14

Yes, I’m a Bad Boy [part 5/END]

poster by : Shirae Mizuka

Author : chanyb

Title : Yes,I am a Bad Boy -Last Part-

Genre : Family,Brothership,Friendship

Main Cast : Choi Seunghyun – Cho Kyuhyun – Dong Young Bae

Other Cast : Lee Han Ah (OC) – Lee Seungri

Cameo : Sandara Park – Kim Kibum – Kang Daesung – Kim Jaejoong

This is the last part :3
Ff ini pernah di publish di BigBang Fanfiction

Let’s Cekidot ^^

Raut kepanikan tergambar jelas di wajah Kyuhyun. Ia terus memutar otaknya untuk menyembunyikan gadis yang mendadak masuk ke dalam kamarnya melalui jendela. Di balik pintu pun Young Bae masih saja menggedor-gedor pintu.
Continue reading

6

Is It Ok? {prolog}

Main Cast:

  • Tiffany Hwang – SNSD
  • Choi Seung Hyun (TOP) – Big Bang
  • Cho Kyuhyun – Super Junior

Support Cast:

Amber (Fx), Taeyeon (SNSD), Han Nara (Fiction)

Length: PROLOG

- Genre: Friendship, Romance

- Rate: AG (All Age)

- Author: Nana

- NOTES: ini pertama kalinya buat cast Tiffany SNSD & TOP (Seung Hyun) Big Bang. hahaha. request dari eonni tersayang :) maaf banget banget kalau prolog ini kurang bagus. soalnya belum terbiasa mendalami karakternya :) the first part is on writing, and i hope i can reach the character soon ^^ Happy Reading

.

—————–

.

mencari sesuatu yang baru butuh pengorbanan.

menjadi sesuatu yang baru butuh pengertian.

jika hidup ini berjalan, bisakah menjadi lebih baik??

.

Continue reading

15

Café

Halo!! Ane muncul lg dg ff oneshot. Sekarang nih lagi tergila-gila dengan lagu yg berjudul sama dg ni ff. Dan lagi kesem-sem sama pencipta lagunya. Siapa lagi, main cast ff ini. Kwon Jiyong..hoho

Tolong di rate ya!!!

****

“Maaf, hubungan kita sampai disini saja” katanya dan berlalu meninggalkanku yang masih terpaku manatap kepergiannya.

Lagi-lagi, untuk yang kesekian kalinya aku diputuskan. Di café yang sama dan tempat duduk yang sama. Oh Tuhan…apa dosaku??

Aku merutuki diriku sendiri. Sampai akhirnya terdengar suara merdu yang berasal dari panggung yang ada café ini.

Lagu yang dinyanyikan gadis itu sangat cocok dengan suasana hati ku sekarang..ouhhh

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café

 

OH please don’t leave me alone na eotteokharago

Moduga jamdeun bam wae nal honja duryeogo

 

Tell me the truth eojewa dareun oneul neujeottago

Yaksokhaetteon seoro nanudeon maldeul da geojit irago

Don’t make me fool

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café

 

You don’t need me anymore geu mareun marajweo

Geudaeneun jigeum naega shiltaneun deut jashineul sogigo

Nalgeun jeo chaeksang wie saegyeonoheun uri dul ireumkkajido

Gieoksoge chueoksoge geunyang mudeodunchaero OH OOH

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun cafe

 

Neo wiroweo hal ttaemyeon eonjedeun neol kidarigo inneun

Neo geuriweo bogo shipeun narimyeon neol bureugo inneun

Naega tajudeon kkeopiwa jeobeo dun chakgalpiwa

Geudaemaneui hayanjib wiro heureuneun bi baby

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun cafe

 

Neo wiroweo hal ttaemyeon eonjedeun neol ..

Neo geuriweo bogo shipeun narimyeon neol ..

Naega tajudeon kkeopiwa ..

Geudaemaneui hayanjib wiro heureuneun bi baby

 

Oh tidak..aku seorang namja. Tidak seharusnya aku menangiskan? Ayolah Kwon Jiyong, kau harus kuat.

Namaku Kwon Jiyong, usiaku 23 tahun. Usia yang sudah cukup untuk menikah, tapi..detik ini aku diputuskan oleh pacarku. Sungguh malang nasibku ini. Dan kalian tau? Aku selalu diputuskan ditempat yang sama. Sebuah cafe favoritku.

