuki satu per satu pintu tersebut, hingga akhirnya saat membuka pintu terakhir terlihat Joon yang terkapar.

“OPPA” teriak Myung Ah mendekati tubuh Joon.

“oppa, oppa, ireona,,, ireona” Myung Ah mengguncang-gungcang tubuh Joon, tapi dia tidak juga bergerak. Mata Myung Ah sudah mulai berkaca-kaca. Dicobanya mencari denyut nadi ditangan Joon, tapi denyut nadinya tidak terasa. Diletakkannya kepala didada bidang Joon agar bisa mendengar detak jantung Joon, tapi detak jantung Joon tidak terdengar. Sontak air mata Myung Ah keluar dengan derasnya.

“ya! Oppa, ireona,,, ireona. Oppa jangan bercanda seperti ini. Tidak lucu. Oppa hiks hiks hiks. Oppa!” Myung Ah terus-menerus mengguncang tubuh Joo, tapi tidak ada reaksi.

“OPPAAAAA” Myung Ah menangis diatas dada bidang Joon.

“hiks hiks hiks hiks” Myung Ah terus menangis.

$$$$

“ya! Hyung. Mana Jess?” Changmin yang melihat Jae berdiri didepannya bingung.

“aku meninggalkannya dicafe” jawab Jae acuh sambil duduk disamping Yoochun.

“mwo! Kenapa hyung tinggalkan?” Kyuhyun menatap Jae heran.

“aku gerah lama2 dekat dengannya. Dan aku sudah capek bersikap baik dengannya” jelas Jae sambil mengambar roti sandwich Changmin.

“yah rotiku” ucap Changmin mewek sambil menatap Jae yang melahap rotinya.

“hahaha, kupikir kau suka dekat2 dengannya” ucap Yunho sambil merangkul bahu Jae.

“hahhh, tadi aku terpaksa karena dia harus kita jaga, tapi lama2 sikapnya bikin aku malas dekat2 dengannya” semua tertawa mendengar penjelasan Jae.

$$$$

“cup cup, jangan menangis angel” Myung Ah berhenti menangis dan kepalanya seperti dielus-elus. Diapun mendongak dan mendapati Joon sedang tersenyum, seketika itu juga Myung Ah duduk. Tawa Joon pun meledak.

“hahahaha, kau berhasil oppa kerjai” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk Myung Ah.

“aaaa, jahat jahat. Bercandanya tidak lucu” Myung Ah pun memukul-mukul dada bidang Joon, sedangkan Joon terus saja tertawa. Karena tawa Joon tak urung mereda, Myung Ah akhirnya berdiri dan berjalan keluar ruangan. Namun langkahnya terhenti karena lengannya ditarik oleh Joon.

“jangan marah angel” ucap Joon sambil mengelus pipi Myung Ah. Myung Ah menangkis tangan Joon.

“aku tidak suka candaan seperti tadi. Kalo oppa benar2 meninggal gimana?!” ucap Myung Ah sedikit menaikkan nada bicaranya.

“mianhe, oppa janji tidak akan bercanda seperti ini lagi, mianhe my angel” Joon membuat V dengan jarinya.

“oppa tidak tau apa jantungku hampir berhenti berdetak tadi” mata Myung Ah sudah berkaca-kaca lagi. Joonpun memeluknya hingga air matanya tumpah didada bidang Joon.

“hiks hiks hiks”

“sudah jangan menangis lagi. Cup cup cup” Joon mengelus lembut kepala Myung Ah. Setelah setengah jam, tangis Myung Ah pun mereda. Joon mengambil tas yang dia gantungkan dibalik pintu lalu berjalan kearah Myung Ah yang sedang duduk menyandar didinding kaca.

“o ya, ada yang ingin oppa beritahukan padamu. Ini tentang…”

$$$$

“kami pulang” ujar Myung Ah sambil membuka pintu.

“selamat datang unniedeul” Myung Ah dan Yoon Yang sama2 menghentikan gerakan mereka dan melihat kearah suara.

