한 사람만 을 : The One I Love

I forget when it started
I don't know why I'm like this
A day seems so long and doesn't seem to have an end

#reposted by Author ; Nyonyatukituki aka LeeSaRang

How does another morning come? I don’t know
I can’t do anything while not doing anything
I look at the slow time
Where are you? What are you doing?
Because I only think of one person

*Kim Sunhi POV*

3 tahun lalu seharusnya aku tidak melepasmu. Seharusnya aku juga mengatakan aku mencintaimu, bukan sebaliknya. Tapi saat itu aku tidak ingin menyakiti hati kakakku. Harusnya aku bisa lebih mengerti perasaanmu. Harusnya aku jujur padamu, tapi pasti akan menyakiti salah satu pihak. dan aku tidak mau, pihak yang tersakiti adalah kakakku.. lebih baik aku..

*author POV*

Kim Sunhi bangkit dari duduknya. Baru saja ia menerima telepon dari kakaknya yang tinggal di Jepang bersama suaminya, Ryeowook. Sunhi menghela napas. Kakaknya itu akan pulang. dan Sunhi harus menyiapkan segalanya. Membereskan rumah, menyiapkan keperluan kakaknya, dan menata hati.

Malam ini Kim Sun Ah, kakak Sunhi datang.

Ting-tong..

Sunhi mengatur napas untuk membukakan pintu.

“SUNHI-ah~~~” kakaknya menghambur ke pelukan Sunhi. Sunhi tersenyum. Tapi senyum bahagianya berubah menjadi tatapan nanar saat ia melihat Ryeowook berdiri di belakang kakaknya.

“beugeoshipta..” bisik Sunhi pada kakaknya. Tapi tatapannya hanya pada Ryeowook, Ryeowook menunduk.

Sunhi mempersilahkan Sun Ah dan Ryeowook masuk.

“Wah.. Sunhi-ah, kau semakin rajin mengurus rumah. Kau masih tinggal sendiri?” tanya Sun Ah mengambil segelas minuman dan memberikannya pada Ryeowook.

Sunhi memandangnya sambil menghela napas pelan.

“ya, kau pikir aku akan tinggal bersama siapa?” tanya Sunhi.

“pacarmu doong. Kau belum punya pacar juga?” tanya Sun Ah. Sunhi menggeleng.

“lalu kalian, kapan punya anak? Kau belum hamil juga Eon? Aku sudah ingin menggendong keponakan..” ucap Sunhi sambil tertawa.

“Sun Ah sedang hamil dua bulan. Kau belum diberi tau dia?” tanya Ryeowook. Sunhi terkejut.

“benarkah? waah.. aku akan segera punya keponakan rupanya..” Sunhi berteriak senang.

“Sayang, kau sebaiknya istirahat saja. Kau pasti capek menyetir dari tadi. Sun Ah, kau sudah siapkan kamar untuk kami kan? tolong antar kakak iparmu,” ucap Sun Ah. Ia mengecup pipi Ryeowook dan menyuruhnya tidur.

Sunhi mengangguk lalu berjalan menuju kamar bekas kamar Sun Ah sebelum menikah.

Ryeowook melepas kaosnya di hadapan Sunhi.

“istirahat lah, kalau butuh apa-apa jangan sungkan memanggilku,” ucap Sunhi.

“gomaweoyeo. Katakan pada Sun Ah, cepatlah menyusulku. Dia kan juga sedang hamil, tidak boleh terlalu capek..” kata Ryeowook.

Sunhi tersenyum lalu mengangguk. Ia kembali ke ruang tengah, mencari kakaknya tetapi kakaknya tidak ada. Sunhi memutuskan untuk keluar rumah, duduk di kursi tua peninggalan kedua orang tuanya.

*Kim Sunhi POV*

Ternyata dia sudah melupakanku. Sekaligus melupakan perasaannya tiga tahun lalu. ia bahkan sudah tidak mau memperlihatkan senyumnya padaku. Ia sudah bahagia dengan Sun Ah eonni.

Harusnya aku juga bahagia. Karena dulu aku lah yang membuat keputusan ini. Ryeowook pasti sudah sangat mencintai Sun Ah eonni. Tidak ada laki-laki yang berada di sampingnya yang tidak mencintai gadis seperti Sun Ah eonni.

Kalau Ryeowook tidak mencintai Sun Ah eonni, mana mungkin sekarang Sun Ah eonni sedang hamil?

Ryeowook sudah menyentuh eonni.. kenapa aku sedih sekali memikirkannya ?

Ya Tuhan.. KIM SUNHI~!! Berhenti memikirkannya !! kau harus bisa menerima semua yang sudah kau putuskan !!

