Curse (Part 1)

Author : Julia

Cast : SHINee, Kwon Yuri, Im Yoona, Seo Joo Hyun

oia, kalo suka di LIKE yaaa~ terima kasih *bow* :)

oOo

Jaman dulu, ada 3 orang gadis yang sangat terkenal. Mereka bertiga adalah 3 orang sahabat yang sangat dekat seperti keluarga. Mereka adalah adik-kakak yang tak memiliki ikatan darah. Mereka tak memiliki orang tua. Semua orang segan pada mereka. Lebih tepatnya, mereka takut. Mereka memiliki 3 benda setan. Ya, benda terkutuk. Benda pertama adalah sebuah benda yang selalu haus akan darah manusia. Sebuah benda yang akan terus membantai orang-orang. Benda kedua adalah sebuah benda yang sangat cantik dan memikat. Siapapun yang memilikinya akan di puja. Yang terakhir, adalah benda penetral. Sebenarnya benda ini tak bisa dikatakan benda setan karena memiliki kekuatan malaikat. Benda yang bisa menyembuhkan segala kesakitan. Bukan hanya luka luar, tetapi juga luka hati. 3 benda ini sudah menjadi legenda. 3 benda kutukan. 3 benda setan.

oOo

Gadis itu berjalan berjalan dengan anggun di jalan setapak yang sepi. Bukan sepi karena tak ada orang, tapi sepi karena tak ada satupun yang berani mendekatinya saat ini.

“Maafkan saya. Saya mohon, jangan sakiti keluarga saya.” ucap seoarang pria pada gadis itu. Suasana terasa sesak. Tak ada yang berani bersuara, bahkan bernapas untuk saat ini.

Gadis itu tersenyum memandangi pria itu. Tapi, dia tak mengacuhkan apa yang di katakan pria itu. Dia terus saja berjalan menuju sebuah gubuk tua.

“Maaf, bukan maksud saya untuk melawan anda. Tapi-” CRAK! Seorang pria lain yang melompat ke tengah jalan setapak itu terhenti perkataannya. Matanya terbelalak. Setiap orang yang melihat tercekat. Beberapa dari mereka bahkan menutup mulut mereka dengan kedua tangan mereka agar yakin tak bersuara.

Satu lambaian tangan yang indah dari gadis itu dapat membungkam mulut setiap orang. Dan yang baru saja dia lakukan adalah membungkam mulut pria yang melompat itu untuk selamanya.

Setelah beberapa detik yang hening, tubuh pria itu mulai mengeluarkan darah. Tubuhnya terbelah dua. Gadis itu tersenyum dan terus berjalan tanpa merasa ada sesuatu yang aneh. Sebuah pena bulu terarah ke pria yang sudah terbelah itu. Tak ada yang tau kalau pena itu adalah sebuah pedang yang mata pedang nya tak terlihat. Tebasannya seperti angin. Sebuah pena yang terlihat seperti pena yang lainnya. Tapi, pena ini adalah pena terkutuk. Gadis itu, sudah seperti setan yang membantai banyak orang dengan pena itu.

oOo

“Nona, ini buah-buahan segar yang baru saya petik tadi pagi.” ucap seorang lelaki muda sambil menyodorkan sekeranjang apel berwarna merah segar pada gadis cantik yang sedang duduk santai seperti seorang tuan putri. Disampingnya ada dua orang yang sedang mengipasinya.

“Kau yakin, buah apel itu bagus untuk kulitku?” tanya gadis itu sambil mengusap lengannya. Matanya terus mengawasi si lelaki pembawa apel.

“Te, tentu saja. Saya sudah memilihkan apel terbaik untuk anda.” ucap lelaki itu dengan ketakutan. Pria itu menatap kalung dengan bandul berwarna hijau zamrud yang dikenakan gadis itu. Dia terpesona.

“Kau,” ucap gadis itu sambil menunjuk seorang pria yang sedang asik mengupas kulit mangga, “coba kau periksa apel itu.” perintahnya.

Dengan segera, pria itu mengambil satu buah apel dari keranjang yang di bawakan lelaki itu. Saat membelah apel itu, ternyata apel itu busuk dan terdapat ulat di dalamnya.

Lelaki pembawa apel itu bergidik, sedangkan gadis itu menatap lelaki itu tajam.