“ya! Sulli” teriak Yoon Yang yang langsung memeluk Sulli.

“Yayang unnie” Sulli pun balas memeluk Yoon Yang.

“Su Sulli” Myung Ah masih tak percaya dengan penglihatan dan pendengarannya.

“unnie” ujar Sulli melepas pelukan Yoon Yang dan berjalan mendekati Myung Ah.

“unnie, bogoshippo” ucap Sulli sambil memeluk erat Myung Ah.

“na do dongsaeng” Myung Ah balas memeluk Sulli.

*

“bagaimana bisa kau ke Korea tidak bilang2 unnie dulu” Myung Ah memulai introgasinya.

“aku mau buat kejutan makanya tidak bilang2. Hehehe” Sulli senyum2 geje.

“aish, kalo kau lupa jalan kesini dan diganggu preman dijalan bagaimana?” Myung Ah melihat tajam kearah Sulli.

“sudahlah Myungie, yang penting Sulli-kan tidak apa2 dan sampai dirumah dengan selamat” sela

Victoria melihat Myung Ah yang sepertinya akan mulai berceramah.

“tapi kenapa harus mendadak begini. Dan bagaimana dengan sekolahmu di Prancis?”

“aku minta izin pulang ke Korea karena rindu pada kalian, jadi aku diberi libur selama 2 minggu, hehehe” ujar Sulli sambil membuat huruf ‘v’.

“aish, dasar kau ini” Myung Ah geleng2 kepala.

$$$$

“aish, 1 jam lagi” ujar Joon sambil memutar kunci dan perlahan membuka pintu apartemennya. Suasananya begitu sunyi dan gelap, tentu saja karena Joon tinggal sendiri. Perlahan dia melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen dan menghidupkan seluruh lampu.

“kau sudah pulang” Joon terkejut mendapati seseorang yang sedang duduk santai dikursi.

“ka,,, kau” Joon menunjuk kearah yeoja yang sedang tersenyum sambil melipat tangannya didada.

“apa kabar Joon?”

“kenapa kau bisa ada disini? Dan bagaimana caranya kau masuk keapartementku?” ujar Joon sambil menunjuk-nunjuk yeoja itu.

“itu mudah bagiku. Ayo kembali ke Jerman?”

“ani. Aku tidak mau, dan soal masalah tunangan. AKU TIDAK MAU”

$$$$

Jam sudah menunjukkan pukul 20.50 waktu Korea dan waktunya white angel beraksi. Myung Ah, Victoria, Yoon Yang dan Sulli berada diruangan kerja white angel. Myung Ah sudah menyiapkan semua yang diperlukannya untuk misi kali ini, tapi dia tampak ragu.

“kau tidak apa2 Myungie?” Victoria menepuk pelan bahu Myung Ah.

“ne ahjumma” ucap Myung Ah singkat.

“unnie, apa kau yakin tidak perlu aku temani?” Tanya Yoon Yang sambil memasang wajah memelas.

“tidak perlu, kali ini aku akan mengerjakannya sendiri, lagipula ini berbahaya” jawab Myung Ah yang langsung membuat Yoon Yang kecewa.

“apa bukan karena kau akan melakukan misi ini dengannya?” Myung Ah mengkerutkan keningnya.

“apa maksud ahjumma, aku tidak mengerti?”

“siapa lagi kalau bukan black devil, kau tidak berfikir aku tidak tau kalo semalaman dia tidur dikamarmukan?” ucap Victoria sambil melipat rapi kedua tangannya, sedangkan Myung Ah kaget setengah mati mendengarnya sambil membuat huruf ‘o’ dimulutnya. Yoon Yang dan Sullipun tah kalah terkejut.

“omo,,, unnie tidur dengan seorang namja? Pantas kamarnya kemaren dikunci” Yoon Yang menatap tajam.

“mwo? Black devil? Jadi Joon oppa sudah kembali? Kenapa unnie tidak bilang?” Sulli pun ikut2 melihat tajam.