Penyanyi cafe itu sudah menyelesaikan lagunya. Aku sedikit bernafas lega, karena aku berhasil menahan air mataku. Dan sekarang aku hanya akan menghabiskan Ice Coffee Espresso yang baru saja kupesan. Yah..paling tidak bisa mengobati sakit hatiku.

Tiba-tiba, seorang gadis tanpa permisi duduk dibangku yang sebelumnya diduduki oleh mantanku.

”Hai, naega Hyunjin. Lee Hyunjin. Neo?” tanyanya tiba-tiba mengagetkanku.

“Jiyong, Kwon Jiyong” jawabku gugup. Sejurus kemudian dia tersenyum, senyum yang sangat manis menurutku.

“Hmm…kulihat tadi kau sangat menghayati lagu yang kunyanyikan. Apa kau baru saja putus dengan pacarmu??” pertanyaannya berhasil membuka luka yang baru saja tertutup.

”Huaa…kenapa kau membicarakannya lagi?? Aku ingin menangis” histerisku. Dan hanya dibalas dengan tawanya.

”Hahaha..kau sungguh lucu. Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Pengalaman menyakitkan yang terjadi di cafe. Makanya aku menyukai lagu tadi” ceritanya. Waw, dia berhasil membuatku tertarik.

”Benarkah..??” tanyaku.

”Ya, mungkin aku lebih parah darimu. Aku diputuskan oleh tunanganku. Tapi tiba-tiba dia memutuskanku tanpa alasan yang jelas. Tapi..untuk apa aku menyesalinya. Hidupku tidak berhenti sampai disitu kan??” ceritanya antusias. Ekspresinya sangat menggemaskan.

”Hyunjin-ah, ini syrupmu” seorang pelayan memberikan syrup pada gadis bernama Hyunjin ini.

”Terima kasih Yongbae” Hyunjin tersenyum.

”Jiyong-ah. Mana pacarmu??” tanya Yongbae, dia adalah temanku. Dan tentu pertanyaan itu adalah ejekan. Karena dia tau aku baru diputuskan.

”Aku tidak ada waktu untuk bercanda, Yongbae-ah. Kembalilah ke pekerjaanmu” suruhku pada Yongbae. Hyunjin tertawa melihatku.

”Hahaha…Seungri-ah. Apa Seunghyun oppa sudah kembali?? Aku ingin meminta bayaranku hari ini” teriak Hyunjin pada koki yang ada didapur.

”Belum, tunggulah beberapa menit lagi. Dia terkena macet” teriak Seungri.

”Kau bekerja disini?” tanyaku padanya. Dia mengalihkan pandangannya padaku.

”Ya. Sebagai penyanyi part time” jawabnya.

“Kau tau? Suaramu itu bagus sekali. Mau bekerja sama denganku? Jika aku mempunyai lagu baru maka kita akan berduet. Bagaimana?” tawarku.

”Benarkah?? Kalau begitu kuterima tawaranmu. Aku tunggu” katanya ceria.

”Hyunjin-ah!!” teriak Seunghyun saat memasuki cafe.

”Jangan berteriak seperti itu hyung” tegur Yongbae yang sedang melayani pelanggan. Seunghyun hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan berjalan menuju bangku kami.

”Ini bayaranmu. Maaf menunggu” Seunghyun memberikan amplop cokelat kepada Hyunjin.

”Terima kasih Seunghyun oppa. Kalau begitu aku pergi dulu. Daesung oppa sudah menunggu dari tadi” Hyunjin beranjak dari duduknya dan keluar cafe.

”Daesung-ah! Jangan telat besok!!” teriak Seungri pada Daesung yang hampir saja keluar cafe.

”Ya..ya. Aku tau!” Daesung melambaikan tangannya.

”Siapa dia??” tanyaku pada Seunghyun.

”Hyunjin, adik sepupunya Daesung yang baru saja pulang dari Daegu. Daesung yang merekomendasikannya. Dan hasilnya lumayan” jawab Seunghyun, aku hanya menaggukkan kepalaku.

”Dia cantikkan??” Seungri menyenggol bahuku. Dan refleks aku menganggukkan kepalaku.

”Dan kurasa dia lebih baik dari pacar-pacarmu dulu” sambung Yongbae.

”Hey! Aku baru saja putus!” teriakku tidak terima.

”Tapi kau suka kan~~~” goda Seunghyun.

”Yah..tidak kupungkiri dia gadis yang manis” jawabku.

”Oh iya, kudengar tadi kau mengajaknya kerjasama. Bagaimana kalau kau membuat lagu duet saja” usul Yongbae. Sepertinya ide Yongbae itu ada baiknya juga. Aku tersenyum. Dan langsung merangkul Yongbae.

