MY ALL IS IN U Part1

Image and video hosting by TinyPic

Cast :

Kim Youngwoon [Kangin SJ], Park Jungsoo [Leeteuk SJ], Lee Donghae [Donghae SJ]

Park In Hyeong [OCs], Lee Sarang [OCs]

Jungsoo membangunkan adiknya yang masih ada di alam mimpi, Jungsoo masuk kekamar adiknya dan menarik selimut ungu tebal yang masih menutupi tubuh In Hyeong.

“In Hyeong, bangunlah… sudah hampir jam setengah tujuh… nanti kau terlambat.” Ujar Jungsoo

“Mmhhh!!! Oppa.. sebentar lagi…” ujar In Hyeong, masih menutup matanya, sambil mencari selimut yang ditarik Jungsoo.

“Kalau kau tak bangun tiga menit lagi, akan Oppa tinggal…” ujar Jongsoo, lalu keluar kamar adiknya.

In Hyeong tak berkutik, dan masih sibuk di alam mimpinya.

Jungsoo’s POV

Aku keluar dari kamar In Hyeong, adik bungsuku yang tinggal bersamaku hampir tiga tahun ini, karena sekolahnya yang berada di Seoul. In Hyeong anak yang cerdas, sampai kelas 2 kemarin, dia tak pernah lepas dari peringkat 1 di kelasnya. Aku berjalan menuju meja makan, sudah kulihat istri tercintaku, Lee Sarang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk orang rumah.

Aku duduk di kursi di dekat Sarang. Dia melihatku tersenyum.

“In Hyeong sudah bangun?” tanyanya, aku mengangguk, “Sedikit” ucapku, Sarang tertawa kecil mendengar jawabanku.

“Kau ini, mana ada bangun sedikit…” ujarnya, sambil memberikan roti berisi selai coklat padaku.

“Kau sudah membicarakannya dengan Donghae?” tanyanya, duduk di sampingku. Aku mengangguk sambil menelan rotiku.

“Donghae menyukai In Hyeong…” ujarku pelan, “Lalu dengan In Hyeong?” tanyanya lagi.

Aku menggeleng.

“Oppa, ayo!! Aku sudah hampir telat.” Suara In Hyeong terburu-buru, dia mengambil rotinya dan menarik kemejaku.

“Bukankah kau yang telat? Kenapa seperti Oppa yang telat?” tanyaku melihatnya,

“Ayolah Oppa!!” ujarnya, menghabiskan rotinya, sambil berlari menuju keluar rumah

Aku beranjak dari dudukku, “Aku berangkat…” ujarku berdiri di depan Sarang. Aku mencium bibirnya, lalu pergi.

In Hyeong’s POV

Aku keluar rumah dan menunggu Jungsoo Oppa di dalam mobil, sambil menghabiskan rotiku juga mengikat tali sepatuku.

Sesaat kemudian Jungsoo Oppa datang.

“In Hyeong, nanti sore Oppa tak bisa menjemputmu.” Ujarnya, saat dijalanan.

“Baiklah, aku akan pulang bersama Sulli.” Ujarku, hatiku serasa tak bisa berhenti tersenyum saat Oppa bilang kalau dia tak akan menjemputku, aku bisa berlama-lama di sekolah dan bisa bertemu dengannya.

“Kenapa kau tersenyum begitu?” Tanya Jungsoo Oppa, aku menghentikan senyuman di wajahku

“Mwo? Aku tersenyum? Tidak..” ujarku seraya menggeleng.

Jungsoo Oppa terus melihatku. “Jangan melihatku seperti itu, tak bosan kau melihatku selama 16 tahun ini..” ujarku, “Kau sedang jatuh cinta?” tanyanya, aku menoleh kearahnya. “Aniyo” ujarku pelan.

“Siapa yang membuatmu jatuh cinta?” Tanya Jungsoo Oppa lagi, “Sudah kubilang aku tak jatuh cinta Oppa!!” ujarku setengah teriak.

“Lalu kenapa senyum-senyum begitu?” tanyanya. Aku hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Oppa.

“Sudahlah Oppa!!” ujarku pelan, lalu menciumnya, dan turun dari mobilnya, karena sudah sampai di sekolahku. Aku melambaikan tangan pada Jungsoo Oppa, dan masuk kedalam sekolahku.

Aku berjalan menuju kelasku, sambil sesekali clingukan mencari sosok Youngwoon.

“Kau mencariku?” ujar seseorang dari belakang, aku sedikit terkejut, lalu melihat kearahnya.

Aku membungkukan badanku, “Pagi Songsasenim…” ujarku memberi hormat pada guru olahragaku yang sangat keren itu. Dia tersenyum manis, sehingga membuat matanya membentuk eye smile, yang membuat semangatku untuk kesekolah muncul.