“uhm, itu,,, umm, ahjumma,,, Yayang,,, Sulli,,, aku…” Myung Ah sulit mencari kata2 yang tepat. Akhirnya dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya.

“sudahlah, kau tidak perlu menjelaskannya. Lagipula ahjumma percaya kau belum melakukan ‘itu’ dengannya. Hanya saja lain kali dia harus lewat pintu, bukan jendela kamarmu. Mengerti!” Myung Ah mengangguk beberapa kali.

“tapi aku perlu penjelasan. Kenapa unnie tidak bilang padaku?” Sulli berkacak pinggang.

“aish, Sulli dia baru kembali 3 hari lalu. Jadi aku belum sempat memberitahukanmu” jelas Myung Ah pada dongsaeng kandung satu2nya itu.

“jadi Sulli tau tentang black devil? Bahkan dia tau nama aslinya? Kenapa aku tidak tau?” sekarang Yoon Yang yang menuntut penjelasan.

“itukan karena 5 tahun yang lalu kau serta Minho bersekolah di Inggris. Dan baru kembali 2,5 tahun yang lalu” ujar Myung Ah.

“ah, aku ingat, hehehehe” Yoon Yang malah senyum2 geje sedangkan Myung Ah mencibir.

TIT TIT TIT, terdengar suara klakson mobil Joon.

“ah, dia sudah datang” ujar Myung Ah sambil berlari kepintu dan tak lupa membawa senjatanya. Tapi sebelum dia sempat membuka pintu, Yoon Yang dan Sulli mencegatnya.

“jangan pergi dulu unnie, suruh Joon oppa masuk dulu. Aku mau berkenalan dengannya” ucap Yoon Yang.

“ne, aku juga rindu padanya. Sebentar saja unn” Sulli memelas.

“aku juga sudah lama tidak bicara dengannya. Lagipula ada yang harus aku tegaskan” ujar Victoria sambil mengeluarkan senyum devilnya, perasaan Myung Ah tidak tenang. Tapi dia tidak bisa menolak permintaan mereka ber3.

“ya, baiklah” Myung Ah pun keluar dari rumah dan mengisyaratkan agar masuk kedalam rumah dulu pada Joon yang sedang berada didalam mobil. Tak perlu waktu lama, Joon pun mematikan mesin mobil dan keluar.

*

“annyeong haseyo” ucap Joon sambil sedikit membungkuk pada Victoria, Yoon Yang dan Sulli.

“annyeong oppa, apa kau masih ingat aku” ucap Sulli sambil menunjuk dirinya sendiri.

“ne, aku ingat padamu Sulli-a” senyum lembut terukir dibibir Joon.

“na neun Choi Yoon Yang imnida. Bangapsumnida” ucap Yoon Yang sambil sedikit membungkuk pada Joon.

“Lee Joon Imnida” balas Joon.

“aku tau kau sudah berhasil membuat Myungie memaafkanmu bahkan seperti lebih dari itu, tapi bila kejadian 4 tahun yang lalu kembali terulang,,,” Victoria menggantung kata2nya sambil bangkit dari tempat duduk dan menuju kejendela besar yang ada diruangan itu.

“peluruku akan hinggap dikepalamu, araseo?” sambung Victoria sambil menatap tajam Joon. Semua terkejut mendengar pertanyaan Victoria barusan kecuali Joon. Dia seperti sudah tau bahwa Victoria tidak akan mempermudah jalannya mendapatkan Myung Ah kembali.

“ne, ahjumma. Aku berjanji, dia tidak akan pernah aku tinggalkan lagi” jawab Joon sambil tersenyum, sedangkan Myung Ah sedari tadi tidak bisa berhenti khawatir dan jantungnya seperti bekerja 5 x lebih cepat *author lebay mode on*. Dia tidak pernah bisa membaca pikiran Victoria, dan sekarang dia sedang menunggu tanggapan Victoria mendengar jawaban Joon. Tapi seperti biasa, Myung Ah terlalu khawatiran. Victoria hanya tersenyum dan berkata,

“bagus, jaga dia dengan baik sebagai black devil maupun sebagai Joon”

*

“angel, kenapa dari tadi diam saja? Apa jantungmu masih belum normal kerjanya?” goda Joon melihat Myung Ah dari sudut matanya hanya diam dan terus berpikir, ‘ahjumma, kau benar2 tidak akan pernah bisa aku tebak’.