”KAU PINTAR SEKALI!!!” aku menjitak kepalanya.

”Sakit tau!” erangnya.

”Hahahahaha….”

****

Aku mendapat nomornya setelah bersusah payah memohon pada Daesung. Dasar anak itu sangat protektif pada Hyunjin. Segera aku menghubunginya. Yah,,tak kupungkiri aku sekarang gugup.

”Yoboseo? Apa benar ini Hyunjin, Lee Hyunjin?” tanyaku saat telponku sudah tersambung.

”Ya, nuguseyo??” tannya. Huh..suaranya sangat merdu sekali.

”Ini aku Jiyong, yang waktu di cafe” jawabku.

”Oh, Jiyong-ssi. Ada apa??” tanyanya.

”Hmm..tidak. Aku hanya ingin memberi tau kalau lagu garapanku sudah selesai. Bisa kita bertemu besok?” tanyaku akhirnya.

”Benarkah? Wah..aku senang sekali. Baiklah, kita bertemu besok di cafe” sahutnya ceria.

”Baiklah di cafe” dia menutup sambungan.

Aku berlonjak di atas tempat tidur. Dan semua keteganganku hilang sudah.

Sekarang aku harus tidur.

****

Pagi-pagi sekali aku sudah ada di cafe. Aku datang bertepatan dengan datangnya Daesung.

”Jiyong-ah, apa kau menghubungi dongsaengku semalam?” selidiknya. Dengan ragu aku menganggukkan kepalaku. Dan tiba-tiba dia memelukku.
”Wah!! Bagus sekali. Aku harus berterima kasih denganmu. Hmm, bagaimana caranya ya? Ha! Kau akan makan dan minum gratis untuk hari ini. Biar aku yang bayar” aku menatap Daesung tidak mengerti.

”Kau kenapa?” tanya Daesung yang menatap wajah bingungku.

”Apa kau salah makan obat??” tanyaku. Ya, setauku Daesung adalah orang yang sangat pelit.

”Ani, aku baik-baik saja” jawabnya santai.

”Terus, kenapa kau mentraktirku??” tanyaku padanya. Dia tersenyum membuat kedua matanya menghilang.

”Karenamu adikku bisa jatuh cinta lagi..hahahahaha” jawab Daesung dan menyeretku masuk ke cafe. Aku masih berpikir keras tentang apa yang dikatakan Daesung barusan.

Jatuh cinta lagi, denganku? Benarkah??

”Benarkah??” tanyaku histeris pada Daesung. Dan dijawab dengan anggukan oleh Daesung.

”Dia menyukaimu” bisik Daesung. Senyum merekah dari bibirku. Dan aku banyak berharap hari ini.

****

Setelah latihan sebentar. Aku dan Hyunjin sudah siap untuk ditampilkan. Dan aku ingin memberikan kejutan padanya setelah kami tampil hari ini. Lagu duet yang kuciptakan yang terinspirasi olehnya.

”Baiklah, sekarang kita akan melihat penampilan duet kita. Jiyong dan Hyunjin, silahkan mulai” Seungri memberikan kata sambutan. Kami berdua naik keatas panggung dan duduk di kursi yang memang disediakan.

”Lagu ini adalah hasil ciptaanku sendiri. Judulnya ’My Valentine’. Semoga kalian menikmatinya” kataku sebelum memulai penampilan kami.

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

ijeneun neol saenggakhaedo apeujiga anha

neoreul miwohaetdeon gamjeongdeuri jogeumssik noga

johasseotdeon gieokdeulman dasi saenggagi na

deo isang niga mipji anha

 

(hamkke haetdeon sigandeuri) neomuna kkumgata)

(dasineun oji anketji) niga animyeon

 

nan mollasseulgeoya. jeongmal mollasseulgeoya.

geuraeseo neoege gomawo

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

niga cheom tteonasseul ttae jeongmal neomu apasseo

neomu apa niga miwotjiman

sigani galsurok sangcheoneun amulgo chueokdeureun keojyeo

 

jogeumssik misoreul chatge dwaesseo, Oh Yeah

 