“Ma, maafkan saya, akan segera saya ganti dengan yang baru.” ucap lelaki itu ketakutan.

“Tak perlu. Kau hanya perlu menghabiskan apel itu.” ucap gadis itu dengan menekan setiap kata-kata yang dia ucapkan.

Matanya menatap lurus lelaki itu dengan tajam. Seperti dikendalikan, lelaki itu memakan apel penuh ulat itu. Dia menghabiskan apel itu walaupun ekspresi wajahnya menolak itu. Gadis itu hanya tersenyum senang melihat penderitaan lelaki itu. Ya, kalung dengan bandul berwarna hijau zamrud itulah penyebabnya. Benda terkutuk yang kedua.

oOo

Gadis itu menatap kakaknya. Kakaknya terlihat sangat terpesona dengan kalung yang dimilikinya. Beberapa saat yang lalu gadis itu melihat seorang lelaki yang kesakitan karena memakan apel penuh ulat. Dia menjauh dari rumah itu dan menyelinap pergi menyusul si lelaki yang kesakitan itu.

“Jamkanman!” serunya. Lelaki itu berhenti dan membalikkan badannya. Lelaki itu terkejut saat melihat siapa yang mengejarnya.

“Men, arr, jauhlah, argh! dariku!!.” teriak lelaki itu tak jelas.

“Kemarilah, tunggu, aku ingin menolongmu.” ucap si gadis sambil berlari menghampiri lelaki itu.

Lelaki itu terjerembab. Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Bukan, bukan karena apel penuh ulat itu. Dia tau, tak akan separah ini kalau hanya memakan apel penuh ulat.

“Argh! Tolong aku!” teriak lelaki itu kesakitan.

Gadis itu langsung terburu-buru melihat keadaan lelaki itu.

“Ah! Kau terkena kutukan.” ucapnya. Dengan terburu-buru dia mengutak-atik tas kecil yang selalu di bawanya. “Kemana? Kemana botol itu?” gumamnya panik.

“Ah, ini dia. Tenanglah, aku kan segera menolongmu.” ucapnya.

CRAT! Terlambat. Di depan matanya dia melihat lelaki itu terbelah dua. Darahnya menyiram wajah cantik gadis itu. Mata nya yang kecil kini terbelalak. Tangannya gemetar memegang botol parfum kecil berwarna merah muda.

“Sayang, sedang apa kau disini? Apa lelaki itu menganggumu? Hhh~ untung saja aku datang tepat waktu.” ucap seorang gadis sambil memegang pena kesayangannya.

“A, aniyo eonni. Aku, aku hanya, hanya-“

“Astaga! Lihat! Wajahmu yang cantik berlumuran darah. Mianhae, seertinya aku terlalu kasar membungkam lelaki penganggu itu.”

“Gwaenchana eonni.”

“Ayo pulang. Kau harus membersihkan badanmu.”

“Aniyo, kau duluan saja. Aku masih ada urusan lain.”

“Hhh, baiklah. Kau memang berbeda. Aku tak mengerti dengan dirimu.” ucap gadis itu kemudian pergi sambil terus mengayunkan penanya dengan riang.

Sementara itu, dia masih duduk disana dengan wajah yang berlumuran darah. Matanya berair.

“Mianhae… Hiks, mianhaeyo.” ucapnya lirih.

Dia menangis melihat keadaan lelaki yang sekarang sudah terbelah dua itu.

“Mianhae karena aku terlalu lama mencari ini.” ucapnya. Tangan nya bergetar. Dengan perlahan, dia membuka tutup botol itu dan meneteskannya pada kedua bagian tubuh lelaki itu.

Pelahan-lahan, kedua bagian tubuh lelaki itu menyatu. Tapi, tidak. Dia tak bisa menghidupkan lelaki itu lagi.

“Hanya ini yang bisa kulakukan sekarang. Setidaknya, kuharap kau dapat di makamkan dengan layak. Tenanglah di alam sana.” ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya. Dia berdoa sebentar, kemudian pergi.

oOo

Di suatu malam, ada seorang pencuri yang mengendap-endap ke rumah si tiga gadis dan berniat mencuri ketiga benda setan itu. Dia berhasil mengambil dua benda, kalung juga pena dan membunuh pemiliknya. Sayangnya, saat membunuh si gadis pemilik pena, si gadis penyembuh terbangun dan melihat kejadian itu.