“mungkin” hanya itu jawaban Myung Ah mendengar gurauan dari Joon.

“sudahlah, yang penting ahjumma sudah memberikanku izin, sekarang tinggal Jiyeop” Joon tidak mengalihkan pandangannya pada jalan saat mengatakannya.

“ne” jawaban tersingkat dari Myung Ah.

“tapi bukan itu yang sekarang aku pikirkan oppa. Bagaimana dengan misi ini, aku jadi merasa ragu” sambung Myung Ah sambil menggigit bibir bawahnya.

“lalu mau dibatalkan?”

“aniyo, klienku sudah membayar setengahnya. Dan aku tidak bisa membatalkannya” ujar Myung Ah gelisah.

“kalo begitu biar oppa yang melakukannya” Joon tetap menatap jalan.

“aniyo, ini pekerjaanku tapi…” kata2 Myung Ah tergantung.

“apa ini tentang mereka ber4?” Myung Ah mengangguk pelan.

“kau tenang saja angel, kita akan jalankan sesuai rencana”

“pokoknya mereka tidak boleh terluka”

>>flashback<<

“o ya, ada yang ingin oppa beritahukan padamu. Ini tentang misimu malam ini” ucap Joon sambil mencari sesuatu didalam tasnya.

“mwo? Memangnya ada apa?” Myung Ah mengangkat sebelah alisnya.

“targetmu sudah dijaga oleh polisi sejak tadi pagi. Ini foto ke5 polisi yang memegang kendali” ucap Joon. Myung Ah terkejut bukan main, bagaimana tidak. 4 dr mereka adalah namja yang dicintai oleh ke4 sahabatnya. Walau dia tau ke4nya polisi apalagi polisi yang menangani kasusnya, tapi dia tidak pernah menyangka akan berhadapan dengan ke4nya.

“oppa tau reaksimu akan seperti ini. Jadi bagaimana? Apa kau akan tetap menjalankan misi ini?” Myung Ah melihat kearah Joon yang menunggu jawabannya.

“tentu”

“lalu mereka?”

“lakukan tanpa diketahui mereka. Dan kalaupun ketahuan, jangan melukai mereka selain itu boleh oppa bunuh” jawab Myung Ah.

“tapi…”

“pokoknya mereka tidak boleh terluka” ucap Myung Ah memotong kata2 Joon.

“araseo, oppa tidak akan melukai mereka. Oppa tau kalo kau sangat menyayangi sahabat2mu dan

Bagimu kesedihan mereka kesedihanmu juga” ucap Joon sambil mengelus lembut kepala Myung Ah dan mendaratkan ciuman ringan dipuncak kepala Myung Ah.

>>flashback end<<

“lalu bagaimana dengan posisi mereka oppa?” sambung Myung Ah.

“ini” ucap Joon sambil memberikan kertas yang sudah terlipat rapi.

“digedung A yang berada disamping apartement dijaga oleh yang bernama Changmin dan Kyuhyun, sedangkan digedung B yang berada didepan apartement dijaga oleh yang bernama Jaejoong dan Yoochun. Lalu Kyongcalnim mereka menjaga diapartement, apartementnya yang ada tanda ‘X’. Selain apartemen,mereka membawa pasukan yang cukup banyak” jelas Joon sambil terus melajukan mobilnya dijalanan.

“dan seperti rencana, kita akan melakukannya digedung B” sambung Joon. Myung Ah menghela napas panjang.

“disana ada Jaejoong oppa dan Yoochun oppa, apa mereka berjaga dilantai yang sejajar dengan apartement model itu?” Joon mengangguk.

“kalo begitu, aku akan lakukan diatas atap saja” ujar Myung Ah.