*Author POV*

I shouldn’t be doing this, I know

I know that I can’t love you

My confession will make you go through more pain

I know, I know

Even though I knew (I knew)

I can’t do anything (can’t)

I can only think of you

If I close my two eyes or open them again

I can only think of one person

Sun Ah memandang adiknya heran.

“kau menangis, Sunhi?” tanyanya. Sunhi kaget, ia cepat-cepat menghapus air matanya.

“ani. Kau dari mana saja, Eon? Ryeowook menyuruhmu menyusulnya. Kau tidak boleh terlalu capek, katanya,” ucapku mengalihkan pembicaraan.

“hanya jalan-jalan. ya sudah, aku masuk dulu ya. kau juga cepatlah tidur. matamu merah begitu,” ucap Sun Ah lalu meninggalkan Sunhi.

Sunhi menghela napas. Lalu berdiri menyusul masuk.

**

[ flashback ]

Ryeowook menghampiri Sunhi. Jantungnya berdegup keras. Langkahnya terasa berat.

Tapi begitu melihat Sunhi yang menyambutnya dengan senyuman, Ryeowook memantapkan niatnya.

“kau mau bilang apa, Wookie?” tanya Sunhi.

Ryeowook menghela napas. “saranghae, Sunhi-ah..”

Sunhi terkesiap.

Senyumnya berubah menjadi pandangan bingung. Ryeowook menatapnya cemas.

“kau tidak apa-apa?” tanya Ryeowook.

“kenapa kau katakan ini padaku, Ryeowook?” tanya Sunhi pelan.

Ryeowook masih memandang Sunhi tidak mengerti, “kenapa? Ya karena aku mencintaimu..”

Sunhi menggeleng, “tapi… seharusnya kau mengucapkannya pada Sun Ah eonni. Bukan padaku.”

Ryeowook mengernyitkan alis, “kenapa aku harus mengatakan padanya? Aku mencintaimu, bukan mencintai Nuna.”

Sunhi meraih tangan Ryeowook.

“selama ini Sun Ah eonni menyukaimu. Setiap saat bercerita tentangmu. Aku selalu melihatnya bahagia setiap ia menyebut namamu..” ucap Sunhi lirih.

“lalu? apa dengan begitu aku harus mencintainya juga?” tanya Ryeowook.

Sunhi memandang Ryeowook dalam. “lalu kau pikir, apa aku setega itu menyakitinya? Merebut laki-laki yang ia sukai?”

Ryeowok menatap Sunhi tidak mengerti, “lalu kau mengorbankan perasaanmu demi Nuna? Mengorbankan perasaanku juga?”

Sunhi mulai menangis, “tolonglah, Ryeowook.. demi cintaku padamu, demi cintamu padaku. Aku tidak mau melihatnya terluka..”

Ryeowook menarik tubuh Sunhi dalam pelukannya.

“tapi aku mencintaimu… bagaimana aku bisa mencintai orang lain, Sunhi?” bisik Ryeowook. Desah napasnya terasa benar di tengkuk Sunhi.

“percayalah.. kau akan dengan mudah jatuh cinta padak Sun Ah eonni,” ujar Ryeowook.

“lalu bagaimana denganmu? Aku juga tidak ingin kau terluka..” ucap Ryeowook.

“asalkan Sun Ah eonni bahagia.. aku pasti kuat,” kata Sunhi.

Ryeowook melepas pelukannya. Sunhi menghapus air matanya. tak lama kemudian, Sun Ah datang dengan wajah sumringah.

“Ryeowook-ah~~~” panggil Sun Ah.

Ryeowook tersenyum sambil melirik Sunhi. Sunhi tersenyum memandang kakaknya.

“sedang membicarakan apa? Hayooo membicarakan aku yaa?” tebak Sun Ah.

Sunhi dan Ryeowook kelabakan.

“hahahaah.. kenapa kalian tegang begitu sih. ayo jalan yuk..” ajak Sun Ah menggandeng Ryeowook dan Sunhi.

[ flashback end ]

**

Sunhi terbangun di tengah malam. Ia bermimpi kejadian 3 tahun lalu. Sunhi keluar kamarnya, mengambil minum. Tidak sengaja ia mendengar suara Sun Ah.

“hei.. kau nakal sekali.. hei.. jangan begitu doong..” kata Sun Ah lalu tertawa-tawa.

Sunhi meneguk minumannya. Dadanya sesak mendengar kata-kata kakaknya. Akhirnya Sunhi kembali ke kamar. Meskipun ia tidak bisa tidur lagi.

~ the next day ~

Sun Ah mengetuk pintu kamar adiknya. Sunhi beranjak dari duduknya dan keluar kamar.