“Apa yang kau lakukan?’ tanya gadis itu.

Si pencuri terkejut, tapi tak membunuh gadis itu. Dia membawa ketiga benda setan dan menculik si gadis penyembuh. Sejak saat itu, tak pernah ada kabar tentang ketiga gadis itu lagi.

oOo

“Hoam~ hyung~ aku bosan.” ucap seorang lelaki yang memiliki mata yang tajam.

“Sudahlah, kau bermain saja dengan Taemin.”

“Mwo? Ga mau, bisa mati bosan aku kalau sama dia.”

“Kibum, kau tak akan bisa mati. Kita ini malaikat pelindung. Ara?”

“Panggil aku Key. Terserah apa katamu hyung. Apa sih yang kita lakukan? Sudah 100 tahun berlalu tapi mereka ga reinkarnasi juga. Cape ngurusin mereka hyung.”

“Berhentilah mengeluh. Dosa mereka terlalu berat. Mereka harus disucikan dulu sebelum reinkarnasi.”

“AAAA!!! KELUARKAN AKU DARI SINI!!!” terdengar suara jeritan yang menakutkan.

“Kau bilang kau bosan kan? Kalau begitu, urus saja gadis itu sebelum dia reinkarnasi.”

“Aku malas hyung. Kenapa bukan kau saja yang mengurusnya? Atau suruh saja Minho. Dia penurut kan? Atau Jonghyun hyung saja! Bagaimana?”

“Ki, Key, kau urus gadis itu dengan Minho. Biar aku dan Jonghyun yang mengurus si pesolek.”

“Apa? Aku dengan Minho? Bisa mati bosan aku dengannya. Dia kan sangat pendiam.”

“Kibum, cepatlah. Waktu kita tak banyak untuk mengurus gadis pembantai itu.” seru Minho dari kejauhan.

“Panggil aku Key!”

“Kajja. Kau tak akan mati hanya karena bersama Minho.”

“Lalu, bagaimana dengan Taemin? Dia tak mendapatkan tugas apapun?”

“Hyung~!” seru seorang malaikat kecil sambil berlari-lari menghampiri mereka.

“Ada apa?” ucap keduanya bersamaan.

“Mmm, maksudku Jinki hyung.”

“Panggil saja aku Onew *sama aja kaya Key*. Ada apa Taemin?”

“Gadis yang itu sudah tiba.” jawab Taemin.

“Benarkah?”

“Ya, sekarang Jonghyun hyung sedang mengurusnya.”

“Baguslah. Kau jaga dia ya. Ajak dia bermain atau apapun sampai saatnya untuk reinkarnasi tiba.”

“Ne hyung.” jawab Taemin sambil berlari-lari pergi menuju si gadis baru.

“Cih, anak ingusan. Kenapa tidak terbang saja. Untuk apa dia punya sayap kalau tak dia gunakan dengan baik.” ucap Key ketus.

“Sudahlah, aku juga harus memeriksa si pesolek. Sebentar lagi dia akan lahir. Aku dan Jonghyun yang akan menjadi malaikat pelindungnya. Kau, urus saja gadis merepotkan itu dengan Minho.” ucap Jinki dan berlalu pergi bersama Jonghyun yang sudah selesai mengurus si pendatang baru.

“Kibum, kajja. Kita harus mengurus gadis pembantai itu sebelum dia reinkarnasi. Si pesolek sudah lahir. Jinki hyung dan Jonghyun hyung sudah turun ke bumi menjalankan tugas mereka.” ucap Minho yang datang beberapa saat setelah Jinki pergi.

“Panggil aku Key. Aku tak suka kau panggil aku Kibum.”

oOo

“Kibum-ah, apa si pembantai itu sudah tenang?’ tanya Jonghyun tiba-tiba.

“Hyung! Panggil aku Key (-,-). Bukankah seharusnya kau menjaga si pesolek itu?”

“Tenang saja, ada Jinki. Hhh, dia benar-benar mirip dengan 100 tahun yang lalu.” keluh Jonghyun.

“Hah? Bagaimana mungkin. Usianya saja baru beberapa bulan (=_=)”

“Lihat saja dari namanya. Kwon Yuri. Hhh, aku merasakan firasat buruk.”