“sekarang bukan itu masalah angel, masalahnya adalah gedung itu memakai alat untuk melacak senjata”

“oppa tenang saja. Kalo masalah itu biar aku yang tangangi”

$$$$

“nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan…” Jiyeop langsung mematikan sambungannya telponnya. Wajahnya terlihat sangat kesal karena seharian ini tidak bisa menghubungi Myung Ah, dia bahkan jadi malas makan.

“ayolah hyung, makan dulu” ucap Dongjoon sambil membawakan sepiring makanan.

“aku sedang tidak selera makan” jawab Jiyeop dingin.

“tapi…”

“sudahlah Dongjoon, kalo hyung tidak mau makan jangan dipaksa” ucap Siwan memotong kata2 Dongjoon.

“apa hyung sudah coba telpon rumahnya?” ucap Kwanghee santai. Dengan cepat Jiyeop melihat kearah Kwanghee dan tersenyum.

“kenapa tidak terpikir olehku, sekarang pasti dia ada dirumah. Gomawo Kwanghee” ujar Jiyeop sambil menekan nomor telpon rumah Myung Ah, sedangkan Kwanghee hanya mengangguk. Cukup lama telpon darinya baru diangkat.

“yoboseyo” telpon dari Jiyeop akhirnya diangkat.

“yoboseyo, Yayang bisa aku bicara dengan Myungie?” ucap Jiyeop karena dia sangat kenal suara Yoon Yang ditelpon.

“Jiyeop oppa? Hmm, unnie sudah tidur, sepertinya dia kecapean. Soalnya sejak pulang dari kampus dia langsung pergi tidur. Apa oppa mau aku membangunkan unnie?”

“ah, aniyo. Aku tidak mau mengganggu kalo dia memang sedang tidur. O ya, Yayang. Ada yang ingin aku tanyakan, kenapa seharian ini ponselnya tidak aktif?” Yoon Yang mulai memutar otaknya lagi untuk membohongi Jiyeop.

“ah, ponsel unnie rusak oppa. Gara2 terjatuh tadi pagi”

“oh begitu, baiklah. Mianhe mengganggu malam2” Jiyeop pun memutuskan sambungan telpon.

“bagaimana hyung?” Tanya Hyungshik.

“dia sedang tidur, sepupunya bilang dia kecapean” jawab Jiyeop.

“kenapa tidak dibangunkan saja?” Tanya Taehun dan jitakan cukup keraspun mendarat dikepalanya.

“mana boleh membangunkannya hyung kalo dia kelelahan” ucap Minwoo sambil bergaya seperti akan menjitak kepala Taehun lagi.

$$$$

Mobil Joon sudah terparkir, dia dan Myung Ah pun berjalan menuju pintu masuk gedung B. Gedung B adalah gedung seni, disana terdapat banyak tempat latihan. Mulai dari latihan olah vocal dan alat musik untuk seni music, latihan drama pokoknya semuanya ada digedung itu.

“mianhe, sebelum masuk agesshi harus diperiksa” ucap satpam yang berdiri didepan pintu.

“ne, silahkan” satpam itu mulai memeriksa dari tubuh Joon dengan menggunakan alat pelacak *readers taukan bentuk alatnya* lalu beralih ke Myung Ah. Setelah mereka, kotak biola yang bawa Myung Ah pun diperiksa. Kotak itu dibuka dan lalu ditutup lagi.

“mianhe atas ketidaknyamanan ini” ujar sopan satpam itu sambil memberikan kotak bola pada Myung Ah.

“ne tidak apa2” Myung Ah dan Joon pun berjalan memasuki lift, disana mereka bertemu dengan Jaejoong dan Yoochun. Tapi Myung Ah terlambat menutup mukanya hingga dikenali oleh Yoochun.

Tbc,,,

5 thoughts on “WHITE ANGEL part 6

  1. @ anggra: heheehe, gomawo^^…
    mian ya, part actionnya masih ditunda, hehehe
    masa iya romantis 0.o???
    saya sebagai author koq kagak tau ya… XD

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s