“Ne. pagi, kau terlihat segar sekali pagi ini.” Ujarnya pelan, lalu beranjak pergi dari hadapanku.

Aku hanya bisa tersenyum kecil padanya, padahal saat dia berkata seperti itu rasanya aku ingin berteriak saja.

Usai pulang sekolah, aku bermain basket sebentar, ditemani Sulli yang menunggu jemputan.

“Ya!! Kau ini tak bisa bermain apa?” tanyaku, Sulli sudah lemas sehingga bola yang dia shoot tak pernah masuk kedalam ring.

“Ya! Siapa orang disekolah ini yang tak kalah jika melawanmu?” tanyanya balik. Aku hanya cengengesan mendengarnya. Sulli duduk di pinggir lapangan, sedangkan aku masih memainkan bola basket.

“In Hyeong, apa tak ada dalam hidupmu yang bernama lelah?” tanyanya, aku tertawa kecil.

“Hahaha, kau ini, berapa kali harus kubilang. Aku akan lelah jika menangis…” ujarku, sebuah mobil tiba-tiba mengklaksoni kami. Sulli menoleh dan bersiap-siap pulang. “Aku duluan, annyong…” ujarnya, mencium pipiku, dan langsung pergi masuk kedalam mobil. “Annyong…” ucapku pelan. Aku melihat jam tanganku, sudah hampir jam 6 sore, aku clingukan menunggu Youngwoon tapi sepertinya dia sudah pulang, jadi kulanjutkan bermain basket sambil menunggu taxi lewat.

Aku mencoba lay up dan plung!!! Masuk lagi…

“Apa tidak bosan bermain sendiri?” Tanya seseorang, suaranya sangat kukenal, aku menoleh kearah suara itu berasal. Aku tersenyum kecil, melihat Youngwoon berdiri di sudut lapangan, dia berlari kearahku.

“Ingin bermain denganku… Oppa…” suaraku agak canggung memanggilnya Oppa, sudah hampir dua bulan ini, aku dekat dengannya, dia menyuruhku memanggilnya Oppa saat jam pelajaran berakhir, agar kami bisa lebih akrab. Youngwoon mengangguk.

Dia mengambil alih permainan pertama kali, aku mencoba merebut bolanya, namun terlalu susah, tubuhnya yang besar membuatku sedikit susah menyeimbangkannya. Dan akhirnya dia memasukkan bolanya lebih dulu.

Aku melihat jam tanganku, sudah setengah jam lebih aku bermain dengan Youngwoon, “Aku harus pulang Oppa…” ujarku, lalu berjalan menuju tasku di ujung lapangan, Youngwoon menahan tanganku. Ommo!! Aku tak bisa mengatur nafasku, aku berbalik menghadap tubuh Youngwoon.

“Aku antar yah..” ujarnya, aku berfikir sebentar, lalu mengangguk. Aku mengambil tasku dan menghampirinya ketengah lapangan. Youngwoon menggandeng tanganku menuju mobilnya, Ommo!!! Kenapa dadaku makin tak karuan, aku hanya mengikutinya menuju mobilnya.

“Kenapa kau tak dijemput?” tanyanya saat dalam mobil. “Jungsoo Oppa sedang sibuk.” Ucapku pelan.

“Ah, pantas saja ternyata benar kan… kau adik Park Jungsoo…” ujarnya, aku menoleh kearah Youngwoon, sedikit terkejut dia mengenal Jungsoo Oppa.

“Kau mengenal Jungsoo Oppa?” tanyaku, dia tersenyum dan mengangguk, “Dia teman sekolahku, kau mirip sekali dengan Jungsoo.” Ujarnya.

“Mwo? Mirip apanya, Jungsoo Oppa itu tampan dan cantik, apanya yang mirip?” tanyaku.

Youngwoon menunjuk sudut bibirnya, aku tersenyum karena tahu maksudnya. Lesung di ujung bibirku satu-satunya yang mirip dengan punya Oppa, selebihnya aku tak mirip sama sekali dengan Oppa, mataku tak seperti bulan sabit seperti punya Oppa, juga alisku tak setebal dan sekeren Oppa, apalagi hidungku, tak mirip sama sekali dengan Oppa…

“Kau tak masuk Oppa…” tanyaku, dia menggeleng, “Lain kali saja, ini sudah hampir malam.” Ujarnya.

Saat aku bersiap-siap keluar Youngwoon memanggilku.

“In Hyeong…” ucapnya. Kenapa jantungku lebih cepat berdetak, apakah Youngwoon akan… ah, aku tak boleh berfikir itu. Aku menoleh.