“Ah, kau berlebihan hyung. Kan cuma namanya aja yang sama.”

“Jonghyun hyung? Kapan kau datang?” tanya Minho setelah membantu Taemin mengurus si pendatang baru.

“Oh, Minho. Aku di suruh Jinki untuk melihat keadaan kalian. Sebentar lagi si gadis pembantai akan lahir kan? Aku punya firasat buruk.”

“Hyung, kau berlebihan. Kejadian buruk itu sudah berlalu 100 tahun yang lalu. Lagipula, kalau sudah bereinkarnasi mereka tak akan ingat tentang kehidupan masa lalu mereka.” ucap Minho yang ternyata sependapat dengan Key.

“Jamkanman! Tapi, apa kau ingat? 3 benda setan itu belum hancur. Minho, walalu masa reinkarnasi mereka 1000 tahunpun, kutukan yang mereka bawa tak akan hilang begitu saja sebelum benda setan itu hancur.” ucap Key. Kali ini tangannya gemetar. Dia menatap Jonghyun.

“Hhh, ya. Itulah yang aku khawatirkan. Sampai saat ini, para pelindung benda belum bisa menemukan 3 benda setan itu.” jawab Jonghyun dengan wajah cemas.

Ditengah keheningan mereka, muncul gumpalan asap yang membentuk suatu sosok.

“Jonghyun, cepat kembali. Aku harus menemui Jungsoo hyung. Dia sudah mengetahui keberadaan 3 benda setan.”

“Ne.” jawab Jonghyun singkat. Dalam sekejap dia menghilang setelah mengembangkan kedua sayapnya.

“Key, Minho. Kalian berdua ikut aku menemui Jungsoo hyung. Ada hal penting yang harus kalian ketahui. Pena itu sangat berbahaya. Kalian harus bisa menjaga gadis pembantai itu. Tugas kalian sangat berat.”

oOo

“Jinki, Kibum, Minho. Aku tau tugas ini terlalu berat untuk kalian.” ucap Jungsoo.

“Kalau begitu, kenapa tidak kau saja yang mengurusnya?” protes Key.

“Ssst! Jaga ucapnmu!” ucap Jinki pelan sambil memukul sedikit kepalanya.

“Hhh, kami, aku dan yang lainnya, tidak di tugaskan sebagai malaikat pelindung seperti kalian. Tugas kami hanya mengontrol dan menjaga kalian dari hal-hal buruk yang akan terjadi.”

“Maksud hyung?” tanya Jinki tak mengerti.

” Aku tau, kalian mengemban tugas berat untuk menjaga 3 gadis setan yang memiliki 3 benda terkutuk.” Jungsoo terdiam menunggu respon dari ketiga malaikat pelindung itu.

“Hhh, yang ingin kuberitau saat ini, aku sudah menemukan 3 benda setan itu. Hanya saja aku tak bisa menghancurkannya. Ini sudah jalan takdir. Benda-benda itu hanya bisa hancur kalau mereka sudah menghancurkan tuan mereka. Dan sebentar lagi tuan-tuan mereka akan bereinkarnasi. Bahkan, satu di antara mereka sudah lahir. Saat ini, si kalung pemikat yang ada di negeri antah berantah sudah mulai menyadari kembalinya si tuan dan mulai kembali dengan cara apapun.”

“Lalu, apa yang harus aku lakukan hyung?” tanya Jinki. Dari wajahnya sangat tersirat kalau dia sangat khawatir.

“Tenang, kau hanya perlu membimbing Kwon Yuri menjadi gadis yang baik. Kalung itu tak akan bereaksi kalau tak ada aura jahat di dekatnya. Berbeda dengan pena setan.” Jungsoo berhenti berbicara dan memandang Key juga Minho.

“Kalian tau kan kalau pena itu haus akan darah? Ternyata, pena itu tak hanya dapat membantai manusia, tapi juga bisa melukai.” dia menarik napas sebentar, “malaikat.”

Key dan Minho tercekat.

“Sungmin kemarin terluka saat berusaha menghancurkan pena itu. Ya, kami semua terkejut. Pena itu benar-benar pena setan.”

“Lalu, kami harus melakukan apa?” tanya Minho. Dia berusaha tenang.