“ada apa, Eonni ?” tanya Sunhi.

“Ryeowook ingin bicara denganmu. Kau ditunggu dia di ruang tengah. Aku pergi dulu ya,” kata Sun Ah, lalu keluar rumah.

Sunhi berdiri malas. Ia menghampiri Ryeowook yang sedang duduk sambil membaca koran. Aku duduk di hadapannya.

“waeyeo?” tanyaku.

“kau benar-benar sudah tidak mencintaiku?” tanya Ryeowook.

Sunhi kaget.

“ini pertanyaan atau jebakan?” tanyaku sambil tertawa kecil, mencoba menceriakan suasana. Tetapi suasana tetap tegang.

“jawab saja seperti apa yang ada di hatimu..” ulang Ryeowook.

Sunhi mendesah.

“Sudah tidak ada perasaan apapun,” jawab Sunhi.

Ryeowook memandang mata Sunhi, “apa kau yakin?”

Sunhi mengangguk.

Ryeowook menghela napas panjang. “baiklah kalau begitu. Aku tidak akan mempersulit keadaan ini. karena aku sudah tau perasaanmu saat ini. kalau sudah begini aku sudah lega, Sun Ah nuna tidak perlu berpura-pura terlalu lama lagi.”

Sunhi mengenyitkan alis.

“berpura-pura mengenai apa maksudmu?” tanya Sunhi.

“berpura-pura menjadi istriku. Ku pikir kau masih mencintaiku, maka aku kembali kemari. Tapi ternyata kau sudah tidak mencintaiku,” Ryeowook berdiri.

Sunhi masih belum mengerti.

“apa sih maksudmu?” tanya Sunhi.

“ku tanya kau sekali lagi, dan jawablah dengan segenap perasaanmu. Apa kau masih mencintaiku?” tanya Ryeowook.

Sunhi diam. Tiba-tiba pintu terbuka, Sun Ah datang.

“dia masih sangat mencintaimu, Ryeowook. Benar-benar masih mencintaimu,” sahut Sun Ah.

Ryeowook menoleh, lalu memandang Sunhi, “apa benar, Sunhi?”

Sunhi diam.

“kalau kau bilang kau sudah tidak mencintainya itu adalah bohong. Sewaktu aku memergokimu menangis, kau menangisi Ryeowook kan? jangan bohong pada kakakmu, Sunhi!” kata Sun Ah tegas.

Sunhi mengangguk.

Sun Ah mendekat ke Sunhi, merangkul pundak adiknya.

“kenapa sih, kau harus berbohong? Kalau masih cinta kenapa kau bilang tidak?” tanya Sun Ah.

Sunhi diam.

“kau memikirkan perasaanku seperti 3 tahun lalu? Sunhi, kau ini bodoh, naif atau polos sih? kadang-kadang kau harus memikirkan perasaanmu sendiri..” ucap Sun Ah mengelus kepala Sunhi.

“tapi aku tidak mau Sun Ah Eonni sedih..” ucap Sunhi. Matanya berkaca-kaca.

“dengarkan aku, Sunhi. Seharusnya 3 tahun yang lalu kau tidak perlu melakukan hal itu. karena apa? Karena aku tidak mencintai Ryeowook. Aku hanya senang dekat dengannya, rasanya aku punya adik laki-laki. Tapi kau malah salah paham..” ucap Sun Ah.

Sunhi kaget, “bukankah Eonni cinta pada Ryeowook juga?”

Sun Ah tertawa, “senang berada di dekat Ryeowook, bukan berarti cinta padanya kan?”

“lalu kau kan sudah menikah dengan Ryeowook ?” Sunhi masih bingung.

“kata siapa? memangnya kau datang saat resepsi pernikahan kami? Kau hanya dapat kiriman surat nikahku dengan Ryeowook lewat email kan? itu palsu, Sunhi. Itu rekayasa kami..” ucap Sun Ah.

“kau tau, selama tiga tahun ini Ryeowook menunggumu. Menunggu dan tetap mencintaimu. Jangan membuat keadaan semakin sulit, Sunhi..” tambah Sun Ah. Sunhi terperangah.

“sekarang, setelah tau semuanya, apa kau masih bilang kau tidak mencintaiku? Tiga tahun aku menderita.. kau sama sekali tidak menghubungiku.. aku mencintaimu sampai dadaku sesak setiap merindukanmu.. kau bilang sekarang kau tidak mencintaiku lagi ?” tanya Ryeowook.

Sunhi meneteskan air mata.

“aku… tidak pernah berhenti mencintaimu, Ryeowook..” ucap Sunhi.

Ryeowook memeluk Sunhi erat. “Saranghae, Sunhi.. selamanya aku tetap mencintaimu..”