“Tidur nyenyak malam ini…” ujarnya, pelan membuatku terdiam perlaham Youngwoon berani mencium keningku, makin membuatku tak bisa berkutik. Aku masih menatapnya, saat dia tersenyum membuatku sadar. “Ne. hati-hati Oppa…” ujarku pelan, lalu keluar dari mobilnya. Aku masuk setelah melihat mobilnya melaju di jalanan.

Aku tak bisa berhenti tersenyum, aku terus membayangkan wajah Youngwoon, entah kenapa walaupun sudah seusia Oppa, dia tetap tampan, bahkan lebih tampan dari teman-teman satu sekolahku.

“Annyong…” ucapku, melihat Sarang Unnie menyiapkan makan malam, dan Jungsoo Oppa bersiap keluar.

“Kau ini,, dari mana saja? Kau tak apa-apa?” tanyanya, memegang wajahku. Aku menggeleng.

“Kenapa ponselmu tak bisa dihubungi In Hyeong?” Tanya Sarang Unnie, “Ah, jongmal?” tanyaku balik, lalu melihat poselku, dan benar saja “Ponselku mati Unnie..” ujarku memperlihatkan ponselku yang mati dan nyengir.

Oppa terlihat cemas, “Mianhe, tadi aku keasikan bermain basket bersama Sulli.” Ujarku kepada Oppa.

Hanya Sulli yang tahu hubunganku dengan Youngwoon Oppa, beberapa kali kuminta bantuan Sulli untuk tak berkata sebenarnya bahwa aku sering main ke apartemen Youngwoon selepas sekolah. Sudah hampir seminggu aku menjadi kekasih Youngwoon.

“Sulli, aku mohon sekali lagi, tolong bilang pada Sarang Unnie kalau aku di rumahmu, mengerjakan sesuatu,..” ujarku di telepon saat aku dalam perjalanan keapartemen Youngwoon.

“Baiklah…” ujarnya, “Gumawo Sulli, kau memang sahabat terbaikku, besok aku akan bawakan makanan kesukaanmu lagi…” ujarku.

Sarang’s POV

Kenapa sampai jam segini In Hyeong belum pulang? Apa dia mengerjakan PR lagi? Ah, sebaiknya aku telepon Sulli. Kuambil ponselku dan kucari nomor Sulli, tersambung.

“Yobseo.. sulli, apa In Hyeong ada di situ?” Tanyaku, “Ne Unnie, In Hyeong sedang mengerjakan tugas bersamaku.” Ujarnya, ah aku sangat lega mendengar jawaban Sulli.

“Ah, baiklah, tolong katakan padanya, jangan pulang malam-malam. Ponselnya tak bisa dihubungi.” Ujarku. “ne. Unnie, nanti ku sampaikan.” Ujarnya

“Baiklah, terimakasih Sulli. Annyong..” ujarku menutup pembicaraan dengan Sulli.

Aku kembali menyiapkan makanan. Suara mobil Jungsoo pulang, dia pasti mengomel mengetahui adik bungsunya tak ada di rumah, dia sangat menyayangi In Hyeong.

“Annyong… jagi, mana In Hyeong, sudah pulang?” tanyanya, aku menggeleng.

“Dia sedang mengerjakan tugas di rumah Sulli, tenanglah Yobo..” ujarku menenangkannya

“Tugas lagi? Sering sekali dia mengerjakan tugas? Bukannya tak belajar juga dia sudah sangat cerdas? Tumben sekali?” tanyanya bertubi –tubi, aku tersenyum dan memegang wajah Jungsoo yang terlihat cemas, tapi marah.

“Tenanglah… bukankah itu hal yang normal, bukankah selama ini In Hyeong hanya main-main, kita harus bersyukur In Hyeong mau belajar dengan temannya.” Ujarku, dia menghembuskan nafasnya yang terasa sesak.

“Baiklah, mungkin dia memperbolehkan kita berdua sore ini…” ujarnya, mengerlipkan matanya nakal, lalu menggendongku.

“Mwo? Apa-apaan kau ini!! Jungsoo…” ucapku saat dia masih menggendongku.

“Tenanglah jagi, sore ini In Hyeong tak akan mengganggu kita lagi kan?” tanyanya, mencium keningku, aku tersenyum melihat tingkah Jungsoo. Jungsoo menggendongku kekamar.

“Jagi pelan-pelan, aku bisa jatuh!!” ucapku saat dia menggendongku sambil berlari, dia hanya tersenyum

In Hyeong’s POV

Aku menunggu Youngwoon mengambil minum untukku, aku melihat keluar jendela hujan deras mulai turun. Entahlah walaupun sudah sering ke apartemen Youngwoon aku masih canggung berada di dalamnya.