(hamkke haetdeon sigandeuri) ijeneun sojunghae

(dasineun oji anketji) neo ttaemune

naneun neukkyeobongeoya sarangi mueonji

geuraeseo neoege gomawo

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

ulmyeo neol butjamneun nareul beorigo tteonatdeon ni moseup

meoreojyeo gadeon dwitmoseup

barabomyeonseo gwayeon seupgwancheoreom beeobeorin neol jiul su isseulkka

 

nan eonjenga neoreul tteoollyeodo useul su isseulkka,

geuttaen jasini eobseosseo, niga neomuna miwosseo.

hajiman sigani jinani saenggagi jogeumssik bakkyeosseo.

ije misoreul jieumyeonseo

I’m thinkin’ about you all the time

and I realized that u will always be my valentine

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

Aku berdiri dari dudukku dan sekarang jongkok dihadapannya. Mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru tua. Membuat Hyunjin menatapku bingung. Aku masih melahjutkan lagunya…

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

Hyunjin menutup mulutnya, kaget. ”Hyunjin-ssi. Be my valentine, please” kataku mengungkapkan perasaanku. Hyunjin tidak kuasa menahan senyumnya.

”I’ll be your valentine, Jiyong-ssi” jawabnya. Semua pelanggan cafe mulai ricuh. Tepuk tangan membahana di seluruh cafe.

”CHUKAE!!!” teriak Seunghyun, Yongbae, Daesung, dan Seungri berbarengan. Aku memeluk Hyunjin dan kami membungkukkan badan kepada seluruh pelanggan cafe.

****

Inilah kisahku. Semuanya terjadi di cafe, tempat favoritku. Dan juga tempat favoritnya. Berawal dari lagu berjudul cafe, dan kisah cinta yang sama-sama berlatar di cafe. Dan tentunya tempat kami pertama bertemu, dan mengetahui perasaan kami. CINTA.

Cafe, my LOVE

By. Kwon Jiyong

1

[Freelance] Mansion Himuro part 1

Title : Mansion Himuro – Part 1

 

Author : Lee Hyo Woo

 

Main Cast : >   You #15thn

Ø  Seungri (Lee Seung Hyun) #15thn

Ø  Ji Yong (G-Dragon Big Bang) #16thn

Ø  Lee Chae-rin (CL-2NE1) #15thn

Support Cast : > Gong Min-ji (Minzy-2NE1) #16thn

Ø  Choi Seung Hyun (T.O.P-Big Bang) #16thn

Ø  Park Sandara (Dara-2NE1) #16thn

 

 

Rating : PG-15

Genre :  ga jelas maunya sih horror (?)

PS : terinspirasi dari beberapa film horror dan misteri dari tempat-tempat serem

You POV

Besok  ulang tahun ku dan sahabat ku, Chae-rin. Aku, Ji Yong, Chae-rin. Aku sudah lama menunggu hari ini, apa hadiah yang akan Ji Yong berikan?? Biasanya dia yang pertama memberikan hadiahnya hehe… aku memang sudah lama menyukainya, tapi aku tidak pernah mengungkapkannya, aku takut persahabatan kami rusak.

Hari yang kutunggu datang, saat aku bangun Seung Hyun, Min-ji, Dara, dan Seungri sudah ada di kamarku. “Happy Birthday!!!!” teriak mereka saat aku membuka mataku “ini baru jam 00:01” protesku, aku masih ngantuk. Tapi tunggu! Ji Yong dan Chae-rin ga ada! Kemana mereka?? Mereka kan sahabat terdekatku, rumah mereka bahkan desebelah rumahku.

“dimana Ji yong dan Cheae-rin??” tanyaku sambil beranjak duduk.

“hmm… Ji Yong dirumah Chae-rin” jawab Min-ji ragu-ragu.

“oh..” komentarku, aku bingung mau bilang apa lagi, ini terlalu mengagetkan. Sejak kapan mereka dekat?? Biasanya mereka kan selalu bertengkar. Kenapa aku jadi kesal??!! Aahh…

Ji Yong POV

Hari ini **** dan Chae-rin ulang tahun. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuk mereka, dengan 7tiket liburan di Jepang. Tepat jam 00:00 aku sudah berada dikamar Chae-rin “Happy Birthday!!!!” teriakku. Chae-rin langsung bangun mendengar teriakkanku “kkyyaa!!! Apa-apaan kau!! Apa itu?” bentaknya sambil menunjuk ular yang ada di lenganku “hadiah mu… kau suka??” kataku sambil memberikan ular itu padanya, senyum manis terukir diwajahnya yang masih terlihat ngantuk. “aniyo!” jawabnya cuek. Ahh… dia mulai lagi! Baiklah aku akan mengikuti permainanmu.

Continue reading