“Hhh, tak ada.” jawab Jungsoo lemah.

“Lalu untuk apa kami harus bersusah payah menjaga gadis enyebalkan itu?!” bentak Key.

“Key, tenanglah.” bisik Jinki.

“Hanya ada satu cara. Kalian harus bisa mencegah pertemuan pena itu dengan reinkarnasi si gadis.”

“Mwoya? Mana bisa! Kalau jalan takdir sudah berkata demikian, kami tak akan bisa berbuat apa-apa lagi!” suara Key makin meninggi.

“Kalian itu malaikat pelindung! Kalian punya kekuatan! Masa kalian tak bisa melindungi sesuatu yang sudah seharusnya kalian lindungi?!” kali ini Jungsoo mulai habis kesabarannya. Key terdiam. Jinki dan Minho terlalu terkejut untuk bereaksi.

“Bila saatnya tiba. Cegah si pena membunuh si gadis pembantai.” lanjut Jungsoo. Suaranya kembali ke semula. Wajahnya serius dan menatap Key juga Minho dalam-dalam.

oOo

“Taemin-ah, hati-hati. Mianhae kau harus melaksanakan tugasmu sendirian.” ucap Minho beberapa saat sebelum gadis pembantai lahir ke kehidupannya yang baru.

“Gwaenchana hyung. Aku tau tugas mu lebih berat. Lagipula, aku yakin bisa mengurus gadis ini sendirian.”

“Baguslah. Kalau begitu, aku berangkat dulu ya.”

“Minho, kajja!” ucap Key terburu-buru.

“Sampai jumpa nanti Taemin.” ucap Key dan Minho bersamaan. Setelah mengembangkan sayap mereka, mereka menghilang.

“Yah, aku ditinggal sendiri deh.” ucap Taemin lesu.

“Taemin-ah, ayo kita bermain. Ceritakan lagi hal-hal menarik yang nanti akan kutemui di bumi.” ucap sebuah suara. Taemin berbalik dan tersenyum.

“Ne~”

oOo

“Minho, kenapa jalan takdir harus seperti ini? Lihat, bahkan namanya sama persis. Im Yoona.” bisik Key pada Minho saat Yoona kecil lahir.

“Takdir. ya, kita harus bisa menjaga Yoona dari jeratan pena setan.” ucap Minho. Mereka berdua menatap Yoona kecil dengan cemas.

oOo

“Taemin-ah, setelah bereinkarnasi apa aku masih bisa berbicara denganmu seperti ini?” tanya gadis itu dengan mata berharap.

“Mmm, molla. Setauku sih tidak bisa.” jawab Taemin. Raut wajah gadis itu menjadi sedih.

“Tenanglah. Aku ini malaikat pelindungmu. Walau tak bisa melihatku dan mengingatku, aku akan selalu ada di sampingmu.”

“Jinjja? Aku harus bisa melihatmu. Pokonya harus bisa!”

“Hehe, baiklah. Sekarang kau siap-siap ya. Saatnya sebentarlagi tiba.”

oOo

“Yeobo, lihatlah. Dia canti sekali bukan?”

“Ne, dia mirip dengan nenek moyangnya.”

“Hmm, bagaimana kalau kita beri nama yang sama?”

“Ne, Seo Joo Hyun.”

“Ya, nama yang bagus. Aku akan menyiapkan barang-barang untuk Seohyun kecil kita ya.” pria itu pergi dengan riang. Sementara itu si wanita yang masih lemah menatap sayang Seohyun kecil.

“Nah, sekarang kau sudah lahir ke dunia fana ini. Aku akan selalu melindungimu Seohyun kecil.” ucap Taemin yang melayang di samping ranjang bayi di rumah sakit itu.

Meskipun Seohyun kecil belum bisa membuka matanya, tetapi bibirnya menyunggingkn senyuman yang bahkan Taemin sendiri tak menyadarinya.

-to be continued-

======================================================

lalalalalala~

apa kabar semua? gimana ff baru aku? ini pertama kali nya bikin ff jenis horor ga jelas nih (=_=)

suka ga? kalo suka aku lanjutin. kalo ga ya udah sampai disini saja :D

minta komennya yaaaaa :)

31 thoughts on “Curse (Part 1)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s