Sun Ah berdiri, “leganyaaa aku tidak harus berpura-pura lagi.”

Sunhi melepas pelukannya, “lalu semalam itu, aku mendengar Eonni..”

Sun Ah tertawa, “Oh, kau mendengarnya ya? mianhae, itu aku sedang telepon. Hahaha..”

Sunhi cemberut, “kau membuatku tidak bisa tidur tau!”

Ryeowook seperti teringat sesuatu, “hei, jangan lupa multivitaminmu ada di dasbor mobilku. kalau kau lupa minum itu, bayimu akan mengamuk.”

Sunhi memandang Ryeowook minta penjelasan. “Eonni benar-benar hamil denganmu?”

Ryeowook dan Sun Ah tertawa. “MANA MUNGKINN~~?”

Sunhi bingung, “lalu?”

Sun Ah menunjuk ke arah pintu. Lalu berucap, “Jagi, kemarilah. Ku kenalkan pada adikku,”

Seorang laki-laki tampan muncul dari balik pintu. Sun Ah terperangah memandang ketampanannya.

“Annyeonghaseyo, hai adik ipar. Kenalkan, aku Leeteuk. Suami Sun Ah yang sebenarnya…” ucap laki-laki itu menyalami Sunhi.

Sunhi membalas uluran tangan Leeteuk sambil melogo.

“Hei, sudah salamannya…” marah Ryeowook dan Sun Ah bersamaan. Sunhi dan Leeteuk nyengir.

Lalu Sunhi memandang kakaknya, “BAGAIMANA BISA KAU MENIKAH TANPA MENGUNDANGKU? DASAR EONNI PABOO~~!!”

Sunhi mengejar kakaknya, Sun Ah berlindung di balik punggung Leeteuk.

Ryeowook memegang Sunhi, “sudah.. sudah..”

“TIDAK MAUUU~~” Sunhi meraung-raung.

Ryeowook terpaksa memutarbalik tubuh Sunhi dan mencium bibirnya. Sunhi diam.

Sun Ah keluar rumah bersama Leeteuk sambil cengar-cengir.

“bagus lah, kau tidak perlu pura-pura jadi istri Ryeowook lagi. aku tidak tahan melihatmu bergandengan dan mencium pipinya..” omel Leeteuk.

“yee… begitu-begitu dia adik iparku dan adik iparmu juga,” elak Sun Ah.

Leeteuk menggandeng Sun Ah masuk ke mobil dan beberapa saat kemudian, Sun Ah dan Leeteuk melaju diatas mobil porsche tanpa kap milik Leeteuk.

Meninggalkan Sunhi dan Ryeowook yang sedang bermesraan di rumah.

*the end*

19 thoughts on “한 사람만 을 : The One I Love

  1. Umma…apa2an ini ?? Kenapa ryeowook aku selingkuuuhh *nangis kejer dipelukan onyu*

    Pokoknya saia ga bacaaa !! *boonk bgt, pdhl uda slsai baca* #tabokk

    so sweet.. T,T

  2. akhirx selama menanti lama *padahal cuma 3 tahun(?)* kedua pasangan sejoli ini (wookkie n sunhi or wookhi/digampar gara2 ngacohin nama orang)dipersatukan lagi #ceile bahasa gue ribet amat
    hehehe #abaikan
    g nyangka ternyata suami sun ah itu teuk, sarang ma sun ah 11 12 #plak hehehe mian omma #abaikan
    good good g00d

  3. Ini ff pertama yg bkn ak nangis. Crtany bgs. Rela mengorbankan cnta demi saudara. Huwaaah.. *nangis d pelukan wookie* *nah lo*

  4. enak banget ye,
    kakaknya dapet leeteuk
    adiknya dapet wookie
    huuaa pengen,
    tuhkan, komen gapen…
    back to topic,
    KYAAA…
    apa ini???
    ceritanya BAGUS gila !!! #lebay #abaikan
    hidup WOOKIE #sarap

  5. huahhhhh ni ff buat sya iri…kekeke
    wookie udh diembat org *abaikan
    yah wlaupun udh nunggu berthun2..wkwkwk pdhl cm 3 thun duang… *reader sarap
    akhirnya mreka dipersatukan kmbli.. *bhs lbay
    nice ff

  6. Umma~ huaaa.. *nangis jungkir balik*
    umma,, ffmu lebih sedih drpd ff sad ending..
    Bantalku sampe basah gr” nangis!!
    Huaaa,, andwae~ andwae~ andwae~
    aku ga bisa baca ff tentang wook.. Huhu.. TT^TT
    siapa tuh sun-ah?
    Hiks,, banyak adegan yg bikin aku darah tinggi >=<

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s