Youngwoon datang, dengan membawa susu hangat dan meletakkan di meja di depanku. “Minumlah… cuacanya sangat buruk” ujarnya duduk di sampingku. Aku mengangguk dan langsung meminum susu coklat itu.

Dia mendekatkan tubuhnya ke tubuhku. Aku menoleh.

“Kau pasti kedinginan” ujarnya, lalu memelukku, aku sedikit terkejut dengan pelukan Youngwoon. Namun perlahan aku juga ingin dia peluk, karena suhunya memang benar-benar dingin.

Youngwoon melihatku, membuat wajah kami begitu dekat, perlahan Youngwoon menyentuhkan hidungnya ke hidungku. Jantungku benar-benar memacu dengan cepat. Entah apa dia akan menciumku? Youngwoon mencium bibirku perlahan, aku yang belum siap menjauhkan bibirku sedikit dari bibirnya. “Tenanglah… ini akan terasa hangat…” desahnya pelan, meyakinkanku, dan menciumku kembali, bibirnya terasa hangat di bibirku, aku rasa wajahku kini memerah, ciuman Youngwoon begitu lembut di bibirku, dengan pelan tapi pasti Youngwoon melumat bibir bawahku, aku memberanikan diri membuka mulutku, dan benar saja Youngwoon memasukkan lidahnya kedalam mulutku, mencari lidahku dan memainkannya, ciumannya benar-benar membuatku hangat, Youngwoon mendekapku makin kuat.

Suara ponsel Youngwoon mengagetkan kami, aku melepaskan ciuman yang membuat suhu tubuhku kini lebih hangat. “Angkatlah…” ujarku, dia mengangkat ponselnya tanpa melepaskan pelukannya di tubuhku.

“Yobseo…” suara Youngwoon. Entah apa yang dia bicarakan namun wajahnya sedikit sedih. Dia menatapku setelah menutup teleponnya. Youngwoon mengusap bibirku yang merah dan basah karena ciumannya. “Wae?” tanyaku, tangannya yang lebar masih di bibirku. Dia menggeleng.

“dari Sulli, kau tak mengaktifkan ponselmu?” tanyanya, aku menggeleng pelan. Dia tertawa kecil.

“Aku tak ingin keluargamu khawatir jagi…” ucapnya, pelan, melihatku.

“Mianhe…”ucapku pelan, dia tersenyum.

Jungsoo’s POV

Aku keluar dari kamarku, dan memakai kaosku, kulihat Sarang sudah menonton dengan manisnya di depan TV. Aku mendengar mobil parkir di depan rumah, aku mengintip dari jendela rumah siapa yang datang.

Aku melihat In Hyeong keluar dari mobil itu, aku sudah bisa bernafas lega sekarang, In Hyeong sudah pulang, tapi kenapa mobil Sulli ganti? Samar-samar aku melihat seseorang di dalam mobil itu, kenapa namja? Lalu kenapa In Hyeong melambaikan tangan.

Aku membuka pintu rumah, melihat In Hyeong datang. In Hyeong tersenyum padaku.

“Siapa yang mengantarmu?” Tanyaku, In Hyeong terlihat sedikit gugup, aku tersenyum dan melihat wajahnya.

“Apa itu Namjachingumu?” tanyaku pelan, In Hyeong langsung menggeleng, “Aniyo” ucapnya pelan, lalu masuk kedalam rumah.

“Lalu?” tanyaku lagi, sedikit menggodanya. “Dia sepupu Sulli” ucapnya lagi, lalu berlari kekamarnya di sudut rumah.

“Mwo? Mengapa melambaikan tangan segala??” tanyaku lagi, tersenyum melihat tingkah In Hyeong, mungkin saja itu namjachingunya, lagipula dia tak pernah sama sekali membawa teman laki-lakinya ke rumah, hanya Sulli.

To be continued… Part2

9 thoughts on “MY ALL IS IN U Part1

  1. @kyukyu_YuRin , avhiekeyesung : wokeh!!! gumawo dh baca ^^

    @liathespaniard : hahaha.. tapi hae-nya mwnya sama In Hyeong… :D

    @Omma : =.=” jiah!!! adeknya belom pulang, dia asik2kan sama Jungsoo… ckckck…

  2. Kerennnnnnnn…………
    Bca ni ff bkin htku bhagia, pa lagi yg maen kangin oppa, kan jrang2 tu da yg ngontrak oppaku maen ff.
    In hyeong ga blh ma hae hrs ma kangin oppa.
    Lovel saranghae……

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s